Secret Part 1

Kalian org baik, cantik, ganteng, pintar jika bgitu bacalah FFku hehehe😀
Title            : Secret (Part 1)
Author        : YeonNia
Type           : Sequel
Rating         : PG-13/T
Length        : Chaptered
Main Cast   :
• Park Ji Yeon
• Yoo Seung Ho
Cast            :
• Park Shin Hye
• Jang Geun Suk
• Go Hye Sun
• Lee Min Ho
• Kim Bum
• Kim So Eun
• Yoon Si Yoon
• Ahn So Hee
• Go Ah Sung
• Kang So Ra
Genre          : Romance, Family, Frieandship.

Happy Reading ,,,, ♥♥♥

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Matahari kian menyinari pagi yang cerah ini. Semua orang melaksanakan rutinitasnya sehari-hari. Ada yang bersekolah, bekerja, dan sebagainya. Di suatu kota di Korea yang cukup terkenal adalah Seoul, berada di suatu jalan terdapat dua sekolah saling berdampingan. Sebelah kanan adalah Seoul Arts High School, dan sebelah kiri adalah JungAng High School.
Suara terdengar dari kedua sekolah itu. Di sekolah sebelah kanan, terlihat ada sebuah kelas yang terlihat khusus, di lihat dari dalam memang, guru juga muridnya mengerjakan tugasnya masing-masing dengan baik. Tidak ada satu pun muridnya yang mengarahkan matanya selain ke papan tulis.
“Semuanya, setelah istirahat nanti jangan lupa, kelas pindah di kelas musik” kata seorang yeoja yang tak lain adalah gurunya.
“Ye saeng” sahut semua murid serempak.
Beda lagi dengan sekolah yang satunya, JungAng High School. Suara terdengar sangat gaduh, gurunya hanya sibuk mencatat di papan tulis, sedangkan muridnya sibuk dengan kelakuannya masing-masing. Dari murid yeoja, ada yang berdandan, juga ada yang memainkan ponsel. Kemudian namja, ada yang mengobrol, juga ada yang tertidur.
Kedua sekolah itu sangat berbeda. JungAng High School, sangat gaduh dan Seoul Arts High School cukup tenang. Memang sangat berbeda. Suatu ketika di Seoul Arts, ada sorang murid yeoja, dia di kenal murid pintar dalam masalah seni.
Dia adalah Park Ji Yeon. Yeoja pintar yang hanya tinggal dengan ibunya. Orang tuanya sudah lama bercerai, sejak Ji Yeon berusia 5 tahun. Ibunya adalah Jung Kyu Rin. Biasa di panggil Ny. Jung. Ny. Jung bekerja sebagai guru private.
Di lorong kelas…
“Ji Yeon aku bisa minta, karena yang kemarin hilang” pinta seorang murid.
“Baiklah, jika hilang lagi aku akan berikannya lagi” kata Ji Yeon tersenyum.
“Gomawo Yeon~nna, kau selain pintar kau juga baik” kata murid tadi membungkukan badannya kemudian berjalan meninggalkan Ji Yeon.
Ji Yeon tersenyum kemudian melanjutkan jalannya. Langkahnya terhenti saat mendengar suara dari sebelah kanannya, tepat di tembok perbatasan sekolahnya juga JungAng High School.
“Ya!, siapa disana?” tanyanya setengah berteriak, berjalan kearah suara itu.
Ji Yeon menaiki tembok itu dengan bangku yang ada tepat bersandar di tembok itu. Setelah sampai di atas, iya kaget melihat seorang namja sedang terduduk di tanah sambil meringis kesakitan.
“Kau murid JungAng?” tanya Ji Yeon.
Namja itu hanya diam.
“Ya!aku bertanya, jika kau tetap tidak ingin menjawab baiklah aku akan pergi” ujar Ji Yeon.
“Tunggu, kau bisa turun kesini dan membantu ku?” tanya namja itu.
