{FFnc} Bleak November (Chapter 3)

{FFnc} Bleak November (Chapter 3)

Author  : Choi Putri Shawol Sonelf Kpoplovers

Rating   : NC17

Genre   : Romance, Horror, Thriller, Tragedy, Mystery, terserah reader !

Type      : Series

Main Cast : Yuri SNSD, Minho SHINee, Jinki SHINee

Minor Cast : SNSD, Super Junior, SHINee, F(x) *gg smua muncul… palink nympil2 dkit*

Disclaimer : Smua cast punya saya *plakk*

NB          : Udah masuk k page ini, brarti wajib BACA wajib KOMENT !!

Berhubung FF ini On Writing, jdi di harapkan dg sangat komen, kritik, dan sarannya untuk membantu proses pmbuatan nie FF biar ttep lancar,,


Previous Chapter :

Sunny membuka Amplop Kuning tersebut dan membaca isi suratnya.

Ekspresi Sunny berubah-ubah saat membaca surat tersebut.

Pertama-tama ia mengerutkan keningnya.

Kemudian pipinya bersemu merah.

Dan terakhir, matanya membulat seakan mau loncat dari tempatnya begitu membaca nama si pengirim surat.

Seohyun  hanya tertawa kecil melihat ekspresi Sunny  yang berubah – ubah saat membaca surat tersebut. Sedangkan Kyuhyun masih tetap fokus pada gamenya.

Chapter 3 :

“Lee Jin Ki ?!?!?!” jerit Sunny tak percaya bahwa si Pengirim surat tersebut adalah Jinki.

Kyuhyun yang tadinya fokus pada gamenya, menatap Sunny heran.

“Ada apa dengan Jinki ??” Tanya Kyu.

“Baca ini !” Sunny menyerahkan surat ditangannya kepada Kyu.

Kyuhyun membaca surat tersebut dengan seksama.

Ehm… Ehm…

Annyeong Matahariku ^^

Kau tau, kenapa aku memanggilmu Matahariku ??

Karena kau selalu memberikan pencerahan, kecerahan, serta mencerahkan hidupku J

Kau tau, hidupku tanpamu sangatlah gelap.

Jadi, Sunnyku Matahariku,,,,,

Would You Be Mine ???

Aku ingin kau selalu mencerahkan hari-hariku dengan semangat, tawa, dan senyummu J

Salam Cinta,

Lee Jin Ki

“Gyahahaha…. Karena kau selalu memberikan pencerahan, kecerahan, serta mencerahkan hidupku ?? Apa maksudnya itu ?? hahaha….” Kyuhyun tertawa setelah membaca surat cinta yang diberikan Jinki untuk Sunny.

“Berhenti menertawaiku Kyuhyun-ah !” ucap Sunny sebal.

“Seorang Lee Jin Ki menembak seorang Sunny yang notabenenya adalah gadis Cerewet, Narsis, dan Sedikit Galak ??? hahaha…. Sungguh tidak bisa kubayangkan.” Kyuhyun tidak menghiraukan ucapan Sunny. Ia malah terus melanjutkan tawanya yang membuat Sunny semakin kesal.

Sedangkan Seohyun yang masih sibuk berkutat dengan masakannya hanya menggeleng- gelengkan kepalanya melihat dua sekawan ini bertengkar.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yuri memasuki kamarnya dengan Yoona.

Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Tiba-tiba perasaannya berubah tak enak.

“Kemana Yoona ??” tanyanya pada dirinya sendiri.

“Ah, mungkin ia sedang jalan-jalan keluar !” Yuri menjawab pertanyaannya sendiri kemudian mencoba memejamkan matanya untuk berpetualang ke Dreamland.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Sudah kau berikan ??” Tanya Sungmin pada Jinki yang baru saja mendaratkan pantatnya di sofa ruang tengah untuk ikut menontonn Take Him Out bersama Jonghyun dan Sungmin.

“Sudah. Tadi aku titipkan pada Seohyun-ssi.” Jawab Jinki sambil memperlihat dua gigi kelincinya.

“Bodoh. Harusnya kau berikan langsung padanya !” kata Sungmin sembari menjitak kepala Jinki.

Sementara si pemilik kepala hanya mengusap-usap kepalanya yang baruu saja menjadi korban kekerasan sambil memanyunkan bibirnya.

“Aku tidak yakin Sunny akan menerima cintaku mengingat isi surat yang kau tulis itu Sungmin-ah !” kata Jinki pesimis.

“Memang apa isi suratnya ??” Tanya Jonghyun penasaran.

