Sorry Sorry -FF SeoKyu-

Sorry Sorry

Author : Annisa Sooyoung Yesung

” Seohyun? Kau nggak papa?” tanya Sooyoung panik begitu melihat maknae nya pulang dengan lebam dipipi kirinya. Seohyun refleks menutupi pipi kirinya.

” Aku nggak papa eonni. Eonni belum tidur?” tanya Seohyun mengalihkan pembicaraan. Sooyoung menggeleng.

” Jujur, Seohyun! Kau kenapa? Apa gara-gara Kyu oppa lagi?” desak Sooyoung. Seohyun diam. ” Apa benar? Gara-gara Kyu oppa, Seohyun?”

Seohyun menggeleng kuat. ” Bukan, eonni. Aku tadi jatuh.” Seohyun memberikan alasan. Sooyoung tak percaya.

” Ada apa sih, Sooyoung?” tanya Yoona yang terbangun karena ingin ke toilet dan tak sengaja melihat sooyoung dan Seohyun yang sepertinya bertengkar.

” Lihat ini, Yoona. Pasti ini kelakuannya Kyu oppa.” kata Sooyoung sambil menunjukkan lebam di pipi kiri Seohyun. Yoona memperhatikan dengan jelas lebam dipipi kiri Seohyun. Benar. Pasti ini kelakuan Kyuhyun.

” Seohyun, coba jelaskan pada kami.” kata Yoona lembut. Seohyun mulai menangis. Memang benar dugaan para eonninya. Lebam ini bekas pukulan Kyuhyun.

” Seohyun. Ceritakan pada kami, Seohyun.” desak Yoona. Seohyun mengangkat wajahnya.

” Jadi gini, eonni….”

Flashback: ON

Seohyun P.O.V

Setelah turun dari panggung, Yonghwa oppa memanggilku karena ada keperluan. Entahlah, mimik wajahnya terlihat serius sekali. Mungkin penting? Aku nggak tahu kalau disaat yang sama, Kyu oppa melihatku bersama Yonghwa oppa.

Yonghwa oppa mengajakku ketempat yang sepi dan jauh dari orang lain. Aku jadi salah tingkah. Tak lama, Yonghwa oppa berlutut dihadapanku. Aku makin salah tingkah. Apalagi saat Yonghwa oppa memegang tanganku. Aku tak bisa menahan debaran jantungku.

” Seohyun, aku menyukaimu sejak lama.” kata Yonghwa oppa sambil mencium punggung tanganku. Aku diam saja. Tidak merespons. ” Chagi, maukah kau menerimaku menjadi kekasihmu?” tanyanya. Aku segera menarik tanganku dari genggamannya.

” Maaf oppa. Orang yang aku cintai hanya satu. Dan itu bukan kau.” tolakku. Aku tahu itu membuat Yonghwa oppa kaget. Tapi mau gimana, aku memang sudah memiliki Kyu oppa.

” Tapi, Chagi.”

” Sekali lagi maaf, oppa.” kataku sambil berlalu dari hadapannya. Didekat panggung, aku melihat Kyu oppa sedang bersandar dibawahnya. Aku menghampirinya dengan sedikit tersenyum. ” Hai, Kyu oppa!” sapaku.

PLAK!!

Tiba-tiba Kyu oppa menamparku dengan keras. Entah apa sebabnya. Aku menatapnya bingung sambil memegangi pipiku. Sakit dan perih sekali rasanya. Sungguh. Aku tak menyangka Kyu oppa akan setega ini padaku. Padahal kali ini aku tak melakukan apapun. Kecuali dengan Yonghwa oppa tadi.

” Ada apa oppa? Kenapa menamparku?” tanyaku bingung.

” Apa kau bilang? Kenapa? Kau masih bisa bilang kenapa setelah kau dan Yonghwa berpegangan tangan? Kau menduakan aku, Seohyun! Aku kecewa.” ungkap Kyu oppa. Aku tertegun.

” Oppa, aku nggak bermaksud menduakan oppa! Oppa dengarkan penjelasanku dulu, oppa.” pintaku pada Kyu oppa yang sudah marah sekali padaku.

” Aku tak butuh penjelasan darimu.” katanya dingin.

” Oppa, tolong…” pintaku sekali lagi. Kyu oppa diam saja. ” Tolong dengarkan aku, oppa… Sekali ini saja, oppa.” pintaku setengah memohon. Kyu oppa tetap diam. ” Oppa! Dengarkan penjelasanku!”

PLAK!!

” Itu karena kau sudah berani membohongiku. Dan itu juga pelajaran karena kau selingkuh dengan Yonghwa.” ujar Kyu oppa. Aku nggak merasa sakit meskipun Kyu oppa menamparku. Yang sakit adalah hatiku. Ya, aku masih sangat menyayangi Kyu oppa. Dan aku nggak ingin putus dari Kyu oppa.

” Oppa, tadi Yonghwa oppa memang memintaku untuk menjadi pacarnya. Tapi sungguh oppa, aku tak menerimanya. Aku malah menolaknya. Karena aku sayang oppa. Aku nggak ingin kehilangan oppa.” rajukku.

” Benarkah? Kau tidak membohongiku kan?” tanyanya. Aku tersenyum dan mengangguk.

” Oppa mau memaafkan aku?”

“…” tak ada jawaban dari Kyu oppa. Namun aku tetap menanti.

” Oppa?”

” Hh, pulanglah Seohyun. Kau pasti lelah. Maaf, aku tak bisa mengantarmu.” usir Kyu oppa dingin. Aku terperanjat kaget. Sebesar itukah cemburunya pada Yonghwa oppa?

” Ne, oppa. Aku pulang dulu.” pamitku. Lalu pergi.

Flashback : Off

Yoona dan Sooyoung tak berkomentar apa-apa saat Seohyun berhenti bicara. Mereka hanya diam. Seperti memikirkan sesuatu. Ya, mereka memang memikirkan bagaimana caranya agar Seohyun lepas dari Kyuhyun yang tidak punya perasaan itu.

” Aku, aku mencintainya eonni. Aku nggak ingin berpisah darinya. Tolong jangan katakan apapun pada oppa-oppa di SuJu.” pinta Seohyun. Seolah ia tahu apa yang dipikirkan oleh kedua eonninya tersebut. ” Eonni paham, kan?” dengan terpaksa, Sooyoung dan Yoona mengangguk.

” Ya sudah, kamu tidur ya. Ini sudah malam. Pasti kamu lelah setelah seharian ini pergi manggung.” nasehat Yoona. Seohyun mengangguk. Lalu pergi kedalam kamar.

Didalam kamarnya, Seohyun malah bengong dan menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong. Ia sudah tak tahu lagi bagaimana cara menghadapi Kyuhyun yang selalu bertindak kasar. Logikanya mengatakan untuk berpisah. Tapi hatinya menolak untuk berpisah. Ia sudah mencintai Kyuhyun.

” Hei, Kyuhyun! Ini sudah malam. Tidurlah! Jangan main game terus!” peringat Eunhyuk yang sangat terganggu dengan suara-suara yang dihasilkan dari komputer Kyuhyun. Kyuhyun diam saja. Ia tetap berkutat dengan gamenya. ” Kyu, kau ada masalah?” tanya Eunhyuk yang sepertinya mengerti dengan apa yang dialami oleh maknae nya ini.

Kyuhyun segera menghetikan aktivitasnya. Lalu menatap Eunhyuk dengan tatapan sendu. Ia tahu, Eunhyuk saat ini akan berguna baginya. Setidaknya memberi saran padanya.

” Aku menamparnya. Dua kali.” kata Kyuhyun. Eunhyuk mengangguk paham. Sudah terlalu sering Kyuhyun bicara tentang ‘tampar-menampar’ ini.

” Terjadi lagi. Apa kau tak bisa mengendalikan tanganmu sedikit saja? Apa kau tidak kasihan dengan Seohyun?” tanggap Eunhyuk. Kyuhyun diam. Ia tahu ia salah. Tapi apa daya? Rasa kesalnya terlalu besar dan mengalahkan rasa sabarnya pada Seohyun.