Ji Yeon mengangguk, kemudian dia berlari keluar gerbang sekolah dan masuk ke dalam JungAng. Dia lari dengan sigap, sampai akhirnya dia bertemu juga dengan namja tadi.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Ji Yeon khawatir.
“Kaki ku rasanya sakit sekali” jawab namja itu.
“Baiklah, aku akan bantu kau berdiri dan memapahmu untuk berjalan” seru Ji Yeon.
Ji Yeon membantu namja itu berdiri kemudian memapahnya berjalan. Ji Yeon meminta petunjuk dimana ruang UKS berada. Namja itu pun memberitahukan dimana tempatnya.
Sesampainya di UKS, dan membawa namja itu masuk, Ji Yeon melihat sekeliling ruang UKS itu. Dia sangat canggung melihat betapa mewahnya sekolah JungAng. Bahkan dia sangat aneh melihat UKS seperti kamar hotel bintang 4.
“Ada apa?” tanya namja itu.
“Ani, aku hanya sedikit aneh saja melihat ruang UKS ini yang sebegitu mewah” jawab Ji Yeon.
“Ini belum terlalu mewah masih ada yang lebih mewah, seperti ruang kelas” ujar namja itu.
“Ohh ya, kita belum berkenalan jonen Park Ji Yeon imnida, kau bisa panggil aku Ji Yeon” kata Ji Yeon membungkukan badannya.
“Hmm… jonen Yoo Seung Ho imnida, panggil saja Seung Ho. Aku putra tunggal pemilik sekolah ini, ayah ky pemilik yayasan sekolah ini” kata Seung Ho memperkenalkan diri.
“Mwo? Benarkah?” tanya Ji Yeon dengan mata terbelalak kaget.
“Jeongmal aku tidak bercanda” jawab Seung Ho.
“Berarti kau sangat kaya dan memiliki segalanya” kata Ji Yeon tersenyum.
“Tidak juga, aku tidak memiliki eomma. Dia meninggal saat melahirkan ku” kata Seung Ho dengan berubah ekspresi.
“Mian, aku sudah menyangkut tentang itu” seru Ji Yeon.
“Tidak apa-apa” sahut Seung Ho.
Ji Yeon melihat kearah jam yang ada di dinding UKS itu, kemudian dia juga melihat ke jam yang ada di tangannya. Matanya terbelalak kaget saat melihat jam tangannya menunjukan pukul 10:00, istirahat di mulai dari pukul 09:00 dan berakhir pukul 09:30.
“Mwo! Ya ampun” teriak Ji Yeon.
“Wae?” tanya Seung Ho.
“Aku terlambat masuk kelas” jawab Ji Yeon.
“Sampai jumpa, mungkin kita akan bertemu lagi” sambung Ji Yeon yang langsung meninggalkan Seung Ho di UKS itu.
Saat iya membuka pintu, ada beberapa namja yang juga ingin masuk kedalam UKS, sepertinya ingin menjenguk Seung Ho. Jalan Ji Yeon terhalangi para namja itu, kemudian saat para namja itu masuk iya langsung berlari cepat.
“Ho~ahh, siapa yeoja tadi?” tanya salah satu namja.
“Dia Park Ji Yeon, murid sekolah sebelah” jawab Seung Ho sambil tersenyum.
“Tingkahnya lucu sekali” seru namja yang satu lagi.
“Bum~ahh cukup, kenapa dia ada disini?” tanya namja yang lain.
“Sukkie…” panggil namja yang di panggil Bum itu, namanya Kim Bum.
“Aku tidak suka di panggil itu, terdengar seperti nama yeoja” sahut namja yang di panggil Sukkie oleh Kim Bum, yang ternyata Geun Suk.
“Sudahlah, jawab pertanyaan Geun Suk” gumam namja yang lain yang bernama Min Ho.
“Hm…, dia tadi membantuku saat aku terjatuh dia yang membantuku berdiri dan memapahku berjalan” jawab Seung Ho.
“Manis sekali dia” seru Kim Bum.
“YA! Akan ku laporkan kau pada So Eun, bahwa kau melirik yeoja dari sekolah sebelah” ujar Geun Suk.
