[OneShoot] I Really Love You, Know

Author: Annisa Sooyoung-Yesung

Cast: Choi Sooyoung, Kim Sang Bum

Other Cast: Kwon Yuri, Ahn Seo Mi [NumLew doang] , Kim Hyoyeon, Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun.

Genre: Romance, Drama

SILENT READER DILARANG KERAS MASUK…!!!

HUSSSHH!!!!!!!!!!

Dia melihatku…
Dia tersenyum padaku…
Aku tak peduli…
Aku tetap berjalan tanpa melihat-lihat…
Tanpa aku sadari, aku hampir celaka…
BRAK!!
Tak pernah aku bayangkan…
Aku menyesal sudah menolaknya…
Aku menyesal sudah menyebutnya bodoh…
Aku menyesal sudah membencinya…
Sekarang, aku benar-benar ingin dia kembali…
Tersenyum lagi padaku…
Memanggilku lagi dengan sebutan Chagi…
Menggodaku…
Aku akui…
I really love him, now…

***

Beberapa hari ini Sooyoung dibuat tidak nyaman oleh Kimbum. Teman kuliahnya yang terkenal Playboy. Menyebalkan sekali bila melihat Kim Bum mulai melihatnya dan tersenyum padanya. Mungkin jika senyum dan tatapannya itu tertuju untuk gadis-gadis lain, akan berlaku. Tapi sayang, Sooyoung bukan cewek gampangan. Yang mudah tergiur sama wajah tampan Kimbum.

Gadis manis berkacamata ini sangat menyukai seni tari. Dia suka cowok pintar dan ramah. Memiliki 2 sahabat bernama Kim Hyoyeon dan Kwon Yuri. Gadis ini sangat sabar dalam menghadapi apapun. Cuek, dan jutek pada orang yang bermasalah. Sangat menyukai anak kecil dan tentu saja dia pintar.

Pagi ini Kimbum melakukannya lagi. Dia melihat Sooyoung dan tersenyum padanya. Sooyoung hanya membalasnya dengan tatapan datar. Sangat datar. Bahkan bisa dibilang dingin. Kimbum rupanya tak menyerah. Ia mendekati Sooyoung dan menyapanya. Nihil. Hasilnya nihil. Sooyoung tak menanggapi. Dia malah pergi meninggalkan Kimbum.

” Sudah, menyerah sajalah. Sudah aku bilang kan, kalau gadis itu tidak suka playboy!” ledek Kyuhyun sambil merangkul bahu Kimbum. Kimbum melengos. ” Hei, tunggu dong! Kau ini!” seru Kyuhyun sambil mengejar Kimbum yang sudah pergi menjauh.

Sooyoung tersenyum mendengar percakapan itu. Dalam hati, ia berseru, haha! Jangan coba-coba bermain-main dengan Choi Sooyoung, Kim Sang Bum! Lalu, ia pergi ke kelasnya.

~IRLYN~

Siang harinya, Sooyoung pulang sendiri seperti biasa. Tapi terasa ada yang beda karena Kimbum selalu mengikuti. Entah apa yang ada dipikiran namja itu sehingga selalu ada dimana Sooyoung berada. Terlintas dalam kepala Sooyoung untuk mengerjai Kimbum.

Sooyoung ternyata tidak pergi kerumahnya, dia pergi ke mini market untuk membeli beberapa ice cream. Kimbum masih mengikuti. Lalu, Sooyoung berjalan ke sebuah rumah besar yang halaman luasnya dipenuhi oleh anak-anak kecil yang sedang bermain. Kimbum agak bingung dengan apa yang saat ini Sooyoung lakukan. Apalagi saat Sooyoung datang, anak-anak kecil itu langsung menyerbu Sooyoung dan memanggilnya dengan sebutan eonni atau noona.

” noona, itu siapa?” tanya anak kecil sambil menunjuk Kimbum. Sooyoung menengok kebelakang. Lalu tersenyum. Senyum pertama yang dihadirkan oleh Sooyoung untuk Kimbum.

” Taeseung, itu Kimbum. Panggil dia Kimbum hyung. Dia teman eonni.” kata Sooyoung sambil mengusap-usap kepala Taeseung dengan sayang. Taeseung langsung menghampiri Kimbum.

” Taeseung imnida, Kimbum hyung.” kata Teaseung sambil membungkukan tubuhnya. Kimbum tersenyum kecil. Sesungguhnya dia sama sekali tidak menyukai anak kecil. Tapi demi Sooyoung, untuk mendapatkan Sooyoung, dia rela.

Selama beberapa jam, Kimbum bermain dengan anak-anak panti asuhan tersebut dan dibuat repot oleh anak-anak itu. Sedangkan Sooyoung sendiri ada didalam. Ngobrol santai dengan Seomi eomma yang notabene adalah pemilik panti asuhan.

” Kau tidak kasihan padanya? Eomma tahu kau tidak suka. Tapi tidak perlu sampai seperti itu kan?” nasihat Seomi eomma. Sooyoung tertawa kecil.

” Tidak apa-apa, eomma. Sekali-kali aku ingin mengerjainya.” kata Sooyoung sambil memperhatikan Kimbum yang sepertinya kerepotan mengurus anak-anak kecil itu. Ia berpikir sebentar. ” Baiklah, eomma. Aku rasa sudah cukup lama dia bermain-main dengan dongsaeng-dongsaeng ku. Aku pulang ya, eomma.” pamit Sooyoung. Lalu menghampiri anak-anak itu. ” Semuanya! Aku pulang dulu, ya! Bye!!” pamit Sooyoung. Lalu pergi dengan diikuti Kimbum. Kimbum berjalan disampingnya. Membuat Sooyoung sebal.

” Kenapa kau mengikutiku?” tanya Sooyoung agak jutek setelah mereka sudah sampai di depan rumah Sooyoung. Kimbum diam. ” Kau tidak tuli, kan?” sindir Sooyoung. Kimbum menarik napas, lalu membuangnya.

