Maybe I Love You Part 2

Author:Kim Hyo Rim (Eugenia Sylvi Indira)

Tittle:Maybe I Love You Part 2.

Genre:Romance, Family, Comedy, Friendship

Length:Chaptered

Rating:PG 13/PG 15

Main Cast:

-YOU as Jung Hyun Mi

-Choi Minho as Choi Jun Ho

-Choi Jino as Kim Ji Hoo

-Park Jiyeon as Kim Ji Eun (Hyunmi’s Friend)

Other Cast:

-Krystal f(x) as Jung So Jung

-Keluarga Choi

-Ryu Hwangchul

Untuk lebih jelas baca:
Prolog, Part 1

NB:Anyeong Hyorimindi datang, ini Maybe I Love You Part 2, mianhae kalau ceritanya gk bagus ataupun gaje, maklumlah saya masih author pendatang baru hheeee..Happy Reading ya..!!!! UNTUK SIDERS, SAYA HANYA MENGINGATKAN UNTUK BERTOBAT DAN UNTUK PLAGIAT MENJAUHLAH DARI SINI

HyunmiPOV

“Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu dan aku tidak rela jika kau meninggalkanku, So Jung-ah jangan tinggalkan aku!” ucap Junho lirih dan matanya tetap terpejam.

So Jung?siapa So Jung? Aku kan bukan So Jung? Segera kulepaskan pelukannya dari tubuhku lalu kusegera berlari ke kasur tempat tidurku dan berusaha menghapus kejadian tadi dari pikiranku.

Keesokan harinya

Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi KST, untung saja mobil yang kami kendarai telah ditemukan dan bahan bakarnya telah kami isi penuh, saatnya kami pulang ke rumah keluarga Choi dan sebelumnya kami pamit kepada Hwangchul ahjeusi dan mengucapkan terima kasih padanya karena ia telah banyak membantu kami. Beberapa jam kemudian aku dan Junho sampai di halaman rumah keluarga Choi, untung saja tadi sebelum kami berangkat ke rumah keluarga Choi, aku menyuruh Junho untuk membeli peta agar dia dan aku tidak tersesat lagi. Sesampai disana aku disambut dengan banyak pertanyaan oleh seorang ahjumma yang sepertinya ahjumma itu adalah eomma dari Junho atau nyonya Choi.

“Hyaa akhirnya kalian datang juga, kemana saja kalian? Nomor kalian tidak dapat dihubungi dan kalian tidak memberi kabar kepada eomma dan appa.” ucap Nyonya Choi.

“Kami tersesat.” ucap Junho singkat.

“Mwo? Tersesat? Apakah kau tidak hafal jalan ke rumahmu sendiri? Kau ini bagaimana si, dan kenapa nomormu tidak dapat dihubungi?” jawab Nyonya Choi dengan nada tinggi.

“Kami tersesat di suatu perdesaan dan disana tidak terdapat sinyal, sudahlah aku lelah aku ingin tidur” jawab Junho kasar.

“Hyaa kau dasar anak kurang ajar, Hyunmi-ah maafkan sikap Junho yang sangat tidak sopan, apakah kau lelah? Sini biar eomonim antar kamu ke kamarmu.” ucap Nyonya Choi dengan nada sopan kepadaku.

Mwo eomonim, aku kan bukan anaknya, dan nyonya Choi bukan eommaku.

“Oh ne gumawo eomonim” jawabku sambil berjalan ke arah kamarku.

Sangat janggal bagiku memanggil nyonya Choi dengan sebutan eomonim tapi ya sudahlah lupakan saja.

Keesokan harinya

Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di Hyunwa High School, aku sekolah di tempat yang sama dengan Choi Junho, tapi untung saja aku tidak sekelas dengannya, dan baru kuketahui bahwa dia adalah sunbaeku, kukira dia seumuran denganku. Hah sial sekali aku hari ini, pagi ini aku harus berangkat ke sekolah bersama Junho, hah bisa gila aku mendengar hinaanya terhadapku.

