BEST FRIEND?!! -Chap 3-

Author: Annisa Sooyoung Yesung (Choi Ri Rin)

Cast:

-Sooyoung (SNSD)

-Yesung (Super Junior)

-Amber (f x)

-Jonghyun (SHINee)

-Yuri (SNSD)

-Kyuhyun (Super Junior)

-Krystal (f x)

-Minho (SHINee)

-Tiffany (SNSD)

-Siwon (Super Junior)

-Sulli (f x)

-Taemin (SHINee)

-Taeyeon (SNSD)

-Leeteuk (Super Junior)

Other Cast:

– Dongwoon (B2ST)

Genre: Romance, Drama, Horror, Friendship

Length: Chapter

NB: Mian ya, kalo pair ini sangat membosankan dan GA BANGET, tapi aku udah ga rela kalo 2 tokoh utama ini brng yg lain. mian banget ya, mian.. apalagi yg ga suka sama pair yang aku buat. mian lagi ya…

AND PLEASE NO BASHING!!!

DON’T BE A SIDERS.

HAVE TO COMENT THOUGHT ONLY ONE OR TWO WORDS

~~~

BEST FRIEND?!

” YOUNGIE!! Kau mengunjungiku lagi! Rindu padaku, eh? Ah, na do bogoshippo!!” seru seorang gadis. Sooyoung menoleh keasal suara. Ternyata Yoona. ” Youngie, aku bosan. Oya, aku perkenalkan kau dengan teman baruku.” ajak Yoona sambil menarik tangan Sooyoung masuk kedalam sebuah ruangan.

” Amber?” ujar Sooyoung saat melihat sesosok tubuh pucat tak bernyawa dan penuh lebam terbaring kaku dilantai. Yoona menoleh. Menatap Sooyoung.

” Kau sudah kenal, ya? Baguslah. Ayo kita main bersamanya.” ajak Yoona sambil mengambil 2 pisau dan memberikannya satu pada Sooyoung. Lagi-lagi Sooyoung tak bisa apa-apa. Ia menerimanya. ” Kau mau memotong bagian mana dulu? Kalau aku ingin matanya. Aku lakukan sekarang ya.” Yoona berjalan menuju Amber dan mulai mencongkel mata Amber. Sooyoung memejamkan matanya. Ia tak mau melihatnya.

Selang beberapa menit, tak terdengar apapun. Sooyoung membuka matanya perlahan. Saat ia benar-benar membuka matanya, sebuah 2 bola mata sudah terpampang manis didepan matanya. Yoona sudah tak ada. Yang ada hanya gadis yang selama ini menghantuinya. Sekarang wajah itu dekat sekali dengannya sekaligus 2 buah bola mata Amber. Wajah itu menakutkan. Wajahnya hancur tak berbentuk. Matanya tak berada ditempatnya. Tepatnya menggantung dipipinya.

” ARGGHHH!!!” Sooyoung bangun dari pingsannya. Ia memandang kesekeliling. Ada teman-temannya mengelilingi kecuali Taeyeon, Leeteuk dan beberapa namja yang lain. Napasnya memburu.

” Chagi, minumlah dulu. Apa yang terjadi?” tanya Yesung sambil menyodorkan air putih ke Sooyoung. Sooyoung menerimanya lalu meminumnya.

” Amber. Aku, aku, Amber.” Sooyoung mulai menangis. Ucapannya yang tidak beraturan membuat yang lain menatapnya iba. Mereka menganggap Sooyoung masih sangat berduka atas kepergian Amber.

” Sudahlah. Kami juga merasa sedih.” kata Tiffany menenangkan Sooyoung. Sooyoung mengangguk lemah. Ia memilih untuk tidak menceritakannya pada siapapun. Cukup dia saja yang tahu.

***

Sudah malam. Sooyoung menatap jalanan panjang yang seolah berjalan itu. Disampingnya, Yesung sedang menyetir dan menggenggam tangannya. Entahlah. Ia masih memikirkan hal yang ia lihat daritadi. Semuanya terasa penuh misteri. Ada apa sebenarnya pada hidupnya ini? Kenapa semua tiba-tiba berubah?

Sooyoung memejamkan matanya sejenak. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran jok. Membayangkan apa yang terjadi hari ini. Apalagi ia masih bertanya-tanya apa maksud gadis itu melarangnya menyentuh Taeyeon. Taeyeon sahabatnya. Ah, ini semua sulit dijelaskan oleh logika. Mungkinkah gadis yang menghantuinya itu ada hubungannya dengan kematian Amber kemarin?

