(Oneshoot) You Are My Love Destiny

Author: Kim Hyo Rim (Eugenia Sylvi Indira)

Tittle: You’re My Love Destiny

Genre: Romance, Comedy, Sad *Mungkin*

Length: Oneshoot

Category: PG13/PG15

Main Cast:

-Jiyeon T-Ara as Park Jiyeon

-Minho SHINee as Choi Minho

-Thunder MBLAQ as Park Sanghyun

-Tha eonnie as Park Shinyoung

Other Cast:

-Author as Kim Hyorim *Author numpang exisss*

NB: Anyeong readerku tersayang, setelah berhari-hari aku hiatus akhirnya aku balik membawakan sebuah FF Oneshoot *Akhirnya saya bisa bikin Oneshoot kekeke*. FF ini aku bikinin khusus buat eonnieku Tha eonnie n buat para MinJi shipper. Ochee dari pada aku banyak bacot mendingan baca ja deh ni ff. Jangan lupa coment ya..!!!

Don’t be a plagiator and Don’t be a silent readers..!!

Anyeong..!! Happy Reading..


AuthorPOV

Pagi-pagi sekali seorang yeoja yang masih tidur dengan nyenyaknya terbangun karena suara panggilan masuk yang sangat menggelitik telinganya..

“Hah siapa yang sepagi ini menghubungiku?” ucapnya dalam hati

“Yeoboseo Jiyeon-ah”

“Wae? Kau menggangguku saja ini kan masih pagi Hyorim”

“Hyaaa ini bukan pagi tapi siang, kau tak liat apa jam sudah menunjukkan pukul 12.30″

“Menurutku itu masih pagi”

“Hah Jiyeon pantas saja namjachingu mu berselingkuh”

“Berselingkuh…MWO? Hyaaa apa yang kau katakan itu tidak mungkin terjadi, apa maksudnya?”

“Apa kau tau sekarang namjachingumu sedang dimana?”

“Tentu saja aku tau, dia sedang ada tugas di Pulau Jeju”

“Dan kau tau dia pergi bersama siapa?”

“Tentu saja dengan rekan kerjanya”

“Lalu kau mempercayainya?”

“Tentu saja, aku telah 3 tahun berpacaran dengannya, tak mungkin ia membohongiku..”

“Kau PABBO Jiyeon, semua namja itu sering sekali berbohong, mau 10 tahun kau berpacaran dengannya tetap saja dia akan berbohong, karena 70% namja di dunia ini PLAYBOY aka tukang boong”

“Sanghyun tidak mungkin seperti itu”

“Kalau kau tak percaya datang saja ke Pulau Jeju sekarang..”

“Buat apa aku kesana..”

“Karena sekarang aku sedang melihat Sanghyun yang sedang bermesraan dengan seorang yeoja di tepi pantai di Pulau Jeju..”

“Hah itu tidak mungkin, mungkin kau salah lihat..”

“Hah Jiyeon sudahlah itu terserahmu saja, yang jelas aku sebagai sahabatmu telah memberitahumu. Janganlah menangis jika semua kebohongan nanti terbuka heuh. Sudahlah kututup dulu Anyeong..!!” ucap Hyorim menutup pembicaraan.

JiyeonPOV

Apakah yang dikatakan Hyorim benar? tak mungkin Sanghyun seperti itu. Apa aku perlu ke Pulau Jeju sekarang. Hah kenapa rasanya hati kecilku berteriak-teriak untuk memintaku pergi ke Pulau Jeju. Occhhe aku sudah bertekad untuk pergi sekarang.

Lalu aku mengirimkan sebuah pesan kepada Hyorim

To:Hyorim

Chingu, aku akan ke Pulau Jeju sekarang. Jika aku telah sampai disana aku akan menghubungimu..

Gomawo..

*Pesan telah terkirim*

*_*_*_*

MinhoPOV

Hah udara disini sangat segar beda sekali dengan di Seoul. Yeojachinguku sangat beruntung karena bertugas disini.

Hari ini adalah hari yang sangat spesial bagiku, tak terasa sudah 5 tahun ku menjalin hubungan dengan yeojachinguku Park Shin Young.

Secara diam-diam aku ingin memberikan suatu kejutan untuknya hari ini, jadi aku memutuskan untuk menghubunginya..

“Yeoboseo chagi” tanyaku membuka percakapan

“Oh ne weo chagi?” ucapnya sedikit gugup

“Kenapa suaramu terdengar gugup chagi?”

“Ani hanya saja tenggorokanku sedang tidak sehat”

“Lebih seringlah istirahat chagi, jangan terlalu sibuk bekerja. Kau sedang dimana chagi?”

“Tentu saja di Pulau Jeju”

“Bukan maksudku kau di Pulau Jeju sekarang sedang apa, eum dan dimana?”

“Aku sedang di kedai kecil di tepi pantai di Pulau Jeju dan aku sedang makan siang”

“Kau makan siang dengan siapa?”

