THANK YOU Yuri….

Author : Shindyefanfiction

Cast :  Choi Minho (SHINee), Kwon Yuri(SNSD), Krystal(Fx), Sulli(Fx), Taemin (SHINee), Goo Hara(KARA).

Genre : Romantic, Love, sad.

PG : all ages.

Length : Oneshoot

*Note:: kalau gak suka sama pairingnya maaf ya….

^^ Happy Reading Chingu^^


PRANNGGG!!!!!!

Seorang namja melempar sebuah vas bunga kearah yoeja yang sedang meringkuk di pojok ruang makan apartementnya. Untung saja vas bunga itu tak mengenai dirinya(yoeja). Yoeja itu ketakutan. Ia hanya bisa diam dan menangis. Wajahnya pucat dan kacau. Perasaan waspada memenuhi pikirannya sekarang, takut namja yang ada dihadapannya sekarang akan bertindak yang lebih nekad dari yang ia lakukan tadi. Kentara sekali bahwa namja itu sedang marah . Aura kebencian  terpancar dai tatapan matanya.

“SUDAH KUBILANG BERKALI-KALI!! KAU TIDAK USAH MENCAMPURI URUSANKU! APA KAU PIKIR AKU INI TAHANANMU? HAH?!”. Namja itu murka pada yoeja yang ada dihadapannya.

“Aku tidak bermaksud unuk mencampuri urusanmu Minho-sshi. Aku hanya ingin tahu siapa yoeja itu dan kenapa ia bisa ada di apatementmu, karena aku yoejachingumu.” Sahut yoeja itu sambil terisak.

“ARRGGGH, ALASAN! Bilang saja kau mau membatasi diriku untuk bergaul dengan teman-temanku benarkan? Iissh!! Kau marah kan karena aku tidak pernah mengajakmu untuk pergi keluar dan bergabung dengan teman-temanku, IYA KAN??! JAWAB AKU!!!” namja yang bernama Minho itu membentak yoeja yang sekarang hanya bisa menundukkan kepalannya. Ia tak berani menatap wajah namjachingunya yang sekarang sedang murka.

“HEY KWON YURI!! CEPAT JAWAB AKU!!.” Minho mencengkram wajah yoejachingu yang ternyata bernama Kwon Yuri itu.

“A…aaa…ku ti..dd..ak bermaksud begitu Minho.” Yuri berbicara dengan terbata-bata. Ia masih terisak dan  tak berani menatap wajah namjachingunya yang saat ini wajahnya hanya tersisa beberapa senti saja dari wajahnya.

“KAU BOHONG!!! .” Minho melepaskan cengkramannya dari wajah Yuri dan menghempaskannya dengan kasar.

Yuri yang tadi hanya terisak kini tak dapat lagi membendung tangisnya. Air matanya mengucur deras dari pelupuk matanya dan membuat wajahnya basah. Jelas betul saat ini Yuri sangat tertekan. Wajahnya betuk-betul kacau, lebih kacau dari yang sebelumnya. Ia duduk di pojok dapur dengan kedua tangannya memeluk erat tubuhnya yang kini gemetaran. Susana sekarang sangat hening. Minho dan Yuri diam dalam kebisuan mereka. Minho bangkit dari duduknya dan dengan kasar menarik mantel tebalnya yang tergantung di samping pintu masuk apartementnya. Minho membuka pintu dan membanting pintu tersebut dengan kasar sehingga menimbulkan suara keras yang memecah keheningan.

>Flashback<

>Yuri POV<

Pagi ini aku bangun lebih cepat dari biasanya, kenapa?? Karena aku ingin membuatkan sarapan untuk namjachinguku, Choi Minho. Hari ini aku rela bangun pagi-pagi sekali, hanya demi memasak makanan kesukaannya. Perasaanku betul-betul baik pagi ini. Entah karena apa, tapi jantungku rasanya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ini perasaan yang aneh, padahal aku dan Minho sudah Berpacaran cukup lama, tapi tetap saja aku masih tidak bbisa menghilangkan rasa gugupku jika akan bertemu dengannya.