Buru-buru ia menepis pikiran itu. Tidak mungkin seorang hantu bisa membunuh. Mereka tak bisa menyentuh benda padat. Pasti ini perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Tega sekali membunuh Amber. Memang apa salah Amber?!

Ia membuka mata perlahan dan menatap ke jalan. Melamun. Yesung yang sedaritadi diam dan konsentrasi menyetir mulai pecah konsentrasinya dan cemas melihat yeojachingunya seperti ini. Pasti dia sangat lelah hari ini. Mengingat tadi Sooyoung sempat pingsan dan mengigaukan nama Amber.

” Chagi, Gwenchanayo?” tanya Yesung memecah keheningan sekaligus membuyarkan lamunan Sooyoung.

” Gwenchana.” Sooyoung mencoba tersenyum. Yesung kembali konsen menyetir.

Sementara itu, Leeteuk juga sibuk menemani Taeyeon yang hanya bengong dan melamun. Ia masih memikirkan Amber dan belum bisa melepas Amber. Berkali-kali air mata menetes di pipinya dan berkali-kali juga tangan Taeyeon mengusapnya. Leeteuk menjadi iba.

Taeyeon tidak mau makan. Ia diam sepanjang hari ini. Hingga malam ini, Taeyeon masih terdiam dihadapan Leeteuk sambil berpegangan tangan. Ia mengabaikan makan malamnya yang sudah disiapkan oleh pembantunya. Ia tetap dalam posisi itu bersama Leeteuk. Kadang memejamkan matanya. Namun hanya sebentar.

Taeyeon sendiripun merasa aneh pada dirinya. Kenapa ia tiba-tiba menjadi seperti ini? Bukan Taeyeon. Taeyeon tak suka melamun dan selalu menghadapi semuanya dengan pikiran tenang dan positif. Tapi sekarang? Kemana Taeyeon yang begitu?

” Oppa, aku ingin kekamar mandi. Jangan kemana-mana, ya.” pesan Taeyeon. Lalu pergi kekamar mandi meninggalkan Leeteuk.

***

” ARGGHHHH!!!” Jonghyun memukul dinding didepannya. Ia masih tak bisa menerima kepergian kekasihnya itu. Dengan tenaga yang masih tersisa, Jonghyun memukul dinding didepannya lagi berkali-kali. Tangannya sudah mulai membengkak dan memar. Namun ia tak peduli.

DUK!! Dihantamnya lagi dinding yang tak bersalah itu dengan segenap kekuatan yang tersisa. Pukulannya yang terakhir. Karena ia sekarang sudah terduduk lesu dilantai. Tubuhnya menyender pada dinding belakangnya yang sudah agak retak karena pukulannya tadi.

” KEMBALIKAN AMBERKU!! AMBER TIDAK TAHU APA-APA TENTANGMU BODOH! DASAR PENJAHAT TIDAK TAHU DIRI!!” Jonghyun berteriak seolah-olah pembunuh Amber ada dihadapannya. ” HADAPI AKU KALAU KAU BERANI!” Jonghyun berkata lagi.

Sekelebat bayangan hitam muncul dihadapannya. Melayang cepat hingga membuat Jonghyun bergidik. Ia berdiri dan berjalan keluar menuju hingar bingar suara dentuman musik yang dilantunkan oleh DJ. Jonghyun melangkah gontai menuju pintu keluar dan pergi ke parkiran.

Lagi-lagi sekelebat bayangan hitam muncul dihadapan Jonghyun. Jonghyun berusaha mengabaikannya. Namun sepertinya sulit, bayangan itu terus saja mengganggu Jonghyun. Ia masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Dijalanan seramai ini, Jonghyun memfokuskan pandangannya agar tak terjadi kecelakaan. Meski keadaannya mabuk, ia tetap berusaha konsen untuk menyetir. Jonghyun melihat kesekeliling dan berhenti tepat di samping mobilnya. Dipinggir-pinggir jalan itu banyak anak kecil dengan luka bakar dimana-mana. Ada yang matanya hilang, kulitnya terkoyak dan segala macam.

Jonghyun berusaha tak mempedulikannya. Ini hanya ilusi menurutnya. Namun tiba-tiba kaca mobilnya terbuka sendiri. Membuat anak-anak kecil itu mendekat kearahnya. Jonghyun bergidik ngeri dan segera menutup kaca mobilnya. Tidak bisa. Macet. Ia mengambil cara lain, dengan kecepatan penuh, ia menerobos lampu merah.

