(Twooshoot)Goodbye Days Part 1

Author: Kim Hyo Rim (Eugenia Sylvi Indira)

Tittle: Goodbye Days

Poster Goes To : Ahn Jun Kyong @nadya_cyrus

Genre: Romance, Sad, Family, Tragedy

Rating: PG13/PG15

Length: Twoshoot

Main Cast:

-Euiko Inihara/Park Hara (YOU)

-Choi Minho as Choi uisa/Choi Minho

-Park Jiyeon as Park Jiyeon

Other Cast:

-Leeteuk as Park Jung Soo (Tuan Park)

-Lee Donghae as Supir pribadi keluarga Park

-Pelayan Lee *anggap saja bapaknya Lee Donghae*

-etc

NB: Anyeong chingu, aku Hyorimindi datang ini ff Twoshoot pertamaku. Dan semua isinya benar-benar fiksi tentang penyakit dan gejala-gejalanya asli karangan aku BUKAN FAKTA. Jika ceritanya gak sesuai harapan kalian tolong dimaklumi ya. Dan ff ini aku bikin disaat aku lagi sakit sariawan, demam, pusing, radang tenggorokan, sebenarnya sekarang masih sakit tapi udah terlalu kangen sama dunia ff jadinya begini deh. Daripada aku banyak ngomong mendingan baca ja deh ff aku. Happy Reading.>!!

Don’t be a plagiator and Don’t be a silent readers

EuikoPOV

Aku berlari sekencang-kencangnya menghindar dari kejaran orang-orang bertubuh kekar itu..

“Tuhan, tolong datangkan malaikat pelindung untuk membantuku”..

*DDUUUKK* Aku terjatuh karena kakiku tersandung batu besar, tiba-tiba saja pandanganku mulai tak jelas, aku tak dapat melihat apa-apa lagi..

*_*_*_*

“Permisi nona nona tolonglah bangun, kenakan sabuk pengaman anda”

Aku mendengar suara seseorang yang sepertinya menegurku, tiba-tiba mataku terbuka dan..

“Hah? Aku dimana?”

“Ehm anda sedang ada di pesawat, sebentar lagi pesawat ini akan lepas landas, tolong kenakan sabuk pengaman anda”

“Apa? Pesawat? Lepas landas?”

“Ia memangnya ada apa?”

“Ini penerbangan menuju mana?”

“Menuju Seoul, South Korean”

“Apa jadi anak buah eomma membawaku kesini, aku ingin dikirim ke Seoul. Hah sial pasti aku akan dikirimkan ke bajingan itu” kesalku dalam hati.

“Tolong hentikan pesawatnya, aku mau turun SEKARANG” ucapku menekan kata sekarang.

“Maaf nona, pesawat sudah mau lepas landas. Tidak boleh seorangpun keluar dari pesawat ini” ucap pramugari pesawat ini ramah.

“Hah sudahlah tinggalkan aku”

“Tapi..”

“Ya aku tau aku tidak boleh keluar, cepat pergi”

“Ya saya pergi dulu nona” ucap pramugari itu sedikit gugup.

*_*_*_*

Udara di Seoul sangat menyesakkan *author ditabokin warga Seoul*, tentu saja menyesakkan.

Seorang bajingan beserta anak manja kesayangannya tinggal disini heuh.. Kutiup poniku yang sedikit berantahkan ini..

Oya kalian belum tahu siapa aku kan, aku Euiko Inihara aku lahir di Tokyo dan aku dibesarkan di Seoul. Jika eommaku tidak menikah dengan ayah kandungku, sangat menjijikkan menganggapnya ayahku. Semuanya tidak akan terjadi padaku.

Appa bertemu dengan eomma saat ia berkuliah di Tokyo, mulai dari situ tumbuh rasa-rasa cinta mungkin dari hati eomma dan appaku. Appaku berdarah korea sedangkan eommaku berdarah Jepang dan untungnya aku lahir di Jepang dan aku lahir dengan nama Jepang.