Makanan yang kubuat sudah jadi. Kuletakkan di dalam box makanan berwarna biru saphire. Kumasukkan kedalam sebuah box yang lebih besar beserta sedikit buah-buahan yang sudah aku siapkan sebelumnya. Semuanya telah siap, sekarang aku tinggal membereskan diriku dan pergi ke apartemen Minho.

Suasana kota Seoul pagi hari sangat menawan. Gedung-gedung tinggi yang menjulang bagai perisai jantung kota yang kokoh. Bunga-bunga berwarna-warnai hiasi jalanan kota Seoul yang luas. Aku terus mengayuh sepedaku menuju apartement Minho. Apartemen milknta tidaklah jauh dari rumahku, jaraknya sekitar 1km saja. Jadi tidak terlalu jauh bila aku menggunakan sepeda. Hitung-hitung olahraga pagi .

Aku sudah sampai di gedung apartement Minho. Kuparkirkan sepedaku di samping box telepon yang ada di halaman gedung itu. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam gedung besar tersebut. Lalu aku menuju ke lift yang ada di tepat di depanku. Apartemen milik Minho ada di lantai 3, jadi aku harus naik lift untuk mencapai apartemennya.

Aku sudah sampai di lantai 3, kulangkahkan kaiku keluar dari lift dengan mantap. Aku mengatur nafasku yang saat ini tidak karuan. Jantung mulai berdetak lebih kencang lagi. Oh..Tuhan mengapa aku jadi begini?. Ya! Kwon Yuri! Kau harus bertingkah biasa saja! Aku menasihati diriku sendiri. Yep, aku sudah tiba di depan pintu apartemen Minho. Tapi aku heran kenapa pintunya tak tertutup rapat. Aissh..namja ini ceroboh sekali. Menutup pintu saja tidak rapat. Klau ada orang asing yang berniat jahat masuk bagaimana…ckckckck.

aku pun berniat masuk kedalam apartemen, tapi aku mengurungkan niatku karena aku mendengar suara Minho yang sedang bercengkrama dengan seseorang.

“Oppa, bagaimana kalau yoejachingumu datang kemari?.”

“Tidak mungkin Hara-sshi. Ia tidak mungkin datang pagi hari seperti ini. Kau tidak usah takut.”

“Jinjja oppa?? Baguslah kalau begitu, jadi aku bisa berduaan dengan oppa pagi ini.”

DEEGGGG!!!

Tubuhku terasa membatu. Aku tak bisa berbicara, bibirku terasa kelu. Di otakku sekarang penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatku gila. Siapa yoeja itu?? Kenapa ia bisa ada di apartemen Minho? Kenapa ia membicarakan tentang diriku? Ada hubungan apa Minho dengannya?. Karena penasaran akan apa yang terjadi di dalam apartemen itu, aku memutuskan untuk masuk dan melihat keadaan di dalam. Alangkah pemandangan yang benar-benar membuat hatiku hancur. Aku melihat Minho dan yoeja itu sedang berpelukan hangat, sangat mesra. Di wajah Minho tidak nampak sama sekali raut penyesalan akan tindakannya itu. Si yoeja itu sepertinya sangat menikmati pelukan namjachinguku. Sekali lagi, aku membatu. Tak percaya aka apa yang kulihat saat ini. Choi Minho, namjachinguku, sedang bermesraan dengan yoeja lain. Tak terasa, ternyata air mataku tumpah. Aku tak bisa embendung rasa sakit ini. Karena tak tahan melihat mereka berdua, aku pun memilih untuk keluar dari apartemen itu. Cerobohnya aku, saat hendak keluar aku menyenggol sebuah guci yang ada di sampaingku. Guci itu oleng dan jatuh. Suara yang ditimbulkan kaca itu membuat Minho dan Yoej aitu sadar akan kehadirannku. Minho pun melepaskan Pelukannya dan menatap kearahku.

