Bleak November (Chapter 6) Ending + Epilog

Bleak November (Chapter 6) Ending + Epilog

Author  : Choi Putri Shawol Sonelf Kpoplovers

Rating   : PG16-NC17

Genre   : Romance, Horror, Thriller, Tragedy, Mystery, terserah reader !

Type      : Series

Cast : SNSD, Super Junior, SHINee, F(x) *gg smua muncul… palink nympil2 dkit*

Disclaimer : Semua Punya Tuhan !! FFnya punya saya !

NB          : YANG GAK SUKA, MENDING GAK USAH BACA DEH ! YANG MASIH NEKAT MAU BACA, SIAPIN MENTAL & KRESEK ATAU EMBER BUAT MUNTAH YAA ^^

MIAN KALO TERLALU SADIS ATAU JANGAN2 GAK SADIS ^^V CUMA SEGINI DOANK KEMAMPUANKU DALAM BERIMAJINASI. Dan.. karena ini chapter terakhir,, aku bikin lebih panjang dari biasanya🙂 Semoga reader gak pada bosen yaa bacanya ^^

Buat yang nungguin FF ini *emank ada yg nungguin ??* Mian yaa menunggu lama ^^V

SARAN, KRITIK, PROTES, & BASHING YANG MEMBANGUN SAYA TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK KASAR & PAKE URAT🙂


Previous Chapter :

-Jinki’s Side-

Jinki masuk ke dalam WC yang ada di kamar itu.

“Jjong-ah… dimana kau ??” panggil Jinki berharap Jjong menjawab panggilannya.

Perlahan, Jinki membuka pintu WC. Namun ia tak menemukan Jjong di dalamnya.

Jinki menutup kembali pintu WC tersebut.

Ia membalik badannya dan….

Chapter 6 :

“Kyaa !!!” kaget Jinki saat melihat wanita berkulit putih pucat dengan darah yang melumuri tubuhnya.

Saking kagetnya, Jinki tidak sengaja menyenggol lemari disebelahnya, sehingga menyebabkan guci di atasnya bergoyang dan jatuh tepat di atas kepala Jinki.

Setelah itu, Jinki pingsan dengan darah yang mengucur dari pelipisnya.

-Yuri’s Side-

Yuri mengedarkan pandangannya mengamati setiap sudut kamar yang ia masuki.

“WC ya ?? hm..” gumam Yuri lalu melangkahkan kakinya menuju WC yang ada di kamar tersebut.

Yuri memegang gagang pintu WC & menarik kenopnya.

Kreeeett….

Pintu terbuka. Yuri masuk ke dalam WC tapi matanya tak menangkap sosok Jonghyun sedikit pun. Ia masuk lebih dalam untuk menelusuri isi WC tersebut. Pikirnya, mungkin saja ada tanda-tanda Jjong sempat kesini & meninggalkan sesuatu yang mungkin bisa dijadikan sebuah petunjuk untuk mencarinya.

Saat sedang sibuk mengamati isi WC tersebut, tiba-tiba mulutnya di bekap oleh seseorang dengan saputangan yang telah di isi cairan chloroform hingga membuat Yuri kehilangan kesadarannya.

-Minho’s Side-

“Jjong-ah ! Kau ada disini ??” seru Minho.

Tak ada sahutan. Minho akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam WC di kamar tersebut.

“Kemana Jjong ?? ” gumam Minho. Karena tak menemukan Jonghyun, ia memutuskan untuk segera pergi dari kamar itu & bertemu dengan Yuri & Jinki.

“KAU ??” kaget Minho saat melihat seorang wanita berdiri di depan pintu kamar sambil mengarahkan pistol ke arahnya.

“Kita bertemu lagi Choi Minho oppa ! Masih ingat aku kan ??” tanya wanita itu.

“A.aaa..apa.. yang kau lakukan ??” tanya Minho gemetaran. Nyalinya agak ciut melihat pistol di tangan wanita itu.

“Apa ya ?? Kau tebak sendiri saja apa yang ingin aku lakukan ! Kalau aku beritahu, permainan tak akan seru !” ucap wanita itu.

Whuuzzz….

Satu peluru berhasil bersarang di bahu kanan Minho. Beberapa detik kemudian, Minho jatuh tak sadarkan diri.

Yup ! Pistol yang di bawa wanita itu adalah pistol tanpa suara dengan peluru bius.

-Sungmin, Donghae, Jessica-

“Hae-ah, perutku mual !” keluh Jessica.

“Kenapa ??” tanya Sungmin.

Donghae menggeleng tidak tahu, “Dari tadi ia mengeluh perutnya mual terus !”.

“Hamil kali !” celetuk Sungmin membuat Donghae & Jessica membelalakkan matanya. Donghae & Jessica saling pandang.

“Kau sudah telat berapa hari ??” tanya Donghae.

“2 minggu lebih 3 hari.” Jawab Jessica.

“Ah! Sudah kuduga ! Lantas sekarang kalian mau apakan janin yang ada di rahim Sica ??” tanya Sungmin.

Donghae terlihat berpikir,”Tidak akan di apa-apakan ! Biarkan saja dia tumbuh !” jawab Donghae.

“Ehm.. tapi aku belum siap jadi orang tua Hae !” ucap Jessica.

“Tenang saja ! Ada aku ! Aku akan membantumu nanti menjadi orang tua yang baik ! Kita akan bersama-sama merawat anak kita nanti !” ucap Donghae membuat Sungmin menampakkan wajah ingin muntahnya.

“Ya! Cukup Hae ! Aku ingin muntah mendengar kata-katamu barusan !” protes Sungmin. Jessica terkekeh melihat wajah cemberut Sungmin.

“By the way, Jinki, Yuri, sama Minho lama banget sih ngecek WC-nya !” ucap Sungmin.

“Kita susul saja, bagaimana ?” usul Jessica.

“Ne ! Ayo kita ke atas !” ajak Donghae.

@Lantai 2

Mereka bertiga memasuki kamar di lantai 2 satu-persatu. Kamar terakhir yang akan mereka masuki adalah kamar yang tadi di masuki Jinki.

“Omo !!” kaget Sungmin saat melihat ada bercak-bercak darah di sekitar lemari.

“Waeyo ??” Tanya Donghae.

