Secret (Part 3)

Tittle           : Secret (Part 3)
Author        : YeonNia
Type           : Sequel
Rating         : PG-16
Length        : Chaptered
Theme Song    : T-ara Say Good Bye (You You You)
Main Cast   :
• Park Ji Yeon
• Yoo Seung Ho
Cast            :
• Park Shin Hye
• Jang Geun Suk
• Go Hye Sun
• Lee Min Ho
• Kim Bum
• Kim So Eun
• Go Ah Sung
• Kang So Ra
Genre : Romance, Family, Frieandship.
Happy Reading…♥♥♥
————————————–
Mereka semua pergi ke salon kecantikan, tidak terlalu lama Ji Yeon sudah berubah menjadi putri sang raja yang ada di negeri dongeng tapi bedanya ini kenyataan. Selesai berbelanja, pergi ke salon, dan yang terakhir langsung ke acaraulang tahun perusahaan. Di perjalan Ji Yeon hanya sibuk berterima kasih dengan Hye Sun, So Eun, dan Shin Hye.
Sesampainya…..
          Semua turun dari mobil, da memasuki ruang acara. Hye Sun, So Eun, dan Shin Hye menghampiri namjachingunya yang telah menunggu sedari tadi. Kemudian mereka sama-sama masuk ke dalam.
                Ji Yeon melihat di sekelilingnya, dia melihat Seung Ho, appa Seung Ho dan Halmeoni Seung Ho dan satu yeoja yang sudah tak asing lagi di matanya. Ji Yeon menghampiri yeoja itu. Di panggilnya yeoja itu dengan sebutan eomma, ternyata itu eommanya.
          “Eomma sedang apa eomma disini?” Tanya Ji Yeon.
          “Yeon~nna, sedang apa kau disini?” Tanya balik eomma Ji Yeon kaget.
          “Hmm… eomma aku yang bertanya lebih dulu kenapa eomma langsung berbalik tanya padaku, eomma harus menjawab pertanyaan ku dulu” seru Ji Yeon.
          “Ohhh eomma disini sedang memenuhi undangan dari teman, sedangkan kau?” Tanya eomma Ji Yeon.
          “Hehehe aku juga, temanku…” eommanya memotong kata-kata Ji Yeon.
          “Seung Ho?” Tanya eomma Ji Yeon memastikan.
          “Ne, eomma teman appa Seung Ho?” Tanya Ji Yeon.
          “Ye, sudahlah nikmati saja acara ini” kata eomma Ji Yeon menutup pembicaraan.
          Mereka semua berbalik, dan menikmati acaranya. Beberapa sambutan telah di berikan, kemudian beberapa hiburan juga ada, dan akhirnya sampai pada akhir acara. Semua undangan keluar meninggalkan ruang acara begitu pula dengan Ji Yeon dan eommanya.
          Dari belakang ada seorang namja yang mungkin seumuran dengan eomma Ji Yeon. Namja itu memanggil nama eomma Ji Yeon.
          “Kyu Rin~shi” panggil namja itu, sontak membuat Ji Yeon dan eommanya menoleh ke belakang.
          “Seuk Ho, wae?” Tanya eomma Ji Yeon.
          “Eomma siapa dia?” Tanya Ji Yeon.
          “Annyeong, jonen Yoo Seuk Ho imnida” jawab namja itu memperkenalkan diri.
          “Annyeong Park Ji Yeon imnida” Ji Yeon juga memperkenalkan dirinya. Namja itu tersenyum pada Ji Yeon.
          “Ahjussi, kau Seung Ho appa?” Tanya Ji Yeon.
          “Ne, Yeon~nna. Kau tahu aku dan eomma mu adalah sepasang…” kata-kata appa Seung Ho terpotong.
          “Yeon~nna, mian kalau selama ini eomma tidak bercerita padamu bahwa eomma dan Yoo ahjussi telah menjadi sepasang kekasih” lanjut eomma Ji Yeon.
