FF – Teror di Rumah Kosong *part 7*

Annyeong…annyeong,, mian baru update lagi soalnya aku lagi ujian siehh,, ini ajau OL diam2 hhehehe *lho kok jd curcol??*. Langsung baca aja deh,, cekedaut!!!
———————————————————————————————————————–
“ Iya, ada apa Min??” tanyaku balik. Dia menghampiriku dan duduk disebelahku dengan malu-malu. Bukannya berbicara, dia malah menggosok-gosok wajahnya dengan tangan dan menepuk-nepuk pipinya. Dia kenapa sih?? Stress berat ya??. “ Kamu mo ngomong apa sie Min??”.

“ Gini,, aku gak tau sejak kapan, tapi yang aku tau…aku suka sama…kamu”ucapnya. Aku tersentak mendengar ucapannya. Dia??Taemin??suka aku??Taemin suka seorang Sulli??.

“ K..kamu… serius??” tanyaku tak yakin.

“ Aku gak pernah seserius ini seumur hidupku. Aku tau kalo aku gak pantes buat kamu dan aku yakin kamu pasti nolak aku. Aku udah ngumpulin segenap keberanianku untuk mengatakan ini. Aku juga gak maksa kamu untuk terima aku, hanya saja aku gak mau membawa beban ketika aku meninggal nanti” jawabnya pelan sambil memandangiku. Aduh,, sesek napas deh aku. Apa para alien sudah mengambil alih oksigen-oksigen yang aku butuhkan??. Aku mengalihkan perhatianku kearah yang berlawanan karena tidak tahan dengan matanya yang terus menatapku. Taemin,, kenapa kau lakukan ini padaku??.

“ A..ku,, aku bingung harus jawab apa. Tapi kalo kau mengungkapkannya dengan cara mendadak seperti ini aku bingung. Namun sepertinya aku juga…”. Kata-kataku terhenti ketika merasakan sesuatu yang menciprati-ku. Apa ini semua ulah Taemin?? Dia mencipratiku?? Jadi maksudnya semua ini hanya main-main??.

“ Yak Lee Taemin,, apa maksudmu dengan…”. Aku membalikan tubuhku untuk menatapnya dan betapa kagetnya aku saat melihat keadaannya. Tubuhnya terdapat beberapa tusukan dan berdarah-darah, bahkan sebuah pisau masih menancap didada-nya.

“ TAEMIN,, APA YANG TERJADI,, SIAPA YANG MELAKUKAN INI??” tanyaku keras dan panic. Taemin menatapku dengan napas terengah-engah lalu tersenyum padaku. Tangannya yang dingin menggenggam erat tanganku.

“ Su..lli-ya,, sarang…han..da” ucapnya lirik lalu menghembuskan napas terakhirnya dan tubuhnya langsung ambruk kearahku. Aku yang tidak sanggup menahan air mataku langsung memeluk tubuhnya dan menangis dibahunya.

“ Taemin,, jangan tinggalkan aku Taemin!!!” teriakku histeris sambil mengguncang-guncang bahunya. Namun tubuhnya tetap lemas dan dingin. Aku kembali memeluk tubuhnya dengan erat.

“ Nado..nado saranghae Taemin-ah. Aku mau bersamamu, aku mau menjadi yeojachingu-mu. Bangunlah Taemin,, bukankah aku sudah menjawabnya, ayo bangun Taemin!!” jeritku frustasi.

“ Kau akan segera menyusulnya Choi Jinri, tenang saja” ucap seseorang sambil mencabut pisau yang sedari tadi menancap didadanya. Aku menutup mulutku tidak percaya. Astaga, itu kan hantu yang ada dirumah kosong itu.

“ K..kau k..kau…” ucapku shock. Hantu itu memegang erat kerah baju Taemin dan merobeknya dalam sekali tarik. Seketika itu juga terlihatlah badan Taemin yang sixpack dan berdarah-darah. Hantu itu menempelkan ujung pisaunya yang tajam dan mulai meliuk-liukannya diperut Taemin. Dia mengukir huruf S disana. Setelah selesai mengukir perut Taemin ia-pun tersenyum menyeringai kearahku.

