[Oneshot] Lifelong Friend

Author                  : Putri bkn Thor/Author!

Cast                       : Kang Hee Shin (Dian mamih), Noori Co Ed (Kang In Oh).

Other Cast          : ChoRa (Cho Kyuhyun Kwon Yoora), Key SHINee, Hyewon Co Ed, Gayoon 4Minute, Yoona SNSD, Jihyun 4Minute, Sungmin Co Ed, & Kwanghaeng Co Ed.

Genre                   : Friendship & Romance.

Rating                   : PG15

Disclaimer           : Semua cast punya Tuhan. FF ini murni punya Trik juga punya Tuhan!

AN                          : Mencoba membuat FF yang berisikan pesan-pesan lagi seperti FF Trik yg dulu “I Kill My Baby”. Semoga pesannya tersampaikan ya ^^

@Dian mamih : Ini FF requestnya :) semoga nggak mengecewakan. Trik udh mencoba semaksimal mungkin buat bikinin mamih FF yg keren, tapi mian kalo hasilny tak sesempurna yg mamih bygkan :)

HeeShin’s POV

Aku memang orang yang tak mudah bergaul. Bahkan hingga kini jumlah temanku bisa dihitung dengan jari.

“Shinnie-ya!” sapa Noori. Laki-laki bertubuh tinggi & memiliki nama lengkap Kang In Oh ini adalah salah satu teman terdekatku. Heran ya, kenapa ia mau berteman dengan gadis sedingin aku?

“Oh, hey!” balasku menyapanya lalu kembali mengalihkan pandanganku ke arah buku yang aku baca.

“Kimia lagi?” tanyanya sambil melirik buku Kimia yang aku baca.

“Kau sendiri? Basket lagi?” tanyaku juga sambil menunjuk bola basket di tangannya dengan daguku.

“Ne! Aku mau latihan! Pertandingan basket kan sudah dekat!” jawabnya.

“Lalu kenapa kau ada disini? Katanya mau latihan!” ucapku dengan nada sedikit mengusir.

“Ah! Sepertinya latihan belum dimulai! Jadi lebih baik aku menemanimu saja disini!” ucapnya lalu duduk di sebelahku.

Beberapa anak melewati kami yang sedang duduk berdua. Aku bisa mendengar bisik-bisik mereka. Bahkan saat aku melirik sekilas ke arah mereka, tak sengaja mataku bertatapan dengan salah satu dari mereka yang sedang menatapku sinis.

Huft… mungkin inilah resiko yang harus aku tanggung karena berteman dengan salah satu siswa popular di sekolah. Sering sekali mereka mengira aku dan Noori ini pacaran. Aish.. Noori juga sih yang tidak pernah mau mengklarifikasi soal hubungan kami! Tiap kali ku suruh pasti tanggapannya hanya, “Sudahlah, biarkan saja mereka mau mengira kita ini apa! Yang penting kau dan aku tau kalau kita ini teman!”.

“Noori-ya!” panggilku.

“Hmm?” gumamnya.

“Teman-temanmu sudah datang tuh!” ucapku sambil menunjuk segerombol orang yang berkumpul di tengah lapangan.

“Oooh.. kalau begitu aku latihan dulu ya! Bye Shinnie-ya! Tunggu aku pulang sekolah nanti, okeh!!” serunya sambil berlari ke arah lapangan.

Aku menganggukkan kepalaku.

-Putri’s Fanfiction-

Aku mengambil tasku di atas meja. Ku seret kakiku menuju gerbang sekolah-dimana aku harus menunggu Noori seperti biasa-.

3 orang siswi menghadang langkahku. Ku angkat wajahku dan menatap mereka yang sedang menatapku dengan tatapan sinis, jijik, & tajam yang mereka miliki.

“Permisi. Aku mau lewat.” Ucapku datar.

Bukannya menyingkir mereka malah semakin mendekatiku membuatku berjalan mundur untuk tetap menjaga jarak dengan mereka.

Salah satu dari mereka –yang aku ketahui bernama Hyewon- menarik kerah bajuku.

“Kau pikir kau siapa hah?! Berani-beraninya kau mendekati Noori-ku!” ucapnya sinis.

“Kau pikir kau cantik?! Kau pikir kau pantas berada di sebelahnya?! Hey! Berkacalah! Lihat dirimu!” bentak temannya yang berambut blonde.

Aku tetap diam. Diam sepertinya pilihan yang tepat. Bukannya aku takut menghadapi mereka. Hanya saja aku tak mau mencari masalah dengan melawan mereka.

“Tch! Seorang gadis jelek sepertimu mana pantas berada di dekat Noori! Tch! Lihat dirimu! Cupu, jelek, aneh dan ohh.. kau tak punya teman di sekolah ini selain Noori! Huhuhu.. malangnya!” ucap temannya yang satu lagi.

