Always Together, Forever (Donghae-ELF Ver.)

Donghae itu punyanya Putri & ELF >.<

 

Author : ChoiPutriShawolSonElfKPopLovers

Cast : Lee Donghae “SuJu”, You/Reader as Verliend (eVER Lasting frIEND), Kwon Yoora (Author)

Genre : Romance

Rating : PG

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan. FF ini asli punyaku. Jangan Di Plagiat yaa ^^ jelek-jelek gini juga bikinnya susah. Kalo mau Re-Post, tolong sertakan nama Authornya.

a/n : Ini bukan Songfic yaa…. Tulisan warna merah itu lirik lagunya Taeyeon ft The One – Like A Star. Anggap aja kalian kayak lagi nonton K-Drama terus lagu Like A Star itu jadi Backsoundnya ^^

dan ini juga ada 2 versi. Yang aku post di sini & FFINDO itu versi Donghae-ELF & yg aku post di SMTownFF itu versi SeoKyuYoung ^^

 

DON’T LIKE DON’T READ !

LEAVE A COMMENT AFTER YOU READ THIS STORY !

 

Sesang eoneun geoseh geudae sumdeorado

naneun geudael chajanael suga isseoyo

geudaega eobdamyeon

geudaega eobdamyeon

naesimjangeun dduiji anheuhniga

 

Donghae’s POV

 

“Verliend-ah kau dimana ??” panggilku sambil terus mencarinya yang sedang bersembunyi.

Ya, kami sedang bermain petak umpet.

“Verliend-ah, dimanapun kau berada, aku pasti  akan menemukanmu !” ujarku saat aku melihat ujung bajunya yang terjepit pintu lemari. Aku tersenyum senang dan melangkah mendekati lemari.

Kubuka pintu lemari dan kudapati ia sedang berdiri menahan pakaian-pakaian yang seakan akan ingin mendorongnya keluar dari lemari.

“Ah oppa, kau menemukanku !” Ia mengerucutkan bibirnya. Aku tersenyum lalu mengacak-acak rambutnya.

“Bukankah sudah berkali-kali aku katakan padamu, dimanapun kau berada aku pasti akan menemukanmu !” ucapku.

“Tapi, kau tidak akan menemukanku lagi, jika aku berada disurga !” Ucapnya.

“Aku akan menyusulmu kesurga agar aku bisa menemukanmu !” aku memeluknya. Aku sadar. Perasaan ini tidak seharusnya ada. Tapi aku sendiri tidak bisa menepisnya. Aku mencintainya.  7  Tahun hidup bersama membuat rasa sayangku berubah menjadi rasa cinta.

 

“Oppa, berjanjilah, kau akan tetap disampingku sampai ajal menjemputku.” Ucapnya tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“Ne. Aku berjanji !”

 

POV End

 

sarang i ra geudi malhaji anhado

ma eum euh ro naneun al suga itjyo

geudaeman itdamyeon

guedaeman itdamyeon

amugeotdo nan pilyo eobneundeh

 

Verliend’s POV

 

Verliend. Itulah namaku. Aku hanyalah seorang gadis kecil yang ditemukan oleh Donghae oppa 7 tahun yang lalu. Ia mengangkatku menjadi adiknya dan mengajakku untuk tinggal bersama.

7 tahun bersamanya, membuatku memiliki perasaan yang tidak seharusnya ada dalam hubungan persaudaraan kami.

Aku menyadarinya.

Meskipun tidak pernah ada kata ‘CINTA’ yang terucap dari bibir kami, tapi aku sadar kalau kami saling mencintai. Aku mencintainya. Ia mencintaiku. Kami saling mencintai. Dan selamanya akan tetap saling mencintai.

Aku tidak peduli dengan apapun yang nantinya akan terjadi. Asalkan aku bisa tetap bersamanya, aku rasa itu sudah cukup.

 

You’re my everything to me

You’re my everything to me

haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri

geudaeneun naman ui sarang

yeonywonhan namanui sarang

uri saranghaeyo

geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo

 

“Aaaww…” jeritku saat pisau yang aku gunakan memotong jeruk nipis mengiris jariku.

Air mata sudah mengalir membentuk sungai kecil dipipiku. Periiiiih sekali.

