He’s My Lovely Brother and You’re My Lovely Boy chap 1

Author: Annisa Sooyoung-Yesung

Genre: Romance “maybe”

Cast: Super Junior, SNSD

Other Cast: Minho Shinee, Nicole KARA

Saya Author baru disini, tapi dah ada dua cerpen saya yg dipost disini atas bantuan Putri eonni..

mohon dibaca ya…๐Ÿ˜€

semoga banyak yg suka…

Sudah beberapa hari ini Taeyeon dan Leeteuk dekat. Mereka baru saja pacaran. Hal ini membuat Sooyoung kesal. Pasalnya ia merasa dicuekin. Seperti tidak dianggap. Setiap kali ingin curhat pada oppanya itu, pasti oppanya sedang disibukkan oleh sms atau telpon dari Taeyeon.

” Oppa, hari ini mengantar aku les, kan?” tanya Sooyoung pada Leeteuk.

” Aduh, maaf Sooyoung. Aku tak bisa mengantarmu. Aku ada janji dengan Taeyeon.” jawab Leeteuk menyesal. Sooyoung langsung cemberut. Ini sudah keberapa kalinya Leeteuk menolak untuk mengantarnya.

” Lalu aku pergi sama siapa? Aku tak ingin pergi sendiri lagi!” protes Sooyoung kesal.

Leeteuk berpikir sebentar. ” Mm, bagaimana kalau kau diantar oleh Yesung?” usul Leeteuk.

” Yesung oppa? Cowok aneh itu? Tidak! Aku tak mau!” tolak Sooyoung.

” Lalu kau mau sama siapa? Teman-temanku yang lain sudah pasti tidak bisa!” kata Leeteuk. ” Dan akupun tak mungkin membatalkan perjanjianku dengan Taeyeon.”

” Jadi oppa lebih memilih pacar daripada donsaeng sendiri? Baiklah! Panggil Yesung oppa dan suruh antar aku!”

” Bukan begitu, Sooyoung. Tapi aku sudah lebih dulu berjanji pada Taeyeon.”

” Dulu kalau oppa sudah janji pada teman oppa yang lain, lalu aku meminta oppa untuk mengantarku les, oppa lebih memilih aku!” protes Sooyoung lagi.

” Ya, karena…”

” Sudahlah! Aku tak ingin terlambat les hanya karena mendengar oppa beralasan! Cepat panggil Yesung oppa dan suruh dia mengantarku les!” perintah Sooyoung kesal. Ia sudah tak ingin lagi mendengar alasan Leeteuk.

Beberapa menit setelah Leeteuk menelepon Yesung, seorang namja datang dengan motornya. Membuat Sooyoung cepat-cepat beranjak menghampiri namja itu.

” Oppa, cepat antar aku sekarang! Tidak usah pamit pada Leeteuk oppa!” suruh Sooyoung. Namja itu langsung mengangguk dan menaiki motornya. Sooyoung mengikuti.

Selama perjalanan, Sooyoung terlihat bete dan malas. Apalagi Yesung sama sekali tak bicara apa-apa.

” Oppa, antarkan aku ketempat lain. Aku tak ingin pergi les.” pinta Sooyoung. Yesung langsung memutar balikkan motornya dan membawa Sooyoung kesebuah bukit yang dipenuhi oleh rerumputan hijau dan ada danau didepannya. Sooyoung langsung terpesona melihat bukit luas ini. Tempat yang indah. ” Aku belum pernah lihat tempat seindah ini.” puji Sooyoung polos.

” Itu karena oppamu tak pernah mengajakmu ketempat seperti ini, kan?” ujar Yesung datar. Sooyoung menatap Yesung yang entah kapan sudah ada disampingnya.

Teringat Leeteuk, mendadak wajah Sooyoung jadi bete. ” Jangan bicarakan Leeteuk oppa! Aku sebal padanya.” kata Sooyoung.

” Karena dia jadian dengan Taeyeon? Memang kenapa? Bukankah itu hak dia?”

” Tapi aku merasa dilupakan oleh Leeteuk oppa!” protes Sooyoung.

” Kau terlalu bergantung pada oppamu itu. Jadi kau tak bisa mandiri.”

” Kau tahu apa?! Aku mandiri! Semua kulakukan sendiri!”

” Kau memang melakukan semuanya sendiri. Tapi kau tak bisa jauh dari Leeteuk kan?! Apa itu bisa dibilang mandiri?” sindir Yesung.