” Hyung, bagaimana jika Seohyun memutuskanku? Bagaimana kalau Seohyun membenciku?” tanya Kyuhyun bertubi-tubi. Ia terlalu panik untuk memikirkan semua itu dengan positif.

” Bersikaplah manis padanya. Jangan kasar, Kyu.” nasihat Eunhyuk sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Lalu pergi meninggalkan Eunhyuk tanpa mematikan komputernya.

Dikamarnya, Kyuhyun bukannya tidur malah uring-uringan ditempat tidur. Ia memikirkan perkataan hyungnya tadi. Kenapa sulit sekali bersikap manis pada Seohyun? Kenapa ia tak bisa menahan tangannya untuk tidak menampar Seohyun? Kenapa? Kenapa?

Sama saja dengan Kyuhyun. Seohyun hanya bisa uring-uringan nggak jelas ditempat tidurnya. Hanya bisa memikirkan Kyuhyun. Kenapa? Kenapa tadi ia mau saja digenggam oleh Yonghwa? Kenapa ia diam saja saat Yonghwa mengecup tangannya? Kenapa? Kenapa Kyuhyun melihatnya? Kenapa harus Kyuhyun yang melihatnya?

Seohyun yang uring-uringan sendiri jadi nggak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Sudah lewat waktu tidur yang seharusnya. Dan besok, pagi-pagi sekali pasti ia masih mengantuk begitu dibangunkan oleh para eonni nya.

” Oppa, kenapa oppa tak mau mendengar penjelasanku? Padahal aku hanya menyayangi oppa.” ujar Seohyun lirih pada Teddy Bearnya. Teddy Bear pemberian dari Kyuhyun saat mereka baru 1 bulan berpacaran.

Seohyun memukul kepala Teddy Bearnya tersebut. ” Kenapa tak dijawab oppa?” lanjut Seohyun. Ia hampir menangis. Sungguh, ia ingin sekali ada Kyuhyun saat ini. ” Oppa jawab!” sentak Seohyun. Tentu saja boneka itu takkan menjawab.

” Aku tak peduli jika oppa terus-terusan menamparku. Aku takkan peduli! Aku ingin selalu ada dekat oppa. Aku tak ingin jauh dari oppa. Aku hanya ingin oppa!” jerit Seohyun. Matanya mulai berair. Satu persatu butiran air mulai jatuh kepipinya yang mulus.

Cukup lama Seohyun menangis. Mungkin sekitar 1 jam-an. Atau mungkin lebih dari itu? Entahlah. Yang jelas, Seohyun sudah tertidur lelap dengan mata yang masih sembap dan bengkak. Dan tangannya masih memeluk Teddy Bearnya.

” Kyu! Bangunlah! Hei, Kyu! Ini sudah pagi! Kau mau sarapan tidak?!” Leeteuk membangunkan Kyuhyun yang masih asik dengan mimpinya.

” Seohyun! Ayolah, ini sudah pagi. Kau mau tidur sampai jam berapa?” Begitupun dengan Taeyeon yang membangunkan Seohyun yang masih asik memeluk Teddy Bearnya.

” Biar aku saja yang bangunkan eonni.” tawar Sooyoung sambil membuka pintu kamar Seohyun yang -ternyata- tidak dikunci. Sooyoung tersenyum melihat Seohyun yang masih tidur dengan tangan masih memeluk Teddy Bearnya. Sooyoung pun mendekati Seohyun dan mengelus rambutnya.

” Seohyun, ayo bangun. Ini sudah pagi.” ucap Sooyoung lembut. Seohyun perlahan-lahan membuka matanya. Sooyoung tersenyum.

” Sampai kapan kau mau tidur Seohyun? Ini sudah sangat siang!” omel Taeyeon yang masih berada didepan pintu kamar Seohyun.

” Maaf, eonni. Tadi malam aku tidur terlalu larut.” kata Seohyun mengucapkan maaf. Taeyeon tidak peduli. Ia malah pergi keruang makan.

” Sudah. Jangan dipikirkan. Kau mandi saja, dulu. Lalu kita makan bersama.” kata Sooyoung bijak. Seohyun menuruti.

Sementara itu…

” Kyu! Jangan tidur terus! Kau ini pemalas sekali, sih!” kini Eunhyuk menarik tangan Kyuhyun agar ia bangun. Tapi tetap saja, Kyuhyun tidak bangun-bangun. Ia tetap tidur.

” Sudahlah! Mungkin dia masih lelah. Kemarin kan jadwalnya padat sekali! Ayo kita makan duluan saja. Aku sudah lapar!” kata Yesung sambil duduk di meja makan dan mengambil sepotong roti.

” Hyung, bangunkan dia!” suruh Eunhyuk pada Yesung yang sedang mengoleskan selai ke rotinya.

” Haah, kau ini menyusahkan sekali!” kata Yesung sambil berjalan menuju kamar Kyuhyun. Ia membuka pintu kamar Kyuhyun yang -ternyata juga- tak dikunci. ” Hei, Kyu! Bangunlah! Ikut sarapan bersama kami! Atau kau takkan dapat jatah sarapan!” teriak Yesung ditelinga Kyuhyun. Kyuhyun yang masih nyenyak langsung terbangun karena kaget.

” Wuiiih! Hyung canggih banget!” teriak Eunhyuk girang. Kyuhyun yang masih kaget hanya menatap kesal para hyungnya.

” Mandi sana!” suruh Yesung tanpa mempedulikan teriakan girang Eunhyuk. Tanpa bicara apa-apa, Kyuhyun menuruti suruhan Yesung.

Ditempat lain, Seohyun sudah berkumpul dengan para eonninya. Sebenarnya agak risih. Karena sedari tadi para eonninya menatapnya dengan tatapan tajam seolah menuduh. Yeah, kecuali Yoona dan Sooyoung.

” Kau tak pernah mau mendengarkan nasihatku, kan Seohyun? Lagi-lagi dia menamparmu.” kata Taeyeon membuka percakapan. Seohyun hanya menunduk.

” Taeyeon eonni, jangan terlalu keras pada Seohyun.” pinta Hyoyeon.

” Harusnya kau memutuskan Kyu oppa, Seohyun.” lanjut Taeyeon tanpa mempedulikan ucapan Hyoyeon.

” Maaf, eonni. Aku tidak bisa. Aku mencintai Kyu oppa, eonni. Aku hanya ingin Kyu oppa. Aku tidak ingin memutuskannya, eonni.” tolak Seohyun. Taeyeon menghela napas sejenak.

” Tapi itu akan membuatmu sakit, Seohyun. Aku sebagai leader, sekaligus kakakmu, tak ingin kau kenapa-napa.” kini Taeyeon berkata lebih lembut. Seohyun tersenyum.

” Aku jamin aku tidak akan kenapa-napa eonni.” kata Seohyun memastikan Taeyeon.

” Oke, tapi ini terakhir kalinya. Jika dia melakukannya lagi, kau harus memutuskannya. Setuju?” tanya Taeyeon memberi kesempatan. Seohyun mengangguk mantap. Yang lain tersenyum.

Dorm Suju…

Sama seperti Seohyun, Kyuhyun pun juga diinterogasi. Semua hyungnya menatapnya tajam seakan menuduhnya melakukan kesalahan yang amat besar.

” Kenapa sih, kau selalu menyakiti Seohyun? Kau ingin dibenci oleh semua member SNSD?” tanya Sungmin tajam. Kyuhyun hanya diam. Memikirkan alasan apa untuk membela dirinya sendiri.

” Aku heran, kenapa sampai saat ini Seohyun belum memutuskanmu. Padahal kau terlalu sering menyakitinya. Entah karena dia takut, atau malah karena dia memang mencintaimu?” sindir Siwon tajam.

” Hyung, tolong beri solusi! Jangan memojokkan aku seperti ini! Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa bersikap kasar pada Seohyun.” pinta Kyuhyun sendu. Para hyung menatapnya.

” Aku bingung, Kyu. Aku berpikir kau tak mencintai Seohyun.” tanggap Eunhyuk.

