I Divide My Boyfriend chapter 2

Author : ChoiPutriShawolSonelfKPopLovers

Cast       :

  1. Kwon Yoo Ra (Choi Putri)
  2. Goo Min Hye (minhye)
  3. Jung Soo Jin (eno sparkling.BluePearl)
  4. Kwon Min Hyun (Yulhaemz)
  5. Sang In (Dhikae)
  6. Cho KyuHyun SuJu
  7. Choi MinHo SHINee
  8. Lee JinKi/Onew SHINee
  9. Kim Ryeowook SuJu

Other cast : SMTown

Genre   : Romance, Friendship

Rating   : PG

Disclaimer : smua cast milik tuhan

NB          : sedikit  terinspirasi dari film affair J so, mungkin agak sama ceritanya ^^

Dimohon koment, kritik dan sarannya buat FF ini karna FF ini FF On writing J

Chapter kali ini ancur bgd… aq tulis gg pke mikir lagi😛

 

Soojin POV

 

Aku sedang asyik menonton We Got Married di ruang tengah.

Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu rumahku dengan kasar.

Jelas itu membuatku kaget, takut, dan berpikiran negative.

 

Waduh ! jangan-jangan maling ! pikirku.

 

“Huwa… !!! Soojin…” seseorang datang menghampiriku sambil menangis.

Aku bernafas lega, ternyata itu bukan maling tapi Minhyun onnie.

 

Wait…. Kenapa onnie menangis ???

“Onnie, ada apa denganmu ??” tanyaku cemas.

“Aku putus saeng ! PUTUS !!! huwa…” jawab Minhyun onnie histeris.

“Serius ??? Kau putus dengan Jinki oppa ??” tanyaku tak percaya.

Minhyun onnie hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kenapa ???” tanyaku.

“Gara-gara… hiks… dia deket-deket… hiks… srooott…. Sama  jiyeon dan suzy waktu lagi ng-mc.” Jawabnya sambil terisak-isak ditambah buang ingus sekali dan itu sangat menjijikan.

Iyeaks….

 

“Cuma itu ??” Tanyaku lagi.

Ia mengangguk-anggukkan kepalanya.

 

GUBRAK,,,,

Aku kira Jinki oppa selingkuh.

 

“Onnie, dengar yaa…  Jinki oppa deket sama mereka itu kan karena tuntutan pekerjaan. Harusnya kau mengerti itu !” ceramahku sok tua.

 

“Yaa,,, tapi kan gak usah sedeket itu ! Pake acara ngasi bunga segala lagi !  Aku yang yeojachingunya saja tidak pernah diberi bunga, masak jiyeon yang Cuma teman kerjanya dapet -___-” katanya sambil mengusap air mata dipipinya.

 

“Aish… Onnie yang benar saja ?!? Itu Cuma bunga ! Kalau kau mau kau bisa ambil di depan rumah kita ! Lagi pula apa bagusnya sih bunga ??? Di kasi sekarang juga besok busuk.” Kataku geregetan mendengar alasan sepele Minhyun onnie.

 

“Iya juga sih.” Katanya.

 

“Ya udah deh. Aku balik ke SM dulu yaa. Mau balikan sama Jinki ! kekeke…” kekehnya kemudian pergi  meninggalkanku.

 

~A-yo, himi deulttaen duntadak rhythm-e gidaeyeo oh,

Neol hyanghan uriye noraero, oh

Modu a-yo, modu a-yo ~

Handphoneku  berdering, dari nada deringnya saja aku sudah tau siapa yang menelepon.

 

“Hallo ??”

“Soojin-ah kau sedang apa ???” Tanya orang di sebrang  telepon.

“Aku sedang pup jagi,,, kau menggangguku !” Candaku.

“Aigo ! Jorok sekali !! Kenapa kau bawa handphone ke toilet !! Aish… pantas saja ada bau-bau tak sedap keluar dari handphoneku saat aku meneleponmu ! Hahaha…” sautnya membalas candaanku.

“Ada apa oppa ??” tanyaku serius.

“Tidak ada apa-apa !” jawabnya.

“Lalu, kenapa kau meneleponku ??” tanyaku heran.

“Kangen,,,,,” jawabnya manja.

Aku tertawa mendengar jawabannya.

“Kenapa tertawa ??!” tanyanya sebal.