“Tentu saja dengan rekan kerjaku, sudah dulu ya chagi” ucap Shinyoung langsung menutup telphone..

Hah kenapa ia langsung menutup telphoneku? Sudahlah sebaiknya sekarang aku menuju ke tempat Shinyoung berada.

ShinyoungPOV

Hah lelahnya setelah bermain-main di pantai, sekarang saatnya aku dan Sanghyun menikmati romantic lunch di samping pantai, saat kami sedang memesan makanan tiba-tiba handphoneku berdering.

Ternyata ada panggilan masuk dari namjachinguku Minho, lalu segera kujawab panggilannya..

“Yeoboseo chagi” tanyanya membuka percakapan

“Oh ne weo chagi?” ucapku sedikit gugup karena Sanghyun memperhatikanku

“Kenapa suaramu terdengar gugup chagi?”

“Ani hanya saja tenggorokanku sedang tidak sehat”

“Lebih seringlah istirahat chagi, jangan terlalu sibuk bekerja. Kau sedang dimana chagi?”

“Tentu saja di Pulau Jeju”

“Bukan maksudku kau di Pulau Jeju sekarang sedang apa, eum dan dimana?”

“Aku sedang di kedai kecil di tepi pantai di Pulau Jeju dan aku sedang makan siang”

“Kau makan siang dengan siapa?”

“Tentu saja dengan rekan kerjaku, sudah dulu ya chagi” ucapku langsung menutup telphone..

Hah di menggangguku saja..

“Chagi siapa yang menghubungimu?” tanya Sanghyun padaku

“Oh biasa ommaku, dia sangat merindukanku jadinya ia menghubungiku” jawabku berbohong

“Yasudah ayo makan, makanannya telah siap”

“Ne..”

AuthorPOV

Jiyeon telah sampai di Pulau Jeju ia segera menghubungi sahabatnya Hyorim..

“Yeoboseo Hyorim-ah sekarang kau dimana? Aku sudah sampai di Pulau Jeju”

“Oh ne sekarang aku sudah berangkat pulang menuju Seoul”

“Mwo? Kau telah pulang ke Seoul?”

“Ne mianhae aku tidak dapat menemanimu memata-matai Sanghyun karena ada suatu acara keluarga jadi aku harus pulang. Tapi aku punya petunjuk, sekarang coba kau ke Pantai, mungkin Sanghyun berada di sana”

“Apa kau gila, tak mungkin selama ber jam-jam ia selalu di Pantai, dari Seoul menuju ke Pulau Jeju itu membutuhkan ber jam-jam waktu”

“Coba kau coba cari, jika kau tidak bertemu dengannya, aku rela jika kau marah padaku. Maafkan aku chingu..”

“Huft baiklah Gomawo..”

“Ne anyeong”

Baiklah sekarang aku memutuskan untuk pergi ke Pantai dan di Pantai aku tak melihat wajah Sanghyun, aku yakin pasti Hyorim salah lihat.

Lalu aku memutuskan untuk menghubungi Sanghyun, namun tak di angkat. Lalu aku berjalan tak tentu arah *saking stress nya* dan tiba-tiba ada suatu pemandangan yang sangat menarik perhatianku.

Bukannya itu Sanghyun, kenapa ia bersuap-suapan dengan seorang yeoja lain? Lalu aku memutuskan untuk mengintipnya dari balik semak-semak yang tak jauh dari kedai tempat Sanghyun yang sedang makan dengan mesra bersama seorang yeoja..

MinhoPOV

Aku berjalan menuju kedai tempat Shinyoung makan siang, namun betapa terkejutnyaku saat melihat Shinyoung yang sedang bersuap-suapan dengan seorang namja yang tak kalah tampan denganku..

“Siapa namja itu berani sekali ia mendekati yeojachinguku”.

Saat aku ingin berjalan mendekatinya tiba-tiba kakiku terselengkat sebuah batu kecil dan aku jatuh ke balik semak-semak yang berada tak jauh dari kedai itu.

Dan aku rasa aku menimpa sesuatu, lalu aku segera bangun dan dapat kudengar suara seorang yeoja yang sangat marah besar padaku..

“Kau? kenapa kau menimpaku? Apakah kau buta hah?”

“Hyaa aku tidak sengaja”

“Kenapa hari ini hari yang sangat buruk. Setelah kulihat namjachinguku berselingkuh sekarang kau malah menimpaku. Kenapa tuhan begitu jahat, tak henti-hentinya ia memberi aku cobaan hiks hiks hiks…” ucapnya dan diakhiri dengan isakan pelan dan ia menutup wajahnya sambil menunduk..

“Yah yah sudahlah jangan menangis, cheongmal mianhae apa yang ingin kau lakukan aku akan membantumu” ucapku mencoba menenangkannya, lalu ia menatapku dan berkata..

“Kau lihat yeoja itu”

“Yeoja yang mana?”