“Ini. Kau baca saja sendiri.” Kata Jinki sambil menyerahkan salinan surat buatan Lee Sungmin.

Tidak perlu waktu lama untuk membacanya. Satu menit adalah waktu yang cukup untuk membaca surat tersebut.

“Hahahahaha….. surat cinta macam apa ini Sungmin-ah ?? hahaha… gaje,gaje,gaje deh pokoknya.” Kata Jonghyun sambil menertawai isi surat buatan Sungmin.

“Ya !!! Jangan menertawai hasil karyaku.” Balas Sungmin tak terima.

Sementara Jinki hanya bisa menundukkan kepalanya semakin Pesimis  kalau Sunny akan menerima cintanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sore itu, Donghae, Jessica, Sunny, Jinki, Minho, dan Sungmin sedang duduk-duduk di ruang tengah sambil ngobrol.

Tiba-tiba mata Jessica tertuju pada sebuah foto di atas rak dan tertarik untuk mengambilnya.

“Wah… ini foto Jinki sama Minho waktu SMP yaa ???” tanya Jessica.

“Iya. Itu saat kami kelas 3 SMP !” jawab Jinki.

“Mana ?? mana ?? mana ??” Sunny mengambil foto tersebut dari tangan Jessica.

“Siapa wanita ini ??” Tanya Sunny sambil menunjuk gambar wanita yang berada diantara gambar Minho dan Jinki.

“Itu salah satu sahabat kami.” Jawab Minho.

“Cantiknyaa….” Kata Sungmin terkagum-kagum melihat kecantikan sahabat Jinki dan Minho.

“Cantik apanya ??? Dia tidak cantik tau !! Yang cantik itu aku ! kekeke…” kekeh Sunny setelah ia melontarkan kata-kata Narsisnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sunny baru saja keluar dari wc.

Saat ia sedang mencuci tangannya, ada seseorang  yang memukul kepalanya dari belakang sehingga menyebabkan ia tak sadarkan diri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sunny tersadar dari pingsannya.

Ia menatap keseliling ruangan dimana ia berada sekarang.

Gelap, Pengap, dan…. Bau.

Ia baru sadar kalau dirinya sedang terikat disebuah tiang.

Cklik..

Lampu ruangan pun dinyalakan.

Sunny  membelalakkan matanya tak percaya dengan pemandangan yang ia lihat sekarang.

“AAAAARRRGGGHHH…..” jerit Sunny saat matanya menangkap sosok Yoona yang sudah tak bernyawa dengan perut yang isinya terhambur keluar.

“Annyeong Onnie ^^ Selamat datang di duniaku.” Sapa seorang gadis.

“Siapa kau ??” Tanya Sunny ketakutan melihat gadis tersebut dengan pisau ditangannya.

“Tidak penting siapa aku !” jawab gadis itu sinis.

Ia berjalan mendekati Sunny.

Setelah jarak diantara mereka hanya beberapa senti, gadis itu mengacungkan pisaunya tepat di depan wajah Sunny dan itu membuat tubuh Sunny bergetar ketakutan.

“Wajahmu memang cantik onnie. Tapi onnieku jauh lebih cantik darimu.” Kata gadis itu sambil menyayat pipi Sunny.

Sunny menjerit kesakitan saat gadis itu menyayat kedua pipinya berkali-kali.

Gadis itu tampak menghayati setiap sayatan yang ia buat di pipi Sunny.

Semakin lama sayatan yang ia buat semakin dalam. Ia bahkan mengiris-iris pipi Sunny sampai tulang rahangnya terlihat.

Setelah puas dengan pipi Sunny, ia memainkan pisaunya dibibir Sunny.

Sunny hanya bisa menangis dan menjerit-jerit kesakitan saat pisau gadis itu mulai merobek bibirnya.

“Bibir manismu ini, seharusnya tidak kau gunakan untuk bicara sembarangan tentang onnieku. ” kata gadis itu.

Jari-jari tangan kiri gadis itu menarik bibir Sunny dan tangan kanannya yang memegang pisau mulai mengiris bibir Sunny.

Ia melakukan pengirisan pada bibir Sunny secara perlahan agar Sunny dapat merasakan sensasi dari irisanyang ia buat.

Pelan-pelan ia  mengiris dan sudah setengah dari bibir Sunny terlepas.

Sunny mencoba berontak namun tetap tidak bisa karena tali yang melilit tubuhnya begitu kuat.

Bibir Sunny bagian atas sudah terlepas dari tempatnya.

Gadis itu mengarahkan pisaunya ke bibir Sunny bagian bawah.