“Teman? Hahaha.. mana ada orang yang mau berteman dengan gadis jelek  dan tak suka bersosialisasi sepertinya! Aku bahkan sangsi ia bisa mendapatkan pacar!” ejek Hyewon.

Emosiku mulai meluap sekarang. Ingin sekali rasanya ku tampar ketiga orang ini.

Aku menyingkirkan tangan Hyewon yang masih mencengkram kerah bajuku.

“Kalian pikir kalian lebih cantik dariku? Tch! Kalian bahkan jauh lebih buruk dariku!” ucapku lalu berjalan dan sengaja menabrak bahu Hyewon.

“Ya! Kau pikir kau siapa huh?! Berani-beraninya melawan kami! Hey! Dasar gadis kampungan!” seru Hyewon.

Aku tak menghiraukan seruannya. Aku terus melanjutkan jalanku menuju gerbang sekolah.

Aku berdiri di dekat pintu. Bukan hanya aku yang sepertinya menunggu seseorang disini.

Cho Kyuhyun & Kwon Yoora. Yeah… aku tahu mereka. Kami pernah bertemu di perpustakaan saat aku sedang membaca dan mereka mengerjakan PR mereka.

Yoora sepertinya tahu aku ada disini.

“Hi Heeshin-ah !” sapanya sambil melambaikan tangannya ke arahku. Aku menoleh ke arahnya.

Ia menarik tangan Kyuhyun lalu menghampiriku.

“Menunggu siapa ?” tanyanya.

“Noori.” Jawabku singkat.

“Oooh… Kau tidak bawa mobil sendiri ya?” tanyanya lagi. Aigooo… kenapa di saat aku sedang emosi seperti ini aku bertemu dengan gadis cerewet sepertinya.

“Tidak.” Jawabku singkat.

“Hm.. mungkin lain kali kita bisa pulang bersama! Tapi sayang mobil Kyu bensinnya ternyata habis! Ah! Kau bodoh sih Kyu!” cerocosnya lalu menyubit lengan Kyu yang ia gandeng.

“Aw! Sakit sayang!” ringis Kyuhyun.

Sebuah mobil sedan berjalan melewati kami.

BYUUURR!!

Seseorang menyiramku dari dalam mobil itu. Brengsek!

Mobil itu berhenti sebentar. Kemudia sebuah kepala menyembul keluar dari dalam mobil itu.

“Itu balasan dari kami karena kau sudah berani melawan kami! Dasar gadis jelek! Sampai kapanpun kau tidak akan bisa secantik kami!” ucap Gayoon-salah satu teman Hyewon- lalu mobil itu berjalan kembali.

“Kau tidak apa?” tanya Yoora khawatir.

“Tidak. Aku tidak apa-apa!” jawabku.

“Uuuh.. anak-anak itu memang menyebalkan! Kau harus membalasnya Heeshin-ah! Jangan mau dihina seperti itu! Apa-apaan mereka?! Seenaknya saja mengatakanmu cewek jelek! Kau itu sebenarnya cantik tau! Iya kan Kyu?” ucapnya. Aku cantik? Wow…. Dia orang pertama di sekolah ini yang mengatakan aku cantik.

“Ne! Seandainya kau mau mengubah penampilanmu sedikit, kau bisa terlihat cantik!” sahut Kyuhyun setuju dengan pernyataan Yoora tadi.

“Terima kasih! Tapi aku rasa seperti ini saja sudah cukup untukku!” ucapku sambil tersenyum. CATAT! Ini adalah pertama kalinya aku tersenyum pada murid lain selain Noori.

Tiin Tiin..

Sebuah mobil Lamborghini Gallardo berhenti di depan gerbang.

“Ah! Kami sudah di jemput! Kami pulang dulu ya!” pamit Yoora.

“Ne!” anggukku.

“Oh ya, kalau kau ingin mengubah penampilanmu, hubungi aku! Nanti ku bantu!” ucapnya lagi.

Ia dan Kyuhyun naik ke mobil itu. Sesaat sebelum mobil itu berjalan, ia melambaikan tangannya ke arahku. Ku balas lambaiannya dengan senyum tipisku.

“Shinnie-ya, mian membuatmu menunggu lama!” ucap Noori yang baru saja tiba di sampingku saat mobil teman Yoora telah menghilang dari pandanganku.

“Ne! Saking lamanya aku sampai basah karena kehujanan!” ucapku asal.

“Mwo? Memang tadi hujan? Perasaan tidak! Tapi… bajumu basah!” ucapnya bingung.

“Lupakan! Ayo kita pulang!” ajakku sambil menarik tangannya.

-Putri’s Fanfiction-

Aku menatap pantulan diriku di cermin.

Kacamata tebal yang membingkai mataku. Rambut panjang yang tak begitu terurus.

