My Heart Is Yours

Author : Uzdah Ns ( Ahn Neul Gi )

Genre : romance, friendship and sad

Cast : Jessica Jung (SNSD), Lee Donghae (SuJu), Krystal f(x)

Another cast : Tiffany and Sunny ( SNSD) , Kim Heechul ( SuJu)

This is my second fanfic, I was made it cause im bussy ;P ( sok sukses) , im a new author here, I hope u all can accept my fanfic although it’s weird, pleasse give ur comment and ur request cause I need it. This fanfic suitable with request from readers, author membuat fanfic ini dengan akhir yang mengharukan –sad ending- author aja membuat dan membacanya sampai nangis , jadi jangan nangis ya baca ini ff, khususnya untuk pecinta Lee Donghae.. so enjoy read guys !!

Jessica Jung merasa akhir-akhir ini ada yang aneh pada dirinya, entah tau kenapa ia sering kali merasa sakit di dadanya, ia sangat takut kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, kadang ia merasa pusing dan cepat letih, tapi walaupun begitu ia tak mau memberitahukan soal ini ke keluarganya / teman-temannya, ia tak ingin membuat orang-orang di sekitarnya merasa khawatir dengan keadaannya. Ia pun menjalankan hari-harinya dengan rasa senang walaupun dirinya sakit.

“ unnie, kau pucat, apa kau sakit ?” Tanya adiknya yaitu Krystal yang sedang berangkat kesekolah bersama Jessica

“ahh.. tidak . aku baik-baik saja kok” Jessica yang menjawab dengan senyum tipisnya

“ akhir-akhir ini kau terlihat tak bersemangat sekali, kenapa?” Tanya lagi Krystal

“ ahh, itu perkiraanmu saja kali, aku baik-baik saja kok, sungguh !” tepisnya sambil menunjukan wajah cerinya untuk meyakinkan Krystal kalau dirinya baik-baik saja

“oh.. ku kira kau sakit, jika memang begitu aku akan segera menelfon mama untuk mengantarkan unnie ke rumah sakit.” Ujar Krystal

“kau ini terlalu berlebihan , aku ini tidak kenapa-napa!” tepis Jessica

————————————————————————-

In school—

Sesampainya di sekolah, Jessica langsung memasuki kelasnya. Terlihat murid-murid di kelasnya yang menyapanya ia langsung membalasnya dengan senyum, ia pun terbawa dengan kebahagiaan di kelasnya karena teman-teman di kelasnya sangat ramah dan baik padanya.

Pelajaran pertama pun selesai , dan dilanjutkan ke pelajaran ke-2 yaitu Olahraga. Sebenarnya ia ingin izin tak mengikuti pelajaran olahraga karena ia merasa tak enak badan , tapi ia memaksakan dirinya untuk ikut karena pengambilan nilai.

“ Sica, kau kenapa sih diam terus dari tadi ?” tanya seorang sahabat baiknya yaitu Tiffany

“ ahh, tidak.. tidak kenapa-napa.” tepis Jessica dengan senyum

“akhir-akhir ini kau banyak diam, ada apa sih ?” sambung Heechul yang berada di samping Jessica

“ aku baik-baik saja , sungguh”

“ geojinmal ! ayolah, beritahu kenapa, aku kan saudara kembarmu.. haha” Heechul yang mulai dengan lawakannya

“ aku tidak kenapa-napa !!” Jessica yang mulai sedikit kesal

“ Sica, sekarang giliran absenmu untuk lari !!” teriak Sunny yang memberitahu Jessica.

Dan Jessica pun langsung berlari menuju lintasan dengan memaksakan dirinya yang sedang sakit, karena ia tak ingin mendapat nilai jelek . ia pun berlari walaupun ia merasakan sakit di dalam dirinya. Di tengah-tengah lintasan ia merasa pusing , dan apa yang ia lihat semakin tak jelas, tubuhnya mulai lemah dan langkah kakinya sedikt demi sedikit semakin lambat, ia tak sanggup lagi meneruskannya dan akhirnya “ BRUUK” ia pingsan , teman-teman yang melihatnya pun langsung membawanya ke UKS sekolah. Teman-temanya ( Tiffany dan Heechul) yang berada di ruang kesehatan pun ikut khawatir dengan keadaan Jessica, sebenarnya ada apa dengan Jessica?.

