Secret Part 2

Title            : Secret (Part 2)
Author        : YeonNia
Type           : Sequel
Rating         : PG-13
Length        : Chaptered
Main Cast:
• Park Ji Yeon
• Yoo Seung Ho
Cast:
• Park Shin Hye
• Jang Geun Suk
• Go Hye Sun
• Lee Min Ho
• Kim Bum
• Kim So Eun
• Yoon Si Yoon
• Ahn So Hee
• Go Ah Sung
• Kang So Ra
Genre : Romance, Family, Frieandship.
Happy Reading ,,,,,♥♥♥
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
“Yeon~nna, ada apa dengan kau, kenapa kau pingsan seperti ini, apa kau kelelahan karena berlari sangat jauh?” beribu pertanyaan di ucapkan Seung Ho, sambil menggendong Ji Yeon dengan punggungnya hingga menemukan tempat yang teduh.
Setelah menemukan tempat yang teduh, Seung Ho mengambil ponselnya dari saku celananya berusaha menelpon beberapa supirnya untuk segera menemuinya agar dia dapat membawa Ji Yeon ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang, Seung Ho langsung saja segera membawa Ji Yeon ke rumah sakit tanpa menunggu jemputannya.
Perjalanan mungkin memang sangat jauh, tapi Seung Ho tetap gigih membawa Ji Yeon ke rumah sakit.
Sampai di Seoul Hospital. Seung Ho menemui dokter keluarganya untuk segera memeriksa Ji Yeon. Dokter itu segera memeriksa Ji Yeon, Seung Ho tunggu diluar ruangan tak berapa lama dokter itu keluar dari ruang pemeriksaan.
“Kang uisa apa yang terjadi dengannya?” tanya Seung Ho.
“Dia tidak apa-apa, dia memang mempunyai penyakit tidak boleh kelelahan” jawab Kang uisa. Seung Ho mengangguk.
“Dia harus di rawat selama sehari, besok baru bisa di bawa pulang” gumam Kang uisa.
“Baiklah aku akan menghubungi eommanya” sahut Seung Ho, yang kemudian mencari ponsel milik Ji Yeon untuk menghubungi eommanya.
“Yoboseyo?” tanya seorang yeoja yang mungkin adalah eommanya Ji Yeon.
“Yoboseyo ahjumma, jenon Yoo Seung Ho imnida saya temannya Ji Yeon, sekarang Ji Yeon berada di rumah sakit bisakah kau kemari?” tanya Seung Ho.
“Mwo? Rumah sakit ada apa dengan Ji Yeon?” tanya eomma Ji Yeon.
“Ceritanya cukup panjang, nanti saja jika ahjumma sudah disini aku akan menceritaknnya” seru Seung Ho.
“Baiklah” sahut eomma Ji Yeon yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Cukup lama Seung Ho menunggu eomma Ji Yeon datang. Dia menunggu tepat di samping ranjang rawat Ji Yeon, Ji Yeon pun belum tersadar juga. Kemudian beberapa menit tangan Ji Yeon bergerak dengan lembut, Seung Ho yang tersadar gerakan itu langsung melihat kearah Ji Yeon. Ji Yeon membuka matanya perlahan, dan matanya pun sudah terbuka dan orang yang pertama dia cari adalah eommanya tapi orang yang pertama dia lihat adalah Seung Ho.
“Eomma… eomma… dimana eomma ku, aku butuh dia sekarang” kata Ji Yeon lirih.
“Aku sudah menghubungi eomma mud an mungkin sebentar lagi dia akan kesini” jawab Seung Ho.
Beberapa menit kemudian eomma Ji Yeon datang dan langsung menghampiri Ji Yeon.
“Yeon~nna kau kelelahan?” tanya eommanya seraya memeluk anak semata wayangnya itu. Ji Yeon membalas pelukan eommanya tapi dia hanya terdiam dan terisak tangis.