” Anio.. Aku mencintainya, hyung! Aku sangat mencintainya! Percayalah. Bahkan aku tidak siap jika dia berniat memutuskanku.” kata Kyuhyun panik.

” Oke, kami akan memberimu kesempatan. Jika kau menampar Seohyun sekali lagi, kau harus siap diputusin oleh Seohyun.” kata Leeteuk memberi kesempatan. Kyuhyun mengangguk mantap.

Hari ini para member SNSD dan Super Junior akan manggung dalam satu panggung yang sama. Juga dengan C.N Blue. Tentunya Seohyun, Kyuhyun dan juga Yonghwa bersemangat sekali. Apalagi masing-masing orang yang dicintai akan hadir juga.

Seohyun sangat tidak sabar menantikan malam ini. Begitu pula dengan Kyuhyun. Mereka sangat menantikan duet mereka. Ya, Kyuhyun akan berduet dengan Seohyun. Begitu juga dengan para member SNSD dan Super Junior yang lain. Masing-masing dari mereka akan berduet bersama.

Sedangkan Yonghwa sangat bersemangat dalam melihat Seohyun. Juga bertemu dengan Seohyun. Meskipun sudah ditolak, namun ia takkan menyerah. Ia akan tetap berusaha dalam mendapatkan hati Seohyun. Toh, tidak ada yang tahu Seohyun milik siapa.

Untuk pembukaan, Taeyeon dan Leeteuk menyanyikan lagu Like A Star. Lalu, Heechul dan Hyoyeon yang menyanyikan lagu Angel milik Super Junior. Setelah itu, Shindong, Jessica dan Eunhyuk menyanyikan lagu barat lama. Lalu Tiffany dan Siwon menyanyikan lagu A Girl Meet Love. Juga Sooyoung dan Yesung menyanyikan lagu It Has To Be You.

” Baiklah, kita panggilan, oh, maksudnya panggilkan pasangan paling serasi. Karena sama-sama maknae dan sama-sama lead vocal, mereka dipasangkan. Oke, langsung saja, Seohyun dan Kyuhyun!!!” panggil sang MC. Yonghwa yang mendengar hal itu tentu saja sangat sedih. Apalagi saat ia melihat chemistry yang ditimbulkan oleh Seohyun dan Kyuhyun begitu besar. Sepertinya sudah tak ada harapan lagi.

Setelah selesai, Seohyun dan Kyuhyun turun dari panggung. Seohyun sangat senang saat Kyuhyun bersikap manis padanya. Juga saat Kyuhyun menggenggam tangannya diatas panggung tadi. Rasanya Kyuhyun sudah memaafkannya.

” Makasih ya, oppa. Aku sangat senang hari ini.” ucap Seohyun sambil memeluk Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.

” Aku juga senang hari ini. Sangaaaat senang. Kau membuat hari ini menjadi lebih berarti.” kata Kyuhyun sambil mengelus rambut Seohyun dengan lembut. Lalu mencium kening Seohyun. Seohyun tersenyum.

Yonghwa yang melihat itu hanya bisa diam memandang mereka berdua dengan tatapan sendu. Merasa tak mungkin lagi memiliki Seohyun, ia hanya diam. Tak bisa berbuat apa-apa lagi. Kecuali satu.

Pagi ini dorm SNSD dan Super Junior dipenuhi dengan berbagai pertanyaan untuk Seohyun dan juga Kyuhyun. Pagi ini, berita seputar foto Kyuhyun dan Seohyun yang sedang berpelukan mesra ditayangkan lewat salah satu acara gosip. Itu membuat para member masing-masing jadi heran. Apa mereka sudah memberitahukan pada publik?

Kyuhyun marah besar saat tau fotonya dan Seohyun dipajang di stasiun-stasiun televisi. Apalagi para hyungnya jadi ribut sendiri dengan apa yang ditunjukkan oleh infotaiment itu. Ingin sekali ia menyalahkan. Tapi pada siapa ia mau marah? Entahlah..

” Itu hanya gosip, hyung!” jeritnya jika semua mulai menanyakan hal itu.

Beda dengan Kyuhyun. Seohyun justru merasa takut. Ia takut sekali jika Kyuhyun melihat ini. Ia merasa sedih. Juga takut jika Kyuhyun melihat ini, pasti Kyuhyun akan marah. Lagipula, siapa sih yang iseng mengambil foto tadi malam?

” Eonni, aku takut.” ujar Seohyun pada para eonninya.

” Takut apa, Seohyun?” tanya Tayeon sambil mengelus rambut panjang Seohyun.

” Aku takut Kyuhyun akan marah.” jawab Seohyun lirih.

” Sudahlah. Percaya padaku. Kyu oppa takkan marah.” kata Sooyoung meyakinkan. Seohyun menggeleng.

” Entahlah, eonni.”

Malam ini indah. Tapi tak seindah suasana hati Seohyun dan Kyuhyun. Mereka terdiam satu sama lain. Memandang langit yang penuh bintang. Tapi tak terlihat bintang. Yang terlihat oleh mereka hanya awan mendung yang kelam.

” Oppa,” Seohyun membuka mulutnya. Mengajak kekasihnya itu bicara.

” Aku nggak tahu, Hyun. Kenapa bisa jadi begini. Sebenarnya aku nggak ingin mereka tahu. Tapi, entahlaah…” desah Kyuhyun.

” Nggak papa, oppa. Semua udah terjadi.” kata Seohyun. Mendadak Kyuhyun berdiri dan memandang Seohyun tajam.

” Nggak! Kita nggak bisa begini! Kita bisa dikejar-kejar wartawan!” marah Kyuhyun. Seohyun ikut berdiri.

” Tapi semua udah terjadi, oppa! Kita nggak bisa ngumpet terus kan!” lawan Seohyun.

” AAAAARGGGHHHH!!!!!!!!!!” Kyuhyun berteriak. Dan tanpa sengaja mendorong Seohyun sehingga Seohyun terpelanting dan jatuh. Lengannya membentur sebuah pohon. Sakit sekali.

” Aww!” rintih Seohyun. Kyuhyun langsung panik dan menghampiri Seohyun.

” Kau nggak papa, Seohyun?” tanya Kyuhyun sambil memegang pundak Seohyun. Seohyun berdiri.

” Aku tahu oppa marah! Tapi nggak harus begini, kan? Selalu memukulku!” bentak Seohyun.

PLAKK!

Satu tamparan mendarat dipipi Seohyun. Lagi. Selalu terjadi. Kenapa selalu seperti ini? Kenapa nggak pernah berubah? Kenapa harus memukul? Apa nggak bisa nggak memukul sekali saja?

” Maaf, oppa. Sepertinya kita harus berakhir.” putus Seohyun. Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang terpaku.

” Aku menamparnya lagi, hyung. Dan kami putus.” cerita Kyuhyun setelah sampai di dorm. Yesung yang mendengar itu langsung menoleh.

” Ya sudah. Sudah terjadi, Kyu.” ujar Yesung simple. Kyuhyun menyipitkan matanya.

” Apa jika Sooyoung memutuskanmu kau akan setenang ini, hyung?” tanya Kyuhyun.

” Tentu tidak.” jawab Yesung tenang.

” Lantas?”

” Karena aku tak pernah memukul Sooyoung.” sindir Yesung.

” Hyung, aku mohon! Jangan memojokkanku!” pinta Kyuhyun. Yesung tertawa kecil. ” Kenapa Hyung malah tertawa?”

” Kau sudah putus. Minta maaflah padanya.” saran Yesung.

” Ne, hyung! Tapi…”

” Tapi apa?”

” Aku takut ia tak mau memaafkanku, hyung.”

” Ia pasti mau.”

” Ne.”

Sementara itu, Seohyun menangis sejadi-jadinya begitu sampai dorm. Ia menganggap keputusan tadi adalah keputusan bodoh yang pernah dibuatnya. Didepan para eonni, Seohyun menangis tanpa henti.