“Itu !”  Sungmin menunjuk ke arah bercak-bercak darah di lantai yang berada tepat di dekat lemari. Disekitarnya terdapat juga pecahan-pecahan guci.

Jessica & Donghae sedikit kaget melihat darah-darah tersebut.

“Arrggghhh… semua ini benar-benar membuatku gila !!” erang Donghae.

“Lebih baik kita tinggalkan villa ini sekarang juga !!” ucap Donghae frustasi.

“Lalu bagaimana dengan yang lain ?? Kita tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja !” ucap Jessica.

“Aku rasa Donghae benar ! Kita harus pergi dari sini ! Kita harus menyelamatkan diri kita sendiri dulu, lalu mencari pertolongan ! Kalau kita tetap disini, bisa-bisa kitalah yang jadi korban selanjutnya !” kata Sungmin menyetujui ucapan Donghae.

Jessica pun akhirnya setuju. Mereka bertiga berlari menuju pintu kamar.

Kreeet.. Pintu terbuka. Mereka bertiga terkejut melihat seorang gadis yang tak di kenal berdiri di depan kamar dengan pistol ditangannya.

Wuzzzz..

Gadis tersebut menembakkan peluru bius-nya ke perut Sungmin.

“Mencoba untuk kabur hah ??” ucap gadis itu.

Braaakkk…

Seseorang menghantam kepala Donghae dengan vas bunga dari belakang.

“Aaaaaaaa…” teriak Jessica ketakutan saat melihat Sungmin & Donghae jatuh tak sadarkan diri.

Wuzzz…

Gadis itu menembakkan kembali peluru biusnya ke lengan Jessica. Beberapa detik kemudian, Jessica ambruk di sebelah Donghae.

“Kerja bagus Seohyun-ah !” ucap gadis itu. Ia memasukkan pistol di tangannya ke dalam saku jaketnya.

“Hanya ingin membantu saja ! Setelah ini aku akan pergi ! Tugasku sudah selesai bukan ?? Aku tidak mau terseret terlalu jauh dalam permainan gilamu bersama Sulli !” ucap Seohyun.

“Hahaha… Seharusnya kau ikut bermain bersama kami ! Kau tau, menyayat-nyayat tubuh orang itu sangat mengasyikkan ! Tiap kali aku mengobrak-abrik organ tubuh seseorang, aku merasa aku sedang belajar Biologi ! Benar-benar mengingatkanku saat kita SMA dulu sedang membedah kodok..”

“Hentikan ocehanmu itu !! Kau membuatku ingin muntah bodoh !” sengit Seohyun.

“Ne ne ne ! Sekarang bantu aku membawa orang-orang bodoh ini ke tempat biasa !” ucap gadis itu. Seohyun mengangguk lalu menyeret tubuh Jessica.

~@~

“Selesai !” ucap gadis itu senang.

Donghae, Jinki, & Minho. Di ikat di 3 kursi yang di letakkan sejajar menghadap 3 buah meja panjang yang di atasnya di letakkan Yuri, Jessica, & Sungmin. Kedua tangan & kaki Yuri diikat. Jessica juga sama, namun posisi pengikatan tubuh Jessica mirip seperti seseorang yang akan melakukan persalinan. *ngerti kan ??* Sementara Sungmin, kaki & tangannya tidak terikat.

“Baiklah ! Kau bisa pergi sekarang !!” ucap gadis itu pada Seohyun. Seohyun mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan pengap yang sekarang bisa disebut sebagai tempat eksekusi.

“Sulli-ya !” panggil gadis itu. Sulli yang masih asyik memperhatikan Jessica, menoleh.

“Mau memulai sekarang ??” tanya gadis itu. Sulli menganggukkan kepalanya, senang.

“Ah! Tapi sepertinya kau lebih tertarik dengan gadis itu saengie….” Ucap gadis itu.

“Kita bermain dengan namja tampan ini dulu yaa ?” ajak gadis itu sambil menunjuk Sungmin yang masih terbaring di atas meja tak sadarkan diri. Sulli menganggukkan kepalanya lagi.

Gadis tersebut tersenyum lalu mengambil sebuah pisau besar.

“Hm.. karena  kau imut & aku menyukaimu, jadi aku tidak akan melakukan yang terlalu sadis padamu !” ucap gadis itu lalu membuka baju Sungmin.

“Wow ! Aku tidak tau dia punya perut yang bagus !” gadis itu menyentuh dada bidang & perut sixpack Sungmin dengan jari-jarinya yang panjang.

“Sayang yaa, kau harus menyusul teman-temanmu yang lain !” ucap gadis itu seraya melirik mayat Krystal & Key yang ada di sudut ruangan tersebut.

Perlahan-lahan ia mengoreskan pisau besarnya  mulai dari belahan dada Sungmin. Ia menekan pisau tersebut sampai tubuh Sungmin benar-benar terbelah & memperlihatkan organ tubuhnya. Jantung yang tadinya masih berdetak, kini berhenti berdetak.

“Ah! Sungguh aku tak tega sekali melakukannya jika melihat wajah polosmu itu !” keluh gadis itu lalu menarik pisaunya. Gadis itu mengangkat pisaunya tinggi-tinggi lalu memotong tubuh Sungmin layaknya memotong daging seperti yang di lakukan pedagang-pedagang daging di pasar. Ia menyisakan kepala Sungmin lalu meletakkan kepalanya di atas meja mengghadap ke arah Donghae, Minho, & Jinki yang masih tak sadarkan diri.

Gadis tersebut meletakkan potongan –potongan tubuh Sungmin di dalam sebuah baskom besar.

“Sulli-ya !” panggilnya. Sulli menghampiri gadis itu.

“Bawa itu ke belakang Sulli-ya !” suruh gadis itu sambil menunjuk baskom besar yang berisi potongan tubuh Sungmin. Sulli mengangguk lalu menyeret baskom itu.

Bunyi seretan baskom tersebut membuat Donghae & Jinki perlahan-lahan mulai sadar.

Jinki tercengang begitu melihat kepala Sungmin tanpa tubuhnya menghadap ke arahnya. Donghae pun juga sama. Ia bahkan lebih terkejut lagi begitu sadar ia & teman-temannya dalam keadaan terikat.

Gadis tersebut menghampiri Jessica yang masih tak sadarkan diri.