“Yu…yuri………” ucapnya.

Aku tak memperdulikan panggilannya, aku berlari keluar apartemen untuk menghindarinya. Tapi naas, saat kaki baru beberapa langkah keluar dari apartemen, sebuah tangan menarikku kasar masuk kedalam apartemen Minho kembali. Sudah kuduga, itu adalah tangan Minho. Ia menarikku dan mendudukanku di sofa. Kulihat Yoeja yang ada disampingnya kini bingung. Sepertinya ia merasa bersalah melihat kejadian ini.

“Oppa, sebaiknya aku pulang saja. Sepertinya aku akan mengganggu kalian berdua. Silahkan lanjutkan, aku tak akan mengganggu.”

“Hara…Goo Hara…!!” Minho memanggil-manggil yoeja itu, sepertinya ingin mencegah yoeja yang kuketahui bernama Goo Hara itu pergi. Tapi terlambat, Hara sudah lenyap dari ruangan ini, menyisakan aku dan Minho yang membisu.

“Siapa yoeja itu?” pertanyaanku memecah keheningan yang daritadi terjad diantara kami berdua.

“Bukan urusanmu.”

“apa?! Kau bilang ini bukan urusanku?! Kau namjachinguku tapi kau malah bermesraan dengan gadis lain, apa itu bukan urusanku?!!” tangisku semakin pecah. Aku tak bisa mengontrol emosiku lagi.

“DIAAMMM!!!!.” Ia membentakku. Bentakkannya sukses membuatku terdiam dan tertunduk.

Ada apa dengannya? Ini bukan Minho yang kukenal. Minho tidak pernah membentak diriku seperti ini.

Raut wajah Minho kini berubah. Wajahnya di penuhi aura kedengkian yang kuat. Apakah ia marah? Tapi kenapa ia marah? Seharusnya aku yang berhak marah.

Aku masih tertunduk dan menangis. Sepertinya bajuku saat ini sudah sangat basah jarena keringatku yang mengucur sedaritadi. Aku bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur untuk membasuh  wajahku.

Saat selesai membasuh wajahku, aku kaget melihat Minho yang tadi duduk di ruang tamu, kini berada di meja makan dan matanya menatapku tajam.  Jujur, aku tak berani menatap wajahnya. Senyum yang sangat kukagumi dari dirinya tak sedikitpun muncul di wajahnnya.

“Minho-sshi ada hubungan apa kau dengan yoeja tadi? Mengapa ia bisa bersamamu disini?.” Aku memberanikan diri untuk membuka embicaraan kembali. Tak ada tanggapan dari Minho, ia hanya diam. Kulihat ia mengepalkan tangannya, sepertinya ia berusaha menahan emosinya. Tapi aku tetap mempertanyakan siapa yoeja itu padanya.

“Minho-sshi jawab aku, siapa yoeja itu?! Apa dia yoejachingumu?”

Minho bangkit berdiri dari duduknya. Secara tiba-tiba ia mengambil sebuah pas bunga yang berada di hadapannya dan melemparkannya kearahku.

>Flashback End<

>Normal VOP<

Yuri masih meringkuk di pojokan dapur. Ia membenamkan wajanya diantara kedua lututnta dan terus menangis. Ia tak habis pikir akan kejadian yang baru saja ia alami. Seorang Choi Minho nyaris saja membuat dirinya bersimbah darah dengan melemparkan vas bunga kearahnya. Sungguh bukan Choi Minho yang 2 tahun lalu ia kenal. Choi Minho 2 tahun yang lalu tidak seperti itu. Ia adalah namja yang lemah lembut dan perhatian kepada Yuri. Namja yang periang dan manja. Ia tdak pernah bersikap kasar pada seorang yoeja, apalagi yoeja itu adalah yoejachigunya sendiri, Kwon Yuri. Detik itu, Yuri merasakan kebencian yang amat sangat pada Minho. Bagaimana tidak, hanya karena yoeja itu Minho tega bertindak kasar pada dirinya. Yuri tak habis pikir, tega-teganya Minho menduakan dirinya yamg selama 2 tahun in sudah menemaninya, hanya demi yoeja lain. Kebencian Yuri memuncak. Ia mengambil photo Minho yang ada diatas meja dan melemparkannya kedinding. Photo itu pecah bersama dengan framenya.

“AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Yuri berteriak histeris.

Ia meluapkan semua emosinya dan tangisnya makin pecah. Pikirannya penuh dengan bayangan kejadian yang baru saja terjadi di antara dirinya dan Minho. Dirinya kacau balau sekarang. Otaknya sudah tak bisa memikirkan apapun lagi. Tenaganya sudah habis karena menangis.

Di sisa-sisa tenaganya Yuri bangkit dan berjalan menuju meja yang ada di ruang tengah apartemen Minho. Ia membuka laci meja tersebut dan mengacak-ngacak isinya, mencari pena dan selembar kertas. Setelah menemukan apa yang ia cari, Yuri mulai memainkan jari-jemarinya diatas kertas itu. Menuliskan berbagai kata-kata yang membuat air matanya tumpah kembali dan mengotori tulisannya.

Dengan gontai Yuri berjalan kearah frame foto dirinya dan Minho yang kini sudah tak berbentuk. Yang tersisa hanyalah pecahan kacanya yang berserakkan di lantai. Yuri berjongkok dan mengambil sebuah pecahan kaca. Ditatapnya dalam-dalam fotonya dan Minho yang berjejer rapi di atas lemari. Air matanya mengalir lagi, dan kali ini semakin deras. Ia teringat akan kenagannya bersama Minho selama ini.

“Kau pembohong Minho!!!!. Kau bilang kau akan setia padaku. Kau bilang tidak ada wanita lain di dunia ini selain diriku yang ada di hatimu. Kau bilang kau akan selalu menjagaku, menyayangiku, mencintaiku. Tapi apa???!! KAU PEMBOHONG!!”. Emosi Yuri memuncak. Pecahan kaca yang tadi ia ambil kini Ia posisikan di pergelangan tangannya.

“Selamat Tinggal Choi Minho.” Yuri memejamkan matanya dan mulai menyayat urat nadinya perlahan-lahan.

“Arrggh…” Yuri meringis karena merasakan sakit yang ia rasakan.

Darah mulai mengucur dari pergelangan tangannya. Yuri terus saja menyayat urat nadinya hingga perlahan tapi pasti darah-darah segar menetes sedikit demi sedikit mengotori lantai yang putih. Kini Yuri mulai merasakan kesadarannya berkurang. Pandangannya mulai kabur dan seketika ia terjatuh dan hilang kesadaran.

>Minho POV<

Brakkkk!!!!