Ia mulai mengirisnya lagi secara perlahan.

“Onnie, tenanglah ! Kalau kau tidak bisa tenang, kau akan merasa semakin sakit !” kata gadis itu dengan mata yang tetap fokus melihat kedua tangannya yang sedang mengiris bibir Sunny.

Kini bibir Sunny benar-benar terlepas dari tempatnya.

Gadis itu memeluk tubuh Sunny yang masih terikat lalu berbisik,”Gomawo untuk bibir manismu ! Aku akan menyimpannya sebagai salah satu koleksi pribadiku.”

Dengan tetap memeluk Sunny, tangan kanan gadis itu mulai bergerak lagi untuk menyayat lengan Sunny.

Semakin lama, sayatan yang ia buat semakin dalam.Bahkan, ujung pisaunya sudah menyentuh tulang Sunny dan memutuskan urat nadi Sunny sehingga menyebabkan darah segar mengucur dari lengan Sunny.

Sunny sudah tak kuat lagi untuk berontak. Tubuhnya semakin lemas setelah urat nadinya putus.

Gadis itu berhenti menyayat lengan Sunny.

Ia menatap wajah Sunny yg benar-benar hancur sekarang.

Ia menyeringai kemudian berkata,”Susullah kedua temanmu itu kea lam baka onnie ! kasian mereka kesepian.”

Gadis itu merobek baju Sunny hingga perut datar Sunny benar-benar terlihat.

Ia menancapkan pisaunya di perut Sunny kemudian mengoyak-ngoyak perut Sunny.

Ia memutar pisaunya diperut Sunny sehingga beberapa organ tubuh Sunny keluar.

Ia tertawa saat Sunny menghembuskan nafas terakhirnya.

“hahaha… ini menyenangkan sekali ! Aku merasa seperti sedang mengaduk adonan kue !” tawa gadis ittu kemudian kembali mengaduk-ngaduk isi perut Sunny dengan pisaunya.

Setelah puas membolongi perut Sunny, ia melepas tali yang mengikat tubuh Sunny kemudian menghempaskan tubuh Sunny  ke lantai.

Ia melempar pisau di tangannya ke sembarang arah, kemudian ia berlari menuju kapak yang telah ia sediakan di dekat pintu ruangan tersebut.

Pertama-tama, ia memotong kedua tangan Sunny menjadi 4 bagian.

Kemudian kaki Sunny ia potong menjadi 8 bagian.

Setelah itu, ia memutuskan kepala Sunny kemudian menendang kepala Sunny.

Terakhir, ia membelah tubuh Sunny menjadi 2 bagian.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Malam sudah tiba, namun Yoona dan Amber  belum kembali  juga ke villa.

Itu menyebabkan Yuri dkk menjadi cemas. Ditambah lagi hilangnya Sunny yang secara tiba-tiba.

“Apakah diantara kalian ada yang tau mereka kemana ??” Tanya Yuri pada teman – temannya.

“Setauku tadi  Sunny bilang ia mau ke kamar mandi !” jawab Jessica yang terakhir kali bersama Sunny.

“Amber tadi  ke kamar mengambil kameranya.” Lapor Krystal.

“Tidak ! Amber mengambil kameranya di mobilku !” kata Jonghyun.

“Kalau Yoona ??” Tanya Yuri lagi.

Tapi teman-teman Yuri hanya menggelengkan kepalanya pertanda mereka tidak tau kemana Yoona.

“Lebih baik kita cari mereka sekarang !” usul Sungmin.

“Ne. benar juga kata Sungmin !” setuju Minho.

“Kalau begitu, kita harus membentuk 3 kelompok dulu untuk mencari mereka. Kelompok 1 Aku, Minho Key dan Krystal akan mencari Amber keluar. Kelompok 2 Jessica , Donghae, Sungmin dan Jonghyun akan mencari Yoona di sekitar villa. Sisanya, Kyu dan Jinki mencari Sunny di dalam villa.” Jelas Yuri.

Semua pun berpencar kemudian melakukan tugas masing-masing.

~Tubikontinyu~

Komen yaa komen….

Biar ttep brlanjut niee FF-ny.

Pembunuhannya kurang sadis yaa ???

Aq mw nyari inspirasi dulu d mbah google untuk pembunuhan brikutnya *smirk*

78 responses

  1. pembunuhannya dah kek gini masih diblang gak sadis.. ckckckck thorrr… ni dah super duper mutilasi, apanya yg kurang???? serem banget kali thor…
    bwt keren sih… ditunggu klanjutannya…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s