I’ll Do It for Them (PART I)

Author/Writer: Kim Tae Neo a.k.a Elno a.k.a elf4kimchi

Genre: Comedy, Friendship, Romance

Rating: Pokoknya semua umur bisa baca ini ff

Cast: Sunny SNSD, Sulli-Amber-Krystal f(x), all member of SNSD, all member of SuJu.

Length: Chaptered

Disclaimer: Ceritanya milik gue dan Tuhan yang udah buat ide untuk ini ff, tokohnya milik tokoh aslinya.

Akhirnya ff perdana gue jadi juga hahahaha. Mianhae ya belum bisa post True Friendship from Jeju soalnya laptopku kena virus. Hehehe^^. Inget! Kalo komen panggil gue oppa atau hyung, gue ini cowok (YA TUHAN!) jangan panggil gue eonnie dong! Thanks

SIDERS MENJAUHLAH!

Jangan plagiat ini ff. Jelek-jelek gini

bikinnya susah!

Ok! Happy Reading…

 

“Sudah cukup! Ibu tidak mau dengar lagi alasan-alasanmu, Sunny! Kau sudah menjadi pembuat masalah besar di sekolah ini.” suara kepala sekolah Woo Ji memecahkan keheningan di pagi hari.

“Tapi, Bu, Saya berani sumpah saya tidak melakukannya.” Sunny membalas

“Ibu kan sudah bilang cukup! Kau sudah terbukti salah masih saja mengelak. Kau memang murid terpintar disini, Sunny, tapi kelakuanmu itu tidak mencerminkan kalau kau sama sekali tidak pintar. Apa gunanya pintar tapi mentalnya bobrok seperti kamu?!”

“Tapi, Bu, saya yakin…”

“Sudah cukup. Sekarang kamu pulang! Beritahu Ibu kamu supaya segera menghadap Ibu!”

Sunny merogoh tasnya kemudian berjalan keluar Sampai di lorong sekolah, dia berpapasan dengan Sulli, Krystal, dan Amber. musuh-musuhnya.

“Annyeong, eonnie-ku yang manis, siap-siap dikeluarkan dari sekolah ya. Hihihihi.” tawa Sulli yang disusul oleh Amber dan Krystal.

“Kalian kan yang membuatnya? Kalian yang menjebakku.” tutur Sunny emosi.

“Kau memang pintar, Sunny. Tapi apakah kau mempunyai bukti bahwa kami yang melakukannya?” kata Amber.

Sunny hanya terdiam.

“Nah, kalau begitu, to mannayo (selamat tinggal)!” sapa Sulli.

Sunny pun berjalan keluar lorong dan menyusuri pagar sekolah seraya bercucuran air mata. Dia tidak sangka akan seperti ini. Dia berjalan dengan pikiran melayang-layang di kepalanya, Bagaimana kalau dia tenyata dikeluarkan dari sekolah?

“OMMA!” teriak Sunny di depan pintu rumah.

“Ya ampun, Sunny, kenapa lagi?” tanya Omma prihatin sembari keluar menemui Sunny.

“Sunny diperlakukan tidak adil, Omma, hikshikshiks. Sunny dituduh mencuri uang songsaengnim Soo Hye. Padahal Krystal, Amber, dan Sulli yang sebenarnya melakukan itu. Mereka menjebak Sunny tanpa alasan.” tangis Sunny.

“APA! Mereka lagi. Ini tidak bisa dibiarkan! Biar Ibu beri pelajaran mereka!”

“Andwae (jangan), Omma! Omma nanti yang akan malu sendiri. Sunny tidak punya bukti kalau mereka yang melakukannya. Sekarang Sunny disuruh pulang untuk memberitahu Omma karena Omma dipanggil oleh kepala sekolah Woo Ji.”

“Ya ampun, Sunny! Ini masih semester baru dan kamu sudah kelas tiga sekarang. Kamu malah diperlakukan tidak adil. Makanya jangan suka berbuat masalah. Kalo kamu dijebak kan tidak ada orang yang percaya kepada kamu karena kamu sudah sering buat masalah”

“Yang Sunny takutkan jangan sampai Sunny dikeluarkan dari sekolah.”

“Tenang, ya, nak. Ibu ganti baju dulu. Tunggu ya!”

“Ne, Omma.”