” Babo! Babo! Babo! Kenapa aku memutuskannya? Kenapa aku tak memaafkannya? Ah! Aku ini babo sekali!” umpatnya pada diri sendiri. Para eonni hanya diam memandangnya.

” Kau, putus dari Kyu oppa, Seohyun?” tanya Sooyoung hati-hati. Seohyun mengangguk. ” Kok, bisa? Dia memukulmu lagi?”

” Ne, eonni. Tapi itu karena kebodohanku!” jawab Seohyun.

” Maksudmu?”

” Aku membentaknya. Sehingga dia menamparku lagi.”

” Ya, seharusnya dia tak menamparmu dong, Seohyun!” tanggap Taeyeon kesal. Menurutnya Seohyun terlalu lugu dan polos.

” Memang sih. Tapi tetap saja aku sudah memancing emosinya, eonni.” Seohyun kekeuh menyalahkan dirinya sendiri.

” Ya, terserah kau saja. Tapi sepertinya putus itu keputusan bagus untukmu, Seohyun. Besok, jika dia minta maaf, kau harus sok jual mahal. Agar dia mau berubah.” saran Jessica.

” Ne, eonni. Aku akan melakukannya.” ucap Seohyun sambil memasuki kamarnya. Setelah Seohyun masuk kamar, yang lain langsung melanjutkan aktivitasnya kembali.

Esoknya, Kyuhyun sudah siap didepan dorm SNSD ditemani oleh Yesung. Mereka, tepatnya Kyuhyun, sedang menanti Seohyun keluar dari rumah. Tapi sayangnya, tak ada tanda-tanda akan ada yang keluar rumah. Jadi, dengan tidak sabar, Yesung memencet bel.

” Hyung! Kok mencet bel? Ah, nanti nggak suprise dong!” protes Kyuhyun.

” Ah, aku sudah kangen pada Sooyoungku tercinta! Aku tak mau menunggu lagi!” bantah Yesung. Kyuhyun hanya bisa menghela napas.

KLEK!

Pintu terbuka. Yesung berharap, kalau yang membukakan pintu adalah Sooyoung tercintanya. Tapi ternyata Taeyeon dengan muka juteknya.

” Mau apa kalian kesini?” tanya Taeyeon judes.

” Hei, judes sekali kau ini! Aku ingin bertemu Sooyoung! Dia ada tidak?” tanya Yesung sambil maju selangkah.

” Ada, oppa. Tapi dia lagi mandi. Mau menunggu?” tanya Taeyeon tanpa mempedulikan keberadaan Kyuhyun.

” Ne. Boleh kami masuk?” tanya Yesung.

” Ne, doemnida, oppa.” jawab Taeyeon. Yesung dan Kyuhyun pun masuk. Lalu duduk di sofa.

Tiba-tiba Seohyun datang. ” Eonni, lihat hairdryerku tidak?” tanya Seohyun dengan rambut basah. Kyuhyun yang melihatnya langsung menunduk.

” Mollayo! Memang kau simpan dimana?” tanya Taeyeon.

” Aku lupa, eonni.” kata Seohyun. Lalu mulai menyadari keberadaan Yesung. ” Oh, ada Yesung oppa. Annyeonghaseo, oppa. Sama siap..” ucapan Seohyun terputus begitu melihat Kyuhyun. Lidahnya terasa beku.

” Annyeong, chagi.” balas Yesung sambil tersenyum. Seohyun tak berkutik. Ia tetap memandang Kyuhyun.

‘ Ah, aku rindu padanya. Rasanya aku ingin sekali memeluknya.‘ ucap Seohyun dalam hati.

” Seohyun? Kenapa bengong?” Taeyeon menyadarkan Seohyun dari lamunannya.

” Anio. Goenchanayo, eonni. Aku ke kamar dulu. Gamsahamnida. Bye, Yesung oppa. Bye Kyu oppa.” pamit Seohyun. Yesung hanya mengangguk.

” Ne.”

Setelah Seohyun pergi, Kyuhyun baru berani lagi mengangkat kepalanya. Ia dapat melihat kalau Yesung dan Taeyeon tersenyum lebar menatapnya yang sedari tadi menunduk.

” Mwo? Kenapa menatapku seperti itu? Ada yang salah denganku?” tanya Kyuhyun kaget.

” Hei, tadi kau bilang ingin minta maaf pada Seohyun? Kenapa diam saja tadi?” ledek Yesung. Taeyeon tertawa kecil.

” Aku takut, hyung!” ujar Kyuhyun.

” Payah nih, oppa!” ledek Taeyeon juga.

Tak lama, Sooyoung keluar dari kamarnya. Ia sudah rapi dengan blouse dan hotpants. Siap untuk jalan bersama Yesung.

” Annyeonghaseo, oppa! Sudah lama menunggu?” tanya Sooyoung girang.

” Belom, kok. Buat Sooyoung sih, sebulan juga nggak lama.” Yesung mulai ngegombal.

” Jjejjeje! Dasar cowok tukang gombal!” ledek Taeyeon.

” Nggak papa! Aku suka kok digombalin Yesung oppa!” ucap Sooyoung. Yesung tersenyum. Lalu mereka pun pergi.

” Mwo? Kenapa aku ditinggal!!” protes Kyuhyun. Taeyeon hanya tertawa kecil.

” Sudah. Sebentar lagi Seohyun keluar kok, oppa. Kalau oppa nggak malu, oppa ngomong aja sama Seohyun. Hehe…” ledek Taeyeon.

” Apa maksudmu dengan nggak malu?” tanya Kyuhyun bingung.

” Ya malu. Tadi aja nunduk waktu Seohyun keluar. Ya kan?”

” Ah, kau jangan begitu, Taeyeon! Aku hanya merasa tidak enak!” sangkal Kyuhyun malu. Taeyeon mencibir.

” Taeyeon eonni, hari ini acara yang bagus apa ya, eonni?” tanya Seohyun dari atas.

” Seohyun! Lebih baik kau kesini. Ada yang ingin bicara padamu, nih!” panggil Taeyeon. Seohyun menurut.

” Siapa yang ingin bicara padaku, eonni?”

” Nih!” tunjuk Taeyeon pada Kyuhyun. Seohyun langsung diam.

” Annyeonghaseo, Seohyun!” sapa Kyuhyun ramah. Seohyun hanya diam. Ia tak tahu harus membalas bagaimana. Ia bingung sekali harus bersikap bagaimana didepan Kyuhyun.

” Aku tinggal dulu ya.” ucap Taeyeon. Lalu pergi.

Sepeninggal Taeyeon, Seohyun duduk dihadapan Kyuhyun. Tapi ia sama sekali gugup. Nggak tahu apa yang mau dilakukan. Kalau dulu, mereka pasti akan langsung mengobrol dan bercanda ria. Tapi sekarang? Setelah putus? Apa yang bisa dilakukan dengan suasana seperti ini. Canggung.

” Emm, apa kabar, Seohyun?” tanya Kyuhyun.

” Untuk apa oppa kemari?” tanya Seohyun dingin. Entah kenapa, bibirnya terasa luwes berbicara seperti itu pada Kyuhyun.

” Aku, aku ingin minta maaf padamu, Seohyun.” kata Kyuhyun. Seohyun tertegun. Apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus bersikap dingin terus? Apa ia harus tetap diam? ” Seohyun?”

” Maaf, oppa. Oppa bilang apa tadi?” tanya Seohyun pura-pura tidak dengar.

” Aku ingin minta maaf padamu. Apa kau mau memaafkanku?” ulang Kyuhyun. Seohyun diam. Lalu menatap Kyuhyun.

” Mian ne, oppa. Mollayo. Aku bingung.” jawab Seohyun. Kyuhyun mengangguk.

” Goenchanayo, chagi. Algesseoyeo.” kata Kyuhyun. Seohyun mengangguk. ” Aku pergi dulu. Mannaseo bangapseumnida.” lanjut Kyuhyun. Lalu segera beranjak dari tempatnya semula. Seohyun segera menahannya. ” Mwo?”

” Ah, tidak oppa. Josimhae!” kata Seohyun sambil melepaskan genggamannya. Kyuhyun mengangguk lalu pergi dari dorm SNSD.

