One Shot: Tragedy

FF One Shot: Tragedy

(Rated R for strong violence and harsh language)

(“It all started on one fine spring day, ready to celebrate one happy event….”)

Bright

Beautiful

Bliss

Blessed


Hari ini adalah hari paling berbahagia bagi seorang pria bernama Lee Seungri.Beberapa jam lagi,ia akan menikahi gadis pujaannya, Kim YoungNa.Sejak pertama kali bertemu Ri sudah tahu kalau ia jatuh cinta setengah mati pada YoungNa. Ia percaya jika gadis itulah cinta sejatinya, pelita hatinya.Na adalah segalanya bagi Ri. Karena kenyaatan itulah ia menolak untuk berhenti tersenyum. Sampai-sampai sang Ibu harus menegurnya.

“Anakku, mau sampai kapan kamu tersenyum terus begitu? Cepat ambil jasmu. Kamu tidak mau terlambat kan?

Itu pun ditanggapi Ri dengan senyum, sambil beranjak dari tempat duduknya.Aku ingin selalu tersenyum karena Na, Eomma. Sampai maut memisahkan kami.

Sementara sang wanita, YoungNa telah berada di kamar rias, siap untuk didandani, disulap menjadi pengantin yang cantik jelita. Ri adalah teman, sahabat yang baik. Juga kekasih yg penuh perhatian. Sebuah kombinasi sempurna untuk calon suami ideal. Na tahu, ia menyayanginya.Ia sangat bahagia sewaktu Ri melamarnya.Amat bersyukur. Cuma ia bingung kenapa masih saja ada yang mengganjal di hatinya.

“Kreek…” Lamunan Na terhenti. Dua orang wanita masuk memperkenalkan diri sebagai make-up artists. Mungkin itu hanya sekedar perasaan khawatir saja.

Seungri’s P.o.V

Demi keamanan (dan kenyamanan), aku memutuskan untuk berkendara sendiri menuju tempat resepsi. Membiarkan Eomma duduk di sampingku sama saja dengan membuatku tambah gugup. Belum lagi pertanyaanya yang tidak kunjung berhenti. Boleh dibilang, aku cari aman😛. Kukendarai mobil keluar dari garasi.

————–

Jalanan tidak terlalu ramai. Sepertinya akan cepat sampai di gedung. Tidak ada yang aneh, tapi mendadak perasaanku jadi tidak enak.

What’s wrong?

Bagasiku penuh dengan barang-barang,sampai ke bagian atas, jadi aku bisa melihatnya dengan jelas dr kaca kecil di bagian tengah mobilku.Sepatu-sepatu, jas, dasi dan vest semua tertata rapi. Everything seems to be on the right place.

Oh Tuhan,

Aku berhenti mendadak.

Cincin kawinnya….Sial.

Segera kucari tempat terdekat untuk memutar mobil. Aku sungguh berharap ini bukan pertanda buruk.

YoungNa’s P.o.V

“Nona! Gaun pernikahanmu indah sekali! Stunning!” begitu kata mereka sambil berdecak kagum, menunjuk gaun pengantinku yang baru saja dibuka dari kotaknya.

“Ini keluaran terbaru bukan?”

“Ya, rancangan designer asal Inggris itu…”

“Stella Mc Cartney?”

“Viviene Westwood” aku mengoreksi.”

Sex and the City? Carrie Bradshaw?” Aku bisa melihat binar matanya yg makin terang.

“Exactly”

“Wow…. kau memilihnya sendiri?” Ya ampun, ternyata mereka suka sekali bertanya🙂

“Tidak.Ri meminta libur satu hari dari kantornya, untuk menemaniku berpindah dari satu toko ke toko lain sampai menemukan gaun yang cocok. Jadi, ini pilihan kami berdua”. Senyumku terkembang di bibir.

“Hyaa, ia begitu romantis. Seandainya saja aku boleh bertukar tempat denganmu…”

“Ji Eun, jangan sembarangan kau bicara! Nona, ini saatmu memakainya. Kita buat Mr.Lee terpesona!”

Aku beranjak dari tempat dudukku dan mengambil gaun tersebut…

Seungri’s P.o.V

Sesampainya di rumah, aku masuk ke kamar. Lalu mulai mencari. Ini jelas bukan hal yang bisa ditawar. Aku harus segera menemukan kotak berisi sepasang cincin itu. Kutelusuri semua tempat, mulai dari lemari hingga wastafel di kamar mandi. Dan hasilnya nihil. Jujur, aku mulai panik. It’s nowhere to be found.

Tak lama, pesan dr Eomma masuk. Membuatku mengingat kejadian kemarin malam.

