[Oneshot] About You

Author  : PUTRI bkn Thor/Author !

Cast       : Shin Soo Goon (Sulfi onnie) & Lee Sungmin.

Other Cast : You can find it by your self😀

Rating   : PG15

Genre   : Romance *semoga berasa romancenya :D*

NB          : FF ini adalah adaptasi dari manga jepang karya CHIBA Kozue yang berjudul sama seperti judul FF ini. Trik cuma iseng-iseng mengadaptasi dan mengganti-ganti serta menambah-nambahi isinya😀 So, don’t judge me as a plagiarism !

Disclaimer           : Semua punya Tuhan ! Alur cerita punyanya Chiba Kozue dan Trik hanya mengganti-ganti dan menambah-nambahi saja😀

Soo Goon’s POV

Badai datang tiba-tiba.

“Dia anak pindahan baru. Namanya Lee Sungmin. Dulu dia pernah tinggal di kota ini, jadi mungkin ada yang masih kenal.” Ucap Sonsaengnim memperkenalkan murid baru yang ternyata adalah LEE SUNGMIN?!?!

BRRAAAKK!!

“KAU?!?!” teriakku sembari menggebrak meja. Ia melambaikan tangannya ke arahku.

“Wah, ternyata ada yang sudah kenal ya? Syukurlah.” Ucap Sonsaengnim membuatku ternganga. Soogoon-ah, kau benar-benar bodoh! Harusnya kau tidak sehisteris ini dan berpura-pura tak kenal dengannya!

~TToTT~

Kenapa dia pulang lagi?!

“Soo-ah, Soo-ah! Katanya kau teman kecil murid baru itu ya?” tanya Sooyoung.

“Cepat ajak dia ngobrol lalu kenalkan pada kami!” desak Yoona membuatku mengangkat kepalaku yang sedari tadi tertunduk.

“Kalian jangan ngomong sembarangan! Dua tahun yang lalu cowok itu sudah menolakku! Bisa dibilang, ia musuhku sekarang!” ucapku. Ups! Kyaaaa! Padahal aku tak ingin mengingatnya lagi! Aish… Soogoon bodoh!

“Oh.. ternyata pernah suka ya?” ucap Sooyoung sembari menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

Benar. Dulu aku menyukainya. Makanya aku merasa sakit.

Perpisahan dua tahun yang lalu…

Perasaan yang sangat dalam itu…

“Waaah!”

“Sudah lama aku menyukaimu, katanya!”

“Hahaha… Kau sampai dikirimi surat cinta segala?!”

Dia membacanya di depan semua orang. Cowok yang menganggap hal itu sebagai ‘lelucon’…

Tch! Selamanya aku nggak akan pernah percaya lagi terhadap orang sepertinya! Soogoon-a, anggap dia tak ada…

“Hai! Lama nggak ketemu, sobat!”

Degh! Ia menarikku dari belakang. Ani! Dia memelukku?!

Soogoon-ah, sadar! Sadar Soogoon-ah!

Kulepaskan tubuhku dari pelukannya.

“Jangan pernah sok akrab lagi denganku!” ucapku ketus lalu berjalan meninggalkannya.

“Sudah lama aku menyukai Sungmin. Padahal dulu kau bilang begitu padaku!”

Apa?

“Meski nggak bisa jujur.”

Ng?

“Bersamamu membuatku berat…”

Tunggu. Kalimat-kalimat itu…

KYAA!! ITU SURAT YANG KUBERIKAN DUA TAHUN YANG LALU!!

Aku berbalik dan membekap mulutnya.

“Sssttss… Jangan menyisakan hal memalukan seperti ini di tangan musuhmu dong!” ucapku pelan sambil melirik kanan-kiri memastikan tak ada orang yang mendengar kata-katanya barusan.

“Reaksimu memang selalu bagus ya!” ucapnya. Bisa kurasakan ia sedang tersenyum mengejekku kini.

“Memang asyik ya menjahili Shinsoo!” ucapnya.