Ia memacu terus mobilnya tanpa pikir panjang. Ia memacu mocilnya tanpa arah. Kemanapun agar terbebas dari hantu-hantu itu. Hantu-hantu yang tanpa sebab mengejarnya.

Jonghyun memukul setir mobilnya dengan kasar. ” DAMN!!” Jonghyun mengumpat kesal. Ia terus mencerna dimana ia berada sekarang. Sepertinya belum jauh. Ia segera memutar balik mobilnya dan pulang ke apartementnya.

Ia memarkirkan mobilnya dan langsung menuju lift. Sepi sekali. Tiba dilantai 3, lift berhenti dan pintu terbuka. Ada seorang gadis cantik yang menunggu lift. Gadis itu segera masuk. Ia tersenyum pada Jonghyun. Jonghyun hanya membalasnya dengan senyum tipis.

” Kau baru disini?” Jonghyun memecah keheningan.

” Ne. Namaku, Yoona. Im Yoona. Kau?” gadis itu -Yoona- bertanya balik.

” Oh, aku Kim Jonghyun. Panggil saja aku Jjong.” Jonghyun memperkenalkan dirinya.

” Jjong. Ya, Jjong. Sudah berapa lama kau tinggal disini?” tanya Yoona.

” Sudah hampir 3 tahun. Setelah aku lulus SMA. Kau darimana?”

” Oh, aku dari Busan. Sudah lama ingin tinggal di Seoul. Untungnya tahun ini aku bisa kesini.”

Jonghyun tersenyum melihat gadis ini. Tiba-tiba lift berhenti dan lampunya mati. Lalu menyala lagi. Gadis itu sudah tak ada dan mengagetkan Jonghyun. Jantungnya berdegup kencang. Sangat kencang. Bukankah gadis itu ada disampingnya?

” Cari aku, Jjong?” seseorang menepuk pundak Jonghyun. Jonghyun menoleh.

” ARGHH!!!” Jonghyun berteriak saat mendapati seorang gadis menyeringai. Wajahnya hancur dan matanya menggantung dipipi. Ia mendekati Jonghyun dan meremas kencang rambut Jonghyun. Dihantamnya kepala Jonghyun ke dinding lift.

” Ingin bertemu dengan Amber kan?”

Suara gadis itu Terdengar seperti dewa kematian untuk Jonghyun. Kalimat itu seperti tawaran kematian untuknya. Apalagi kepalanya merasakan sakit yang lumayan besar karena hantaman gadis tak bernyawa itu.

DUK!!!

Lagi-lagi gadis itu melempar kepala Jonghyun ke dinding lift. Membuat Jonghyun meringis kesakitan. Gadis itu mendekati Jonghyun lagi dan tangan dinginnya menyentuh pipi Jonghyun membuat Jonghyun ketakutan.

” Aku takkan menyiksamu lebih lama lagi Jjong oppa. Kita lakukan sekarang saja.”

Tangan kanan gadis itu mulai meraba leher Jonghyun. Tangan kirinya mencengkram kuat puncak kepala Jonghyun. Jonghyun memejamkan matanya ngeri. Namun tiba-tiba gadis itu melepasnya.

” Tapi kan Amber eonni juga aku siksa. Berarti Jjong oppa harus merasakannya.”

Gadis itu mulai lagi dengan aksinya. Berkali-kali ia mengangkat dan menjatuhkan kepala Jonghyun hingga sedikit robek dan menimbulkan banyak darah. Gadis itu tersenyum sangat senang ketika melihat darah Jonghyun.

Gadis itu mengangkat tubuh Jonghyun dan menghantamnya kelantai lift. Berkali-kali pula gadis itu melakukannya. Membuat Jonghyun merasakan sakit yang luar biasa. Ia tak sanggup lagi.

” Sepertinya cukup, oppa.”

Gadis itu memegang kepala Jonghyun dengan kedua tangannya. Lalu, KREK!! ” ARGGGHHH!!!” Terputarlah sudah kepala Jonghyun. Gadis itu menyeringai senang. Teriakan Jonghyun tadi mengiringi juga kepergian gadis itu.

***

” Ditemukan seorang mayat laki-laki disebuah lift apartement xxx dikawasan xxx. Keadaannya sangat mengenaskan. Kepalanya terputar kebelakang dan terdapat bercak darah disisi-sisi dinding lift dan kepalanya. Diduga, laki-laki ini adalah korban pembunuhan.”

