BEST FRIEND?!! -Chap 2-

Author: Annisa Sooyoung Yesung (Choi Ri Rin)

Cast:

-Sooyoung (SNSD)

-Yesung (Super Junior)

-Amber (f x)

-Jonghyun (SHINee)

-Yuri (SNSD)

-Kyuhyun (Super Junior)

-Krystal (f x)

-Minho (SHINee)

-Tiffany (SNSD)

-Siwon (Super Junior)

-Sulli (f x)

-Taemin (SHINee)

-Taeyeon (SNSD)

-Leeteuk (Super Junior)

Other Cast:

– Dongwoon (B2ST)

Genre: Romance, Drama, Horror, Friendship

Length: Chapter

NB: Mian ya, kalo pair ini sangat membosankan dan GA BANGET, tapi aku udah ga rela kalo 2 tokoh utama ini brng yg lain. mian banget ya, mian.. apalagi yg ga suka sama pair yang aku buat. mian lagi ya…

AND PLEASE NO BASHING!!!

DON’T BE A SIDERS.

HAVE TO COMENT THOUGHT ONLY ONE OR TWO WORDS

~~~

BEST FRIEND?!

PRANG!!

Sesuatu terjatuh dan mampu mengalihkan perhatian Amber. Ia melepas earphone dan mencari benda itu. Sebuah frame. Amber mengambilnya. Kenapa bisa jatuh? Ia membalikkan frame itu dan mendapati kacanya retak dibagian wajahnya. Namun itu tak membuat Amber merasa takut. Ia segera mengambil foto itu dan menaruh framenya dengan asal.

Fotonya bersama Sooyoung. Saat mereka dan teman-teman yang lain liburan ke Jeju Island. Difoto itu, mereka tampak senang dan bahagia. Apalagi Sooyoung yang saat itu baru saja jadian dengan Yesung dan ia baru saja merayakan hari jadinya yang ke 2 bulan bersama Jonghyun. Ah, ia rindu masa-masa seperti itu.

Tiba-tiba lampu padam. Amber mendengus kesal dan segera mencari pembantunya. Ia mencari kedapur dan kekamarnya. Ternyata tidak ada. Dengan penerangan lampu senter, Amber mencari lilin didapur.

” Pasti dia main lagi deh, ke tetangga sebelah. Dasar tukang rumpi! Ah, dimana sih lilinnya?!!” gerutu Amber sambil mencari-cari lilin dilaci-laci. Namun nihil. Amber mulai merinding. Ia merasakan ada yang ganjil. ” Aduh, dimana sih lilinnya?!”

Sesuatu lewat dibelakang Amber. Amber mulai berbalik dan menyenter kesetiap sudut. Tak ada siapa-siapa. Amber berbalik lagi dan mendapati sudah ada lilin di hadapannya. Dan lilin itu menyala. Amber bergidik ngeri. Siapa yang menyalakan lilin?

Tanpa pikir panjang, Amber langsung membawa lilin itu kekamarnya. Ia menutup pintu dan menaruh lilin itu dimeja riasnya. Lalu kembali merebahkan diri dikasur. Ia memejamkan matanya. Mencoba untuk menenangkan diri.

” Huhu… Hiks.. Hiks… Hiks… ARGGGHHH!!!”

Amber kembali membuka matanya dengan spontan. Ia duduk dan memegangi tengkuknya. Siapa itu? Kenapa suara itu bisa ada dikamar ini? Amber memeluk lututnya dan memejamkan mata. Keringat dingin mengucur deras didahi dan pipinya.

Tiba-tiba, sebuah suara musik terdengar. Amber bergidik. Suara itu. Nyata.

BRAAKK!!

Amber terjatuh dari kasurnya dan terbujur lemah. Sakit sekali. Rasanya berkali-kali lipat dari yang pernah ia rasakan. Padahal hanya jatuh dari kasur.

BRAKKK!

Sekali lagi Amber terlempar jauh. Ia menabrak dinding dan jatuh begitu saja dilantai. Tubuhnya sakit sekali. Ia tak bisa melawan. Dengan sisa-sisa kekuatannya, Amber merangkak dan mengambil HPnya. Minta tolong pada siapa saja.

Bayangan hitam memutari dirinya saat dia mencoba menelepon Sooyoung. Ia takut. Namun tetap men-dial Sooyoung dengan cepat.

TRAK!!

HP Amber terlepas dari genggamannya. Terlempar jauh ke bawah meja. Amber memeluk lututnya. Ia ketakutan. Sangat ketakutan.

” Apa? Apa maumu? Aku tak tahu apa-apa tentangmu! Jangan ganggu aku!!” teriak Amber pada udara. Tak ada yang menjawab. Kesempatan ini pun diambil Amber untuk mengambil HPnya. Tidak bisa. Saat itu juga tubuhnya diangkat dan dihempaskan keras-keras. Membuat Amber merasa sakit luar biasa.

