Maybe I Love You Part 3

Author:Kim Hyo Rim(Eugenia Sylvi Indira)

Tittle:Maybe I Love You Part 3.

Genre:Romance, Comedy, Friendship, Family, Life

Lenght:Chaptered

Rating:PG 13/PG 15

Main Cast:

-YOU as Jung Hyun Mi

-Choi Minho as Choi Jun Ho

-Choi Jino as Kim Ji Hoo

-Park Jiyeon as Kim Ji Eun (Hyunmi’s Friend)

Other Cast:

-Krystal f(x) as Jung So Jung

-Keluarga Choi

Category: PG 13/PG 15

Untuk lebih jelas baca: Prolog, Part 1, Part 2

NB:Anyeonghaseo Kim Hyo Rim imnida, aku author baru disini semoga kalian bisa menerima ff aku yang ceritanya kurang menarik ini, alasan aku mengganti atau menambahkan nama cast(seperti Choi Minho menjadi Choi Junho) adalah cuma pingin mencoba hal yang berbeda buat ff *mudah-mudahan bisa diterima*, supaya aku bisa memperbaiki cara tulis ff aku ini, tolong beri aku komentar, komentar kalian sangat dibutuhkan olehku..oke happy reading..!!!
DON’T BE A SILENT READERS..!
DAN DILARANG KERAS MEMPLAGIAT FF INI..!!


HyunmiPOV

Junho merangkul tubuhku dan ia mengantarkanku ke dalam mobilnya.

“Bagaimana apakah kita harus ke rumah sakit sekarang?” tanya Junho padaku.

“Anii, aku kan hanya acting.” ucapku santai.

“Kukira kau benar-benar tidak enak badan, hah kau membuatku panik saja.”

“Begitu perhatiannya kau kepadaku, aku kan bukan yeoja chingumu, aku ini kan hanya YEOJACHINGU PALSUMU. Kenapa kau harus memikirkan kesehatanku?”

“Hyaaa aku…”

“Mwo, jangan bilang kau benar-benar menyukaiku?”

“Apakah kau gila, mana mungkin aku menyukai yeoja sepertimu. Cepat kau keluar dari mobilku!”

“Mwo seenaknya kau mengusirku, kan aku sudah membantumu harusnya kau ucapkan terima kasih padaku! Oya kau kan berjanji akan mengabulkan permintaanku, tapi apa kau malah…. Ah..” saat aku masih berbicara tiba-tiba Junho mendorongku hingga jatuh keluar mobil (ceritanya tadi pintu mobilnya belum ketutup).

“Hyaaaahhh”

“Kenapa kan sudah aku bilang keluar dari mobilku tapi kau tidak segera keluar dari mobilku, makanya aku mendorongmu, dengan begitu kau baru bisa keluar dari mobilku.”

“Kau, berani sekali kau. Siap-siap saja karena kau tidak menepati janjimu akan kubilang ke yeoja tadi bahwa aku hanya yeojachingu palsumu, dengan begitu semuanya impas, Anyeong aku akan menemui yeoja itu.” ancamku pada Junho.

Saat aku berjalan menuju ke dalam restoran tadi, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tubuhku, hingga aku berbalik dan tanpa sengaja memeluknya. Omo orang yang menarik tubuhku adalah Junho dan sekarang ia memelukku dengan erat.

“Hyaa lepaskan aku, apa yang kau perbuat ini sangat memalukan. Jangan memelukku di depan umum.” bisikku pada Junho karena banyak orang yang memandangi kami.

“Aku tidak peduli.” bisik Junho, dan tiba-tiba Junho melancarkan rencana buruknya.

“Chagia, maafkan aku. Aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Aku mencintaimu dan aku akan mencoba untuk mencintai janin yang kau kandung itu, dan aku akan berusaha menjadi seorang yeobo dan appa yang baik untukmu dan untuk janin kita. Tolong maafkan aku, maukah kau terima permintaan maafku?” ucap Junho yang sedang menjalankan rencana buruknya itu.

Hya apa yang harus kulakukan ini sangat memalukan banyak orang yang memandang kami dan banyak orang yang berteriak “maafkan maafkan maafkan”.

Hah apa yang harus kulakukan namja ini benar-benar menyebalkan.