“Hm.. tadi Seo bilang ia mendengar kalau kau sedang hamil ya ?? Hm.. sepertinya kau tidak mengharapkan bayi itu ! Baiklah, akan kubantu !” ucap gadis itu lalu pergi menuju lemari kesayangannya.

“Ya! Mau kau apakan pacarku !!!” seru Donghae begitu mendengar perkataan gadis itu.

Gadis tersebut menoleh. “Ohhh.. kalian sudah sadar ?!” ucap gadis itu. Jinki menoleh, ia terkejut begitu mengetahui siapa gadis yang di ajak bicara oleh Donghae. “Neo ?!?!” tanyanya tak percaya.

“Kita berjumpa lagi Lee Jin Ki oppa !” ucap gadis itu. Setelah menyunggingkan senyum kemenangannya, ia berbalik & berjalan ke arah lemari untuk mengambil sesuatu.

~@~

Sulli sampai di dapur yang tersambung dengan kamar mandi. Ia melangkahkan kakinya menuju mesin cuci lalu memasukkan potongan-potongan tubuh Sungmin ke dalamnya & meng-ON-kan mesn cuci. Setelah itu, ia kembali ke ruang eksekusinya.

Sulli melihat onnienya yang sudah bersiap di depan Jessica dengan beberapa peralatan aneh di tangannya.

“Ya !!! Apa yang mau kau lakukan gadis gila !!!” teriak Donghae saat melihat gadis itu mulai melepas celana dalam Jessica. Jinki hanya menundukkan kepalanya, tidak berani melihat gadis itu.

“Aku ?? Tentu saja ingin membantu pacarmu !” jawab gadis itu.

“Menjauh !! Jauhi dia !! Jangan apa-apakan dia !! Sakiti aku saja !!!” teriak Donghae.

“Ooo… tentu ! Giliranmu nanti Donghae-ssi ! Bersabarlah sedikit !” ucap gadis itu membuat emosi Donghae semakin menjadi-jadi. Donghae mencoba melepas tali yang mengikat tubuhnya. Tapi ikatannya terlalu erat sehingga membuatnya kesulitan.

Gadis itu perlahan memasukkan benda yang terlihat seperti pisau baja ke dalam rahim Jessica.

“Sayang sekali aku tak punya alat kuret ! Jadi kita pakai metode D&C saja yaa Jessica-ssi !” ucap gadis itu.

“YA ! JANGAN ! JANGAN ! KUMOHON ! Jangan apa-apakan dia & bayinya !” ucap Donghae memelas dengan air mata yang kini mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.

Gadis itu tidak menghiraukan Donghae yang kini menangis memohon agar ia tidak menyakiti Jessica. Ia malah semakin semangat untuk melanjutkan pekerjaannya.

“Ah! Aku tidak tau bagaimana cara menggunakan metode D&C ! Hm.. baiklah ! Aku asal saja !” ucap gadis itu. Donghae menatap Jessica yang masih tak sadarkan diri. Sedangkan Jinki, masih menundukkan kepalanya,  pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya & teman-temannya.

Gadis itu mengarahkan pisaunya mencari gumpalan darah yang nantinya akan membentuk tubuh manusia di dalam rahim Jessica. Setelah pisaunya menyentuh gumpalan darah yang ia cari, ia mulai memotong gumpalan tersebut menjadi berkeping-keping. Darah segar mengalir dari selangkangan Jessica. Jessica meringis & mulai sadar. Gadis itu tersenyum saat mendengan ringisan Jessica. Setelah mencincang-cincang janin Jessica, gadis itu mengorek-ngorek plasenta dari dinding rahim Jessica, membuat darah yang mengalir semakin deras.

“Aaarrrgghh…” jerit Jessica saat pisau itu melukai dinding rahimnya.

“SICA !!” pekik Donghae.

“YA !! BERENGSEK !!! HENTIKAN !!!  JANGAN SAKITI DIA LAGI !!! BITCH !! STOOOOOP !! HENTIKAN ATAU KUBUNUH KAU !!” teriak Donghae.

Gadis itu menggertakkan giginya, kesal. Menurutnya, Jessica & Donghae mengganggu pekerjaannya.

Gadis itu memutar-mutar pisaunya di dalam rahim Jessica. Darah yang mengalir makin deras & rahim Jessica robek. Kaki Jessica bergerak-gerak berusaha menendang tangan gadis di hadapannya. Tapi, tali yang mengikat kakinya membuatnya tidak bisa menendang gadis itu.

“DIAM BODOH !! KAU MENGGANGGU PEKERJAANKU !” bentak gadis itu.

Gadis itu menusukkan pisaunya semakin dalam membuat Jessica perlahan berhenti menggerakkan kakinya. Sakit. Itu yang ia rasakan.

Plug…plug..plug…

Gumpalan-gumpalan darah yang tadi dipotong di dalam rahim Jessica, ikut mengalir bersama darah Jessica & jatuh ke lantai.

Jessica mulai kehilangan kesadarannya. Perlahan-lahan matanya mulai tertutup.

Donghae ikut menundukkan kepalanya seperti Jinki. Ia sudah pasrah terhadap maut yang sebentar lagi menjemputnya setelah Jessica.

Gadis itu kini berjalan mendekati Donghae.

“A..aa…pa.. maumu hah ??” tanya Donghae ketakutan saat gadis itu mulai memain-mainkan pisau di tangannya.

“Kenapa ?? Kau takut ??” tanya gadis itu dengan nada menantang.

“Cih !! Bukannya tadi kau bilang mau membunuhku ?? Ayo ! Bunuh aku !!” seru gadis itu.

“Baiklah ! Kalau kau tidak mau membunuhku, aku yang akan membunuhmu !” ucap gadis itu membuat Jinki & Donghae bergidig ngeri.

Gadis itu mengangkat wajah Donghae, membuat Donghae menatap wajahnya.

“Bersiaplah menyusul kekasih & anakmu !” ucap gadis itu.

Gadis itu meletakkan ujung pisaunya di pelipis kanan Donghae. Perlahan-lahan, ia menggerakkan pisaunya sambil menekan pisau tersebut sampai leher Donghae membuat wajah sebelah kananya berlumuran darah. Tepat di leher Donghae, gadis tersebut mencari urat nadi Donghae. Setelah menemukan urat nadinya, gadis itu menggerakkan pisaunya ke depan & ke belakang layaknya orang yang sedang memotong leher ayam. Ia menggerakkan pisaunya sacara perlahan. Menikmati setiap gerakkan yang ia lakakukan. Donghae hanya bisa meringis, pasrah akan maut yang kini tengah menantinya di depan mata. Sementara Jinki, tetap pasrah dengan kepala tertunduk tidak ingin melihat penderitaan temannya.