“Itu yeoja yang sedang menyuapkan namjachinguku, kalau bisa kau bunuh dia”

“MWO? Bunuh yeoja itu?”

“Tentu saja, memangnya kenapa?”

“Dia itu yeojachinguku, enak saja kau menyuruhku untuk membunuh yeojachinguku. Lebih baik kubunuh namjachingumu itu” ucapku sambil mengepalkan tanganku.

“Hyaaa apa kau bilang kau ingin mebunuh namjachinguku. Coba kalau kau berani, akan kulaporkan kau ke polisi” ucapnya mengancamku..

“Hya neo..”

“Hah andwae andwae” ucapnya sambil menatap Shinyoung dan namjachingunya.

“Hya kau kenapa?”

“Kau lihat itu lihat?” ucapnya sambil menunjuk ke arah yeojachinguku dan namjachingunya.

“Mereka ingin berciuman”

“Kau lihat, namjachingumu yang kecentilan. Lihat saja buktinya ia mencoba untuk mencium yeojachinguku”

“Hyaa dan coba kau lihat yeojachingumu juga kecentilan, ia mulai memajukan tubuhnya mendekati namjachinguku”

*TTUUKKKK*

“Lemparanku tepat sasaran” ucapku setelah melempar sebuah batu kerikil ke arah Shinyoung dan namjachingu dari yeoja yang tak ku kenal ini..

“Hyaa kau cerdas” ucap yeoja itu sambil memukul-mukul pundakku

“Tentu saja, karenaku akhirnya mereka tak jadi berciuman. Oh ia siapa namamu?”

“Ne namaku Park Jiyeon panggil saja Jiyeon, kalau kau?”

“Namaku Choi Minho kau bisa memanggilku Minho”

“Ochee bagaimana kalau kita bekerja sama untuk saling menjauhkan pacar kita, bagaimana kau setuju tidak?”

“Baiklah, yasudah aku harus pergi ke kamar hotelku sekarang aku pamit dulu. Anyeong” ucapku lalu berlari secara sembunyi-sembunyi agar Shinyoung tak melihatku.

*_*_*_*

Sesampai di kamar hotel segera ku rebahkan tubuhku di kasur berwarna putih, untung saja aku telah memesan kamar hotel disaat aku masih di Seoul, kalau tidak aku bisa kehabisan kamar karena sekarang sedang hari libur. Tak lama kamudian aku mengingat wajah yeoja yang bernama Jiyeon itu, ia sangat lucu. Hyaaa Choi Minho, apa yang kau fikirkan, yang ada dihatimu hanya Shinyoung cukup Shinyoung.

JiyeonPOV

Setelah namja yang bernama Choi Minho itu pergi, aku pun langsung bangun dari persembunyianku dan mencoba pergi ke hotel terdekat, namun aku melihat sebuah dompet berwarna hitam dibalik semak-semak tempatku mengintai tadi, dompet siapa ini?

Hah ada kartu namanya, oh ternyata ini dompet dari Minho namja yang baru kukenal tadi, sudahlah jika ku bertemu dengannya lagi baruku kembalikan hehe, lumayan juga isinya kekeke..

*_*_*_*

MinhoPOV

Hah tiba-tiba perutku berbunyi tanda cancing di perutku pada demo. Hah aku lapar sekali jadi aku memutuskan untuk memesan makanan dan menghubungi resepsionis. Setelah aku memesan makanan tiba-tiba handphoneku berdering, siapa ini..

“Yeoboseo, Nuguseo?” ucapku

“Yeoboseo Minho-ssi, ini aku Jiyeon”

“MWO? Tau dari mana kau nomorku?”

“Tentu saja aku bisa tau aku kan punya indera ke6 hehehe. Sekarang kau berada dimana?”

“Tentu saja di kamar hotelku”

“Kau di hotel mana dan kamar nomor berapa?”

“Hotel Beautiful Cover kamar 248″

“Baiklah aku akan kesana”

“Kau mau apa ke..” ucapku terpotong karena ia menutup telphone nya…

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku..

“Pesanan anda sudah datang” ucap seseorang dari balik pintu.

Lalu orang itu memberikan makanan pesananku dan memberikan selembar bon.

“OMO? Dimana dompetku?”

JiyeonPOV

Aku berjalan menuju Hotel Beautiful Cover karena hotel yang sangat dekat dengan daerah Pantai hanya hotel itu, namun sialnya kamar di Hotel itu telah penuh.

Eotokhae? Lalu otakku berjalan sebuah rencana yang sedikit licik.

Kubuka dompet Minho yang kutemui tadi, lalu kuhubungi nomor handphone nya yang tertera di kartu namanya..

“Yeoboseo, Nuguseo?” ucapnya.

“Yeoboseo Minho-ssi, ini aku Jiyeon” jawabku

“MWO? Tau dari mana kau nomorku?”