Setelah sadar Jessica di anjurkan untuk beristirahat dan pulang, ia pun harus meninggalkan pelajaran dan beristirahat di rumah, akhirnya Heechul mengantarkan Jessica pulang.

—————————————————————

Malamnya, Jessica hanya berbaring lemah di tempat tidurnya, kepalanya sangatlah pusing , dadanya terasa perih, segala sesuatu yang ia lihat terasa berputar, ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, ia berfikir ia akan segera meninggalkan semuanya karena derita yang ia endap.

Krystal dan mama nya pun semakin khawatir dengan keadaan Jessica, akhirnya Jesica di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut tentang keadaannya. Akhirnya Jessica harus mendapat rawat inap di rumah sakit karena penyakitnya dan keadaan yang sangat parah.

Keluarga Jessica pun terkejut ketika mengetahui penyakit yang di derita oleh Jessica selama ini yaitu Kanker Hati ! , mereka berfikir selama ini Jessica baik-baik saja dan tidak pernah mengeluh karena penyakitnya. Keluarga Jessica pun berusaha untuk menutupi ini dari Jessica, karena apabila Jessica mengetahui penyakit yang di deritanya pastilah ia akan merasa sedih dan putus asa karena penyakit yang ia derita kemungkinan besar tak dapat di sembuhkan kecuali ada seseorang yang ingin mendonorkan hatinya untuk Jessica.

In sick room—

Jessica perlahan-lahan membuka matanya dan melihat ke seluruh sudut ruangan, ia melihat banyak peralatan-peralatan yang asing di matanya, ini bukanlah di kamarnya, sepertinya ini ada di rumah sakit, tapi kenapa? Sebenarnya ada apa dengan dirinya sekarang. Krystal yang ada di sampingnya langsung menjelaskan kenapa ia ada di sini.

“ unnie, sudah sadar ternyata ?”

“Krystal, aku ada di mana ? apa di rumah sakit?” Tanya Jessica yang sedikit bingung

“ iya,.. unnie harus di rawat inap di rumah sakit untuk sementara”

“rawat inap? Sebenarnya penyakit apa yang aku derita? Aku baik-baik saja kok, aku tak ingin di sini..” Jessica yang bangun dari kasur dan mencoba pergi

“eh, unnie jangan banyak gerak ! kata dokter unnie harus istirahat” ujar Krystal yang mencoba menghalangi Jessica pergi

“ memangnya aku sakit apa?!” Tanya Jessica yang sedikit kesal

“ hanya penyakit ringan kok, aku yakin unnie akan cepat sembuh dan keluar dari sini!” Krystal yang meyakinkan sambil tersenyum pada Jessica.

————————————————————-

Paginya. Ia bangun dan berada di ruang inap tanpa keluarganya, ia sendiri dan hanya para perawat yang mengecek keadaanya dan mengantarakan makanan untuknya.

Jessica pun merasa bosan berada di ruangan, akhirnya Jessica memutuskan untuk keluar menuju taman yang ada di rumah sakit untuk mengirup sedikit udara segar. Ia pun duduk di rerumputan yang hijau untuk menikmati udara segar yang lewat dan melepas kejenuhannya sambil memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya, kenapa ia harus di rawat di rumah sakit? Dan penyakit apa yang di derita olehnya.

“ hey, kau !” tiba-tiba seseorang memanggil, Jessica yang sedang duduk itu pun menoleh kebelakang, ia melihat seorang lelaki menghampirinya dengan baju dari rumah sakit yang ia pakai, ia tak tau itu siapa terasa sangat asing di matanya dan pikirnya sepertinya ia juga pasien disini.

“ pendatang baru ya ?” seseorang yang menghampiri Jessica dan duduk di sampingnya

“ ehh, iya” jawab Jessica yang sedikit bingung

“ohh, jangan bingung begitu, aku ini sudah lama berada di sini . perkenalkan namaku Lee Donghae, kau boleh memanggilku Donghae.” Donghae yang memperkenalkan dirinya sambil berjabat tangan pada Jessica

“ ohh, aku Jessica.” Balas Jessica dengan senyumnya, ia berfikir kalau Donghae adalah sosok yang baik dan ramah

