(Freelance) Love Is You

Love Is You

 

Author: Jovita Handaru P. (@handarujovita)

 

Genre: Romance, friendship

 

Main cast: Im Yoona

                  Choi Siwon

 

Other cast:   Kwon Yuri

                   Shin Donghee

                   Choi Sooyoung

                   Seo Joohyun

                   etc (just find it!)

 

Length: Chapter

 

 

Karya ini sebenrnya cerita asli dari kehidupan sang pengarang, beberapa ada yang kejadian yang asli dan beberapa ada yang hasil imajinasi ku sendiri muehuehueheuhue. Mianhae kalo ada yang sama dengan cerita lainnya :D Oh iya ini sebenernya cerita pertama yang paling semangat yang aku bikin loh! hehe *gak nanya -_-*

 

Hope you’ll enjoy to read this odd story hehe

 

***

 

Yoona’s POV

 

“Haaaaah rasanya aku sudah bosan sekolah.” Aku melangkah berat menuju gedung yang tak asing bagiku. Langkahku semakin berat ditambah melihat anak tangga yang sangat banyak menuju kelas. Satu… Dua… dan ah akhirnya sampai juga di kelas yang dingin ini, aku langsung meletakkan tas ku di deretan bangku nomor 2. Entah kenapa menurutku ini tempat yang paling strategis dalam kelas. Tidak terlalu jauh dari papan tulis dan jauh dari meja guru ^^

 

“Yoona-ssi, kau sudah mengerjakan matematika?” Tanya Yuri yang baru saja datang.

 

“Aniyo, memangnya ada tugas?” Tanya ku dengan polos.

 

“KemarinVictoriaseonsangnim memberikan soal soal sebelum bel, ingat tidak?” Tanya Yuri yang berusaha mengingatkan ku

 

“Ah iya! Ayo kita kerjakan bisa mati kita jika kita tidak mengerjakan sekarang.” Jawabku sambil terburu buru mengambil buku tulis matematika dalam tas. Dalam sekejap aku bisa mengerjakan 10 soal tentang fungsi limit dengan sempurna. Alhasil setelah mengerjakan kepalaku terasa ingin meledak.

 

“Selesai!”

 

Yuri pun menoleh ke arah jawaban ku “Kau sudah selesai? Boleh aku pinjam? Aku hanya ingin mencocokkan saja.”

 

“Ne, silahkan”

 

Aku pun menyerahkan buku buku angka itu kepada Yuri. Sembari Yuri mencocokkan tugas matematika, aku berjalan menuju kelas Seohyun yang berbeda kelas dengan ku. Ditengah perjalanan ku, aku melihat Siwon sedang berbicara dengan teman sekelasnya.

 

Choi Siwon, dia adalah salah satu murid yang paling tampan di sekolah ku. Dia adalah murid dari Choi Minho seonsangnim, seorang guru biologi. Tak heran jika dia suka sekali dengan hal hal mengenai biologi. Tapi hal itu berbeda sekali dengan ku, aku bukanlah murid yang suka pelajaran biologi. Aku lebih cenderung menyukai hal hal yang berbau psikologi, kejiwaan seseorang.

 

Semua yeoja di sekolah ku sangat suka dengannya. Dia diberkati wajah yang tampan, tubuh yang tinggi dan jangan lupa berkat nilai akademisnya dia adalah salah satu murid berprestasi di sekolah ku. Cukup wajar bila dia diidolakan semua yeoja di sekolah ku. Termauk aku.

 

Tanpa sengaja aku melihat Siwon memandang ke arah ku, sontak aku pun kaget dan mempercepat langkahku ke kelas Seohyun.

 

***

 

Setiap hari selasa setelah pulang sekolah, aku selalu mengikuti latihan taekwondo di sekolah ku, setelah berganti pakaian dan membersihkan lapangan akhirnya latihan pun dimulai. Ketika aku mulai pemanasan, aku melihat Siwon berjalan ke arah parkiran motor.