Sunny menunggu dengan pikiran di dalam kepalanya.

“Nah, Ayo!”

Mereka berjalan berdua dengan perasaan setengah takut, kesal, dan pastinya marah. Dan akhirnya sampai juga di depan sekolah. Mereka masuk dan Sunny menuntun ibunya ke ruangan kepala sekolah.

“Ah, Ibu selamat datang, silakan duduk!” sapa Woo Ji

“Gamsahamnida! Kenapa saya dipanggil ya?” tanya ibu Sunny pura-pura tidak tahu.

“Jadi Sunny belum menceritakannya? Baik, saya mengerti. Anak ibu telah terbukti mencuri uang songsaenimnya, Soo Hye.”

“B-b-b-buktinya?” Gagap Ibu.

Kepala Sekolah mengangkat dompet kulit dari laci mejanya seraya berkata, “Ini” kemudian mengangkat gagang telepon dan berbicara, “Soo Hye, cepat kesini!” Dia menutup teleponnya dan kemudian berkata kepada ibu Sunny.

“Saya sudah panggilkan guru korban. Um, untuk Ibu ketahui Sunny sudah membuat masalah…”

“15 kali, ya saya tahu!” potong ibu Sunny karena dia sudah tahu anaknya suka bikin masalah.

“Ya, Ibu memanggil saya?” tanya yeoja kurus berkacamata sambil membuka pintu masuk.

“Nah, Woo Ji, silakan masuk!” undang ibu kepala sekolah.

“Tolong jelaskan kepada Ibu ini kalau anaknya sudah sembarangan mencuri dompet ibu!”

“Baik, kepala sekolah. Ehm… anak Ibu, Sunny, terbukti mencuri dompet saya. Saya menemukan dompet saya di dalam tasnya.”

“Dan bagaimana Ibu tahu kalau dompet itu ada di tasnya Sunny?” ibu Sunny menyela dengan tegas.

“Amber, Sulli, dan Krystal yang bilang bahwa mereka melihat Sunny mencuri dompet saya.”

Kata-kata itu membuat Sunny dan ibunya menarik napas saking emosinya. Ibu dan anak yang kompak.

“Dan Ibu langsung percaya saja kalau Sunny yang mencurinya.” tanya ibu Sunny sudah naik pitam.

“Ne! Saya memercayai mereka. Dan lagipula anak Ibu sudah membuat masalah sebanyak 15 kali, jadi kenapa saya harus tidak boleh percaya?”

“TAPI…”

“Sssst.. sudah cukup! Woo Ji sekarang tolong keluar! Dan Ibu tolong jaga emosi. Ini sekolah, bukan pasar loak.” bentak kepala sekolah.

“Ne! Sillehamnida (permisi).” kata Woo Ji

Woo Ji keluar seraya menutup pintu ruang kepala sekolah kembali.

“Bu, tolong berikan Sunny kesempatan lagi! Ibu kan tahu dia anak yang pintar disini.”

“Maaf, Bu, tapi Sunny kali ini sudah sangat kelewatan. Saya tidak akan mentolerir perbuatan Sunny yang seperti itu. Dia memang haksaeng yang pintar di sekolah ini, tapi apakah kepintarannya dalam pelajaran sama dengan kepintarannya dalam berperilaku? Dia bisa merusak nama baik sekolah ini. Apalagi perbuatannya sudah 15 kali.”

“Sunny…” Ibu kepala sekolah menarik napas dalam-dalam sebelum berkata, “kau dikeluarkan dari sekolah ini. Nah, Ibu, sekarang bisa keluar.”

“Uhuk…uhuk.” Dengan menangis Sunny berlari meninggalkan ruangan disusul ibunya yang, sebelum keluar, melempar pandangan kesal sekaligus berkata kepada ibu kepala sekolah, “Ibu memang tak punya hati!”

Ibu kepala sekolah kaget dan heran mendengar ucapan ibu Sunny. Yang mengeherankan, dia tidak membalas jawaban itu ataupun melakukan suatu tindakan pembalasan, namun hanya duduk diam terpaku seperti rumah batunya Squidward.

“Sunny, Sunny, Sunny. Tunggu!” teriak ibu Sunny memekakan telinga dan lorong sekolah.

Di ujung lorong terdengar tawa kepuasaan dan kedengarannya licik. Amber, Sulli, dan Krystal tertawa terbahak-bahak.