“ kau pasti bosan ya berada di ruangan?” tanya Donghae ramah

“ ehh, iya.. rasanya ingin cepat-cepat keluar dan pulang ke rumah” jawab Jessica

“ aku juga bosan , setiap hari harus ada di sini.” Donghae

“mm… maaf sebelumnya, memangnya kau sakit apa?” Tanya Jessica

“ aku tak tau, tak ada yang memberitahu ku, keluarga ku selalu menutupinya.. tapi aku rasa, ada masalah pada jantungku, kalau kau?” jelas Donghae

“ entahlah, aku juga tak tahu,, mungkin aku akan segera meninggal..” jawab Jessica dengan raut wajah sedih dan putus asa

“hush .. kau ini bicara apa! Jika kau bicara seperti itu sama saja kau tak mengharapkan untuk sembuh” ujar Donghae yang memberi semangat

“ apa kau tak pernah berfikir seperti itu?” Jessica

“ selintas dipikiranku aku pernah berfikir dan berputus asa seperti itu.. tapi aku yakin, aku akan sembuh walaupun hanya kemungkinan kecil untuk bisa sembuh !” Donghae dengan semangatnya

“ kau hebat.. kau sudah berapa lama ada di sini?” tanya Jessica penasaran

“ sudah hampir 1 bulan, aku melakukan perawatan di sini.” Donghae

“wahh.. pasti bosan sekali disini, di tambah lagi tak ada teman! Pasti sangatlah membosankan.” Jessica

“haha.. tapi sekarang kan tidak. Karena sekaranglah kau yang menjadi temanku..” Donghae

“ hahah.. kau ini.”

Jessica dan Donghae pun semakin akrab bicara dan semakin dekat, Donghae pun senang karena ia mempunyai teman untuk mengisi hari demi harinya yang tak terhitung beberapa hari lagi ia akan pergi meninggalkan semuanya, tetapi dengan keberadaan Jessica sekarang ia cukup merasa terhibur karena Jessica sosok yang baik dan lucu baginya.

————————————————————

Malamnya. Tiffany, Heechul dan Sunny menjenguk Jessica untuk mengetahui bagaimana keadaan Jessica, walaupun mereka telah mengetahui penyakit yang di derita oleh Jessica dari adiknya Krystal, mereka sedikit tak percaya dengan apa yang terjadi pada Jessica sekarang, mereka menjenguk Jessica hanyalah untuk menghibur Jessica dan menyemangatinya.

“ Sica !! Annyeonghasimnika !! “ ucap Tiffany dengan riang yang masuk ke kamar rawat Jessica karena Tiffany sangat merindukan teman baiknya tersebut

“ waahh.. kalian ! aku senang sekali kalian datang menjengukku” Jessica yang senang karena teman-temannya datang

“ aku juga senang bertemu dengan mu Sica “ Tiffany yang langsung memeluk Jessica

“ kami tak akan melupakan mu kok! Tenang saja” sambung Sunny

“ yupp ! kita kan saudara kembar.. haha” sambung Heechul dengan lawakan khas nya pada Jessica

“ haha.. kau ini oppa !” Jessica yang tertawa

“klekkk” tiba-tiba pintu kamar Jessica terbuka, seseorang berambut hitam dan tinggi itu mengintip, serentak semua orang yang ada di dalam melirik penasaran,

“ Donghae-oppa ??” tebak Jessica

“ hehe.. hei, ternyata ada tamu yang menjenguk ya.. senang sekali” Donghae yang masuk

“ siapa dia?” Tanya Heechul penasaran

“ perkenalkan semua, dia Donghae.. ia adalah temanku disini “ Jessica yang memperkenalkan Donghae pada teman-temannya

“ heyy.. salam kenal semua” Donghae dengan senyum manisnya

“waahh ia tampan ya, kau tak tertarik padanya” bisik Tiffany yang ada di samping Jessica

“ haha.. dia itu temanku, tidak mungkin lah” jawab Jessica yang melihat ke arah Donghae yang sedang ngobrol dengan Heechul dan Sunny

1 jam pun berlalu, Heechul, Tiffany dan Sunny pun pulang, semuanya kembali sunyi dan membosankan dan kini hanya Jessica dan Donghae lah di kamar inap Jessica, mereka berdua tertawa dan bercanda, karena memang berada di rumah sakit itu memang membosankan.

