[Oneshot] The Day You Went Away

Author  : PUTRI bkn Author/Thor !

Cast       : Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae.

Genre   : Romance & agak Angst *?*

Rating   : PG

Disclaimer           : Lee Donghae & Jessica Jung adalah milik orang tua mereka dan Tuhan. Cho Kyuhyun & FF ini adalah milik Tuhan dan Trik *plakk*

Inspired by : M2M’s song, The Day You Went Away.

Warning : Ini bukan SongFic yaa ^^

DON’T LIKE THE CAST, STORY, AND ME ?? DON’T OPEN, SEE, AND READ ^^

Jessica’s POV

Aku terbangun dari tidurku.

Mimpi tadi….

Aku memimpikannya lagi….

Tak terasa bulir-bulir air mata telah menggenang di pelupuk mataku dan siap untuk jatuh.

“Kyuuu…” lirihku memanggil namanya.

“Saranghae..” gumamku.

Katakan aku gila dan buta karena aku masih mencintainya.

Aku tau. Aku tau hari itu akan tiba. Hari dimana ia akan benar-benar meninggalkanku.

Flasback

“Kau serius akan meninggalkannya dan menikah dengan wanita lain ??” kudengar Donghae bertanya pada seseorang.

“Huft… aku tak ada pilihan lain. Aku harus menikahi gadis itu atau perusahaan ayahku akan hancur.” Jawabnya orang yang ditanya Donghae yang ku ketahui adalah Kyuhyun, namjachinguku.

Dia…. Akan meninggalkanku ?? Dan menikah dengan gadis lain ??

Dadaku sesak. Rasanya tak ada oksigen yang bisa masuk ke dalam paru-paruku.

“Kau tahu, Sica pasti akan sakit sekali mengetahui ini. Kau tau ia begitu mencintaimu.” Ujar Donghae.

“Aku tahu. Aku juga mencintainya lebih dari rasa cintanya untukku. Tapia pa yang bisa aku lakukan ?? Nasib ratusan karyawan ada di tanganku sekarang. Huft… ini sulit untukku, tapi mungkin hanya ini jalan satu-satunya yang bisa aku pilih. Mengorbankan perasaanku dan perasaannya.”

Aku tak sanggup lagi menahan air mata ini. Aku berlari ke kamar mandi dan menangis sepuasnya.

Sudah 2 hari semenjak aku  mendengar semua kenyataan pahit dari mulut Kyuhyun. Aku mencoba bersikap normal. Berpura-pura tak tahu bahwa Kyuhyun akan meninggalkanku dan menikah dengan wanita lain. Jujur aku tak siap mendengar ia mengatakan sendiri padaku tentang hal ini. Dan aku lebih tak siap lagi menghadapi hari dimana ia akan benar-benar meninggalkanku.

Malam ini Kyuhyun menggajakku pergi ke tempat favorit kami berdua. Pantai.

Kami tak pernah takut dengan udara dingin yang menusuk tulang karena kami punya cara tersendiri untuk menghangatkan tubuh kami. Saat aku mulai menggigil kedinginan, ia pasti akan memelukku dari belakang dan meletakkan dagunya di bahuku sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya di tengkukku. Hangat. Ya, kami saling berbagi kehangatan dengan cara seperti itu. Tapi aku tau, semua kehangatan itu tak akan berlangsung lama. Cepat atau lambat ia pasti akan segera meninggalkanku. Dan aku tak akan pernah siap menghadapi hal tersebut.

Sudah 2 jam kami di pantai ini dan tak ada satupun dari kami yang mengeluarkan sepatah katapun. Kami sibuk berkutat dengan pikiran kami masing-masing.

“Sica-ya…” panggilnya. “Hm..” gumamku menyauti panggilannya.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu ! Tapi berjanjilah padaku kau tidak akan menangis setelah aku mengatakannya padamu.” Ucapnya.

Aku diam. Aku tak mau menjanjikan sesuatu yang tak bisa aku penuhi.