“Tentu saja aku bisa tau aku kan punya indera ke6 hehehe. Sekarang kau berada dimana?” ucapku sedikit berbohong.

“Tentu saja di kamar hotelku”

“Kau di hotel mana dan kamar nomor berapa?”

“Hotel Beautiful Cover kamar 248″ yes tepat dugaanku kalau Minho menginap di Hotel Beautiful Cover.

“Baiklah aku akan kesana”

“Kau mau apa ke..” ucapnya terpotong karena aku telah menutup telphone nya…

Lalu aku melangkah menuju kamar tempat Minho berada, di depan kamar Minho aku melihat Minho kebingungan mencari sesuatu, lalu ada seorang pelayan berkata

“Tuan harus membayar semua makanan ini, jika makanan ini sudah dipesan harusnya anda membayarnya”

“Ya aku tahu, kau tunggu sebentar” ucapnya..

Lalu aku masuk dan berkata..

“Berapa semua tagihannya?”

“50 ribu Won, Agashi”

“Ini” ucapku sambil menyerahkan uang yang ku ambil dari dompet Minho..

“Gomawo Agashi”

“Ne”

Lalu Minho memanggilku

“Jiyeon-ssi, cheongmal gomawo karena kau telah membayarkan tagihanku”

“Gwaenchana, ini dompetmu bukan?”

“Oh ne, darimana kau menemukannya?”

“Di balik semak-semak, mungkin terjatuh saat kita memata-matai namjachinguku dan yeojachingumu” ucapku sembari memberikan dompetnya..

“Kenapa uangku hilang 50 ribu Won, apa kau mencurinya?”

“Hyaa seumur hidupku, mana pernah aku mencuri. 50 ribu Won uangmu itu telah aku gunakan untuk membayar semua tagihanmu tadi. Kau fikir aku membayarnya dengan uangku? Mana mungkin aku mau membayarkan tagihan seseorang yang baru kukenal”

“Bilang saja kalau kau pelit” ucap Minho dalam hati.

“Sudahlah apa yang ingin kau lakukan disini?” tanya Minho padaku..

“Kau mau tidak memberikan kamarmu padaku, nanti semuanya akan kubayar sendiri. Ayolah tolong bantu aku!!”

“Ani, kan masih banyak kamar lain”

“Tapi kamar di hotel ini semuanya telah terisi. Hanya kau satu-satu nya orang yang aku percayai”

“Hah tidak bisa, seandainya aku memberikan kamar ini padamu, aku mau tidur dimana?”

“Bagaimana kalau kita berbagi kamar”

“Anii” ucap Minho memberikan tanda silang dengan tangannya..

“Hyaa tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, anggap saja kita ini bersaudara”

“Anii cepat kau pergi dari sini” ucap Minho sambil mendorong tubuhku keluar kamarnya…

“Tolonglah aku, aku sangat lelah aku harus istirahat sekarang” ucapku namun apa daya ia telah menutup kamarnya dan *DDUUKKK* aku pun jatuh pingsan tepatnya pura-pura pingsan..

MinhoPOV

“Bagaimana kalau kita berbagi kamar” ucapnya dan sangat mengejutkanku.

“Anii” ucapku memberikan tanda silang dengan kedua tanganku..

“Hyaa tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, anggap saja kita ini bersaudara”

“Anii cepat kau pergi dari sini” ucapku sambil mendorong tubuhnya keluar kamarku…

“Tolonglah aku, aku sangat lelah aku harus istirahat sekarang” ucapku namun apa daya aku telah menutup kamarku..

Jujur aku kasihan padanya, namun mana mungkin aku tidur sekamar dengan seorang yeoja yang baru kukenal bahkan ia telah mempunyai namjachingu dan aku pun telah mempunyai yeojachingu.

Hah tas kopernya tertinggal disini aku harus mengembalikannya..

Lalu aku membuka pintu kamarku untuk memberikan koper nya, namun betapa terkejutnya aku melihatnya jatuh pingsan di depan kamarku. Lalu aku menggendongnya dan membawanya masuk ke kamarku lalu membaringkannya di kasurku. Mudah-mudahan tidak ada orang yang melihat kejadian tadi.

SanghyunPOV

“Chagi cepat, aku sudah lelah” ucapku memanggil yeojachinguku Shinyoung..

Lalu aku berjalan menuju kamar hotelku bukan kamar hotelku tapi kamar hotel kami *Sanghyun dan Shinyoung* 241 242 tunggu dari kejauhan aku melihat seorang namja menggendong seorang yeoja yang jatuh pingsan, yeoja itu mirip dengan Jiyeon. Hah mana mungkin Jiyeon disini..

“Chagi” ucap Shinyoung menyadarkanku..

“Oh ne we?”

“Apa yang kau lihat?”