——————————————————————–

Paginya, Donghae berniat untuk ke ruangannya Jessica untuk mengajaknya jalan-jalan untuk melepas kejenuhan di dalam ruangan, saat ia melintasi ruangan dokter ia tak sengaja mendengar kata-kata yang berhubungan dengan Jessica, karena penasaran Donghae langsung mendengarkan nya, ternyata dokter dan seseorang perempuan yang ada di dalam ( mama nya Jessica) sedang membicarakan soal panyakit yang di derita oleh Jessica, akhirnya ia mengetahui semua masalah yang menimpa Jessica saat ini, dan ternyata penyakitnya Jessica pun sama parahnya dengan penyakit yang di derita Donghae, sedikit sekali harapan untuk mereka sembuh atau malah akan berakhir? Entahlah tak seorang pun yang dapat mengubah takdir yang telah di tetapkan tuhan selama ini.

Donghae pun segera meninggalkan ruangan dan ingin sekali memberitahukan soal ini kepada Jessica, ia berlari keluar menuju taman dan terlihatlah sosok gadis berambut pirang sedang meniup bubble balon di tiupan angin dengan wajah yang ceria. Donghae yang melihatnya pun mengurungkan niatnya untuk tak memberitahukan soal ini, karena ia tak tega untuk memberitahukannya sekarang, ia langsung menghampiri Jessica dan menutupi semuanya dengan senyum.

“ wahh.. sedang meniup balon ya! Kau dapat dari mana?” Tanya Donghae

“ dari Heechul kemarin, ia sangatlah tahu bagaimana menghiburku” Jessica dengan senyum manisnya

“ ohh iya ! ayo ikut aku !!” Donghae yang tiba-tiba menarik tangan Jessica dan membawanya kesuatu tempat

“ kita mau kemana?” Tanya Jessica penasaran

“ sssttt… kita akan jauh dari rumah sakit, aku akan mengajakmu ke bukit yang sangat indah” ucap Donghae yang berlari sambil menarik tangan Jessica

“ apa tak berbahaya !” Jessica yang sedikit khawatir

“ sudah aku jamin !”

Setelah beberapa menit , akhirnya mereka sampai di tempat yang Donghae tuju dan yang ingin di perlihatkan olehnya pada Jessica. Di atas bukit yang indah dengan bunga-bunga yang tumbuh di sekelilingnya , dari ataspun dapat terlihat dengan jelas dan indah kota Seoul di pagi hari, udara yang sejuk dan cicitan burung yang berpindah dari pohon satu ke pohon lain, Jessica dan Donghae sangatlah menikmati pemandangan yang jarang sekali dilihat.

“ bagaimana? indah bukan” Tanya Donghae dengan senyum kecilnya

“ ya.. indah sekali” takjub Jessica karena baru kali ini ia melihat pemandangan seindah ini

“ uhk…uhkk.. “ Jessica yang batuk karena angin di atas bukit sangatlah kencang

“ ahh, kau baik-baik saja kan ?” Tanya Donghae sedikit khawatir sambil memegang pundak Jessica

“ iya .. aku baik-baik saja, aku hanya kedinginan berada di sini” ucapnya sambil melengkungkan tangannya ke tubuhnya

“ maafkan aku jika aku membuatmu seperti ini “ Donghae yang langsung memeluk tubuh Jessica dengan erat supaya Jessica tidak kedingginan lagi, Jessica pun terkejut, wajahnya memerah seperti udang rebus, dengan detak jantung yang tidak menentu, pipinya blushing , ia merasa aneh karena ia belum pernah di peluk seseorang dengan perasaan yang ia rasakan saat ini, padahal ia baru saja mengenal Donghae , tetapi hati ini tak dapat berbohong kalau Jessica sangatlah care dan senang bila di dekat Donghae, apa ini yang di namakan cinta ? entahlah..

“aku ingin terus bersama Jessica, walaupun hanya sebentar..” ucap Donghae, dan tak satu pun kata yang keluar dari mulut Jessica karena ia sangatlah bingung

“ aku senang karena kau datang untuk menemaniku, aku selalu terhibur oleh Jessica, apa kau berfikir seperti itu juga?” Donghae

“hmm.. iya, aku juga senang” ucap Jessica yang masih berada di pelukan Donghae,

lalu Donghae melepaskan pelukannya , ia pun langsung pergi mencari sesuatu yang berada di bukit, entah itu apa , Jessicapun mulai bingung.