@Hyunwa High School

Saat aku turun dari Mobil yang ku kendarai bersama Junho, banyak siswa yang menatapku dengan tatapan sinis. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan tentangku dasar orang-orang aneh. Sesampainya di kelasku tepatnya di kelas 11-2 (baca: 11B), aku disambut dengan senyuman seorang yeoja yang tak kalah manis denganku, lalu ia mengenalkan dirinya padaku.

“Anyeonghaseo Na Kim Ji Eun imnida, aku ketua kelas di kelas ini, apakah kau murid baru yang bernama Jung Hyunmi?” ucapnya sambil tersenyum padaku.

“Oh ne, anyeonghaseo Na Jung Hyunmi imnida. Dari mana kau tahu bahwa aku adalah murid baru disini?” ucapku bingung.

“Tentu saja aku tahu, aku kan anak dari kepala sekolah disini, ayahku adalah Kim Sang Joo kepala sekolah di sekolah kita.” ucap yeoja manis yang bernama Jieun itu.

“Owh, kalau begitu kau tahu aku harus duduk dimana?” tanyaku padanya.

“Bagaimana kalau kau duduk disampingku, kebetulan sekali hanya ada satu bangku kosong di kelas ini dan bangku itu tepat di sampingku. Bagaimana kau mau tidak?” ucap Jieun sambil memasang tatapan memohon padaku.

“Ne, baiklah aku akan duduk denganmu, sepertinya kau orang yang baik dan menyenangkan. Lalu dimana bangku tempat kita duduk?” tanyaku padanya.

“Sini aku antar kau ke bangku kita.” jawab Jieun sambil mengantarku ke bangku tempat duduk kami.

Setelah aku sampai di tempat dudukku, aku segera duduk dan berbicara banyak dengan Jieun.

“Hyaa apakah kau punya hubungan special dengan Junho sunbae?” tanyanya padaku.

“Anii, mana mungkin aku mau berhubungan dengan namja menyebalkan itu.”

“Cheongmal? Kukira kau yeojachingunya. Lalu kenapa kau berangkat ke sekolah bersamanya?”

“Oh karena itu banyak yeoja yang menatapku dengan sinis. Aku berangkat dengannya karena aku tinggal satu rumah dengannya.”

“Mwo kau tinggal satu rumah dengannya?”

“Hya apa yang kau pikirkan? Aku tinggal satu rumah dengannya karena appaku dan appa nya Choi Junho sangat dekat dan aku dititipkan di keluarga Choi sampai aku lulus sekolah nanti.”

“Oh begitu, untung saja.”

“Mwo untung saja? Apa maksudmu?”

“Kau jangan bilang siapa-siapa ya. Eum sebenarnya aku sangat menyukai Junho sunbae.”

“Mwo kau menyukai namja menyebalkan itu.”

“Hya siapa bilang dia menyebalkan, dia itu sangat tampan, tolong bantu aku!”

“Bantu apa maksudmu?”

“Bantu aku agar dia juga menyukaiku, aku selalu gagal untuk mendekatinya. Kau kan tinggal satu rumah dengan Junho oppa.., pasti sangat mudah untukmu mengetahui semua hal tentangnya. Ayo bantu aku!” ujar Jieun memohon padaku.

“Mwo oppa?”

“Tidak, maksudku sunbae. Lagian oppa tidak apa bukan, kan Junho oppa lebih tua dariku.”

“Ya sudahlah, terserah kau mau panggil Junho oppa atau sunbae aku tidak peduli.”

“Hyya lalu bagaimana? Kau mau bantu aku tidak?”

“Baiklah akanku usahakan.”

“Cheongmal? Gumawo chingu..!!”

“Ne cheonmaneo.”

@Kelas 11-2 Hyunwa High School

Saat Lee seonsaengnim sedang menjelaskan rumus fisika tiba-tiba, perutku berkonteraksi. Hah rasanya sangat sakit, lalu aku mengangkat tanganku dan izin ke kamar mandi kepada Lee seonsaengnim. Setelah di izinkan ke kamar mandi, aku segera berlari ke kamar mandi wanita yang tak jauh dari kelasku. Saat aku berlari menyelusuri koridor sekolah tiba-tiba “brrruuukkk” ada seseorang yang menabrakku..

“Ah.. Neo..??” ujarku pada seseorang yang menabrakku.

“Mianhaeo, gwaenchanao” ujar seorang namja yang tadi menabrakku.