Dan.. yaah.. benar! Penampilanku terlalu kampungan.

Aku menatap handphone di atas meja riasku. Baru saja Yoora mengirimiku pesan yang isinya memberitahukan nomor handphonenya. Aku tak tau ia dapat nomorku darimana. Tapi, sudahlah. Itu bukan masalah  penting yang harus ku pusingkan.

“Kau pikir kau cantik?! Kau pikir kau pantas berada di sebelahnya?! Hey! Berkacalah! Lihat dirimu!”

“Tch! Seorang gadis jelek sepertimu mana pantas berada di dekat Noori! Tch! Lihat dirimu! Cupu, jelek, aneh dan ohh.. kau tak punya teman di sekolah ini selain Noori! Huhuhu.. malangnya!”

“Teman? Hahaha.. mana ada orang yang mau berteman dengan gadis jelek  dan tak suka bersosialisasi sepertinya! Aku bahkan sangsi ia bisa mendapatkan pacar!”

Kalimat-kalimat ketiga gadis menyebalkan itu terngiang di telingaku.

Apakah aku semenyedihkan itu?

Ku ambil handhoneku.

Aku menimang-nimang ingin menanyakan ini atau tidak pada Noori.

Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya padanya.

Ku tekan nomor 1 di handphoneku lalu ku tekan tombol call. Speed dial untuk Noori.

“Yeoboseyo? Ada apa Shinnie-ya?” tanyanya.

“Eum.. ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu!” jawabku.

“Apa? Katakanlah!” ucapnya.

“Menurutmu aku ini bagaimana di sekolah? Tolong katakan dengan jujur!” tanyaku to the point.

“Eung… kau itu.. Hm.. apa ya? Kau  itu.. orangnya sedikit tertutup dan tidak mau berbaur dengan yang lain. Lalu, kau sedikit dingin dan terkesan tak ramah! Apalagi ya?” ucapnya terdengar berpikir.

“Noori-ah… Apa aku harus berubah?” tanyaku meminta pendapatnya.

“Aku rasa iya. Kau harus bersosialisasi di sekolah Shinnie-ya! Aku yakin, kalau kau mau berbaur dengan yang lain, kau pasti akan punya banyak teman!” jawabnya.

“Huft… baiklah! Mulai besok aku akan berubah!” ucapku mantap.

“Ne! Ah! Kau harus ingat juga kata-kataku waktu itu soal teman!” ucapnya mengingatkan.

Aku menganggukkan kepalaku yang aku tahu ia tak akan melihat aku mengangguk.

“Sudah dulu ya! Bye…” ucapku lalu memutuskan sambungan telepon.

Aku mencari-cari kontak Yoora di handphoneku.

“Ketemu!” ucapku lalu menekan tombol call.

“Heeshin-ah! Ada apa?” tanyanya.

“Eum… apa tawaranmu tadi siang masih berlaku?” tanyaku to the point.

“Tentu saja! By the way, kau serius mau berubah?” tanyanya lagi.

“Ne! Datanglah ke rumahku Yoora-ya! Sebentar lagi akan aku sms alamat rumahku!” ucapku.

“Baiklah! Aku bersiap-siap dulu okey! Sebentar lagi aku akan meluncur ke rumahmu!” ucapnya excited.

“Okey!” ku matikan sambungan telepon lalu kukirimkan alamat rumahku melalui sms padanya.

-Putri’s Fanfiction-

Mobil Bugetti Veyron milik Kyuhyun berhenti tepat di depan rumahku.

Oh yeah.. selain menjadi pacar, dia itu juga layaknya supir Yoora. Bahkan ke rumahku pun dia yang mengantar Yoora.

“Ingat jemput kami besok pagi sayang!” ucap Yoora lalu mengecup bibir Kyuhyun kilat.

Iiisshh… apakah mereka memang suka mengumbar kemesraan seperti itu di depan orang?!

Mobil Kyuhyun pun berjalan dan mulai menghilang dari depan rumahku. Yoora berbalik lalu menghampiriku.

“Apa yang kau bawa? Kau tidak berniat untuk tinggal di rumahku selama sebulan kan?” tanyaku sambil menunjuk tas besar yang ia jinjing.

“Nanti juga kau tahu! Ayo kita masuk! Aku sudah tak sabar ingin mengubahmu menjadi seorang putri yang cantik!” ucapnya sambil menarik tanganku dengan tangan kanannya.

Ini yang punya rumah aku atau dia sih?

-Putri’s Fanfiction-

Yoora mendudukkanku di depan meje rias setelah ia selesai mengeramasiku.

Tangannya mengambil beberapa peralatan di tas besarnya.

“Apa yang mau kau lakukan pada rambutku?” tanyaku ketika ia memegang rambutku.

“Sudahlah! Tenang saja! Nanti juga kau akan tau hasilnya!” ucapnya.