” Itu karena aku menyukaimu.” ungkap Kimbum. Sooyoung kaget dan langsung membuka pintu rumahnya. Ia terdiam beberapa saat sebelum masuk. Menatap tajam namja dihadapannya itu.

” Pulanglah. Terimakasih sudah mau mengantar aku pulang.” ucap Sooyoung. Lalu masuk kedalam rumah dan menutup pintunya dengan keras. Mungkin Kimbum akan merasa kaget. Tapi ia shock sekali mendengarnya. Namja bodoh itu menyatakan perasaannya. Tidak. Dia tidak akan terpengaruh.

Dengan langkah gontai, Sooyoung masuk ke dapur dan mengambil minum. Ia meneguk minumannya hingga habis. Lalu ia pergi kedalam kamarnya. Membaringkan diri sambil mendengarkan alunan lagu. Tiba-tiba dirinya seperti tergerak untuk mengikuti alunan musik dengan menggerakkan tubuhnya. Ia menari dan melekukan tubuhnya mengikuti lagu tersebut hingga ia merasa lelah.

Keesokan paginya, Sooyoung bangun dengan semangat. Ia langsung mandi dan berdandan. Lalu pergi ke kampus yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Ditengah jalan, ia bertemu dengan Kimbum yang juga jalan. Tak seperti biasanya. Kemana mobil atau motor ninjanya? Apa dia sekarang jatuh miskin?

” Annyeonghaseo, chagi.” sapa Kimbum sambil merangkul Sooyoung. Sooyoung langsung menepisnya dengan kasar.

” Aku bukan gadis seperti mereka! Jadi aku mohon, hargai aku, dan jangan panggil aku chagi~” Sooyoung berkata dengan dingin. Lalu melanjutkan, ” Karena aku bukan yeojachingumu!” setelah itu ia pergi meninggalkan Kimbum sendiri dipinggir jalan.

Kimbum menatap kepergian Sooyoung. Lalu menyadarkan dirinya sendiri dan pergi meninggalkan tempat itu menuju kampus. Di taman kampus, Kimbum langsung menemui Kyuhyun yang sedang menggoda Seohyun. Tanpa basa-basi, Kimbum menarik tangan Kyuhyun.

” Wae?” tanya Kyuhyun sebal.

” Sepertinya aku benar-benar menyukai Sooyoung.” jawab Kimbum. Ia terlihat yakin.

” Mwo?! Jangan! Reputasi playboymu bisa hancur! Kau babo sekali!!” seru Kyuhyun kaget. Kimbum langsung mendorong pelipis Kyuhyun. ” Wae? Apa yang aku bicarakan itu benar kan?” tanya Kyuhyun.

” Apanya yang benar? Entahlah. Aku menyukainya. Benar-benar menyukainya.” kata Kimbum yakin. Terlihat dari mata dan suaranya yang tegas. Dia tidak sedang main-main kini. Ia serius.

” Lalu? Memangnya kau akan melakukan apa?” tanya Kyuhyun lagi. Kimbum menatapnya berbinar.

” Aku harus mendapatkannya. Dia harus tahu kesungguhanku!” tekad Kimbum. Kyuhyun geleng-geleng kepala. ” Wae? Kau tidak suka aku menyukai Sooyoung?” tanya Kimbum sewot. Kyuhyun menggeleng. Lalu nyengir.

Kyuhyun yang merasa pembicaraan itu usai, langsung menghampiri Seohyun lagi dan menggodanya. Kimbum tersenyum miring melihat kelakuan sahabatnya itu. Tak jauh beda dengan dirinya. Hanya saja, Kyuhyun tidak sepintar Kimbum dalam hal rayu merayu. Seringkali Kyuhyun terlihat gagal dalam merayu seorang yeoja. Tapi itu sama sekali tak menyurutkan semangatnya untuk sebanding dengan Kimbum. Ia terus berusaha agar bisa mendapatkan gadis impian seperti Kimbum.

Kimbum sudah tak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang. Matanya tertuju pada seorang gadis manis berkacamata yang sedang bergurau dengan kedua temannya. Satu kata yang mampu ia ucapkan untuk gadis itu. Amazing! Gadis itu benar-benar amazing. Kimbum benar-benar jatuh cinta padanya. Apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan Sooyoung. Tak peduli jika Sooyoung akan cuek pada dirinya. Yang jelas, Sooyoung harus menjadi miliknya.

Lagi-lagi Kimbum menatapnya. Tidak tahu sopan santun! Hal seperti itu bukankah sama saja dengan perbuatan tidak terpuji? Kenapa orang itu masih saja melakukannya? Benar-benar menyebalkan.

” Hei, Sooyoung, aku heran padamu. Kenapa sih, kau itu didekati oleh Kimbum oppa tidak mau? Padahal dia itu kan tampan.” tanya Hyoyeon heran.

” Tampan dan playboy, maksudmu? Dia bukan tipeku.” jawab Sooyoung kesal. ” Aku yakin dia tidak sungguh-sungguh mendekatiku.” tambah Sooyoung.

” Kenapa kau tidak mencobanya? Sepertinya dia ingin serius denganmu?” usul Yuri yang daritadi sibuk dengan hpnya.

” Tidak. Tapi mungkin aku akan bermain-main dengannya sedikit.” kata Sooyoung sambil mengeluarkan senyum liciknya. Hyoyeon dan Yuri menatapnya tajam.

” Apa yang akan kau lakukan? Kau bisa kena karma! Lagipula beda antara cinta dan benci itu tipis sekali.” nasihat Hyoyeon. Sooyoung mencibir. ” Kau meragukan aku? Aku serius!”

” Aku tidak membencinya! Aku hanya sebal padanya. Dan jangan hubung-hubungkan aku dengan kata cinta! Aku tak suka itu!” larang Sooyoung.