“Anii aku tidak lihat apa-apa, ayolah aku sudah lelah”

Sesampai di depan pintu kamarku tepat nomor 249, aku membiarkan Shinyoung untuk masuk duluan. Lalu mataku tertuju ke depan pintu kamar nomor 248 yang berada di samping kamarku tempat dimana aku lihat seorang namja yang menggendong seorang yeoja yang wajahnya mirip dengan wajah Jiyeon. Tiba-tiba saja pintu kamar nomor 248 itu terbuka..

MinhoPOV

Setelah aku membaringkan tubuh Jiyeon di kasurku, aku baru ingat bahwa tas selempang yang Jiyeon pakai tertinggal di depan pintu kamar. Lalu aku keluar dari kamarku dan mengambil tas Jiyeon, namun ada seorang namja dari kamar sebelah menatapku lalu kulihat wajahnya.

OMO.. Itukan namjachingunya Jiyeon. Lalu aku hanya bisa tersenyum pada namja itu. Ingin sekali kuberikan sebuah bogeman pada namja itu, tapi aku masih memikirkan Jiyeon, jadi kuurungkan niatku. Lalu aku segera masuk ke kamarku.

SanghyunPOV

Seorang namja keluar dari kamar itu, lalu ia mengambil sebuah tas. Tas selempang berwarna cokelat muda dengan gantungan bertuliskan PJY dan sebuah gantungan kelinci. Tas itu mirip sekali dengan tas milik Jiyeon, bukan mirip lagi tapi persis, lalu namja itu tersenyum padaku, namun senyumannya seperti senyuman palsu. Hah sudahlah lupakan, aku kan kesini untuk bersenang senang dengan yeojachinguku Shinyoung, kenapa aku harus memikirkan namja itu bahkan Jiyeon. Aku kan datang kesini untuk melupakan Jiyeon yang sangat menyebalkan dan membosankan ia selalu bersikap kekanak-kanakan, manja, bahkan pelit padaku. Padahal aku kan namjachingunya ia berbeda dengan Shinyoung yang bersikap dewasa, tenang, baik, sabar, dan sedikit manja.

Aku bisa memaklumi sikap manjanya karena setiap yeoja selalu ingin diperhatikan. Namun kalau Jiyeon itu terlalu dan sangat manja, aku tidak suka karakter itu. Tiba-tiba Shinyoung memelukku dari belakang..

“Chagi ayo masuk..!!Katanya kau lelah, ayo kita istirahat” ucapnya lalu aku membalikkan tubuhku dan mengecup lembut keningnya.

“Ne chagi” ucapku sambil membawanya masuk ke kamar.

*_*_*_*

JiyeonPOV

Aku sekarang berada dimana? Kenapa aku ada disini? Ombak bergemuruh namun terdengar sangat indah di telingaku, sinar matahari yang menghangatkan tubuhku dan angin bersepoi-sepoi meniup rambut panjangku yang terurai, disini sangat indah, apakah ini Surga?

Tunggu bukannya itu Sanghyun ia memakai tuxedo berwarna putih, ia melambaikan tangannya padaku. Lalu disampingnya ada seorang yeoja menggunakan sebuah baju pernikahan warna putih.

Siapa yeoja itu?

Lalu kulihat yeoja itu membalikkan tubuhnya, yeoja itu yeojachingu Minho. Sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa ada seorang pendeta di depan mereka..

“Kalian resmi menjadi suami istri” ucap pendeta itu.

Lalu kulihat Sanghyun mengecup bibir yeoja itu dan yeoja itu membalas ciumannya..

“ANDWAE” teriakku namun sepertinya tak seorangpun mendengarnya..

Tiba-tiba ada seseorang yang memelukku, memberikanku sebuah katenangan, pelukannya terasa lebih hangat dari pada selimut yang kugunakan saat musim dingin, dekapannya terasa sangat nyaman, membuatku merasa aman dan ia benar-benar membuatku melupakan semuanya.

Apakah dia malikat, lalu aku mencoba melihat wajahnya namun tiba-tiba *DDUUKKK*..

Hah kepalaku? Kenapa aku disini?

“Hyaa Jiyeon-shi kau memang disini dari tadi, tepatnya tadi kau ada di atas kasur itu tapi sekarang kau telah jatuh dari kasur. Memangnya kenapa?” ucap Minho padaku.

“Yah semuanya mimpi, tapi kenapa terasa sangat nyata hah” ucapku sambil menendang meja yang berada tak jauh dariku..

“Hyaaa setelah kau pingsan dan sekarang jatuh sepertinya kau jadi gegar otak. Kenapa kau menendang-nendang meja?”

“Anii, coba saja tadi aku tak jatuh. Mungkin aku bisa melihat wajah malaikat”

“Hah kau ini, cepat bangun sepertinya kau baik-baik saja, kenapa tadi kau pingsan?”

“Pingsan..?? Oh ia tadi aku hanya pura-pura pingsan namun aku malah jadi tertidur”

“MWO? Pura-pura heuss kau.. Yasudahlah aku tak tega melihatmu kau boleh tinggal disini tapi hanya sementara.