Tiba-tiba saja lidahku terasa kelu dan aku tidak dapat berkata apa-apa saat melihat namja itu.

“Gwaenchanao?” tanyanya sambil membantuku berdiri.

Entah mengapa aku hanya dapat terdiam melihat namja itu, apakah mungkin karena aku kagum dengan namja itu. Saat aku sedang asyik menatap namja tampan itu tiba-tiba “prruuut”, astaga apa yang aku lakukan, mengapa aku buang angin di depan namja tampan ini, hal ini sangat memalukan aku harus pergi dari sini.

Aku segera berlari meninggalkan namja itu dan aku segera pergi ke kamar mandi.

JihooPOV

Aku baru saja selesai menyusun pengumuman di mading, saat aku berjalan menuju kelasku tiba-tiba ada seorang yeoja yang menabrakku. Aku segera meminta maaf dan bertanya tentang keadaan yeoja itu setelah ia tertabrak denganku tadi, tapi ia malah melamun dan tidak menjawab pertanyaanku. Lalu kubantu ia berdiri tapi ia tetap saja terdiam dan tetap menatapku dan tiba-tiba ada suara aneh yang baunya sangat tidak enak. Yeoja itu membuang anginnya di depanku, dan tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi merah dan ia berlari meninggalkanku tanpa mengucapkan satu katapun. Yeoja itu sangat manis dan sangat lucu, sepertinya ia murid baru disekolah ini, karena aku baru pertama kali melihat dan bertemu dengannya. Sudahlah daripada aku melamun dan memikirkan yeoja itu lebih baik aku kembali ke kelasku.

***

*Kriiiiinnnnnggggg*

AuthorPOV

Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid di Hyunwa High School segera membereskan bukunya dan segera pulang ke rumah masing-masing tidak terkecuali Hyunmi dan Jieun.

“Hyunmi-ah, kenapa tadi kau hanya terdiam di kelas, apakah kau sedang tidak enak badan?” tanya Jieun pada Hyunmi.

“Andwaeo, aku hanya sedang merasa bodoh, hah hari ini aku benar-benar sangat memalukan. Mudah-mudahan hari ini aku tidak bertemu dengan namja itu lagi.”

“Namja itu lagi? Siapa maksudmu?”

“Molla, aku tidak kenal dengan namja itu. Aku harap aku tidak bertemu dengan namja itu lagi.”

Saat Hyunmi dan Jieun berjalan keluar gerbang sekolah, tiba-tiba datang seorang namja yang memanggil Jieun..

“Jieun-ah..!!!”

“Oh oppa, weo?”

“Hari ini aku tidak bisa pulang denganmu, hari ini ada pelajaran tambahan untuk ujian nanti.”

“Ne oppa, oya oppa ini temanku namanya Hyunmi dia murid baru disini, Hyunmi-ah kenalkan ini oppaku..”

Saat Hyunmi membalikkan tubuhnya, betapa terkejutnya ia karena namja yang merupakan oppa dari Jieun adalah namja yang tadi ia temui saat ia ingin pergi ke kamar mandi.

“Anyeonghaseo, Na Kim Jihoo imnida.” ujar Jihoo sambil membungkukkan badannya.

“Neo?” ucap Hyunmi terkejut.

“Kau kan yeoja yang tadi pagi, ternyata kau teman dari yeodongsaengku.”

“Ne, na Jung Hyunmi imnida, anyeonghaseo oppa.” ucap Hyunmi gugup.

“Kalian sudah saling kenal? Baguslah, ngomong-ngomong kalian kenal dimana?” tanya Jieun pada Hyunmi dan Jihoo.

Tiba-tiba saja Hyunmi menarik tangan Jieun.

“Sudahlah, aku harus pulang cepat hari ini, dan oppamu kan harus ikut pelajaran tambahan, lebih baik kita pulang sekarang. Anyeong Jihoo oppa.” ucap Hyunmi mencoba menghindar.

Lalu Hyunmi dan Jieun segera meninggalkan sekolah dan kembali ke rumah mereka masing-masing.

@Rumah Keluarga Choi.

Sesampai di rumah Choi, Hyunmi disambut dengan pelukan dari nyonya Choi.