Jauh dari sana, terdengar suara Sooyoung yang memanggil-manggil Amber. Amber menelepon namun tak ada yang menjawab. Hanya rintihan kecil. Setelah itu mati. Sooyoung semakin panik saat Amber tak juga menjawab telponnya.

” ARGGGHHH!!”

Amber kembali merintih saat tubuhnya kembali dihempas kedinding. Setelah itu tenang. Tak ada apa-apa lagi. Amber cepat-cepat pergi keluar kamar dengan sisa-sia tenaganya. Hingga ditangga, Amber turun dan menapaki setiap anak tangga dengan pelan. Sakit sekali.

BUAKKK!!

Amber terdorong dan jatuh terguling. Membuat kepalanya terbentur berkali-kali dan mengeluarkan cukup banyak darah. Namun Amber masih sadar. Ia memegangi kepalanya dan mencoba berdiri. Tak bisa. Akhirnya ia merangkak menuju pintu.

” ARGGGHH!!!” Amber berteriak ketika sesuatu menjambak rambutnya dan melemparnya kesembarang tempat hingga Amber merasa seluruh tulangnya patah.

” Kenapa? Kenapa kau berbuat ini padaku? ARGGH!!” Amber kembali terhempas kebelakang sofa. Tiba-tiba sofa terangkat.

” Kau sudah mengambil Youngie dariku. Aku yakin saat ini Youngie sedang sibuk menelponmu. Tapi aku sudah kirim pesan padanya agar tak mengkhawatirkanmu. Dan saat dia bangun besok, dia akan menerima pesan kalau kau sudah tidak ada. Haha! Itulah akibatnya jika kau berani mengambil Youngie dari aku!”

Sebuah suara membuat Amber menangis. Sooyoungkah masalahnya? Hanya karena kedekatannya dengan Sooyoung?

” Ma, maaf! Bukan maksudku untuk mengambil Sooyoung darimu. Kami hanya bersahabat. Ma, maaf. Jangan bunuh aku!!” pinta Amber. Tapi sepertinya, permohonannya tidak dikabulkan. Sofa yang tadi melayang jatuh begitu saja mengenai perut Amber. Membuat Amber mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan kehilangan nyawanya saat itu juga.

***

From: Dongwoon oppa

Young, maaf aku baru memberi tahukannya sekarang. Tadi malam aku menemukan Amber di ruang tamu dengan sofa menindih perutnya. Banyak darah keluar dari kepala dan mulutnya. Bisakah sekarang kau kerumah untuk melihatnya? Setidaknya untuk mengucapkan salam perpisahan.

Disini juga sudah ada Kyuhyun, Yuri, Jonghyun dan lainnya. Mereka semua shock.

Sooyoung menangis saat menerima pesan dari Dongwoon. Padahal tadi malam Amber menyatakan dirinya baik-baik saja.

” Chagi, ayo kita kerumah Amber. Aku sudah mendapat pesannya dari Dongwoon hyung. Tabahlah. Jangan tangisi kepergiannya.” kata Yesung sambil mengelus punggung Sooyoung. Sooyoung tetap menangis.

” Amber. Aku tak bisa terima ini. Siapa? Siapa yang tega membunuhnya? Siapa?!!” teriak Sooyoung histeris. Yesung memeluknya.

” Sudahlah. Jangan ditangisi. Sekarang bersiap-siaplah. Kita akan kerumahnya.”

***

Rumah Amber begitu ramai. Semua yang datang adalah orang-orang terdekat Amber dan beberapa teman kampus. Sooyoung melangkahkan kakinya memasuki rumah Amber dan menuju peti mati dimana Amber dibaringkan.

Sooyoung tak kuasa menahan air matanya ketika melihat Amber. Rasanya ia tak percaya jika tahu bagaimana Amber meninggal. Tidak wajar. Siapapun yang melakukannya, Sooyoung berjanji takkan memaafkannya.

” Sabar, Soo. Kami semua disini juga sedih. Apalagi Amber meninggal dengan tidak wajar. Tadi pagi Dongwoon oppa juga kirim pesan padaku.” kata Taeyeon sambil memeluk Sooyoung. Sooyoung balas memeluknya.

Dihadapannya, terdapat Jonghyun yang sepertinya sangat terpukul atas kepergian Amber yang tidak wajar itu. Beberapa kali Jonghyun terlihat mengeluarkan air matanya. Sooyoung menatapnya iba. Ia tahu kalau Jonghyun sangat menyayangi Amber. Sangat mencintai gadis itu. Seseorang memeluk bahu Jonghyun. Menenangkan namja itu. Ternyata Siwon.