Hyoyeon nyengir. Sooyoung melengos. Tepat saat ia berbalik, ia menabrak seorang namja yang sudah tak asing lagi baginya. Seketika itu juga, Sooyoung langsung bete melihat namja yang menabraknya itu. Siapa lagi kalau bukan Kimbum? Dan saat ini kejutekannya sedang dibalas oleh para fansnya Kimbum. Sooyoung yang risih langsung pergi meninggalkan Kimbum begitu saja. Membuat fans Kimbum tambah menjadi.

” Ya! Apa cantiknya sih dia? Sok sekali dia menolak Kimbum oppa! Padahal kalau dibandingkan dengan aku, dia jelas tidak ada apa-apanya!” cibir seorang gadis pada temannya. Sooyoung langsung berbalik dan menatap tajam gadis itu. Gadis itu menatapnya balik. Oh, nantang!

Sooyoung tersenyum licik. ” Sayangnya dia tidak menyukai gadis sok cantik dan suka menghina orang lain sepertimu! Hei, dengar ya, bedak tebalmu saja tidak mampu mengalihkan tatapan Kimbum dariku. Apalagi kau menghinaku seperti itu!” balas Sooyoung tajam. Gadis itu langsung memegang kedua pipinya dan berlari ke toilet diikuti temannya.

” Mwo?! Gadis itu jahat sekali pada fans Kimbum oppa. Memang dia siapa menghina-hina fans Kimbum oppa seperti itu? Huh, dia memang tidak ada apa-apanya!” kata seorang gadis lagi. Sooyoung menatapnya tajam. Lalu menghampiri gadis itu dengan tatapan membunuh.

” Aku memang bukan siapa-siapa. Tapi setidaknya aku masih punya perasaan. Tidak seperti kau yang beraninya menghinaku dibelakangku. Atau bahkan, kau tidak memiliki perasaan ya, sehingga kau tidak bisa menjaga perasaan orang lain?!” sindir Sooyoung tajam. Lalu ia membenarkan letak kacamatanya dan mendengus kesal. ” Pantas saja Kimbum tidak melihatmu!” lanjut Sooyoung. Sooyoung melihat gadis itu mengepalkan tangannya. ” Apa? Kau ingin menamparku? Tampar saja. Biar Kimbum-mu itu bisa melihat bagaimana kasarnya dirimu.” tantang Sooyoung sambil menunjuk Kimbum.

Gadis itu tidak main-main. Ia menunaikan tantangan Sooyoung itu. Tangannya melayang hampir menampar Sooyoung. Sooyoung tidak menghindar. Ia sudah siap apabila gadis itu mau menamparnya. Selang beberapa menit, tidak terjadi apa-apa. Ternyata Kimbum sudah menahan tangan gadis itu dan menatap gadis itu tajam.

” Apa yang mau kau lakukan pada chagiya-ku?” tanya Kimbum dingin. Gadis itu melepas tangannya dengan kasar. Ia menunduk. Sepertinya takut. ” Kau tidak apa-apa?” tanya Kimbum pada Sooyoung.

” Kenapa menghentikannya? Biar saja dia melakukan itu padaku. Apa urusannya denganmu? Lebih baik kau jangan mencampuri urusanku! Urus saja fans-fans tak bergunamu itu!” bentak Sooyoung. Lalu pergi ke sesuatu tempat yang tidak mungkin diketahui oleh orang-orang. Atap kampus.

-IRLYN-

Sejuk. Itu yang pertama kali dirasakan Sooyoung saat baru saja membuka pintu menuju atap gedung kampus. Sepertinya tak ada tempat lain selain tempat ini yang mampu menyejukan hatinya yang sedang kesal saat ini. Ah, tentang kejadian tadi, entah kenapa ia suka dengan sikap Kimbum yang gentle itu.

” Aishh, mikir apa aku ini! Tadi itu dia hanya ingin mengambil perhatianku saja! Dia tidak ingin sungguh-sungguh! Mana ada playboy sungguh-sungguh?” komentarnya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Sooyoung, seorang yeoja masuk dan mendekatinya. Bahkan duduk disampingnya. ” Eonni, pernahkah eonni berpikir tentang hal baik pada diri Kimbum oppa?” tanya yeoja itu. Sooyoung menoleh. Ternyata Seohyun.

” Tidak ada hal baik yang melekat pada dirinya.” jawab Sooyoung singkat. Seohyun tersenyum.

” Kau yakin, eonni? Kau tidak mengenalnya secara pribadi bukan? Bagaimana kau tahu kalau dia tidak memiliki hal baik? Kau menjudgenya seolah-olah dia telah melakukan hal yang membuatmu Ilfeel.” kata-kata Seohyun keluar begitu saja lewat kuping kiri Sooyoung.

” Ya, memang aku tidak mengenalnya secara pribadi. Mungkin kau benar. Tapi untuk para fans cowok itu! Bukan untukku. Aku tak melihat adanya hal baik dalam dirinya. Dari perilaku dan gayanya saja aku sudah bisa menilai dia. Dia itu playboy dan suka mempermainkan wanita! Dan kau, aku yakin kau adalah fansnya dia. Buat apa sih kau membela orang seperti dia? Untuk mendapat perhatiannya?” Sooyoung berbicara penuh emosi.

” Aku? Ya, kau benar. Aku adalah fans Kimbum oppa.” kata Seohyun sabar. Sooyoung tersenyum meremehkan. ” Tapi aku melihatnya bukan karena dia tampan! Dan itupun karena aku sangat mengenalnya. Sangat, sangat mengenalnya. Dia adalah oppa yang baik dan bertanggung jawab. Meski dia suka mempermainkan wanita, aku tetap menjadi fansnya sampai kapanpun. Kau tahu? Dia benar-benar menunaikan tugasnya dengan baik sebagai oppa. Dia tak pernah sekalipun membuat aku bersedih. Aku selalu nyaman apabila ada didekatnya.” lanjut Seohyun. Sooyoung menyipitkan matanya.