Ingat HANYA SEMENTARA” ucapnya sambil menekankan suaranya di kata HANYA SEMENTARA.

“Ne arasseo. Hah gomawo kau memang namja yang baik. Oya nama yeojachingumu itu siapa?”

“Shinyoung, Park Shinyoung”

“Bagusan namaku daripada namanya heuh”

“Hyaa”

“Wae?”

“Lupakanlah, nama namjachingumu siapa?”

“Sanghyun, Park Sanghyun”

“Sial”

“Wae?”

“Marga mereka sama Park Shinyoung dan Park Sanghyun”

“Memangnya kenapa kalau marga mereka sama?”

“Jika marga sebuah pasangan sama biasanya mereka akan sangat cocok dan sangat jodoh”

“Hah sepertinya itu semua akan terjadi”

“Apa maksudmu? Semua akan terjadi?”

“Mimpiku, tepatnya mimpi burukku. Tapi mimpi itu tidak terlalu buruk akhirnya aku bertemu dengan malaikat hehe”

“Mimpimu? Coba kau ceritakan mimpimu!”

Lalu aku menceritakan semua mimpiku padanya

“Akhirnya kau bertemu dengan malaikat, jangan-jangan berarti akhirnya kau akan mati. Asal kau tahu mimpi itu memiliki arti dan bisa terjadi di dunia nyata..”

“Maksudmu mimpiku itu memiliki suatu arti dan itu bisa terjadi di kenyataan?”

“Ne”

“Aku harap jika artinya baik, mimpi itu akan terjadi di dunia nyata namun jika sebaliknya aku tidak mau itu jadi kenyataan. Sekarang jam berapa?”

“Jam 19.00 memangnya kenapa?”

“Ani”

Kenapa sepertinya hatiku menyuruhku untuk menghubungi Sanghyun..

Akan kucoba, tunggu dimana tas ku?

“Hyaa Jiyeon, apa yang kau cari?”

“Aku mencari handphoneku, handphoneku ada di tas selempangku dan aku tak tahu dimana letak tasku”

“Apakah tas ini?” ucap Sanghyun sambil menunjuk sebuah tas.

“Ne itu dia”

Lalu kuhubungi Sanghyun..

“Yeoboseo Chagi”

“Ne weo Jiyeon”

“MWO? Jiyeon?”

“Maksudku chagi, kenapa kau menelponku?”

“Tentu saja karena aku merindukanmu, sekarang kau ada dimana?”

“Tentu saja di kamar hotelku”

“Kenapa seperti ada suara ombak?”

“Ani, chagi sudah dulu ya Boss ku memanggiliku Anyeong..”

*TTUT* ucapnya langsung menutup telpon.

Sepertinya dia berbohong padaku, aku rasa ia berada di sekitar pantai. Aku harus kesana sekarang..

“Minho-ssi aku ingin pergi ke pantai, kau mau ikut?”

“Yasudah aku ikut, daripada hanya nonton tv disini sangat membosankan”

Lalu aku dan Minho berjalan menuju pantai, disekitar pantai aku mencoba mencari sosok Sanghyun. Tiba-tiba Minho memanggilku..

“Jiyeon-ssi bukannya itu Sanghyun bersama Shinyoung ia berada di kedai itu ayo kita kesana!”

Lalu aku dan Minho duduk di meja yang tak jauh darisana lalu secara bersamaan kami menutup wajah kami dengan buku pesanan.

Kami memata-matai Sanghyun dan Shinyoung. Kulihat Sanghyun menggenggam kedua tangan Shinyoung lalu ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya.

Astaga sebuah cincin, bahkan aku yang telah 3 tahun berpacaran dengannya tidak pernah diberi cincin.

“Can you marry me?” ucap Sanghyun melamar Shinyoung.

“Mwo, sebenarnya aku sangat mencintaimu namun bukannya kau telah mempunyai yeojachingu dan jujur sebenarnya aku telah mempunyai namjachingu”

“Aku lebih mencintaimu daripada yeojachinguku, aku rela melepaskan yeojachinguku demimu, dan sisanya terserah kau mau menerimaku atau tidak?”

MWO? Sanghyun rela melepaskanku demi Shinyoung, sakit sekali aku mendengarnya bukan sakit lagi melainkan hancur. Tanpa terasa air mataku telah menetes, dengan mudahnya ia meninggalkanku. Apakah ia tak memikirkan bagaimana saat-saat dimana kita mempertahankan cinta kita. Dulu kau yang menyatakan bahwa kau mencintaiku namun dengan mudahnya kau mengakhiri semuanya. Kau benar-benar tak bertanggung jawab atas perasaanku kau memang bajingan Park Sanghyun. Aku sudah tidak bisa menahan semua amarah dihatiku..