Sooyoung terenyak mendengar berita tersebut. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala tanpa menyadari sesuatu. Yesung yang sedang ada didapur malah mengerutkan kening saat mendengar berita itu.

” Apartement itu kan apartement Jjong?” celetuknya polos. Wajah Sooyoung menegang.

” Oppa, telpon Jjong sekarang!” kata Sooyoung panik. Yesung segera meneleponnya.

Tersambung.

” Yeoboseyo?”

Yesung bernapas lega. Begitupula dengan Sooyoung. Ternyata bukan Jonghyun yang menjadi korban pembunuhan itu.

” Kau tidak apa-apa kan, Jjong?” tanya Sooyoung memastikan.

” Ne. Aku tak apa-apa dan baik-baik saja. Memang ada apa sih?”

” Coba saja kau lihat keluar. Pasti banyak wartawan dan polisi. Ada pembunuhan di lift apartement-mu. Memang kau tak menyadarinya?!”

” MWO?!!!”

” Ah, tidak usah kaget begitu. Sudah ya, aku hanya memastikan saja!”

KLIK!!

Telpon diputus. Sooyoung menghela napas lega. Untung saja.

” Diduga, nama korban adalah Kim Jonghyun. Ia berumur 21 tahun.”

Wajah Sooyoung kembali menegang. Kim Jonghyun? Bukankah orang itu baru saja bicara dengannya? Ah, mungkin saja namanya sama. Tapi ia mulai tak tenang sekarang. Pikirannya mulai dimasuki pikiran negatif.

” Oppa, coba telpon lagi Jjong.” pinta Sooyoung. Yesung menurut. Karena ia juga kaget.

” Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan area. Mohon coba untuk beberapa saat lagi.”

Tak ada jawaban. Yang ada hanya operator mengoceh panjang tentang hal yang tidak penting. Sooyoung mulai ketakutan. Satu temannya pergi lagi. Dengan tubuh gemetar, ia matikan tv dan mencoba menelepon teman yang lain.

Sama. Mereka semua juga melihat berita itu. Bahkan Siwon sudah pergi kesana untuk memastikan. Sooyoung semakin takut. Semoga saja pikirannya itu salah. Yesung sendiripun tak kalah shock setelah mendengar berita itu. Jonghyun adalah salah satu teman terdekatnya.

” Oppa, semoga saja itu bukan Jjong.” Sooyoung bersuara lirih. Yesung mengangguk lemah.

***

Siwon melangkahkan kakinya menuju apartement Jonghyun. Ia berjalan dengan perasaan waswas dan berdoa dengan sepenuh hati. Semoga tidak terjadi apa-apa pada Jjong. Harapnya dalam hati.

Siwon tidak memasuki kawasan yang diberi police line itu. Ia tak ingin menyebabkan kerusuhan. Ia mendekati salah satu polisi dan menanyai keterangan korban secara lanjut. Dan, jantungnya berdegup sangat kencang mendengar penjelasan dari polisi tersebut. Jonghyun benar-benar menyusul Amber.

Ia segera menghubungi teman-temannya untuk datang kerumah sakit dimana Jonghyun akan diotopsi dan diperiksa lebih lanjut.

***

Shock. Hanya itu yang menggambarkan keadaan mereka sekarang. Setelah memanggil orang tua Jonghyun dan mengotopsi Jonghyun, Jonghyun segera dikuburkan. Para Yeoja sibuk menangis dipelukan namjachingunya masing-masing, kecuali Sulli dan Krystal.

Sooyoung lebih shock. Ia langsung teringat kalau tadi pagi yang mengangkat telponnya itu Jonghyun. Yesung juga mendengar. Tapi, kenapa? Lagi-lagi ini sulit dijelaskan oleh logika. Ini benar-benar diluar nalar.

” Jjong tadi pagi masih angkat telpon dariku dan Yesung oppa. Tapi kenapa begini? Bahkan tadi pagi dia kaget saat kuberitahu ada pembunuhan diapartementnya.” lirih Sooyoung sambil mengusap nisan Jonghyun.

” Sudahlah, eonni. Relakan saja Jjong oppa. Kami juga merasa kehilangan. Aku tahu kau shock. Aku juga tak bisa menjelaskannya. Ceritamu itu sangat sulit dicerna oleh nalarku.” Sulli yang berada didekat Sooyoung memeluknya.