 

Aku terdiam melihatnya, dia bagaikan pangeran dari negeri entah berantah yang sangat tampan nan rupawan yang pernah aku lihat. Dia mengenakan sebuah jaket coklat dan tas ransel hitam sambil bercengkrama dengan teman temannya.

 

“Choi Siwon…. Kau begitu mempesona..” gumam ku dalam hati.

 

Ketika sedang asik memandanginya…

 

“Ya! Yoona-ssi. Giliran kau yang berhitung.” Ucap Seohyun yang mengagetkanku.

 

Dengan cepat Siwon menolah ke arahku dan aku melanjutkan hitungan pemanasannya sambil menundukkan kepala ku.

 

Efek dari terlalu lama memandangi wajah rupawan Siwon adalah aku jadi tidak fokus untuk menendang. Tendangan ku kali ini benar benar hancur tidak seperti biasanya.

 

Bayangan Siwon terus menghantui ku hingga sampai ke rumah ku. Aku merebahkan tubuhku yang sangat lelah ini ke tempat tidur yang sangat nyaman, ku peluk sebuah bantal untuk melepas rasa lelah ku.

 

“Choi Siwon.” Ucap ku sambil tersenyum, membayangkan apabila aku bisa menjadi yeojachingu nya. Aish! Berpikiran apa aku ini, tidak mungkin Choi Siwon ingin berpacaran dengan yeoja aneh seperti ku. Rasanya tidak mungkin! Tapi rupanya bayangan dirinya terus menghantui ku.

 

“Eonni, kau kenapa senyum senyum seperti itu? Kau seperti orang gila!” ucap Dongsaeng ku.

 

“Suka suka aku. Sudah belajar yang seriussana!” jawabku. Adikku itu hanya memanyunkan bibirnya dan focus pada buku pelajarannya

 

***

 

Siwon’s POV

 

“Fiuh akhirnya selesai juga, hmm.”

 

Pandangan ku teralih ketika aku melihat sebuah kertas yang tergeletak di sebelah buku tulisku. Aku melihat jajaran mata pelajaran yang siap menyiksa ku besok hari. Tapi demi keinginan ku menjadi seorang dokter, aku tidak akan menyerah!

 

“Sudah selesai belajarnya Siwon-ah?”

 

“Ne.” jawabku sambil membereskan buku buku yang berserakan di meja belajarku. Appa ku  berjalan mendekati ku dan duduk di tempat tidurku.

 

“Jika kau lulus kuliah nanti kau ingin kuliah dimana?”

 

“Aku ingin kuliah di Amerika.” jawabku dengan mantap.

 

“Bagus, belajarlah dengan giat. Ambillah jalur beasiswa agar kau bisa masuk universitas keinginanmu dan biar appa dan eomma mu ini tak perlu mengeluarkan uang yang terlalu besar untuk pendidikanmu nanti, hehe”

 

“Tentu appa, aku akan mengambil beasiswa itu.”

 

“Kalau begitu kapan tes penerimaan jalur beasiswa itu?”

 

“Setelah ujian akhir appa.” jawabku dengan posisi menunduk. Appa hanya menghela nafas dan menepuk pelan bahu ku. “Jangan menyerah.”

 

***

 

Yoona POV

 

“Haaaaah kenapa sekolah ini harus ada 3 lantai sih? Aku bosan naik turun tangga setiap hari. Rasanya apa yang aku makan terbuang sia sia karena tangga ini.” Keluh ku sambil menaiki anak tangga satu persatu.

 

“Ya sudah lah Yoona, terima saja. Masih bagus kau bisa bersekolah.” Canda Yuri. Aku hanya memonyongkan bibir ku sambil menaiki anak tangga. Hampir tiba di lantai 3, aku melihat Eunhyuk dan Taemin hendak turun ke lantai bawah

 

“Annyeong Eunhyuk-ssi.” Sapaku

 

“Annyeong Yoona-ssi.” Balasnya

 

“An….”