“Ne aku mau menjadi pendampingmu sampai akhir hidupmu dan aku akan melepaskan namjachinguku karena aku sangat mencintaimu Park Sanghyun” ucap Shinyoung dan itu makin menghancurkan hatiku dan aku rasa Minho merasakan hal yang sama denganku.

Astaga sekarang Sanghyun mengecup bibir Shinyoung dan Shinyoung membalasnya, emosiku telah meluap.

Tak tau kenapa tiba-tiba aku berdiri sambil memukul meja sehingga banyak orang yang memperhatikanku bahkan Sanghyun melihatku.

“Jiyeon?” ucap Sanghyun sambil menatapku.

Lalu aku berlari meninggalkan tempat itu..

MinhoPOV

“Can you marry me?” ucap Sanghyun melamar Shinyoung.

“Mwo, sebenarnya aku sangat mencintaimu namun bukannya kau telah mempunyai yeojachingu dan jujur sebenarnya aku telah mempunyai namjachingu”

“Aku lebih mencintaimu daripada yeojachinguku, aku rela melepaskan yeojachinguku demimu, dan sisanya terserah kau mau menerimaku atau tidak?”

Hah dasar namja brengsek lalu aku mencoba untuk melihat Jiyeon, walaupun ia menutup wajahnya dengan buku pesanan makanan namun aku dapat mendengar suara isakannya. Aku benar-benar tak tega melihat Jiyeon harus menangis demi namja brengsek itu..

“Ne aku mau menjadi pendampingmu sampai akhir hidupmu dan aku akan melepaskan namjachinguku karena aku sangat mencintaimu Park Sanghyun” ucap Shinyoung dan itu sangat menyakiti hatiku dan aku rasa Jiyeon merasakan hal yang sama denganku dan mungkin bahkan lebih hancur dariku.

Astaga sekarang Sanghyun mengecup bibir Shinyoung dan Shinyoung membalasnya, rasanya ingin kubanting semua meja yang ada disini.

Tiba-tiba Jiyeon berdiri sambil memukul meja sehingga banyak orang yang memperhatikannya.

“Jiyeon?” ucap Sanghyun sambil menatap Jiyeon.

Lalu Jiyeon berlari meninggalkan tempat itu..

Dan aku melihat Sanghyun mengejar Jiyeon. Lalu akupun segera berdiri dan berjalan menuju Shinyoung..

“Minho oppa”

“Ne aku sudah tau semuanya, mulai detik ini hubungan kita berakhir sampai disini dan aku harap kita tak akan bertemu lagi” ucapku lalu pergi meninggalkan Shinyoung.

JiyeonPOV

Aku berlari tak tentu arah, asalkan aku tak melihat wajah Sanghyun aku merasa lebih nyaman namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku..

“Jiyeon-ah maafkan aku, aku sudah tidak bisa..”

“Aku tahu kau sudah tidak bisa mencintaiku lagi, lebih baik sekarang kau pergi dari hadapanku, aku sudah muak dengan bajingan sepertimu, mulai sekarang hubungan kita berakhir” ucapku memotong omongan Sanghyun.

“Ji..” ucap Sanghyun namun tiba-tiba *DDDUUKKK*

Minho datang dan ia meninju wajah Sanghyun, “Ini pembalasan karena kau telah merebut Shinyoung dariku, *DDUUK* lalu ini balasan karena kau telah menyakiti perasaan Jiyeon, *DDDUUKK* ini adalah balasan karena kau adalah seorang namja brengsek dan itu merendahkan derajat seorang namja *DDUUK* dan satu lagi adalah bonus untuk namja bajingan sepertimu..” ucap Minho sembari memukul wajah Sanghyun hingga babak belur.

Lalu Minho merangkul tubuhku dan berkata “Sebaiknya kita tinggalkan namja brengsek ini dan lebih baik sekarang kita istirahat di kamar”..

Lalu kami berjalan menuju kamar hotel dan meninggalkan Sanghyun.

*_*_*_*

“Gwaenchana?” tanya Minho padaku.

“Ne gwaenchana”

“Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang, pasti ini sangat sulit diterima olehmu, bahkan aku juga dan jujur sebenarnya..”

*hiks hiks hiks*

Belum selesai Minho berbicara tiba-tiba aku menangis..

“Jiyeon-ssi apakah kata-kataku menyakitimu?” ucap Minho lalu ia memelukku..

OMO? Pelukannya memberikanku sebuah ketenangan, pelukannya terasa lebih hangat dari pada selimut yang kugunakan saat musim dingin, dekapannya terasa sangat nyaman, membuatku merasa aman dan ia benar-benar membuatku melupakan semuanya.

Mimpiku menjadi kenyataan ternyata pelukan itu bukan berasal dari malaikat namun Minho.

Tangisanku semakin kencang..

“Hyaa Jiyeon kau kenapa?”

