(FF NC) Bleak November chapter 2

{FF Series} Bleak November (Chapter 2)

Author  : Choi Putri Shawol Sonelf Kpoplovers

Rating   : NC15 kykny -___- (nyesuaiin sma umurku, biar aq bza bkin & bca ^^v)

Genre   : Romance, Horror, Thriller, Tragedy, Action, Mystery, terserah reader !

Type      : Series

Main Cast : Yuri SNSD, Minho SHINee, Jinki SHINee

Minor Cast : SNSD, Super Junior, SHINee, F(x) *gg smua muncul… palink nympil2 dkit*

Disclaimer : Smua cast punya saya *plakk*

NB          : Udah masuk k page ini, brarti wajib BACA wajib KOMENT !!!

Gak koment q kirimin anak kecil d chapter 1 lho *ngancem*😛

Berhubung FF ini On Writing, jdi di harapkan dg sangat komen, kritik, dan sarannya untuk membantu proses pmbuatan nie FF biar ttep lancar,,,

Takutnya kyk Bamboo Forest ama OPLU yg susah bgd lnjutny karna kurangny kritik & saran -__-“


Previous Chapter :

Yuri mengerucutkan bibirnya dan membuat Minho gemas lalu mencium bibir Yuri.

Lama kelamaan ciuman mereka semakin panas.

Tangan Minho sudah mulai  menggerepe-gerepe tubuh sexy Yuri.

Minho mengalihkan ciumannya ke leher Yuri.

Menggigit kecil dan menghisap leher  Yuri sehingga meninggalkan kissmark di leher Yuri.

“SSShhhsss….” Desah Yuri, membuat Minho semakin bernafsu.

Minho mendorong tubuh Yuri ke atas kasur empuknya dan menindih tubuh Yuri.

Chapter 2 :

Minho mulai tidak bisa mengendalikan dirinya. Tangannya bergerak masuk kedalam kaos Yuri.

Minho mengelus-elus punggung mulus Yuri dan mencari-cari pengait bra Yuri.

Saat jari-jari tangan Minho  menyentuh permukaan bra Yuri, ia mulai melancarkan aksinya, yaitu melepas pengait bra Yuri.

Tok Tok Tok….

Tok Tok Tok….

Tok Tok Tok….

Suara ketukan pintu, membuat Minho dan Yuri menghentikan aktifitas mereka.

“Tch.” Decak Minho, kesal.

Minho berjalan ke arah pintu, dan membuka pintunya.

Terlihatlah Seohyun, pembantu di villanya menyerahkan telepon genggam kepadanya.

“Siapa ??” Tanya Minho.

“Nyonya Choi tuan !” jawab Seohyun sopan.

“Untuk apa ahjumma menelpon ?? bukannya ia masih di villa.” Tanya Minho lagi.

“Ani tuan ! Baru saja Tuan dan Nyonya Choi berangkat ke Seoul karena ada pekerjaan mendadak.” Jelas Seohyun.

“Oh… ya sudah, kau boleh pergi.” Kata Minho dan Seohyun pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Hallo ??”

“Minho-ah, mianhae tadi Ahjumma dan Ahjussi tidak sempat pamit padamu. Ahjussi-mu mendapat panggilan mendadak dari kantornya.”

“Tidak pa-pa Ahjumma. Ahjumma tenang saja.”

“Ne. Kalau begitu Ahjumma titip villa padamu. Kalau ada apa-apa, kau bisa minta tolong pada Seohyun.” Pesan Nyonya Choi.

“Jagi, aku kembali ke kamar dulu yaa.” Pamit Yuri yang dibalas dengan anggukan kepala dari Minho.

“Siip Ahjumma. Villa aman bersamaku dan kawan-kawan.” Kata Minho mengiyakan pesan dari Ahjummanya.

“Ya sudah kalau begitu. Jaga diri kalian baik-baik yaa. Jangan berkeliaran di luar villa malam-malam !” Pesan Nyonya Choi lagi.

“Ne Ahjummaaaa….”

“Ya sudah, Bye ! Ahjussi-mu sudah cerewet sekali disini. Takut pulsanya habis dipake nelpon.”

“Ne Ahjumma ! Salam buat Ahjussi.”

“Hm…”

~Tuuut~ telepon pun terputus.

Amber  nampak  sedang menikmati indahnya pemandangan dibelakang  villa.