“Sudahlah kau berbaring saja eomma akan menemui dokter dulu” gumam eomma Ji Yeon. Ji Yeon mengangguk dan menoleh ke Seung Ho.
Eomma Ji Yeon keluar ruangan.
“Mian Yeon~nna!” seru Seung Ho memulai pembicaraan.
“Tak apa, aku hanya kelelahan” jawab Ji Yeon.
“Ye tapi kau kelelahan karena aku” gumam Seung Ho.
“Tak apa, gomawo” seru Ji Yeon. Seung Ho mengangguk.
Beberapa menit kemudian eomma Ji Yeon masuk kembali.
“Seung Ho~ah, sekarang kau pulang saja terima kasih sudah menjaga Ji Yeon saat aku belum datang, biar Ji Yeon aku yang menemani jika ingin menjenguk lagi besok kembali saja setelah pulang sekolah” gumam eomma Ji Yeon.
“Ne ahjumma, aku pulang dulu, annyeong Ji Yeon” kata Seung Ho membungkukan badan kemudian keluar dari ruang rawat Ji yeon.
Di luar rumah sakit.
“Kenapa ya Ji Yeon mempunyai penyakit seperti itu, terus juga saat aku hanya berdua saja dengannya rasanya hatiku dag dig dug…. kencang sekali, alah mungkin itu hanya perasaanku saja lihat saja besok pasti sudah tidak ada rasa seperti itu lagi” gumam Seung Ho yang kemudian melanjutkan jalannya, di luar rumah sakit sudah ada jemputan Seung Ho.
Esoknya sepulang sekolah.
“Hmm… aku akan menjenguk Ji Yeon di rumah sakit, wahh sepertinya itu guru juga teman Ji Yeon” seru Seung Ho menghampiri guru dan seorang murid itu.
“Annyeonghaseyo saeng, jenon Yoo Seung Ho imnida, saya teman Ji Yeon apakah kalian ingin menjenguknya?” tanya Seung Ho.
“Annyeonghaseyo jenon Bae Doo Na imnida, kau bisa panggil aku Bae saeng” seru guru Ji Yeon.
“Annyeong jenon Go Ah Sung imnida, aku sahabat Ji Yeon. Kami berdua memang ingin menjenguk Ji Yeon” jawab Ah Sung.
“Baiklah kalau begitu ayo kita bersama, mobilku disana mari” ajak Seung Ho.
“Hmm, gamsahabnida” ujar Bae saeng.
Di pejalanan mereka semua saling bercerita. Tak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka semua masuk kedalam rumah sakit dan menuju kamar Ji Yeon. Saat mereka masuk, terlihat Ji Yeon sedang makan disuapi oleh eommanya.
“Yeon~nna, gwaenchanhni?” tanya Ah Sung seraya memeluk sahabatnya itu.
“gwaenchanh-ayo, tapi kenapa kau bisa bersama dengan Seung Ho?” tanya Ji Yeon.
“Oh tadi sebelum kemari kami bertiga berpapasan dan Seung Ho memberi tumpangan kepada ku juga saeng” jawab Ah Sung.
“Gomawo saeng sudah menjengukku” kata Ji Yeon menoleh kearah Bae saeng. Bae saeng tersenyum.
“Eomma, kapan aku pulang aku sudah tidak betah disini?” tanya Ji Yeon.
“Sekarang eomma sedang merapikan barang-barangmu” jawab eomma Ji Yeon.
Setelah merapikan barang-barang Ji Yeon, mereka semua bergegas pulang kerumah Ji Yeon.
“Oh ya sampai lupa, Bae saeng, Ah Sung, Seung Ho saya tinggal dulu ya saya harus menebus obat Ji Yeon” gumam eomma Ji Yeon.
“Ne, miseu” jawab Bae saeng.
Eomma Ji Yeon pergi.
“Saeng, aku ingin ke toilet bisakah kau anatarkan aku?” tanya Ah Sung.