Namun disaat aku berumur 4 tahun, appa diberi tugas untuk bekerja di Seoul dan tentu saja aku dan eommaku ikut appaku ke Seoul.

Mulai dari situ aku mengerti tentang Korea dan aku dapat berbahasa korea dengan lancar dan di saat itulah lahir seorang anak perempuan yang sangat manja, ya dia adikku.

Dia lahir di Korea jadi ia diberi nama Park Jiyeon.

Gadis yang menjijikkan dia adalah musuh bebuyutanku. Mungkin karena ia lahir di Korea seperti appa maka sikapnya sangat buruk seperti appa.

Beberapa tahun kemudian tepat di umurku 12 tahun, ayah ketahuan berselingkuh dengan mantan pacarnya dan gara-gara itu keluargaku hancur.

Appa dan eomma bercerai dan eomma membawaku kembali ke Tokyo. Kenapa Jiyeon tidak dibawa eomma karena Jiyeon memilih untuk bersama appa kebanding eomma, dia benar-benar gadis yang bodoh.

Dan sekarang aku TERPAKSA kembali ke Seoul karena perusahaan eomma bangkrut dan eomma sudah tidak mampu membiayaiku, makanya aku di kirim paksa ke bajingan itu.

Kata eomma ini semua demi kebaikanku. Menurutku eomma salah karena aku lebih suka hidup sengsara bersama eomma, dari pada hidup bahagia bersama bajingan seperti appa, apalagi harus menghadapi sikap Jiyeon yang selalu tak mau kalah.

“Euiko agashi” ucap seseorang memanggilku.

“Ne aku Euiko, kau siapa?”

“Aku Lee Donghae supir pribadi keluarga Park, apa agashi Euiko Inihara?”

“Ne aku Euiko Inihara”

“Hah berarti agashi benar anak sulung dari tuan Park Jung Soo”

“Ne sudahlah sekarang bilang kalau aku akan menginap di hotel, karena aku tak ingin tinggal satu rumah dengannya”

“MWO? Bukannya agashi tidak membawa apa-apa sekarang, karena semua barang-barang agashi sudah di kirim ke rumah pak Park oleh eomma agashi sendiri?”

“PABBO aku baru ingat bahwa aku tak bawa apa-apa selain tiket dan passport yang ada di kantung celanaku dan beberapa lembar uang yen” kesalku sambil memukul jidatku.

“Agashi lebih baik sekarang agashi pergi ke rumah, saya gak mau dipecat sama tuan Park, ya ya katanya agashi susah diatur. Tolong agashi saya gak mau dipecat jadi agashi ke rumah ya!”

“MWO? SUSAH DIATUR?”

“Ne katanya tuan Park begitu agashi”

“Hah, aku akan ke rumah tapi kau ingat aku ingin ke rumah karena aku kasihan denganmu bukan karena tuan Park sialan itu”

“Ne agashi kau memang baik. Cheongmal gomawo agashi..!! Agashi benar-benar berbeda dengan Jiyeon, kalau Jiyeon agashi susah di ajak kompromi sama saya. Hah agashi memang gadis paling baik yang saya kenal”

“Hehe ne gomawo..”

Lalu aku dan supir pribadi yang bernama Lee Donghae itu segera menuju ke rumah yang dulu aku tinggalkan.

*_*_*_*

JiyeonPOV

Hari ini eonnieku akan datang, apakah dia tetap cantik seperti dulu?

Aku sangat membencinya karena banyak yang bilang dia lebih cantik dariku, dia lebih cerdas dariku pokoknya dia selalu berada di atasku.

Aku benci jika selalu kalah seperti itu, semenjak eonnie pindah ke Tokyo, tidak ada lagi yang bisa mengalahkanku di keluarga ini.