“Heuh, ne aku memaafkanmu.” jawabku padanya dan bisa kudengar banyak orang yang bersorak-sorak dan bertepuk tangan.

Aku merasa seperti seorang artis yang sedang beracting di tengah lapangan parkir bersama namja gila yang mengaku menghamiliku, hah hari ini benar-benar gila penyebab dari semua ini adalah Junho, Choi Junho.

@Di dalam mobil Junho.

“Yayaya actingmu lumayan bagus” sindirku padanya. “Weo kau baru tau? Aku ini sangat berbakat, apapun bisa kulakukan seperti bernyanyi, beracting, dancing dan banyak.”

“Mungkin mengemis pun kau bisa?”

“Mwo? Apa yg kau katakan?”

“Lupakan saja, aku hanya bercanda”

“Kau gadis penghianat”

“Ya apa maksudmu”

“Kau gadis penghianat, bukannya tadi kau ingin adukan semua rencana kita kepada Sojung, untung saja aku gagalkan.”

“Hya kenapa kau membahas masalah ini, ini semua tidak bersangkutan dengan yang sedang kita bicarakan sekarang.”

“Kenapa kau tidak suka aku bilang bahwa kau adalah penghianat?”

“Heuh ne aku memang penghianat sepertimu.”

“Mwo sepertiku?”

“Ne sepertimu, kau bilang jika aku membantumu kau akan mengabulkan permintaanku, tapi buktinya apa? Kau malah…”

~Chu~ bibirku telah terkunci oleh sentuhan lembut dari bibir Junho, OMO first kissku telah direbut olehnya. Deg deg deg jantungku berdetak sangat kencang, apakah aku mulai menyukainya, astaga kenapa dia tidak melepas ciuman ini, aku sudah sesak dibuatnya. Entah kenapa tiba-tiba tanganku bergerak mendorongnya dan ciuman kami terlepas..

“Hyaaa apa yang kau lakukan? Apakah kau gila” omelku padanya.

“Weo? Itu adalah ucapan terima kasihku karena kau sudah membantuku.”

“Mwo? Aku tidak memintamu untuk menci..”

“Mwo kisssu? Semua yeoja di dunia ini sangat ingin mendapatkan ciumanku. Kau sangat beruntung karena kau telah merasakan bibirku ini”

*PLLLAAAAKKK*

Tiba-tiba saja tanganku begerak menamparnya dan entah mengapa air mataku menetes, hyaa Hyunmi mengapa kau menangis tak biasanya kau begini. Lupakan namja brengsek itu, ucapku dalam hati.

“Heuh kau? Sebenarnya ada apa denganmu hah, namja mesum, brengsek, bodoh, KAU MENYEBALKAN” ucapku pada Junho. Lalu aku melangkah pergi meninggalkan mobil itu. Dan asal kalian tahu, bukanya menjemputku dan meminta maaf padaku tapi ia malah meninggalkanku. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Jieun di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari sekolah kami, entah mengapa yang sekarang kupikirkan adalah tentang first kissku itu, aku merasa kesal, bukan kesal karena Junho menciumku tapi karena mengapa Junho menciumku hanya karena ingin mengucapkan terima kasih, padahal yang kuinginkan adalah ketulusan dari hatinya, yaitu kiss itu berasal dari hati yang tulus bahwa ia mencintaiku bukan seperti ini. Apakah aku mencintainya? Mungkin ini adalah awal dari mulainya perasaan ini, yaitu perasaan cinta. Tiba-tiba lamunanku terganggu oleh suara cempreng sahabatku Jieun.

“Hyunmi-ah…!!” ucapnya sambil memamerkan senyum manisnya itu.

“Ne Jieun-ah duduklah disini aku sudah menunggumu dari tadi.”

“Cheongmal mianhae telah membuatmu menungguku. Hyaaa diliat-liat ada yang berubah darimu”

“Mwo apa maksudmu?”

“Ya bibirmu berubah”

“Mwo?” ucapku sambil menyentuh bibirku.

“Ne, jangan-jangan..”

“Ya apa maksudmu”

“Apakah kau telah melakukan kiss??”

“Mwo? Aniaaa..”

“Cheongmal? Tapi bibirmu terlihat lebih membengkak.”