 

“Engkau yang sedang patah hati…”

 

“Ya! Taemin-ssi kau kenapa? Kau tidak apa apakan?” Tanya ku yang terheran heran melihat tingkah laku salah satu chingu ku ini. Tiba tiba tanpa sengaja aku melihat dibelakang Taemin ada………. CHOI SIWON! YA! CHOI SIWON TERSENYUM KEPADAKU!!! KYAAAAAAA!!! Senyuman Siwon sangat membiusku. Rasanya aku ingin terbang ke langit ke tujuh saat itu juga, tapi rasanya tak mungkin. Sempat ingin mencoba pingsan tapi tidak bisa.

 

“Ya! Taemin-ssi aku ke kelas dulu ya! Ayo Yuri!” Ucapku sambil menarik tangan Yuri. Sesampai di kelas, aku membenamkan wajah ku ke sebuah jaket kesayangan ku.

 

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!” Aku berteriak mengeluarkan rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

 

“Kau kenapa Yoona?”

 

“Aniyo”

 

“Ya! Kau pasti berbohong! Kenapa? Aaaa pasti karena Taemin-ssi tadikan?” Tanya Yuri sambil menebak nebak.

 

“Aniyo.. Buka Taemin! Lagipula diakansudah punya yeojachingu di sekolah lain. Tidak mungkin aku menyukainya.” Ucapku sambil tersenyum senyum membayangkan senyuman Choi Siwon yang terkenal ‘luat biasa’ itu.

 

“Ya sudah kalu tidak mau cerita.” Jawab Yuri singkat.

 

Aku mengambil headset di tas ku dan memasangnya di handphone-ku. Aku memilih lagu lagu romantis sambil mengingat kejadian itu  Aku tidak mungkin melupakan senyumannya, wajahnya, tubuhnya yang gagah. Aisssshhh rasanya aku ingin menyatakan rasa kagum ku pada dirinya. Terlebih lagi dia adalah pemegang sabuk hitam taekwondo. Aku ingin melihatnya sekali saja memakai dobok (baju taekwondo).

 

Aku tidak bisa membayangkan betapa tampannya siwon memakai baju tersebut. Tatapannya saat fight pasti bisa menjadi obat bius bagi lawan untuk menyerah. Aku terus membenamkan wajah ku sampai bel istirahat berbunyi.

 

TING TONG TING TONG TING TONG TING TONG

 

Huaaaaah akhirnya suara kemerdekaan itu terdengar juga. Nampak seluruh muka teman ku berubah segar ketika mendengar bel pulang sekolah itu. Rasanya seperti bebas dari penjara hahaha.

 

Seluruh siswa berhamburan keluar kelas, sementara aku masih memasukkan buku buka yang tergeletak di meja ku dari tadi. Setelah selesai aku tidak langsung pulang, aku melihat tukang es krim sedang berdiri di dekat taman sekolah. Aku menghampirinya dan membeli 1 es krim rasa coklat kesukaanku.

 

Dengan muka yang cerah aku menikmati es krim itu dengan nikmat.

 

“Ahjussi, aku mau yang coklat ya.”

 

Aku menoleh ke seorang namja yang tidak asing lagi. Ya dia Siwon!! Siwon duduk di sebelahku sambil ikut menikmati es krimnya. Menyadari yang sedari tadi aku perhatikan wajahnya, Siwon manoleh kepadaku dengan tatapan heran.

 

“Kau kenapa? Apakah ada yang salah?” Tanyanya

 

Aku yang seolah tersadar dari lamunanku hanya menunduk dan menjawab dengan nada pelan.

 

“Anni.”

 

“Kau Im Yoon Ahkan?”

 

Deg! Dia mengetahui nama ku? Kenapa dia bisa tau?

 

“Ne, kenapa kau bisa tau?”

 

“Kaukansering lewat depan kelas ku, jadi ya pasti aku sudah tau kau. Oh iya Choi Siwon imnida.” Ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah ku. Aku membalas uluran tangnnya.

 

“Aku juga sudah tau itu.”

 

“Kenapa kau bisa tau?” Dia malah berbalik Tanya.