“Jiyeon agashi, Euiko agashi telah tiba”

“Oh ne, aku akan segera menyambutnya”

“Bagaimana ya keadaan dia sekarang?”gunamku dalam hati

EuikoPOV

Aku melangkah masuk ke rumah yang dulu sempat aku tinggali, suasananya benar-benar berubah tidak seperti dulu, yang jelas aku lebih menyukai keadaan rumah ini 17 tahun yang lalu disaat pertama kali aku pindah kesini..

“Eonniee” ucap seseorang memanggilku.

Kutatap wajah yeoja muda itu, sepertinya itu Jiyeon. Lihat saja sudah kelihatan dari gayanya..

“Eonniee, apa kau tidak ingat denganku?”

“…” aku tak menjawab pertanyaannya.

“Hyaa eonniee ini aku Jiyeon, sekarang aku berumur 17 tahun, apakah aku lebih cantik daripada disaat terakhir kita bertemu saat umurku 8 tahun dulu”

“Menjijikkan” gunamku.

“Eonnie, kau tampak lebih tinggi dariku dan kau..” ucapnya sambil menatap wajahku.

“Kenapa ia lebih cantik dariku?” ucapnya pelan namun sangat jelas di telingaku.

“Sudahlah aku lelah dan sangat malas untuk berbasa-basi denganmu, aku ingin ke kamarku. Apa kau tahu kamarku dimana?”

“Pelayan Lee cepat antarkan eonnieku ke kamarnya dan bilang ke bawahanmu untuk menyiapkan spa untukku. Cepat aku tak ingin menunggu”

“Ne agashi”

Lalu pelayan Lee mengantarkanku ke kamarnya, dan sekarang aku sedang menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamarku berada.

“Tunggu sebentar” ucapku pada tuan Lee, lalu aku menatap ke bawah.

Jiyeon ia menendang-nendang sofa lalu ia mengacak-ngacak rambutnya.

Hah sikapnya tak pernah berubah hihi tapi ini menjadi tontonan yang sangat menghibur kekeke

Lalu aku melanjutkan langkahku menuju kamarku.

JiyeonPOV

Benar-benar menjengkelkan keberadaan eonnieku disini, hah apa aku harus minta OPLAS ke appa agar aku terlihat lebih cantik lagi.

Hah lebih baik aku menceritakan semuanya ke Minho oppa.

*_*_*_*

Aku berjalan menuju rumah sakit tempat Minho oppa bekerja.

Minho oppa adalah seorang dokter umum di rumah sakit Hyewa di Seoul, aku mengenal Minho oppa karena ia pernah menolongku dari usaha bunuh diriku 2 tahun silam.

Alasan aku ingin bunuh diri karena Jollie anjing yang selalu menemaniku dariku kecil mati tertabrak mobil.

Entahlah setan apa yang bisa membuatku melakukan hal bodoh itu, untung saja ada Minho oppa yang menjadi malaikat penyelamatku.

Aku telah sampai di suatu ruangan, yang diatas pintunya terdapat tulisan “Dr.Umum Choi Minho”..

Aku langsung saja menerobos masuk karena aku tahu sekarang belum jam prakteknya..

“Oppa” rengekku padanya.

“Wae Jiyeon-ah kenapa wajahmu sangat murung” ucapnya sambil mencubit hidungku.

“Hah oppa, apa wajahku jelek? Apakah aku butuh Operasi Plastik?”

“Mwo? Kau mau oplas? Aku sarankan kau jangan melakukan oplas, umurmu itu masih sangat muda. Kau masih duduk di kelas 3 SMA tidak baik untuk melakukan oplas. Lagian kau itu sangat cantik kok pasti banyak namja yang menyukaimu”

“Cheongmal? Apa oppa menyukaiku?”

“Mwo? Tentu saja aku menyukaimu, tapi aku menyukaimu sebagai sahabat bukan lebih. Kau ingat itu..”