“Ye, Seung Ho dan Ji Yeon disini saja ya, kami hanya sebentar” jawab Bae saeng. Mereka berdua mengangguk.
Bae saeng juga Ah Sung pergi, dan kini tinggal Ji Yeon dan Seung Ho saja.
“Ayo kita tunggu di lobby depan saja” ujar Seung Ho. Ji Yeon mengangguk.
Mereka berdua berjalan menuju lobby depan.
Kemudian ketika sampai, mereka berdua duduk di bangku lobby yang tersedia sambil menunggu eomma Ji Yeon, Bae saeng dan Ah Sung. Seung Ho merasakan bahwa hatinya kini merasakan hal yang sama seperti kemarin, begitu pula dengan Ji Yeon dia juga merasakan rasa yang sama seperti Seung Ho.
“Ho~ah, ada apa dengan aku ini, hatiku rasanya berdetak lebih kencang dari biasanya?’ tanya Ji Yeon polos.
“Mwo? Aku juga tidak tahu” jawab Seung Ho. “Ji Yeon juga merasakan rasa yang sama dengan ku, apakah dia menyukaiku, tapi aku apakah juga menyukainya?” tanya Seung Ho dalam hati.
Eomma Ji Yeon, Bae saeng juga Ah Sung datang secara bersamaan. Mereka semua bermaksud pulang. Seung Ho mengantarkan Ah Sung dan Bae saeng sedangkan Ji Yeon dan eommanya pulang dengan taxi. Sesampainya di kediaman Ji Yeon.
“Ah Sung bisa bantu Ji Yeon masuk kedalam, ahjumma harus merapikan barang-barang Ji Yeon” pinta eomma Ji Yeon.
“Ne ahjumma” jawab Ah Sung.
Seung Ho beserta Bae saeng masuk kedalam rumah Ji Yeon dan duduk di ruang tamu.
Jam sudah menunjukan pukul 19:00, mungkin sudah cukup sore. Bae saeng, Ah Sung juga Seung Ho berpamitan untuk pulang.
Esoknya, Ji Yeon sudah masuk sekolah. Saat sampai di kelas dia di sambut oleh teman-temannya, terutama Ah Sung. Teman-temannya sangat senang karena Ji Yeon sudah kembali bersekolah. Jika Ji Yeon tidak masuk juga ujian hari ini satu kelas akan mendapat nilai D, karena satu kelas itu tidak akan mendapat contekan dari Ji Yeon. Sesungguhnya Ji Yeon tidak mau memberikan contekan itu kepada teman-temannya, tapi hati dia merasa tidak enak jika dia menolak apa yang diminta teman-temannya termasuk contekan itu.
Tapi semua temannya sadar bahwa mereka harus berbalas budi pada Ji Yeon. Jadi pada saat istirahat, ada saja beberapa temannya sudah menyiapkan hadiah untuk Ji Yeon, ada juga yang mentraktirnya makan siang, mengajak nonton film, dsb. Yang lebih sering sihh, hadiah karena setiap kali ulangan teman-temannya itu sudah dari dua hari yang lalu menyiapkan hadiah untuk Ji Yeon (lucu bukan).
Bel pulang berbunyi, Ji Yeon keluar dari gerbang sekolah. Sepertinya hari itu dia tidak menggunakan angkutan sekolah melinkan dengan angkutan umum. Saat dia keluar, ada beberapa yeoja yang sepertinya dia kenal. Benar sekali yeoja-yeoja itu adalah, Hye Sun, So Eun, dan Shin Hye. Ji Yeon menyapa para yeoja itu, meskipun dia belum terlalu akrab tapi Ji Yeon berusaha mengakrabkan diri. Menurut Ji Yeon ketiga yeoja itu baik kepadanya.
“Annyeong” sapa Ji Yeon.
“Annyeong” sambut ketiganya.
