Clock [Part 3]

Baca: Clock 1, Clock 2, Clock 3, Clock 4, Clock 5, Clock 6, Clock 7a, Clock 7b, Clock 8, Clock 9a, Clock 9b, Clock 10/END

Author: CerilynBam aka CB

Genre: Romance, Friendship, Family

Rated: PG-15

Main Cast:

– Park Jiyeon T-ARA

– Lee Joon MBLAQ

– Park Sanghyun aka Thunder MBLAQ

Disclaimer: The story is CB’s (mine), do not own this my beloved friends :3

Twitter: @CerilynBam

————————————————

Jiyeon’s POV

“MWO??”
Lee Joon terkejut.
“W-w-waeyo?”

“Aku lelah tinggal di Amerika dengan keluargaku yang suka mengekang. Sekali-kali aku ingin hidup bebas… Oppa.. jangan bilang ayah, ibu, dan Minho oppa, pleaasssseee?” Aku mengeluarkan jurus puppy eyes.

“Aigoo~ matamu sangat.. Aish! Ne aku janji! Aku tidak akan memberitahu siapapun!! Tapi disini kamu menjadi tanggung jawabku. Oleh karena itu, patuhi setiap kata-kataku, arasso?”

“Ne, arasso Gomawo oppa!.”

Setelah selesai makan, aku dan Joon pergi ke mini market untuk membeli makanan. Sebenarnya aku bukan ahlinya bidang masak, kecuali untuk membuat kue. Jadi, Joon memutuskan untuk sering berkunjung ke apartemenku hanya sekedar memasak. Oh Joon sangat baik.. ^ _ ^

Keesokan harinya
TRIRIRIRIRING

Aku bangkit dari sofa dan meraih ponselku yang terletak di meja makan.
Aish, dari Minho Oppa. Aku menelan ludah dan mengangkat telepon.

“Y-yoboseyo?”

“JIYEON-AA!”

“M-Minho oppa wae??”

“Di mana kamu sekarang?! Jelaskan!!”

“Mianhe oppa! Aku tidak bisa mengatakan dimana aku sekarang, tapi tolong jangan khawatir oppa! Aku bisa menjaga diriku sendiri… Dan aku akan kembali ke Amerika… secepatnya. Tidak perlu khawatir oppa!! Bye ! ”

“Jiyeon?? JIYEON!!”

KLIK

Aku menutup telepon. Kucabut baterai handphoneku dan kembali menonton televisi.
Aish, mereka pasti khawatir. Tapi sudahlah! Aku tidak peduli, aku tidak mau tinggal disana terus menerus!

2 jam telah berlalu tapi aku masih menonton tv. Hhhhh.. Sangat membosankan di sini. Lee Joon tidak bisa dihubungi. Ya.. Mungkin dia sedang sibuk sekarang. Terbesit dipikiranku untuk jalan-jalan di kota Seoul sendirian. Hmm, kenapa tidak?
Aku mengganti pakaian dan berjalan keluar apartemen.

Aku berjalan ke pusat kota. Sangat melelahkan! Kenapa tadi aku tidak naik bis saja? Aish, Jiyeon pabo!

“Noona …”
Aku melihat seorang wanita tengah baya menatapku. Atau orang lain? Aku berbalik tapi tak ada orang lain selain diriku sendiri. Ya, mungkin dia sedang memanggilku.

“Waeyo ahjumma?”

“Apa sekarang noona sedang sibuk?”

“Hmmm.. Ani, wae?” Jujur, aku menjadi bingung. Sebenarnya apa yang ingin dia katakan? To the point sajalah..

“Ada banyak pelanggan, tapi aku hanya punya satu pekerja jadi aku agak kewalahan.. Jadi maukah noona membantuku bekerja di kedai es krimku?”

Aku terdiam sambil berpikir. Hmmm.. Apa aku tolak saja? Karena aku belum pernah bekerja sebelumnya. Tapi… Aku bosan sekarang, jadi kenapa tidak?
“Ne!” Kataku kemudian.

Wanita paruh baya itu terlihat lega.
“Aigoo .. Gomawo! Jangan khawatir, aku akan memberimu upah.”

“Ani! Aku tidak ingin uang. Hmmm.. ahjumma punya kedai es krim kan? Kalau begitu upahku es krim saja, tapi dalam ukuran besar.. Bagaimana?” Aku merajuk. Uang tidak penting bagiku.

“Benarkah?”

Aku mengangguk.

“Ne, mudah.”


Aku mengikuti wanita itu berjalan ke sebuah kedai es krim. Sampai di sana, aku diperkenalkan seorang pekerja.


“Annyeong haseyo! Terima kasih telah memutuskan untuk membantu kami. Nah, namaku Victoria.. Siapa namamu?” Victoria tersenyum lebar.

Aku menjawab, “Ne, Jiyeon imnida ..”

“Umurmu berapa? Kamu terlihat muda dan cantik..”

Aku tersipu ketika Victoria bilang aku cantik. “Gomawo.. 17 tahun.”

“Omo! Usia kita sama!”

Tiba-tiba, wanita paruh baya yang sekarang bisa disebut sebagai bossku memotong pembicaraan kami. Dia menyuruh kami untuk bekerja. Aigoo~ Aku sangat gugup! Ini pertama kalinya aku bekerja!