 

“Verliend-ah, ada apa ??” panik Donghae oppa.

“Jarimu kenapa ??” Tanya Donghae oppa saat melihat jariku yang berdarah karena teriris.

Ia meraih tangan kiriku yang sudah berlumur darah karena jari telunjuk tangan kiriku yang teriris.

Tangan kanannya meraih pinggangku. Ia memelukku.

“Ssshhhss… jangan menangis lagi.” Ucapnya pelan di telingaku. Ia menghisap jariku yang teriris, membuat rasa perih dan sakitnya sedikit berkurang.

Aku menghentikan tangisku, hingga hanya isakkan-isakkan kecil yang terdengar. Aku meletakkan kepalaku di bahunya.

Dia memang selalu punya cara untuk menangani gadis manja dan cengeng sepertiku.

 

geu mueotgwa bigwohalsu isseulggayo

geu mueotgwabattol suga itnayo

geudae ui sarangeul

geudaeui maeumeul

geu nugadaesinhalsu itnayo

 

“Donghae-yaa, Ibu tidak mau tahu lagi ! Minggu depan kau sudah harus menikah dengan Yoora, atau kau aku coret dari daftar ahli waris. Dan bisa aku pastikan, kau tidak akan pernah bertemu dengan gadis yang tidak jelas asal-usulnya itu !” ancam Nyonya Lee pada Donghae oppa.

Mataku berkaca – kaca mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Ibu Donghae oppa.

Aku sudah tak sanggup lagi membendung air mata ini.

Aku memutuskan untuk pergi menenangkan diriku ke taman dekat apartement Donghae oppa. Aku rasa aku perlu waktu untuk sendiri.

 

@@@

 

Aku duduk di salah satu bangku taman yang terletak di sudut taman.

Air mata ini mengalir kembali mengingat ancaman ibu Donghae oppa.

 

Ya Tuhan…

Aku mohon jangan pisahkan aku dengan Donghae oppa.

Aku tidak bisa…

Aku tidak bisa hidup tanpanya….

Aku tidak butuh apapun…

Yang aku butuhkan hanya dia…

Hanya dia…

 

“hks… hks…” Aku menangis sesenggukan.

“Aku tidak ingin berpisah dengannya….” Ucapku lirih.

 

POV End


Donghae’s POV

 

Aku berlari mengelilingi gedung apartementku. Berharap aku menemukan Verliend.

Aku yakin ia pasti mendengar semua yang aku bicarakan dengan ibuku.

Aku yakin saat ini pasti ia sedang menangis.

 

Aku lelah berlari. Aku putuskan untuk tetap mencari Verliend dengan berjalan kaki.

Kakiku berjalan dengan sendirinya ke arah taman.

Feelingku mengatakan ia ada disini.

 

Ternyata benar dugaanku.

Ia ada disini. Duduk di salah satu bangku di sudut taman.

Ia menundukkan kepalanya. Bahunya sedikit bergetar.

Ia menangis.

 

Aku berlari menghampirinya.

Kutarik ia dan kurengkuh ia dalam pelukanku.

Tangisnya terdengar semakin keras.

 

Ya Tuhan…

Jangan biarkan ia mengeluarkan setetes air mata lagi karenaku….

 

POV End

 

Verliend’s POV

 

Dia menemukanku.

Aku tau, dimanapun aku berada, dia pasti akan menemukanku.

 

“Ssshhhsss… jangan menangis….” Ucapnya.

Masih sambil terisak-isak dalam pelukannya aku membalas ucapannya,”Kau menyuruhku jangan menangis, tapi kau sendiri menangis ! Bodoh !”

Ia tidak membalas ucapanku.

Ia masih tetap memelukku bahkan ia mengeratkan pelukannya.

 

Hening.

Aku dan dia sama-sama diam. Tidak ada sepatah katapun yang terluncur dari mulut kami.

Hanya isakkan-isakkan kecil yang terdengar.

 

“Berjanjilah padaku, kita akan terus bersama. Dan kau tidak akan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi !” dua kalimat yang keluar dari bibirku memecah keheningan diantara kami.

“Aku berjanji ! Kita akan terus bersama, selamanya ! Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu !” ucapnya tegas.