“Sica-ya, aku sedang bicara padamu ! Tolong tatap aku !” ucapnya sembari membalik tubuhku agar menatapnya. Jujur aku takut untuk menatapnya. Aku tak mau ia melihat kerapuhan di mataku.

“Aku tau ini sulit dan berat untuk kita berdua. Tapi aku harus mengatakannya padamu. Kau tentu tau aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku tak pernah ingin menyakitimu sedikit pun.” Ucapnya. Ne. Aku tau ia tulus dan benar-benar jujur mengatakan itu semua. Mata tak bisa bohong bukan ??

“Aku… Aku tak bisa lagi…”

“STOP !!” seruku. Aku tak mau mendengarnya.

Pertahananku roboh. Air  mataku mengalir begitu saja.

“Jangan katakan lagi…. Aku tau… Aku tau semuanya… Aku tak mau mendengar untuk yang kedua kalinya dari mulutmu…” ucapku lirih.

Ia menarikku kedalam pelukannya.

“Mianhae… Aku tak punya pilihan lain Sica-ya… Aku ingin sekali egois, tapi aku tak bisa. Aku tak bisa mementingkan diriku sendiri sementara nasib ratusan orang ada di tanganku.” Ucapnya.

Ia melepas pelukannya. Kedua tangannya memegang wajahku.

“Aku mencintaimu Sica-ya. Percayalah. Hanya kau yang ku cintai.” Ucapnya.

Bibir kami bertemu. Ciuman yang dalam dan membuatku semakin tak bisa untuk melepasnya.

Ia menghapus air mata yang mengalir di pipiku.

“Berjanjilah kau tidak akan menangis lagi. Berjanjilah kau akan hidup bahagia meskipun tidak denganku. Temukanlah laki-laki yang bisa mencintaimu lebih dari cintaku padamu.” Ucapnya lagi.

“Tidak. Tidak ada laki-laki yang bisa mencintaiku sepertimu Kyuu…” ucapku.

“Ada. Aku yakin ada dan laki-laki itu pasti berada dekat denganmu.” Ucapnya meyakinkanku.

“Kyuu.. aku tidak bisa.” Ucapku lirih.

Dia menarikku lagi kedalam pelukannya.

“Aku juga tak bisa. Tapi aku harus melakukannya. Temukanlah ia dan hiduplah bahagia.”

Ia melepas pelukannya. “Love you. Mian aku menyakitimu. Selamat tinggal. Semoga kita bertemu lagi di saat kita telah sama-sama menemukan kebahagiaan kita masing-masing.” Ucapnya lagi lalu meninggalkanku sendiri.

Minggu, 22 September jam 09.25 malam. Tak akan pernah kulupakan. Saat dimana aku kehilangan salah satu orang yang memiliki pengaruh besar dalam hidupku.

Cho Kyuhyun, Saranghae.

Flasback End

Apakah kau bahagia sekarang Kyu ??

Bagaimana wanita yang menjadi istrimu ??

Apakah ia bisa mencintaimu seperti aku mencintaimu ??

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Ku usap air mataku. Seseorang mengetuk-ngetuk jendela kamarku.

Aku tau siapa orang bodoh yang akan mengetuk jendela kamarku malam hari seperti ini.

Ku buka jendela kamarku dan membiarkan orang bodoh itu masuk. Lee Donghae, sahabatku dan Kyuhyun. Rumah kami bersebelahan. Tiap kali ia Insomnia, ia pasti akan datang ke kamarku-dengan cara seperti ini- dan membangunkanku yang sedang tertidur lelap untuk menemaninya.

“Menangis lagi huh ?!?” tanya Donghae begitu ia duduk di atas ranjangku.

Aku diam dan tak menjawab pertanyaannya.

“Oooh..  ayolah Jessica… Berhentilah menyiksa dirimu sendiri seperti ini.” Ucapnya padaku.

“Kau pikir gampang melupakan orang yang begitu kita cintai ?? Kau tak pernah merasakannya sih !” ucapku lalu duduk di sampingnya.