“Hah oppa.. Aku sangat kesal eonnieku datang dari Jepang”

“Mwo? Kenapa kau kesal harusnya kau senang..”

“Karena dia…” ucapku terpotong karena aku kurang yakin dengan ucapanku. Apakah mungkin aku akan bilang bahwa eonnieku lebih cantik dariku? Bisa-bisa Minho oppa menyukai eonniieku..

“Karena dia sangat membenciku” ucapku dan itu kebenaran kan kalau eonnieku memang membenciku.

“Berarti ada yang salah denganmu, lebih baik kau bicara baik-baik denganya, agar tidak ada kebencian lagi diantara kalian. Sudahlah aku sudah mau praktek.. Anyeong..”

“Ne Anyeong oppa.. Jangan bosan mendengar curhatanku ya!” ucapku sambil pergi meninggalkannya.

Minho oppa bilang aku tidak perlu oplas karena aku sudah cantik, jadi aku menurut saja dengan Minho oppa. Karena aku ingin menjadi bagian dari hati oppa hihi.

*_*_*_*

EuikoPOV

Hah setelah aku selesai mandi, aku segera merebahkan tubuhku di kasurku. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit, ini sudah sering terjadi padaku, namun rasanya hari ini kepalaku terasa lebih sakit. Aku mencoba untuk keluar kamarku mengambil air putih karena biasanya setelah aku minum air putih rasa sakit itu hilang. Namun pandanganku sangat gelap, semuanya tak jelas aku tak dapat melihat dimana gagang pintu berada.

Dan tiba-tiba semuanya kembali seperti biasa kepalaku tidak sakit lagi, pandanganku membaik. Hah mungkin aku kelelahan, lebih baik aku tidur sekarang.

*_*_*_*

JungsooPOV

Drttt drtt drtt handphoneku bergetar pasti Jiyeon yang menghubungiku.

“Appa berikan alasan kenapa Euiko eonnie bisa kembali ke Seoul? Wajib dijawab SEKARANG”

“Ne anak appa paling cantik, alasannya karena perusahaan eomma mu bangkrut jadi appa yang juga ayah dari eonniemu Euiko harus membiayai eonniemu. Sudahlah appa sedang sibuk, nanti appa hubungi lagi. Anyeong..”

*_*_*_*

EuikoPOV

Pagi-pagi sekali aku segera bangun, karena aku ada kuliah pagi hari ini. Aku kuliah mengambil kelas seni, karena aku sangat suka bernyanyi. Sudah seminggu aku kuliah disana dan sudah seminggu pula aku berada di rumah ini tanpa melihat wajah bajingan itu. Hah itu lebih baik mungkin ia sedang berpacaran dengan yeoja-yeoja lain.

Hanya saja yang aku benci setiap pagi jika aku ada kuliah pagi aku selalu berangkat bersama Jiyeon.

Di mobil ia selalu memutar lagu kesukaannya di Tape yang berada di mobil dengan volume yang sangat membuat kupingku pengang. Dasar yeoja menyebalkan.

Dan yang membuatku sangat stress adalah beberapa hari ini, penyakit sakit kepalaku ini selalu kambuh. Makin lama makin menyakitkan, apakan aku perlu ke dokter?

Akhirnya aku sampai di kampus, hari ini ada ujian. Mudah-mudahan aku lulus ujian dengan nilai yang memuaskan..

“Euiko ini saatnya kau tampil untuk pengambilan nilai” ucap seorang panitia pengembilan nilai.

Lalu aku berjalan menuju panggung dan aku melantunkan lagu Goodbye Days yang dinyanyikan oleh YUI dengan petikan gitarku untuk ujian ini.

……………………

Oh goodbye days ima kawaru ki gasuru kino made ni so long

Kakkoyokunail yasashi saga soba ni aru kara

Lalalalala with you

……..