Beberapa menit Donghae pun kembali , sepertinya ia membawa ranting pohon dan bunga-bunga,  tak tahu untuk apa, ia pun langsung membentuk ranting-ranting itu menyerupai lingkaran dan menempelkan bunga- bunga itu di sisi ranting dan jadilah sebuah mahkota bunga sederhana yang indah.

“ ini untukmu” Donghae yang memberikan nya ke kepala Jessica,

“ wahh .. kau hebat bisa membuat mahkota bunga !” puji Jessica yang memakainya di atas kepalanya

“ ini kenang- kenangan dari ku ya!” ucap Donghae dengan senyum dan menyipitkan kedua matanya

“ ohh.. hahaha.. baiklah !”

Mereka pun segera pulang menuju rumah sakit supaya tidak di curigai oleh para perawat karena mereka kabur ^^

——————————————————————

Pukul 8.30 p.m tiba-tiba Jessica tak sadarkan diri di tempat tidurnya, keadaannya mulai keritis, ia pun langsung di bawa ke ruang ICU , Donghae yang mengetahui nya pun ikut khawatir dengan Jessica, ia pun merasa bersalah karena telah membawa Jessica pergi keluar rumah sakit, Jessica kini sedang dalam keadaan sangat kritis dan koma, keluarga dan teman-temannya pun datang untuk menjengguk Jessica.

“ keadaan Jessica semakin kritis, tak ada jalan lain selain operasi dan donor hati untuk Jessica” ujar dokter yang keluar dari ruang ICU

“ kami belum mendapatkan pendonor hati untuk Jessica “ eomma Jessica yang terus menangis karena memikirkan nasib anaknya

“ tapi tak ada jalan lain , bagaimanapun juga secepatnya harus ada pendonor hati atau Jessica tak bisa terselamatkan “ ujar dokter

Keadaan pun semakin merumit, air mata pun berjatuhan , apakah ini akhir dari segalanya? Keluarga dan teman-teman Jessica ikut sedih karena kondisi Jessica yang sangat memprihatinkan saat ini. Tapi . . . .

“ aku akan mendonorkan hatiku untuk Jessica !” ucap seseorang berambut hitam dengan kerasnya, ya.. itu adalah Donghae

“ benarkah ?” Tanya eomma Jessica untuk meyakinkan bahwa itu benar

“ apa kau serius , Donghae ?” sambung Heechul

“ ya aku yakin “ jawab Donghae yakin dengan keputusannya untuk mendonorkan hatinya untuk Jessica, dan itu akan memperbalikan keadaan , Donghae lah yang mungkin akan mengalami keadaan seperti Jessica.

“ lalu, bagaimana nanti denganmu ?” Tanya Tiffany untuk meyakinkan dengan keputusan yang diambil Donghae

“ aku akan senang karena bisa menolong Jessica, aku tak ingin Jessica kehilangan senyum cerianya gara-gara keadaannya sekarang….. aku rela memberikan hatiku untuk Jessica, karena nyawanya lebih penting dari pada nyawaku !” jelas Donghae yang membuat orang-orang di sekitarnya serentak terdiam.

Dan akhirnya Donghae pun masuk kedalam ruang operasi untuk mendonorkan hati nya, ia terbaring di sebelah kasur Jessica yang sedang kritis untuk melakukan operasi , ia di bius dan tak sadarkan diri dan di dalam pikirannya ia hanya berharap dirinya akan baik-baik saja nanti walaupun dia akan mengalami keadaan seperti Jessica yang sekarang ini.

Detik demi detik pun berjalan dengan ketegangan , hari ini adalah hari yang tak pernah terbayangkan dan sangat menegangkan, air mata berjatuhan dengan hati yang tak tenang, semua orang yang menunggu di luar berharap- harap cemas , apa yang akan terjadi di dalam sana? Apakah baik-baik saja? Entahlah. . .

Jessica POV in her dream – – –

Tiba-tiba ia berada di sebuah taman yang sangatlah indah dengan penuh cahaya dan kupu-kupu yang menghiasi langit-langit, ia pun bingung tak tahu ada di mana dia sekarang, ia berfikir apakah aku sudah ada di surga ? entahlah . . .