Gadis itu membuka baju Donghae menggunakan pisaunya sehingga meninggalkan goresan-goresan di tubuh Donghae. Donghae memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang ia rasakan. Gadis itu menatap gemas pada Donghae.

“Jangan gigit bibirmu seperti itu ! Kau tampak menggoda sayang !” ucap gadis itu lalu mencium bibir Donghae kilat.

Gadis itu mulai memainkan pisaunya di dada Donghae. Membuat gambar lingkaran dengan pisaunya di dada sebelah kiri Donghae. Tangannya bergerak memutar dengan tempo yang semakin lama semakin cepat membuat pisau tersebut perlahan-lahan menembus kulit Donghae. Gadis itu melepas tali yang mengikat tubuh lemas Donghae sambil tetap membiarkan tangannya bergerak memutar di dada Donghae. Kemudian ia mendorong tubuh Donghae hingga terbaring di lantai.

Gadis itu menduduki perut Donghae. Ia memainkan kembali pisaunya di dada kiri Donghae yang sudah ia gambar lingkaran tadi. Ia tidak memutar-mutar pisaunya seperti tadi, tapi menggerakkan pisaunya seperti orang yang sedang mengaduk adonan kue.

“Aaaarrrgghh..” jerit Donghae tertahan.

“Kenapa ? Sakit ?? Baiklah ! Akan ku buat kau tidak akan pernah merasakan yang namanya sakit lagi !” ucap gadis itu kemudian mempercepat gerakan tangannya. Ujung pisaunya kini telah menyentuh tulang dada Donghae. Ia menghentikan tangannya kemudian menarik kulit serta daging Donghae yang telah ia bentuk lingkaran tadi sehingga memperlihatkan isi dada kiri Donghae. Beberapa detik setelah itu, Donghae benar-benar menyusul teman-temannya yang lain ke akhirat.

“Tulang !” ucap gadis itu saat melihat sesuatu yang berwarna agak putih di lubang yang telah ia buat di dada kiri Donghae. Ia bangkit dari duduknya kemudian mengambil palu besar yang ia gunakan untuk membunuh Jonghyun & Key.

Ia kembali menghampiri Donghae & meretakkan tulang-tulang Donghae dengan palunya. Jinki memejamkan matanya berusaha untuk tidak melihat kesadisan gadis itu.

“Kenapa oppa ?? Kau takut ?? Ayo ! Buka matamu ! Lihatlah apa yang bisa kuperbuat sekarang !!” seru gadis itu kepada Jinki.

Ia menghantam-hantamkan palunya ke bagian dada Donghae secara bertubi-tubi membuat tubuh bagian atas Donghae hancur. Darah Donghae bermuncratan kemana-mana hingga mengenai Jinki yang berada tidak jauh dari Donghae & gadis itu.

Yuri perlahan membuka matanya. Suara bising di ruangan itu membuatnya sedikit demi sedikit mulai sadar. Sulli yang melihat Yuri pun segera menghampiri  Yuri.

“Annyeong onnie ^^” sapa Sulli.

Suara Sulli membuat Jinki mendongak & membuka matanya.

“SULLI ?!?!” pekiknya terkejut saat melihat Sulli ada di ruangan yang sama dengannya. Merasa namanya ddipannggil, Sulli menoleh. Matanya menyiratkan kebencian yang sangat besar saat menatap wajah Jinki. Gadis itu tersenyum melihat adegan tatap menatap antara Sulli & jinki. Sementara Yuri masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.

Sulli berbalik & berjalan ke arah lemari lalu mengambil sebuah tabung kecil. Ia membuka tabung tersebut kemudian mengambil beberapa buah jarum jahit. Ia berjalan ke arah Yuri yang masih terbaring lemas dengan tangan & kaki terikat di atas meja.

“Sulli-ya, jangan ! Dia tidak bersalah Sulli-ya ! Jangan sakiti dia !” ucap Jinki. Sulli menoleh. Ia menatap tajam pada Jinki.

“Sulli-ya, oppa tau kau adalah anak yang baik ! Jangan lakukan itu okay !” ucap Jinki membujuk Sulli yang kini bersiap menusukkan satu jarum ke pipi Yuri.

Gadis itu terlihat gemas menatap Jinki. Ia berjalan ke arah Sulli lalu mengambil segenggam jarum jahit dari tabung yang Sulli ambil tadi.

“Kau terlalu berisik bodoh !!” ucap gadis itu lalu menghampiri Jinki & memegang wajah Jinki. Jinki menggerak-gerakkan kepalanya berusaha melepas tangan gadis itu.

“Rrrrgghh..” erang Jinki saat gadis itu menusukkan satu jarum di ujung kedua bibirnya. “Diam atau aku akan benar-benar menjahit mulutmu !” ancam gadis itu.

“Levashan ahuu !! (Lepaskan akuu !!)” ucap Jinki tak jelas. Gadis itu menyeringai. Ia menusukkan lagi jarum –jarum itu hingga membuat  Jinki tak bisa bicara lagi.

“Beres !! Seharusnya kau menutup mulutmu sejak tadi ! Jadi aku tidak perlu susah-susah membuang-buang jarumku untuk menjahit mulutmu !” ucap gadis itu kemudian menghampiri Sulli yang sedari tadi melihatnya membungkam mulut Jinki.

“Sulli-ya, kenapa diam ?? Ayo lanjutkan permainanmu ! Onnie akan membantumu sekarang !” ucap gadis itu membuat Sulli tersenyum senang.

Sulli mengambil jarum di dalam tabung kecil yang ada di tangan kirinya. Gadis itu membantu Sulli memegang wajah Yuri membuat Yuri sadar 100%.

“Apa yang mau kalian lakukan ?!?!” seru Yuri sambil menggerak-gerakkan tubuh & kepalanya.

“Tenanglah Yuri-ssi ! Ini akan menyenangkan ! Kau tidak akan pernah merasakan sakit setelah ini !” ucap gadis itu.