“Kami sudah menunggumu, kami ingin berbincang sedikit denganmu apakah boleh?” tanya Hye Sun.
“Tentu saja” jawab Ji Yeon.
“Ayo ikut aku, kita mengobrol di cafe” gumam So Eun.
Mereka berdua pergi, ke suatu café terkenal di Seoul. Sesampainya disana, mereka memesan tempat duduk dan memesan minuman. Mulailah pembicaraan mereka semua, pertama So Eun yang memulai.
“Sebenarnya kami ingin menemuimu bukan hanya sekedar ingin mengobrol saja, tetapi ada suatu misi dari kami bertiga juga dari namjachingu kami, untuk mengajak kau ke pesta ulang tahun Perusahaan milik Yoo abojji” So Eun memulai pembicaraan.
“Kenapa aku, aku ini hanya temannya saja bukan apa-apanya seharusnya yang kau ajak adalah So Ra, bukankah dia yeojachingunya” seru Ji Yeon.
“Ani, sesungguhnya mereka tidak ada hubungan apa-apa, hanya saja So Ra yang selalu mengejar-ngejar Seung Ho” sambung Hye Sun.
“Lalu?” tanya Ji Yeon.
“Kami ingin kau menjadi yang tercantik malam nanti, dan menyingkirkan So Ra” kata Shin Hye.
“Sudahlah tidak ada waktu lagi ayo kita para yeoja berbelanja, kami tahu kau pasti belum sempat mempersiapkan apa-apa, jadi mari kita beli perlengkapan mu” kata So Eun diangguki oleh Hye Sun juga Shin Hye.
Di department store,
“Disini, ini gaun yang cocok di pakai Ji Yeon” panggil So Eun.
“Coba kau cocokan” kata Hye Sun. Ji Yeon masuk ke ruang ganti beberapa menit kemudian dia keluar.
“Bagaimana?” tanya Ji Yeon.
“Menurutku, kurang cocok bisa cari yang lain” kata Hye Sun.
“Baiklah” gumam Ji Yeon. Dia masuk kedalam ruang ganti, kemudian keluar lagi dengan setelan gaun yang berbeda. Semua terpukau melihat Ji Yeon yang begitu cantik dan pas memakai gaun itu, gaun berwarna putih dengan renda kuning berpadu dengan pink di bagian bawahnya.
“Kau sungguh pas, sekarang biar aku carikan sepatunya, okay!” seru Shin Hye yang langsung mencarikan sepatu untuk Ji Yeon.
“Nahh ini cocok sekali dengan gaun yang kau pakai, dan sungguh terlihat anggun di pasang di kakimu” ujar Shin Hye lagi.
“Hmm, ya sangat cocok jadi kita ambil yang ini saja setelah itu pergi ke salon dan langsung ke perusahaan” kata So Eun.
“Ye, lebih cepat lebih baik” sambung Hye Sun seraya memanggil pelayan toko untuk membungkus barang-barangnya.
Mereka semua pergi ke salon kecantikan, tidak terlalu lama Ji Yeon sudah berubah menjadi putri sang raja yang ada di negeri dongeng tapi bedanya ini kenyataan. Selesai berbelanja, pergi ke salon, dan yang terakhir langsung ke acara ulang tahun perusahaan. Di perjalan Ji Yeon hanya sibuk berterima kasih dengan Hye Sun, So Eun, dan Shin Hye.
Sesampainya…..
~To Be Continue~
bagimana suka part 2 nya jika suka coment dongg!!!

18 responses

  1. @Devi_elf : dtunggu ja ya gomawo🙂
    @flaming : hehehe mianhae, kan biar seru klo bnyak yg penasaran🙂
    @Nisa : ne dy gk boleh trlalu kelelahan, gomawo udh bca🙂
    @KwonYooRa–>ChoiPutri : ne eon nnti aku protect kok, aku udh tau PWnya, gomawo🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s