Tangannya bergerak lincah di atas kepalaku memoleskan krim-krim atau obat-obat rambut yang aku tidak ketahui.

Baiklah, aku pasrahkan sekarang rambutku padanya. Aku tak peduli lagi dengan bagaimana bentuk rambutku nanti.

Aku mengambil handphoneku. Ternyata ada beberapa sms dari Noori.

Aku membaca semua sms darinya. Hm… hampir semua sms yang dia kirimkan adalah sms yang berupa motivasi untukku. Dan ada satu sms yang isinya, “Good night and have a nice dream girl. Kalau bisa mimpikan aku! Hahaha…”. Aku tersenyum membaca smsnya itu.

“Okey, tinggal potong saja!” ucap Yoora membuatku spontan mengalihkan pandanganku dari handphone ke arah cermin. Ku lihat pantulan diriku di cermin, masih tetap berkaca mata, rambutku tetap panjang, tapi….. RAMBUTKU MENJADI BLONDE?!?!?!

“Ugyaaa… Kenapa rambutku jadi begini?!?! Uwaa… Yoora-ya, aku tidak cocok dengan rambut seperti ini!” ucapku sambil berbalik menatapnya.

“Maka dari itu, aku ada di sini untuk membuatmu cocok dengan rambut seperti itu!” ucapnya santai.

“Berbaliklah! Aku akan memotong rambutmu!” suruhnya.

Aku kembali menghadap ke cermin dan pasrah dengan apa yang ia lakukan dengan rambutku.

Beberapa menit kemudian ia selesai memotong rambutku.

Ah! Apakah ini benar-benar aku?

“Sudah selesai!” ucapnya sembari meletakkan gunting itu di atas meja.

“Kau pernah kerja di salon ya?” tanyaku heran. Bagimana mungkin seorang siswi SMA sepertinya bisa sehebat ini mengubah seseorang. Yaah.. contohnya aku. Dari yang awalnya buruk rupa menjadi sedang-sedang lah!

“Ani! Aku tidak pernah bekerja di salon! Tapi aku punya salon! Makanya aku bisa beberapa teknik-teknik memotong rambut orang! Ah! Coba lepas kacamatamu!” jawabnya lalu menyuruhku melepas kacamataku.

Ku lepas kacamataku. “Kau mau apa?” tanyaku.

“Aku akan memasangkan soft lens di matamu! Jadi kau tidak perlu memakai kacamata lagi!” jawabnya lalu memasangkan soft lens di mataku.

“Selesai!” ucapnya lalu memasangkan jepit berbentuk hati di rambutku.

Aku membalik badanku lagi dan, OH MY GOD?!?! Ini benar-benar aku?! Kenapa begitu jauh berbeda dengan yang sebelumnya?!

“Tak usah kaget begitu! Kau memang sudah dasarnya cantik tahu!” ucap Yoora sembari menepuk pundakku.

Ia naik ke atas ranjangku. Hari ini ia memang berniat menginap di rumahku.

Aku ikut naik ke atas ranjang.

“Huft…” aku menghembuskan nafas beratku.

“Kenapa? Sepertinya ada yang kau pendam! Coba katakan padaku! Siapa tahu aku bisa membantumu!” ucapnya.

“Eeerr… aku bingung besok harus bagaimana di sekolah! Aku bilang pada Noori kalau besok aku akan mengubah sikapku yang tak ramah menjadi ramah & bersahabat!” akuku.

“Gampang! Kau hanya perlu tersenyum pada setiap orang yang menyapamu dan sapalah orang-orang yang kau kenal! Eum.. setelah itu, jangan jutek-jutek lagi!” ucapnya.

Aku menganggukkan kepalaku.

“Oh ya! Sini serahkan handphonemu!” pintanya.

“Untuk apa?” tanyaku.

“Sudah serahkan saja!” ucapnya. Ku serahkan handphoneku padanya.

“Coba tersenyum!” suruhnya.

Aku mencoba tersenyum. Tapi kenapa rasanya kaku sekali?

“Heeshin-ah! Jangan tegang! Masak besok kau akan melemparkan senyum yang kaku seperti itu pada teman-teman?! Santai saja!” ucapnya.

Aku menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu mencoba tersenyum lagi.

CLIICK!!

“Ya! Kau mengambil fotoku?!” tanyaku sambil merampas handphoneku dari tangannya.

“Cantikkan?” tanyanya.

‘Ne. Cantik!’ jawabku dalam hati.

“Hoahm… ayo tidur!” ajaknya. Aku mengangguk lalu berbaring di sampingnya.

Ah! Yoora benar-benar teman yang baik, meskipun ia sedikit cerewet.

-Putri’s Fanfiction-

“Kau mau menggunakan baju kebesaran itu ke sekolah? Aigoooo…. Lepaskan! Tidak cocok untukmu!” ucap Yoora sambil menyuruhku melepas seragam sekolahku.