          “Mwo?” kaget Ji Yeon.
          “Mianhae Yeon~nna, jika kau tidak setuju eomma berpacaran baiklah eomma akan memutuskan hubungan ini sekarang” gumam eomma Ji Yeon berubah paras wajah.
          “Hmm… aniya eomma, aku senang jika eomma senang, aku juga setuju eomma dengan Yoo ahjussi karena sepertinya Yoo ahjussi namja yang baik” kata Ji Yeon menghibur.
          “Jeongmal?” Tanya appa Seung Ho.
          “Jeongmal ahjussi” jawab Ji Yeon. Kata-katanya membuat eomma dan Yoo ahjussi menjadi ceria.
          “Baiklah kalau begitu, aku ingin untuk mendekatkan kau dengan eomma ku, aku minta kau dan Ji Yeon menginap di rumahku, bagaimana?” Tanya appa Seung Ho. Eomma Ji Yeon melirik kea rah Ji Yeon.
          “Ne ahjussi, aku juga ingin mendekatkan diri dengan haelmoni Seung Ho. Karena jika kau dengan eomma ku menikah, halmeoni Seung Ho juga akan menjadi haelmoniku bukan” seru Ji Yeon.
          “Baiklah” kata eomma Ji Yeon di sertai anggukan.
          “Siapa yang akan menikah?” Tanya seorang dari belakang. Semua menoleh.
          “Ohhh, Seung Ho. Kemarilah appa akan memberitahukan mu bahwa appa dan eomma Ji Yeon sudah berpacaran, dan mungkin waktu dekat ini kami akan menikah” jelas appa Seung Ho.
          “Mwo!” kaget Seung Ho kemudian melirik ke arah Ji Yeon.
          “Ye, Ji Yeon sudah setuju sekarang bagaimana pendapatmu, kau pasti setuju bukan?” Tanya appa Seung Ho.
          “Ne appa” jawab Seung Ho.
          “Nahhh semua sudah setuju, baiklah kita pulang saja” ajak appa Seung Ho.
Eomma dan appa Seung Ho pergi meninggalkan ruangan, sekarang hanya ada Seung Ho dan Ji Yeon di ruangan itu. Mereka saling menatap tetapi tidak saling berbicara. Seung Ho memulai pembicaraan.
“Waeyo?” Tanya Seung Ho.
“Apa maksudmu?” Tanya Ji Yeon tak mengerti.
“Mengatakan itu” gumam Seung Ho.
“Aku bingung harus menjawab apa, aku juga tidak ingin melihat eomma ku sedih, karena sebelum mengenal ayah mu tidak ada satu namja pun yang dekat dengannya” jawab Ji Yeon.
“Lalu sekarang kau mau bagaimana?” Tanya Seung Ho.
“Aniya, mungkin kita harus akhiri hubungan yang baru saja berjalan beberapa menit yang lalu” jawab Ji Yeon.
Hubungan? Hubungan apa?
Flash back.
          “Ada apa kau menarik ku kesini?” Tanya Ji Yeon.
          “Yeon~nna kau tahu perasaan ku?” Tanya Seung Ho.
          “Ya! Apa maksudmu?” Tanya Ji Yeon.
          “Kau pasti tahu bahwa aku menyukaimu” jawab Seung Ho.
          “Mwo?” Tanya Ji Yeon.
          “Ne, jeongmal saranghaeyo Park Ji Yeon” gumam Seung Ho.
Ji Yeon terdiam. “ Nado saranghae Yoo Seung Ho” jawab Ji Yeon.
Kemudian mereka saling berpelukan.
Flash Back End.
          “Kau mau itu, baiklah mulai sekarang kita akhiri saja hubungan ini” gumam Seung Ho. Ji Yeon menahan air matanya yang ingin jatuh.
          “Baiklah sampai jumpa, karena sebentar lagi kau bukan lagi yeojachingu ku melainkan adalah noona ku” seru Seung Ho.