” Memang. Rentetan kejadian ini sangat tidak bisa dicerna oleh nalar. Bahkan seorang yang pintar pun takkan tahu kenapa itu bisa terjadi.” Sooyoung berujar. Bibirnya bergetar.

” Lebih baik kita pulang. Langit sudah mendung. Ayo.” ajak Siwon sambil menggandeng Tiffany keluar area pemakaman. Yang lain mengikuti.

Setelah mereka pergi dari area pemakaman, seseorang muncul didepan nisan Jonghyun dan menatap kepergian teman-teman Jonghyun dengan tatapan sinis.

” Siapa yang pantas jadi korban ketiga ya? Hihi…”

***

Taeyeon duduk dikantin bersama Minho dan Tiffany. Setelah pelajaran Mr. Goo berakhir, Taeyeon langsung pergi kekantin diikuti oleh Minho dan Tiffany sembari menunggu teman-teman yang lain.

Setelah pemakaman Jonghyun kemarin, Taeyeon merasa ada yang aneh pada hidupnya. Seolah-olah hidupnya berubah. Ia seperti diikuti oleh makhluk halus yang seperti mengincar nyawanya. Bahkan sejak kematian Amber.

Tak lama, Sulli, Krystal dan Taemin datang dan segera mengambil tempat. Mereka juga terdiam karena terbawa suasana hening yang diciptakan Minho, Tiffany dan Taeyeon. Apalagi mereka juga tak ada bahan pembicaraan yang bisa dibicarakan.

Selang beberapa menit, Yesung, Sooyoung, Leeteuk, Yuri, Kyuhyun dan Siwon pun menghampiri. Siwon dengan segera duduk disamping Tiffany. Leeteukpun mengambil tempat disamping sang yeojachingu. Taeyeon. Suasana hening kembali meresapi mereka. Namun kemudian, Kyuhyun membuka pembicaraan.

” Aahh, bosan sekali! Kalian jangan diam saja dong. Suasana hening begini tidak enak tahu!” Yang lain langsung memandang Kyuhyun datar. Lalu kembali kedalam pikiran masing-masing.  ” Aish, kita cari sesuatu yang asik saja!”

” Kyu, berisik! Kalau kau mau, pergi saja sendiri!” teriak Siwon kesal. Kyuhyun langsung mencibir.

” Hmm, kupikir bagus juga kalau kita cari sesuatu yang asik. Akhir-akhir ini kita sudah terlalu sedih. Tak ada salahnya kan, refreshing?” Tiffany menyetujui usul Kyuhyun.

” Yah, tapi kau mau kemana, dear?” tanya Siwon pada Tiffany.

” Sudahlah, Tiff. Aku sudah terlalu lelah. Untuk refreshing, seharusnya kita melakukannya nanti. Refreshing itu membuatku tambah lelah.” Minho menolak. ” Kyu, kau jangan bicara apa-apa lagi! Mainkan saja game-mu sana!”

” Aish, baiklah kalau begitu! Kalian memang tidak tahu refreshing itu apa. Kita bisa bermain sesuatu yang menyenangkan! Kita harus melepas stress dari kejaran hantu-hantu sialan itu!” keluh Kyuhyun. Semua langsung diam. Kyuhyun bicara… hantu?

” Hei, bicara jangan sembarangan, babo! Mana mungkin hantu bisa membunuh. Pakai logikamu!” kesal Leeteuk.

” Bah, memang benar! Semua yang kita lalui itu diluar nalar! Kematian Amber dan Jjong. Mereka tidak wajar dan tidak ada satupun yang tahu siapa pembunuhnya. Siapa lagi kalau bukan hantu bodoh itu?!” Kyuhyun ngotot dengan pendapatnya.

” Kyu! Tutup mulutmu! Lama-lama kau semakin gila!” bentak Siwon. Kyuhyun mendecak sebal.

” Oppa, mungkin benar apa yang dikatakan Kyuhyun oppa. Semua kejadian yang kita lalui diluar nalar. Mungkinkah kita sedang terhubung dengan… hantu?” Sulli sepertinya sepaham dengan Kyuhyun.

” Tidak mungkin, Sulli-ya! Jangan bodoh. Hantu itu tak bisa menyentuh benda. Dia tembus.” tawa Taemin meledak.

” Ya, mungkin saja, kan? Bukankah beberapa hari terakhir ini, Sooyoung eonni kedatangan ‘tamu’?”