Sooyoung berjalan menemui keempat temannya bersama Taeyeon. Mereka tampak menangis. Begitu melihat Sooyoung, mereka semua langsung berpelukan. Air mata berjatuhan kelantai. Mereka tak menyangka hal ini akan terjadi.

***

Pemakaman Amber diiringi oleh gerimis. Membuat suasana berduka semakin dalam. Seolah-olah langit ikut menangis atas kepergian Amber. Sooyoung berdiri tepat disamping nisan Amber dan fotonya yang telah diletakkan. Disampingnya, Yesung berdiri memayunginya. Ia tampak bersedih juga. Semua merasa kehilangan.

Selesai pemakaman, hanya tinggal Dongwoon, Sooyoung, Yesung, Taeyeon, Leeteuk, Krystal, Sulli, Taemin, Minho, Siwon, Tiffany, Yuri dan Kyuhyun. Juga Jonghyun yang tak henti-hentinya menangis dibawah rintik hujan yang semakin lama semakin deras. Sesekali ia mencium nisan dan foto Amber. Kadang juga ia mencengkram tanah.

” Sudahlah, Jjong. Relakan dia pergi.” nasihat Kyuhyun. Jonghyun hanya diam. Namun masih menangis. Ia tak banyak bicara. Hanya saja dia menunjukkan sekali kalau emosinya sedang labil dan diluar kontrol.

” Jjong hyung, ayo kita pulang. Kau akan sakit jika disini terus.” ajak Taemin yang memang adiknya Jonghyun. Jonghyun tak merespons. Dia terlalu takut untuk meninggalkan makam Amber. Ia sangat ingin disini terus bersama Amber. Meski ia tahu hal ini tidak wajar. Namun ia ingin bersama Amber.

” Jjong, kami mohon jangan menyiksa diri seperti ini. Kami semua juga merasakan apa yang kau rasakan, Jjong. Jadi berhentilah bersikap seperti ini.” Sooyoung mencoba membujuk Jonghyun. Jonghyun tetap tak merespons.

” Jjong, pernahkah kau berpikir kalau Amber takkan suka melihatmu seperti ini. Kita semua juga merasakan hal itu. Ayolah, kalau kau memang menyayangi Amber, jangan siksa dirimu seperti ini.” Tiffany pun ikut membujuk Jjong.

” Tiff, Young, aku tak bisa hidup tanpa Amber. Kemarin, dia masih bersamaku! Ini semua salahku! Seandainya saja aku mau dia ajak mampir kerumahnya, dia pasti masih baik-baik saja hingga saat ini! Tuhan menghukumku! Dia mengambil Amber karena aku tak menjaganya dengan baik. Aku menyesal!” Jonghyun menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. ” Hyung, maafkan aku, hyung. Aku tak menjaga Amber dengan baik! Maafkan aku, hyung!!” sekarang Jonghyun beralih ke Dongwoon.

” Ne. Tak apa Jjong. Ini semua takdir. Sudahlah. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Ini semua juga salahku yang tak menjaganya dengan baik. Jangan kau sesali. Ayo. Kita pulang. Kau butuh istirahat.” kata Dongwoon lembut. Jonghyun menurut.

***

Mendung mewarnai pagi hari ini. Namun tak membuat Sooyoung patah semangat untuk berangkat kuliah. Meski duka masih menyelimuti hantinya karena kepergian Amber. Namun ia tak mau lama-lama larut dalam kesedihan.

” Chagi, ayo kita berangkat.” ajak Yesung. Sooyoung mengangguk. Saat ia akan keluar kamar, sekelebat bayangan hitam lewat dihadapannya. Sooyoung mundur kebelakang. Bahunya bergetar. Setelah lama tak diganggu, sekarang dia datang lagi?

” O, oppa…” lirih Sooyoung memanggil Yesung. Ia terduduk memeluk lututnya. Takut.

” Chagi? Wae?” tanya Yesung menghampiri Sooyoung yang sudah berkeringat dingin dan ketakutan.

” Itu, itu datang lagi. Dia.” jawab Sooyoung tak beraturan.

” Chagi, aku tau. Aku merasakannya. Sudahlah. Kita tak usah berangkat saja. Bagaimana?” tawar Yesung. Sooyoung menggeleng.