          Air mata Ji Yeon sudah tidak tertahan lagi, akhirnya tetesan air mata itu pun jatuh ke tanah. Seung Ho pergi meninggalkan Ji Yeon sendiri di ruangan itu. Kemudian berjalan keluar sambil memikirkan perkataan nya tadi, dan hatinya menangis karena tidak kuat melihat yeoja yang di cintainya itu menangis.
          Di dalam ruangan Ji Yeon masih saja menangis, bahkan saat Seung Ho keluar dari ruangan tangisannya makin menjadi-jadi. Seung Ho yang mendengar suara tangisan Ji Yeon yang terdengar cukup keras, sangat tidak tega dan merasakan bahwa mereka berdua masih sangat saling mencintai. Jadi, Seung Ho bergegas kembali ke dalam ruangan tersebut untuk bertemu dengan Ji Yeon.
          Sampainya Seung Ho di dalam, ruangan dia melihat Ji Yeon masih berada disana dan menangis. Ji Yeon sangat tidak kuat hingga tubuhnya terasa lemas, dan dia sepertinya ingin terjatuh ke tanah. Kemudian Seung Ho berlari menghampirinya dan kemudian menahannya agar Ji Yeon tidak jatuh. Mengetahui hal itu Ji Yeon mencoba melepaskan tubuhnya dari Seung Ho tetapi Seung Ho malah memeluknya. Dan terdengar suara isakan tangis Seung Ho.
          “Jangan seperti ini, aku tidak ingin kau jauh dariku juga tidak ingin kau menjadi noona ku meskipun kita tidak sedarah, tetapi tetap saja aku tidak ingin” gumam Seung Ho. Ji Yeon hanya diam dalam tangisannya.
          “Kita mulai saja dari awal, bukan sebagai noona dan namdongsaeng nya melainkan sebagai sepasang kekasih, saranghae” lanjut Seung Ho.
          “Nado saranghae” sahut Ji Yeon.
Kemudian mereka saling berpelukan.
          Memang cukup lama mereka berpelukan, kemudian beberapa menit kemudian mereka saling melepaskan pelukannya satu sama lain. Mereka keluar ruangan, kemudian meuju rumah Seung Ho karena Ji Yeon dan eommanya sudah berjanji akan menginap.
          Seung Ho melanjukan mobilnya cukup santai *untuk seukuran mobil. Sambil tersenyum karena yang berada di sampingnya adalah seorang yeoja yang sangat ia cintai dan kini menjadi yeojachingunya.
Setibanya di kediaman Yoo family…
          “Bam abeoji, halmeoni, ahjumma” sapa Seung Ho saat memasuki ruang keluarga.
          “Ohh Seung Ho, kemana saja kau abeoji piker mobil yang ada di belakang itu mobil kau?” tanya abeoji Seung Ho.
          “Mian ahjussi, tadi aku juga Seung Ho mengobrol dulu, sekali lagi jeongmal mianhaeyo ahjussi, halmeoni, eomma” kata Ji Yeon membungkukan badannya.
          “Ohh Yeon~nna selalu saja seperti itu, mengajak seseorang mengorol hingga tidak ingat waktu” seru eomma Ji Yeon.
          “Ye eomma mian” sahut Ji Yeon seraya menampakan senyum manisnya itu.
          “Sudahlah sudah malam ayo kalian semua, istirahat” suruh halmeoni.
Semua mengangguk dan kemudian bangkit dari posisinya duduk menjadi berdiri.
          “Yeon~nna kau tidur di kamar tamu ya, halmeoni biar tidur dengan eomma mu” suruh halmeoni.
          “Ohh ne halmeoni” kata Ji Yeon mengerti disertai anggukan.
          “Ho~ahh tolong antarkan Ji Yeon ke kamar tamu ya yang tepat beradi di samping kamar mu” suruh halmeoni pada Seung Ho. Seung Ho mengangguk.