” Ya, karena memang aku hanya punya Leeteuk oppa dan dari kecil aku hidup berdua saja dengan Leeteuk oppa!”

” Kau? Hanya berdua dengan Leeteuk?”

” Ne. Aku nggak pernah tau wajah orang tuaku seperti apa. Yang aku tahu, aku hanya punya Leeteuk oppa dan oma. Tapi kan oma sudah belasan tahun yang lalu meninggal.”

” Ya, aku mengerti. Tapi seharusnya kau tidak bersikap seperti ini.”

” Wajar saja dong jika aku bersikap seperti ini. Aku dicuekin Leeteuk oppa setelah dia pacaran dengan Taeyeon eonni!”

” Apa jika nanti oppamu menikah kau akan seperti ini juga? Apa kau akan memusuhi orang yang sudah bertahun-tahun hidup bersamamu? Orang yang sudah bertahun-tahun menyayangimu?”

” Entahlah. Aku takut kehilangan perhatian dari Leeteuk oppa.”

###

Ucapan Yesung masih terngiang dikepala Sooyoung. Kata-kata Yesung tadi membuat Sooyoung berpikir 2x untuk memusuhi oppanya. Ia ingin segera minta maaf dan memeluk oppanya itu. Tapi, kemana dia hingga sekarang belum pulang juga? Padahal ini sudah hampir tengah malam.

” Sudah malam begini, oppa belum pulang juga? Kemana dia?” ujar Sooyoung sedikit gelisah.

Tak lama kemudian, Leeteuk datang. Sooyoung yang kesenangan langsung berlari memeluk oppanya. Tapi sayangnya, respon yang diberikan Leeteuk kurang baik. Ia sedikit menyingkirkan Sooyoung ketika Sooyoung memeluknya.

” Jangan sekarang, Sooyoung. Aku lelah.” kata Leeteuk dingin.

” Tapi, oppa…” ujar Sooyoung.

” Sudahlah! Aku ingin tidur!” potong Leeteuk agak kasar. Lalu pergi kekamarnya.

” Baiklah! Aku tak ingin bicara padamu lagi!” kata Sooyoung. Lalu pergi juga kekamarnya. Ia marah sekali pada oppanya itu. Tega-teganya Leeteuk membentaknya. Padahal sebelumnya, Leeteuk tak pernah bersikap seperti itu padanya.

BRAK!!!

Sooyoung membanting pintu dengan kasar. Dengan hati yang kesal, ia langsung tiduran diatas kasurnya. Menatap langit-langit kamarnya yang putih bersih. Ia heran, kenapa Leeteuk tega sekali bersikap seperti itu padanya? Karena Taeyeon eonnikah? Entahlah.

Leeteuk sendiri juga heran. Kenapa ia bisa bersikap seperti itu pada dongsaengnya. Ini yang pertama kali. Tapi, dia lelah. Leeteuk mengacak-acak rambutnya. Ia bingung sekali. Kenapa bisa seperti ini? Apalagi tadi Sooyoung bilang, Baiklah! Aku tak ingin bicara padamu lagi!’. Itu artinya Sooyoung benar-benar tak ingin bicara lagi padanya.

Keeseokan harinya, Leeteuk bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri dan Sooyoung. Tak seperti biasanya. Biasanya Sooyounglah yang selalu membuatkannya sarapan. Tapi sekarang, tak apalah. Perwujudan maafnya pada Sooyoung. Saat Sooyoung turun, Leeteuk langsung menyambutnya.

” Annyeonghaseo dongsaeng tercinta..!” sapa Leeteuk sambil tersenyum lebar. Sooyoung hanya diam dan memandang Leeteuk sepintas. Ia benar-benar tak bicara apapun padanya. Sorot matanya pun dingin dan jutek. Leeteuk jadi semakin tidak enak. Adiknya itu benar-benar menunaikan ucapannya tadi malam.

Tak lama, terdengar suara motor didepan rumah. Leeteuk cepat-cepat berlari keteras rumah dan melihat siapa yang datang. Ternyata Yesung. Belum sempat Leeteuk berkomentar, ia sudah melihat adiknya menaiki boncengan motor. Sempat mau protes. Tapi Sooyoung langsung berbisik pada Yesung.

” Oppa, jangan hiraukan Leeteuk oppa. Aku sedang musuhan dengannya!” bisik Sooyoung. Yesung mengangguk.