” Kau, dongsaeng Kimbum? Aish, pantas saja kau membelanya. Ternyata kau yeodongsaengnya si Kimbum itu. Kau terlalu polos untuk menjadi yeodongsaeng Kimbum. Haha…!” ledek Sooyoung. Lalu berjalan menuju pinggir atap.

” Apa yang akan kau lakukan eonni?” tanya Seohyun ngeri. Sooyoung malah merentangkan tangannya dan membuat Seohyun tambah ngeri. ” Eonni, jangan terjun dari sana!”

” Bilang pada oppamu. Jika dia memang benar-benar menyukaiku, buktikan. Aku tak ingin dengan kata-kata atau tindakan. Aku ingin dia bersikap lebih gentle.” Sooyoung memberikan kesempatan.

” Apa yang kau mau, eonni?”

” Jika dia benar-benar menyukaiku, jauhi aku dan jangan menampakkan dirinya dihadapanku.” kata Sooyoung. Seohyun berpikir sebentar.

” Baik, Kimbum oppa akan menunaikan tantanganmu. Aku yakin dugaanmu pasti meleset, eonni.” Seohyun meremehkan Sooyoung.

” Kau bisa melihatnya nanti.” Sooyoung melangkahkan kakinya keluar dari atap gedung. Ternyata diluar ada Kimbum, Hyoyeon, Yuri dan Kyuhyun. Sooyoung tersenyum lebar. Tapi tidak manis. Melainkan meremehkan. ” Aish, aku sudah tahu kalau gadis itu tidak datang sendiri. Dan benar kan? Ternyata ada oppanya disini. Aku tahu kalau gadis itu kau yang menyuruhnya. Tapi tenang, tantanganku masih berlaku. Kau bisa memulainya besok.” Sooyoung mulai menantang Kimbum yang terbengong keheranan. Ia baru saja tiba dan sudah kena damprat oleh, Sooyoung?

Tak lama kemudian, Seohyun keluar karena mendengar ada ribut-ribut. Ternyata Kimbum sudah ada di depan. Tapi, sejak kapan dia disitu? Apa dia mendengar percakapanku dengan Soo eonni? Aish, dia pasti akan marah padaku. Tapi, kenapa suasananya tegang begini? Apa yang terjadi pada Soo eonni dan Kimbum oppa? Aih, aih, aku lupa! Pasti Soo eonni mengira kalau Kimbum oppa ada dibalik semua ini.

” Bingo! Aku tahu isi pikiranmu, Seo! Memang benar kan oppamu yang menyuruhmu untuk datang padaku dan membicarakan hal tadi padaku? Harusnya kau tak usah menuruti kata oppamu itu, Seo. Babo!” umpat Sooyoung. Seohyun tertegun. Apalagi Kimbum menatapnya seolah meminta jawaban.

” Mm, lebih kami pergi. Annyeong Kyu oppa, Kimbum oppa, Seo saeng.” pamit Hyoyeon sambil menarik Sooyoung agar tak bicara macam-macam lagi. Setelah agak menjauh dari Kimbum, Kyuhyun dan Seohyun, Sooyoung menghempaskan tangan kedua sahabatnya.

” Aish! Apa yang kalian lakukan, eh? Jahat sekali padaku!” protes Sooyoung. Hyoyeon dan Yuri malah melotot.

Sementara itu, Seohyun masih terjaga dalam tatapan tajam Kimbum. Kepalanya tertunduk. Menunjukkan bahwa ia sedang ketakutan menghadapi suasana seperti ini. Suasana yang baru pertama kali ia dapatkan dari oppanya. Suasana yang tak pernah tercipta antara dia dan oppanya. Tapi sekarang, hanya demi sebuah nama baik oppanya depan Sooyoung, ia harus mendapat tatapan tidak bersahabat itu dari oppanya.

” Seohyun, katakan padaku apa yang kau katakan pada Sooyoung?” tanya Kimbum berusaha sehalus mungkin. Ia tak ingin menyakiti adiknya.

” Mianhae, oppa. Aku hanya berusaha mengetahui isi hati Soo eonni. Tapi sayang~” Seohyun menggantung ucapannya. Menggeleng. ” Sayang aku tak bisa mengetahuinya. Soo eonni terlalu menutup hatinya tentangmu. Sedikitpun ia tak ingin mendengar tentang kebaikanmu. Bahkan ia menantang. Menantangmu oppa.” jelas Seohyun gugup. Kimbum menautkan kedua alisnya. Ia tak mengerti.

” Apa maksudmu? Menantang? Apa?” tanya Kimbum heran.

” Dia menantang. Jika kau benar-benar menyukainya, kau harus menjauhi dia. Dekati gadis lain dan buat dia cemburu.” Seohyun sedikit mengedit ucapan Sooyoung.

” Aish, mana bisa aku lakukan itu! Jangan bodoh!” kesal Kimbum. ” Aku benar-benar menyukainya. Dia tak percaya, eh?”

” Dia butuh pembuktian oppa. Dia meragukanmu. Apalagi statusmu sebagai playboy.” kata Seohyun. Kimbum terdiam. ” Mungkin saja dengan tantangan itu, Sooyoung akan membuka hatinya untukmu?” usul Seohyun.

” Semoga.”

-IRLYN-

Sudah 4 hari berjalan. Lama-lama Sooyoung merasa ada yang aneh. Ia merasa kehilangan. Ia merasa ada yang hilang dari dirinya. Senyuman itu, godaan itu, hilang semuanya dari hadapannya. Aish! Cepat-cepat ia tepis perasaan itu. Bukankah ini yang ia inginkan selama ini? Perginya si playboy itu dari hidupnya.

” Apa yang kau renungkan, Sooyoung? Kehilangan, eh?” goda Yuri. Sooyoung merasa tertohok. Mengena sekali.