“WHAT?!” pekikku. Barusan dia memanggilku apa? Shinsoo? Hah?! Ia masih ingat dengan panggilan kecilku?

“Mulai sekarang, kita baik-baik ya?” ucapnya sembari mengacak rambutku lalu pergi meninggalkanku.

Ya! Apa-apaan dia?!

~TToTT~

“Hei! Aku lupa buat PR nih! Tukar dengan buku PR-mu dong!” pintanya.

“Apa?! Nggak mau!” tolakku. Enak saja! Aku yang mengerjakan dia yang dapat nilai? Oh… Tidak bisa!

“Sudah lama aku menyukai…”

“KYAA!! Ne! Ne! Ne! Ambil bukuku! Ambil!” potongku sebelum ia membacakan semua isi surat terkutuk itu.

Bzzz… Menyebalkan!

Dia benar-benar menyebalkan. Bahkan lebih menyebalkan dari pada dulu. Sekarang, sifat menyebalkannya benar-benar  semakin menjadi-jadi. Apapun yang ia minta harus kuturuti. Kalau tidak, ia pasti akan membacakan isi surat itu. Tch! Lee Sungmin sialan!

Saat ini aku dan ia berada di dalam perpustakaan.

Kami mengerjakan tugas bersama? Tidak.

Hanya aku yang mengerjakannya sementara ia asik dengan gadis-gadis dari kelas lain di bangku lain. Aku meletakkan buku yang tadi aku ambil ke raknya semula.

“Hei… Tolong ambilkan buku di atas dong!” pinta murid laki-laki yang datang ke perpus bersama seorang temannya.

“Ne.” anggukku lalu naik ke tangga dan mengambilkan buku yang ia tunjuk tadi.

“Apa asyiknya mengintip dalaman cewek kayak gitu?”

Hek?! Apa yang barusan Sungmin bilang? Mengintip? Dalaman?

Berarti…

Syuuut… Grep!

Sungmin menarik pinggangku lalu menyangga tubuhku yang nyaris saja jatuh.

“Cari tempat lain saja! Lain kali mau kukasih gadis yang cantik nggak?” aku memandang Sungmin yang sedang berbicara pada dua murid laki-laki sialan yang baru saja mengintip dalamanku.

Setelah kedua murid laki-laki itu pergi, Sungmin melepas tubuhku. “Sekali-kali bantu nggak ada salahnya kan? Mereka sudah lama mengincarmu lho!” ucapnya lalu meninggalkanku sendiri di perpustakaan.

Sudah lama?

“Haaah… Padahal kupikir ia tak pernah memperhatikanku” pikirku.

Entah mengapa, bibirku tertarik membentuk sebuah senyum.

~TToTT~

“Dia nggak bawa payung ya?” gumamku begitu melihatnya yang masih menunggu di depan sekolah.

Hujan mengguyur kota Seoul sore ini. Cuaca dingin membuatku mengeratkan jaket yang kukenakan. Aku berjalan melewatinya.

Karena dia sudah menolongku, bukan berarti aku harus meminjami payungku kan?

“Aku… Sudah lama menyukai Sungmin… Apa saja boleh Sungmin lakukan…”

“Ya! Aku tak pernah menulis seperti itu!” pekikku begitu ia mulai mengucapkan isi surat terkutuk itu.

Cih! Dengan terpaksa aku harus berbagi payung dengannya hari ini -.-

Ya ampun! Kenapa jadi begini? Haah… Tidak mungkin kan perasaan itu masih ada?

Astaga… Padahal aku hanya berjalan disampingnya. Kenapa jantungku berdebar-debar tak karuan begini -.-

Haaah..

Kulirik ia yang berjalan di sampingku sambil memegang payungku.

Dia lebih tinggi dari waktu itu.

Aduh!

Aku memukul kepalaku sendiri.

Bodoh! Jangan pedulikan dia lagi!

“Lho?Bukannya rumahmu sudah lewat?” tanyaku heran. Aku tahu rumahnya karena aku sering melewatinya.

“Sudah. Tak apa.” Ucapnya lembut.