“Hyunmi-ah akhirnya kau pulang juga, kenapa kau tidak pulang bersama Junho?” tanya nyonya Choi pada Hyunmi.

“Owh ne, hari ini semua murid kelas 12 harus mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan ujian.” jawab Hyunmi.

“Owh, lalu kau pulang dengan apa dan dengan siapa?”

“Hari ini aku pulang menggunakan bis bersama temanku yang bernama Kim Jieun, dia puteri dari kepala sekolah di Hyunwa High School.”

“Untung saja kau memilih teman yang tepat, kau memang cerdas memilih teman. Sudahlah sekarang kau segera ganti baju, cuci kaki, cuci tangan, dan segera ke ruang makan karena eomonim telah memasakkan banyak makanan untukmu, araseo?”

“Ne araseo, gumawo eomonim.”

HyunmiPOV

Aku segera berlari menuju ke kamarku, aku masih memikirkan Jihoo oppa, entah kenapa aku selalu memikirkan namja itu. Apakah aku menyukai oppa dari Jieun, mungkin aku menyukainya. Jihoo oppa sangat tampan menurutku, jadi apa ruginya jika aku memikirkan namja itu… Hya aku punya ide hhe..

Keesokan harinya

@Kelas 11-2 Hyunwa High School

Sesampainya di sekolah, aku segera berlari menuju kelasku.

“Jieun-ah” ujarku sambil tersenyum pada Jieun.

“Weo? Ada apa denganmu? Sepertinya kau sedang senang?”

“Jieun-ah, mau tidak kau bantu aku?”

“Bantu apa maksudmu?”

“Bantu aku untuk dekat dengan oppamu!”

“Mwo? Kau menyukai Jihoo oppa?”

“Husssh jangan kencang-kencang, ne aku menyukai Jihoo oppa. Bagaimana kalau kita kerja sama.”

“Kerja sama apa?”

“Heuh, begini aku akan membantumu untuk dekat dengan Junho, tapi kau harus bantu aku untuk dekat dengan oppamu, arasseo?”

“Owh ne arasseo, aku sangat setuju. Mulai detik ini kita harus mulai kerja sama kita oke. Fighting!”

“Fighting.”

Saat bel pulang sekolah berbunyi aku bersama Jieun segera pergi ke luar kelas, saat kami berjalan keluar kelas ada seseorang yang memanggilku

“Hyyaaa neo, Hyunmi-ah” ujar seorang namja kepadaku dan namja itu tak lain dan tidak bukan adalah Junho.

“Weo?” ucapku ketus.

Bisa kulihat Jieun yang sedang senyum-senyum sendiri saat melihat kedatangan namja menyebalkan itu.

“Cepat pulang!” ucap Junho tak kalah ketus padaku.

“Apa maksudmu, kau pikir aku binatang peliharaanmu. Seenaknya kau menyuruh-nyuruhku.”

Tiba-tiba saja tanganku ditarik oleh Junho.

“Hyaa apa yang kau lakukan, Junho-ah lepaskan aku!” ujarku pada Junho tapi ia malah tidak mempedulikanku.

“Hyaa, Jieun-ah tolong aku!” ucapku pada Jieun, tapi dia malah terpaku menatap namja menyebalkan itu.

@Di dalam mobil Junho

“Hyaaa apa yang kau lakukan?” ucapku karena kesal dengannya.

“Panggil aku oppa?”

“Mwo? Apakah kau gila? Hentikan mobilnya dan turunkan aku disini.”

“Aku bilang panggil aku oppa, aku kan sudah memberhentikan mobil, kau harus panggil aku oppa!”

Aku tidak mempedulikan kata-katanya dan aku segera keluar dari mobil itu dan segera berlari menuju halte bus terdekat. Saat aku berjalan menuju halte bus tiba-tiba ada seseorang yang menggendongku. Dan ternyata orang yang menggendongku itu adalah Junho dan ia membawaku masuk ke dalam mobilnya lagi.

“Hya sebenarnya ada apa denganmu?” ucapku kesal.

“Aku butuh bantuanmu.”

“Mwo bantuan?”

“Ne ini hanya sekali.”