“ ini di mana? Tak ada orang disini” inner nya di dalam hati sambil berjalan mengelilingi taman tersebut

“ apa kah ada orang di sini? Tolong jawab aku!” Jessica yang terus berteriak di sekelilingnya, ia pun terus berjalan menelusuri taman tersebut, saat ia melihat ke arah bangku taman ia mendapati seseorang lelaki berbaju putih sedang duduk, ia pun langsung menghampiri seseorang tersebut.

“ permisi. . .” Jessica yang menghampiri lelaki tersebut

“ hmm .. ? Jessica.. “

“ Donghae ? sedang apa kau disini? Sebenarnya ada di mana kita ?” Jessica yang bingung karena lelaki itu adalah Donghae

“ aku sedang menunggumu . . .” jawab Donghae dengan nada yang lembut dan sedikit agak pucat

“ wae? Menungguku ? untuk apa” Jessica pun mengkerutkan dahinya karena bingung, dan dengan tiba-tiba Donghae berdiri dan memeluk tubuh Jessica, Jessica pun semakin bingung sebenarnya ada apa?

“ aku ingin bersamamu sampai kapan pun, aku selalu ingin melihat senyum Jessica dan tertawa bersama.. sepenuhnya aku akan melindungimu dan berada di sisimu sampai kapan pun, akan ku berikan hatiku seutuhnya hanya untuk Jessica , aku rela mati untukmu asal kau bisa bahagia” ucap Donghae sambil memeluk erat tubuh Jessica, Jessica pun semakin tak mengerti apa yang dikatakan Donghae ia hanya terdiam kaku, tak satu pun kata yang keluar dari mulut Jessica. Lalu Donghae melepaskan pelukkannya dan menggenggam tangan Jessica dan melihat ke arah Jessica sambil tersenyum dan mencium kening Jessica

“ aku harus pergi, aku akan selalu bersamamu.. tapi aku harus pergi sekarang, semoga kita bisa bertemu lagi ya, selamat tinggal . .” Donghae yang melepaskan tangannya dari tangan Jessica dan berjalan meninggalkan Jessica

“ tapi , oppa kau mau kemana?” tanya Jessica yang mengejar Donghae yang tak dapat di raihnya dan semakin lama bayangan Donghae pun semakin hilang

“ OPPA !!! ”

————————————————————

Keesokan harinya, Jessica membuka matanya, ia terbangun dari masa-masa kritisnya.. terlihat eomma, Krystal dan teman-temannya dengan wajah yang senang melihat Jessica sadar

“syukurlah kau sadar” eomma yang menangis bahagia karena anaknya sadar

“ unnie, akhirnya kau sadar ! aku sangat mengkhawatirkanmu!” ucap Krystal sambil menangis

“ ku kira aku akan kehilangan kembaran ku.. hiks hiks hiks “ sambung Heechul sambil mengusap matanya memakai jaket

“ aku tak ingin kehilangan sahabat baikku “ sambung Tiffany dan Sunny sambil menangis

“ sebenarnya ada apa ?” Tanya Jessica yang bingung dengan wajah pucatnya

“unnie selamat dari masa-masa kritis! Dan kami sangatlah senang karena unnie sadar” jelas Krystal yang memberitahu kenapa

“ di mana Donghae-oppa ?” perntanyaan Jessica serentak membuat orang- orang di sekitarnya terdiam

“ aku ingin bertemu dengannya, di mana Donghae-oppa?” Jessica pun mulai cemas, wajahnya berubah sedih karena orang-orang di sekitarnya tak menjawab pertanyaannya, akhirnya Heechul mengantarkan Jessica menggunakan kursi roda menuju ruangan di mana Donghae berada. Sesampainya di depan ruangan ICU, Jessica melihat dari jendela Donghae terbaring lemah di kasur dengan peralatan-peralatan rumah sakit yang terpasang di tubuh Donghae, ia tak bisa menahan air matanya saat melihat Donghae dengan keadaan yang kritis , ia ingin sekali masuk ke dalam dan berada di samping Donghae.