DEG!! Tepat saat Sulli menyebut kata ‘tamu’, sekelebat bayangan hitam mulai muncul. Membuat Sooyoung seperti kehilangan napas. Matanya membelalak tak percaya. Bayangan itu berhenti dan berdiri tepat dibelakang Sulli dan menyeringai ganas.

” Eonni, jangan melihatku seperti itu!” tegur Sulli bete. Sooyoung mengedipkan matanya dan menatap Sulli. Tak ada lagi makhluk itu dibelakang Sulli.

Sooyoung menatap Minho. Namun Minho terlihat menutup matanya dan menidurkan kepalanya dimeja. Sepertinya Minho tak melihatnya. Sooyoung menghela napas lelah. Kepalanya tiba-tiba saja menjadi berat. Keadaan didepannya berputar-putar.

Sooyoung melihat 2 anak kecil berlari-lari dihadapannya. Mereka berlari memutari Sooyoung seolah-olah Sooyoung tak ada didekat mereka. Sooyoung mengernyit. Ia sangat kenal dengan 2 anak kecil dihadapannya. Itu, ia dan Yoona. Tapi dimana dia sekarang?

Hmm, ini gedung panti asuhan kakeknya sebelum kebakaran. Ia ingat. Cat putihnya yang bersih dan beberapa lukisan taman atau pemandangan. Sooyoung tersenyum miris. Dulu tempat ini adalah tempatnya bermain dengan Yoona. Sahabat kecilnya yang mungkin saja jika tak ada kebakaran itu masih menjadi sahabatnya hingga sekarang.

2 anak kecil tadi mulai berlari menjauhinya. Yoona mengajaknya kekamarnya. Katanya, Yoona ingin memberikan sesuatu. Sooyoung ingat betul hari ini. Beberapa jam sebelum kebakaran terjadi. Hari dimana Yoona memberikannya kotak musik. Dan juga hari dimana Yoona pergi bersama api-api itu.

Sooyoung tersenyum miris saat ia melihat Yoona mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja belajarnya. Kotak musik itu, langsung saja ia terima saking senangnya. Namun ternyata, itu hadiah terakhirnya dari Yoona. Tanpa sadar, air mata mulai menggenang dipipinya.

” Chagi, wae? Mengapa menangis?” Yesung dan beberapa yang lain langsung panik begitu Sooyoung mengeluarkan air mata. Sooyoung yang tak sadar langsung mengusap pipinya. Basah. Ia benar-benar menangis.

” Tidak. Aku tidak papa. Kalian tak usah cemas.” kata Sooyoung meyakinkan. Yang lain langsung duduk semula.

” Visualisasi masa lalu, eh? Aku bisa merasakannya, Young.” gumam Siwon.

” Hanya teringat sedikit. Dan itu bukan visualisasi masa lalu.” kata Sooyoung. Siwon mengangguk-anggukan kepalanya dengan tatapan datar.

” Yaya, ternyata aku ini bodoh.” Siwon menggumam. Sooyoung malah tergelak bersama Tiffany.

” Kau tidak bodoh. Hanya kurang tepat. Lagipula visualisasi masa lalu itu hanya untuk melihat masa lalu seorang hantu kan?” Tiffany menghibur namjachingunya.

” Yeah, mungkin.”

” Hei, bagaimana kita mencoba melihat masa lalu hantu yang sedang mengejar kita itu?” usul Kyuhyun spontan.

” Jangan bodoh, Kyu. Tidak ada yang memiliki kemampuan itu diantara kita! Jangan mengada-ada deh! Lagipula, kita tidak sedang diganggu hantu!” kesal Leeteuk. Kyuhyun mencibir.

” Aku hanya usul, Teukie!” kata Kyuhyun. Leeteuk tak peduli. Ia hanya menatap Taeyeon yang lemas. Ia sama sekali tak berbicara sejak tadi.

Taeyeon menatap lemas pada ujung meja. Tubuhnya lemas sekali. Seluruh organ tubuhnya lemas. Bahkan untuk tersenyum saja rasanya ia tak kuat. Entah kenapa, tubuhnya lemas sekali dan sulit digerakkan. Ada apa dengan tubuhnya ini. Kenapa begitu lemas tak berdaya?

Tiba-tiba sesuatu menghalangi pandangannya. Sesuatu yang kasar dan berwarna hitam. Taeyeon menyingkirkan benda itu dan melihat benda apa yang menutupi pandangannya. Saat ia mendongak, tenggorokannya tercekat. Benda itu adalah rambut dan Taeyeon dapat melihat wajahnya dengan jelas. Hancur.

