FF – Spy in Love *part 1*

buatan Nadya Eonni,, gomawo Eonni!!!
Rating : PG-15
Gendre : Angst, Romance, Action
Cast : Sulli Choi, Lee Taemin, All member SHINee and f(x)
Other Cast : Cari ndewe yaaa
Author : Mimiyoungie aka Bella aka Hyemi
NB : Nih FF rada-rada NC n ada kekerasannya,, yang dibawah umur boleh baca *authornya juga dibawah umur sie* tapi harus bisa kontrol diri *??*
OnKey??
CEKEDAUT!!!!
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Sulli POV

“ Ini uang mukanya, sisanya akan kubayar setelah kau berhasil menjalankan misi ini. Mengerti?” ujar seorang pria berjas hitam sambil menyerahkan amplop berwarna cokelat kepadaku. Aku hanya mengangguk singkat kepadanya. “ Baiklah, kurasa semua urusan sudah selesai. Kalau begitu aku pergi dulu nona Sulli” lanjutnya lalu meninggalkanku. Aku segera memasukan amplop cokelat tersebut kedalam tasku dan beranjak pergi dari café tersebut.
Aku menyusuri trotoar kota Seoul dengan wajah datar. Oh ya, sedari tadi kita belum berkenalan. Namaku Choi Jinri. Mungkin jika kalian melihat wajahku, yang terlintas dipikiran kalian adalah seorang wanita manis dan innocent, namun semua itu hanya topeng belaka. Diusia-ku yang masih terbilang sangat muda, aku sudah pernah merasakan banyak pengalaman, baik itu manis maupun pahit.
Dulu aku adalah seorang gadis yang selalu ceria dan tersenyum. Tapi semua itu berubah sejak aku mengenal seorang pria bernama Lee Taemin. Dia sudah mengubah hidupku dan sudah membuatku menjadi seperti sekarang ini. Semua kenangan itu tak akan bisa aku lupakan sampai aku mati, berawal dari hujan dimalam itu…