Sulli menusukkan satu jarum ke pipi kiri Yuri membuat Yuri meringis. Satu jarum lagi ia tusukkan ke pipi kirinya. Airmata mengalir dari sudut mata Yuri.

Belum puas dengan pipi, Sulli menusukkan jarumnya ke bola mata sebelah kiri Yuri membuat Yuri menjerit, “Aaaaaa !!!”

Jeritan Yuri membuat Minho perlahan sadar dari pingsannya.

Sulli menusukkan lagi jarum itu ke bola mata Yuri. 2 jarum sudah menancap tapi Sulli belum puas. Ia menancapkan terus, terus, & terus jarum-jarum di tangannya hingga memenuhi bola mata sebelah kiri Yuri. Darah mengalir dari mata kiri Yuri membuat Sulli semakin bersemangat memainkan jarumnya.

Minho menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pusing yang menyerang kepalanya. Ia menoleh ke samping & terkejut melihat Jinki dengan bibir yang penuh dengan tusukan jarum sehingga membuat bibirnya terkatup rapat.

“Jinki-ya !” kaget Minho. Jinki menggerak-gerakkan dagunya menunjuk Yuri yang kini tengah di siksa oleh Sulli & gadis gila itu.

“Aaaaa…” jeritan Yuri membuat Minho menoleh & mengerti apa yang dimaksud Jinki.

“Yuri !!” seru Minho terkejut melihat 2 wanita yang membelakanginya tengah menyakiti Yuri.

“Oooh.. Choi Minho oppa sudah sadar ?? Sulli, sambut oppamu sayang !” suruh gadis itu membuat Minho semakin terkejut mengetahui gadis satunya adalah Sulli, adik sepupunya yang telah lama menghilang.

“Su…sul..Sulli ??” ucapnya tak percaya.

Sulli hanya menyunggingkan senyum sinisnya kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

“Ya! Ya! Ya! Sulli !! Jangan sakiti dia !!” seru Minho.

“Berisik !! Diamlah & biarkan Sulli bermain dengan kekasihmu !!” bentak gadis itu.

“Apa salahku hah ?? Kenapa kau lakukan ini padaku & teman-temanku ???” tanya Minho balas membentak gadis itu.

“Kau masih berani melontarkan pertanyaan bodohmu itu ?? Kau pikir, apa yang membuatku begini ??” tanya gadis itu balik.

Minho terdiam. Ia tau apa alasan gadis itu melakukan semua ini. Balas Dendam. Ya, tidak ada alas an lain selain balas dendam.

“Ini belum seberapa dengan apa yang kau & Jinki bastard itu lakukan pada onnieku !! Kalian berdua ! Harus mendapatkan balasan yang lebih kejam dari apa yang telah kalian lakukan pada onnieku !!” ucap gadis itu membuat Minho & Jinki tercengang.

“Kenapa ?? Kalian kaget kenapa aku bisa tau semua kebusukkan kalian ??” tanya gadis itu.

“Aku tau semuanya ! Mulai dari tindakan bodoh kalian yang menjadikan onnieku sebagai pelampiasan atas rasa penasaran kalian terhadap sex ! Sampai pembunuhan yang kalian lakukan terhadap onnieku, aku tau !! Aku bahkan juga tau kemana kalian membuang mayat onnieku !” ucap gadis itu sambil berurai air mata. Sulli menatap heran pada gadis itu. ‘Mengapa onnie menangis ??’ itulah pertanyaan yang muncul di benak Sulli.

“Kalian tau ?? Dia satu-satunya keluarga yang aku punya ! Dia satu-satunya  tempatku bergantung ! Dia yang seharusnya menemaniku sampai ini ! Dia ! Dia, Victoria onnie !! Onnieku yang telah kalian bunuh !!”  jerit gadis itu.

“And you know what ?? Sebagai langkah awal aksi balas dendamku, aku menculik Sulli sepupumu Choi Minho ! Aku membuatnya berubah hingga menjadi sekarang ini ! Aku membuatnya membenci semua keluarganya termasuk Choi Siwon & Choi Sooyoung orang  tuanya ! Dan aku, juga membuatnya menjadi seorang… KANIBAL !! Hahahahahaha…” ucap gadis.

“Kau…” Minho kehilangan kata-katanya.

“Apa ?? Kau mau bilang aku gila ?? YA !! AKU MEMANG GILA !! AKU GILA KARENA RASA DENDAM YANG AKU MILIKI PADA KALIAN !! Meskipun nyawa, kalian serahkan padaku, aku tidak akan pernah puas !! Aku baru akan puas kalau kalian mengembalikkan onnieku seperti semula ! Tapi aku tau ! Kalian pasti tidak akan mampu melakukan itu ! IYA KAN ?? Asal kalian tau ! Arwah onnieku menjadi arwah penasaran ! Dia tidak bisa istirahat dengan tenang ! Kalian tau kenapa ?? ITU KARENA DENDAMNYA BELUM TERBALASKAN !! Maka dari itu, aku ada disini untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa beristirahat dengan tenang !!” teriak gadis itu.

Gadis itu kini menatap Yuri yang sudah tergeletak lemas dengan darah yang membasahi wajahnya.

“Sekarang, kalian harus merasakan, bagaimana rasanya melihat orang yang kita sayang di bunuh di depan mata kita sendiri !!” ucap gadis itu kemudian menyeringai. Gadis itu berjalan menuju lemari penyimpanan mainannya & Sulli. Ia mengambil box besar kemudian membawanya ke arah Sulli & Yuri.

“Sulli-ya, ayo kita main masak-masakkan ! Nanti kau yang cicipi hasilnya yaa !” ajak gadis itu dibalas dengan anggukan dari kepala Sulli.

“Ya !! Jangan sentuh dia !!” Jerit Minho. Gadis itu tidak menghiraukan Minho. Ia malah semakin bersemangat saat mendengar jeritan Minho.

Gadis itu mulai merobek baju Yuri hingga Yuri hanya mengenakan bra & celana dalamnya saja. Ia mengeluarkan 2 pisau dari box yang di bawanya. Ia menyerahkan satu pisau kepada Sulli. “Kita mulai dari jari yaa !” ucap gadis itu. Yuri mengepalkan tangannya berusaha menyembunyikan jari-jarinya dari 2 gadis gila di hadapannya.