“Eh? Tapi menurutku ini sudah pas kok!” ucapku.

“No no no no no! Lepaskan sekarang! Aku sudah membawakanmu seragam tau!” ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku menurut dan melepas seragamku.

Ia menyerahkan seragam yang ia bawakan untukku.

Kukenakan seragam itu.

“Nah! Ini baru pas!” ucapnya.

“Eung.. apa seragam ini tak terlalu ketat dan pendek?” tanyaku agak risih menggunakan seragam yang begitu ngepress dan rok sekolah yang pendeknya beberapa senti di atas lutut.

“Tidak! Ini pas tau untukmu!” ucapnya lalu membenarkan kerah seragamku. Ia memakaikan sebuah kalung di leherku.

Setelah itu ia menyisiri rambutku dan memasangkan jepit di rambutku.

“Selesai! Sekarang gunakan itu! Aku mau bersiap-siap dulu!” ucapnya sambil menunjuk flat shoes warna putih dan kaos kaki panjang warna hitam di lantai.

Aku mengenakan kaos kaki & flat shoes itu. Ku lihat ia yang sedang menata rambut merah panjangnya.

Hm… pantas saja banyak siswa yang menyukainya. Ia cantik. Baik pula.

TIIN TIIN!

“Ayo berangkat! Sepertinya itu Kyu!” ajaknya.

-Putri’s Fanfiction-

Kami berdua menghampiri mobil Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri di depan mobilnya.

“Kyu!” panggil Yoora. Kyuhyun menoleh. Lalu tatapannya mengarah ke arahku.

“Dia Heeshin? Kang Heeshin?” tanya Kyuhyun sambil menatapku dengan tatapan kagum.

Yoora mencubit pipi Kyuhyun,”Jangan menatapnya seperti itu! Dasar cowok! Liat cewek cantik sedikit aja matanya langsung jelalatan!” kesal Yoora sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aigoo… siapa yang jelalatan! Aku kan hanya bertanya!” ucap Kyuhyun membela dirinya.

“Aish… sudah-sudah! Ayo berangkat! Kalau berdebat terus, kita bisa telat!” ucapku.

Yoora masuk ke dalam mobi. Aku pun ikut masuk dan duduk di jok belakang.

-Putri’s Fanfiction-

Aku, Yoora, & Kyuhyun turun dari mobil.

Entah hanya perasaanku saja atau memang hampir semua siswa yang ada di parkiran sedang menatap ke arah kami, tepatnya ke arahku.

“Apa ada yang aneh dengan penampilanku?” tanyaku pada Yoora.

“Tidak! Eum.. mungkin mereka kagum melihat kecantikkanmu!” jawab Yoora.

“Ayo jalan!” ajak Kyuhyun sambil merangkul Yoora.

Aku berjalan disebelah Yoora. Sedari tadi, orang-orang menatapku aneh. Membuatku agak risih.

“Eh? Itu anak baru ya?”

“Ah! Kayaknya enggak! Tapi kok nggak pernah liat dia sih?!”

“Ne! Kalo di liat-liat mirip Kang Hee Shin ya?!”

“Kang Hee Shin yang jelek itu? Yang suka deket-deket sama Nooriku?”

Aku menghentikan langkahku tepat di depan mereka ketika aku mendengar salah satu dari mereka mengatakanku jelek.

“Ehm… Aku memang Kang Hee Shin! Waeyo? Ada yang salah denganku?!” tanyaku ketus pada mereka lalu melanjutkan jalanku dan meninggalkan Yoora dan Kyuhyun yang terpaku di belakang.

BRUUUKKK!!

“Aw!” ringis siswi yang sengaja ku tabrak.

“Heh! Kau punya mata atau tid…” ucap siswi terputus ketika melihatku yang sedang menatapnya meremehkan.

“Hyewon-ah! Kau tidak apa?” tanya Yoona-salah satu temannya- yang baru saja menghampirinya.

“Kau?! Kau Kang Hee Shin?!” tanyanya menatapku tak percaya tanpa menjawab pertanyaan Yoona.

“Ne! Aku Kang Hee Shin! Waeyo? Kaget melihatku bisa lebih cantik dari kau?!” tanyaku menantang.

“Mwoya?!” ia bangkit lalu mendorong bahuku.

“PD sekali kau! Kau pikir kau lebih cantik huh?! Sekali jelek ya tetap saja jelek!”

PLAAAKK!!

Ku tampar pipinya.

Akhirnya bisa juga ku lampiaskan kekesalanku selama ini padanya.

“Kau seharusnya berkaca sayang! Kau dan kedua temanmu itu jauuuuuhh lebih buruk dariku!” ucapku lalu meninggalkannya yang memegangi pipinya.

Aku tersenyum puas.