 

“Kau juga harus berjanji padaku ! Jangan pernah menangis lagi !” ucapnya lagi.

Aku diam.

Aku tidak bisa berjanji untuk yang satu itu.

Aku yakin, air mata ini pasti akan terus mengalir.

Bahkan jika air mata ini telah habis, aku pasti akan tetap menangis karenanya.

 

you’re my everything to me

you’re my everything to me

haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri

geudaeneun naman ui sarang

yeonywonhan namanui sarang

uri saranghaeyo

geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo

 

Aku menemuinya di café. Menemui seorang Kwon Yoora. Calon istri Donghae oppa.

“Ada perlu apa kau mencariku ??” tanyanya to the point.

“Yoora-ssi, bisakah kau batalkan pernikahanmu dengan Donghae oppa ??” tanyaku. Aku tau ia pasti marah mendengar pertanyaanku.

“Apa maksudmu menyuruhku membatalkan pernikahanku ??” tanyanya mulai emosi.

“Aku hanya tidak ingin kehilangan Donghae oppa. Hanya ia satu-satunya yang aku miliki di dunia ini. Aku mohon Yoora-ssi, batalkan pernikahanmu.” Jawabku. Sangat jelas terdengar nada memohon dari ucapanku tadi.

“Kalau kau ingin pernikahanku dibatalkan, silakan katakan pada Ibu Donghae !” ucapnya emosi lalu pergi meninggalkanku.

 

@@@

 

Aku kembali ke apartement.

Mataku membelalak kaget melihat Donghae oppa yang diseret paksa oleh 3 orang berbadan besar untuk masuk kedalam mobil.

Aku berlari menghampiri mereka.

“Lepaskan Donghae oppa !!” teriakku sambil berusaha meraih tangan Donghae oppa yang terus terulur ke arahku.

“Diam kau anak kecil !!” ucap salah satu dari 3 orang berbadan besar itu lalu mendorong tubuhku dengan kasar.

Mobil itu membawa pergi Donghae oppa.

Membawanya pergi meninggalkanku.

“Oppa….” Ucapku lirih dengan air mata yang membentuk sungai kecil di pipiku.

 

i byeolhaneun il eobseulgo eh yo

geudaeehgeh sangcheohjuneun il

nuneul heulrigeh halril na eobdorok

 

Hari ini adalah hari pernikahan Donghae oppa.

Aku berniat untuk menghentikan pernikahannya.

 

Dengan menaiki taxi aku pergi ke gereja tempat Donghae oppa menikah.

Berkali-kali aku meremas tanganku sendiri. Kadang juga aku menggigit bibir bawahku.

 

Kumohon…

Ulur waktu pernikahan Donghae oppa…

Aku tidak mau berpisah dengannya…

 

Sial !

Taxi yang aku tumpangi terjebak macet.

Aku mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetku.

Aku rasa itu lebih dari cukup untuk membayar ongkos Taxi ini.

Tanpa basa-basi lagi, aku keluar dari dalam Taxi.

Sepertinya jarak Gereja dengan lokasiku sekarang tidak terlalu jauh. Jadi aku putuskan untuk berlari ke gereja.

 

“Hh.. hh…” nafasku tersengal-sengal.

Sedikit lagi aku akan sampai.

 

@@@

 

Aku sampai di depan Gereja. Aku melangkahkan kakiku sampai ditengah-tengah jalan saat kulihat mempelai wanita sampai di Altar.

Ku lihat ada Donghae oppa yang mengenakan Tuxedo putih dengan mempelai wanita yang baru saja sampai di Altar.

Aku menarik nafas dalam – dalam lalu berteriak sekeras mungkin.

“OPPAAAAAAAAAAAAA !!!!”

Semua penghuni gereja melihat ke arahku, termasuk Donghae oppa.

Aku terlalu lelah berlari hingga akhirnya aku tidak mampu menopang berat badanku sendiri dan jatuh terduduk ditengah jalan raya.

 

BRUUKKKK…..

 

POV End


you’re my everything to me

you’re my everything to me

uri byeonchimayo

seh wo ri heu reundaedo

 

Donghae’s POV

 

“OPPAAAAAAAAAAAA !!!!”

Seseorang berteriak dari luar gedung Gereja membuat kami semua melihat keluar.