Flash Back
Aku berteduh disebuah halte bus karena hujan yang turun memaksaku untuk tidak pulang dulu. Aku memutuskan untuk duduk dihalte bus ini sambil menunggu hujan reda. Halte ini terasa sangat sepi, bahkan mungkin hanya ada aku seorang disini. Selama menunggu hujan reda, aku mendengarkan lagu-lagu yang mengalun dari iPod-ku.
“ Sendirian?” tanya seseorang yang tiba-tiba duduk disampingku. Kemunculannya membuatku kaget setengah mati. Dia mengulurkan tangannya kearahku. “ Aku Taemin” ucapnya. Akupun menyambut uluran tangannya.
“ Aku Jinri” ucapku. Kurasakan telapak tangannya yang dingin menyelimuti diriku.
“ Kenapa kau berada disini? Ini sudah malam, tidak baik seorang wanita muda berkeliaran selarut ini” tanyanya sambil menggosokan kedua tangannya dan menempelkannya dipipinya.
“ Yah mau bagaimana lagi, aku harus bekerja untuk menghidupi diriku dan eomma-ku. Apalagi eomma-ku adalah seorang pemakai narkoba, perlu uang yang banyak untuk membawanya chek up ke psikologi dan panti rehabilitasi” jawabku lesu. Dia menatapku lekat-lekat dan membelai kepalaku.
“ Sabar ya Jinri-ssi, aku yakin kau sangat menderita. Aku mengerti rasanya memiliki ibu yang menyusahkan” ucapnya. Aku tersenyum mendengar perkataannya.
“ Tidak kok. Aku melakukan semua ini dengan senang hati. Semuanya aku lakukan untuk Eommaku tercinta”.
“ Kalau aku jadi kau, aku akan membunuhnya. Buat apa dia ada kalau dia hanya akan menyusahkanku?. Aku sangat benci ibuku, dia adalah orang yang telah membunuh ayahku. Untunglah dia sudah dipenjara, jadi aku tak perlu repot menghabisi nyawanya”. Aku menatap wajah Taemin yang kini sedang tersenyum menyeringai kearahku. Aku merasa wajahku berubah menjadi pucat saat ini. Lebih baik aku pulang sambil kehujanan saja deh, daripada aku dekat-dekat dengannya. Nanti bisa-bisa aku dibunuh lagi.
“Eung… Taemin-ssi, sepertinya hujan sudah reda. Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya. Annyeong” pamitku lalu berjalan meninggalkannya. Namun saat baru jalan beberapa langkah, seseorang membekap mulutku dengan saputangan yang telah dicampur obat bius.
“ Kau tidak bisa pulang secepat itu, Jinri-ssi. Kau harus menemaniku dulu” ucap orang itu ditelingaku sebelum aku benar-benar tak sadarkan diri.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Aku berlahan-lahan membuka mataku yang terasa berat dan memandangi sekelilingku dengan bingung. Ini dimana? Perasaan aku tidak pernah ketempat ini. Aku mulai menggerakan tubuhku tapi semua ini terasa sangat sakit, terutama diselangkanganku.
“ Sudah bangun Jinri-ssi?” tanya seseorang. Aku menoleh kearahnya. Itu kan Taemin, apa yang dia lakukan disini. “ Terimakasih ya atas servismu semalam. Aku sangat puas” lanjutnya. Dia memegang daguku dengan tangan kanannya lalu mencium bibirku dengan kasar. Apa-apaan ini, lancang sekali dia menciumku!. Aku langsung mendorong tubuhnya sekuat mungkin dan menampar pipinya.
“ LANCANG SEKALI KAU PADAKU!” teriakku. Dia menatapku santai sambil memegangi pipi kanannya lalu tersenyum menyeringai.
“ Kau harus membiasakan dirimu sayang, karena sebentar lagi kau akan menjadi istriku” ucapnya santai.
“ Apa maksudmu hah?” tanyaku shock.
“ Apakah kau tidak ingat apa yang kita lakukan semalam, Jinri-ku sayang?. Aku dan kau sudah ‘melakukannya’ jadi sebentar lagi perutmu akan membuncit karena benih yang kutanam didalamnya” jawabnya sambil mengelus perutku yang rata. Astaga, kenapa aku baru sadar kalau kini aku dalam keadaan tanpa busana? Kemana baju-bajuku pergi??. “ Ini pakailah bajumu. Kau harus terlihat seolah-olah tidak terjadi apa-apa” lanjutnya lalu melemparkan baju-baju itu kearahku. “ Oh ya, tapi sepertinya kau tak bisa pulang dengan celana dalam-mu karena sudah kurobek. Kau mau pinjam celana dalamku untuk sementara?” tanyanya.
Aku menatap baju-baju itu dengan hampa. Apa yang terjadi? Kenapa bisa aku melakukan hal ‘itu’ dengan orang yang sama sekali tidak kukenal?. Aku langsung menangis begitu memikirkan masa depanku yang pastinya akan hancur karena pria brengsek itu.
“ Uljimma Jinri-ku sayang. Semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku. Aku bukanlah tipe pria brengseknya menanamkan benih dirahimmu namun tidak bertanggung jawab” ujarnya sambil membelai pipiku.
“ JANGAN SENTUH AKU!” jeritku lalu menepis tangannya dengan kasar. Dia tersenyum padaku dan mengeluarkan sebuah cincin berkarat dan mengerikan dari kantong bajunya.
“ Menikahlah denganku Jinri” pintanya lalu meraih tangan kananku dan berusaha memasukannya dijari manisku. Aku langsung menarik tanganku dengan kasar.
“ SAMPAI MATI AKU TAK AKAN MAU MENIKAH DENGANMU BRENGSEK!” teriakku. Seketika itu juga sebuah tamparan keras mendarat dipipiku.
“ DIAM DAN TERIMA SAJA PELA**R ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!” ancamnya. Aku langsung menangis sejadi-jadinya begitu dia dengan paksa memasukan cincin ronsokan itu dijari manisku.
“ Nah, coba kau lihat, ini sangat bagus jika kau pakai. Sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Lee, Choi Jinri!”. Aku merasa lemah sekarang. Aku tidak mau menikah dengan pria ini, tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak mau anakku tumbuh dengan tanpa ayah.