“HEI, KALIAN! DASAR PEREMPUAN JAHANAM!” teriak Sunny seraya mendekati mereka bertiga.

“Hahaha memangnya kau bisa apa, Sunny?” tanya Krystal.

“AKU BISA INI!” teriak Sunny sambil mencakar wajah dan menarik rambut Krystal.

 “HEI! HEI! HEI!” Amber dan Sulli membentak bersama-sama. Mereka berusaha melepaskan Krystal dari cengkeraman maut Sunny.

“Jangan lancing ya!” Amber menarik kepalan tangannya, ingin menonjok Sunny

“STOP!” teriakan muncul dari ujung lorong yang satunya, yang langsung membuat Amber menarik tangannya kembali. Suara itu berasal dari ibu Sunny.

“Eh, apa kalian tidak puas juga? Sudah membuat hingga Sunny dikeluarkan, sekarang malah ingin memukulnya. Dasar perempuan setengah!” ibu Sunny melotot kepada Amber.

“Wah, apa maksud ibu? Kalau Sunny sudah dikeluarkan, terus ibu mau apa? Ibu kan tidak punya bukti bahwa kami yang melakukannya!” bentak Sulli.

“Sudah,Omma! Ayo kita pulang!” ajak Sunny dengan mata yang merah basah, penuh airmata.

“To mannayo.” sapa-atau mungkin, barangkali-ejek mereka bertiga

Sunny berjalan pulang bersama Ibunya dengan harapan yang telah tiada kalau dia bisa lulus lagi. Setiap jalan dilaluinya dengan susah payah. Seperti ada duri-duri di setiap tapakan kakinya. Hatinya sudah tidak kuat menghadapi semua ini.

Akhirnya mereka sampai di rumah Sunny. Namun, Sunny tidak sadar kalau dia sudah sampai. Stres akan kehilangan sekolah sudah membuatnya lupa bumi.

Semester baru memang cukup berat. Sekolah-sekolah di Seoul baru saja menutup pendaftaran untuk murid baru ataupun murid pindahan. Hmm… atau mungkin juga tidak.

“Hyun Hye!” sapa seorang yeoja tua seumuran dengan ibunya Sunny sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.

“Han Chan! Sedang apa kamu disini?” tanya ibu Sunny terkejut.

“Aku sengaja ingin bertemu denganmu. Ada hal-hal yang mau aku bicarakan. Hehehe!”

“Wah kalau begitu ayo masuk!”

“Sunny, kenapa kau terlihat sedih seperti itu?” tanya Han Chan.

“eh tidak, Ajuma eh…” gagap Sunny.

“Sebaiknya kita bercerita di dalam saja.” sela ibu Sunny.

“Nah, kenapa kau murung seperti itu?” Han Chan mengulangi pertanyaannya.

“Sunny dikeluarkan… dari… sekolah, Ajuma.” Ucap Sunny terbata-bata

“Ya ampun! Kenapa bisa seperti itu?”

“Sunny dituduh mencuri dompet songsaenimnya Sunny. Padahal Sunny tidak pernah melakukannya.”

“Oh iya! Kenapa tidak terpikirkan yah! Jadi sekarang kamu mencari sekolah baru ya? Ah, tante tahu dimana sekolah itu. Semua sekolah di Seoul sudah ditutup pendaftarannya. Tapi tante yakin kalau sekolah itu masih membuka pendaftaran siswa baru.”

“Hahh! Nama sekolahnya apa tante?” tanya Sunny hampir gembira.

“SMP Doonjoong!”

“MWO? Itu kan SMP yang terkacau di seluruh Seoul. Anak-anaknya terkenal nakal banget.” Sunny kaget

“Sudahlah! Mereka kan 11-12 sama kamu. Terima saja, Sunny. Untung ada Han Chan ajuma. Kalau tidak sudah bantu ibu cuci baju setiap hari dirumah.” ledek Ibu

Anehnya percakapan mereka tersebut membuat mereka lupa akan masalah Sunny yang mungkin sudah melayang jauh, terbang ke angkasa raya.

“Kebetulan, tante kenal kepala sekolahnya. Nanti tante telepon deh. Pasti dia mau terima kamu. Apalagi kan kamu pintar bin jahil.”

“Ih ajuma bisa saja!”