“ Sampai ketemu dineraka Sulli!” ucapnya lalu berusaha bangun dengan cara berpegangan dipegangan balkon dan akhirnya terjun kebawah. Tak lama kemudian aku langsung pingsan.
———————————————————————————————————————-
@ pemakaman Taemin

Aku memegangi nisan Taemin dengan air mata yang terus mengalir. Kenapa kau harus meninggalkanku? Kenapa kau yang harus jadi sasaran selanjutnya??. Semua orang sedang menangis dan pemakaman terasa sangat sepi. Beberapa orang harus mengangkat Sunny eonni yang pingsan karena terlalu sedih dan lemah. Taemin adalah adik kesayangan Sunny eonni jadi pantas saja kalau dia begitu histeris dan terpukul.

“ Sudahlah Sulli, kalau kau menangis terus Taemin juga akan sedih” ujar Minho oppa sambil mengelus punggungku. Aku menatapnya jengkel.

“ Oppa tidak tau kan rasanya kehilangan orang yang kita cintai?? Sakit oppa, rasanya lebih sakit daripada apapun!” balasku dengan suara serak. Minho oppa mengalihkan pandangannya kearah rerumputan.

“ Aku tau semua itu sakit. Tapi alangkah lebih sakit jika kau tau bahwa orang yang kau cintai, mati dengan kaki tak utuh dan dengan tubuh yang terbelah dua. Apalagi jika kau sadar bahwa semua itu hanya karena kau tidak berhasil membujuknya untuk pulang bersamamu dan malah membiarkannya pulang sendirian dengan kereta”. Aku menatapnya sejenank dan mengingat sesuatu.

“ Oppa suka…Krystal??” tanyaku. Dia menghela napas dalam-dalam.

“ Kau masih lebih beruntung karena telah mengungkapkan isi hatimu padanya. Andai saja kalau aku bisa memutar ulang waktu, mungkin tak akan seperti ini jadinya” katanya lirih. Aku menelan ludahku dengan sangat berat. Kenapa aku baru sadar sekarang??.

“ Mianhae oppa, aku tidak…”

“ Sudahlah, tidak ada gunanya untuk menangisi hal itu”. Aku terdiam sejenak sambil memandangi nisan Taemin. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang nan gila terlintas diotakku.

“ Kita harus kembali kerumah itu!” ucapku dengan mantap.

“ Mwo?? Kau gila?? Kita bisa mati konyol disana Sulli!!!” larang Minho oppa. Aku langsung bangun dan menepuk-nepuk celanaku.

“ Jadi maksudmu kita harus berdiam diri sampai kita bernasip sama seperti Key oppa, Taemin, dan Krystal??. Jika itu yang kau mau, biar aku saja yang pergi kesana seorang diri!”. Aku langsung berjalan meninggalkan makam Taemin dan hendak pergi kerumah itu menggunakan angkot.

“ Sulli-ya tunggu!” panggil Minho oppa sambil memegang tanganku. “ Kalau kau mau pergi, aku sarankan kita pulang dulu dan mempersiapkan semuanya. Aku tidak mau setan biadab itu dengan mudah menghabisi kita. Jika kita lemah, dia akan sangat senang!”. Aku memincingkan mataku.

“ Kita??”

“ Iya, aku akan ikut denganmu. Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi sendirian?? JANGAN HARAP CHOI JINRI!!” ujarnya sambil menekan beberapa kata. Hfft, sifat gak mau kalahnya Minho oppa keluar lagi deh. Tapi benar juga apa kata Minho oppa. Kalau aku masih mau hidup, aku harus menjaga staminaku. Untuk saat ini aku tak bisa membantah kata-kata oppaku yang satu ini.
———————————————————————————————————————-
Aku menggenggam erat tangan Minho oppa begitu sampai didepan rumah itu. Rumah yang telah menyebabkan aku dan Minho oppa kehilangan orang-orang yang kami cintai. Aku dan Minho oppa-pun saling berpandang-pandangan.

“ Siap??” tanya Minho oppa.

“ Siap!!” jawabku mantap walaupun agak bergetar. Kamipun mulai memasuki rumah itu dan menyusuri semua tempat disana, namun hantu itu tetap tidak ada. Aku dan Minho oppa sudah hampir frustasi memikirkannya.