“Aku bodoh karena aku mencintai seorang namja brengsek dan aku sangat bodoh karena selalu merasa bahwa Sanghyun adalah takdir cintaku dan aku sangat sangat bodoh karena tanpa kusadari takdir cintaku sekarang berada di dekatku, ia selalu membantuku, melindungiku, dan ada disampingku”

“Jiyeon-ssi sebenarnya aku tak mengerti apa yang kau katakan dan sebenarnya aku ingin jujur padamu bahwa aku mencintaimu. Semenjak bertemu denganmu di semak-semak, aku suka dengan sikapmu yang manja, pelit, kau sangat lucu, dan dimataku kau sangat sempurna untuk mengisi hatiku. Jiyeon-ssi maukah kau menjadi yeojachinguku?”

“Ne tentu saja, Gomawo karena kau telah memilihku menjadi orang yang sempurna di hatimu”

“Ne chagi, Gomawo karena kau telah menganggapku sebagai takdir cintamu dan heum bagaimana kalau kita..”

Tiba-tiba saja Minho mendekatkan wajahnya mendekatiku, lalu ia mulai mengecup bibirku pertamanya aku hanya diam namun tak lama aku membalasnya dan tiba-tiba *Kleeek* semuanya gelap. Lalu aku melepas ciuman tadi dan aku mendengar Minho berkata..

“Hah sial mati lampu”

“Kenapa harus mati lampu, aku kan takut kegelapan”

“Chagi sudahlah lupakan, ayo kita lanjutkan”

“Hah kau mesum”

Laluuuuuu… *di skip kekeke…*

-END-

NB: Hah ancurrr banged dah nih cerita, mianhae ya waktu bikin ini authornya lagi yadong#PLAAKKKK kekeke.. . Sejelek-jeleknya nih ff jangan di CoPas ya dan kalau udah baca jangan lupa coment..! Anyeong..*melambai-lambaikan tangan kea Miss Korea hihihi :* *


21 responses

  1. bukannya ngejelekin y,tpi mnurut q endingnya kurang sreg.masa 2 orang yg sharian cmn brantem dan bru ktemu udah lgsg jdian apalagi baru sj ptus.seandainya dibuat beberapa tahun kemudian mreka bertemu kmbali pasti lbih baik.
    tapi untuk kseluruhan udah bgus kok,jlan critannya juga mnarik.

  2. Huahhh🙂 aku memang lebih setuju ji yeon sama minho😛 lebih cocok gimana gitu😀 sama” bias aku pula, huahhh tp minho ko MESUM ya ama jiyeon? Padahal baru satu hari pacaran? Kekekeke, gapapalah yg penting ama minho ini🙂

  3. Nah kan.. Minji yadong style.. Hahaha.. Ttep aje endingnya yadong.. Padahal udh seneng bgt tuh td baca yg bagian mimin ninjuin thunder.. Wakakaka kata2nya itu lho.. Wakakaka

  4. @della:hehehe ia lagi mentok bkinnya..ne gomawo ya🙂
    @Asnah pupita sari:sedikit gk tega ngeliat oppa ku jd mesum dsini kekeke ya yg pnting jiyeon sm minho kekekek.. gomawo ya🙂
    @Rhy rhien:MinJi yadong style ada-ada ja deh kamu, hah seneng pas sanghyun oppa dtabokin sm minho oppa wah hti-hti siap-siap dserang sm fans nya sanghyun oppa.. kekeke.. gomawo ya🙂
    @andiinichoKyulatte:ya gpp kok.. gomawo ya chingu…🙂
    @cha_haevin:hua sabar-sabar kekeke.. gomawo ya..🙂
    @i’shika rostasih karundeng:ne ya alurnya trlalu cpet y chingu.. hehehe gomawo ya..🙂

  5. aigo.. kirain CheonJi couple, ternyata MinJi T.T

    hahaha tuh dua orang.. ngeliat pacarnya selingkuh, bukannya esmosi, malah main-main (?) di balik semak-semak XDD

    yaa kasian banget Sanghyun oppa dihajar u.u
    tapi gapapa sih.. siapa suruh selingkuh *diseret Sanghyun oppa ke laut*

    dari sekian coment di atas, semuanya paling suka MinJi couple u.u
    mungkin cuma aku aja yang suka CheonJi/CheonYeon couple u.u
    lain kali bikin yang Sanghyun ama Jiyeon ya chingu *wink wink*
    kekeke XDD

  6. KYAAA!!!
    Akhirnya MinJi couple beraksi,Q suka ama Jiyeon,dy tuh manja n polos bgt,udah gtue imut n cantik lagi. . .LOL :p
    Sering2 bwt FF yg main cast ‘a MinJi couple yooo …
    Daebak!!

  7. ANNYEONG!!!!! reader baru sudah hadir….
    wow… baru pernah baca FF ttg Thunder selingkuh!!!! DAEBAK!!!!
    biasanya yg aku baca Thunder mulu yg ‘ngalah’….. yg terakhir (sebelum ini) si Thunder malah mati *gigit” kompi*

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s