Lalalala goodbye day

Setelah aku selesai bernyanyi banyak orang yang menyambutku dengan tepuk tangan, itu sangat memotivasiku..

“Euiko suaramu benar-benar membuat suasana di ruangan ini nyaman, cara kamu bernyanyi sangat baik. Kamu sangat menikmati dan menghayati lagu ini. Kamu lulus ujian dengan nilai 9..”

“Hah cheongmal Gomawo seosaengnim”

Karena supirku tak dapat menjemputku, aku harus pulang menggunakan bus lalu aku pun berjalan menuju halte bus. Saat aku berjalan menuju halte bus tiba-tiba hujan turun, pertamanya hanya gerimis namun lama kelamaan tetesan air hujan itu semakin deras. Aku pun berlari menuju halte bus.

Akhirnya aku tiba di halte bus, di halte bus sangat sepi hanya ada aku dan seorang namja tinggi, berambut hitam pendek yang menggunakan kemeja putih dan celana jeans. Namja itu tampan juga. Hah apa sih Euiko.

Telah berapa menit berlalu namun tak ada satupun bis yang lewat.

Tiba-tiba sakit kepala itu kambuh lagi, astaga jangan disaat seperti ini. Hah rasanya sangat sakit, tiba-tiba pandanganku gelap dan aku tak dapat melihat apa-apa.

Kakiku sangat lemas sehingga tak dapat menopang tubuhku, dan aku pun tak sadarkan diri.

*_*_*_*

Aku merasakan ada bau aneh hah bau obat seperti bau rumah sakit. Lalu secara perlahan mataku membuka lalu aku melihat namja yang ada di halte bus itu..

“Agashi?”

“…”

“Agashi gwaenchana?”

“Heuh gwaenchana..”

“Jika anda punya penyakit kanker otak harusnya anda, tidak berhujan-hujanan”

“Mwo? Kanker otak?”

“Ne, apakah anda tidak tahu bahwa anda terserang penyakit kanker otak”

“Mwo? Aku? Kanker otak itu tidak mungkin. Bagaimana bisa penyakit itu menyerangku”

“Itu bisa terserang kepada orang-orang yang banyak pikiran, kelelahan, dan jarang beristirahat *author mengarang bebas*”

“Mwo? Apa yang bisa terjadi kepada orang yang terserang penyakit itu?”

“Mengalami rasa sakit kepala yang berlebihan, pandangannya kurang baik, dan akan mudah jatuh pingsan. Jika penyakit itu terus dibiarkan akan menjalar ke seluruh tubuh anda, mungkin anda akan buta, tuli, bisu, yang jelas bagian-bagian tubuh anda tak dapat berfungsi dengan baik. Malahan mungkin benar-benar tak dapat berfungsi dan yang paling parah bisa menyebabkan kematian. Karena yang terkena kanker adalah pengendali tubuh anda otak *author ngarang bebas lagi* ”

“Apakah umurku tidak akan panjang?”

“Itu semua tergantung takdir tuhan yang ada di atas. Dan aku sebagai dokter hanya dapat mencegah dan menyembuhkan”

“Hah ternyata hidupku tidak terlalu panjang”

“Kenapa kau tak menangis? Kenapa kau hanya pasrah?”

“Mwo menangis? Tidak ada di kamus hidupku kata menangis. Pasrah tentu saja bukannya tadi kau bilang tuhan yang akan memberikan takdir kehidupan kita”

“Oya kau benar. Kau benar-benar yeoja yang hebat, tak kusangka ada yeoja sepertimu di dunia ini”

“Oya aku belum tau nama pasienku ini siapa?”

“Mwo pasien? Kau uisa disini?”

“Ne apakah kau tidak mengetahuinya? Oke namaku Choi Minho biasanya aku dipanggil Dr.Choi oleh pasien-pasienku dan ada juga pasienku yang memanggilku oppa.. Dan agashi yang tegar dan kuat ini namanya siapa?”