“Mwo? Anii kemarin bibirku digigit nyamuk. Anyeong aku harus pulang sekarang”ucapku mencoba menghindar.

“Hyunmi-ah kenapa kau meninggalkanku?”

“Anyeong chingu..!!!”

JunhoPOV

Sesampai dirumah aku segera melangkah ke kamarku, entah mengapa aku merasa menyesal atas apa yang kuperbuat kepada Hyunmi tadi, pasti yeoja itu akan marah besar padaku. Apakah aku harus minta maaf padanya, ne aku harus minta maaf padanya. Lalu kuputuskan untuk menunggunya di ruang tamu, berjam-jam berlalu tapi tidakku lihat kedatangan yeoja itu, apakah dia kabur karena perbuatanku padanya, lalu kulirik jam yang berada di dinding, jam menunjukkan pukul 23.00 KST, kekhawatiran mulai muncul di benakku, lalu aku memutuskan untuk mencarinya, saat aku ingin keluar dari rumah tepatnya saat aku mebuka pintu tiba-tiba aku melihat seorang yeoja berambut panjang, berkulit putih pucat, dan yeoja itu terlihat kedinginan ia sedang duduk di bangku yang berada di taman rumahku, apakah ia tidak merasakan kedinginan, padahalkan salju sedang turun. Entah mengapa aku merasa penasaran dengan yeoja itu, lalu aku memberanikan diri untuk mendekatinya..

“Gwaenchanao? Nuguseo??” ucapku pada yeoja misterius itu.

“Heuh heuh dingin sekali”

Astaga ternyata yeoja itu adalah Hyunmi, ia sedang menggigil kedinginan. Sebenarnya apa yang ia sedang lakukan disini, kenapa ia tidak masuk ke dalam rumah, apakah ia takut denganku. Lalu kugendong tubuh mungilnya itu masuk ke kamarnya, dan kututupi tubuhnya dengan selimut agar ia tidak merasa kedinginan kembali, saat ia sudah tertidur lelap, aku mencoba untuk menyentuh keningnya dan dapat kurasakan keningnya terasa panas, sepertinya ia demam. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan, hari ini kan eomma dan appa tidak ada di rumah. Eotokhae..?? Yang bisa kulakukan sekarang hanya mengompres tubuhnya, agar panasnya segera turun.

Keesokan harinya

HyunmiPOV

Haaahhh tubuhku terasa lemas hari ini, sebenarnya apa yang terjadi denganku. Lalu kubuka mataku, betapa terkejutnya aku saat melihat ada Junho yang sedang tidur dengan posisi duduk di samping kasurku, segulat senyum terpampang di wajahku sekarang, ne aku sangat senang melihat wajahnya, apakah semalaman dia menjagaku. Hah dia terbangun.

“Gwaenchana?” ucap Junho sambil menyentuh keningku.

“Ne gwaenchana, sebenarnya apa yang terjadi denganku semalam?” tanyaku padanya lalu ia menceritakan semua kejadian yang terjadi semalam.

“Owh gumawo karena kau telah menjagaku semalaman”

“Ne cheonmaneo, mianhae atas perbuatan bodoh yang kulakukan kemarin padamu, cheongmal mianhae”

“Ne gwaenchanao gumawo”

*-*-*-*-*

Mengapa dia sangat perhatian padaku, apakah dia menyukaiku, aku harap begitu. Dia adalah satu-satu nya namja yang sangat perhatian kepadaku, kurasa aku menyukainya karena dia selalu memberi perhatian lebih padaku. Kupandangi tubuhku yang sedang bercermin dan bersiap-siap untuk sekolah, kupikir tampangku tidak buruk, wajahku lumayan manis, mungkin hanya sikapku yang perlu di rubah, tiba-tiba saja nyoya Choi datang.