“Heuh baiklah kalau ini hanya sekali aku akan berusaha membantumu.”

“Kau jadi yeojachinguku untuk hari ini saja, kau jangan kegeeran, aku tidak bermaksud untuk mengungkpkan perasaanku, lagian mana mungkin aku menyukai yeoja sepertimu”

“Hyaaa jadi maksudmu menyuruhku memanggilmu oppa hanya karena ini. Dasar bodoh kukira kau gila mnyuruhku memanggilmu oppa.”

“Bagaimana kau mau tidak?”

“Lalu imbalannya apa?”

“Aku akan menuruti keinginanmu.”

“Cheongmal, baiklah aku akan membantumu. Kita mau mulai dari mana?”

“Sangat mudah, kau hanya perlu mengganti kata-katamu hingga menjadi lebih sopan dan tentu saja kau harus memanggilku oppa.”

“Heuh sangat menjijikkan memanggilmu oppa, tapi yasudahlah tapi kau harus berjanji bahwa kau akan menuruti permintaanku.”

“Baiklah, oche mulai detik ini kau adalah yeojachinguku arasseo.”

“Ehe”

@Korean Restaurant

Junho mengajakku untuk makan siang bersamanya disini dan dia bilang disinilah kita akan bertemu dengan seorang yeoja yang akan kami tipu dengan acting kami sebagai sepasang kekasih. Aku harap kami berhasil, jika kami berhasil, semua yang kuinginkan akan diturutkan. Saat aku dan Junho berjalan masuk ke dalam restoran ada seorang yeoja yang memanggil nama Junho.

“Junho-ah, aku disini” ucap yeoja itu pada Junho.

Saat yeoja itu memanggilnya Junho langsung menggandeng tanganku dan ia membisikkan sebuah kalimat.

“Jangan lupa kau harus panggil aku oppa.”

Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku saat Junho membisikkan kata-kata itu, entah mengapa jantungku berdetak kencang saat ia menggandeng tanganku dan saat ia membisikkan kata-kata itu, apakah mungkin.. Andwae aku tidak boleh menyukai namja menyebalkan itu.

Sesampainya di meja makan nomor 8, tepatnya meja makan tempat yeoja yang tadi memanggil Junho. Aku segera duduk tepat di samping Junho, dan pembicaraan pun dimulai.

“Junho-ah, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu.” ujar yeoja yang menurutku tak kalah cantik denganku.

“Ne, sudah lama kita tidak bertemu. Kenalkan ini yeoja chinguku” ucap Junho sambil melirikku.

“Ne anyeonghaseo, na Jung Hyunmi imnida.” ucapku sambil tersenyum pada yeoja itu.

“Owh anyeonghaseo, na Jung So Jung imnida, aku sahabat lamanya namjachingumu” balasnya padaku sambil tersenyum.

Mwo So Jung? Sepertinya nama itu tidak asing untukku. Ne So Jung aku baru ingat, So Jung itukan nama yang waktu itu dipanggil oleh Junho saat ia tertidur.

Apakah dulu Junho dan Sojung memiliki hubungan khusus, entah mengapa saat itu aku tidak dapat berkata apa-apa, apakah aku cemburu? Tidak mungkin aku harus pergi dari sini.

“Oppa aku sedang tidak enak badan, sepertinya aku harus pulang sekarang” ucapku pada Junho.

“Mwo, baiklah akanku antarkan kau pulang.” ucap Junho padaku dan aku yakin bahwa dia perhatian karenaku hanya semata-mata acting.

“Andwaeo, bagaimana dengan So Jung-si?”

“Sojung-ah, aku harus pulang sekarang karena yeojachinguku sedang tidak enak badan, kau tidak apa-apa kan ku tinggal sendiri” ucap Junho pada Sojung.

“Ne gwaenchana, sebaiknya cepat nanti yeojachingumu bisa pingsan disini.”

“Owh ne kami pamit dulu, anyeong” ucapku dan Junho bersamaan dan melangkah meninggalkan restoran itu.

SojungPOV

Aku tidak menyangka bahwa sangat mudah untuk Junho melupakanku, sebenarnya aku masih sangat mencintainya, tapi bagaimana lagi, dia sudah memiliki yeojachingu pengganti diriku.