“ Heechul-oppa, bisakah kau membawaku masuk ke dalam?” ucap keinginan Jessica

“ tapi, … “ Heechul yang sedikit ragu

“ aku mohon.” Jessica yang mengeluarkan mata puppy nya dan akhirnya Heechul pun menurutinya, Heechul langsung membawa Jessica dengan kursi roda menuju Donghae

“ Oppa..” Jessica yang berada di samping Donghae memegang tangan kiri Donghae, Heechul pun meninggalkan Jessica sendiri bersama Donghae karena ia tak ingin mengganggu. Jessica yang melihat Donghae dengan wajah pucat dan banyak terpasang alat-alat yang melekat di tubuh Donghae itu pun menangis dan berharap Donghae cepat sembuh.

Perlahan- perlahan jari-jari lentik Donghae bergerak, Donghae mulai membuka perlahan-lahan matanya, Jessica yang mengetahuinya pun terdiam senang walaupun Jessica sebelumnya berfikir ia akan kehilangan Donghae

“ oppa. . “ ucap Jessica yang berlinangkan air mata

“ Jessica.. bagaimana keadaanmu? “ ucap Donghae pelan, tapi Jessica terus mengeluarkan airmatanya karena ia tak menyangka ia masih bisa bicara dengan Donghae

“sudah jangan menangis, aku ingin lihat senyummu..” Donghae yang mengusap air mata di pipi Jessica dengan tangan lembutnya

“ a.. aku kira.. aku a..akan kehilangan oppa” Jessica yang semakin menangis, ia tak bisa menahan air matanya lagi

“ aku akan terus bersamamu . . “ Donghae yang memperlihatkan senyum nya

“ oppa… aku menyayangimu,.. sangat sayang “ Jessica segera bangun dari kursi rodanya dan memeluk Donghae yang terbaring di kasur perawatan sambil menangis

“ aku menyukaimu Jessica, neomu saranghae..” ucap Donghae yang masih berada di pelukan Jessica, Jessica pun hanya menangis sambil memeluk Donghae ia tak bisa berkata apa-apa

“ jadikanlah aku pacar mu di dalam hati ” suara Donghae kini mulai rendah dan pelan

“ oppa. . .” Jessica yang semakin larut dalam tangisannya dan memeluk erat Donghae

“ untuk selamanya – – – “  Jessica terkejut seketika, ia tak mendengar detak jantung Donghae dan tak lagi merasakan hembusan nafas yang keluar dari hidung Donghae, ia merasakan tubuh Donghae tiba-tiba berubah dingin, alat-alat di sekitar pun berbunyai , ia langsung melepas pelukannya ,air mata nya pun tak bisa terbendung, dokter dan para perawat masuk karena ini Donghae dalam keadaan darurat , Jessica melihat dokter itu berusaha membuat nafas Donghae kembali dengan alat yang dokter bawa, Jessica terus menangis karena melihat keadaan Donghae, apakah ini akan berakhir? Apakah itu kata terakhirnya?

“ OPPAAA. . . . . . !!!” semua harapan hilang, keadaan mulai hening, Jessica tak percaya dengan apa yang terjadi, Donghae segera ditutup oleh kain putih keseluruh tubuhnya oleh perawat, kini tak ada lagi suara n tawa, ternyata memang benar itu kata terakhir Donghae untuknya, dan Jessica kehilangan seseorang yang ia suka untuk selamanya…

————————————————————————

Setelah kepergian Donghae, Krystal memberitahu Jessica bahwa Donghae lah yang mendonorkan hatinya untuknya, Jessica pun tak menyangka Donghae melakukannya demi dirinya, di dalam dirinya kini bersemayam hati milik Donghae , ia tak mau membuat hati ini merasa sakit, ia akan berjanji untuk menjaganya karena hati ini adalah seseorang yang ia sayangi yaitu Donghae , Jessica pun mulai menyadari kata-kata terakhir Donghae dan arti mimpi tersebut bahwa sebenarnya Donghae selalu bersama dirinya , kadang jika Jessica merasa sendiri ia akan merasakan kehadiran Donghae di dalam hatinya dan selalu menemaninya, karena cinta tak bisa di pisahkan walaupun waktu telah berhenti . . .

We did everything together, this is what always let everything go through just like this and just let the time end it but give me a chance to talk that I love you ..

———————— THE END —————————

Maaf kalo ff nya kepanjangan ;P , semoga ga ngantuk n ga bikin mata lier habis baca ff ini

Saran dan kritik : twitter @uzdah_Ns / fb: ‘Uzdah leable Ns

32 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s