Angin menerbangkan rambut pendeknya yang mulai panjang [??].

Datanglah Krystal sambil membawa kanvas beserta peralatan melukisnya.

“Pemandangan disini bagus.” Kata Krystal sambil menata peralatan melukisnya.

“Ya. Dan bagus untuk menjadi objek lukisanmu.” Timpal Amber.

“umm… Kenapa kau tidak memotretnya saja ?? biasanya kalau ada objek yang bagus, akan langsung kamu potret.” Usul Krystal.

“Ah ! Ide bagus. Aku mengambil kameraku dulu di kamar yaa. Bye.” Kata Amber meninggalkan Krystal yang memulai kegiatan melukisnya.

Key  yang  sedari  tadi  memperhatikan  Krystal  dari  belakang, akhirnya  menghampiri  Krystal.

“Sedang melukis Nona Jung ??” tanya Key basa basi lalu duduk disebelah Krystal yang masih berkonsentrasi pada lukisannya.

“Ani ! Aku sedang makan.” canda Krystal.

“Kau tau Nona Jung ??? Lukisanmu itu sangatlah tidak bagus !” komentar Key sambil menunjuk lukisan Krystal.

“Terima kasih atas pujianmu Tuan Kim.” Kata Krystal santai tanpa tersinggung sedikit pun dengan perkataan Key barusan.

“No ! Itu bukan pujian Nona Jung ! Lukisanmu pasti akan terlihat lebih bagus dan bernilai seni yang tinggi, jika ada aku dalam lukisan itu.” Narsis Key.

Krystal hanya tertawa menanggapi kenarsisan Key.

“Baiklah. Kau jadi model lukisanku sekarang. Berdirilah di dekat pagar pembatas itu !” perintah Krystal.

“Good Girl !” kata Key lalu mencium pipi Krystal dan berdiri ditempat yang diperintahkan Krystal.

Krystal hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah autis pacar barunya itu.

Amber  mencari-cari kamera di tas ranselnya.

Namun nihil. Kamera kesayangannya tak ada sama sekali di tas itu.

Ia mulai memutar otaknya untuk mengingat-ngingat tempat terakhir kalinya ia meletakkan kamera kesayangannya.

“Aish. Jangan-jangan masih di Mobil Jonghyun !” kata Amber lalu pergi menuju garasi mobil.

Sesampainya di garasi, ia langsung membuka pintu mobil Jonghyun tapi tidak bisa karena pintu mobil tersebut masih dalam keadaan terkunci.

Ia masuk kembali ke villa, dan pergi  ke kamar  Jonghyun.

“Ssshhsss… Ah…. Ja… gi… pel..an… pelan…”

Terdengar  desahan  seseorang di balik pintu kamar Jonghyun dan Donghae yang ia yakini itu adalah suara Jessica.

“Aigo !! baru sampai sudah main dua orang itu.” Gerutu Amber.

Ia mengurungkan niatnya  untuk masuk ke dalam kamar yang sedang dijadikkan tempat maksiat oleh dua orang yang tidak bertanggung jawab [???]

Amber memutuskan untuk pergi ke ruang tengah.

Pucuk dicinta ulam pun tiba.

Kalau memang jodoh, udah gak bakal kemana-mana. *apadeh aku -___-“*

Amber mendapati Jonghyun sedang duduk manis di atas sofa sambil nonton Take Him Out, acara Tv favoritnya.

“JJong-ah !” panggil Amber.

“Hm…”

“Kunci mobilmu mana ??” Tanya Amber.

“Tuh ! di atas meja !” Jawab Jonghyun sambil menunjuk kunci mobilnya dengan dagunya.

Amber mengambil kunci mobil tersebut dan kembali ke garasi.

Amber membuka pintu mobil dan langsung mencari benda kesayangannya, yaitu kamera hadiah dari orang tuanya karena berhasil naik ke kelas 3 SMA dengan nilai yang memuaskan.

Setelah menemukan kameranya, Amber menutup kembali pintu mobil Jonghyun.

Tap tap tap tap tap

Terdengar suara langkah kaki seseorang  mendekati  tempat  Amber berdiri sekarang.

Amber membalik badannya dan mengedarkan pandangannya keseluruh garasi.

Tapi matanya tidak menangkap sosok apapun.

Bulu kuduk Amber mulai meremang.

Amber pun memutuskan untuk segera pergi dari garasi yang menurutnya kini menyeramkan.