” Aku ingin tetap kuliah. Aku tak ingin bolos lagi, oppa.”

” Oke. Kalau begitu aku akan buatkan teh dulu untukmu. Agar kau sedikit tenang.” kata Yesung. Namun Sooyoung menggeleng.

” Tak usah oppa. Aku sudah tenang. Aku tak ingin merepotkanmu. Ayo.”

***

Taeyeon menghela napas frustasi. Memang sulit menghabiskan hari tanpa Amber. Sangat sulit. Setelah hampir 7 tahun bersama dan menjadi sahabat dekat, sekarang ia harus kehilangan Amber.

Air mata kembali turun. Rasanya ia takkan sanggup hidup tanpa Amber. Yeah, walaupun pada kenyataannya ia tak merasa kehilangan sendirian. Ia juga ditemani oleh yang lain termasuk Sooyoung. Ia tahu, meski Amber dan Sooyoung hanya kenal baru 3 tahun, mereka sangat dekat. Dia, Amber dan Sooyoung.

” Chagi, jangan menangis terus. Makanlah. Aku yakin tadi pagi kau takkan sempat berpikir untuk makan.” kata Leeteuk sambil menghapus air mata Taeyeon. Taeyeon tersenyum.

” Aku tidak ingin makan, oppa. Aku tidak lapar.” tolak Taeyeon halus. Leeteuk memandang yeojachingunya itu. Mata pandanya sangat menunjukkan kalau ia tidak tidur dan menangis semalaman.

Kalau boleh jujur, ia juga merasa kehilangan Amber. Amber yang menyenangkan, Amber yang lucu, Amber yang loyal, Amber yang dewasa, Amber yang kekanakan, dan Amber yang ceria. Sekarang, ia dan siapapun yang kenal dekat dengan Amber pasti akan merasa sangat kehilangan.

” Amber, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.” ujar Taeyeon lirih. Membuyarkan pikiran Leeteuk.

” Tae, chagi. Jangan seperti ini. Kumohon.” Leeteuk menggenggam tangan yeojachingunya itu. Dingin sekali.

Taeyeon diam. Bayangan-bayangan hitam bermunculan disekitarnya. Nafasnya mulai memburu dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Leeteuk yang melihat itu langsung pindah tempat dan memeluk yeojachingunya. Menenangnkan yeojachingunya.

” Tae, kau kenapa?” tanya Leeteuk panik. Taeyeon menggeleng.

” Ani. Aku tak apa, oppa. Hanya saja… ah, sudahlah. Lupakan saja. Hanya halusinasi saja.” Taeyeon memilih untuk tidak membuat Leeteuk panik.

” Jinjja? Aku tak ingin kau berbohong padaku. Katakan saja.”

” Ne. Aku tidak apa. Aku tadi hanya berhalusinasi saja, oppa. Tenanglah.” Taeyeon menenangkan Leeteuk dengan mengusapkan jarinya pada pipi Leeteuk.

” Baiklah. Tapi jika terjadi apa-apa, kau harus beritahu aku.” Taeyeon mengangguk.

Tak lama, Sooyoung duduk dihadapan mereka bersama Yesung. Sooyoung dapat melihat mata panda Taeyeon. Meski sudah ia samarkan memakai make-up, tapi tetap saja terlihat. Sooyoung mengerti perasaan Taeyeon. Hampir 7 tahun bersama dan ia harus kehilangan Amber. Dan dengan cara yang tidak wajar.

Sooyoung menggengam erat tangan Yesung. Ia terlihat ingin menangis. Yesung dengan sigap mengelus punggung Sooyoung untuk menenangkan yeojachingunya itu. Sooyoung tersenyum getir menerima perlakuan itu. Usapan Yesung memang menenangkan. Selalu.

” Aku ingin ke toilet. Kau mau ikut, Soo?” ajak Taeyeon. Sooyoung menggeleng lemah. ” Well. Kalau gitu aku pergi sendiri.” Taeyeon pun pergi ke toilet.

Ditoilet, Taeyeon menatap dirinya dicermin. Lama, sampai dia menyadari kalau hidupnya sangat sepi tanpa Amber. Ia ingin memutar waktu. Ia ingin mencegah Amber pergi. Ia ingin mencegah pembunuh Amber untuk membunuh sahabatnya. Amber, aku rindu kau.

Taeyeon segera menghapus air matanya. Ia membasuh wajahnya dan bercermin beberapa detik. Lalu bergegas pergi dari toilet. Namun entah mengapa, tubuhnya terasa berat dan kepalanya pusing. Ia tetap berjalan keluar toilet. Ia benar-benar lemas sekarang.