” Leeteuk, aku dan adikmu berangkat duluan. Bye!!” pamit Yesung. Lalu ia menjalankan motornya menuju sekolah. Leeteuk hanya bisa pasrah didiami begitu oleh Sooyoung. Apalagi sekarang Sooyoung lebih memilih Yesung dibanding dirinya.

” Terpaksa berangkat sendiri.”

###

Seharian ini Sooyoung benar-benar tak bicara padanya. Disekolah, kalau bertemu, Sooyoung tak menyapa. Biasanya ia selalu menyapanya. Saat istirahat, Sooyoung lebih memilih menjauh dari Sunny dan Hyoyeon yang bergabung dengannya dan juga Sungmin dan Heechul dibanding bergabung dengan Sunny dan Hyoyeon, tapi ada Leeteuk. Pulang juga Sooyoung lebih memilih bersama Yesung.

Kali ini adiknya benar-benar marah padanya. Entah apa alasannya. Apa karena kemarin ia tak bisa mengantarnya les, atau karena dibentak tadi malam? Entahlah. Yang jelas, Sooyoung sangat marah padanya.

” Hmm, sepertinya kau sedang ada masalah?” tanya Taeyeon yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Leeteuk yang mencerminkan kalau ia sedang ada masalah. Apalagi sepertinya Leeteuk juga tak konsen dalam menyetir mobil.

” Sooyoung memusuhiku.” curhat Leeteuk. Taeyeon langsung mengerutkan keningnya. Bingung.

” Adikmu memusuhimu? Kenapa? Apa gara-gara aku?” tanya Taeyeon lagi.

” Bukan. Kau tenang saja. Itu bukan gara-gara kau. Tidak mungkin adikku marah padamu.” kata Leeteuk meyakinkan Taeyeon. Walaupun agak ragu. Karena sebgian dari hatinya juga berpikiran kalau Sooyoung marah karena Taeyeon.

” Aku harap kau tak membohongiku.” harap Taeyeon sambil tersenyum manis. Leeteuk membalasnya. Dalam hati, ia sangat merasa bersalah karena sudah membohongi Taeyeon.

Setelah mengantar Taeyeon pulang, Leeteuk langsung bergegas pulang juga kerumah. Ia berharap, adiknya ada dirumah dan mau bicara padanya walau hanya sebentar.

Harapannya pupus ketika mendapati adiknya belum pulang kerumah. Ia jadi serba salah. Apa jangan-jangan Sooyoung malas pulang kerumah? Ya tuhan! Kenapa jadi seperti ini, sih? Kenapa Sooyoung jadi marah begini?

Sementara itu, Sooyoung dan Yesung kembali lagi ke bukit kemarin. Mereka duduk menghadap sebuah danau. Kepala Sooyoung disandarkan ke bahu Yesung. Matanya menatap lurus kedepan. Ke danau yang luas.

” Kenapa kau memusuhi oppamu?” tanya Yesung.

” Tolong jangan bicarakan Leeteuk oppa. Aku tidak mood.” ujar Sooyoung lemas.

” Sooyoung, kau tahu? Tidak baik memusuhi saudara sendiri.” nasihat Yesung. Sooyoung diam saja. ” Jujur saja, aku tak ingin dimusuhi juga oleh Leeteuk karena membawamu pergi sebelum pulang kerumah. Tapi aku juga tak bisa menolak keinginanmu. Karena kamu adik Leeteuk.” kata Yesung pelan. Namun cukup bisa didengar oleh Sooyoung.

” Kalau begitu tinggalkan aku. Oppa tidak bisa menolak permintaanku bukan? Pergilah. Tinggalkan aku sendiri.” kata Sooyoung. Yesung menggeleng keras. ” Kenapa? Bukankah oppa tak bisa menolak permintaanku?”

” Aku tak bisa meninggalkanmu sendiri karena aku takut kau kenapa-napa. Kau adik Leeteuk yang berarti adikku juga. Aku harus menjagamu.” Yesung memberikan alasan.

” Suatu keharusankah oppa menjaga orang yang sama sekali tak ada hubungan darah denganmu?”

” Harus karena kau adik sahabatku.”

” Oppa tau? Oppa adalah sahabat Leeteuk oppa yang paling care padaku. Meskipun banyak juga yang care padaku. Tapi hanya Yesung oppalah yang rela berbuat seperti ini untuk aku.” ungkap Sooyoung.

Yesung tersenyum. ” Kau tahu? Kau adalah adik sahabatku yang paling aku sayang. Kau manis, polos dan juga lucu. Jadi, menjagamu adalah suatu keharusan dan kesenangan untukku.”