 

“Siapa yang tidak tau Choi Siwon? Seorang anak dari Choi Minho seonsangnim, guru biologi yang kecerdasan intelektualnya tidak perlu ditanyakan lagi. Dan kau? Kau juga terkenal karena prestasi mu di bidang akademis.” Jawabku panjang lebar sambil melanjutkan jilatan es krimku.

 

“Tolong jangan setiap kau ingat padaku, jangan sebut nama appa ku.”

 

“Waeyo? Bukannya enak ya punya orang tua seperti itu?”

 

“Ne, aku hanya ingin orang orang mengingatku sebagai Choi Siwon bukan karena appa ku seorang guru biologi.”

 

Aku hanya terdiam dan mengamati gumpalan awan yang menghiasi langit biru yang luas itu.

 

“Ah Yoona-ssi, ada bekas es krim di bibirmu.”

 

“Dimana?” tanyaku sambil meraba raba bagian bibirku

 

“Bukan, bukan disitu. Mianhae.” Jari jemari Siwon mulai mebersihkan bekas es krim yang ada di bibirku. Aku tertegun melihatnya. Baru kali ini aku melihat wajah Siwon setampan itu. Aigoo aku ingin pingsan saat itu juga! Badan ku rasanya kaku tidak bisa digerakkan saat Siwon membersihkan bagian bibir ku.

 

“Selesai.” Aku menunduk malu sambil tersenyum melihat perlakuan manisnya pada ku.

 

“Gomawo, hmm aku pulang dulu. See you.” Aku meninggalkan Siwon yang masih duduk di bangku itu.

 

BRUK!!

 

Aku tertabrak sebuah motor yang melaju tidak terlalu kencang, namun hal itu membuat kaki ku berdarah. Rasanya sulit sekali untuk digerakkan. Melihat kejadian itu, Siwon segera bergegas ke arah ku.

 

“Kau tidak apa apa?” Tanyanya

 

“Kaki ku sakit sekali.” Jawabku sambil merintih kesakitan. Dengan cekatan, Siwon menggendong ku ke bangku taman tadi. Dia mengambil kotak P3K dan membersihkan lukaku dengan hati hati.

 

“Aish! Kau bisa pelan pelan tidak! Sakit sekali tau!!”

 

“Mianhae, tahan ya sebentar lagi akan kubalut luka mu.” Jawab Siwon dengan sabar, tak berapa lama luka ku telah selesai diperban.

 

“Akan ku antarkan kau pulang dengan motor ku.” Ucapnya sambil membereskan kotak tersebut.

 

Mendengarnya aku samai terheran heran. Benarkah? Apakah ini benar benar nyata? Hahaha aku tidak menyangka hari ini adalah hari terindah untukku. Aku menyetujui ajakan Siwon tersebut.

 

Ku lingkarkan kedua lengan ku di badan Siwon. “Pegang yang kuat sebentar lagi aku akan menambah kecepatannya.” Jantung ku berdegup semakin kencang ketika dia menambah kecepatan motornya. Aku semakin memeluknya erat, sangat erat mungkin dia juga bisa merasakan betapa eratnya pelukanku.

 

***

 

Siwon’s POV

 

Suara bel sekolah telah berbunyi, mungkin bagi yang lain bel pulang sekolah itu sperti suara kebebasan anak anak yang terpenjara oleh buku buku yang memusingkan. Tapi bagi ku, itu adalah suara paling buruk saat sekolah setelah bel masuk sekolah.

 

Rasanya sangat malas untuk pulang lebih awal hari ini, aku berjalan melewati taman sekolah. Ku lihat seorang tukang es krim sedang mengambil sebuah es krim di sebuah van. Melihat es krim itu, aku jadi tertarik untuk membelinya.

 

“Ahjussi, aku mau yang coklat ya.” Setelah membayar dan menerima es krim itu, aku duduk di sebelah yeoja yang sudah sering aku lihat. Aku memulai perbincangan ringan dengannya.

 

“Ah Yoona-ssi, ada bekas es krim di bibirmu.”