          Seung Ho mengantar Ji Yeon ke kamar tamu yang tepat berada di samping kamarnya. Saat menuju ke lantai atas, Seung Ho terlihat celingak-celinguk memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa di lorong itu kecuali dirinya dan Ji Yeon. Saat sudah yakin bahwa tak ada siapa pun, dengan sigap Seung Ho menggandeng tangan Ji Yeon dan mengajaknya untuk berjalan bersama dengan bergandengan layaknya sepasang kekasih.
          “YA!! Jangan seperti ini jika ketahuan bagaimana?” tolak Ji Yeon.
          “Jagiya kau tenang saja aku sudah periksa semuanya” jawab Seung Ho.
          “Shireo” tolak kembali Ji Yeon.
          “Wae?” tanya Seung Ho heran.
          “Shireo, kita itu belum resmi” jawab Ji Yeon yang langsung berjalan meninggalkan Seung Ho yang masih terdiam patung.
          “Apa maksudmu belum resmi?” tanya Seung Ho heran.
          “Kau itu belum mengucapkan rasa cinta mu itu dengan hal yang romantis juga tidak mengucapkan di tempat yang membuatku terkagum-kagum” jelas Ji Yeon.
          “Baiklah kalau begitu, besok kau datang ke taman belakang sekolah ku oke” ajak Seung Ho.
          “Jincha?” tanya Ji Yeon.
          “Ne jangan lupa” kata Seung Ho akhirnya kemudian mausk ke dalam kamaranya.
          Ji Yeon juga mengikuti masuk ke kamar yang di sediakan untuknya. Mungkin kalau eommanya dan Yoo ahjussi sudah menikah mungkin kamar yang kini di tempatinya ini akan menjadi kamarnya juga.
Paginya….
          “Annyeong halmeoni, ahjussi, eomma” sapa Ji Yeon.
          “Annyeong Yeon~nna, ayo sarapan” ajak Yoo ahjussi.
Ji Yeon mengambil posisi duduknya dan duduk tepat di sebelah eommanya. Kemudian selang beberapa menit Seung Ho datnag dnegan pakaian yang sudah rapi sepertinya ingin pergi.
“Ho~ahh kau ini mau kemana?” tanya halmeoni.
“Ohh halmeoni aku dan teman-temanku hanya ingin refreshing” jawab Seung Ho.
“Ohh, Ji Yeon hari ini kau mau kemana?” tanya halmeoni pada Ji Yeon.
“Ani halmeoni aku tidak ada acara apapun” jawab Ji Yeon.
“Ya sudah ini kan hari libur, daripada kau hanya berdiam di rumah kau ikut saja Seung Ho jalan-jalan bukankah Seung Ho chingu punya seorang yeojachingu jadi kau tidak perlu bosan untuk jalan-jalan dengan namja” ajak halmeoni.
Ji yeon menoleh ke eommanya.
          “Baiklah” kata Ji Yeon akhirnya.
          Mereka semua sarapan bersama, layaknya sebuah keluarga. Selesai makan Seung Ho dan Ji Yeon pun berangkat.
Sesampainya…
          “Dimana kita?” tanya Ji Yeon yang masih melihat-lihat sekelilingnya.
          “Dan mana chingu mu?” tanyanya lagi. Seung Ho tidak menghiraukan pertanyaan Ji Yeon.
Di sebuah café….
          Seung Ho mengajak Ji Yeon ke suatu meja yang sepertinya sudah ada chingu Seung Ho juga yeojachingu masing-masing. Seung Ho mempersilahkan tempat duduk di meja para yeoja kepada Ji Yeon kemudian iya duduk di kursi meja namja. Lho kenapa begini???
          “Yeon~nna, annyeong” sapa Kim Bum, Geun Suk, dan Min Ho serempak.
          “Annyeong” timbal Ji Yeon.