“Eomma, maukah kau membuat calon pengantin ini bahagia?”

“Ri..Ri..kau selalu saja punya alasan untuk bermanja-manja. Apa sayang?”

“Simpan cincin ini untukku. Karena aku sangat tahu kalau wanita pandai menjaga barang2 kecil yang bercahaya, sekaligus senang melakukannya”

“That’s right my son!“Appa menimpali.

“Kalian berdua ini, sama saja….Sini, Eomma akan simpan cincinnya..”

Aiish, bagaimana aku bisa lupa? And i’m wasting my time here….

——————

Aku tahu, aku seharusnya segera pergi setelah Eomma tadi, tapi aku malah mengambil sesuatu dari dalam laci dan kumasukkan dalam saku jas. Kupastikan ia aman di tempatnya. Hanya untuk berjaga-jaga. Just in case.

YoungNa’s P.o.V

Mau percaya atau tidak, kedua anak itu memintaku berputar beberapa kali, setelah gaun itu terpasang dengan pas di badanku. Wow, they’re right. This gown is spectacular.

“Mr.Lee pasti tak berkedip memandangmu nanti. Kau sangat cantik!”

Aku dipuji terus . Membuatku tak sungkan untuk mengapresiasikan perhatianku.

“Ini kan karena bantuan kalian juga. Terima kasih ya…”ucapku sambil memeluk mereka.

“Sama-sama. Itu merupakan tugas kami. Nona duduk saja ya… Biar make up nya tidak pecah. Kami mau beres-beres dulu”

Dengan patuh, aku menuruti nasihat mereka. Aku adalah sang putri yang telah menemukan pangeran impian. Haruskah aku merasa kurang?

Seungri’s P.o.V

Kulirik jam tanganku sekilas. Huff, untung masih lama.

Kubuka bagasi, siap untuk menurunkan barang barang bawaan, ketika ekor mataku menangkap siluetnya, sedang berjalan memasuki gedung.

Orang berkacamata itu, untuk apa ia disini?

“Here comes the groom!!” Sebuah tepukan di bahu, dan suara2 yang amat kukenal terdengar sangat dekat. Aku menoleh kebalakang dan menemukan Dae, Jiyong dan Seunghyun hyung, sahabat-sahabatku. “Tak baik melamun pagi-pagi” kata Seunghyun hyung. Sepertinya ia membaca raut wajahku. “Mungkin gugup..” timpal Ji. “Atau sudah tak sabar?”Dae mengikuti. “HAHAHAHAHA..” mereka bertiga tertawa karena lelucon yang ditunjukkan terhadapku. Aku ikut-ikut saja. Mereka tidak sepenuhnya salah kok”

Mereka menyuruhku cepat-cepat bersiap, urusan barang-barang biar mereka yang tangani. Ketika aku mencari orang itu lagi, ia sudah tak terlihat.I hope it’s nothing.

Ia hanya ingin menemui Na, untuk terakhir kali. Tidak boleh berprasangka buruk di hari baik seperti ini. Toh, aku yang akan memiliki Na…Bukan dya….

YoungNa’s P.o.V

“Kami permisi, Nona…”

Pintu ditutup. Tinggallah aku seorang diri di ruangan yang luas ini. Kembali kupandang diriku di cermin. Cantik. Sempurna. Flawless. Mrs. Lee Seungri to be. Banyak wanita yang bersedia membunuhku untuk mendapat marga “Lee” di belakang nama depan mereka. Bagaimana tidak?

Ri merupakan ahli waris tunggal perusahaan komunikasi terbesar di Korea, SKCom. Meski begitu, Ri tidak pernah bersikap sombong pada siapapun. Ia hormat pada orang tua, lembut pada anak-anak.Secara fisik, ia tampan, banyak juga yang bilang padaku kalau Ri termasuk jajaran pria sexy.

“Those wonderful abs are waiting for you to be eaten.. hahahaha”,

begitu bercandaan nakal teman teman wanita yang berhasil membuat pipiku memerah seperti sup tomat.

Dan yang terpenting ia mencintaiku, tanpa syarat. Hanya satu yang menjadi pertanyaanku, mengapa hati ini masih merasa ragu, sulit untuk diyakinkan bahwa ialah pria terakhir untuk hidupku. Dengan kata lain, aku tidak yakin bahwa aku mencintainya. Seolah ada penghalang kasat mata yg tidak rela membiarkan aku menerimanya secara utuh…..

“NaYa…” Deg.

Is it because of him? Aku menutup mata. Aku sangat yakin aku tidak salah dengar.