“Aku juga mau ke toko buku di depan sana untuk mengambil pesanan buku kumpulan foto, kok!” sambungnya.

“Memangnya di depan sana ada toko buku apa?” pikirku.

“Cepat jalan!” ajaknya. Aku berjalan mensejajari langkahnya.

“Kalau sudah gelap, jalan ini berbahaya.” Ucapnya memecah keheningan di antara kami.

Eh? Jangan-jangan…

Dia mengantarku karena mengkhawatirkanku?

Ya! Shin Soo Goon! Mana mungkin ia mengkhawatirkanmu! Tch! Pikiran bodoh darimana itu?!

~TToTT~

Aku berjalan memasuki gerbang sekolah.

“Minnie nggak pa-pa?”

“Demam nggak?”

“Khawatir banget nih!”

Aku menoleh ke arah suara tadi. Ku lihat Sungmin yang membenamkan wajahnya di kedua lututnya.

Ia mendongak lalu menatap ketiga gadis tersebut.

“Kalau gitu, kalian hangatkan aku dong.” Ucapnya dengan suara parau.

Kemarin waktu pulang kan dingin sekali. Jangan-jangan ia sakit karena mengantarku semalam?

Entah ada dorongan darimana, aku berlari ke arah Sungmin. “Sungmin! Ayo pergi denganku!” pekikku lalu kutarik tangannya dan kubawa ia ke UKS sekolah.

“Obat! Jaket! Perlu penghangat juga nggak?” tanyaku padanya sembari mengeluarkan satu persatu obat-obat yang aku bawa dari rumah.

“Hahaha… Kau benar-benar tak berubah ya? Kau selalu membawa obat lengkap dari rumah!” ucapnya sembari tertawa.

“Itu karena kau paling gak tahan luka. Makanya aku harus baw… Ups!” aku menutup mulutku. Ini berarti aku bawa demi Sungmin dong?

Kubalik tubuhku dan memegang wajahku. Aigooo… pasti wajahku merah sekali >.<

Syuut… Grep!

Sungmin menarik tanganku hingga aku jatuh terduduk di depannya-tetapi aku membelakanginya- dan ia memeluk tubuhku.

“Dingin…” ucapnya di telingaku.

“Hangat tubuhmu masih sama seperti dulu! Kayak hangat tubuh anak kecil!” ucapnya lagi.

Dia… masih ingat hal sekecil itu?

Ya Tuhan…

Aku jadi berharap lebih lagi nih. Debaran cepat yang mengalir lewat punggung ini, pastinya bukan karena demam.

~TToTT~

“Sungmin kemana sih?! Padahal aku bermaksud mengantarnya?” gumamku sembari melihat-lihat ke setiap ruangan yang aku lewati.

Eh? Itu dua murid laki-laki yang mengintipku waktu itu!

Apa yang mereka lakukan di depan perpustakaan?

“Kenapa dia ada sih? Padahal kita kan sudah mengincar Shin Soo Goon sejak dulu!” ucap salah satu dari murid laki-laki itu.

“Cisssh… Dia mau jadi pelindungnya Shin Soo Goon rupanya!” ucap murid laki-laki yang satunya.

“Haah.. Sudahlah! Ayo kita pergi! Kita cari incaran baru saja!”

Aku memasuki perpustakaan begitu dua murid nakal itu pergi.

Aku melihatnya duduk di atas meja sembari menekuk kedua kakinya dan menelungkupkan kepalanya di atas kedua lututnya.

Ku hampiri ia. “Lee Sungmin, gomawo…”

Ia mendongakkan kepalanya dan menatapku. “Apa yang kau bicarakan huh?!” tanyanya dengan suara parau.

Masih demam ya?

Tanganku bergerak ingin menyentuh keningnya.

Mungkinkalau sekarang bisa kukatakan perasaan jujurku sekali lagi…

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya heran sembari meraih tanganku.