Aku membanting pintu dengan keras. Meninggalkan Yuri sendiri di dalam apartemen. Sungguh, perasaanku sangat kacau  sekarang. Rasa marah, kesal, bingung, semuanya jadi satu. Kenapa ini semua harus terjadi di saat seperti ini. Yuri.., kenapa ia datang pagi-pagi begini ke apartemenku? Kenapa aku marah padanya? kenapa aku membentaknya tadi? Arrgghh…semua ini membuat aku sakit kepala memikirkannya. Tak seharusnya Yuri melihat diriku dan Krystal bermesraan seperti tadi. Ia pasti sangat kecewa denganku. Aku sudah mengkhianati cintanya. Apalagi aku tadi membentaknya dengan keras. Apa yang tejadi padaku?? Aku melemparnya dengan vas bunga. Sungguh kau laki-laki brengsek Minho. Kasihan Yuri, ia pasti sangat terluka dengan sikapku padanya. Emosiku benar-benar membuat segalanya berantakan. Aku bingung akan mengatakan apa padanya nanti, ia pasti sudah terlanjur kecewa padaku. Aku menduakannya dan memperlakukannya kasar. Yakk!! Kau Phabo Choi Minho!! Kau laki-laki brengsek. Wanita sebaik Yuri kau sakiti, hanya karena kau mulai merasa bosan dengannya. Ya itu benar, aku menjalin hubungan dengan Hara hanya karena merasa bosan menjalin hubungan dengan Yuri. Aku ingin mencari sesuatu yang baru dengan memacari gadis lain. Sungguh, saat itu tak terlintas dipikiranku tentang bagaimana perasaan Yuri. Yang ada di pikiranku hanyalah mencari gadis lain untuk menghilangkan rasa bosanku karena hubunganku dengannya yang hanya begitu-begitu saja. Jujur, Yuri bukanlah tipe idealku. Ia bukan seorang yoeja yang fashionista dan selalu memperhatikan penampilannya. Ia hanya seorang yoeja biasa yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri. Kadang aku merasa kasihan padanya, karena di saat remaja-remaja yang ada di Seoul ini asyik berhura-hura, ia malah memilih untuk bekerja di kedai kopi yang gajihnya tak seberapa. Ia bekerja demi membiayai sekolah dan hidupnya. Namun itulah yang kubanggakan dari dirinya. Ia tak mau bergantung pada orang lain, apalagi aku yang notabene namjachingunya. Ia mau berjuang sendiri tanpa merepotkan orang lain.

Setelah lama merenubg dan menyadari kesalahanku, aku memutuskan untuk menemui Yuri dan meminta maaf padanya. Semoga saja ia mau memaafkan kelakuan bodohku tadi. Aku bergegas masuk ke dalam gedung apartemenku. Kupercepat langkahku masuk ke dalam lift dan dengan cepat memencet tombol yang ada pada dinidng lift. Tiinnggg! Bunyi lift menandakan aku sudah sampai di lantai tempat apartemenku berada. Kulangkahkan kakiku keluar menuju lorong panjang dan berjalan menuju apartemenku sendiri. Aku berdiri di depan pintu apartemen. Mengatur nafasku yang kini mulai tak beraturan. Aku gugup dan takut, jikalau Yuri tak mau memaafkan aku. Namun kutekadkan niatku untuk masuk ke dalam. Kugenggam kenop pintu dan perlahan ku buka pintunya. Suasana sepi dan hening sangat terasa ketika aku melangkahkan kakiku memasuki apartemen. Tidak ada tanda-tanda akan keberadaan Yuri di ruangan ini.

“Yuri-sshi….?? Kau ada di mana?” aku memanggil-manggil namanya untuk memastikan do man keberadaannya sekarang. Namun tidak ada balasan darinya.

“Yuri-sshi?? Dimana kau??” aku memanggilnya sekali lagi, namun tetap saj tidak ada balasan.

Aku melangkahkna kakiku berjalan menuju kearah dapur. Alagkah terkejutnya aku melihat tubuh seorang yoeja tergeletak tak sadarkan diri dengan berlumuran darah.

“YURIIII!!!!!! KWON YURI!!! “ aku dengan cepat menghampiri tubuhnya yang tergeletak di lantai dapur.

“Yuri-sshi..!!! Sadralah Yuri-sshi. SADAR!!!” Aku menepuk-nepuk pipi, berharap ia akan sadar setelah itu.

“Tuhan… apa yang yoeja ini lakukan”. Kulihat luka sayatan di pergelangan tangannya. Ia menyayat urat nadinya. Entah apa yang ada dipirannya sehingga ia melakukan semua ini. Air mataku menetes dan membasahi pipinya. Aku tak kuat lagi menahan tangisku. Aku berteriak histeris dan memeluk erat tubuhnya yang dingin dan kaku saat ini. Tangisku pecah kala itu. Yoeja ini, Kwon Yuri. Ia seperti ini karena aku. Benar-benar jahat kau Minho. Tangisku pecah kembali. Kupandangi wajahnya yang damai. Benar-benar cantik.