“Kangen,,,,, hahaha…” aku meniru kata-kata dan nada bicaranya saat ia mengatakan ‘Kangen’ padaku tadi.

“Ya ! Jangan mengodaku !” ucapnya sebal.

“Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu oppa ??” tanyaku.

“Onew hyung. Setiap telepon-teleponan dengan Minhyun, ia akan selalu mengucapkan kata-kata itu.” Jawabnya.

“Dasar ! Oh yaa, Minhyun onnie dan Jinki oppa beneran putus yaa ??” tanyaku pada Minho oppa.

“Iya. Tadi Minhyun kesini ! Marah-marah terus mutusin Jinki hyung didepan kami. Kau tau, abis diputusin Minhyun, Jinki hyung guling-guling gak jelas di lantai ! Kayaknya dia frustasi banget !” kata Minho.

“Hahaha…. Mereka itu kekanak-kanakan sekali ! Tapi, lihat sebentar lagi oppa ! Minhyun onnie akan kembali ke gedung SM ! kau harus lihat apa yang akan dia lakukan !”

“Baiklah ! kau tidak belajar ha ??” tanyanya.

“Ini aku baru mau belajar ! Tapi kau malah mengusikku !” jawabku.

“Ya sudah ! Belajar sana ! Bye… Chu… Muach…” Tiit… ia memutuskan sambungan teleponnya.

Kenapa minho oppa jadi aneh gini yaa ?? heranku.

 

Pov End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Minhyun’s POV

Aku berjalan menyusuri koridor gedung SM.

Kaki melangkah mantap menuju Ruang latihan SHINee.

 

Aku membuka pintu ruang latihan SHINee.

Semua member SHINee menatapku penuh tanda Tanya, kecuali Sangtae People yang sedang menelungkupkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut.

 

“Hyung ! Hyung !” Taemin  menggoyang-goyangkan badan Jinki.

“Hmm ??” gumam Jinki.

“Ada Minhyun noona !” kata Taemin.

“Mwo ???” Jinki bangun dan langsung menatapku yang masih berdiri di depan pintu.

 

Aku berjalan menghampirinya.

Ke-empat  member  SHINee menjauhkan dirinya dari Leader mereka.

Aku  duduk disebelahnya.

 

Suasana hening sejenak sampai akhirnya aku memecah keheningan ini dengan satu kata yang terlontar dari bibir manisku.

“Mianhae…”

“Untuk ??” tanyanya bingung.

“Yaa,, pokoknya maafkan saja aku dan kita bisa kembali seperti dulu lagi.” Kataku.

“Ah, sungguh ??” ia menatapku sambil menggenggam tanganku.

Aku menganggukkan kepalaku.

Dia memelukku, lalu mencium pipiku.

 

Semua member SHINee bertepuk tangan melihat adegan rujuk antara aku dan Jinki oppa.

 

Pov End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Minhye’s POV

Hari ini, aku, Yoora, dan Kyu jalan-jalan bersama lagi.

Kyu mengajak kami ke Namsan Tower.

Ia berjalan ditengah, diantara aku dan Yoora.

 

Saat Namsan Tower beberapa meter didepan kami, Kyu merangkul pundak kami dan mengajak kami naik keatas.

 

Jujur. Saat ia merangkulku tadi, keinginan untuk memilikinya semakin membesar.

 

Aku iri pada Yoora.

Ia memiliki semua yang ia inginkan. Keluarga, kasih sayang, dan Cinta.

Tapi aku ?? Aku malah kehilangan semuanya.

 

Kyu, bolehkah aku memilikimu ???

 

POV End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoora’s POV

Aku turun dari mobil Kyu setelah Kyu memarkirkan mobilnya di pekarangan rumahku..

Ia mengikutiku dari belakang.

Kami baru saja pulang dari Namsan Tower dan mengantarkan Minhye ke rumahnya.

 

Kami memasuki rumahku dan menghempaskan tubuh kami di sofa.

Hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan.

Aku senang bisa membuat Minhye tertawa dan tersenyum.

 

Kyu membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pahaku.

Aku mengelus-elus kepala Kyu.

 

“Aku menginap disini yaa.” Kata Kyu.

“Hm ?? Bukannya besok pagi kau ada jadwal ??” tanyaku.