“Sudah. Sekarang kamu masuk kamar! Ganti pakaian kamu tuh. Udah bau.” tutur ibu Sunny.

***

Kriiing, kriing. Telepon rumah Sunny bordering.

“”Sunny, angkat teleponnya!” perintah ibu Sunny

“Ne, Omma! Yeoboseyo? Dengan siapa ini?”

“Sunny, ini tante Han Chan. Kamu diterima di SMP Doojoong loh!”

“MWO? Benar nih, Ajuma? WHHHAA! Gamsahamnida, Ajuma!”

“Chonmaneyo! Jangan lupa besok datang ke SMP-nya. Jam 7 pagi sudah harus ada.”

“Ne, ne, ne! To mannayo, Ajuma.”

“Ok. To mannayo!”

Tlik. Telepon pun ditutup. Sunny langsung menari balet. Saking senangnya sampai-sampai… BRUKK…

“Aigo!” Sunny berteriak

“Kenapa, Sunny?” ibu Sunny membalas teriakan Sunny

“Tidak, Omma. Kakiku terbentur kaki meja.”

“Makanya kalau jalan lihat-lihat!”

***

Mereka berdua menyusuri lorong sekolah Doonjoong. Mereka melihat anak-anak saling melempar kertas, berteriak-teriak, namja yang menggoda yeoja, dan lain sebagainya.

“Sekolahnya berbeda sekali dengan sekolahku yang dulu, Ajuma.” ucap Sunny kepada Han Chan

“A kureyo! Nah, ini dia ruangannya.” Han Chan menanggapi argumen Sunny seraya menunjuk dan mengetuk sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan.

“Masuk!” kata seorang dengan suara yang rendah dari dalam ruangan, ternyata dia seorang namja. Mungkin songsaenim laki-laki.

“Annyeonghaseo, Min Woo! Ini, saya bawa anak teman saya.”

“Oh, ini si Sunny yah. Ne, mari langsung saja saya antarkan ke kelas anda.” Katanya seraya mengangkat payung dari dalam laci yang membuat Sunny heran dan takjub.

“Mengantar saja pake payung. Aneh!” batinnya.

“Nah, tante pergi dulu, ya. Selamat menikmati sekolahmu yang baru.” sapa Han Chan

“Ne, Ajuma! Gamsahamnida!”

Sunny dan kepala sekolah Min Woo berjalan. Sunny masih penasaran dengan payung yang ada di tangan kepala sekolahnya.

“Nah, kita sampai tunggu dulu ya. Eh jangan jauh-jauh” tutur Min Woo seraya membuka payung.

Pintu kelas digeser dan… BYURRRR… BAM…

Air dari fentilasi turun seperti air terjun bersamaan dengan bunyi debam keras ember yang jatuh di lantai. Sunny kaget setengah mati.

“Yah! Dia ga kena.” teriak murid dalam kelas itu penuh gembira namun dengan ekspresi kecewa.

“Tingkah kalian memang sudah keterlaluan! Mana guru kalian?” tanya kepala sekolah

“Aduh, Pak, kok lupa sih. Gurunya kan kena stroke!” raung para murid

“Oh iya ya!”

“Mampus deh aku. Berhadapan sama anak-anak yang super jahil seperti ini!” batin Sunny sedikit takut.

*TBC*

Wah, gimana nih?! Sunny terjebak sama anak-anak super onar di SMP Doongjoong. Bagaimana cerita selanjutnya? Tunggu aja yah >_^! Jangan lupa komen yang berkualitas ya!

17 responses

  1. . Mudah2an skolah.x sunny yg dulu bkalan nyesel , cz udh ngluarin sunny dri skull . Ayo sunny smangat !😀
    . DItunggu lnjutan.nya yahh ,

  2. Oppa,ffx bagus.
    Gmna nasib sunny selanjutx?
    Qt tunggu kelanjutan kisahx.
    Kalo bisa di sekolah barux ad unsur romancex gt sunny ketemu ma cinta pertamax?#sungmin maksudx.
    He……

    • Waduehh mianhae ya saeng.. tpi aku plg males bkn FF yg romance
      cuz aku ga suka adegan2 gomba gitu (ihhhh malass)
      Mianhae yahh hahahhaa😄
      Emg sih pernah kepikiran Sunny nemu cinta pertamanya cmn bukan Sungmin ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s