          Dua kubu itu sibuk dengan obrolan masing-masing. Hanya Ji Yeon saja yang tidak mengerti kenapa seperti ini cara mengobrol chingu barunya. Karena bingung dia hanya diam saja dan mendengarkan chingunya berbicara. Kemudian dia juga mencoba angkat bicara.
          “E…e… mian mengganggu acara mengobrol kalin tapi aku mau tanya kenapa kita harus mengobrol seperti ini, aku benar-benar bingung?” tanya Ji Yeon.
          “Hahaha… Yeon~nna kalau cara mengobrol kita memang seperti ini kau kan sekarang sudah bagian dari kita semua jadi kau harus mulai membiasakan diri” jelas So Eun. Ji Yeon mengangguk mengerti.
          “Oo ya Yeon~nna, apa anak itu sudah mengatakannya padamu?” tanya Hye Sun tiba-tiba.
          “Maksudmu anak itu siapa?” tanya Ji Yeon.
          “YA! Yang dimaksud Hye Sun itu Seung Ho” timpal Shin Hye.
          “Hmm…” Ji Yeon jadi salting sendiri.
          “Aku sudah tahu jawabannya, kalian juga tau kan jawabannya?” tanya So Eun pada dua chingunya itu.
          “Ne, jagi bagaimana dengan jawabannya?” tanya Shin Hye pada namjachingunya.
          “Ye, jagiya” jawab Geun Suk.
Hahaha…
          Terdengar suara tawa memenuhi seisi ruangan café. Ji Yeon hanya terdiam malu dengan wajah yang memerah seperti tomat segar. Begitu pula dengan Seung Ho.
          “Tunggu dulu” Seung Ho menghentikan semua tawa itu.
          “Waeyo?” tanya Kim Bum.
          “Kau tahu ada satu masalah besar diantara kami” jawab Seung Ho.
          “Mwo masalah?” tanya semuanya berbarengan kecuali Ji Yeon dan Seung Ho.
          “Ada apa dengan kalian semua, kenapa berbarengan seperti ini. Seperti anak kembar saja” seru Seung Ho.
          Kemudian mereka semua berkumpul bersama yang tadinya berkumpul dengan 2 kubu menjadi 1 meja bersama. Seung Ho menceritakan masalah yang ia alami bersama Ji Yeon. Semuanya mendnegarkan cerita Seung Ho dengan begitu serius, dan sampai pada topic pembicaraan mereka semua sontak kaget dang mengatakan kata “MWO?” bersamaan yang membuat Seung Ho juga Ji Yeon kaget.
          “YA! Kalian semua ini selalu saja bersamaan” gumam Seung Ho.
          “Jagi, kita harus belajar untuk menjadi couple seperti mereka ini ya” kata Seung Ho menghadap Ji Yeon. Ji Yeon hanya tersenyum.
          “Kenapa disaat kalian berdua sudah bersatu, ada saja suatu masalah baru” seru Shin Hye.
          “Bagaimana kalau kalian jalani saja tetapi backstreet bagaimana?” tanya Hye Sun.
          “Ne, you’ll love story wrapped in a big secret, and we’ll keep it a secret!” seru So Eun dengan senyum manisnya. Senyumnya itu yang membuat Kim Bum menjadikan So Eun yeojachingunya.
                “Jagi kau jika tersenyum sangat cantik” puji Kim Bum. So Eun kembali tersenyum.
          “Baiklah karena masalahnya sudah selesai bagaimana kalau kita bermain di Myeongdong?” aja Geun Suk.
          “Yayaya aku mau” kata Shin Hye antusias.
          Mereka semua keluar dari café tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan ke Myeongdong. Sesampainya…
Ketika mereka semua sedang asik bermain di suatu area permainan anak-anak ada seorang yeoja yang datang menghampiri mereka aahhh… bukan lebih tepatnya menghampiri Seung Ho.
          “Jagiya, kemana saja kau?” panggil yeoja itu pada Seung Ho.
Semua menoleh dan kaget…
~To Be Continue~
Coment**

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s