“Yuri-sshi, mafkan aku. Maafkan aku…” aku meminta maaf berkali-kali di hadapan tubuhnya, seakan-akan ia akan bangun dari tidurnya dan memaafkan segala kesalahanku.

>Minho POV end<

@ Pemakaman

Kerumunan orang berkumpul mengelilingi sebuah gundukan tanah yang penuh ditaburi oleh bunga-bunga. Di sampingnya duduk seorang namja dengan tangis yang tak tertahankan. Berulang kali namja itu mengucapkan kata-kata maaf dan penyesalan kepada gundukan tanah itu.

“Yuri-sshi…. Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Aku menyesal Yuri telah menyakitimu.” Namja itu terus menangis. Wajahnya kacau dan bajunyapun berantakan.

“Minho Oppa, sudahlah. Yuri unnie pasti sudah bahagia di surga sana. Ia orang yang baik, pasti ia dapat tempat yang terbaik disisi Tuhan. Relakan dia oppa, ia pasti sudah memaafkannmu. Biarlahkanlah ia pergi, kau tak mau kanYuri unnie sedih melihatmu seperti ini? Ayo kita pulang oppa.” Seorang yoeja mencoba menegarkan oppanya yang kini sangat terpuruk karena kehilangan kekasihnya.

“Tidak Sulli! Aku tidak ingin pulang! Aku ingin bersama Yuri sekarang. “ sahut Minho pada adiknya.

“Tapi oppa, hari sudah mulai gelap.ayolah oppa kita pulang.” Yoeja yang bernama Sulli itu sekali lagi membujuk oppanya untuk pulang.

“Kau duluan saja Sulli, oppa menyusul saja. Taemin-ah, kau antar Sulli pulangn ya.” Taemin yang ada di samping Sulli mengangguk mengiyakan permintaan Minho.

“Baiklah kalau itu maumu oppa, aku dan Taemin oppa pulang duluan ya. Cepat pulang, aku tak ingin terjadi apa-apa padamu oppa.” Sulli menasihati oppanya.

“Iya Sulli. Taemin, kau jaga Sulli.”

“Nee.. hyung. Kami pulang duluan ya.”

Sulli dan Taemin pun pulang duluan, meninggalkan Minho sendiri di tengah sepinya komplek pemakaman. Ya..ini di pemakaman, lebih tepatnya pemakaman seorang Kwon Yuri. Yuri telah pergi meninggalkan sesal yang begitu mendalam bagi namjachingunya, Choi Minho. Sejak kepergian Yuri, Minho selalu menyalahkan dirinya, mengutuk dirinya sendiri dengan berbagai sumpah serapah. Jika Ia tidak melakukan kesalahan bodohnya kemaren, pasti Yuri saat ini masih ada bersama-sama dengannya. Membuatkan sarapan untuknya, masih bisa tertawa dan melakukan berbagai hal dengan dirinya.

Minho masih terduduk di samping makam Yuri dan menatap lekat foto Yuri yang ada tepat di atas makam Yuri. Minho tak kuasa menahan air matanya yang sudah menumpuk di pelupuk matanya. Air matanya jatuh, membasahi punggung tangannya yang sedari tadi mengusap-usap foto Yuri.

“Yuri-sshi….. Yuri-sshi…. Maafkan aku Yuri. Aku memang laki-laki tak berguna. Aku hanya bisa membuatmu terluka.” Minho lagi-lagi meminta maaf pada Yuri.

Minho teringat sesuatu, sesaat sebelum ia berangkat menuju pemakaman Yuri, ia menemukan  sepucuk surat diatas meja di ruang tamu. Minho mengamnbil surat tersebut namun belum sempat membacanya. Minho pun merogoh sakunya dan mengeluarkan sepucuk surat yang iya temukan tadi. Ia mulai membuka surat itu dan mulai membaca suratnya.