” ARGH!!!” dengan cepat Taeyeon membuang kepala itu kelantai dan menatapnya dengan jijik. Keringat dingin sudah bercucuran dan nafasnyapun tersengal. Taeyeon melihat kesekeliling. Kemana teman-temannya? Kenapa ia disini? Gedung ini, dimana? Kenapa bisa dia disini?

Taeyeon mengumpulkan segenap keberaniannya. Lalu melangkah memasuki gedung itu lebih dalam lagi. Mungkin saja ia bisa menemukan sesuatu didalam sana.

Tepat! Bau anyir darah memenuhi rongga penciumannya. Amis. Dan Taeyeon langsung sesak napas saat itu juga. Bau darah itu benar-benar menyengat dan mengganggu saraf penciumannya. Akibatnya ia susah bernapas sekarang.

Memasuki lebih dalam lagi, Taeyeon menemukan banyak mayat berceceran. Namun entah kenapa, kakinya tetap melangkah maju dan tak ada rasa takut. Keringat dingin mulai bercucuran dan bau anyir darah semakin pekat. Semakin susah ia bernapas.

Tiba-tiba sesuatu mencengkram kakinya. Seorang mayat yang berlumuran darah dan berwajah hancurlah yang mencengkram kakinya. Taeyeon langsung mencoba membuang itu dengan cara menendangnya. Mayat itupun melepas kakinya. Serentak, mayat-mayat itu langsung bangun tepat setelah Taeyeon menendangnya.

Mayat-mayat itu mulai mendekatinya dengan perlahan dan dengan tatapan yang menyeramkan. Taeyeon mulai ketakutan. Ia berusaha untuk lari, namun tak bisa. Ia malah diam tanpa merubah posisi. Mayat-mayat hidup itu mulai mencengkram kakinya. Juga mulai menggerayangi kaki Taeyeon.

” ARGGGHHHH!!!! Lepas! Lepaskan aku! ARGGHH!! Pergi dariku!! Menjijikan!!” Taeyeon meronta-ronta minta dilepaskan membuat yang lain memandangnya penuh minat. Leeteuk sendiri langsung mengusap bahu Taeyeon yang sepertinya sedang berhalusinasi.

” Kau kenapa, Tae?” tanya Yuri.

” Lho? Kenapa aku disini?” Taeyeon tak menggubris pertanyaan Yuri.

” Kau daritadi disini, Tae.” jelas Tiffany.

” Tiba-tiba saja noona bengong dan berteriak.” lanjut Taemin.

” Oh. Tapi sepertinya tadi aku ada di sebuah gedung. Tapi aku nggak tahu gedung apa.” ujar Taeyeon. Sooyoung memandangnya.

” Kau lihat apa, Tae?” Sooyoung mendekati Taeyeon.

” Entahlah, Soo. Ini aneh. Gedung itu dipenuhi oleh mayat-mayat hidup.” Taeyeon menjelaskan apa yang dilihatnya pada Sooyoung. Sooyoung mengernyitkan dahinya.

” Apalagi yang kau lihat, Tae?” tanya Sooyoung. Yang lain diam mendengarkan.

” Euhm, mayat-mayat hidup itu mengejarku.” jawab Taeyeon lirih. Sooyoung memeluknya. ” Aku takut, Soo. Aku tak mau apa yang dialami Amber akan aku alami juga.”

” Tidak, Tae. Kau tidak akan kenapa-napa.” Sooyoung menenangkan sahabatnya itu dengan mengelus pelan rambutnya. Taeyeon terdiam sejenak. Ia melihat lurus dan menatap kosong. Entah apa yang ia pikirkan.

Seorang gadis berwajah hancur dengan mata menggantung muncul tiba-tiba dan menyeringai seram. Membuat Taeyeon melepaskan pelukannya dari Sooyoung. Ia menatap kesekeliling. Tak ada siapa-siapa disana.

” Tae?” panggil Sooyoung.

” Ah, ne?” Taeyeon tersadar.

” Kau ini kenapa? Aneh sekali.” tanya Yuri dan Tiffany bersamaan.

Taeyeon menggeleng. ” Aku tak papa. Hanya merasa lelah.” kata Taeyeon menyembunyikan ketakutannya. Cukup dia saja yang tahu kalau ia melihat makhluk tadi. Ia tak ingin membuat yang lain khawatir. Apalagi Sooyoung. Ia tahu Sooyoung sudah cukup lelah untuk memikirkan hal seperti ini.