“Hyunmi-ah”

“Ne weo eomonim”

“Mianhae hari ini Junho tidak dapat mengantarmu ke sekolah karena dia bilang dia mempunyai suatu urusan”

“Gwaenchana aku bisa berangkat menggunakan bis”

“Cheongmal kau memang yeoja yang baik, gumawoseo”

“Ne chonmanui maissumnida eomonim”

Hah aku yakin bahwa Junho sebenarnya bukan mempunyai urusan penting, tetapi sebenarnya ia mencari alasan untuk tidak berangkat ke sekolah bersamaku. Ne aku hanya bisa berpura-pura tersenyum di depan nyonya Choi karena aku ingin mencoba menghilangkan sikap burukku. Saat aku berjalan menuju halte bis tiba-tiba sebuah motor datang menghampiriku, siapa orang yang mengendarai motor itu, sepertinya tidak asing bagiku. Lalu namja itu melepas helm yang ia gunakan..

“Hyunmi-ah”

“Oh Jihoo sunbae”

“Tumben sekali kau berangkat ke sekolah sendiri, biasanyakan kau pergi bersama Junho”

“Owh, eum aku hanya ingin mencoba berangkat ke sekolah sendiri”

“Bagaimana kalau kau berangkat denganku saja”

“Cheongmal, apakah sunbae yakin bisa menggoncengku, tubuhku ini sangat berat” ucapku sedikit berbohong.

“Gwaenchana, cepat kenakan helm ini, lalu kau segera naik ke motorku”

“Ne gumawo sunbaenim”

Saat Jihoo sunbae menancapkan gas tiba-tiba tak sengaja aku memeluk tubuhnya, hah..

“Cheongmal mianhae sunbaenim” ucapku.

“Gwanchanao”

Tiba-tiba saja Jihoo sunbae menarik tanganku hingga melingkar di pingganya.

“Begini lebih aman” ucapnya padaku. Deg astaga kenapa dia sangat baik padaku hah aku sangat senang hari ini.

*-*-*-*

@Hyunwa High School

Bel pulang berbunyi, tiba-tiba saja Jieun menarik tanganku..

“Hyunmi-ah, aku minta tolong padamu sekali saja”

“Minta tolong apa?”

“Aku ingin…….” bisiknya padaku.

“Heu baiklah akan kuusahakan”

JunhoPOV

Saatku berjalan keluar kelas ada seorang yeoja yang memanggilku.

“Junho sunbae”

Betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang memanggilku dengan sebutan sunbae itu adalah Hyunmi.

“Ne we..? Hyaa Hyunmi apakah kau sedang sakit” ucapku sambil menyentuh keningnya.

“Mwo andwaeo, na gwaenchanao sunbae” ucapnya sambil melepas tanganku dari keningnya.

“Tumben sekali kau memanggilku sunbae, ada apa denganmu?”

“Aku ingin mencoba berbuat baik, sunbaenim tolong aku”

“Tolong apa..??”

@Aula Hyunwa High School

Hana Dul Set “KIMCHI”..

Ternyata Hyunmi memintaku untuk berfoto dengannya di aula, katanya sih untuk kenang-kenangan tapi yang kukesalkan kenapa tidak hanya kami berdua saja yang berfoto melainkan hampir semua murid sekolah kami yang berfoto..

Pertamanya kami berfoto beramai-ramai tak lama kemudian Jieun sahabat dari Hyunmi memintaku untuk berfoto dengannya, yah bagaimana lagi aku sudah berjanji dengan Hyunmi, jadi aku terpaksa berfoto dengan yeoja cerewet itu..

“Hana Dul Set” ucap Hyunmi sambil memotret kami.

Entah mengapa ada hal yang aneh dari tatapan Hyunmi, sepertinya ia sedang bersedih tapi yasudahlah.

Selesai kami semua berfoto aku mencoba mencari Hyunmi, kemana dia. Aku mencarinya ke seluruh ruang di sekolah dan akhirnya aku menemukannya di ruang musik, ia sedang bemain piano, lalu aku memutuskan untuk duduk disampingnya.

“Hyunmi-ah”

HyunmiPOV

“Hana Dul Set” ucapku sambil memotret mereka, tepatnya Jieun dan Junho sunbae. Entah mengapa aku merasa sakit hati saat memotret foto itu, apakah mungkin aku cemburu dengan Jieun karena ia berfoto dengan Junho sunbae, sakit sekali rasanya melihat itu apalagi saat aku mendengar perkataan seorang temanku kepada mereka “Kalian seperti orang berpacaran”, saat itu aku ingin menangis, hatiku terasa sangat sesak sekali, aku mencoba untuk menahan tangisku dengan menggigit bibirku tanpa kusadari bibirku terluka tapi aku abaikan luka itu, dan aku hanya bisa berpura-pura tersenyum saat melihat Jieun yang terlihat senang. Setelah mereka selesai berfoto aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu, disana aku merasa sesak, lalu aku memutuskan untuk bemain piano di ruang musik, dentingan musik yang kulantunkan saat memainkan piano membuatku merasa lebih tenang, tiba-tiba ada seorang namja yang memanggilku..