“Euiko, Euiko Inihara imnida”

“Kau bukan orang korea?”

“Anii aku blasteran Jepang dan Korea”

“Lalu apakah kau punya nama korea?”

“Anii”

“Keluargamu yang berdarah korea siapa appa atau eomma dan marganya apa?”

“Appaku marganya Park”

“Bagaimana kalau nama koreamu Hara, Park Hara. Park aku ambil dari marga ayahmu lalu HARA aku ambil dari nama belakangmu Inihara”

“Nama itu tidak terlalu buruk, jadi kau memanggilku dengan nama Park Hara bukan Euiko Inihara. Kau tidak pantas jika jadi dokterku, kau lebih pantas jika kau jadi sahabatku”

“Baiklah, mulai sekarang kau adalah sahabatku. Oya kau harus selalu periksa kesehatanmu kesini hari Sabtu jam 8 malam. Tunggu apakah kau masih seorang pelajar? Berapa umurmu?”

“Umurku 21 tahun, aku kuliah jurusan seni di Dankook University”

“Aku kira kau masih SMA, ternyata kau beda satu tahun denganku. Umurku 22 tahun.”

“Wah kau seorang uisa muda, aku pamit dulu, sudah malam aku harus kembali ke rumah Anyeong Choi uisa..”

“Ne Anyeong, oya ingat selalu jaga kesehatanmu dan selalu cek kesehatanmu kesini” ucapnya sambil melambaikan tangannya padaku.

Aku pun membalas lambaian dan memberikan senyuman padanya.

Uisa yang sangat baik, ramah sekali, aku senang akhirnya aku punya seorang sahabat di Seoul.

*_*_*_*

PelayanLeePOV

Astaga sudah malam seperti ini kenapa Euiko agashi belum pulang.

Kenapa tuan Park tidak khawatir sama sekali, biasanya saja jika Jiyeon agashi telat pulang satu jam ia meminta semua pelayan untuk mencarinya.

Sedangkan Euiko agashi sangat ia tak pedulikan, sekalipun tak pernah tuan Park menanyakan keadaan Euiko Agashi.

Aku menunggu Euiko Agashi di depan pintu rumah..

“Pelayan Lee kau tidak tidur?”

“Euiko agashi kau sangat mengejutkanku”

“Pelayan Lee sekarang sudah malam harusnya kau sudah tidur, kau kan harus bangun pagi-pagi untuk mengurus keuargaku”

“Hah agashi, kalau agashi belum pulang bagaimana saya bisa tidur saya kan juga harus menutup pintu”

“Ne mianhae karena telah merepotkanmu, aku ke kamar dulu ya..”

“Agashi kau tak makan”

“Aku sudah kenyang, aku ke kamar ya..”

“Ne agashi selamat beristirahat..”

EuikoPOV

Aku berjalan menuju ke kamarku, sesampainya di kamarku.

Ku lempar tas kecilku ke atas kasur. Lalu kurebahkan tubuhku huh heu kuhirup udara malam ini, sangat dingin.

Sedih tentu saja aku sedih saat tau bahwa aku mengidap penyakit kanker otak apalagi saat mendengar kata kematian, hidupku benar-benar pendek itu semua benar-benar tak kusangka.

Tapi aku harus tetap bersikap tegar jika aku lemah makin banyak orang yang akan menginjak-injakku.

Aku senang bisa bertemu dengan Choi uisa, namja yang ramah, murah senyum, dan selalu mengkhawatirkanku.

Sekarang eomma telah tak ada kabarnya, ia tak pernah menghubungiku, apa eomma tidak mengkhawatirkanku?

Sedangkan appa dan Jiyeon hah mereka tak sedikitpun mempedulikanku.

Mau aku mati pun mereka juga tak akan peduli palingan Jiyeon akan senang karena tak akan ada saingan lagi.