Amber kembali lagi ke belakang villa.

Ia melihat Krystal sedang asyik berbicara dengan Key.

Ia pun memutuskan untuk tidak mengganggu pasangan baru itu dan pergi mencari objek lain.

Amber akhirnya menemukan tempat yang pas untuk dijadikan objek potretnya.

Ladang  bunga lavender  di dekat  villa sepertinya adalah  pilihan yang tepat.

Ckrek Ckrek Ckrek.

Ia tersenyum puas melihat hasil jepretannya.

Sampai akhirnya, matanya membulat melihat disalah satu fotonya, berdiri seorang wanita cantik kurus tinggi dengan rambut berwarna coklat kemerahan di tengah ladang  Lavender.

Ia mengalihkan padangannya dari kamera menuju Ladang Lavender. Namun matanya tak menangkap sosok wanita tersebut.

Tiba-tiba saja angin bertiup kencang.

Amber memutuskan untuk kembali ke villa sebelum angin kencang tersebut membuatnya masuk angin.

“KYAA !!” teriak Amber kaget saat membalikkan badannya.

Ia melihat seorang gadis kecil berkulit pucat menggunakan hoodie berwarna pink dengan gambar Pink Panther di depannya  sedang berdiri menatap kosong ke arahnya.

Ani ! Ia rasa gadis itu bukanlah gadis kecil, namun gadis remaja yang kira-kira beda umurnya sekitar 3 tahun lebih kecil darinya. Tapi, gadis itu terlihat seperti orang  edi. Yaa… you know lah what she mean [???]

“Hai ! kau mencari seseorang gadis cantik ??” Tanya Amber mencoba ramah kepada gadis didepannya, padahal di dalam hatinya ia menjerit ingin cepat-cepat pergi meninggalkan gadis remaja menakutkan didepannya.

Gadis tersebut tidak menjawab pertanyaan Amber.

Ia hanya tersenyum lalu bertanya, “Onnie, matamu indah sekali ! bolehkah aku memilikinya ??”

Pertanyaan gadis tersebut membuat Amber bergidik ngeri.

“Gadis cantik…. Matamu juga indah. Jadi, kau tidak perlu memiliki mataku.” Kata Amber sambil tersenyum kaku.

Gadis tersebut memandang sedih ke arah  Amber.

“Tapi aku ingin matamu.” Kata Gadis itu sambil mengeluarkan sebuah benda dari saku hoodienya.

Amber  berjalan  mundur  begitu melihat gadis tersebut  mengeluarkan pisau kecil dari saku hoodienya.

“Gadis ccc… cann… tiiikk… ja… jangan…. Bermain… ddd….dengan be..ben..da… tajam… a..yo…si..si…simpan…pisaumu….” kata Amber dengan suara bergetar sambil terus berjalan mundur.

Gadis itu tidak menghiraukan  sedikit pun perkataan Amber. Ia malah semakin mendekati Amber sambil tersenyum senang.

Amber  terus berjalan mundur…. Mundur…. Dan mundur. Sampai akhirnya ia merasakan sebuah benda tajam dan dingin menusuk punggungnya.

Sakit. Itu yang Amber rasakan begitu benda itu benar-benar menembus punggungnya.

Amber membalik badannya.

Dengan mata sedikit berkunang, ia melihat wanita cantik kurus tinggi berambut coklat kemerahan tengah menyeringai ke arahnya. Ia ingat sekali wanita itu adalah wanita yang  tadi  ada di salah satu hasil jepretannya.

Kesadaran Amber lambat laun mulai berkurang. Darah segar keluar dari hidung dan mulutnya.

Akhirnya Amber  pun  terjatuh  karena tidak kuat menopang berat badannya sendiri.

Ia belum mati sepenuhnya. Ia masih setengah sadar. Bahkan ia masih bisa mendengar  suara cekikikan gadis yang meminta matanya tersebut.

Ia semakin merasakan sakit  yang mendalam saat gadis remaja tersebut menduduki perutnya.

“Onnie, aku ambil matamu yaa.” Kata gadis itu sambil mengangkat tinggi-tinggi pisau kecilnya.

1….2….3….

Dan pisau kecil itupun menancap tepat di bola mata Amber.

Gadis tersebut mulai melakukan aksinya, yaitu mencukil kedua mata Amber.

Amber meronta saat gadis itu mulai mencoba mencabut bola matanya.