Seungri’s P.oV

YoungNa, calon istriku, aku berdiri di sini untukmu. Jangan biarkan aku lama menunggumu. Karena aku sudah tidak sabar untuk menujukkan pada semua, kamulah wanita sempurna itu.

5 menit berlalu dan kurasa, Jiyong membaca ekspresi khawatirku. Ia berinisiatif untuk melihat keadaan Na.

Thanks a lot G, Bring her here for me, would you?

YoungNa’s P.o.V

Ia makin mendekat.Aku diam di tempat. Tidak mau bergerak. Tidak mau menengok. Tidak juga membuka mata.Aku pun bersingut menjauh. Why are you here? You’ve been away too long.

Tapi telambat….

ia telah melingkarkan lengannya di pinggangku. Kembali mengingkatku dalam dekapan hangatnya. Lagi.

“You look like a princess on a fairytale. Am i still have that chance to become your prince or you still left it untouched, waiting for me to fill in?” You sholdn’t have come! You shouldn’t have shown up!

“Na!

Suara Jiyong.

You took forever to be prepared. You don’t have too, hon. Think about your nervy husband to be. He’s thoughts is all over you…”

Kudengar langkah kaki Ji yang menjauh. Ia hanya ingin mengecekku saja. Thank God, he’s not trying to open the door.

Diciumnya bagian belakang leherku, sementara tangannya meraih tanganku, membuat jari-jari kami saling bertaut.

“Biarkan aku memelukmu seperti dulu, Na. Like we used to”

“Aku mohon, lepaskan…I’m getting married. Semua berubah.Mengertilah…”

“Sungguh? Apa kamu benar-benar mencintainya seperti kamu mencintaiku?”

Kuhiraukan lagi pertanyaan nya tanpa kujawab, entah karena tidak mau atau tidak yakin.

“Kenapa diam? Kamu ragu bagaimana perasaanku padamu? I love you, Na. I always do.”

Sebelum aku bisa menjawab, ia telah menempelkan bibirnya di bibirku. Menciumku dengan lembut.

“Take my hand. Leave him for his own good. No more lies”

Seungri’s P.o.V

“Ri…”

“Seungri….”

Tak kuhiraukan suara-suara yang memanggilku. Ini pasti lelucon, mungkin April Mop datang terlalu cepat. Setengah tak percaya, kubuka lagi surat yang ditemukan Jiyong di kamar rias

I’m so sorry, Panda-bear. I’ll miss ur warm hug.

-Na-

YoungNa’s P.o.V

Bye, Ri. I’m sorry. I’ve made my decision. Ia tersenyum ke arahku. I have a surprise for you, katanya.Semoga aku suka dengan kejutanmu, yeobo…

Seungri’s P.o.V

Kuhembuskan nafas kuat-kuat. Masih amat berharap kalau aku sedang bermimpi buruk. Tapi bisa kurasakan kertas itu ditanganku. Memangnya ada mimpi yang bisa disentuh? Berarti ini kenyataan. Na isn’t here anymore. She’s gone..

YoungNa’s P.o.V

Ia menghentikan mobilnya. Di depan sebuah tempat yang lebih terlihat seperti sebuah gudang ketimbang tempat tinggal. Aku menyanyakan hal itu padanya, ia jawab kalau disinilah kejutannya berada. Kejutan macam apa?

Seungri’s P.o.V

Bagai terkena serangan stroke mendadak, aku limbung dan jatuh ke tanah. Tak kupedulikan tatapan khawatir orang2 di sekitarku. Whatever. Kurasa hukuman ini pantas kuterima. Aku telah bertindak bodoh juga bersikap sangat naif dengan membiarkannya kembali ke kehidupan Na, padahal aku tahu kalau Na belum bisa sepenuhnya melupakan dirinya, walau Na tak pernah bilang apa-apa.

Aku biarkan ia menyuntuh kembali hati Na.

Menyatukan kepingan kepingan perasaan yang dulu hancur.

Menyembuhkan luka yang pernah ia goreskan.

Membujuknya dengan kata-kata manis penuh arti.

Lalu membawa Na hilang dari hidupku tanpa jejak, tanpa bekas.

Menyisakan sakit berbalut perih yang tak bisa terobati.

Menjatuhkanku ke dalam jurang hampa tak berdasar.

Mataku panas.Basah. Kubiarkan air mata ini menetes.

YoungNa’s P.o.V

Kami masuk. Ia memintaku untuk duduk, lalu memberiku segelas air. Kuhabiskan dalam sekali teguk. Setelah meneguk tegukan terakhiraku langsung merasa pusing. Pandanganku kabur. Badanku lemas.