Tapi aku masih beruntung karena ada Choi uisa, dan pelayan-pelayan disini yang sangat mempedulikanku. Teman? Aku hanya punya satu teman di Seoul bukan teman namun sahabat, baru saja aku bersahabat dengannya, dia Choi uisa. Selain dia aku tak punya teman lagi, di kampus aku hanya mendiam diri tak mempedulikan orang lain.

Makanya aku terima-terima saja jika banyak orang yang tak mempedulikanku karena aku pun tak mempedulikan orang itu.

Hah sudahlah aku ingin istirahat untung saja beberapa hari kedepan aku libur kuliah. Jadi aku bisa istirahat sepuasnya.

*_*_*_*

MinhoPOV

Hari Sabtu pun tiba aku sangat tak sabar ingin bertemu dengan Hara.

Yeoja itu benar-benar menarik perhatianku, aku akui aku menyukainya saat pertama kali aku bertemu dengannya di halte bus.

Saat itu aku lihat ia basah kuyup, rambut panjangnya terurai berantahkan namun tak menghilangkan kecantikannya.

Namun ia ceroboh karena tanpa ia ketahui ia mengidap penyakit kanker otak, disaat aku mengetahui bahwa dia mengidap penyakit itu aku merasa sedih.

Sedih karena aku prihatin dengannya mungkin atau karena aku tak tega jika gadis yang kusukai harus mengidap penyakit yang sangat parah seperti itu.

“Oppa”

“Jiyeon? Kenapa kau kesini?”

“Tentu saja untuk mengunjungi oppa, Oppa kenapa kau melamun? Kau melamunkan siapa?”

“Aku? Aku tidak melamun, aku hanya memikirkan seorang pasienku yang mengidap penyakit sangat parah..”

“Siapa pasien itu? Yeoja atau namja? Hebat sekali dia bisa buat oppa memikirkannya..” ucap Jiyeon sedikit sinis..

“Hyaa kau kenapa? Kau kan bukan yeojachinguku, kau masih terlalu kecil untukku” ucapku sambil mengacak-ngacak rambutnya..

“Oppa jawab pertanyaanku!”

“Na pasien yang aku pikirkan itu bernama Park Hara, ia seorang yeoja”

“Apakah ia sangat cantik?”

“Menurutku ia sangat cantik tak kalah darimu..”

“Hah sudahlah jangan bahas yeoja itu, aku ingin curhat dengan oppa”

“Ne sudahlah cepat kau ceritakan semuanya..”

*_*_*_*

EuikoPOV

Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 . Hari ini aku ada janji untuk bertemu dengan Choi uisa sekalian memeriksa kesehatanku.

Sesampai di Hyewa Hospital aku segera melangkah menuju ruang kerja Choi uisa, saat aku ingin membuka pintu ruang kerja Choi uisa tiba-tiba kepalaku kembali sakit, aku tak mampu untuk membuka pintunya. Lalu aku mendudukkan tubuhku di bangku yang berada disamping pintu itu, aku benar-benar tak kuat aku hanya bisa terduduk sambil menundukkan kepalaku yang terasa sangat sakit ini.

Tiba-tiba kudengar pintu ruang kerja Choi uisa terbuka, dan aku mendengar suara seorang yeoja yang tak asing bagiku..

“Anyeong Minho oppa”

“Ne anyeong Jiyeon-ah”

Jiyeon apakah yang dimaksud Choi uisa adalah Jiyeon dongsaengku..

Tak lama kemudian kudengar langkah Jiyeon menjauh dan Choi uisa baru menyadari bahwa aku terduduk di bangku ini..

“Hara Hara gwaenchana” ucap Choi uisa sambil merangkulku ke dalam ruang kerjanya. Lalu ia merebahkan tubuhku di kasur tempat pemeriksaan.

Tak lama kemudian rasa sakit itu hilang. Aku pun mulai berbicara

“Choi uisa kau dibayar berapa oleh deongsaengku Jiyeon untuk menipuku dengan bilang bahwa aku mengidap penyakit kanker otak?”