” Kau ingin kuantar pulang chagi?” tawar Leeteuk. Taeyeon menggeleng lemah. Ia takut. Tak ingin pulang sekarang. Ia ingin berada dekat Sooyoung. ” Katanya kau lelah. Istirahat saja dirumah.”

” Tidak, oppa. Aku ingin disini saja.” tolak Taeyeon. Leeteuk terpaksa mengangguk.

Minho terlihat mendekat kearah Sooyoung. Lalu membisikan sesuatu. ” Tae telah melihatnya, Soo. Baru saja ia muncul. Makanya Taeyeon melepas pelukannya darimu.” Sooyoung membelalakan mata tak percaya. Hantu itu bahkan juga mendatangi Taeyeon?

***

Hari yang sungguh melelahkan bagi siapapun yang bekerja keras dan mendapat hal aneh. Termasuk Taeyeon yang terlihat sangat kelelahan. Ketika sampai rumah, ia merasa kesepian menyerbu. Meskipun ia tinggal berdua dengan Bibi Jung, ia tetap merasa kesepian.

Taeyeon masuk kekamarnya yang penuh dengan pernak-pernik kucing. Ia merebahkan tubuhnya dikasur dan memejamkan matanya sejenak. Hari yang dilaluinya sudah sangat melelahkan. Benar-benar diluar nalar. Mayat hidup, gadis berwajah hancur, itu cukup membuatnya menderita.

TOK! TOK! TOK!

Taeyeon menatap pintu kamarnya ngeri. Siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini?

” Nona Taeyeon, susunya.” suara Bibi Jung melegakan tenggorokannya yang sempat tercekat karena takut. Kejadian hari ini sudah cukup membuatnya gila. Dan ia baru ingat kalau ia memesan susu coklat hangat pada bibi Jung sebelum masuk kekamarnya tadi.

Taeyeon membuka pintu kamarnya dan mempersilakan Bibi Jung masuk dan menaruh susu coklatnya dimeja putihnya. Taeyeon hanya menatapnya dengan tatapan kosong.

” Silakan, Non. Bibi kembali kedapur dulu.” kata Bibi Jung pamit. Taeyeon mengangguk.

” Gomawo, Bibi Jung.” kata Taeyeon tulus.

” Ne, Nona. Cheonmaneyo.” balas Bibi Jung. Setelah itu menutup pintu kamar Taeyeon rapat-rapat. Taeyeon menghampiri meja riasnya dan meminum susu coklatnya yang masih panas. Perlahan, ia meminumnya.

” Hmm, sebaiknya aku mandi.” ujar Taeyeon. Lalu menyiapkan air panas untuknya. Tak lama, setelah air panasnya siap, Taeyeon segera menanggalkan seluruh pakaiannya dan masuk kedalam bath up. Air panas memang cocok untuk melepas lelah.

Taeyeon memejamkan matanya sejenak. Menikmati kenikmatan air panas. Seluruh rentetan kejadian hari ini benar-benar membuatnya lelah dan tak bisa berpikiran positif. Rasanya semua yang dilihatnya itu adalah hantu-hantu dan mayat-mayat hidup tadi.

Sesungguhnya ia tak meyakini adanya hantu. Tapi ia memang telah melihatnya sendiri. Hantu-hantu itu mengejarnya. Mungkin memang ilusi karena ia terlalu lelah. Tapi bisa juga hantu itu mendatanginya. Ia tidak tahu.

Krrk, krrk, krrk. Sebuah suara mengagetkan Taeyeon. Telinganya ngilu sekali mendengarnya. Suara kuku tajam yang sengaja mencakar-cakar dinding. Euhm? Taeyeon menyadari sesuatu. Kuku tajam? Suara itu? Krrk, Krrk, krrk. Sepertinya suara itu semakin mendekat. Taeyeon mencari-cari. Tak ada apapun didekatnya.

BLAM!!!

~~~

Oke, just up here!

What are you curious about the sequel?

Wait…

I’ll Be Back…

HAHAHAHA!!!

33 responses

  1. keren banget ceritanya…… gila.. bener-bener keren..
    amazing… di lanjutin lagi dong ceritanya..
    penasaran nih..
    mian br RCL skrg krna ak tdk mengikuti perkembangan ini dan br menemukan fanfic ini…
    di tunggu next partnya eon🙂
    (nb: next partnya jangan lama-lama ya eon :))

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s