” Aish, aku sangat senang malah. Aku tidak ingin melihatnya. Aku bebas sekarang.” kata Sooyoung. Tapi matanya tak bisa berbohong. Ia melirik kearah taman yang biasa ditempati Kimbum untuk memantaunya. Tidak ada. Kemana dia? Apa benar-benar menunaikan tantanganku itu?

Ditempat lain, Kimbum sudah tak tahan, ia benar-benar ingin bertemu Sooyoung. Ia ingin tahu apa kabar gadis pujaannya itu. Padahal sehari tak bertemu saja sudah membuat Kimbum ingin mati. Ia tak mampu jika harus seperti ini.

” Kau bisa memantaunya dari kejauhan, oppa. Tapi jangan sampai ketahuan. Aku akan meminta tolong pada Hyoyeon eonni dan Yuri eonni.” kata Seohyun. Kimbum menoleh.

” Aish, kenapa tidak dari kemarin saja kau katakan itu, saeng? Aku sudah sangat merindukannya.” kata Kimbum girang. Ia lalu keluar dari kelas dan menatap Sooyoung dari kejauhan. Sooyoung tampak membaca buku sambil sesekali membenarkan letak kacamatanya yang merosot. Gadis itu manis sekali. Ia tak pernah sekalipun merasakan perasaan ini.

Sooyoung merasa ada yang memperhatikannya. Ia menengok ketempat Kimbum berada tadi. Tak ada siapa-siapa disana. Lalu ia menengok ke sudut lain. Sama. Tak ada siapapun disana. Sooyoung kembali melanjutkan aktivitasnya. Kimbum keluar dari persembunyiannya dan sekali lagi menatap Sooyoung. Tuhan, bisakah aku memilikinya?

Sooyoung bisa merasakan hadirnya Kimbum disini. Ia berusaha mencari-cari dimana namja itu. Tapi ia menepis perasaan itu. Tidak, cowok playboy itu sudah pergi jauh-jauh dari hidupnya. Harusnya ia bersyukur. Namja itu benar-benar sudah mengganggunya.

Keesokan harinya, Kimbum memberanikan dirinya untuk muncul. Tapi ia sama sekali tak memperhatikan Sooyoung. Ehm, pura-pura tak melihat Sooyoung. Ia memunggungi Sooyoung dan berbincang dengan gadis lain. Kimbum merasa punggungnya panas. Ia pikir, Sooyoung tengah menatapnya kini.

Aish, apa yang kau lakukan Shiksin? Jangan menatapnya terus! Dia bisa kegeeran! Batin Sooyoung sambil mencoba untuk mengalihkan perhatian dari Kimbum. Tapi sulit. Matanya terus saja tertuju pada Kimbum dan gadis didepannya. Entahlah, ada perasaan aneh yang menjalari tubuhnya. Umm, Jealous?

Tidak mungkin! Ia tak mungkin merasa cemburu pada gadis itu. Apalagi Kimbum. Ah, senang rasanya bisa lepas dari namja bodoh dan sok cakep itu. Ia pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Membaca buku. Selang beberapa menit, kepalanya kembali menengok kearah Kimbum. Kimbum masih mengobrol dengan gadis dihadapannya. Sooyoung menghela napas.

” Kau merasa kehilangan ya? Aish, sudah kuduga Shiksin sahabatku akan jatuh cinta!” goda Yuri sambil menyatukan kesepuluh jarinya. Sooyoung mendadak menjatuhkan bukunya. ” Aduh kau kaget ya? Atau, ini efek dari kehilangan?” godanya lagi. Sooyoung mengambil bukunya. Lalu menatap Yuri tajam. Yuri langsung diam. Tak berani menggoda lagi.

” Kau sangat mengganggu, Yul! Pergi sana! Aku tak ingin diganggu.” usir Sooyoung. Yuri diam. Ia tak mau beranjak. ” Ya! Baiklah, aku yang akan pergi!” kata Sooyoung. Lalu pergi meninggalkan Yuri. Di koridor, ternyata ia bertemu Kimbum. Ia berhenti sebentar dan menatap Kimbum dingin. Kimbum tak merespons. Ia tetap jalan melewati Sooyoung. Bahkan ia tidak sadar kalau Sooyoung ada dihadapannya.

” Aish, siapa peduli padanya!!” gumam Sooyoung. Lalu melanjutkan jalannya menuju perpustakaan kampus.

-IRLYN-

Entah kenapa, malam ini ia teringat pada Kimbum. Dadanya sesak saat ia ingat Kimbum dengan gadis yang tadi di kampus. Seperti ada sesuatu yang merasuki hatinya. Sooyoung terus memegangi dadanya yang berdetak kencang itu. Rasanya mau copot.

Sambil merebahkan diri di teras kamarnya, ia memejamkan mata dan mencoba untuk memikirkan hal lain. Tapi tak bisa. Pikirannya selalu terpusat pada Kimbum. Hanya Kimbum. Sooyoung bangkit dan berjalan menuju pembatas teras. Ia menatap langit. Ia sangat suka pada bintang. Menurutnya, bintang itu indah. Seperti, Kimbum.

Aish! Apa-apaan kau Shiksin? Apakah sampai segitunya kau mengingat playboy bodoh itu? Ah, kau tentu lebih bodoh, Shiksin! Umpat Sooyoung dalam hatinya. Lalu ia masuk kedalam kamarnya dan tertidur lelap tanpa menutup pintu terasnya.

Esok paginya, Sooyoung merasa ada yang aneh pada perasaannya. Bukan. Bukan perasaan yang selama ini ia rasakan. Tapi perasaan cemas. Seolah ia takut kehilangan Kimbum. Ia pun masuk ke kantin dan mendapati Kimbum ada disana. Sooyoung tampak tidak konsentrasi. Ia terus saja menatap namja yang menurutnya bodoh itu.