-Putri’s Fanfiction-

“Noori-ya!” sapaku.

Noori memperhatikanku dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.

“Kau? Kang Hee Shin?” tanyanya menatapku tak percaya. Aigooo.. kenapa semua orang menanyakan hal yang sama seperti ini saat melihatku -.-

“Ne! Ini aku! Hee Shin! Kang Hee Shin!” anggukku semangat.

“Aigoo… kau berubah sekali! Aku sampai pangling tau!” ucapnya.

“Bagaimana aku yang sekarang?” tanyaku meminta pendapatnya.

“Eumm… harus ku akui, kau yang sekarang itu yaah.. Luar biasa cantik Shinnie-ya!” jawabnya.

“Gomawo!” balasku sambil tersenyum manis padanya.

“Heeshin-ah! Ayo aku kenalkan ke teman-temanku yang lain!” ajak Yoora yang tiba-tiba datang lalu menarikku.

“Noori-ya! Aku pergi! Bye…” seruku pada Noori yang ia balas dengan lambaian tangannya.

POV End

Noori’s POV

Hee Shin benar-benar berubah. Sekarang ia telah menjadi primadona sekolah. Hampir satu sekolah mengenalnya. Hm.. ia benar-benar terkenal sekarang. Apalagi di kalangan murid pria.

“Heeshin-ah! Ingat ya, nanti sore kau harus datang ke pertandinganku!” ucapku mengingatkannya.

“Ne! Aku pasti datang! Yaksok!” ucapnya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone. Twitteran. Itulah yang sering ia lakukan akhir-akhir ini. Semenjak bergaul dengan Yoora, ada banyak perubahan yang aku lihat dalam dirinya. Ia punya banyak teman sekarang. Ia juga jadi rajin twitteran dengan teman-teman barunya. Tapi ada beberapa perubahan yang aku tak suka darinya. Ia jarang membaca buku lagi. Nilainya banyak yang turun. Dan ia juga sering pulang larut.

“Huft…  Aku latihan dulu ya! Ingat janjimu!” pamitku lalu pergi meninggalkannya.

“Ne!” angguknya.

Ku harap kau benar-benar menepati janjimu Shinnie-ya.

POV End

Hee Shin’s POV

“Kalian tinggal di rumah ini bersama?” tanyaku ketika Yoora membuka pintu rumah yang ia tempati bersama Kyuhyun dan teman-temannya.

“Ne! Kami semua bukan warga asli Seoul! Jadi tak punya rumah sendiri di sini. Daripada kami membuang-buang uang untuk membeli rumah masing-masing, lebih baik beli rumah satu lalu di tinggali bersama!” jawabnya.

Aku masuk ke dalam rumah mereka lalu duduk di sofa mereka.

“Kami ganti baju dulu ya!” ucap Yoora.

Ia memasuki kamarnya di ikuti Kyuhyun di belakangnya.

Tunggu! Jangan bilang mereka itu sekamar?!

Yoora keluar dari kamarnya lalu menghampiriku.

“Kau… sekamar dengan Kyuhyun?” tanyaku.

“Ne! Waeyo? Ada yang salah?” tanyanya polos.

“Omo! Kau ini! Kalian kan bukan pasangan suami istri!” jawabku.

“So? Sudahlah… ini hal biasa! Dan hey! Aku dan Kyuhyun sudah pacaran hampir 3 tahun! Aku pikir ini bukanlah masalah kalau aku dan ia tidur bersama! Toh juga nanti kalau aku dan ia sudah menikah kami akan tidur bersama juga! Lalu apa bedanya dengan sekarang?” ucapnya santai.

Haish… aku malas berdebat dengannya. Yang waras terpaksa mengalah!

“Mana Key?” tanyaku.

“Sabar! Ia masih membeli keperluan pesta malam ini!” jawabnya.

“Haish.. kenapa tidak dari tadi saja sih?!” kesalku.

Tak lama kemudian, Key dan Jihyun datang dengan 2 kantong belanjaan penuh.

Semua penghuni rumah yang tadinya ada di kamar masing-masing mulai menampakkan dirinya.

“Kau sudah beli barangnya kan?” tanya Kyuhyun yang baru duduk di samping Yoora.

“Sudah! Kau tenang saja! Semua pasti kebagian!” jawab Key.

Barang? Barang apa sih?

Kami memulai pesta perayaan untuk kemenangan Key melawan Minho tadi malam di sirkuit.

Aku memegang sebotol Soju dan meneguknya beberapa kali.

Hm.. kenapa aku baru tau akhir-akhir ini kalau rasa soju itu enak.

Jihyun menyalakan music dengan keras. Teman-teman mulai kehilangan kendali. Mereka mulai bergerak-gerak tak karuan di atas lantai.

Aku meletakkan botol sojuku di atas meja. Kepalaku bergerak menikuti alunan music yang berdentum keras.