AuthorPOV

#Flashback#

“Junho-ah maafkan aku, kita harus putus” ucap seorang yeoja dengan nada lirih.

“Weo? Apa maksudmu.” jawab seorang namja yang dipanggil Junho oleh yeoja itu.

“Kita harus putus, aku harus pergi ke luar negeri mengikuti appaku, dan aku akan dijodohkan dengan putera teman dari appaku.”

“Hanya karena itu kau memutuskan aku, hanya sekecil itu cintamu padaku. Begitu mudahnya untukmu melepaskanku, tapi aku tidak dapat melepaskanmu Sojung-ah”

“Maafkan aku Junho-ah, aku harus pergi sekarang”

“Sojung-ah jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu. Dan aku tidak akan mencintai orang lain selain dirimu, tolong jangan tinggalkan aku.” ucap Junho sambil menarik tangan seorang yeoja yang ia panggil Sojung.

“Maafkan aku, sekali tidak bisa tetap tidak bisa. Mianhaeo anyeong.”

#Flashback end#

Sojung POV

Ini semua memang balasan untukku, dulu dengan mudahnya aku meninggalkan Junho. Dan sekarang saat aku kembali untuknya, dia malah meninggalkanku dan memilih yeoja lain. Entah mengapa tiba-tiba air mata menetes dari mataku, hatiku terasa sakit saat ini. Hal yang aku harapkan malah jadi hal yang aku tidak inginkan. Junho-ah mianhae, aku harap aku masih punya kesempatan untuk merebut hatimu dari yeojamu yang bernama Hyunmi itu. Setan apa yang telah merasukiku, rasanya ingin sekali kuhancurkan hubungan Junho dengan yeojachingu barunya itu, sepertinya pertandingan akan dimulai, yaitu pertandingan merebut hati seorang namja bernama Junho, aku tidak peduli dengan yeoja yang bernama Hyunmi itu, aku harus merebut kembali hati Junho dari yeoja itu.

-TBC-

24 responses

  1. Karakter eommanya Junho ngingetin aku ma Drama Playful Kiss…..😀
    daebak dech ceritanya…..
    owh iya bzok eonnie mau Curhat jga ma kmu,….
    Kmu bzok dteng ke skolahnya jgn kesiangan biar curhatnya nggak stengah2…
    Oce…?🙂
    D tunggu next partnya Chinggu🙂

  2. fufufu~
    gomenasai saia datengnya telat hahaha XDD
    bacanya kae kuya sih #PLAK

    ceritanya simpel tapi lucu yah. Aduh, si Junho nyebelin banget. Tapi saia suka adegan yang tersesat di hutan itu. Ternyata pas mimpi buruk, need a girl juga toh❤😀

    dari sisi penulisan sih, saia suka dengan gayamu yang suka ganti-ganti POV itu, jadi reader bisa tau dari dua sisi karakter utamanya.
    terus, narasinya juga bagus kok. rapi dan runtun. Dan buat ide, sudah tak perlu diragukan lagi🙂
    tapi saran saia sih, buat keterangan tempat kae @sekolah itu ga perlu ditulis, untuk tantangan. Dikau bisa mendeskripsikan keterangan tempat itu di dalam ceritanya, jadi pembaca bisa ikut mengalir dalam settingnya yang disatukan dengan ceritanya *ribet bener deh*
    dan, saia mau kasih koreksi sedikit, tadi dikau nulis 'mempedulikan' pan? seharusnya itu jadi 'memedulikan' karena huruf 'p' bakalan luluh kalo dikasih imbuhan di depannya *duh, saia ini sangat cerewet sekali* #PLAK

    er, sekian komen saia.
    gomenasai kalo saia sangat amat super duper cerewet m(_ _)m
    soal tadi di A/N dikau minta komen yang spesifik sih hehehe XDD

    btw, ini saia Chen Wei Ching yang di FB😀
    bangapseumnida~

    • gumawo udh read n coment ff ak.
      penasaran..penasaran..??
      dtnggu y next part nya kemungkinan ak ngepost ny mlm ini tp blm tntu..
      doain ja dech occhhee hhee..
      gumawo..
      sering-sering coment ff ak y hheee…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s