His Birthday

HIS BIRTHDAY

Author: Minhye_harmonic

Cast:    Yongin―tokoh fiktif, (gw kga larang para reader menganggap dirinya adalah Yongin)

Sungmin―Sungmin Super Junior

Other Cast : Super Junior

Genre: General

Rating: G

#Untuk menyambut ultah Sungmin-oppa, gw bikin ff drabble… mianhaeyo… kalau ceritanya aneh.. maklum buatnya ngebut…

SILENT READER DILARANG BACA!!!!!!!

LEAVE YOUR COMMENT PLEASE…


***

Aku sibuk membereskan beberapa kertas laporanku saat ponselku bergetar hebat. Aku meluruskan badanku lalu merogoh saku, mengeluarkan ponsel tanpa berminat untuk melihat siapa yang menelfon. Membiarkan ponselku terus bergetar dengan layar berkedap-kedip di atas meja.

Hari ini aku begitu sibuk sampai seperti melupakan sesuatu. Hingga panggilan―entah yang keberapa―dari Leeteuk seolah mengingatkanku. Bahwa aku berjanji akan ke dorm mereka, sore ini, jam lima.

Segera kujejalkan kertas-kertas itu ke dalam ransel, mematikan computer perpustakaan dan melangkah pergi. Tujuan berikutnya dorm Super Junior. Semua sudah menungguku. Minus Sungmin tentu saja. Untuk apa mereka merencanakan kejutan ulang tahun untuk Sungmin dengan hadirnya Sungmin dalam rapat mereka? Itu hal bodoh…

Aku datang tepat begitu Sungmin keluar dari dorm lantai 12. Ini tidak bercanda? Sungmin ada di lantai 12? Mereka bodoh atau apa?

Bisa kurasakan tatapan dari Sungmin. Begitu datar. Kenapa ia seperti itu padaku? Aku ingat, kalau aku sudah putus dengannya. Rasanya air mataku ingin tumpah dan dadaku sesak mengingatnya mengatakan putus beberapa jam lalu. Cepat-cepat aku berlari, menghindari dirinya. Aku tidak bisa lama-lama dengannya. Aku bisa menangis nanti. Setelah merasa cukup jauh, kuberanikan diri untuk mengintip dari bahuku, ia sudah tidak ada di sana. Sudah pergi.

Leeteuk begitu antusias melihat kedatanganku. Ia membuka pintu lebar-lebar seiringan dengan senyumannya. Leeteuk sedikit mundur, mempersilahkan aku untuk masuk.

Setelah melepaskan sneakersku dan menggantinya dengan sandal rumah, aku mengikuti Leeteuk ke ruang tengah. Di sana sudah berkumpul semuanya, mereka duduk membentuk lingkaran dengan secarik kertas di tengah-tengah mereka.

Dapat kulihat dengan jelas, kenganjalan yang terjadi sewaktu aku datang dan bergabung di dalam lingkaran. Tangan Heechul langsung terulur, mengambil kertas itu dan melipatnya kecil-kecil, memasukkan ke dalam saku bajunya.

“Jadi…”

Leeteuk mulai menjelaskan rencana mereka padaku. Aku hanya mangut-mangut saja, supaya terlihat mendengarkan. Walau sebenarnya pikiranku tidak pada rencana ulang tahun Sungmin, lebih kepada Sungmin, kepada hubungan kami.

Aku jadi ingat hari di mana aku terakhir melihatnya tersenyum, tertawa padaku. Sebelum ia mengucapkan kata sialan itu. Rasanya aku ingin kembali ke masa lalu. Dan tidak beranjak dari situ. Aku mau berhenti. Please

“Ara?” Leeteuk melayangkan pertanyaan. Sepertinya untukku.

Bukannya menjawab aku malah menanyai Leeteuk balik. “Kenapa dia di sini?”

“Sungmin? Dia mengambil ponselnya. Kyuhyun mengambilnya.” Leeteuk menggaruk-garuk pelipisnya. Apa tadi ia berbohong?

“Hyung, itu―ARRGGHH!” Kyuhyun terlihat akan protes, tapi langsung berteriak kesakitan―sekilas aku bisa melihat tangan Heechul mencubit perut Kyuhyun dan tatapan tajam mengancam dari semuanya dapat aku rasakan dengan jelas. Sebenarnya ada apa ini?

Entah rencana apa yang dibicarakan Leeteuk tadi padaku. Malu juga untuk menanyainya lagi. Ketahuan kalau aku tidak menyimak sama sekali. Maaf Oppa…

***

Semua sudah siap. Kue dan segala macam. Kuhempaskan diriku di atas sofa. Mengamati Ryeowook, Donghae dan Eunhyuk lalu lalang memeriksa segala persiapan. Kulirik Kyuhyun yang sedari tadi berkutat dengan PSP-nya. Dari tadi ia hanya bermain game. Tidak membantu sama sekali. Betul-betul dia itu!