Setelah Kyuhyun pergi, Seohyun terduduk lemas disofa. Ia menopang Kedua lengannya dengan lututnya. Juga menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Air matanya mengalir deras. Tak mampu menerima semua ini. Menyesali perbuatannya.

Taeyeon dan Hyoyeon yang mengintip dibalik tembok langsung pasang wajah kecewa. Juga sedih. Kecewa karena maknaenya tak bisa memaafkan mantannya. Sedih karena maknaenya menangis terus karena hal ini. Juga sedih karena mereka tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa mengompori Seohyun dan membuat Seohyun terus menderita.

” Ini semua salah kita eonni. Seharusnya kita tidak mengompori Seohyun.” kata Hyoyeon merasa bersalah.

” Betul. Aku jadi merasa bersalah pada Seohyun.” kata Taeyeon.

” Bagaimana kalau kita tanya Leeteuk oppa. Bagaimana keadaan Kyu oppa?” usul Hyoyeon. Taeyeon tersenyum.

” Ne! Bagus juga idemu!”

Dorm Suju…

” Yeoboseo?” Leeteuk dengan suara lantangnya mengangkat telpon dari Taeyeon. ” Oh, Taeyeon. Ada apa?” tanya Leeteuk.

” Oppa, bagaimana keadaan Kyu oppa? Apa dia baik-baik saja?” tanya Taeyeon.

” Oh, Kyuhyun? Entahlah! Dia langsung masuk kamar. Memangnya, apa yang terjadi?” Leeteuk balik bertanya.

” Seohyun menolak permintaan maafnya, oppa. Dan setelah Kyu oppa pergi, Seohyun langsung menangis. Kami melihat, Kyu oppa juga sedih. Makanya kami menelepon.” jelas Taeyeon. Leeteuk mengangguk-angguk. ” Oppa, jadi bagaimana Kyu oppa?”

” Aku tak tahu Taeyeon. Yang jelas, Dari tadi ia hanya murung.”

” Hhh, semoga Kyu oppa – Seohyun tak kenapa-napa.” ucap Leeteuk dan Taeyeon bersamaan.

” Ne, oppa. Makasih…” ucap Taeyeon lantas memutuskan sambungan telepon. Leeteuk pun begitu. Setelah itu, Leeteuk mendatangi kamar Kyuhyun dan mengetuknya.

” Kyu, keluarlah. Aku ingin bicara padamu.” kata Leeteuk lembut. Kyuhyun membuka pintu kamarnya. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya merah seperti menahan marah. ” Kyu, apa yang terjadi?” tanya Leeteuk.

” Tidak. Tidak terjadi apa-apa.” jawab Kyuhyun datar.

” Aku tak percaya. Pasti ada sesuatu yang terjadi antara kau dan Seohyun!” kata Leeteuk.

” Tidak, hyung! Percayalah.” Kyuhyun meyakinkan. Leeteuk menggeleng.

” Pasti terjadi sesuatu kan? Tidak mungkin tidak terjadi apa-apa jika kau sudah bersikap seperti ini!” kata Leeteuk bersikeras.

” Tidak, hyung!”

” Ceritakan padaku.”

” Baiklah. Seperti dugaanku, Seohyun tak mau memaafkanku. Dia menolak permintaan maafku.” kata Kyuhyun lirih. Leeteuk mengangguk.

” Kau tahu? Sepeninggal kau, Seohyun menangis.” kata Leeteuk. Kyuhyun menatap Leeteuk dalam-dalam.

” Sungguh?”

” Ya. Cobalah meminta maaf lagi padanya.” saran Leeteuk.

” Nggak, hyung. Aku takkan melakukannya. Mungkin lebih baik seperti ini.” tolak Kyuhyun. Saat mengatakan hal itu, hatinya terasa sakit sekali.

” Kyu? Kau yakin dengan keputusan ini?” Kyuhyun mengangguk pelan. ” Baik. Jika kau menginginkan ini, aku takkan memaksa.”

Dorm SNSD…

Taeyeon mendekati Seohyun yang masih terduduk diruang tamu. Ia mengelus-elus punggung Seohyun dengan sayang. Seohyun langsung mendongak begitu merasakan elusan itu. Matanya merah, wajahnya pun basah. Ia memang habis menangis.

” Kau tahu? Kyu oppa pasti kecewa padamu. Juga pada dirinya sendiri.” ujar Taeyeon.

” Aku tahu, eonni. Tapi entah kenapa, lidahku tak mau mengatakan ya.” kata Seohyun lirih. Taeyeon tersenyum.

” Aku tahu perasaanmu. Aku mengerti. Tapi apa nggak sebaiknya kamu datang menemuinya dan memaafkannya?” saran Taeyeon. Seohyun menggeleng.

” Mungkin akan lebih baik seperti ini dulu. Nggak berkomunikasi satu sama lain. Aku rasa, biar waktu saja yang mengatur pola pikir kami. Jika waktu mengizinkan, kami akan baik sendiri, kok.” kata Seohyun bijak. Taeyeon mengangguk.

” Aku takkan membantah keputusanmu, kok. Semoga saja waktu dengan cepat membuat kalian kembali seperti dulu. Maaf ya, jika selama ini, para eonni memaksamu untuk memutuskan Kyu oppa. Kami nggak tau akhirnya akan membuat kalian berdua sakit hati.” ucap Taeyeon.

” Tak apa, eonni. Aku tau itu demi kebaikanku. Aku juga berharap waktu dapat dengan cepat mengizinkan kami seperti dulu.” maklum Seohyun. Taeyeon tersenyum lagi. Ia bahagia sekali apabila Seohyun Selalu bersikap dewasa seperti ini.

Yonghwa seperti melihat kesempatan saat mendapati Seohyun sedang duduk sendiri di sebuah taman. Sepertinya Seohyun sedang ada masalah. Terlihat dari matanya yang sembap dan wajahnya yang pucat.

” Hei..” sapa Yonghwa ramah. Seohyun dengan terpaksa mendongak. Lalu tersenyum. ” Matamu sembap. Kau habis nangis?” tanya Yonghwa.

” Apa hubungannya dengan oppa? Apa oppa punya hak untuk bertanya privasiku?!” Seohyun berkata dengan agak sewot. Yonghwa terdiam. Ia tak menyangka akan mendapat perkataan seperti itu dari Seohyun. ” Maaf, oppa. Aku tak bermaksud untuk…”

” Tak apa. Aku mengerti. Kau sedang ada masalah kan? Ceritakan saja jika kau ingin bercerita. Siapa tahu aku bisa beri solusi.” kata Yonghwa.

” Ya, aku putus dengan pacarku.” kata Seohyun. Yonghwa tersenyum senang.

” Sudah kuduga.” gumam Yonghwa. Namun tetap saja terdengar oleh Seohyun.

” Maaf, oppa? Oppa bicara apa tadi?” tanya Seohyun memastikan. Yonghwa langsung gelagapan.

” Ti, tidak. Aku tidak bicara apa-apa.”

” Hmmm, yasudahlah.”

” Lagipula, apa cakepnya sih, si Kyuhyun itu?! Cakepan juga aku!” ucap Yonghwa tanpa sadar. Membuat kening Seohyun berkerut-kerut. Dari mana Yonghwa oppa bisa tahu kalau pacarku adalah Kyu oppa? Pikirnya.

” Oppa, ada yang oppa ketahui tentang aku dan Kyu oppa?” tanya Seohyun.

” Ya aku tahulah! Yang memfoto kau dan Kyuhyun itu kan aku! Aku juga yang mengirimkan foto itu pada wartawan! Aku takkan rela kau bersama dengan Kyuhyun!” jawab Yonghwa yang lagi-lagi tanpa sadar.

PLAK!!!

Seohyun langsung menampar Yonghwa hingga Yonghwa tersadar. Mata Seohyun berkaca-kaca menatap Yonghwa.

” Ke, kenapa Seohyun? Kenapa kau menamparku?” tanya Yonghwa bingung.

