CHOCOLATE LOVE *choco story*

annyeong chigu..

mian ya.. baru bisa ngepost ff sekarang.. :P
nggak usah banyak nomong lah.. Happy reading all.. ^^

Choco Story / Chocolate Love

author: Sparkling.BluePearl a.k.a eno

genre: romance

cast: baca aja dulu.. wkwkwk

disclaimer: ini ff punya saya, hasil karya saya.., ide dapet dari baca komik.., pengennya sih jadiin ni ff pilm tapii, mustahil banget yaw.. wkwkwk

**************

“Waw! Jong, suaramu bagus sekali!” puji minrae setelah mendengar nyanyian jonghyun.
“tidak juga. Malah aku suka dengan karakter suaramu yang jarang danlangka itu. Hahaha..
Rae-ah, nyanyikan aku satu lagu dong.” Suruh jonghyun.
“jonghyun-ah, jangan begitu. Kalau Minrae bernyanyi, nanti sekolah kita rubuh.” Ledek minho sambil memasang wajah prihatin.
“grrr, aku akan bernynyi untukmu jjong-ah.” Sahut Minrae sambil melirik Minho tajam. Belum sempat Minrae mengeluarkan suaranya yang merdu itu, Minho sudah lari sambil berteriak “hati-hati!!! Sekolah kita rruntuuh!!”
“Choi Minho!!! Mau kemana kau!!”
Jonghyun yang merupakan teman dekat Minrae sekaligusahabat Minho, hanya dapat geleng-geleng kepala melihat kedua orang aneh tadi.
Disisi lain, Krystal melihatnya dengan geram.
“huft.. minho kalau bersama teman-temannya terlihat cool ya? Tapi kalau sudah bersama Minrae, ia terlihat konyol -.-“
*chocostory*
“aduh pulang telat nih. Rapatnya lama banget.” Krystal bicara pada dirinya sendiri.
“krystal! Pulang bareng yuk. Aku juga pulang telat yadi.” Seru seseorang dibelakang Krystal. Saat Krystal menoleh, ia terkejut melihat sosok yang memanggilnya *berasa hantu aje*
“minrae?”