“Siapa bilang ?? Aku bahkan lebih dulu merasakannya daripada kau !” ucapnya lirih. Aku menoleh.

“Huft… kau tau, aku begitu mencintainya dan aku ingin melihatnya selalu merasa bahagia. Bahkan aku rela menekan perasaanku sendiri demi kebahagiannya.” Ucapnya mulai bercerita.

“Maksudmu ??” tanyaku.

Mengapa ia tak memperjuangkan cintanya itu ??

“Aku mencintai seorang gadis. Gadis itu hanya menganggapku sebagai teman, tak lebih. Suatu hari, aku tau gadis itu mencintai seorang pria yang juga dekat dengannya selain aku. Pria itu juga sama sepertiku. Sama-sama mencintai gadis itu. Aku tau kebahagiaan gadis itu adalah pria itu. Aku menekan dalam-dalam perasaanku. Aku ingin melihat gadis itu tetap bahagia. Jadi aku merelakannya dengan pria yang ia cintai. Aku selalu tersenyum dan bersikap biasa di hadapannya padahal dadaku sesak dan aku merasakan sakit yang amat mendalam di hatiku. Aku tertawa dan tersenyum palsu tiap kali mendengarnya mengeluh dan menceritakan kisahnya dengan pria yang ia cintai. Aku juga mencoba untuk tetap biasa saja, saat kami jalan bertiga, aku, dia & pria yang ia cintai. Padahal hatiku teriris-iris melihatnya bergandeng mesra dengan pria itu.” Ceritanya.

Aku diam menunggunya kembali bercerita tentang gadis yang ia cintai.

Entahlah, kenapa aku merasa orang yang ia ceritakan adalah aku. Tapi mungkin saja itu gadis lain. Teman gadisnya ka nada banyak. Bukan hanya aku.

“Aku 2 kali lebih sakit ketika ia sakit. Seperti saat ini. Ia baru saja di tinggal oleh pria yang ia cintai. Aku bisa merasakan betapa sakitnya ia. Sama sakitnya ketika aku tidak bisa memilikinya. Bukankah sama saja ? Ia tidak bisa memiliki pria itu lagi dan aku tidak bisa memilikinya ? Aku…”

“Tunggu ! Gadis itu adalah…”

“Kau !” ucapnya memotong ucapanku yang tadi juga memotong ceritanya.

Aku ternganga. Aku ?!?

“Jangan bercanda Donghae-ah…” ucapku sembari memukul bahunya pelan.

“Aku tidak bercanda Jung Soo Yeon !” ucapnya membuatku diam. Ketika ia menyebut nama koreaku, itu tandanya ia serius dan tidak sedang bercanda.

“Hae-ah, mian.. aku tidak tau kalau selama ini…”

Belum selesai aku bicara ia membungkam mulutku dengan bibirnya.

Tubuhku kaku dan tak bisa menolaknya.

“Biarkan aku menggantikkannya untuk menjagamu. Berikan aku kesempatan untuk membuatmu bahagia.” Ucapnya di depan wajahku. Bisa kurasakan nafas lembutnya yang menerpa wajahku.

“Donghae-ah aku…”

“Aku tau kau belum bisa melupakannya. Tapi tolong biarkan aku untuk berada di sisimu sampai kau benar-benar bisa melupakannya dan bisa menerimaku. Aku berjanji aku akan membantumu untuk melewati semua masa sulitmu ini. Dan aku tak akan meninggalkanmu sampai kapanpun.” Ujarnya membuat mataku kembali berkaca-kaca.

Ia menarikku ke dalam pelukannya.

“Tolong, beri aku kepercayaan untuk menata ulang dan menjaga hatimu.” Pintanya.

23 Maret 2011

Aku keluar dari dalam gereja. Hari ini adalah hari pernikahan Cho Kyuhyun-mantan kekasihku- dengan wanita pilihan keluarganya.

Ku tarik nafas dalam-dalam kemudian ku hembuskan. Ku lakukan itu berkali-kali sampai akhirnya aku menyadari tak ada lagi rasa sesak di dadaku ketika melihatnya dengan wanita lain.