“Tidak ada. Jadwalku di undur jadi jam 10.” Jawabnya.

“Ouh… baiklah. Ayo kita tidur.” Kataku sambil menarik tubuhnya agar bangun dari sofa.

“Ya !! Tidak usah tari-tarik !! Ku cium kau kalau masih tetap menarikku.” Ancamnya.

“Cium saja ! Akan kupukul kau kalau berani menciumku. Hahaha…” ancamku balik.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sinar matahari menembus jendelaku dan menyinari wajahku, membuat aku terbangu dari mimpi indahku.

Kulihat Kyu masih tertidur lelap disampingku dengan tangan memeluk perutku.

 

Aku memainkan jari-jariku diwajahnya.

“Kyu…. Bangun ! Sudah pagi.” Kataku sambil mengelus-elus wajahnya yang penuh dengan bekas jerawat.

“Eungh….” Erangnya sambil mengeratkan pelukannya.

“Bangun !!” kataku lagi, kali  ini sambil mencubit-cubit pipinya.

Ia membuka matanya. Mengedip-ngedipkan sebentar seperti ddangkoma-nya Yesung oppa.

Kyeopta >.<

 

Aku bangun dan menarik tangannya agar ikut bangun.

“Ayo Bangun !!”

“Masih jam 7 jagi !!!” katanya malas sambil menarik kembali tangannya dan menaikkan selimut sampai menutupi setengah wajahnya.

 

“Aigo… malasnya kau ini !!” kataku kesal, lalu kutarik tubuhnya sekuat tenagaku sampai ia terjatuh dari ranjangku.

 

Bugh…

“Aish…” ringisnya kesakitan.

“Tega…” rajuknya.

 

“Salah sendiri tidak mau bangun.” Kataku lalu meninggalkannya mandi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Aku menunggu Minhye di bangku taman kampus.

Dia belom dating juga, padahal ini sudah jam 11.

 

“Yoora !!”

Seseorang memanggilku.

Aku menolehkan kepalaku dan mendapati Sangin tengah berjalan ke arahku.

 

“Minhye mana ??” Tanya Sangin setelah berhasil mendaratkan pantatnya disebelahku.

“Belum datang.” Jawabku.

“Pantas. Biasanya kan dia nempel terus sama kamu.” Katanya.

“Iya. Gak biasanya dia datang telat. Kalau mau dating telat atau tidak ke kampus dia pasti bilang padaku.” Katanya.

“Coba telpon dia ! Siapa tau ada apa-apa dengannya.” Usul Sangin.

“Baiklah.”

Aku mengambil handphoneku di dalam tasku.

 

Tuut… tuut… tuut…

Tit..

“Hallo ??” sapa orang disebrang telepon.

Kok suaranya beda yaa ?? tanyaku dalam hati.

“Hallo ! Maaf, saya sedang bicara dengan siapa yaa ?? Bisakah saya bicara dengan Minhye ??” tanyaku.

“Saya perawat yang menangani nona Goo ! Nona Goo saat ini masih belum sadar.” Jawabnya.

“Mwo ??? Maksudnya, dia sedang di rumah sakit sekarang ??” tanyaku kaget mendengar jawaban perawat  tersebut.

“Ne.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kata-kata dokter tadi masih terngiang dikepalaku.

“Nona Goo terserang Kanker stadium 4 dan waktunya bisa bertahan kira-kira sekitar 3 bulan.”

 

Minhye….

 

Dengan air mata mengalir dipipiku, aku berjalan menuju ruang rawat Minhye.

 

Cklek…

Kubuka pintu ruang rawatnya.

Disana masih ada Sangin yang tadi ikut bersamaku untuk melihat keadaan Minhye.

 

“Apa kata dokter ??” Tanya Sangin cemas dengan keadaan Minhye.

Aku mengalihkan pandanganku dari wajah Sangin ke wajah Minhye.

Wajahnya pucat sekali.

“Ia divonis kanker stadium 4 dan waktunya bisa bertahan kira-kira sekitar 3 bulan” jawabku.

Air mataku jatuh lagi.

Aku tidak kuat melihat teman, ani ! Sahabat yang aku sayangi terbaring lemah seperti ini.

 

Aku menghapus air mataku.