Dear my chagi – Choi Minho

Minho-sshi….mungkin saat kau membaca suratku ini, aku sudah tak ada disisimu lagi.

Aku sudah berada jauhdisuatu tempat yang damai.

Minho-sshi…aku tak tahu apa yang terjadi pada dirimu tadi.

Kau berbeda dari Minho yang dulu kukenal.

Apa kau marah padaku??

Apa kau benci denganku??

Jujur..melihatmu dengan yoeja lain membuat perasaanku remuk.

Namun aku sadar, kau lebih baik bersamanya daripada kau bersama aku.

Minho-sshi..maafkan aku akan semua ketidaksempurnaan diriku.

Maaf.. apabila aku hanya bisa menjadi beban untukmu dan selalu menyusahkanmu.

Maafkan aku karena tak bisa berikan sesuatu yang terbaik untukmu.

Maafkan, karena aku tak bisa jadi wanita yang selalu ada disisimu saat kau membutuhkan aku.

Terima kasih untuk hari-hari indah yang sudah kau beri untukku.

Terima kasih, karena selama 2 tahun ini kau mau jadi seseorang yang sangat special dihatiku.

Terima kasih untuk semua kenagan manis yang kau buat untukku.

Minho-sshi…ketahuilah, walaupun tubuhku tak ada di sisimu.

walaupun ragaku tak bisa lagi menyentuhmu.

Tapi hatiku dan cintaku selalu milikmu.

Jaga dirimu baik-baik Minho-sshi.

Bahagialah dengan yoeja yang kau pilih kelak.

Bahagiakan dia dan jangan pernah kau sakiti.

Jangan menangisi diriku, karena aku tak ingin kau tangisi.

Aku tak ingin air matamu terbuang sia-sia karena diriku.

Aku pergi Choi Minho…….

Saranghae ………

Always Love you.

Kwon Yuri

Minho tertunduk lemas. Ia berusaha keras menahan tangisnya namun ternyata upayanya sia-sia. Air tumpah dan membasahi wajahnya. Raut penyesalan terlukis jelas di wajahnya. Ia menatap dalam Foto Yuri yang ada dihadapannya. Pikirannya melayang ke kenangan antara ia dan Yuri dulu.saat-saat dimana ia masih bisa melihat senyum Yuri dan merasakn pelukan hangat Yuri. Kini semua hal itu tak bisa ia dapatkan sekarang karena, Yuri sudah tak ada dis sisinya lagi.

**2 tahun kemudian…….

Seorang namja berpakaian rapi dengan menggunakan mantel tebal berwarna cokelat dengan sebuah syal yang melingkar di lehernya dan celana panjang di padu boots berwarna senada membawa sebuket Bunga mawar merah dan bunga lili putih. Namja itu tak sendirian, ia menggandeng seorang yoeja cantik di sampingnya.Yoeja itu terlihat sangat manis dengan mantel merah muda yang dibiarkannya tak terkancing. Rambutnya diikat ekor kuda dengan sebuah bando menghiasi rambutnya. Mereka berdua berjalan menuju sebuah makam yang ada ditengah-tengah komplek pemakaman. makam itu berwarna putih bersih dan terlindung dibawah pohon yang rindang.

“Yuri-sshi…aku datang mengunjungimu.” Ucap namja itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Ia meletakkan bunga mawar dan lily yang ia bawa tadi diatas pusara makam itu.

“Kali ini aku tak sendirian lagi. aku membwa Yoeja yang sangat luar biasa Yuri. Ia sangat baik dan ia ingin berkenalan denganmu, makanya ia aku bawa kesini.” Namja itu menarik lengan yoeja yang ada disebelahnya hingga kini yoeja itu sudah berdiri disampingnya.

“Annyoenghaseo unnie, choneun Krystal imnida” yoeja itu memperkenalkan dirinya dihadapan makam Yuri dengan membungkuk hormat.