” Bagaimana oppa bisa bilang menjagaku adalah suatu kesenangan?”

” Kau akan tahu nanti.” Setelah Yesung berkata seperti itu, mereka saling diam. Bergabung dengan pikiran masing-masing. Memikirkan sesuatu.

DRRRTT!! DRRRTT!!

Handphone Yesung berbunyi. Tanda ada telpon masuk. Nama Leeteuk tertera di LCDnya. Dengan cepat, Yesung mengangkat telpon dari Leeteuk tersebut.

” Yeoboseo?” tanya Yesung. Ia terdiam untuk beberapa detik. ” Ya, dia masih bersamaku. Kau jangan khawatir, dia baik-baik saja.” katanya.ย  Ia terdiam lagi. ” Kau tidak perlu tahu kami dimana. Yang jelas, Sooyoung tak kenapa-napa.” Setelah beberapa menit, akhirnya terputuslah hubungan SLJJ itu. Yesung kembali duduk disamping Sooyoung.

” Aku sudah duga dia akan mencariku.” ujar Sooyoung. Matanya tetap lurus menatap danau.

” Sudah sore. Kau ingin pulang?” tanya Yesung lembut.

” Aku ingin pulang.” jawab Sooyoung. Yesung tersenyum. Lalu bangkit berdiri dan membantu Sooyoung berdiri. ” Terimakasih.”

” Ne.”

###

” Apa yang akan kau lakukan setelah masuk kedalam rumah?” tanya Yesung sebelum Sooyoung masuk kerumah.

” Masuk kamar dan tidak keluar lagi hingga besok pagi.” jawab Sooyoung singkat.

” Benarkah? Kau tidak ingin bicara pada oppamu meski hanya sebentar?” tanya Yesung lagi. Sooyoung menggeleng.

” Tidak untuk sekarang.” jawabnya lagi.

” Ya sudah. Terserah kau saja.” kata Yesung. Sooyoung hanya mengangguk lemah. ” Oke. Istirahatlah. Pasti kau lelah sekarang.” nasihat Yesung. Sooyoung tersenyum tipis. Setelah itu Yesung pergi.

Sooyoung masuk rumah dan tidak mendapati Leeteuk didalam rumah. Sooyoung tidak peduli. Ia langsung masuk kamar dan berbaring diatas kasurnya. Entah kenapa, jantungnya berdetak kencang ketika ia mengingat Yesung.

” Kau tahu? Kau adalah adik sahabatku yang paling aku sayang. Kau manis, polos dan juga lucu.”

Ucapan Yesung tadi membuat jantung Sooyoung berdetak kencang. Baru pertama kali ia merasakan hal yang seperti ini. Apakah ini rasa suka? Atau apa?

” Mana mungkin aku menyukai Yesung oppa? Aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri.” gumam Sooyoung bingung. Tak lama setelah itu, pintu kamarnya terbuka. Sooyoung cepat-cepat merapikan dirinya dan pura-pura tidur.

” Ternyata dia sudah tidur.” ujar seorang namja yang suaranya Sooyoung kenal. Leeteuk. Ya, Leeteuk sudah pulang rupanya. Ia mengelus rambut Sooyoung dengan sayang. Lalu menyelimuti tubuh Sooyoung dengan selimut. Leeteuk tersenyum sebentar. Kemudian ia berbisik ditelinga Sooyoung, ” Selamat tidur, Sooyoung. Aku menyayangimu.” lalu Leeteukpun keluar dari kamarnya sambil menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama.

Sooyoung terbangun lagi. Ia menyesal sudah memusuhi kakaknya. Ia harus minta maaf pada Leeteuk. Nggak boleh seperti ini terus.

###

Minggu pagi. Sooyoung bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan seperti biasa. Tapi hari ini agaknya berbeda. Ya, karena Sooyoung menspecialkan sarapan pagi ini untuk Leeteuk. Oppanya tersayang.

” Huaahh!! Ngantuk sekali.” ujar Leeteuk sambil menuruni tangga.

” Selamat pagi, oppa!!!” seru Sooyoung sambil memeluk Leeteuk. Leeteuk jadi bingung. Padahal kemarin Sooyoung sama sekali tak ingin menegurnya.

” Pagi juga. Kau terlihat ceria hari ini? Apa ada sesuatu?” tanya Leeteuk curiga.