Kimbum merasa Sooyoung sudah mulai membuka hati untuknya. Maka, ia pun melambaikan tangannya pada Sooyoung dan tersenyum pada Sooyoung. Sooyoung tak membalas. Ia malah mengalihkan pandangannya ke taman kampus. Hal ini membuat Kimbum bingung. Ada apa dengan Sooyoung? Bukankah gadis itu menatapnya, tadi? Kimbum berniat menghampiri Sooyoung.

Sooyoung yang merasa tak nyaman, langsung bangkit dan pergi ke taman kampus yang bersebrangan dengan taman. Yup, Sooyoung perlu menyebrang jalan dulu untuk sampai ditaman itu. Kimbum bermaksud mengikutinya. Tapi tak jadi. Ia malah berhenti. Seolah ada sesuatu yang menahannya.

Sooyoung berjalan terlalu tergesa-gesa. Ia terlalu terburu-buru untuk menyebrang jalan sehingga ia tak memperhatikan sekitar. Tak ada yang melihatnya. Semua sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tapi sepertinya, takdir sedang berjalan. Dia…

Sooyoung POV

CIIITT!! BRAK!!

Tubuhku terhempas ke aspal. Badanku rasanya sakit semua. Apalagi kepalaku sempat terantuk batu. Tapi semua pasti tak ada bandingannya dengan kebaikan pria itu. Pria yang sudah menolongku. Sepertinya dia mengalami kecelakaan yang parah.

Aku bangkit. Mencoba melihat siapa pria baik hati yang menolongku. Dengan seluruh rasa sakit, aku hampiri pria yang sudah dikerubungi orang-orang itu. Perasaanku tak enak. Sebelum aku melihat pria yang menolongku itu, Seohyun, Hyoyeon, Kyuhyun dan Yuri sudah menghampiriku dan bertanya bagaimana keadaanku. Aku tak peduli dengan pertanyaan mereka. Aku berjalan ke arah pria itu.

Setitik air mata jatuh kala aku melihat badannya terbujur lemah didepan mobil yang menabraknya. Dengan darah yang keluar dari kepala dan hidungnya. Ya, setitik air mata. Hanya setitik. Kurasa aku tak sanggup untuk menangis. Berdiripun aku tak sanggup. Aku terlalu lemas. Aku terduduk di aspal dan menyembunyikan kepalaku dia antar kedua lututku. Bahuku bergetar. Aku menangis. Kyuhyun menemaniku sementara Hyoyeon, Yuri dan Seohyun mengantarkan pria itu kerumah sakit.

Kyuhyun memelukku dan mengusap-usap pelan punggungku. Tapi itu tidak membuat aku lebih tenang. Aku tetap merasa shock dan drop. Aku tak menyangka. Kenapa? Kenapa ini semua harus terjadi? Inikah jawaban atas perasaan tidak enak yang aku rasakan tadi pagi? Tapi kenapa seperti ini? Dengan cepat, aku meminta Kyuhyun mengantarkan aku kerumah sakit.

Sesampainya di parkiran rumah sakit, Kyuhyun dan aku tidak langsung turun. Ia mengatakan kalau aku harus siap. Jika sudah siap, baru ia akan mengajakku turun. Aku tidak gegabah. Aku berusaha menyiapkan mentalku. Aku bersandar di bahu Kyuhyun dan mencurahkan semua perasaanku selama ini.

Aku bilang padanya, aku menyukainya, aku menyesal telah membuatnya seperti itu. Aku menyesal sudah mengabaikannya. Aku menyesal sudah menyebutnya bodoh. Aku menyesal sudah menyebutnya jelek. Aku menyesal sudah membencinya. Ya, aku menyesal. Sekarang aku sadar. Aku sangat mencintainya. Aku sangat mengharapkannya. Aku ingin dia kembali lagi. Aku ingin dia menggodaku lagi. Aku ingin dia memanggilku ‘Chagi’. Aku ingin, aku ingin.

Baiklah, aku sudah siap. Kami masuk dan menanyakan Kimbum pada euisa yang bertugas sebagai resepsionis. Katanya, Kimbum berada diruang UGD. Aku lemas. Aku berlari menuju UGD. Disana tampak Hyoyeon, Yuri, Seohyun dan beberapa fans Kimbum yang sangat aku benci. Kyuhyun menggenggam tanganku. Menguatkan aku.

” Eonni!” panggil Seohyun. Ia menghampiriku seraya memelukku. Dia menangis dipundakku. Aku balas memeluknya. Mengusap punggungnya. Sama seperti yang dilakukan Kyuhyun padaku.

” Maaf. Maafkan aku Seo. Aku penyebabnya. Aku yang salah.” kataku masih memeluknya. Seo mengeratkan pelukannya padaku. Menangis keras hingga membuat bajuku basah. ” Seo? Maaf. Aku tahu kau marah padaku. Maaf, Seo. Maaf.” berulang-ulang aku sebutkan kata maaf. Seo tak peduli. Ia makin menangis keras.

” Kritis. Keadaannya kritis. Aku tak mampu melihatnya eonni! Aku tak mampu.” Seohyun berkata sambil menatapku. Tapi ia tak melepas pelukannya padaku. Ia masih memelukku. Erat. Aku mengusap rambutnya. Ini semua salahku. Salahku!!

Ganosa keluar dari UGD dan menatap kami semua dengan tatapan sedih. Kami semua tau apa artinya itu. Kimbum meninggalkan kami semua. TIDAK!! Aku berlari menghampirinya dan memeluknya erat. Aku menangis menciumi pipi dan matanya. Berharap dengan ciuman itu dia akan bangun. Aku genggam tangannya dan menciumnya. Bangun. Aku mohon BANGUN!!!