“ HAH, SETAN BIADAP!!. KELUAR KAU KALAU BERANI!!!” teriak Minho oppa lalu menendang sebuah rak kayu dengan sekuat tenaga. Aku yang shock melihat hal itu langsung reflek mengangkat rak itu kembali.

“ Astaga oppa, kalo marah jangan nendang rak ini dong. Dia kan gak salah!” omelku sambil memunguti buku-buku yang berhamburan. Namun ada salah satu buku yang membuatku ingin sekali membacanya. My Diary, begitu tulisannya.

“ Yak Sulli-ya, kau ingin memburu setan biadap itu atau membaca buku? Kalau kau mau baca buku, buat apa jauh-jauh kesini? Diperpustakaan dekat rumah kita juga banyak, seabrek-abrek malah!” cibir Minho oppa saat melihat aku membuka buku tersebut.

“ Sepertinya ini diary suster itu deh oppa” ujarku.

“ Tch, sejak kapan setan suka nulis diary??” remehnya. Aku yang tak menghiraukan ucapannya pun langsung membacakan isi buku itu.

“ 12 Februari 2001. Aku diajak oleh kekasihku Wonnie oppa untuk bekerja dikota Seoul. Akhirnya setelah sekian lama menantikannya, aku keluar juga dari Busan. Sepertinya pekerjaan ini akan menyenangkan. Aku bekerja menjadi perawat disebuah puskesmas kecil. Apalagi yang menjadi dokternya adalah Wonnie oppa. Aku sangat bahagia sekarang” ujarku keras-keras. Minho oppa-pun akhirnya mendekatiku. Sepertinya dia tertarik dengan isi buku ini. Akhirnya kami membaca buku itu bersama-sama

15 Februari 2001
INI SEMUA TIPUAN!!!. AKU BENCI WONNIE OPPA!!!. AKU TIDAK BEKERJA SEBAGAI PERAWAT, AKU BEKERJA SEBAGAI PEMUAS NAPSU PARA PRIA DIKOTA SEOUL. Apa yang harus kulakukan??. Semua ini sangat kotor, aku bahkan lebih kotor daripada para pembunuh dan orang-orang yang memutilasi tubuh manusia. Aku ingin sekali kabur, tapi aku tak tau harus kemana. Apa yang harus lakukan???

23 Februari 2001
Aku hamil. Dan parahnya lagi aku tidak tau siapa ayahnya. Aku meminta Wonnie oppa utk bertanggung jawab, tapi dia tidak mau. Dia malah menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku. Bagaimana ini?? Aku sangat bingung. Di satu sisi aku ingin merawat anak ini tapi disisi lain aku takut harus jadi ibu. Aku baru berusia 17 tahun. Bagaimana ini? Andai kau bisa bicara diary, aku benar-benar butuh pendapatmu….

3 Maret 2001
Aku stress diary,, ternyata Wonnie oppa sudah menikah dan telah memiliki 2 orang anak. Jadi selama ini dia telah menipuku??. Bagaimana ini??. Aku sudah tidak sanggup lagi hidup seperti ini, rasanya aku ingin mati saja. TUHAN TOLONG BUNUH AKU!!!!.

13 Maret 2001
Wonnie oppa membuat kakiku lumpuh. Aku tak bisa berjalan sekarang. Ini semua karena aku hendak kabur dari rumah setan ini. Aku hampir saja kehabisan darah. Jika memang aku harus mati, aku berjanji akan membunuh semua orang yang telah membuat hidupku hancur seperti ini. Aku juga akan membunuh semua orang yang dating kesini, karena semua orang yang dating kesini hanya menyiksaku. AKU BERSUMPAH!!!!.

BEEEESSS!!!. Tiba-tiba angin kencang menerbangkan buku diary itu dan membuat semua jendela serta pintu tertutup. Sreek…sreek…terdengar suara gesekan dilantai. Aku langsung memeluk Minho oppa erat dan membenamkan kepalaku didadanya.

“ Oppa, aku takut” ucapku. Minho oppa membalas pelukanku.

“ Gwaenchana Sulli, oppa disini bersamamu” balasnya
———————————————————————————————————————-
apa yg bakal terjadi,, ditunggu ya part 8

About these ads

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s