 

“Dimana?” Tanyanya sambil meraba bagian bibirnya. Aku membersihkan bagian bibir Yoona dengan tangan ku. Saat aku membersihkan bibirnya, aku melihat wajahnya.. Begitu indah. Dari sekian wajah yeoja yang pernah aku lihat, hanya wajah Yoona lah yang paling membuat ku terdiam.

 

“Selesai.” Aku kembali membenarkan posisi dudukku dan mulai menghabiskan es krim yang sedari tadi aku beli.

 

“Gomawo, hmm aku pulang dulu ya. See you.” Ucapnya sambil meninggalkan ku yang belum selesai menghabiskan es krim ku. Tak sampai 3 menit Yoona meninggalkan ku. Sebuah hantaman tedengar dan yang membuat aku kaget adalah Yoona yang menjadi korban dari keelakaan itu.

 

Aku langsung menghampirinya dan menolongnya. Ku gendong tubuh ramping Yoona ke bangku tadi. Untung tukang es krim tadi membawa kotak P3K jadi aku tidak perlu panik mencari kotak tersebut.

 

Ku taruh kedua kaki jenjangnya di paha ku. Dengan sabat, aku mengobati luka yang tidak serius itu. Dengan spontan, aku menawarkan untuk mengantarkan Yoona sampai ke rumahnya.

 

Dalam motor, Yoona melingkarkan kedua lengannya di badanku. Terasa sangat erat. Aku bisa merasakan kepala Yoona yang bersandari di punggungku, mungkin dia tertidur karena kelelahan di sekolah.

 

Sesampai di rumah Yoona, benar saja dugaan ku. Aku melihat Yoona sedang tertidur. Aku ingin mencoba membangunkannya naumn aku tak tega. Ku lihat wajahnya yang begitu anggun sedang memejamkan wajahnya.

 

Ku coba memencet tombol rumahnya. Namun, yang keluar hanyalah seorang yeoja paruh baya yang bekerja di rumah tersebut. Dia menyuruh ku untuk mengangkatnya hingga ke tempat tidurnya. Dengan susah payah, aku pun menggendong tubuh Yoona

 

Ku letakkan tubuh Yoona di tempat tidurnya yang empuk.

 

“Kau ternyata yeoja yang cantik.” Ucapku sambil mengelus rambutnya yang halus. Aku meninggalkannya sendirian di ruangan itu dan pergi dari rumah itu.

 

***

 

Author’s POV

 

Yoona membuka matanya secara perlahna. Ia lihat langit langit kamarnya yang berwarna biru langit malam. Ia berkali kali berusaha bangun dari tempat tidurnya tapi tidak bisa.

 

“Ahjumma!!”

 

“Yoona-ssi, ada apa?”

 

“Kenapa aku ada disini? Siapa yang membawa ku?” Tanyaku

 

“Mianhae Yoona-ssi, tadi saya yang menyuruh namja itu membawa Yoona-ssi ke kamar.”

 

“Mwo? Siapa?”

 

“Kalau tidak salah namanya Choi Siwon.”

 

“Jinjja?? Ah gomawo ahjumma.” Pembantu Yoona hanya mengangguk dan meninggalkan majikannya yang sangat bahagia ketika mengucapkan nama itu.

 

Pagi itu Yoona terpaksa tidak masuk sekolah karena kakinya yang masih sulit untuk digerakkan. Yoona hanya tesiam di kamarnya sambil sesekali mengganti channel TV.

 

TOKTOK

 

“Masuk.” Ucapnya sambil memegangi remote TV

 

“Yoona-ah kau kenapa tidak masuk sekolah?”

 

“Ya! aku yang harusnya bertanya, kenapa kalian tidak masuk sekolah?” Tanya ku kaget melihat keberadaan Yuri dan Sunny di kamar Yoona

 

“Hari inikanada rapat guru, jadi kami dipulangkan lebih awal hihi.” Jawab Seohyun dilanjutkan dengan anggukan Sunny.

 

“Aku kira kalian bolos.”