Sulli & gadis itu memegang tangan Yuri masing-masing di sebelah kanan & kiri. Sulli di kiri & gadis itu di kanan. Jinki menatap ngeri pada kedua gadis gila itu. Sementara Minho, ia terus menjerit-jerit agar kedua gadis itu tidak menyakiti Yuri.

Sulli & gadis itu menarik paksa jari-jari Yuri & meletakkan telapak tangan Yuri di meja.

“1..2..Ti…” gadis itu memberi  aba-aba dan..

Brakkkk…. Jempol Yuri dua-duanya terpotong.

“Aaarrrgghh..” jerit Yuri.

“1..2..Ti..”

Braakkkk… Kini Ibu jari yang terpotong.

Darah mengalir dari potongan jari Yuri.

“Hentikan ! Kumohon hentikan !!!” jerit Minho. Tapi, semakin Minho menjerit, kedua gadis itu semakin bersemangat untuk bermain dengan tubuh Yuri.

“1..2..Ti…”

Brakkkk…  kedua jari tangah Yuri terpotong.

Airmata bercampur darah, mengalir dari kedua mata Yuri yang telah dipenuhi dengan jarum kreasi Sulli.

“1..2..Ti…”

Brakkk… Jari manis Yuri terpotong sempurna, menyisakan 2 jari kelingking saja.

“1…2…Ti..”

Brakkkk.. kini tangan Yuri sudah tak berjari lagi.

Gadis itu mengalihkan tatapannya ke arah Minho yang kini berurai air mata tak tega melihat kondisi kekasihnya, Yuri yang mengenaskan.

Gadis itu menatap 2 gundukan indah di dada Yuri.

“Bagaimana kalau sekarang dengan payudara ??” tanya gadis itu pada Sulli. Sulli mengangguk mengiyakan.

Gadis itu melepas paksa bra Yuri sehingga menampakkan payudara Yuri yang indah & besar.

“Wow ! Choi Minho, lihatlah ! Kau sudah pernah mencicipinya atau belum ?? Wahh.. sangat rugi kalau kau belum pernah mencicipi gadis ini !!” ucap gadis itu.

“DIAM KAU BITCH !!!” bentak Minho.

Gadis itu menatap Sulli, “Ayo mulai !!” ajak gadis itu.

Pertama-tama, gadis itu mengiris puting susu Yuri, membuat Yuri menjerit dengan suara lemahnya. Selanjutnya, ia & Sulli memotong kotak-kotak payudara kenyal Yuri membuat Yuri menghembuskan nafas terakhirnya beberapa detik kemudian.

“Yaahh.. mati deh !” ucap gadis itu dengan nada yang dibuat-buat seolah-olah kecewa.

“BANGSAT !! KAU SETAN !! IBLIS !!” teriak Minho murka.

“KALAU AKU IBLIS, LALU KAU APA BASTARD ???” balas gadis itu tak kalah murka.

“Shit ! Aku sudah tak sabar untuk melenyapkan kalian dari bumi ini !” ucap gadis itu lalu melempar pisaunya ke arah Jinki. Dan…

Gotcha !!

Pisau itu mengenai dada Jinki.

“Aaarrggghh…” erang Jinki.

Gadis itu mengambil tali senar yang di masing-masing ujungnya telah di ikat kayu.

“Mau bermain tarik tambang ??” tawar gadis itu pada Sulli. Sulli mengangguk. Gadis itu menuntun Sulli berjalan ke arah Jinki. Ia menarik kursi Jinki ke tengah ruangan. Lalu, gadis itu melilitkan tali senar itu di leher  Jinki. Ia memberikan salah satu ujung tali kepada Sulli.

“Tarik yang kencang okay ??” ucapnya memberi  aba-aba pada Sulli. Sulli mengangkat jempolnya.

“1..2…3…Tarik !!” suruh gadis itu. Mereka menarik tali itu sekuat mungkin membuat Jinki kesulitan bernafas. Jinki menggerak-gerakkan kepalanya. Matanya melotot seperti ingin keluar dari tempatnya.

Taasssh…

Tali terputus. “Shit !” umpat gadis itu ia membanting kayunya. Minho menatap Jinki penuh rasa iba. Tapia pa daya, ia juga tak bisa melakukan apa-apa untuk menolong Jinki. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya pasrah akan nasibnya & nasib Jinki.

Gadis itu kembali dengan bor di tangannya. Ia memasang kabel ke stop kontak lalu menghidupkan alat bornya. “Sebaiknya aku segera menyelesaikan aksiku ini ! Seohyun sudah menungguku di bandara Incheon !” ujar gadis itu membuat Minho & Jinki tercengang.

“Se..se..seo..hyun ??” ucap Minho tak percaya.

“Ne ! Seohyun ! Pembantu di villa ini ! Wae ?? Kau kaget ?? Hahahaha… Dialah orang yang membantuku melancarkan aksi balas dendamku ! Dia yang mematikan air di lantai satu kecuali dapur agar kalian menggunakan wc lantai dua ! So, aku & Sulli jadi lebih gampang jika ingin membunuh kalian ! Dan, dia juga yang membantuku memindahkan mayat teman-teman kalian ! Pokoknya ia ikut mengambil peran dalam aksiku ini meskipun ia tidak ikut-ikutan mengotori tangannya dengan membunuh kalian seperti aku & Sulli !” jelas gadis itu.

Ia mengalihkan kembali tatapannya ke arah Jinki. Ia mendekatkan bor di tangannya kemudian mengebor ke dua telapak tangan Jinki secara bergantian.

“Nggghhh…” erang Jinki. Gadis itu memindahkan bornya ke perut Jinki kemudian mengebor perut Jinki sampai berlubang & menembus kulit punggungnya. Gadis itu meletakkan bornya. “Sulli-ya, ambilkan onnie gergaji !” peritah gadis itu pada Sulli. Sambil menunggu Sulli mengambil gergaji, gadis itu melepas tali-tali yang mengikat tubuh Jinki. Ia menghempaskan tubuh Jinki ke lantai.  Ia naik ke atas tubuh Jinki kemudian melompat-lompat membuat Jinki akhirnya menyusul teman-temannya yang lain. Setelah puas melompat-lompat, ia mengambil kapak yang sempat di gunakan Sulli untuk memotong-motong tubuh Sunny. Ia menghancurkan tubuh Jinki dengan kapak itu hingga jadi potongan kecil-kecil.