# 3 bulan kemudian #
PRANG!!. Aku yang sedang tertidur didalam kamar langsung melonjak bangun. Apa yang Taemin lakukan? Apa dia memecahkan piring lagi? Apa tidak cukup 5 lusin piring yang dia pecahkan kemarin? Kenapa sih dia sangat suka memecahkan barang??.
“ Apa yang kau lakukan Taemin? Kau ingin memecahkan semua perabotan dapur hah?” tanyaku keras. Dia menatapku lalu tersenyum menyeringai, senyuman andalannya.
“ Jinri-ah, kenapa kau galak begitu hah?? Apa sih arti dari barang-barang itu?” tanyanya sambil mendekatiku. Dia mendorong tubuhku sehingga aku terjungkal kebelakang.
“ APA YANG INGIN KAU LAKUKAN BODOH??” teriakku ketika dia menindih tubuhku dan mencium bibirku dengan napsu. Aku merasakan bau minuman keras dari mulutnya.
“ Hanya ingin menikmatimu saja” jawabnya santai lalu menyusupkan tangannya kedalam kausku. Dengan reflek aku langsung berteriak minta tolong, namun dia langsung menampar pipiku dengan keras. “ ISTRI MACAM APA KAU? AKU INI SUAMI-MU BODOH!” bentaknya.
Aku meringis kesakitan sambil memegangi pipiku. Tak lama kemudian dia mengambil sebuah pecahan kaca didapur dan menempelkannya keperutku. Apa yang ingin dia lakukan padaku?.
“ K..kau mau apa??” tanyaku dengan ketakutan. Dia mulai menggerak-gerakan pecahan kaca itu sedikit demi sedikit.
“ Kau sedang mengandung kan Jinri? Tapi apakah kau benar-benar menginginkannya??” tanyanya balik lalu menatapku lekat-lekat. “ C’mon baby, kenapa takut begitu?? Ayo rileks sedikit” ujarnya. Napasku mulai terengah-engah sekarang. Apa yang ingin dia lakukan dengan janin yang ada diperutku??. “ Aku yakin kau sama sepertiku yang sama sekali tak menginginkan bayi ini hadir didunia, iyakan sayang?”.
“ AKU MENGINGINKANNYA!” teriakku. Namun sekali lagi Taemin menampar wajahku sehingga aku pingsan.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
“ Aaakh…” ringisku begitu merasakan sesuatu masuk kedalam kemaluanku. Aku berusaha membuka mataku, tapi rasanya berat sekali.
“ Yak Taemin-ah, sudah berapa kali kau memakai istrimu ini hah? Kenapa sempit sekali?” tanya sebuah suara.
“ Aku bosan dengannya. Aku lebih suka memakai kenalan-kenalanku didiskotik. Mereka lebih jago dibanding dia” jawab suara lain.
“ Tapi kalau sempit begini, alat penyedot ini akan kesulitan menghisap dan menggugurkan janin dalam rahimnya”. Mwo?? Orang ini ingin menggugurkan janinku?. Andwe, ini tidak bisa dibiarkan!. Setelah aku merawatnya setengah mati, mereka ingin membunuhnya??.
“ Terserah kau saja hyung, tapi bagaimanapun caranya, aku mau janin diperut Jinri keluar tanpa sisa”. Itu Taemin? Dia yang menyuruh orang itu menggugurkan kandunganku? Apa-apaan ini??.
“ Yeah this is it, ucapkan selamat tinggal pada bayimu Taemin!” ujarnya.
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARGGGGGGGG!!!!” jeritku saat merasakan alat itu menarik sesuatu dari rahimku. Oh tuhan, apa yang dia lakukan pada janinku? Apa Taemin benar-benar membiarkannya melakukan hal ini?? Ini sangat sakit!!!. Rasa sakit ini sanggup membuat mataku terbuka dan melihat darah segar mengalir dikaki-ku.
“ Hai Jinri, sudah lama tidak bertemu. Apakah perempuan yang selalu kau bela itu yang telah membuatmu seperti ini? Sudah ku bilang kan?? Dia itu malapetaka!” ucap orang itu lalu menarik sebuah alat dari kemaluanku. Astaga dia kan…..
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Siapa yang menggugurkan kandungan Sulli??
tunggu part 2 ya
COMMENT PLEASE!!!!!!!!

20 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s