Gadis itu merasa kesal karena Amber menghambat aktifitasnya.

Akhirnya ia mencabut kembali  pisau tersebut dari mata Amber dan menyebabkan Amber berteriak kesakitan.

Gadis itu menancapkan pisaunya di jantung Amber dan mencabutnya kembali dan ia melakukan itu berkali kali di bagian dada Amber  sampai  Amber benar-benar pergi menemui ajalnya.

Setelah puas, ia meneruskan kembali aktifitas tertundanya, yaitu mencukil mata Amber.

Setelah mendapat kedua mata  Amber,  ia membersihkan darah di mata Amber dengan menjilatinya sampai mata itu terlihat bersih dan kinclong. Dan gadis itupun pergi meninggalkan mayat Amber bersama Wanita yang menusuk Amber dari belakang.

Sunny nampak sibuk memotong motong bahan sup di dapur di temani Kyuhyun yang asyik bermain  Starcraft di meja makan. Sedangkan Seohyun sedang menjemur pakaian.

Seohyun baru selesai  menjemur pakaian. Ia kembali ke dapur.

“Sunny-ssi, ada surat untukmu.” Kata Seohyun sambil menyerahkan surat beramplop Kuning cerah pada Sunny.

“Dari siapa ??” Tanya Sunny.

“Baca saja.” Kata Seohyun sambil tersenyum.

Kyuhyun melihat senyum Seohyun yang indah. Ia terpesona, tapi kembali mengalihkan pandangan matanya dari wajah cantik Seohyun ke game kesayangannya itu.

Sunny membuka Amplop Kuning tersebut dan membaca isi suratnya.

Ekspresi Sunny berubah-ubah saat membaca surat tersebut.

Pertama-tama ia mengerutkan keningnya.

Kemudian pipinya bersemu merah.

Dan terakhir, matanya membulat seakan mau loncat dari tempatnya begitu membaca nama si pengirim surat.

Seohyun  hanya tertawa kecil melihat ekspresi Sunny  yang berubah – ubah saat membaca surat tersebut. Sedangkan Kyuhyun masih tetap fokus pada gamenya.

~Tubikontinyu~

Gmna ? gmna ??

Udh mulai ada bygn soal Gadis ama Wanita pembunuh trsebut ??

Kira-kira siapa korban mereka slanjutnya ??

Dan apakah motif dari pembunuhan tersebut ?? *gaya2 presenter infotainment*

Hm… pngirim surat buat Sunny siapa yaa??

Ayo ayo ayo,,, tbak tbak tbak  :)

Hehe… wait for the next chapter *sok English kumat*

O ya, Romanceny udh q bnyakin tuh,,,,

Berhub. Skrg hatiq lgi brbunga-bunga gra2 nilai matik, ekonomi, kimia ama biologi bgus2 and memuaskan bgd, jdi ksadisan yg ada d chapter ini q kurangin [apa hubungnny ???]

Tpi NC-ny kykny gg bkal trlalu kliatan karna aq gg bza n’ gg mmpu bkin NC  T.T

Lgian FF ini yg bca bnyk yg d bwh umur -__-“

Lagian NC disini mksudq Najis Cangadth😛 bkn NC2 yg yaah.. kalian tw lah…

Ya udh, dri pd aq mkin lama bercuap-cuap gg pnting,,,,

Langsung  tinggalkan koment, kritik atau saran abis baca🙂

82 responses

  1. Minho genit… Gua klo Jd yuri uda gua tempelengin tuh org ampe g da sisanya jg bagus#plak!
    Tp ceritanya bagus loh cuman disini saya masih kurang sama Feelnya.
    But keep on writing y.
    Annyong mellisa imnida reader baru

    • Chapter 1 yoona Ɣªйg̶̲̥̅̊ d bunuh chapter 2 amber Ƴɑ̤̥̈̊ kasian tp Ģάќ​​​​ þά​​​​þά​​​​ jga ɑ̤̈̊ƙʊ̈̇ jga ƍªк ska •̃к☺к•̃ ama mereka d sini oppa kyu ama seohyun Ƴɑ̤̥̈̊ jgn kenapa please oppa kyu ama Ɣªйg̶̲̥̅̊ lain ªjå jgn ama seo klu ƍªк ama unnie yuri ama unnie fanny atau unnie sully ªjå ya2 oppa kyu ama unnie yuri jgn ampe d bunuh jga ya

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s