 

“Ani, kami bukan pelajar yang seperi itu, walaupun kami termasuk murid yang cepat bosan di sekolah, kami bukan murid yang suka bolos sekolah!” Ucap Sunny sambil memukul kaki Yoona yang sedang terluka.

 

“Aish! Sunny-ssi hati hati kaki ku ini sedang sakit.” Ucap Yoona sambil mengelus elus kakinya.

 

“Mianhae yeoja cantik, aku tidak sengaja hehe. Oh iya kenapa kaki mu itu bisa sakit?” Tanya Sunny dengan polos.

 

“Aku tertabrak motor.” Jawab Yoona singkat.

 

“Mwo? Kapan? Kenapa kau tidak memberi tau kami?”

 

“Kemarin setelah pulang sekolah dan kalian tau siapa yang menolongku?” Tanya Yoona sambil menatap mata kedua sahabatnya itu. Sunny dan Seohyun menggeleng.

 

“CHOI SIWON !!” Ucap Yoona dengan histeris. Yuri dan Seohyun kaget melihat tingkah Yoona yang tidak biasa, tapi bagaimanapun mereka ikut bahagia dengan apa yang dirasakan Yoona kemarin.

 

Ketiga bidadari itu terus bercengkrama hingga malam datang.

 

***

 

Yoona’s POV

 

Tak terasa sudah 3 hari aku tidak masuk sekolah dan hari ini aku harus masuk sekolah setelah sembuh dari kecelakaan itu. Rasanya ada semangat baru untuk mengikuti pelajaran hari ini sampai tiba saatnya bel istirahat pertama berbuni.

 

“Yoona-ssi ayo kita ke kantin, aku sangat lapar.” Ajak Yuri

 

“Ne.”

 

Kami berjalan menuju kantin yang tidak cukup luas namun nyaman untuk ditempati. Untungnya kami datang tepat saat bel berbunyi, jadi kami bisa duduk di kantin sekolah. Saat aku ingin memesan minuman, tiba tiba saja seorang namja mendahului ku. Dan kau tau siapa yang mendahuluiku? Dia Siwon! Rasanya ku ingin berteriak saat itu juga dan yang lebih menenangkan lagi, dia duduk satu meja dimana aku dan Yuri makan. Aish mimpi apa aku semalam.

 

Ingin rasanya aku mengucap terima kasih atas bantuannya kemarin. Namun, hal itu enggan ku lakukan karena aku malu ada teman temannya disampingnya. Sesekali aku memandangnya diam diam.

 

Ku lihat wajahnya begitu mempesona, di tambah lagi cahaya matahari mebuatnya agak menyipitkan matanya membuatku……. semakin tergila gila padanya. Setelah Yuri makan aku buru buru mengajak Yuri masuk ke kelas dengan alasan sebentar lagi bel.

 

***

Berdiri melihat langit di siang hari adalah kesukaanku pada saat istirahat. Aneh memang, tapi itulah aku. Tak peduli matahari begitu teriknya atau hujan yang turun ke tanah.

 

“DUAR!!” Sebuah tepukan yang cukup keras mengenai punggungku. Aku berbalik arah dan membalas tepukan yang lebih sadis.

 

“Ya! Shindong-ssi aku tau badanmu itu lebih besar daripada aku. Jadi jangan menepukku telalu kencang!!” ucapku dengan nada setengah teriak.

 

“Kau juga Yoona-ssi aku juga tau kau ikut taekwondo jadi jangan menepukku dengan sangat kencang melebihi ku!!” balas Shindng dengan nada yang lebih kencang dari aku.

 

“Kenapa kau sendirian saja? Senyum senyum sendiri lagi.”

 

“Hehe.” aku hanya tertawa kecil saat Shindong berbicara.

 

“Ishh pasti kau sedang berbahagia, iyakan?”

 

“Tentu saja! Kalau aku sedang bersedih pasti aku menangis.”

 

“Hmm… Pasti kau sedang jatuh cinta ya?”

 

“Wooo sok tau sekali kau!”

 

“Benarkan? Sudaaah jangan berbohong pada ku. Kau jatuh cinta pada Onew-ssikan?”