“Ng… A..aa..ku..” Greb! Ia menarik tubuhku mendekat. Matanya menatap lekat-lekat mataku. Perlahan-lahan wajahnya mendekat. Hidung kami bersentuhan. Kupejamkan kedua mataku.

“HATTCHHIII!!”

“KYAA!!” pekikku lalu menjauhkan diri darinya.

“Kalau sakitnya ditularkan, bisa cepat sembuh. Dengan begini bisa tenang deh!” ucapnya.

Aaa…apa? Jadi tadi…

Sial! Aku terlalu banyak berharap!

“Aku pulang duluan! Hari ini kepalaku sakit sekali!” pamitnya lalu meninggalkanku yang masih ternganga ini sendiri di perpustakaan.

Aku memukul kepalaku sendiri.

“Bodoh! Lagi-lagi kau berharap lebih Shin Soo Goon!” rutukku.

Bagaimana perasaannya terhadapku ya? Sekarangpun sebenarnya aku masih menyukainya. Menyukai Lee Sungmin, namja tampan yang menyebalkan.

~TToTT~

Baik! Hari ini pasti akan kutanyakan! Bagaimana perasaannya terhadapku.

Kubuka pintu kelas dan masuk ke dalamnya.

“Pagi!” sapaku.

Wuzzz… Hyyuu.. Syuut…

Ada apa sih ini? Kok pagi-pagi ribut begini?

“Wah… Shin Soo Goon sudah datang!” seru Kwon Jiyoung.

“Surat cinta seromantis ini, beneran kau yang tulis?” tanya Jung Yunho.

Eh? Surat?

Pandangan mataku tertuju pada surat yang berada di tangan Yunho.

Suratku?!

Ani-ani! Pasti ini bukan ulah Sungmin. Mungkin suratnya terjatuh lalu di ambil oleh teman-teman yang lain dan dibaca.

Tapi… ini sangat memalukan.

“Lalu, bagaimana jawabanmu?” tanya Jiyoung pada Sungmin.

“Ok? Atau…”

“Bodoh! Itu kan sudah berlalu. Jangan diungkit lagi dong! Lagian, surat itu ditulis hanya sebagai lelucon saja kok! Iya kan Shin Soo?” ucap Sungmin menyela pertanyaan Jiyoung lalu menatapku.

Aku masih diam tak bergeming. Mataku mulai memanas.

Bodoh. Aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak berharap banyak.

Kreettt…

“Kalian semua sedang apa?! Bel pelajaran sudah berbunyi! Kembali ke tempat duduk masing-masing!” seru sonsaengnim yang baru memasuki kelas.

Aku melangkah gontai ke bangkuku dengan kepala tertunduk.

Aku harus benar-benar menyudahinya. Lagipula dia bukan cowok hebat. Egois dan nggak ada hebat-hebatnya. Untuk apa aku terus menyukainya?!

Tapi…

Aish… Sudahlah Shin Soo Goon! Lupakan dia dan perasaanmu terhadapnya!

Tanpa sadar aku merobek-robek buku tulisku. Ku letakkan buku tulis yang sudah tak berbentuk itu.

Dua tahun yang lalu…

Tak akan pernah bisa dilupakan begitu saja…

Segera kuseka airmataku yang hampir jatuh.

Braakkk!!

Orang di belakangku-yang aku ketahui adalah Lee Sungmin- menggebrak mejanya membuat semua orang menoleh dan menatapnya, kecuali aku.

“Sonsaengnim! Bagian itu, biar aku yang baca!” ucapnya.

“Sudah lama aku menyukai Shin Soo Goon.”  Mataku melebar mendengarnya mengungkapkan kalimat itu dengan lantang.

“Meski nggak pernah bisa jujur. Tapi, saat senang bersamanya, saat sedihpun bersamanya. Shinsoo-ah, aku yang mengucapkan ini sekarang! Apakah kau akan membenciku setelah ini?”

Aku menutup mulutku tak percaya. Ini… kalimat dalam surat cintaku yang dulu!

Dia bisa membacanya dengan ataka? Tanpa melihat suratnya?