“Mengantuk, sayang? Kurasa ini memang sudah waktunya…” suaranya terdengar begitu jauh.

Samar-samar kulihat ia melepas kacamatanya, lalu membuka kemejanya,sekarang hanya mengenakan sleevless t-shirt. Ia berjalan mendekatiku, di tangannya ada seutas tali….

Tunggu, tunggu….mau apa kamu?!

Seungri’s P.o.V

Buat apa kamu menangis? Na tidak akan pernah kembali lagi.Kamu akan selalu sendiri lagi. Ya benar, buat apaPercuma. Sia-sia. Aku bangkit dan menghapus air mata.

“I’m fine” kataku pada mereka. Find a much better way to solve this…

YoungNa’s P.o.V

Kursiku di dorong sampai membentur tembok.Tidak berhenti disitu, ia malah mengikat kedua tanganku.Ia memandangku seolah aku ini mangsanya. Kemana tatapan hangat itu pergi?

Kutatap matanya, meminta belas kasihan. Tapi ia tak terpengaruh. Aku merinding.

“Relax sweetie…Kurasakan tangannya menelusup kedalam gaunku.

I’ve shown you the surprise, Now it’s my turn to have some fun. Let’s call it a love game…” Aroma alkohol memenuhi rongga hidungku.

Seungri’s P.o.V

Aku berjalan menjauhi orang-orang. Menuju altar. Semua memori tentang aku dan Na berkelebat dalam pikiran menjadi satu. Awal pertemuan, masa pendekatan, waktu pacaran, hingga saat melamar berputar bagai sebuah film dengan berbagai scene.

God…YoungNa… I remember every details. I love you to bit. That…hurts. It’s unfair. How could you do this to me?

YoungNa’s P.o.V

Aku gemetar. Aku malu. Aku terus menerus menyelubungi tubuhku yang hanya tertutup selembar selimut dengan lenganku. Aku kotor. Aku hina. Aku…diperkosa. Kupandangi wajahnya. Ia bukan lagi lelaki baik yang kukenal. Ia telah sepenuhnya berubah menjadi iblis berwujud manusia. Tangisku makin menjadi.

“Apa?” Sepertinya ia sadar aku melihat ke arahnya.

“Kamu brengsek, Youngbae. Bedebah. Jahanam. BIADAB!”

PLAAAK!

Sebuah tamparan melayang ke pipiku. Kukecap rasa asin di lidah. Bibirku berdarah.Don’t you remember that you’ve just kissed it?

“DIAM atau mau kuulangi lagi yang tadi, hah?. Aku sih tidak keberatan, cause you tasted like peach…mmm…yummy…Hahahaha…”

Ia mengucapkan kalimat terakhir tadi seolah aku ini bukan manusia yang memiliki perasaan. Diiringi gelombang penyesalan beserta air mata yang makin membanjir, aku menyebut namanya

Tolong aku, Ri…. I’m really sorry….

Seungri’s P.o.V

Jantungku berdenyut-denyut. Dada ini sesak sekali rasanya. Aku merasa sudah punya kekuatan untuk bertahan. Kini, aku sudah sampai di depan altar. Kujatuhkan diri, berlutut. Kuambil barang yang sejak tadi kusimpan di balik jasku.

“Ri, berpikirlah secara rasional. Put the gun down!”

YoungNa’s P.oV:

“Why are you doing this Youngbae?”

“I love you. I hate you. I worship you. I’m done with you”.

“But what’s the reason? You’ve just said you love me. You know i feel the same way too!”

”So did I, Na Tapi kamu telah membiarkan orang kaya sialan itu masuk kehidupmu selama aku menghilang.Kamu yang mebuat cinta ini menjadi dendam.You’ve betrayed me..”

Seungri’s P.o.V:

“Stay where you are! Or I’ll blow your head off!”

Maaf Ji, tidak ada hal yang rasional sekarang….Kutempelkan mulut pistol ke pelipisku…

YoungNa’s P.o.V

“You still wanna know why? I wanna see you die. Kill you with my own hands”

Sebuah pistol ditondongkan ke kepalaku.

‘TREK…’

Aku telah berubah menjadi pria paling irasional.

“I thought you were gone!”

Ini jalan yang kupilih.

“But i choose to be with you!”

Tak ada gunanya lagi, semua kemegahan duniawi

” Stop saying bullshit, Na. It’s too late! It’s too fucking late!”

Tanpa kamu disisiku….

“See you in hell, slut”

‘DORR!’

(But in the end, it turns into an unexpected dark gloomy night).

Black.

Red.

Fade.

Dead.

-END OF STORY-

————————————————————–

5 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s