“Hyunmi-ah..”

“Junho sunbae, apa yang kau lakukan disini?”

“Eum aku mencarimu”

Mengapa Junho sunbae mencariku, aku sangat senang mendengar ucapannya itu lalu aku bertanya mengapa padanya.

“Weo?”

“Hyunmi-ah gwaenchana? Mengapa bibirmu berdarah? Ada apa denganmu?”

“Oh ini karena..” aku terdiam sejenak memikirkan jawabanku, tiba-tiba saja Junho sunbae mengambil sapu tangan dari kantongnya lalu ia mengelap darah yang berada di bibirku dengan sapu tangan miliknya.

“Sunbae?”

Tiba-tiba saja teman-teman kami datang dan mengatakan “Kalian memang pasangan serasi, apa yang kalian lakukan disini? Mengapa kalian meninggalkan kami?”

“Ania, kalian salah paham” jawabku.

“Hya tapi disini ada bukti kalau kalian sedang bermesraan” ucapnya sambil menunjukkan gambar yang berada di kamera yaitu gambar disaat Junho sunbae mengelap darah di bibirku. Di saat itu aku merasa senang namun bingung, apalagi saat melihat wajah Jieun yang tampak kesal padaku.

“Sudahlah, ini tidak penting, aku ingin pulang” ucap Jieun sambil menatapku.

“Jieun-ah” aku mencoba mengejar Jieun yang berjalan keluar sekolah.

“We?” ucapnya ketus padaku.

“Apakah kau marah padaku?”

“Ani, aku tidak marah denganmu”

“Lalu kenapa kau pulang dan meninggalkan kami”

“Apakah ada larangan bahwa aku tidak boleh pulang? Ini kan sudah lewat dari waktu pulang sekolah”

“Jieun-ah” ucapku sambil menarik tangannya.

“We? Lepaskan aku, aku ingin pulang, cepat kau pergi ke sekolah sepertinya Junho sunbae menunggumu” sindirnya padaku sambil melepaskan tanganku dari lengannya secara kasar. Dan bodohnya aku, aku hanya bisa terdiam saat ia pergi meninggalkanku, tiba-tiba saja aku merasa sangat menyesal dan aku merasa bersalah kepada Jieun.

“Mianhaeo Jieun”

JieunPOV

Sesampai di rumah aku segera berlari ke kamarku, hari ini adalah hari yang menyebalkan ini semua disebabkan oleh Hyunmi, sahabatku yang seorang penghianat. Aku benci dengannya, kupikir ia baik tapi ia malah menyakiti hatiku. Dasar yeoja menyebalkan bersiaplah kau, orang yang tega membuat Jieun sakit hati akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan.

“HAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH YEOJA MENYEBALKAN” ucapku sambil mengacak-acakan rambutku.

AuthorPOV

Malam ini adalah malam yang sangat tidak menenangkan untuk Hyunmi dan Jieun. Hyunmi hanya dapat terduduk di ayunan yang berada di halaman depan rumah keluarga Choi sambil mengingat kejadian yang membuat Jieun kesal dengannya. Jieun hanya dapat menangis sambil melihat foto dia yang sedang tertawa dengan Hyunmi, tetapi keadaan Junho berbeda entah mengapa ia merasa sangat senang dengan hari ini, dan ia hanya dapat tersenyum melihat Hyunmi yang sedang terduduk di ayunan tanpa ia tahu apa isi perasaan Hyunmi sebenarnya. Sedangkan Jihoo merasa khawatir dengan dongsaengnya, yang seharian ini selalu menangis.

“Jieun-ah gwaenchana?” ucap Jihoo sambil mengetuk pintu kamar Jieun. Tapi tak ada jawaban dari Jieun.