” Ya, aku pagi ini senang karena aku ingin mengatakan ini,” Sooyoung mendekatkan mulutnya ke telinga Leeteuk dan berbisik, ” Aku sayang oppa!” katanya. Leeteuk tersenyum ia senang adiknya sudah tak marah padanya.

” Haha. Aku juga menyayangimu dongsaeng.” balas Leeteuk sambil mengacak-acak rambut Sooyoung.

” Maafkan aku.” ucap Sooyoung sambil memeluk oppanya itu.

” Maaf untuk?” tanya Leeteuk bingung.

” Untuk semuanya.” jawab Sooyoung.

” Tak apa. Aku juga minta maaf karena sudah menelantarkanmu.” ujar Leeteuk. Sooyoung tersenyum. Lalu memeluk oppanya lagi.

###

Keesokan harinya, Sooyoung menolak untuk berangkat bersama Leeteuk. Alasannya adalah agar Leeteuk bisa menjemput Taeyeon. Sedangkan Sooyoung memilih untuk berangkat bersama Yesung.

” Kau masih marah ya, pada kakakmu?” tanya Yesung curiga. Sooyoung tersenyum dan menggeleng. ” Kalian sudah berbaikan?”

Sooyoung mengangguk keras. ” Ne. Aku sadar tak seharusnya aku melarangnya untuk berpacaran.” kata Sooyoung bijak. Yesung tersenyum.

” Baiklah. Ayo kita berangkat.” ajak Yesung. Sooyoung mengangguk dan segera naik ke boncengan motor Yesung.

Diam-diam Leeteuk memperhatikan dari dalam rumah. Ia tersenyum. Adiknya sudah dewasa. Sudah sepantasnya ia memiliki cintanya sendiri. Agar dia tidak selalu bergantung pada orang lain dan menjadi mandiri. Sepertinya memang Yesung adalah pendamping yang pas untuk Sooyoung.

DRRRT… DRRRT…

” Yeoboseo?” tanya Leeteuk saat mengangkat telpon dari seseorang. Leeteuk terdiam sesaat dan tersenyum. ” Iya, aku akan menjemputmu sekarang juga. Tunggu aku!” kata Leeteuk semangat. Lalu menutup telpon.

Sooyoung dan Yesung sudah sampai disekolah. Mereka langsung berpisah dilapangan. Yesung langsung ke kantin dan Sooyoung ke kelasnya. Dikelasnya, Hyoyeon dan Sunny sudah menanti.

” Annyeonghaseo!!” sapa Sooyoung sambil duduk disamping Sunny.

” Annyeong!!” balas Sunny dan Hyoyeon. Sooyoung tersenyum.

” Kau diantar oleh Yesung oppa lagi?” tanya Hyoyeon. Sooyoung mengangguk.

” Kau masih marah dengan Leeteuk oppa?” tanya Sunny berikutnya. Sooyoung menggeleng.

” Lantas?” tanya mereka bersamaan.

” Memangnya Yesung oppa tak boleh mengantarku kesekolah? Lagipula kami kan satu sekolah.” jawab Sooyoung ala kadarnya.

” Bukan itu maksud kami. Bukankah kau pernah bilang kalau Yesung oppa itu aneh?” tanya Hyoyeon lagi.

” Penampilannya sih memang aneh. Pendiam. Tapi sebenarnya dia baik. Terutama padaku. Memang sih, dia juga baik pada Yoona dan Yuri. Adiknya Siwon oppa. Tapi… Ah, sudahlah jangan dibahas.” kata Sooyoung malu.

” Ah, kau menyukai Yesung oppa ya?” terka Sunny sambil melirik genit. Sooyoung tersipu malu.

” Tidak. Aku tak suka padanya. Aku hanya menganggapnya kakak.” kata Sooyoung.

” Sungguh? Kau tidak akan menyesal kah?” goda Hyoyeon.

” Ahh! Kalian ini! Lebih baik aku pergi ke kantin!” gerutu Sooyoung sambil keluar dari kelas diikuti dengan Sunny dan Hyoyeon.

Dikantin, Sooyoung melihat Yesung sedang membaca buku sambil sesekali ia menyeruput jus jambunya. Dengan girang, Sooyoung segera menghampiri Yesung dan duduk disampingnya. Sunny dan Hyoyeon mengikuti.

” Annyeonghaseo, oppa.” sapa Sooyoung. Yesung mengangkat wajahnya. Lalu tersenyum.