Beberapa dari kami sudah mulai tak sadarkan diri. Kulihat jam di tanganku. 09.48. Ah! Sepertinya malam ini aku akan menginap disini.

Aku mengedarkan pandanganku mencari Yoora.

Aish….

Lagi lagi dan lagi aku mendapatkan pemandangan yang tak menyehatkan mata!

Aku melihat Kyuhyun yang meminum soju sambil sesekali mencium bibir Yoora. Yoora sendiri sepertinya sudah nyaris tak sadar. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun.

Kyuhyun meletakkan botol sojunya di atas meja lalu mengangkat tubuh Yoora dan membawanya ke kamar mereka.

Huft… aku harus tidur dimana ini?

POV End

Noori’s POV

Beberapa menit lagi pertandingan dimulai. Tapi Heeshin belum juga datang.

“Hyung! Ayo! Pertandingan akan dimulai!” ajak Sungmin.

Aku mengangguk dan menghembuskan nafas kecewa.

Berkali-kali aku gagal menshoot bola ke ring. Untung teman-temanku yang lain dapat menyeimbangi skor lawan.

Di detik-detik terakhir, Kwanghaeng berhasil menshoot bola ke dalam ring. Team kami menang.

Aku senang? Tentu. Kecewa? Iya juga. Sampai pertandingan berakhir, Heeshin tak juga datang.

Aku kecewa. Kau mengingkari janjimu Shinnie-ya.

POV End

HeeShin’s POV

Akhir-akhir ini aku merasa Noori menjauhiku. Ditelpon nggak diangkat. Di sms nggak dibales.

Apa aku punya salah padanya? Tapi apa?

Aku menghampiri Noori yang sedang asyik mendribble bola di tengah lapangan. Sudah sejam sejak bell pulang sekolah berbunyi. Sekolah sudah lumayan sepi.

“Noori-ya.” Panggilku. Ia menoleh lalu membuang wajahnya seolah-olah ia jijik menatap wajahku.

“Kau… marah padaku?” tanyaku hati-hati.

Bukannya menjawab, ia malah pergi meninggalkanku. Ku tahan tangannya namun ia menepis tanganku dengan kasar.

Aku ternganga melihat tingkahnya. Sebenarnya apa salahku?

-Putri’s Fanfiction-

Aku meneguk sojuku kembali.

Pikiranku penuh dengan Noori, Noori, dan Noori.

Aku meletakkan botol sojuku. Kuhampiri Yoora yang sedang di suntikkan Morfin dilengannya oleh Kyuhyun.

“Yoora-ya, sepertinya aku harus pergi! Aku ada urusan dengan temanku!” pamitku.

“Ne.. eumphhh..” ucapnya lemas lalu Kyuhyun mencium bibirnya.

Iyeakzzz… haruskah mereka selalu memperlihatkan kemesraan mereka di hadapanku?!

“KITA HARUS PERGI DARI SINI!!! POLISI SEDANG MENUJU KEMARI!!” seru Key membuat semua yang ada di dalam rumah ini kelabakan.

Kyuhyun menggendong tubuh Yoora yang lemas. Ia Nampak panik.  Aku sendiri bingung dengan apa yang terjadi.

Okey, patut aku acungi jempol cinta Kyuhyun pada Yoora. Di saat-saat yang genting seperti ini, ia masih sempat-sempatnya memikirkan Yoora.

“HEESHIN-AH! LARI!!! KAU MAU TERTANGKAP?!” seru Kyuhyun menyadarkanku.

Lari? Aku bingung, apa yang terjadi sebenarnya.

Key menarik tanganku. Ia mendorongku keluar dari jendela.

Sirine mobil polisi terdengar jelas ditelingaku. Aku bingung harus lari kemana.

Kyuhyun dan Yoora sudah tak terlihat lagi batang hidungnya. Sementara Key sudah berlari jauh di depanku. Aku memutuskan untuk berlari mengikuti lorong belakang rumah ini.

“Haah.. haah…” aku berhenti sejenak. Sudah tak kuat lagi rasanya untuk berlari.

Aku berjalan pelan-pelan. Tiba-tiba ada seseorang yang menarikku dari belakang lalu membekap mulutku. Aku berontak. Tapi tenaga orang lebih besar dari tenagaku.

POV End

Noori’s POV

Aku dan Heeshin duduk di pinggir Sungai Han.

Aku baru saja menyelamatkannya dari kejaran polisi.

Darimana aku tahu? Karena akulah yang mengadukan ke polisi bahwa rumah Kyuhyun & Yoora adalah tempat para pengguna narkoba.