“Jieun-ah ada apa denganmu?”

“Sudahlah oppa jangan pedulikan aku” teriak Jieun dari dalam kamarnya.

Beberapa hari kemudian

HyunmiPOV

Beberapa hari ini, tidak ada canda dan tawa di antara aku dan Jieun, jangankan berbicara, bertemu denganku saja Jieun langsung membuang muka. Dimanapun kami bertemu kami hanya saling diam, bukan bermaksud sombong, jika aku senyum padanya di malah membalas senyumanku dengan tatapan sinis. Dia bilang dia tidak marah denganku tapi kenapa ia bersikap seperti itu padaku, sebenarnya apa yang ia mau. Aku jadi serba salah dengannya, sebenarnya yang jahat itu aku atau dia. Aku sudah tidak tahan dengan keadaan membingungkan seperti ini, jadi aku putuskan untuk berbicara dengan Jieun sekarang.

JieunPOV

Beberapa hari ini aku tidak pernah berbicara dengan Hyunmi mungkin karena aku terbawa kesal dengannya, jika dia tersenyum padaku aku hanya bisa menatapnya dengan tatapan sinis, aku tidak peduli dia mau menilai aku seperti apa, ini diriku ini yang aku mau, kalau dia menilai bahwa aku ini egois. Aku memang egois, jika seseorang ingin berteman denganku ia harus menerima kebaikan dan keburukanku berarti ia harus menerima sikap egoisku ini, dan ia harus menerima di perlakukan seperti pelayan olehku. Kepolosan Hyunmi membuatku dengan mudah menipunya dengan sikap baikku yang hanya sekedar acting. Hah aku sudah bosan membicarakannya aku memutuskan untuk pergi ke kantin.

@Kantin Hyunwa High School

Di kantin hari ini sangat sepi, ini lebih baik dari pada banyak orang, aku lebih suka kesepian seperti ini. Saat aku sedang meminum orange juiceku tiba-tiba kudengar suara keributan, sebenarnya ada apa, tunggu sepertinya aku kenal yeoja itu, hyaa yeoja itu kan Hyunmi, apa yang ia lakukan dengan seorang yeoja lain yang menatapnya dengan tatapan menantang itu.

HyunmiPOV

Aku mencari Jieun di kelas, namun ia tidak berada di sana, lalu aku putuskan untuk pergi ke kantin. Saat aku berjalan menuju kantin tanpa sengaja aku menabrak seorang yeoja yang membawa jus tomatnya, dan *sprraaaattt* jus tomatnya tumpah di baju seragamku yang berwarna putih ini.

“Mianhae, kau..??” ucap yeoja itu padaku.

“Kau?”

“Senang bertemu denganmu Hyunmi-ah, apakah kau masih ingat denganku..??”

“Kau kan…..”

-TBC-

22 responses

  1. OMO~ Junho gag bsa dtebak……
    ksel bgt wkt junho dorong Hyunmi ampe jth dr mobil….. tp, stlah itu junho sweet bgt..:)

    cpt lnjut ya….:)

    • Ya aku juga kesel hhheee…*author gila*
      so sweett..??kebawa sm perasaan author nih *halah*
      ya aku usahain secepatnya dech..
      coz part 4 ny baru kelar setengah hheee..
      gumawo..
      sering-sering mampir kesini ya..
      anyeong…

    • Hyunmi ny kan gtw klo shbtnya yg dluarnya terlihat mnis itu trnyta egois..
      yeoja nya….???
      rahasia donk..
      occhhhe dtnggu y part 4 ny br stgh kelar..
      gumawo udh read n coment ff ak..
      seing-sering y hheee…

    • gumawo chingu udah selalu coment ff ak hheee..
      ya kta admin nya aka putri eonnie smw ff mw d protect..
      tentang pw ak ja blm dksi tw sm admin nya hhheeee…
      klo ak udh tw pw ny bkal aku krim k fb kamu..
      tp kmu jnji kmu hrs always coment ff dsini araseo.!!! hhee..
      oya klo bisa kamu @ fb ak nmanya Eugenia Indira, e-mail aku eugenia.indira@yahoo.com
      oya mampir juga ya k wp aku hyorimindi.wordpress.com
      anyeoonnggg…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s