” Aku harap oppa tidak menghubungiku lagi!” ucap Seohyun. Lalu pergi dengan air mata berlinang.

Waktu bergulir cepat. Namun sayang, tak ada yang berubah. Sama seperti biasanya. Diam, ragu, dan berdebar. Tak ada kata lain yang mampu menggambarkan suasana itu. Hanya itu dan tak pernah berubah. Setiap pertemuan. Ini membuat para member jadi saling tatap dan bingung. Apa sebenarnya yang mereka pikirkan? Tak adakah rasa rindu?

Kyuhyun. Setiap ia ingin membuka percakapan pada Seohyun, bibirnya terasa dilem. Akhirnya ia hanya bisa diam apabila berada didekat Seohyun. Ragu untuk melakukan apapun. Dan hatinya pun berdebar apabila mereka saling berpapasan.

Seohyun. Hatinya selalu berharap waktu akan berbaik hati menormalkan keadaan ini. Diam bukan berarti nggak peduli. Ia hanya takut dan lagi-lagi ragu. Setiap mendapati Kyuhyun ada disampingnya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa diam. Terjepit antara ya dan tidak. Menandakan kalau iapun merasa ragu. Tapi hatinya terus berdebar kencang. Seperti mau lompat.

Para memberpun hanya bisa menunggu waktu dengan hati yang berdebar. Cemas dan takut. Tapi mereka tetap diam. Tak bicara apapun tentang hal ini. Seperti tadi, diam bukan berarti nggak peduli. Hanya saja rasa ragu menguasai. Mereka tak berani mengambil keputusan yang tepat untuk Kyuhyun dan Seohyun. Semua terserah pola pikir mereka dan. waktu.

” Sampai kapan mau seperti ini terus? Mereka tak bisa seperti ini terus! Mereka harus kembali rukun! Kembali seperti dulu!” ujar Yoona dengan wajah serius. Saat ini para maknaenya tidak ada bersama mereka.

” Ya, mereka harus berbaikan. Jangan sampai mereka musuhan begini terus. Kita harus membuat mereka berbaikan.” lanjut Leeteuk. Yang lain mengangguk setuju.

” Tapi, gimana caranya, oppa? Mereka sendiri yang memutuskan. Mereka sendiri yang bilang kalau waktulah yang akan membuat mereka rukun. Sekarang? Mereka nggak rukun-rukun kan, oppa!” protes Sooyoung cemas.

” Ya, kita harus cari akal agar mereka tidak bergantung dengan waktu.” jawab Leeteuk enteng.

” Memangnya oppa udah tau apa yang akan oppa lakukan?” tanya Taeyeon meremehkan.

” Kalau itu sih, harus kita pikirkan bareng-bareng.” kata Leeteuk sambil nyengir. Yang lain kompak mengkoor Leeteuk.

” Bagaimana kalau kita…” Sooyoung mulai menuturkan idenya.

” Wah! Ide bagus, Sooyoung!” seru Yesung pertama kali saat Sooyoung baru saja menyelesaikan ucapannya. Yang lain hanya mengangguk-angguk setuju. ” Jadi, kapan akan kita laksanakan rencana Sooyoung?” tanya Yesung semangat.

” Bagaimana kalau besok?” usul Eunhyuk.

” Ok!” seru yang lain semangat. Tak lama, Seohyun datang diikuti oleh Kyuhyun dibelakangnya.

” Huh, ternyata eonni-eonni disini! Aku mencari kalian kemana-mana tahu!” omel Seohyun.

” Buat apa mencari kami? Lalu, kenapa kalian datang berdua? Apa kalian sudah baikan?” tanya Taeyeon sedikit meledek.

” Kalian? Berdua? Aku datang sendiri, kok!” jawab Seohyun bingung. Pasalnya ia tak tahu kalau Kyuhyun juga berada dibelakangnya.

” Alah, kau tak usah berpura-pura, Seohyun! Kau kan datang bersama Kyuhyun!” ledek Eunhyuk.

” Tidak! Aku datang sendiri, kok! Mana ada Kyu opp…” Seohyun menghentikan ucapannya begitu ia berbalik. Kini dihadapannya Kyuhyun sudah berdiri membelakanginya. Pura-pura bicara dengan Shindong untuk menutupi rasa gugupnya terhadap ledekan-ledekan. ” Mian ne. Aku tidak tahu kalau oppa juga datang.” ucap Seohyun pada Kyuhyun.

” Tak apa. Lagipula kau tak perlu tahu juga.” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Seohyun diam terpaku. Tak bisa berbuat apa-apa. Tapi sebuah kata meluncur dari bibirnya.

” Ya, aku tahu. Lagipula kehadiran oppa tak begitu penting untukku.” perkataan Seohyun tersebut membuat para eonni dan oppanya terkejut. Termasuk Kyuhyun dan dirinya sendiri.

” Seohyun, bicara apa kau ini?” protes Jessica. Seohyun tertegun. Ia sendiri tidak tahu kenapa bisa bicara seperti itu pada Kyuhyun. Bibirnya refleks mengatakan itu.

” Tak apa. Aku mengerti.” kata Kyuhyun dingin. Lalu pergi. Seohyun terduduk setelah kepergian Kyuhyun. Ia menyesal telah berkata seperti itu pada Kyuhyun. Iapun tak mengerti kenapa ia bisa bicara seperti itu. Kalimat itu keluar sendiri dari mulutnya. Refleks.

” Seohyun, kenapa bicara seperti itu?” tanya Hyoyeon lembut. Seohyun menggeleng.

” Aku tak tahu, eonni. Kalimat itu refleks muncul dari mulutku. Aku, aku…” Seohyun tak melanjutkan kalimatnya. Ia lalu menangis sambil menutupi wajahnya.

” Sudahlah, Hyoyeon. Mungkin memang dia tadi tidak sadar mengucapkannya.” kata Sungmin bijak. Seohyun segera beranjak dan keluar. Sepertinya ia mencari Kyuhyun.

Sementara itu, Kyuhyun berjalan ketoilet dan menutup pintunya dengan kasar. Lalu dengan kencang ia pukul dinding toilet tersebut. Meski tangannya sakit, ia tak peduli. Ia terus melakukan hal itu hingga berulang-ulang hingga tangannya membiru. Tetap saja ia tak peduli akan hal itu.

” ARGGHHHH!!!” teriaknya sambil memukul dinding toilet lebih kencang. Tangannya memang sakit. Tapi hatinya lebih sakit. Orang yang dicintainya dengan cepat melupakannya dan menganggap dirinya tidak penting. Menganggap keberadaan dirinya tak berharga. Apa seburuk itu dia dimata Seohyun? Gadis yang masih ia cintai.

” Oppa? Apa itu suara Kyu oppa? Kenapa dia berteriak sendiri? Apa karena ucapanku tadi? Ya Tuhan, jika ya, tolong buat aku kuat meminta maaf darinya.” gumam Seohyun saat melewati toilet pria. ” Masuk, nggak? Masuk, nggak? Masuk, nggak? Adduh,, masuk apa enggak yaa?”

Tak perlu menunggu lama, Seohyun sudah masuk secara paksa dan seseorang mengunci pintunya dari luar. ” Aaahhh,, buka pintunyaaaa!!” teriak Seohyun. Kyuhyun langsung keluar dari tempat persembunyiannya.

” Seohyun? Apa yang kau lakukan ditoilet pria?” tanya Kyuhyun heran. Seohyun langsung menunduk. ” Chagi? Ada apa?”

” Ada yang mendorongku dan mengunci pintu dari luar!!” ucapnya ingin menangis.

” Apa? Tidak mungkin!!” Kyuhyun kaget. Ia mencoba membuka pintu. Namun tidak bisa. Sedangkan itu, para member SNSD dan Super Junior sedang tertawa-tawa diluar. Ya, yang mendorong dan mengunci pintu adalah Sooyoung si pembuat rencana.

” Ada untungnya juga aku bawa kunci toilet.”