Sungmin pasti akan senang. Aigoo…mikir apa aku ini? Aku lupa kalau sudah putus darinya. Tapi aku mau repot-repot mengurus ultah Sungmin. Apa benar aku masih mencintainya? ARRRGGHH!!

“Noona, kau kenapa? Mengacak-ngacak rambutmu sendiri. Sudah gila?” Tanya Kyuhyun seraya mengamatiku.

“Ani―tadi apa yang kau bilang? Aku sudah gila?!” Kulayangkan jitakan ke kepalanya. Menimbulkan protes dari Kyuhyun.

“Aku mau pulang.” Ucapku, menaikkan ransel ke pundak dan berjalan menuju pintu keluar.

Kyuhyun menarik tanganku, mencegahku pergi.

“Sstt…” Leeteuk meletakkan telunjuknya ke bibir. Mengisyarakatkan kami―aku dan Kyuhyun―untuk diam. Ia mematikan lampu perlahan setelah memastikan semua telah siap.

Nyanyian lagu ulang tahun dan suara terompet mendominasi dorm lantai 12 begitu lampu menyala. Ada sosok Sungmin disana. Basah kuyup. Wajahnya tertekuk lucu sekali. Walau begitu tangannya sibuk menyambut jabat erat dari member Super Junior. Ingin rasanya aku ke sana, ikut menjabat tangannya. Tapi yang kulakukan hanya diam terpaku di ujung ruangan. Mencengkram ujung baju-ku, kesal ya, marah ya, kecewa ya, sedih ya, bahagia ya. Semua bercampur aduk menjadi satu.

“Maaf Oppa, aku harus pulang sekarang.” Pamitku pada Leeteuk dan seperti tadi, Leeteuk mencegahku juga.

“Wae?”

Aku diam mendengar pertanyaan Leeteuk. Apa aku harus memberitahu Leeteuk? Jawabannya Ya. “Aku sudah putus dengannya. Untuk apa aku di sini.” Desisku. Percaya atau tidak, sekarang aku sudah menangis dipelukan Leeteuk.

“Uljima.” Bisik Leeteuk sewaktu ia melepas dekapannya. Aku mengangguk, mengusap pipiku pelan. Lalu menguatkan diri untuk menghampirinya.

Tangannku terulur. Meski sedikit tersendat-sendat aku mengucapkan selamat ulang tahun untuknya―dengan kepala menunduk dalam-dalam―tapi aku lega telah mengucapkan. Lama aku menunggu. Tapi ia sama sekali tidak menyambut uluran tanganku. Dengan kecewa kuturunkan tanganku dan mendongak, mendapati tatapan menusuk darinya. Ia benci padaku?

Aku membungkuk dalam-dalam. Ha… sepertinya ini memang nasibku. Tidak bisa lagi bersamanya. Sebelum aku pergi aku akan mengucapkan kata itu untuknya. “Saranghae.”

Tepat setelah mengucapkan kata itu, bunyi terompet dan nyanyian ulang tahun menggema. Haa? Aku melongo parah melihat kelakuan mereka semua. Bukankah tadi sudah? Ha??

Sekarang Sungmin juga mulai aneh dan berubah. Dia tersenyum lalu menarikku ke balkon dorm. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak beludru biru berbentuk hati. “Saengil Chukae…and will you marry me?”

Aku membeku. Perkataan Sungmin berusaha aku proses ke dalam pikiranku. Saengil Chukae? Will you marry me?

“Jangan bercanda. Aku tahu kau tidak mencintaiku.” Aku menangis lagi.

“Uljima.” Jemari Sungmin langsung menghapus air mata yang terasa panas mengalir di pipiku.

Kenapa Sungmin mengucapkan selamat ulang tahun padaku?

“OMO!” Pekikku seraya menepuk dahi. “Hari ini ulang tahunku!” Aigoo…karena terlalu sibuk mengurus ulang tahun Sungmin dan memikirkan hubungan mereka yang hancur.

Jadi siapa sebenarnya yang dikejutkan di dalam acara ulang tahun paket double ini? Aku atau dia?

[EPILOG…]

Leeteuk terkekeh melihat pemandangan di atas balkon. Dalam hati ia bersorak riang. Rencananya telah berhasil. Ya, dia yang menyusun semua ini. Otak dari kesedihan Yongin dan pesta kejutan untuk mereka berdua.

“Hyung, mereka terlihat bahagia.” Ryeowook menyusut butiran bening di sudut matanya.

Leeteuk mengangguk. Ia senang, di awal tahun telah membuat dua orang terdekatnya bahagia.

*FIN*

*??????????*

6 responses

  1. Ping-balik: Search Fanfic Here ! « Korean Fanfics Lovers

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s