BRUK!!!

***

Yuri, Sooyoung, Sulli, Krystal, Tiffany dan Leeteuk menatap Taeyeon cemas. Ya, Taeyeon ditemukan dalam keadaan tak sadar didepan Toilet. Ini membuat teman-teman yang lain cemas. Apalagi Leeteuk yang sangat tahu kalau kondisi Taeyeon sekarang sedang tidak stabil. Ia sedang galau. Ia masih sedih atas kepergian Amber.

Tak lama kemudian, Taeyeon terbangun. Yang lain langsung tersenyum lega.

” Where am I? Kenapa bisa disini?” tanya Taeyeon bingung.

” Kau ada di UKS, chagi. Tadi kau pingsan.” jawab Leeteuk.

” Sebenarnya apa yang kau rasakan Tae?” tanya Tiffany.

” Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja tubuhku lemas dan kepalaku pusing. Setelah itu, aku tak tahu apa-apa lagi.” ujar Taeyeon menjelaskan.

” Kau pasti belum sarapan. Makanlah roti ini dulu.” suruh Tiffany sambil menyodorkan sebuah roti coklat. Taeyeon menerimanya.

” Gomawo, Tiff.”

” Ne, cheonmane.”

Sooyoung tersenyum melihat sahabatnya. Ia mengelus rambut Taeyeon. Tiba-tiba, sesosok tangan dingin mencengkramnya kuat. Sooyoung menoleh. Ia langsung gemetaran begitu melihat siapa yang mencengkramnya. Keringat dingin mulai muncul.

Tangan dingin itu mengangkat tangan Sooyoung kencang dan menghempaskannya ke udara. Sooyoung tak mengerti apa maksudnya. Dan sebelum Sooyoung mendapat jawabannya, sosok itu hilang.

” Aw!!” jerit Sooyoung ketika Krystal mencubit lengannya. Krystal dan yang lain tertawa mendengar jeritan Sooyoung. Kecuali Leeteuk yang hanya tersenyum.

” Jangan melamun eonni!” nasihat Krystal. Sooyoung menyadarkan dirinya.

” Siapa? Aku tidak melamun, kok. Hanya saja. Err-” Sooyoung tak melanjutkan kalimatnya. Ia tak ingin membuat yang lain panik.

” Hanya apa?” desak Tiffany.

” Hanya, hanya euhm, memikirkan sesuatu. Ya, memikirkan hal yang tak penting.” jawab Sooyoung.

” Oh.”

” Euhm, Soo. Kemari sebentar.” panggil Minho dari luar ruangan. Sooyoung segera menghampiri Minho.

” Wae?” tanya Sooyoung.

” Kau melihat sesuatu tadi? Aku melihatnya. Dia masuk keruangan dimana Taeyeon istirahat.” Minho menunjuk kedalam ruangan. Sooyoung mengangguk pelan.

” Dia menyentuh tanganku dan menghempaskannya begitu saja keudara. Aku tak tahu apa maksudnya itu.” jelas Sooyoung. Minho terdiam sebentar sebelum Yesung datang. ” Oppa, kau darimana?” tanya Sooyoung.

” Aku dari toilet sebentar.” jawab Yesung. Sooyoung mengangguk lalu menatap keruangan tempat Taeyeon istirahat. Matanya membelalak ketika ada sesosok makhluk yang ada dimimpinya sedang mendengkur dipangkuan Taeyeon. Disampingnya, gadis yang selama ini menghantuinya berdiri disamping Taeyeon. Menyeringai.

Tiba-tiba pandangannya gelap. Dan ketika bangun, ia ada di sebuah gedung yang beberapa kali ini muncul dimimpinya. Gedung yang sangat familiar baginya. Sooyoung berjalan menyusuri setiap lorong. Tak ada tanda-tanda kemunculan Yoona. Dimana Yoona?

” YOUNGIE!!”

~~~

Oke, just up here!

What are you curious about the sequel?

Wait…

I’ll Be Back…

HAHAHAHA!!!

16 responses

  1. ambernya meninggal hiks..hiks…
    wah siapa lagi nih yg bakal jadi target?
    jangan yesung, yesung harus ngelindungin sooyoung🙂
    di tuggu lanjutannya chingu

  2. wah, pas amber mati kok bukan Dongwon yang paling terpukul? padahal amber kan keluarga satu2nya kan? =_=”
    terus adegan pembunuhannya kurang sadis thor, jadi sense of thriller nya nggak kerasa.. tapi so far bagus kok ^o^
    lanjutin yak. ^v^d
    Hwaiting!
    #maaf banyak kritiknya. #bow

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s