“Yuri-sshi, di adalah seorang yoeja yang saat ini aku cintai. Kali ini aku akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hati. Aku tak akan membiarkannya terluka, sesuai dengan kemauannmu.” Ucap namja itu lembut seraya menatap krystal yang ada di sampingnya.

“Oppa……” krystal tersenyum kecil. Wajahnya memerah mendengar ucapan namja itu. Namja tadi hanya bisa tersenyum melihat Krystal yang terlihat malu-malu karena mendengar ucapannya.

“Yuri-unnie ternyata benar-benar cantik ya oppa.” Ucap Krystal sambil menatap foto Yuri yang terpajang di makamnya.

“Nee.. Krystal-sshi, kau benar, ia memang wanita yang cantik.” Sahut namja itu.

“Kau benar-benar beruntung pernah mendapatkannya dulu Minho oppa.”

“Ya..kau benar, tapi aku menyia-nyiakan-nya.” Sahut namja yang ternyata adalah Minho.

“Ya..sudahlah oppa. Semuanya sudah terjadi, kau tak usah menyesalinya, lagi ini semua sudah ditakdirkan Tuhan. Mungkin dibalik kejadian itu Tuhan ingin memberikan pelajaran yang berharga untukmu.” Ucap Krystal menasihati Minho.

“Benar Krystal. Sepertinya Tuhan ingin membuatku menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Mungkin bila kejadian tu tak terjadi, aku tidak akan pernah menyadari kesalahanku. Kesalahan bodoh yang tak seharusnya kulakukan. Lewat Yuri, Tuhan telah memberitahuku tentang arti sebuah pengorbanan. Yuri memilih mengakhiri hidupnya hanya untuk merelakanku bersama orang lain dan tak mau menjadi beban di hidupku. Dan kini setelah kepergiannya aku menemukannmu. Seorang yoeja yang sangat luar biasa. Kau mau mendengar semua keluh kesah dan cerita masa laluku. Kau wanita yang tulus.” Minho menatap Krystal yang ada disampingnya.

“Nee oppa, mungkin ini memang cara Tuhan untuk menyadarkanmu. Lupakanlah semua kesalahanmu di masa lalu dan kini bukalah lembaran baru hidupmu bersamaku. Yuri unnie pasti sangat bahagia , melihatmu sekarang. “ Krystal menatap Minho dan tersenyum manis padanya.

“Gomawo Kwon Yuri… ” ucap Minho

Minho mengecup kening Krystal dan mereka berdua pun tersenyum cerah sambil memandang foto Yuri yang sedang tersenyum, seolah-olah Yuri juga tersenyum pada mereka.

+THE END+

Wahh…akhirnya FF oneshot nya kelar juga. Gomawo buat unnie Putri yang udah mau ngepost-in FF aku. Gomawo buat Unnie-Unnie(Chi2 n Dyah noona) dan dongsaeng(dea) aku yang udah dukung aku buat FF ini. Gomawo buat semua chingu readers yyang sudah mau baca FF aku.

Jangan lupa komentarnya ya…Gamshamnida*Tunduk 90 derajat*

23 responses

  1. huaaaaa,, ff-nya keren+sedih bangett… yurinya meninggal, ga rela… maunya yuri hidup lagi …. #plaaakk, ditendang author.
    but, ni ff bagus bnget loohh…
    lanjutkan bakatmu chingu, senyum 10 jari #emg ada ? ~~”

  2. Aiggoooooo!!! Kejam bagi yuri eoni.
    Kristal bener. Yuri emang cantik. Jadi ???? salah minho pernah suka sama dy. Dan sampe sekarang masih suka. Bukan suatu hal yang wajar bila seorang namja seperti minho mau mengaku kalah pada yeoja seperti yuri yg imut itu *ini nyata*

    Pernah berfikir dlm dunia nyata mrk bnr” berhubungan

    Author,,, ceritanyyaaa bagus. Bikin mataku ujan badai

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s