“Aniya” tolak Kim Bum.
“Sudahlah” seru Min Ho.
Di gerbang Seoul Arts High School
Ji Yeon terlihat sangat takut untuk masuk kedalam sekolah, karena jika ia masuk ia akan ketahuan jika ia keluar lingkungan sekolah disaat masih jam sekolah.
“Bagaimana ini, aku masuk atau tidak” tanyanya pada diri sendiri.
“Aku harus menerima hukuman karena aku sudah membuat kesalahan” sambungnya lagi, kemudian masuk dengan santai ke dalam sekolah.
Dia melewati ruang guru, kemudian ia berpapasan dengan guru piket kemudian ian berhenti. Sebagai tanda mengakui kesalahannya.
“Bukankah kau Park Ji Yeon?” tanya guru itu.
“Ye saeng” jawab Ji Yeon.
“Ada apa ini?” tanya guru itu.
“Mian saeng, aku keluar sekolah saat jam istirahat” jawab Ji Yeon
“Kau ini murid pintar kenapa kau melanggar aturan sekolah yang sudah di tetapkan?” tanya guru itu lagi.
“Mian saeng, jeongmal mianhaeyo” jawab Ji Yeon dengan tertunduk.
“Baiklah karena kamu murid yang pintar dan sering membanggakan nama sekolah, kau saya maafkan sekarang kau masuk kedalam kelasmu” suruh guru itu.
“Gamsahabnida saeng” kata Ji Yeon sembari membungkukan badannya.
Ji Yeon masuk kedalam kelas, dan menjelaskan kenapa dia terlambat masuk kelas pada gurunya. Kemudian di samping itu, Seung Ho masih di dalam ruang UKS. Seung Ho masih memikirkan Ji Yeon. Menurutnya kenapa Ji Yeon mau menolongnya, padahal mereka tak saling kenal, apakah mungkin Ji Yeon menyukainya. Tapi mana mungkin bukankah Seung Ho yang meminta bantuan Ji Yeon. Sudahlah tidak usah di pikirkan lagi.
Jam pulang sekolah berdering tepat pukul jam 3 siang. Murid sekolah Seoul Arts keluar dari sekolah begitu juga dengan JungAng. Terlihat yang baru saja keluar adalah Ji Yeon, sepertinya dia tidak ingin langsung pulang. Lantas dia mau kemana dulu, apa akan ke toko buku. Sepertinya tidak, dia memasuki JungAng, apakah dia akan menemui Seung Ho. JI Yeon masuk kedalam ruang UKS, dan benar tepat sekali dia mungkin akan menjenguk Seung Ho lagi. Tapi saat dia buka pintu ruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa. Pikir Ji Yeon, mungkin Seung Ho sudah pulang atau ke rumah sakit.
Ji Yeon keluar dari JungAng, tapi jalnnya terhenti saat melihat Seung Ho berjalan dengan teman-temannya menuju ke parkiran mobil. Ji Yeon berlari dan menghampiri Seung Ho juga teman-temannya. Sampainya disana dan bertatapan dengan Seung Ho begitu pula dengan teman-teman Seung Ho, Geun Suk, Min Ho, dan Kim Bum.
“Seung Ho” panggil Ji Yeon.
Seung Ho menoleh
“Wae?” tanya Seung Ho.
“Kaki kau tidak apa-apa?” tanya Ji Yeon.
“Kau ada apa kesini, apakah kau ingin melihat ku lagi, tenang saja aku tidak apa-apa” jawab Seung Ho.
“Jagi” panggil beberapa yeoja dari belakang.
Semua menoleh. Yeoja itu menghampirinya.
Ada 3 yeoja disana, yeoja-yeoja itu pun memeluk para namja yang sedang berhadapan dengan Ji Yeon, tetapi selain Seung Ho.
“Siapa dia?” tanya salah satu yeoja.
“Annyeong, jonen Park Ji Yeon imnida” kata Ji Yeon memperkenalkan diri dengan senyum manisnya.