Aku menoleh ke belakang dan menatapnya tak percaya.

“Aku… Nggak akan mengulang-ulang membaca sampai hafal surat dari gadis yang nggak aku suka!” serunya lalu menarikku pergi ke luar kelas.

~TToTT~

“Eh, tunggu!” seruku membuat ia spontan menghentikkan langkahnya. Saat ini kami berada di tangga menuju atap gedung sekolah kami.

“Apalagi? Kau mau menanyakan soal yang tadi? Masak nggak ngerti sih?!” ucapnya.

Perlahan ia melepaskan genggaman tangan kami lalu jatuh terduduk di salah satu anak tangga.

“Aku selalu menyesal sudah membuatmu menangis waktu itu! Aku… selalu merasa sudah terlambat untuk memperbaiki semuanya…” ucapnya lalu menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya.

Aku menatapnya lembut lalu berjongkok di hadapannya yang masih menelungkupkan wajahnya.

“Aku pernah berpikir untuk menyerah…” ucapnya pelan namun masih terdengar di telingaku.

Ia mengangkat wajahnya dan menatapku dalam. “Tapi selama dua tahun ini, hanya kau yang kupikirkan…” ucapnya membuatku terharu.

“HUWAAAAAA!! SUNGMIN BODOH! Harusnya kau katakan itu dua tahun yang lalu!!” teriakku di depan wajahnya.

“YA! AKU KAN MALU! Waktu itu kita masih SMP! Dan aku pikir di umur segitu adalah saat-saat dimana kita menjahili orang yang kita sukai!” ucapnya.

Aku selalu memimpikan seperti ini.

“Aku juga!” ucapku tak kalah keras.

“Aku..aku…AKU SANGAT MENYUKA, ANI! AKU SANGAT MENCINTAI LEE SUNGMIN YANG BODOH INI!!” Seruku.

Bibirnya yang lembut, menyentuh bibirku ketika aku selesai menyerukan suara hatiku.

Keajaiban yang akhirnya kudapatkan.

Tuhan, terima kasih atas kejujuran kedua ini.

END

Gimana-gimana ? Jelek ya hasil adaptasinya ?

@Sulfi onnie : puas gak ? Udah trik bikinin loh ini requestan onnie😀

Oh ya, dulu kan trik pernah bikin voting adaptasi manga jepang di blog trik. Nah, trik udah coba bikin semua judul yang ada di voting dan ada beberapa yang gagal T.T

Ntu perlu di publish gak ? Castnya bervariasi. Ada idol x Idol & Idol x OC.

Yak, akhir kata, Trik ucapin Terima Kasih buat ACRILY yg udh bersedia membuang-buang waktu dan pulsanya utk membaca FF abal ini, apalagi ditambah koment (disini, fb, maupun di twitter).

Comment and Like are LOVE *hug chingudeul*

SARAN, KRITIK, PROTES, DAN BASHING YANG MEMBANGUN TRIK TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK PAKE URAT & KASAR ^^

Gak bisa koment disini ?? Silakan koment di FBnya Trik : Choi Putri Elf atau twitter : @Putri_Official . Tempat koment bukanlah masalah buat trik, yg penting kalian koment, udh itu ajah. Koment dimana aja, buat Trik itu sama. So, jadilah chingudeul yang baik untuk Trik dengan cara, ketik koment disini, Fb atau Twitter🙂

NB : Jangan panggil Trik Author dong… Agak malu nih di panggil gitu coz, wkt lagi bls2in koment d baca ama temen -___-“ eh.. temen2 Trik malah ikutan manggil Thor Thor Author ==” gak enak bgd de dengernya… Panggil aja PUTRI (15 thn) atau Put, Trik, Onnie, Saeng, asalkan bkn thor and author ^^

Pokoknya jangan malu-malu deh kalo mau sksd ama trik😀 Trik malah suka di sksd-in🙂 Kan berawal dari sksd nantinya kita bisa jadi akrab ^^ malah kalo di panggil thor/author trik susah buat akrab sama kalian -.-

26 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s