Pukul 19.00. Sudah terkurung 2 jam mereka disini. Pasti seluruh member sudah pulang ke dorm. Jadi, nasib Kyuhyun dan Seohyun bagaimana? Apa mereka harus menunggu sampai pagi? Mana HP mereka berdua lowbat.

” Aku lapar, oppa.” adu Seohyun. Kyuhyun tersenyum jahil.

” Kau lapar?” tanya Kyuhyun. Seohyun mengangguk. ” Apalagi denganku.” lanjut Kyuhyun. Seohyun langsung cemberut. ” Bibirmu seksi ya, jika sedang manyun.” ledek Kyuhyun. Seohyun tambah cemberut.

” Aku serius, oppa!” Seohyun sedikit membentak. Perutnya lapar sekali sekarang.

” Ya, mau bagaimana lagi, Seohyun. Kita tak bisa keluar dari sini.” kata Kyuhyun lembut.

” Ya sih. Aku tahu itu. Tapi sekarang perutku lapar.”

” Sabarlah.” kata Kyuhyun sambil mengusap-usap tangannya.

” Oppa, tangan oppa kenapa?” tanya Seohyun panik sambil refleks memegang tangan Kyuhyun.

” Ah, tidak papa.”

” Bohong! Ini lebam oppa.”

” Ini tidak apa-apa, kok. 2 hari juga hilang.”

” Kalau infeksi gimana? Besok harus segera diobati! Huh, kenapa sih oppa tega pada diri sendiri! Untung aku melihatnya! Kalau tidak, pasti oppa takkan mengobatinya, deh!” omel Seohyun panjang lebar.

” Haha. Kau lucu sekali, Seohyun. Ternyata kau masih peduli padaku, ya…” kata Kyuhyun. Seohyun langsung melepaskan tangan Kyuhyun.

Cukup lama setelah Kyuhyun berkata seperti itu mereka terdiam. Larut dalam pikiran masing-masing. Entahlah. Mungkin tadi itu refleks. Dan sekarang mereka bingung mau bicara apa. Tak ada lagi pembahasan menarik yang bisa dibahas tanpa ada rasa canggung.

Sekarang semua kembali kepada waktu. Biar waktu yang menentukan. Kapan mereka harus bicara lagi seperti dulu. Nggak bisa! Hati keduanya berontak. Ingin segera menyatukan lagi perasaan masing-masing. Tapi sayang, perasaan mereka dikalahkan oleh gengsi mereka.

Nggak! Harus bicara sekarang! Kalo enggak, semuanya jadi sia-sia! Nggak ada gunanya terkurung ditempat ini selama berjam-jam jika mereka hanya berdiam diri tanpa membahas tentang mereka. Ini adalah kesempatan.

” Seohyun…” ” Oppa…” keduanya sama-sama memanggil. Tapi setelah itu, mereka kembali terdiam. Bingung. ” Oppa-kau saja yang bicara duluan.” lagi-lagi mereka berucap sama-sama. Tak lama, keduanya tersenyum.

” Kau saja duluan.” kata Kyuhyun mempersilakan. Seohyun menggeleng.

” Oppa lebih baik mulai duluan. Pembicaraanku nggak penting, kok.” kata Seohyun mengalah.

” Baiklah.” Kyuhyun mengambil napas sejenak. Lalu bersiap untuk bicara lagi. ” Sekali lagi, aku minta maaf padamu. Aku sadar aku salah. Aku tau itu. Dan aku berusaha untuk memaklumi kemarahanmu selama ini. Tapi sekarang aku udah nggak mampu lagi, Seohyun. Semakin lama aku memendam ini, semakin lama pula aku merasakan sakit hati yang amat sangat.” ujar Kyuhyun sambil menahan emosinya.

” Maksud oppa?” tanya Seohyun tak mengerti.

” Ayolah, Seohyun. Jangan pura-pura tidak mengerti. Selama kau tak ada disampingku, aku lemah, Seohyun. Aku masih menyayangimu.” desak Kyuhyun. Seohyun terdiam. ” Aku maklum jika kau masih marah padaku. Tapi aku mohon, bukalah sedikit hatimu untuk memaafkanku. Aku tak bisa apa-apa tanpamu, Seohyun…”

” Oppa, kau tidak salah sama sekali. Aku yang salah. Aku telah membohongi diriku sendiri dengan segala sikap dinginku pada oppa. Sebenarnya aku masih sayang pada oppa. Aku juga lemah tanpa oppa disampingku. Setiap bersikap dingin padamu, hatiku sakit, oppa. Setelah kau pergi, aku menangis. Aku menyesali perbuatanku, oppa.” balas Seohyun. Suaranya mulai serak. Sebentar lagi pasti ia menangis.

” Jadi sebenarnya, kau masih menyayangiku? Kau mau memaafkanku?” Seohyun mengangguk. Kyuhyun langsung memeluk Seohyun. ” Terima kasih Seohyun. Terima kasih!”

” Iya, oppa. Tapi lepaskan dong. Sakit nih akuu!!” protes Seohyun. Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya.

KLEK!!

Pintu toilet terbuka pelan. Seohyun dan Kyuhyun refleks berdiri dan mendekati pintu. Ternyata para member Super Junior dan SNSD daritadi belum pulang. Mereka mendengarkan percakapan mereka didalam tadi.

” Lho, kok eonni-eonni sama oppa-oppa ada disini?” tanya Seohyun bingung.

” Aahhh,,, kami senang sekali kalian berbaikaaan…” teriak Taeyeon sambil merangkul Seohyun.

” Oppa sama eonni semua daritadi ada disini? Kenapa tak mengeluarkan aku!! Jahat sekali kalian!” protes Seohyun.

” Ya, kalau tidak begini, kalian tak akan berbaikan, kan??” sambung Heechul.

” Aaah, kalian memang iseng!” kata Kyuhyun kesal.

” Haha. Harusnya kalian berterimakasih pada kami! Terutama pada Sooyoung!” kata Yesung.

” Oh, jadi Sooyoung eonni ya, yang punya rencana ini! Awas ya, eonni! Mendorongku dan mengunciku didalam toilet pria!!” omel Seohyun sambil memukul lengan Sooyoung. Sooyoung hanya tertawa-tawa.

” Hei, ini sudah malam! Sebaiknya kita pulang saja. Lagipula mereka sudah berbaikan.” kata Leeteuk sambil mengajak seluruh member pulang. Semua pun mengangguk.

Meski sudah berbaikan dengan Kyuhyun, tetap saja masih ada yang mengganjal didalam hatinya. Bukan. Bukan tentang Kyuhyun. Tapi tentang Yonghwa. Ia masih ingat sekali saat Yonghwa bicara seperti itu. Apakah benar? Tapi, kenapa Yonghwa jahat sekali padanya?

Melihat Seohyun yang gelisah. Taeyeon jadi niat ngeledek maknaenya ini. ” Ya ampun, baru juga beberapa menit ditinggal Kyu oppa. Udah kangen lagi niih…” ledek Taeyeon.

” Bukan eonni. Aku bukan kangen sama Kyu oppa. Aku, aku sedang bingung…” sanggah Seohyun cemas. Taeyeon mengerutkan keningnya.

” Maksudmu?”

” Ini tentang Yonghwa oppa, eonni.” kata Seohyun. Lalu ia menceritakan semuanya pada Taeyeon.

” Woaa, kalau ini sih harus dirembukin seluruh member.” kata Taeyeon. Lalu ia mengsms Leeteuk agar seluruh member super junior berkumpul di dorm SNSD.

Tak lama kemudian, member Super Junior dan member SNSD sudah berkumpul di ruang tamu dorm SNSD. Mereka terlihat serius membicarakan hal yang diceritakan oleh Seohyun sebelumnya.

” Kurangajar benar si Yonghwa itu! Minta kutonjok dia!” marah Kyuhyun. Seohyun hanya memegang tangannya. Mengusap-usapnya agar Kyuhyun tenang.

” Aku ada ide!” seru Yesung semangat. ” Kita… Blablablablablablabla. Setuju?”

” Oke!!”