 

“Sangin-ah, kau tunggu disini sebentar yaa… aku harus ke rumah Minhye dulu, menyiapkan baju ganti untuk dia pulang nanti.” Kataku dan dibalas dengan anggukan dari Sangin.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Untung saja Minhye memberitahuku dimana ia biasanya menyimpan kunci rumahnya.

Jadi aku bisa masuk kesini tanpa membobol  jendela  rumah Minhye.

 

Aku melangkahkan kakiku menuju kamarnya di lantai 2.

 

Kumasuki kamarnya yang rapi dan bersih, berbeda sekali dengan kamarku yang sedikit berantakan.

Aku mengambil tas besar diatas lemarinya, lalu membuka lemari bajunya dan mengambil beberapa baju untuknya.

Saat aku mengambil baju, aku tidak sengaja menjatuhkan buku yang sepertinya adalah diarinya.

Awalnya aku tidak berniat untuk membuka-buka atau membaca diarinya. Tapi niatku itu hilang setelah melihat foto seorang namja di diarinya. Namja itu… Kyu ??

 

Aku membuka halaman pertama diarinya.

Ia menulis di halaman pertama tanggal 11 Januari 2007 dan isinya adalah kesan-kesannya setelah melihat foto Kyu di laptop temannya.

Aku membaca terus isi diarinya sampai tulisan terakhir yang ia buat 2 hari yang lalu. Semua yang ia tulis adalah tentang perasaannya terhadap Kyu. 3 tahun sudah ia mencintai Kyu. Di dalam diari itu ia tulis bahwa rasa cintanya terhadap Kyu bukanlah seperti cinta fans kepada idolanya, melainkan cinta seorang yeoja kepada seorang namja.

Selain itu, ia juga menulis kalau ia shock saat mengetahui aku adalah yeojachingu-nya Kyu. Sejak mengetahui hal itu, ia mencoba membunuh perasaannya terhadap Kyu. Tapi, semakin ia mencoba membunuhnya, maka perasaannya terhadap Kyu semakin membesar. Jadi ia memutuskan untuk memendam perasaannya terhadap Kyu. Ia juga tidak mau menyakitiku dengan mengatakan perasaannya kepada Kyu. Ia tidak mau persahabatan kami hancur hanya karena perasaan cintanya terhadap Kyu.

 

Minhye….

Sebegitu sayangkah kau padaku sampai-sampai kau menyakiti hatimu sendiri ??

Sejujurnya aku tidak masalah kalau kau mencintai Kyu, karena itu hakmu untuk mencintai dan dicintai seseorang.

 

Apa yang harus kulakukan agar kau bisa bahagia disisa-sisa waktu hidupmu ini ???

Haruskah aku melakukan itu agar kau bahagia ???

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah selesai membaca diari Minhye, aku kembali ke rumah sakit.

 

Aku memasuki ruang rawat Minhye.

Ternyata Kyu ada disana.

 

“Mana Sangin ??” tanyaku sambil meletakkan tas Minhye.

“Ia kekantin. Katanya perutnya lapar.” Jawab Kyu.

 

“Kenapa kau tidak mengabariku kalau Minhye masuk rumah sakit ??” Tanyanya.

“Aku juga baru tau sekarang kalau ia masuk rumah sakit.” Jawabku.

 

“Kyu.”panggilku.

“Hm..” ia menoleh ke arahku.

“Aku punya satu permintaan. Maukah kau mengabulkannya ??” tanyaku.

“Tentu saja.  Apapun yang kau minta pasti akan aku kabulkan.” Jawabnya mantap.

 

“Aku ingin kau menjadi kekasih Minhye.”

 

~TBC~

 

Sorry kalau critany gaje ^^V

Hehe…. Saya tdk brbakat dlm hal tulis menulis -___-“

Buat Minhye, terima nasib yaa peranmu kyk gmna dsni,,, ntar q usahain happy ending biar km bahagia d epep ini ^^

Kalo ud slese nie epep, q bkinin de ff khusus buatmu ama kyu ^^

 

Abis bca inget koment ^^

Pkokny kalo koment d kisseu ama Bias masing2😄

 

13 responses

  1. Ping-balik: Search Fanfic Here ! « Korean Fanfics Lovers

  2. Ping-balik: My Fanfictions Since June 2010 – May 2011 | Full of ChoRa

  3. Ping-balik: Vote for the next FF | Full of ChoRa

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s