” Kimbum, Chagiku. Bangun. Aku mohon jangan tinggalkan aku!! Aku mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan kau. Aku ingin kau ada disampingku selamanya. BANGUN!!!” teriakku. Usahaku sia-sia. Dia tidak bergerak sama sekali. Aku terduduk lemas. Aku benar-benar tak ingin kehilangannya. Aku ingin dia tetap hidup. ” OPPA BANGUN!!!!” jeritku histeris. Membuat Seohyun, Hyoyeon, Yuri dan Kyuhyun menghampiriku dan memelukku. Aku menangis makin keras. ” OPPA!!” jeritku lagi. Aku memeluknya.

” Oppa, Chagi. Aku janji, jika kau bangun, aku akan menerimamu. Aku tak akan mengatakan kau playboy jelek, bodoh. Tidak akan! Aku janji aku akan setiap hari bersamamu. Melalui hari denganmu. Aku janji tak akan menatapmu dengan sinis lagi. Aku janji! Aku janji!!” janjiku sambil menggenggam tangannya. Membuat semua yang melihatku ikut menangis.

” Sooyoung, ini sudah takdir. Relakan dia.” kata Hyoyeon. Aku menggeleng kuat.

” NGGAK!! Dia harus bangun! Dia harus menemaniku! Dia harus menggodaku lagi! Dia harus tersenyum padaku lagi! Dia harus panggil aku chagi! Dia harus mengikutiku lagi! Dia harus, dia harus.. OPPA BANGUN!! AKU INGIN KAU BANGUN, BODOH!! BANGUN!!” teriakku. ” PLAYBOY BODOH!! BANGUN!! KAU MAU MEMBUAT AKU MATI YA?!! BODOH! JANGAN TINGGALKAN AKU!!” teriakku lagi. Aku sudah tak peduli lagi dimana sekarang. Yang penting Kimbum bangun.

” Baik, kalau itu maumu, aku akan ikut denganmu. Mati bersamamu. CEPAT BANGUN, BABO!” kataku mengancam. Meski aku tahu dia takkan mendengarku. ” Hei, bangun!! Kenapa tidak mau nurut padaku, sih? JEBAL!! BANGUN!!” teriakku putus asa.

” Hei, apa kau mau aku berkata menyesal? Baiklah. Aku menyesal sudah menolakmu! Aku menyesal sudah membencimu! Aku menyesal!! Aku menyesal! Puas kan? Sekarang, bangunlah. Aku sudah mengatakannya padamu, kan? Bangun, chagi. Bangun! Aku ingin kau bangun! Lakukan hal apapun sepuasmu! DARE ME AGAIN!! Aku janji takkan menolakmu!! Bangunlah!!” aku benar-benar putus asa. Bahkan aku tak peduli saat kacamataku terjatuh.

” Hentikan. Hentikan, Sooyoung. Ini akan menyakiti dirimu sendiri! Hentikan.” kata Hyoyeon sambil memelukku. Aku tak peduli. Aku ingin dia. Aku mencintainya.

” Eonni, relakanlah oppa. Yakinlah dia akan bahagia.” kata Seohyun ikut memelukku. Aku berontak. Tapi mereka tetap menahanku. Sekali lagi aku berontak.

” Tidak! Dia tidak akan bahagia bila tak bersamaku! Dia harus bangun sekarang!” teriakku histeris. Membuat euisa yang akan mengurus Kimbum kaget hingga tak jadi masuk. Sepertinya ia mengerti. ” Kimbum, kau ingin aku berkata apa lagi agar kau mau bangun? Apa aku harus mengatakan kalau aku sangat-sangat mencintaimu, hah?! Bangunlah! Kau bisa melihatku sekarang bukan? Kau tak ingin melihatku begini bukan? Bangunlah. Katakan kau mencintaiku juga. Katakan kau ingin diriku juga.” kataku tak henti. Aku mulai terduduk lemas lagi. Inikah akhirnya? Haruskah aku mengalami hal ini setelah aku menyadari bahwa aku mencintainya? Inikah? Beginikah caramu menghukumku, Tuhan? Dengan mengambil orang yang aku sayang? Kenapa? K-E-N-A-P-A?!! Haruskah seperti ini?

Aku berlari keluar ruangan. Menerebos semua orang-orang yang aku rasa menghalangi jalanku. Aku berlari ke jalan raya. Entahlah. Aku sendiri tak tahu tujuanku berlari kesini. Kupikir, sekalian saja. Mumpung aku ada di sini. Kulihat kebelakang, Hyoyeon dan Seohyun mengejarku. Aku semakin memberanikan diri. Aku maju. Berdiri ditengah-tengah keramainan jalan raya.

1 detik…

Aku merasa aku masih ada di dunia ini. Bahkan aku masih mendengar suara mobil-mobil itu membunyikan klakson.

2 detik…

Aku serasa melayang di angkasa. Mungkin kah aku sudah mati? Mungkinkah aku sudah tak ada didunia? Tapi kenapa aku tak merasa sakit? Kenapa tak ada orang yang meneriakan aku? Bahkan aku bisa mendengar suara mobil-mobil yang mulai menjauh.

3 detik…

Tak ada apapun yang terjadi padaku. Aku malah merasakan kehangatan. Aku membuka mataku yang sebelumnya aku tutup. Dan, betapa terkejutnya aku. Kimbum sudah memelukku. Dan kami sudah ada dipinggir jalan. Didepan rumah sakit.

” Kau gila ya? Mau mati, hah?” omelnya padaku. Aku terdiam. Namun tak kulepaskan pelukan ini. Aku menatapnya tak percaya. Dia, dia?! ” Hei, jawab aku! Kau mau mati, hah?” desaknya. Aku mengedip-ngedipkan mataku. Masih menatapnya. Tuhan, benarkah ini dia?

” Kau, kau? Aku, aku tidak sedang bermimpi kan? Ini nyata, kan?” ujarku sambil mencubit lengannya. Dia menjerit. Tapi tak melepas pelukannya padaku. Aku tersenyum. Lalu memeluknya lebih erat. Kepalaku aku eratkan kedadanya. Aku dapat mendengar detak jantungnya. Dia, dia benar-benar hidup!