Peluh membasahi tubuh gadis itu. Ia menoleh ke arah Sulli yang berada di dekatnya lengkap dengan gergaji di tangannya. Ia menghampiri Sulli & mengambil gergaji ditangannya lalu berjalan ke arah Minho.

“Sekarang saatnya kau menyusul teman bangsatmu itu !!” ucap gadis itu.

Ia mengambil tangan kanan Minho. Minho berusaha menarik tangan kanannya, tapi tidak bisa karena Sulli membantu gadis itu memegang tangannya. Gadis itu meletakkan gergajinya di atas tangan Minho kemudian menggerakkan gergajinya ke depan & ke belakang.

Grrrtt..ggrrrttt..ggrrrtt….

“Arrrgghh…” jerit Minho.

Grrrtttt…ggrrrtt..ggrrrrttt….

Setengah tangan Minho terpotong. Darah mengucur dari bekas potongannya. Gadis itu kini berpindah ke sebelah kiri Minho. Ia mengambil tangan kiri Minho. Kali ini Minho tidak berontak.

Grrrttt…grrrtt..grrrtt..

“Ngghhh…” erang Minho dengan suara kecil. Ada air mata di sudut matanya.

Grrttt..ggrrrtt..gggrrrttt…

Tangan kiri Minho kini ikut puntung seperti tangan kanannya.

Gadis itu sepertinya sudah tidak sabar untuk menghabisi Minho. Ia melepas tali yang mengikat Minho lalu melempar tubuh Minho ke lantai.

Ia membanting gergajinya lalu mengambil kapak tadi.

Gadis itu memotong kedua kaki panjang Minho. Ia mengganti lagi kapaknya dengan gergaji.

Gadis itu duduk di atas tubuh Minho lalu memegang kepalanya. Ia meletakkan gergajinya di leher Minho.

“Matilah kau Choi Minho !!” ucapnya.

Grrtt.. Grrrttt… grrrttt…

Berkali-kali ia menggerakkan gergajinya ke depan & ke belakang sampai akhirnya kepala Minho terpisah dari tubuhnya.

Ia berdiri & membawa kepala Minho ke atas meja.

Grrrtttt…grrrttt..gggrrrrtttt…

Gadis itu membuka kepala Minho menggunakan gergajinya hingga isi kepala Minho terlihat. Ia meletakkan gergajinya kemudian memasukkan tangannya ke dalam kepala Minho. Ia menarik paksa otak Minho agar keluar dari tempatnya.

“Yeah !! Kepalamu sudah kubersihkan dari otak busuk ini ! Kau harus berterima kasih padaku Choi Minho !” ujar gadis itu lalu melepaskan kepala Minho dari tangannya & membuang otak Minho ke lantai.

YOUR POV

Aku tersenyum melihat hasil pekerjaanku bersama Sulli.

‘Vic onnie, lihat ! Aku sudah berhasil membalaskan dendammu ! Sekarang, beristirahatlah dengan tenang !’

Aku menatap Sulli. “Sulli-ya, onnie pergi dulu yaa menyusul Seohyun onnie !” ucapku sambil tersenyum.

“Onnie, aku ikuut !” rengek Sulli.

“Jangan ! Kau harus menunggu Eomma & Appamu di sini ! Mereka pasti merindukanmu !” ucapku membujuknya agar ia tidak ikut.

“Eomma & Appa jahat !” serunya.

“Tidak ! Mereka sudah tidak jahat lagi !” ucapku.

“Sulli-ya, dengarkan onnie…” aku memegang bahunya.

“Eomma & Appa sebenarnya sayang sama Sulli ! Mian, onnie bohong sama Sulli ! Jadi, Sulli harus kembali pada mereka ! Nanti, kalau ada polisi & banyak orang yang datang ke sini, Sulli ngumpet yaa ! Kalau udah sepi, baru Sulli cari Eomma & Appa !” pesanku. Sulli mengangguk. Aku membelai rambut panjangnya. “Sekarang onnie pergi yaa ! Kasian Seo onnie sudah lama menunggu onnie ! Sulli baik-baik yaa di sini !” ucapku. Sulli mengangguk lalu aku pergi meninggalkannya.

#END#

Epilog

Villa milik keluarga Choi itu, kini dipenuhi dengan polisi & beberapa warga yang tinggal di sekitar villa itu. Sejak mendengar berita terjadinya pembunuhan besar-besaran di villanya, Siwon & Sooyoung kembali ke villanya.

Sooyoung menangis histeris saat melihat ada banyak mayat di rumahnya. Menurut laporan polisi, pusat pembunuhannya dilakukan di salah satu kamar pembantu yang kosong yang terletak di belakang villa. Satu mayat yang sudah busuk & dipenuhi nelatung di temukan di ladang Lavender & di duga salah satu anak muda yang ikut menginap di Villa keluarga Choi itu.

Polisi memasang garis polisi di sekitar villa itu. Rencananya, besok pagi akan di adakan pemeriksaan lebih lanjut. Siwon & Sooyoung belum diperbolehkan untuk menempati villa itu kembali. Jadi, mereka memutuskan untuk tinggal di rumah mereka yang ada di Seoul.

Mereka kembali ke mobil mereka yang di parkir tepat di bawah pohon besar.

Siwon membuka pintu mobilnya. Ia menolehkan kepalanya saat sudut matanya menangkap sesosok gadis yang tengah berjongkok di samping mobilnya.

“Su..su..sul..li ??” ucapnya tak percaya.

“Yeobo, ada apa ?” tanya Sooyoung yang hendak masuk ke dalam mobil.

Siwon menunduk &  menarik tubuh gadis di depannya untuk ikut berdiri.

“Sulli-ya, ini benar kau ?? Kau Sulli ? Sulli anak appa ??” tanya Siwon tak percaya. Mendengar nama anaknya disebut, Sooyoung menghampiri Siwon & terkejut melihat, Sulli, anak semata wayangnya yang telah lama hilang kini ada di hadapan mereka.

“SULLI !” panggil Sooyoung lalu memeluk tubuh Sulli. Siwon memeluk anak & istrinya.