” Annyeong. Sedang apa kau disini?” tanya Yesung dengan bodohnya.

” Aku? Sedang berlayar.” jawab Sooyoung bercanda. Yesung langsung nyengir.

” Annyeonghaseo, oppa…” sapa Hyoyeon dan Sunny sengaja. Pasalnya mereka dicuekin. Disapa aja enggak.

Yesung menengok kearah mereka berdua. Lalu tersenyum. ” Annyeong Sunny, Hyoyeon. Sejak kapan kalian disini?” tanya Yesung polos.

” Daritadi oppa. Oppa aja yang sibuk ngobrol sama Sooyoung.” sindir Sunny. Yesung langsung nyengir.

” Oppa sendirian aja?” tanya Hyoyeon. Sedikit lebih berharap pacarnya juga ikut.

” Enggak. Ada Heechul sama Eunhyuk. Tapi mereka sedang membeli sesuatu. Entahlah.” jawab Yesung pelan. Hyoyeon langsung tersenyum girang begitu mendengar nama Heechul. Ia langsung mencari-cari keberadaan pacarnya itu. Sedangkan Sunny langsung murung begitu nama pacarnya tak disebut.

” Oppa nggak bareng sama Sungminnya Sunny?” tanya Sunny lirih. Yesung menggeleng. ” Yaah, apa dia belum datang?” tanya Sunny lagi.

” Sunny Bunny!!!” teriak seseorang dari jauh. Sunny langsung tahu dan langsung menghampiri namja yang memanggilnya itu. Sooyoung dan Yesung yang melihat kejadian itu langsung mengernyitkan dahinya. Memang dasar remaja! Kalau sudah dimabuk asmara, susah untuk jauh-jauh.

” Tumben kau pagi-pagi sudah kekantin? Biasanya tak pernah.” tanya Yesung selagi berdua. Sooyoung terdiam. Benar juga ya. Tak biasanya ia mau pergi ke kantin pada pagi hari. Aneh. ” Kalau kau merasa pertanyaan itu tak penting juga tak apa.” kata Yesung.

” Hmm, aku sendiri tak tahu kenapa pagi ini aku ingin sekali ke kantin. Padahal aku paling malas kekantin pagi-pagi.” jelas Sooyoung.

” Mungkin ada sesuatu yang membuatmu ingin kekantin?” Yesung bertanya lagi. Sooyoung mengangkat bahunya. Ia tidak tahu. ” Mwo? Kenapa bisa tidak tahu? Aneh.”

” Yah, aku memang tidak tahu. Entahlah. Seperti ada yang mendorongku untuk pergi kekantin.” kata Sooyoung sambil tertawa kecil. Yesung tersenyum.

” Annyeonghaseo!! Pagi-pagi sudah berdua…” sapa Leeteuk yang baru datang bersama Taeyeon. Yesung dan Sooyoung hanya tersenyum.

” Kalian cocok sekali ya. Kalian pacaran?” tanya Taeyeon tanpa bermaksud meledek. Tapi na’as, Sooyoung dan Yesung mengartikan Taeyeon meledek. Maka wajah mereka langsung bersemu merah. Malu.

” Ti, tidak. Kami tidak pacaran.” ujar Sooyoung gugup.

” Oh, aku pikir kalian pacaran. Tapi kalian memang cocok kok. Pacaran saja beneran.” puji Taeyeon sambil duduk disamping Sooyoung. Yesung diam saja tak merespons.

” Emmm, sebentar lagi masuk. Aku kembali kekelas dulu. Bye Leeteuk dan Yesung oppa. Bye Taeyeon eonni.” pamit Sooyoung. Lalu pergi kekelasnya.

” Kau dan Sooyoung cocok. Kenapa tidak pacaran beneran?” goda Taeyeon pada Yesung. Entah apa jawaban Yesung, yang jelas, saat mendengar ucapan Taeyeon yang samar itu Sooyoung langsung deg-degan.

TO BE CONTINUED…

16 responses

  1. aku sk bngt kl yesung hyung ama sooyoung unnie itu romance.dr td aku nyari kl yesoo romance.tp cm ini yang aku percaya ceritanya.mksh ya dah ks cerita romancenya yesoo.annanghasseyo!dan kamsahamnida!

  2. SooSung/YeYoung/SungYoung atau apalah.. ^^
    Huwaaa suka bnget.. pas bnget niih ff nongol (?) lgii nyarii2 ff Soo eonnie yg pairing’y sama Ecung oppa /plakk ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s