” Bagaimana kau bisa ada di tengah jalan seperti itu? Kau jangan seenaknya! Kalau kau mati, aku dengan siapa? Huh!” omelnya lagi. Aku memeluknya tambah erat.

” Kau sendiri? Bagaimana kau bisa hidup kembali? Ganosa sudah menyatakan kau, kau meninggal.” tanyaku lirih. Kimbum tersenyum. Lalu mengelus puncak kepalaku.

” Entahlah. Begitu aku mendengar semua orang meneriakan namamu, aku langsung bangun dan ikut mengejarmu.” jelas Kimbum. Aku menatapnya. Tapi masih memeluknya.

” Kau~saranghae…” ucapku. Mataku mulai panas. Aku tahu aku akan menangis.

” Nado…” balasnya sambil mengecup keningku. Aku benar-benar menangis sekarang. Aku bahagia. Sangat bahagia. Melihatku menangis, dia mencium mata kananku, lalu beralih ke mata kiriku. Lalu hidungku, pipi kanan dan kiriku. Aku sedikit lebih tenang. Kemudian dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. Aku segera menahannya. Sadar tempat.

” Kau masih pucat. Ayo! Aku temani kau istirahat.” kataku sambil menggandengnya masuk kedalam rumah sakit. Aku langsung mengantarnya kekamar yang sudah disiapkan oleh euisa. Seohyun menyambutnya dengan senang. Aku ikut tersenyum. ” Istirahatlah.” kataku sambil menyelimuti tubuhnya dan segera beranjak. Dia menahanku.

” Chagiya, disini saja. Temani aku.” katanya manja. Aku tersenyum. Lalu duduk lagi.

” Tidurlah.” kataku.

” Kau juga. Aku yakin kau sangat lelah. Tidurlah disini.” katanya sambil menggeser tubuhnya. Memberi ruang untukku.

” Anii~kau saja tidur. Aku akan menjagamu disini.” tolakku. Lalu diapun tertidur. Begitu pula aku.

-IRLYN-

” Chagiya, bangunlah.” kata seseorang sambil mengecup keningku dan bibirku sekilas. Aku membuka mata. Lalu tersenyum. Dia membalas senyumku. ” Morning, honey. Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak?” tanyanya. Aku mengangguk. Dia menciumku lagi.

” Bagaimana denganmu?” tanyaku balik.

” Tidurku selalu nyenyak, Chagi. Apalagi kau disampingku.” godanya. Aish, sempat-sempatnya dia menggodaku.

Aku. Kim Sooyoung. Sebulan lalu, aku dan Kimbum baru saja melaksanakan pernikahan kami. Dan pagi ini, dia membangunkan aku. Dia, suamiku. Kim Sang Bum. Orang yang awalnya tak pernah aku sukai. Orang yang pernah aku benci. Kini dia menjadi suamiku. Ingin tertawa rasanya. Tak percaya.

” Chagi, aku buatkan sarapan untukmu. Ayo bangun!” ajak Kimbum. Aku menurutinya. Bahagia sekali aku pagi ini. ” Chagi, nanti malam kau akan masak apa untukku? Sungguh aku sangat merindukan masakanmu.” rayunya.

” Aish, setiap hari kau makan masakanku dan kau merindukannya? Dasar playboy bodoh!” ledekku. Kimbum langsung tertawa. Lalu menciumku lama. Setelah itu ia pergi kerja.

-IRLYN-

Malam harinya, aku masak makanan kesukaannya. Yaitu Kimchi dan Jajangmyeon. Lalu menunggunya diruang keluarga. Tak lama, dia datang. Aku menyambutnya dengan pelukan dan dia mencium bibirku lama. Aku menikmatinya. Dia memang pintar membuat aku nyaman.

” Mandilah dulu, oppa. Aku sudah siapkan makan malam untukmu. Ah, aku siapkan air hangat dulu.” kataku. Lalu masuk kedalam kamar mandi pribadi kami dan menghangatkan air hangat untuknya mandi. Tak lama, aku merasakan sebuah tangan melingkar di perutku. Aku tahu itu Kimbum. Aku berbalik dan tersenyum padanya.

” Airnya sudah siap. Mandilah. Aku tunggu oppa di meja makan.” kataku sambil mengerling padanya. Kimbum tidak melepaskan pelukannya padaku. Ia menatapku dalam.

” Kau sangat cantik, chagi. Juga perhatian. Tak salah aku memilihmu.” godanya. Aku tersenyum hangat. Lalu menciumnya sekilas. Setelah itu pergi keluar. Iapun mandi.

Selang beberapa menit, ia sudah kembali dan siap makan bersamaku. Selama makan, tak henti-hentinya dia memelukku. Menciumku. Setelah makan, aku cuci piring. Dia mendekatiku seperti biasanya. Memeluk pinggangku dan mencium leherku. Aish, ada apa dengannya? Setelah cuci piring, dia membalikan tubuhku dan dia menciumku lagi. Aku memeluk lehernya dan membalas ciumannya.

Di menghentikan ciumannya sebentar dan berbisik padaku, ” Aku ingin anak kita mirip kau. Cantik dan pintar.” Lalu dia menggendongku masuk ke dalam kamar ^.~.

-FIN-

14 responses

  1. Aish
    aish
    aish
    aish
    aish
    ….
    xD
    *mian gj*

    kya~
    konfliknya tambahin lagi dong…
    Konflik yg kayak gt sih dah banyak, jd datar
    tp aku suka banget, g tw napa
    xD

  2. Qw sempet syokk+sedih pas baca bgn kimbumnya dnyatakan meninggal

    Qw sempet berpikir kl kimbum meninggal,soo eonni bakal ma siapa???tpi untungnya kimbum hidup lg n horeee happy ending

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s