“Kau kemana saja sayang ?? Eomma & Appa mencarimu !” ujar Sooyoung dengan air mata yang mengalir di pipinya. Tidak. Ia tidak menangis karena sedih. Tapi ini adalah tangisan kebahagiaannya setelah akhirnya ia bisa bertemu & memeluk kembali putrinya.
“Eomma. Appa.” Panggil Sulli.

“Ne ! Ini eomma & appa sayang !” ucap Sooyoung.

Siwon melepas pelukannya. “Sekarang kita pulang ke Seoul ya !” ajak Siwon. Ia membukakan pintu mobilnya untuk Sooyoung & Sulli. Sooyoung melepas pelukannya & mengajak Sulli masuk.

Siwon membuka pintu depan mobilnya lalu duduk di depan kemudi.

Selama di perjalanan, Sooyoung tak henti-hentinya memeluk, mencium & membelai rambut Sulli. Siwon tersenyum melihat istri & anaknya di jok belakang.

“Eomma, kita cari Vic onnie yuk !” ucap Sulli tiba-tiba membuat Sooyoung & Siwon bingung.

“Vic onnie ?? Ooh.. Victoria teman kecil oppamu ?? Memang dia dimana ??” tanya Sooyoung.

“Di surga !” jawab Sulli membuat Sooyoung & Siwon tertegun.

Tanpa sepengetahuan Sooyoung, Sulli mengeluarkan pisau lipat dari saku jaketnya.

“Aaarrrgghh..” jerit Sooyoung membuat Siwon menoleh.

“Sulli, eommamu kenapa ??” tanya Siwon panik melihat wajah kesakitan Sooyoung. Matanya mengarah pada tangan Sooyoung yang memegangi perutnya. “Sulli-ya ! Apa yang kau lakukan pada eomma ??” tanya Siwon panik saat melihat pisau lipat Sulli menancap di perut Sooyoung.

Sulli tersenyum lalu mencabut pisaunya dari perut Sooyoung. “Kan tadi Sulli sudah bilang, Sulli ingin kita menyusul Vic onnie appa !” ucap Sulli kini meletakkan pisaunya didepan leher  Siwon. Siwon melepaskan tangannya dari kemudi kemudian memegang tangan Sulli yang menekankan pisau di lehernya. Kaki Siwon menginjak-injak pedal rem, namun tak bereaksi sama sekali. Remnya blong. Sulli lah yang merusaknya saat Siwon & Sooyoung masih berada di villa.

Mobil Siwon melaju kencang. Tepat di tikungan, mobilnya tetap berjalan lurus & menabrak pagar pembatas lalu jatuh ke jurang. Siwon sekeluarga pun akhirnya meninggal.

END

Huah… akhirnya selesai juga FF ini🙂 Mian yaa menunggu lama ^^V

Giman readers ?? Sudah puas ??

Apakah ini udah sadis ? Ohh.. ato jangan2 gak sadis ? Fufufu… mian yaa, kalo hasilnya mengecewakan ^^V maklumlah, aku ini penulis amatiran yang masih nyoba-nyoba belajar bikin FF dengan genre thriller.

Untuk Typo, maaf yaa kalo ada bnyk typo.. ini buru2 ngrjainnya, & juju raja aku males benerin lagi *plakk*

Sesuai permintaan kalian, chapter ini kubuat panjang. Ini udah 20 halaman Ms. Word loh.. jadi jangan ada yang protes bilang pendek lagi okeh😉

Oh ya,, gimana ?? gimana ?? gak pada kaget kan pas tau siapa pembunuhnya selain Sulli & Hantu Victoria ??

Wkwkwkwk… Author lagi sarap.. jdi kalian/reader yg aku jadiin onnienya😛

Yg jwb Sulli itu bener, yg jawab hantunya itu Victoria juga bener, yang jawab Seohyun agak bener (Seo gg ikut ngebunuh. Dia Cuma bantuin doank !) Dan… ada yang berhasil menjawab Onnie Sulli itu diri kalian sendiri ??

Fufufu…  gmna rasanya nyincang2 tubuh org chingudeul ??

Wkwkwkwk.. peace ^^V

Okay, akhir kata aku ucapkan terima kasih kepada readers yg sudah setia mengikuti FF ini dari awal hingga akhir : Vivi onnie, astrirestikaa, gaby_seokyu, jungsooae, wiwon, afifah, lauraras, zahrazachra, renitas25, Aiko_247 , Moza Ajjah, ditza, zumi shinigami, Chelsea, eno saeng, queenloveminho, vaa_evaa, Choi Seun-U, Nai, Kimjongkyun, sparKYU_Andri, ‘96line, KyuRa, mrs.jonghyun, ShinStarKey, Arya Kee Ree Gaskins bkan pee wee gaskins, jeeYa jung(SuShi), blingblingoppa , seohyekyu onnie, irayesung, arinkpoplover, diah meiiya, song jemi, myungie, Choi Minra, Andra^^, vanyaflames, sooheekyu, arum ‘park min seung’, shawol_elf, hyoori_gyu, galih savitri, TasyaELFEunSiHae+kyu, ameirakyuhyun & reader2 lain yg belom mau manampakkan dirinya ^^

Kalo gak ada kalian, aku gak tau ini FF bakal selesai atau enggak🙂

Thx yaa untuk wktu & pulsa yg kalian pny buat baca FF abal saya ini.

Sampai jumpa di FF saya yang lain ^^

75 responses

  1. Yaampun thorrr–__– gimana bisa thor buat cerita seSADIS inii thorr?? Dapet pencerahan dari mana thorr? Dan kok bisaa onnie nyaa sulli itu diri kami sendiri thorr? Kok bisa thorr? Dapet pemikiran dari mana thorr?? Asli dehh yaa baru pertama kali ini baca ff yg mungkin castnya itu diri sendiri-_- jujur thorr dari awal ganyangka kalau onnie nya sulli itu diri sendiri-_- langka nii ff–__–
    Mian curcol thorr-_-
    Dan salam kenal juga yaa thor aku reader baru disini.hehehe:D

  2. dendam bisa bikin darah jadi dingin…
    kyk itu tuh….nyiksa anak orang tapi gk ada rasa bersalah sedikitpun..karena yg dia tau cuma satu…BALAS DENDAM.
    karena itu…was-was lah…..was-was lah.
    jalan ceritanya dahsyat Thor….sadis,.anarkis…seremis..
    Sukses trus buat FF slanjutnya….Komando.

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s