Sesuai dengan yang direncanakan, Seohyun dan Yonghwa bertemu di sebuah taman. Tentu saja Yonghwa sangat senang begitu Seohyun meneleponnya dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengannya. Apalagi Yonghwa rada canggung sejak kejadian ‘ditampar’ Seohyun tersebut.

Seohyun sendiri sebenarnya merasa malas untuk bertemu dengan Yonghwa. Tapi ia adalah bagian dari ‘bahan’ rencana. Mau tak mau, ia harus melakukan apapun sebagai ‘bahan’. Apalagi rencana ini menyangkut hubungannya dengan Kyuhyun.

” Oppa!” panggil Seohyun begitu ia melihat Yonghwa sedang celingukan mencari dirinya. Yonghwa yang dipanggil seperti itu langsung menghampiri.

” Sudah lama menunggu, chagi?” tanya Yonghwa semangat.

” Belum kok, oppa. Aku juga baru datang.” jawab Seohyun sambil tersenyum paksa.

” Oh, ada apa kau ingin bertemu denganku?” tanya Yonghwa lagi.

” Itu, aku ingin minta maaf karena aku sudah menamparmu, oppa.” kata Seohyun.

” Oh, tidak apa-apa. Lagipula aku sadar kok, kalau aku salah. Aku juga minta maaf telah membuatmu putus dengan Kyuhyun.” ucap Yonghwa.

Seohyun menghela napas. ” Tidak apa, oppa. Aku juga salah. Tak seharusnya aku langsung menamparmu dan meninggalkanmu. Maaf, oppa.” ucap Seohyun. Yonghwa tersenyum.

” Tak apa. Ehmm, apa kau masih dengan Kyuhyun?” tanya Yonghwa.

” Yaaaaa, aku masih sayang padanya, oppa. Aku tak mampu jika harus berjauhan dengannya.” jawab Seohyun.

” Jadi?”

” Sebenarnya kemarin-kemarin aku masih ragu dengan Kyu oppa. Sampai sekarang pun masih. Karena dia sering bersikap kasar padaku. Tapi…” ucapan Seohyun terputus karena Kyuhyun sudah melabrak mereka.

” Ternyata kau memutuskan aku karena ini kan, Seohyun?! Karena bajingan ini?!! Iya, hah??!!” bentak Kyuhyun sambil menunjuk-nunjuk wajah Yonghwa.

” Bu, bukan oppa. Aku, aku…” Seohyun gelagapan.

” Kaau..” Kyuhyun segera melayangkan tangannya hendak menampar Seohyun. Tapi tangannya langsung ditahan oleh Yonghwa.

” Jangan kasar pada perempuan!” kata Yonghwa.

Kyuhyun dengan cepat langsung memukul Yonghwa. Yonghwa pun membalasnya. Beberapa detik kemudian, sudah terjadi perkelahian sesuai dengan rencana Yesung. Yonghwa memukul Kyuhyun bertubi-tubi. Sedangkan Kyuhyun berusaha kalah.

” STOOOOOPPPP!! Hentikan!” teriak Seohyun panik. Ia benar-benar panik. Ia tak menyangka pukulan Yonghwa akan separah itu.

Yonghwa menghentikan pukulannya tepat saat Seohyun berteriak. Ia melepaskan Kyuhyun yang sudah terbujur lemah ditanah. Seohyun yang melihat itu langsung berlari menghampiri Kyuhyun yang kesakitan.

” Oppa. Oppa nggak papa? Ya ampun, oppa! Lukamu parah sekali.” tanya Seohyun panik. Air matanya hampir mengalir.

” Anio… Aku tak apa-apa.” jawab Kyuhyun sambil mengusap-usap rambut halus Seohyun. Yonghwa yang melihat itu tentu saja cemburu. Jelaslah ia cemburu. Orang yang dibelanya malah membela orang lain.

Seohyun beranjak dan menghampiri Yonghwa. Lalu menamparnya. ” Oppa, sadar kan bisa membunuh Kyu oppa jika kau tak berhenti memukul?!!” bentak Seohyun. Ia sudah mengeluarkan airmatanya.

” Maaf, chagi. Aku hanya bermaksud untuk…”

” Untuk apa?! Untuk membalas dendam pada Kyu oppa? Atau Yonghwa oppa nggak suka kalau aku deket sama Kyu oppa?! Apa hakmu?!” lanjut Seohyun tanpa memberikan Yonghwa bicara sedikitpun. ” Mulai sekarang, kau pergi dari hidupku dan jangan pernah ganggu aku lagi! Kau sudah mencelakakan Kyu oppa!” bentak Seohyun. Yonghwa tertegun.

Sebesar inikah rasa sayang Seohyun pada Kyuhyun? Apakah cinta Seohyun yang seperti ini tak bisa dipindahkan lagi? Apa memang hati Seohyun hanya untuk Kyuhyun? Apa tak ada lagi harapan bagi Yonghwa? Tapi kenapa?

” Baik. Bahagialah kau dengan Kyuhyun.” ucap Yonghwa. Lalu pergi. Periih sekali rasanya. Ingin marah, tapi tak bisa. Karena Seohyun memang bukan siap-siapanya. Cemburu itu pasti. Karena ia menyayangi Seohyun.

Sepeninggal Yonghwa, Seohyun dan Kyuhyun tersenyum lega. Rencana Yesung berhasil. Meskipun terkesan garing dan extrem, tapi itu membuat Kyuhyun dan Seohyun tenang. Setidaknya Yonghwa takkan mengganggu mereka.

” Oppa, aku senang. Tapi aku juga sedih…” kata Seohyun.

” Oya? Kenapa?”

” Aku senang karena pasti Yonghwa takkan pernah mengganggu kita lagi. Tapi aku sedih. Kenapa harus oppa yang babak belur?” protes Seohyun sambil menangis.

Kyuhyun tersenyum. Lalu mengusap-usap kepala Seohyun dengan lembut. ” Tak apa. Ini kan demi kebaikan kita juga. Sudahlah. Jangan menangis.” kata Kyuhyun. Lalu ia mengusap air mata Seohyun. Seohyun tersenyum.

” Nanti, setelah sampai dorm, aku akan membersihkan lukamu. Ayo kita pulang!” ajak Seohyun sambil beranjak. Tapi Kyuhyun malah menahannya. ” Ada apa, oppa?” tanya Seohyun. Kyuhyun tersenyum dan menarik Seohyun duduk dipangkuannya.

Seohyun tau apa yang akan terjadi setelah ini. Ia memejamkan matanya dan menunggu Kyuhyun. Selang beberapa detik, bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir Kyuhyun. Mereka berciuman.

” Saranghae, Seohyun. Aku mencintaimu.”

The End

About these ads

  1. So sweet bgt kyuhyu pas nyium seohyun. Hehehe, tp dibagian awal dia galak gitu? Ga bisa bayangin deh jadinya. Hehehehe, tp DAEBAK ko eonni ceritanya :) aduhhh kasian juga si yonghwa oppa :) sini ama aku aja klo seohyun ga mau :D hehhehehe

  2. Wahh….
    neomu neomu haengbok…
    ngebaca bagian seokyu baikan lagi… senengnya.. :-))
    ahh sebel waktu yonghwa bikin seokyu pisah… ;-(
    tapi puas akhirnya pas yonghwanya dijebak.. :-)
    #plak
    sukses terus buat author bikin ff about seokyu…
    nice FF

  3. aduh…..storylinenya dah oke, perebutan cinta, tapi kenapa kyu nya jadi suka KDRT sih…hrsnya kan kalo marah atau cemburu si seohyun dicium paksa aja, hahahahahaha

  4. Wah…
    Keren banget FF nya :D
    Romance gitu deh critanya,,,,
    Apalagi wktu Kyu nyium Seo, waaah …. :D

  5. wwwowwwwww tenyata eonni jg penggema berat soosung ya?? waah kayak temenku dong.. kalau aku seokyu shipper sejati… daebak eon ffnya #akureaderbaru.. ngomong ngomong kyuppa kok gitu.. tapi gpplah kepentingan cerita.. daebak eon kutunggu karyamu selanjutnya..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s