Tadi siang sepulang latihan basket, aku mengikuti Heeshin yang ternyata pergi ke rumah Yoora & Kyuhyun. Diam-diam aku mengamati apa yang mereka lakukan di dalam rumah itu. Dan benar saja, ternyata mereka sedang mengadakan pesta narkoba. Jujur aku kecewa Heeshin bergaul dengan orang-orang seperti mereka. Tapi aku bersyukur karena tadi aku tidak melihat Heeshin menyentuh barang haram itu.

“Sudah baikkan?” tanyaku pelan pada Heeshin yang terdiam sambil menatap ke depan.

Ia mengangguk pelan. Kutarik ia kedalam pelukanku.

“Aku khawatir sekali padamu!” ucapku.

“Harusnya kau menjauhi mereka kalau kau tahu mereka itu pengguna!” ucapku lagi.

“Tapi kau sendiri yang bilang kalau aku harus berteman dengan semua orang! Makanya aku tidak menjauhi mereka! Lagipula mereka juga tidak pernah coba-coba menjerumuskanku untuk menggunakan narkoba!” ucapnya.

“Yaah.. memang kita harus berteman dengan semua orang! Tapi akan lebih baik kalau kita lebih selektive dalam berteman! Syukur kalau temanmu yang berubah menjadi lebih baik karena berteman denganmu! Tapi kalau kau yang berubah semakin buruk karena berteman dengannya bagaimana?” tanyaku. Ia diam, tidak menjawab pertanyaanku.

“Aku rindu Shinnieku yang dulu! Yang rajin membaca dan punya nilai yang tinggi di setiap pelajaran!” ucapku.

“Kalau aku menjadi HeeShin yang dulu, aku tak akan punya banyak teman seperti sekarang!” balasnya.

“Kalau begitu, kau berteman denganku saja! Aku bersedia menjadi temanmu! Teman seumur hidupmu! Teman yang akan menemani dalam suka maupun dukamu!” ucapku.

Ah! Apakah aku baru saja menyatakan cintaku padanya?

Heeshin mendongakkan kepalanya.

“Apa kau bilang barusan?” tanyanya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. “Aku bersedia menjadi teman seumur hidupmu!” ucapku lalu kukecup bibir pinknya yang mungil.

Aku bisa mencium dengan jelas aroma soju dari mulutnya. Tapi aku tidak peduli.

Aku yakin aku pasti bisa mengembalikan Shinnie-ku kembali seperti dulu namun tetap memiliki banyak teman.

SHINNIE-YA, SARANGHAEYO!!!

END

@Dian mamih : mian mih FFnya mengecewakan T.T Cuma segini kemampuan trik dalam membuat FF -.-“

Bagimana chingudeul? Apakah pesan di FF ini tersampaikan? Feel romance ama friendshipnya kerasa nggak?

Menurut kalian, tulisan trik ini gimana? Aneh kah? Kok trik ngerasa tulisan trik dari hari ke hari makin aneh yaa =.=a

Key, akhir kata, Trik ucapin Terima Kasih buat ACRILY yg udh bersedia membuang-buang waktu dan pulsanya utk membaca FF abal ini, apalagi ditambah koment (disini, fb, maupun di twitter).

Comment and Like are LOVE *hug chingudeul*

SARAN, KRITIK, PROTES, DAN BASHING YANG MEMBANGUN TRIK TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK PAKE URAT & KASAR ^^

Gak bisa koment disini ?? Silakan koment di FBnya Trik : Choi Putri Elf atau twitter : @Putri_Official . Tempat koment bukanlah masalah buat trik, yg penting kalian koment, udh itu ajah. Koment dimana aja, buat Trik itu sama. So, jadilah chingudeul yang baik untuk Trik dengan cara, ketik koment disini, Fb atau Twitter :)

NB : Jangan panggil Trik Author dong… Agak malu nih di panggil gitu coz, wkt lagi bls2in koment d baca ama temen -___-“ eh.. temen2 Trik malah ikutan manggil Thor Thor Author ==” gak enak bgd de dengernya… Panggil aja PUTRI (15 thn) atau Put, Trik, Onnie, Saeng, asalkan bkn thor and author ^^

Pokoknya jangan malu-malu deh kalo mau sksd ama trik :D Trik malah suka di sksd-in :) Kan berawal dari sksd nantinya kita bisa jadi akrab ^^ malah kalo di panggil thor/author trik susah buat akrab sama kalian -.-

6 responses

  1. . Haddehh …. Crita.x agak2 mripp dgn.ku😦 dipndang rendah oleh org yg kursa lbii rndah dri.ku ,😦
    . Mksi yak udh bwt ff kyak gnii ,🙂

  2. Wah,yo0ra baek bgt udh ngubah heeshin jd cwek cantik…Tpi sayang bgt,koq pergaulannya gitu sih?Hehehe’
    hmm,,,salut deh bwat n0ori yg mw nerima heeshin apa adanya…
    Kyaa…Heeshin mirip ama sica unnie,,,cantik…
    Nice ff chingu…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s