“MWO? Jiyeon? Park Jiyeon adalah deongsaengmu? Yang kau katakan itu tidak benar, aku saja tak tau kalau ternyata kau adalah eonnie nya Jiyeon. Aku berani bersumpah Hara, aku tak pernah berbohong padamu”

“Hah tolong jaga semuanya dari keluargaku termasuk Jiyeon”

“Maksudmu?”

“Kau pura-pura tak mengenalku, anggap saja bahwa kita tidak pernah bertemu. Aku tak mau orang di rumahku tahu bahwa aku mengidap penyakit seperti ini. Jika kau memberitahunya itu akan sangat menyakitkanku”

“Mwo? Tapi..”

“Tolonglah aku..”

“Baiklah Hara..”

“Ingat kau hanya mengenalku dengan nama Park Hara bukan Euiko Inihara karena yang keluargaku tahu namaku hanya Euiko Inihara bukan Park Hara”

“Ne arasseo, sebaiknya sekarang kita mulai pemeriksaan..”

“Ne..”

Selesai pemeriksaan dan menerima sebuah hasil yang sangat mengejutkan membuatku ingin menangis namun aku tahan, ini tak seperti Euiko yang lama Euiko yang kuat dan tegar.

Aku sungguh tak kuat namun aku tak ingin menangis di depan Choi uisa maupun di depan orang banyak. Jadinya aku memutuskan untuk pergi dan pamit ke Choi uisa.

Setelah kututup pintu ruangan Choi uisa aku segera berlari menahan tangisku, aku terus berlari perlahan air mataku menetes, aku menghapusnya dengan kasar.

Angin malam ini meniup-niup rambutku yang terurai dan sedikit mendinginkan tubuhku. Aku tetap saja berlari dan akhirnya aku berhenti dan duduk di suatu tempat yang ku tak tahu letaknya yang jelas tempat ini sangat sepi.

Aku bisa menangis sepuasnya disini menuangkan semua isi hatiku rasa sakit, lelah, dan sedih yang menjadi satu..

hiks hiks hiks hiks

Aku ingin berhenti menangis namun tetap saja tak bisa..

Hiks hiks hiks..

Tangisanku semakin dalam ku tutup wajahku dengan kedua telapak tanganku..

“namida o sakujo suru..!!!”

aku mendengar seseorang mengatakan “Hapuslah air matamu” dengan menggunakan bahasa Jepang..

Siapa orang itu, dari suaranya dapat kuketahui bahwa dia seorang namja..

Segera kuhapus tetesan air mataku, karena aku tak ingin seorangpun melihatku menangis, namun orang itu menarik tanganku hingga aku berdiri lalu kutatap wajahnya..

“Kau..”

-TBC-

23 responses

  1. Hwa~ saengi pke Poster buatan ku….*SenyamsenyumgajedepanHeechuloppa*πŸ˜€πŸ˜„
    Saeng tambahin “Poster Gost To : AhnJunKyong” dong jebal..yak yak….*PasangPuppyeyesnyaTaemin*#Plak#*Indi:mankbisayach….*πŸ˜€

  2. Eh saeng ceritanya menarik
    cuman ada dikit kesalahannya nih
    South Korean sebenarnya ga usah pake “n” di belakang Korea-nya..
    Kecuali kalo mau menentukan jenis orang *emangnya hewan pake jenis”*
    Eh ganti,, kecuali mau menentukan kewarganegaraan seseorang baru pake “n”
    contoh Korean = Orang Korea.
    gituu ^^ hehehee mianhae klo udah cerewetπŸ˜€

  3. . Hoho .. Crita.x mnarik skaLiπŸ˜€ eh apa hara nti mati gra2 kanker otak ?,😦 ditunggu kLanjutannya yak ,πŸ˜‰

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s