 

“Aniyo! Sama sekali tidak!”

 

“Shim Changmin?”

 

“Juga bukan.”

 

“Choi Siwon?”

 

Mendengar nama itu mukaku langsung berubah menjadi merah, bibirku tak kuasa membuat senyuman tipis ketika mendengar namanya.

 

“Ya! Jadi benarkan? IM YOON AH MENYUKAI CHO….”

 

“Sssssttt!! Kecilkan suara mu itu! Aku malu jika ada yang mendengar nanti.”

 

“Jadi benarkan kau menyukainya? Im Yoon Ah?”

 

“Ne.” jawabku sambil malu malu. Satu orang lagi telah mengetahui rahasia ku.

 

“ Tenang saja Yoona-ssi aku tidak akan memberi tau siapa siapa kok.”

 

“Jinjja?” tanya ku

 

“Tentu!” Jari kelingking kami saling bertautan tanda bahwa dia akan menjaga rahasia ini.

 

“Shindong-ssi bolehkah aku meminta nomor handphone mu?”

 

“Untuk apa?”

 

“Jika suatu saat aku ingin menanyakan tentang Choi Siwon, kaulah orang yang akan aku tanyai.”

 

“Baiklah, mana handphone mu? Biar aku saja yang simpan.” jawabnya sambil mengadahkan tangan ke arahku. Aku pun menyerahkan handphone ku kepada Shindong. Beberapa digit nomor handphone Shindong telah tersimpan. “Gomawo.” Ucapku sambil membungkukkan badan ku. Ia hanya membalas dengan senyumannya.

 

***

“Ya! Yoona-ssi jangan cepat cepat dong!”

 

“Hihi mianhae Seohyun-ssi.” Aku terkekeh melihat Seohyun yang jauh dari ku. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Seohyun pun berdiri sejajar di sampingku.

 

“Huh! Kau ini selalu saja buru buru. Bawa ini!” Seohyun memberikanku setumpuk map yang berisi berkas berkas untuk tugas kami.

 

“Ya! Apa ini Seohyun-ssi?”

 

“Aku ditugaskanMinhoseonsangnim untuk membawa ini ke kantornya.”

 

“Kenapa harus kau?”

 

“Mana aku tau!” Ucap Seohyun sambil menjitak puncak kepala ku. “Kajja! Ikuti aku!” Aku hanya memanyunkan bibirku sambil mengikuti Seohyun dari belakang.

 

“Ah kalian sudah datang, tolong taruh disini ya.”

 

“Ne.” Ungkapku dan Seohyun bersamaan. Sementara Seohyun masih membereskan berkas yang disuruh olehMinhoseonsangnim, pandanganku teralih ke sosok namja yang sedang duduk di bawah pohon taman sekolah yang sangat rindang. Semula aku tersenyum saat melihat Siwon sedang duduk sambil membaca sebuah buku. Omo itu pasti membuat siapa saja yang melihatnya akan bertambah kagum melihatnya, namun senyum itu memudar seketika saat seorang yeoja duduk disampingnya dan berbicara akrab dengannya.

 

Apa ini yang dinamakan cemburu? Siapakah yeoja yang duduk disamping Siwon? Huuh!

 

***

 

-TBC-

 

***

 

Haha bagaimana ceritanya? Anehkah? Maklum saya author baru dan ini ff saya yang pertama. Gak pertama banget sih hehe. Mohon kritik dan saran yaa ^^. Oh iya follow twitter saya ya @handarujovita, kalo mau di followback ya mention hehe *GR abis -____-“*

About these ads

40 responses

  1. Kaya nya yeoja yg bersama siwon oppa tiffany deh?? Ya ka #read sok tau#eheh :D

    Author part selanjutnya di tunggu ya :)
    Ohh yah aku pengunjung baru lho,,lgi cari2 ff yg castnya yoonwon akhirnya dapat jga d blog ini #curcol#

    Jgn lupa buat ff yg cast nya yoonwon lagi..heheh #yg ini aja baru part 1# :D
    Ayo author Fighting :D :D

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s