*chocostory*

“btw, bentar lagi valentine ya?” kata Krystal memecah keheningan.
“Ahahaha, aku tak ingat sama sekali.” Jawab Minrae seadanya.
“kau benar-benar lupa?” Tanya Krystal sedikit shok dengan pemgakuan Minrae. “kalau begitu, jangan berikan coklat pada Minho valentine nanti!!”
“Ti, tidak akan!! Minho menyebalkan.”
“bagus kalau begitu.”
Krystal dan Minrae sudah masuk area pertokoan, mata Krystal tertuju pada kedai kecil penjual coklat.
“coklat ini dapat membuatnya berpaling padamu” kata si penjual coklat seperti dapat membaca pikiran Krystal.
“aku beli satu!” Krystal mendekati kedai coklat tadi.
“krystal,, untuk apa? Percuma tau.” Kata Minrae mencoba mencegah.
“terlambat’” kata Krystal sambil tersenyum puas.
*chocostory*
memindah-mindah chanel tv dengan pandangan kosong. Adiknya menatap dengan pandangan bingung.
“ck, kau ini kenapa sih noona?” Tanya sang adik yang sudah pusing karena melihat chanel yang dua detik sekali berubah.
“hah? Kenapa kyu? *pinjem nama. Siap2 ditodong bini kyu*” jawab Minrae gelagapan.
“Lee Minrae sayang.. oppa pusing kalau liat chanelnya diganti-ganti terus!!! Kamu kenapa sih?! Aneh!” Sekarang giliran kakak Minrae yang mengomel.
“aiish! Aku kenapa sih?! Babo!”
“Noona memang babo.” Celetuk Minkyu santai. Minrae membelalakan mata mendengar komentar spontan adiknya itu. Tak usah menunggu lama, jitakan mendarat di kepala sang adik.
“yha!! Noona., sakit!”
“slaah sendiri.” Minyoung berlalu memasuki kamar.
*choco story*
“Minho!!”
Deg, minrae seperti mendapat hantaman keras di dadanya. ‘Krystal.. memanggil Minho?! Bungkusan itu?’
Minrae berhenti melangkah, memperhatikan kedua orang yang berjarak beberapa meter darinya. Walaupun ia tidak mendengar, terlihat minho yang enggan memakan coklat pemberian dari Krystal. Dengan sedikit pemaksaan dari Krystal, akhirnya Minho memakan coklat itu.
Hup, Minho berlutut di depan Krystal. Hati Minrae sedikit gelisah melihat adegan didepannya. Minho sedikit mendongak, lalu berdiri lagi. “dasar, pagi-pagi sudah menyuruhku makan coklat. Perutku sakit tau.”
‘syukurlah.., tunngu kenapa aku bersyukur?’ minrae sendiri binging dengan hatinya.
*chocostory*
“Dimohon untuk semua murid untuk mengumpulkan tugas karya tulis kalian di kotak tugas”
‘aduh, ni kotak tinngi banget’ keluh Minrae. Yaa, Minrae tergolong sebagai cewek yang tingginya pas-pasan di kelas, walaupun tidak terlalu pendak. Tapi tetap saja susah, kotak tugas itu terlalu tinngi. Bahkan menurut Minrae, kotak tugas itu setinggi pohon kelapa.
Sreett,
‘eh..,’ kertas tugas miliknya direbut oleh seseorang dan dimasukkan kotak tugas.
“min.., Minho?!” Minrae menatap Minho, seeolah ada malaikat tampan yang habis menolongnya dari malapetaka “go.., gomawo Minho-ssi”
Dalam hati Minyoung bertanya-tanya. Walaupun ini bukan pertama kali Minho menolongnya, tp ini aneh. Biasanya sehabis Minho menolong Muinrae, ia selalu mengejek Minrae. Bahkan akhir-akhir ini Minho sudah tak pernah mengganggu Minrae lagi. Minrae jadi gelisah.
Ketika pulang sekolah pun Minrae kembali dikejutkan dua orang tadi.. minho berjalan bergandengan dengan krystal.
‘aku harus menemui tukang coklat itu’ Minrae berlari menuju pusat pertokoan, mencari penjual coklat itu..
Minho & Krystal
Minho bejalan sambil bercanda dengan Krystal.., sesekali mereka tertawa bersama. Mereka duduk di di salah satu bangku taman sambil memakan cemilan yang tadi dibeli Krystal..
“ihh, aku jadi pengen nyubit pipi kamu..” deg, Krystal merasakan ada yang lain pada hatinya.. bukan, bukan perasaan senang atau malu. Tapii.., ini perasaan yg.., entahlah, seperti.. sakit. Ya, Krystal merasakn sakit pada hatinya saat Minho mencubit pipi Krystal. Itu kebiasaan Minho kalau sedang bersama Minrae.
“Minho.., kau.. masih menganggap orang yang didepanmu ini Minrae?”
“a.. apa?”
“benar kan? Kau menganggap aku seperti Minrae kan?” Krystal berdiri dengan gusar.. ‘tukang coklat itu..’ Krystal berlari menuju pusat kota, sementara Minho masih belum sadar akan apa yang barusan terjadi.
Minrae
“Annyeohaseo ajhumma.. hh..hh”
“Minrae-ssi, ada apa?” Ibu Minho membalikkan badannya menghadap Minrae.
“Minho sudah pulang?”
“belum., biasanya dia di taman kota.”
“terima kasih jhumma.. annyeohaseo.”
Minrae berlari menuju taman kota.. Sampai di sana ia melihat Krystal menyodorkan coklat putih.. ‘coklat itu?’ Dengan sedikit memaksa, Minho memakan coklat pemberian Krystal yg kedua.
Pluk, pluk..
Krystal menepuk pipi Minho pelan.
“syukurlah..”
“apanya?” Minho menatap Krystal heran. Krystal berbalik dan pergi meninggalkan Minho yg masih bingung.
“Mulai sekarang, kita saingan.” Kata Krystal dingin saat berpapasan dengan Minrae.
Minrae mendekati Minho.
“apa?! Babo!” bentak Minho yg sedang merasa aneh.
“hiks.., hiks.., hueee!!” Minrae menangis sejadi-jadinya. Minho memeluk Minrae.. “hei, kenapa. Aduh.. malu tau diliatin”
Tanpa mereka sadari, di belakang mereka ada Jonghyun dan SaeKyung pacarnya.
“syukurlah..”

hweeee.. maap ya kalo berantakan ataupun salah tulis.. bener-bener udah males ngetik.

jangan lupa komen yaa..

12 responses

  1. Ping-balik: Search Fanfic Here ! « Korean Fanfics Lovers

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s