Aku kenal betul dengan suara ini.

Verliend. Dia datang.

 

Aku berlari meninggalkan Altar. Aku ingin menghampiri Verliend dan memeluknya

 

Bruuuukkk……

 

Langkahku terhenti beberapa detik melihat kejadian yang baru saja terjadi.

Aku mempercepat langkahku untuk menghampirinya yang tergeletak tak berdaya.

Beberapa orang di dalam Gereja juga berlari menghampirinya.

 

Aku langsung memeluk tubuhnya yang berlumuran darah, membuat bagian depan & lengan Tuxedo putihku menjadi berwarna merah.

Mobil yang tadi menabraknya kabur begitu saja.

Aku menggenggam tangannya.

“Kumohon, bertahanlah !” ucapku lirih.

 

“Op…ppaa….” panggilnya dengan nafas terputus-putus.

Aku menatap wajahnya.

“Be..ber…baha…gia…lah…..”

Satu kata yang berhasil ia ucapkan hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.

“VERLIEEEEEEEEEEEND !!!! Tidak ! Kumohon, sadarlah !! Ambulan sebentar lagi tiba ! Verliend-ah, buka matamu !! Aku mohon, buka matamu……..” histerisku.

 

Aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup jika harus hidup tanpanya.

 

@@@

 

Aku mengunjungi makam untuk yang kesekian kalinya setelah seminggu yang lalu ia dimakamkan.

“Annyeong Verliend-ah !”

“Bagaimana kabarmu ?? Bahagia hah, telah berhasil  ke surga ??” suara mulai bergetar.

“Verliend-ah, ingat kata-kataku kan ?? Aku akan menemukanmu dimanapun kau berada.”

Yeah… aku mulai menangis sekarang.

“Hsk.. Hsk… bolehkah aku menyusulmu sekarang ?? Aku tidak bahagia disini ! Hsk.. Hsk..”

“Ibu memaksaku untuk menikah ulang dengan Yoora. Hsk.. Hsk… Aku menyusulmu yaa… Tunggu aku di surga !” ucapku lalu meninggalkan makam Verliend.

 

Aku berjalan di trotoar.

Jalanan sangat ramai malam ini.

 

Entah hanya perasaanku saja, atau memang aku sedang berjalan ketengah jalan.

 

Bruuukkkkk….

 

Sakiiiiit…..

Kenapa tubuhku terasa ringan.

Ke surgakah aku sekarang ??

Kalau iya, baguslah.

 

Orang-orang mulai mengerubungiku.

Mereka berusaha menolongku.

Tapi rasanya upaya mereka sia-sia.

 

@@@

 

Verliend-ah, aku pernah berjanji bukan, kalau kita akan selalu bersama selamanya ??

Lihatlah, aku menepati janjiku. Aku menyusulmu ke surga, seperti yang pernah aku katakan dulu.

Kita akan selalu bersama, selamanya. Saling mencintai, selamanya.

Cinta kita telah menjadi cinta yang abadi sekarang.

Kau hanya mencintaiku.

Selamanya hanya mencintaiku.

Aku juga mencintaimu.

Selamanya akan mencintaimu.

Kita saling mencintai.

Dan akan terus saling mencintai di tempat yang indah disana, tanpa kesedihan, dan tanpa tangisan.

 

geudaeneun naman ui sarang

yeongwonhan naman ui sarang

uri saranghaeyo

seul peum eobneun sesang eseo uri

 

END

 

Thx udah baca FF ini ampe abis ^^

Maaf FFnya panjang & Membosankan ^^V

Koment yaa ^^

Tapi jgn bashing😀

Yang koment, baik deh. Boleh tuh, ambil gambarnya Donghae di atas ^^ Gratis + dpt tanda tangan exclusive dari aku😛 *plakk*

 

8 responses

  1. Ping-balik: Search Fanfic Here ! « Korean Fanfics Lovers

  2. Ping-balik: My Fanfictions Since June 2010 – May 2011 | Full of ChoRa

  3. bunuh diri mlh masuk neraka jdnya bkal g ktm tuh,,,hihi
    Cew nya ditabrak jdnya bs jd msk surga cow nya bunuh diri yg jelas msk neraka. Ckck
    Poor donghae…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s