“Annyeong” sahut ketiga yeoja itu.
“Ji Yeon kenalkan mereka bertiga ini yeojachingu kami, ini So Eun yeojachinguku, Shin Hye yeojachingu Geun Suk, dan yang ini Hye Sun yeojachingu Min Ho” kata Kim Bum pada Ji Yeon.
“Seung Ho, kau tidak punya yeojachingu?” tanya Ji Yeon.
Seung Ho menggeleng.
“Ya! Kau jangan berbohong bukankah kau sudah punya So Ra” ujar Geun Suk.
“So Ra?” tanya Ji Yeon.
“Ani Ji Yeon, aku tidak menyukai yeoja itu dia yang selalu mengikuti ku” seru Seung Ho.
“Itu dia orangnya Kang So Ra” gumam Min Ho.
Semua menoleh kebelakang.
“Kenapa dia itu harus datang” gumam Seung Ho gelisah.
“Jagi…” panggil So Ra.
“Kau tenang saja, cepat sana kau pergi biar kami bertiga yang akan menghalanginya” ujar Min Ho.
Seung Ho mengangguk, kemudian berlari dan tanpa dia sadari ia berlari dengan menggandeng tangan Ji Yeon. Ji Yeon yang terespon kaget hanya pasrah di ajak bersembunyi dengan Seung Ho. Mereka terus berlari sampai mereka menemukan tempat yang sepi. Seung Ho dulu memang punya tempat persembunyian jika bertemu So Ra tetapi tempat itu sudah diketahui So Ra jadi dia bingung harus bersembunyi dimana. Seung Ho berhenti berlari, kemudian melihat tangannya menggandeng tangan orang lain.
“Aku menggandeng tangan siapa?” tanyanya pada dirinya sendiri.
“Kau… kau… meng… gandeng… tangan ku” jawab Ji Yeon terbata karena lelah.
“Mwo Ji Yeon, kenapa kau mengikutiku?” tanya Seung Ho lagi.
“Aku tidak mengikutimu kau sendiri yang menarik tanganku” jawab Ji Yeon.
“Baiklah” Seung Ho menyudahi pembicaraan.
Tetapi Ji Yeon hanya diam, dia mulai sedikit jatuh ketanah dengan tangan yang masih berpegangan dengan Seung Ho. Seung ho yang menyadari gerakan itu menoleh kearah Ji Yeon. DIa terkaget melihat Ji Yeon hampir jatuh ke tanah.
“Yeon~nna, kau tidak apa?’ tanya Seung ho.
Ji Yeon terdiam kemudian dia pingsan dan tergeletak di tanah. Seung ho yang melihat itu, berusaha membangunkan Ji Yeon.
“Yeon~nna, ada apa dengan kau, kenapa kau pingsan seperti ini, apa kau kelelahan karena berlari sangat jauh?” beribu pertanyaan di ucapkan Seung Ho, sambil menggendong Ji Yeon dengan tangannya hingga menemukan tempat yang teduh.
Setelah menemukan tempat yang teduh, Seung Ho mengambil ponselnya dari saku celananya berusaha menelpon beberapa supirnya untuk segera menemuinya agar dia dapat membawa Ji Yeon ke rumah sakit.
****************************To Be Continue*************************
Apa yang terjadi pada Ji Yeon?
Kenapa Ji Yeon bisa pingsan seperti itu?
Juga apakah Seung Ho dapat membawa Ji Yeon ke rumah sakit?
Jadi apa kelanjutan ceritanya tunggu di part 2
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Gomawo Chingudeul yang sudah baca, bagaimana ceritanya menarik tidak?
yg udh baca please coment karena org baik slalu coment, klo gk coment sma ja ky jajan d’warung v gk bayar ya jdi berhutang dan sampai kapan pun hutang tetap hrus d’bayar wlaupun iy udh gk da d’dunia ini hutang tdk akan mati sampai kamu d’akhirat hutang akan menyertaimu, jadi jika tdk mau berhutang maka coment lha, hehehe😀 *terlalu mengancam
coment**

21 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s