Kini aku bisa bernafas lega karena tak harus lagi merasa terbebani dengan perasaan cinta yang begitu menyakitkan di dalam hatiku. Biarlah ku simpan cinta itu dalam lembaran masa lalu yang indah bersamanya.  Kini saatnya aku mengisi lembaran baru dengan cinta baru yang ada di hatiku.

“Merasa lebih baik ??” tanya seseorang yang aku ketahui sebagai pria yang telah berhasil menata ulang hatiku dan mengisi hatiku dengan cintanya.

“Ne. Tak ada rasa sakit atau sesak yang ku rasakan lagi.” Jawabku senang.

“Apa itu tandanya aku berhasil ??” tanyanya lagi.

Aku menoleh dan menatapnya.

“Terima kasih sudah mereparasi hatiku. Dan…” ucapku menggantung membuatnya menatapku penasaran.

“Mengisi hatiku dengan cintamu.” Ucapku. Ia memelukku. Aku membalas pelukannya. Hangat. Hangat yang sama seperti ketika aku dan Kyuhyun berpelukan dulu.

“Saranghae.” Ucapnya. “Nado.” Balasku. Ia melepas pelukan kami lalu menciumku. Lembut, dalam, dan bisa kurasakan cinta yang begitu besar untukku dalam ciumannya. Ku balas ciumannya.

Aku sudah menemukannya Kyu. Laki-laki itu adalah Lee Donghae, sahabat kita.Seperti yang kau harapkan,kita bertemu saat kita telah menemukan kebahagian kita masing-masing. Kau dengan istrimu. Dan aku dengan Lee Donghae, calon suamiku.

END

Wohoho… gimana-gimana ?? Ancur ?? Haha.. sudah biasa. Semua FFnya Trik pasti hancur😛

Kekeke.. judul ama ending gg nyambung bgd yaa ==a

Tapi gpp lah.. yg pnting ada judulnya *plakk*

Maklumlah, Trik lagi sedenk tingkat akut neh… jadi judul ama isi gg nyambung😛

Neh, buat Yulinda nih… udah aku bikini kan yang km mau ?? Puas ?? Harus puas lho pokoknya *plakk*

Chingudeul puas kgk ama ceritanya ?? Puas kan yaa ?? Harus puas pokoknya. Titik *maksa*

Yak, akhir kata, Trik ucapin Terima Kasih buat ACRILY yg udh bersedia membuang-buang waktu dan pulsanya utk membaca FF abal ini, apalagi ditambah koment.

SARAN, KRITIK, PROTES, DAN BASHING YANG MEMBANGUN TRIK TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK PAKE URAT & KASAR ^^

Gak bisa koment disini ?? Silakan koment di FBnya Trik : Choi Putri Elf atau twitter : @Putri_Official . Tempat koment bukanlah masalah buat trik, yg penting kalian koment, udh itu ajah. Koment dimana aja, buat Trik itu sama. So, jadilah chingudeul yang baik untuk Trik dengan cara, ketik koment disini, Fb atau Twitter🙂

ACRILY = ACtive Readers I Love You

NB : Jangan panggil Trik Author dong… Agak malu nih di panggil gitu coz, wkt lagi bls2in koment d baca ama temen -___-“ eh.. temen2 Trik malah ikutan manggil Thor Thor Author ==” gak enak bgd de dengernya… Panggil aja PUTRI (15 thn) atau Put, Trik, Onnie, Saeng, asalkan bkn thor and author ^^

Comment and Like are LOVE *hug chingudeul*

22 responses

  1. Wah.. wah.. wah..
    kirain bakal sama kyu. Ternyata sama Donghae si fishy oppa..
    wkwkwk.. bagus banget dah FFnya.
    Akhirnya Donghae dan Jessica menikah memiliki anak 2 kembar yeoja dan namja. Amin #gila nih orang.
    Daebak chingu..
    HaeSica cayo..!!!!

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s