Victoria memberiku es krim sundae dan menyuruhku untuk pergi ke meja nomor 4.
“Jiyeon-ssi, fighting!” Victoria mengatakannya saat aku melangkahkan kaki.

Aku tersenyum. Aku harap sesuatu yang buruk tidak menimpaku.

Tepat ketika aku berjalan ke meja nomor 4, tiba-tiba aku tersandung pada sesuatu. Aku tidak tahu apa itu.

“OMO!” pekikku.

Es krim yang ku pegang dengan tangan kanan seketika mendarat di jas pengunjung yang duduk di meja nomor 3. Aku segera menutup mata karena takut.
Aish Jiyeon! Pabo! Pabo! Bagaimana ini?

“YA!” teriak seseorang, sepertinya seorang namja.

Aku membuka mataku perlahan-lahan. Tepat, ia namja! Namja yang memiliki tubuh tinggi, rambut berwarna coklat, dan wajah tampan.. sekarang berdiri di hadapanku dengan tatapan membunuh.

“YA!! Kau ingin mati, huh?!”

Jiyeon’s POV End

Thunder’s POV

“YA!! Kau ingin mati, huh?!” bentakku.
Aku memandang pekerja itu. Pfff- aku tidak bisa melihat wajahnya karena sekarang wajahnya tertunduk.

“M-Mi-Mianhe ..” katanya, masih dengan wajah tertunduk.

“Mianhe?! Bah! Kamu fikir minta maaf bisa menghapus noda ini?!!”
Sekali lagi, dia tersentak. Salahnya sendiri! Dia sudah menjatuhkan es krim di jasku. FYI, ini jas, jas baru! Aku baru beli kemarin dengan noona!

Tiba-tiba, seseorang mendekatiku. Aku mengenalnya. Siapa lagi kalau bukan Victoria, teman sekolahku yang sangat terkenal dengan sebutan ‘gadis aneh’!

“Thunder-ssi, mian… Jiyeon-ssi baru.. ehm.. hari ini.. kerja..”
Oh, jadi namanya Jiyeon .. Bah! Siapa yang peduli?

“Kami akan membersihkan jasmu, Thunder-ssi..” Victoria mengambil handuk basah.
Ketika handuk itu akan mengenai jasku, aku langsung ambil handuk itu kemudian melemparkannya ke sembarang arah.

“Kau pikir ini noda akan hilang hanya dengan handuk basah?!” suaraku meninggi.
Segera toko es krim yang ramai menjadi hening. Semua pengunjing menatapku. Dan aku tidak peduli.

“Lalu apa yang kau inginkan?” Sekarang gadis yang bernama Jiyeon berbicara. Dia menatapku tajam. “Beli yang baru, sama seperti jasmu? Katakan padaku, berapa harganya.”

Aku tersenyum. Tepatnya, tersenyum meremehkan. “Kenapa? Kamu mau ganti rugi??”

“Ya.”

“Kau! Yeoja pabo! Kamu tidak akan bisa menggantinya! Jas ini sangat mahal! Gajimu tidak akan cukup!”

Jiyeon menggertakkan giginya. “Aku bertanya berapa harganya! Memang, gajiku sebagai freelance tidak akan cukup, lalu kenapa?! Kau pikir aku tidak mampu menggantinya??!”

“YA! Kenapa kau teriak-teriak?! Itu fakta kan?!”
Phew! Dia berani berteriak! Dia tidak tahu siapa aku, rupanya..

Jiyeon menarik napas panjang. Sekarang nada suaranya datar. “Bagaimana kalau.. aku akan memberikan cek dan kamu bebas untuk menulis berapa banyak uang yang kamu butuhkan di sana? Bagaimana?”

Aku membulatkan mataku. Cek? Bebas menulis?? Sekarang aku melihat dia merogoh tas merah dan mengeluarkan sesuatu. Itu.. benar-benar cek..? Dia menandatangani cek itu dan memberikannya kepadaku.

“Aku harap kamu puas Dan aku berharap aku tidak pernah melihatmu lagi di sini. Ah, koreksi. Dimanapun.” Jiyeon menekankan kata ‘dimanapun’. “Senang bertemu denganmu dan selamat tinggal!”

Sekarang aku menemukan diriku sudah berada di jalan Seoul. Jiyeon pasti telah mendorongku keluar dari toko es krim. Aku melihat di cek di tanganku. Apa yang terjadi?! Siapa sebenarnya yeoja itu??? WHAT THE HELL!

——————————–TBC—————————–

Gimana?? Panjang kan ceritanya? Thunder juga udah keluar lhoooo~

Komen ya, yang jadi silent reader, Cerilyn cuma bilang makasih aja yang penting udah diliat ni ff. Tapi lebih bagus sih ya tinggalin comment disini ^^

Oya, follow twitter aku di: @CerilynBam

Gomawo ^o^

38 responses

  1. Ji yeon ommo kamu hebat bgt bisa ngadepin si thunder,onnie ak suka bgt ffny seru bgt,critany juga g ngebosenin,oy ending ny ji yeon bakal balik ke amerika lg g y?semoga aj iy biar critany nambah seru… oy onniiie post part selanjutny jgn kelamaan,trus dibikin agak panjang dikit… mian kalo commentny kepanjangan …..😀

  2. @chynti iya kalo aku jadi Jiyeon udah aku hajar tuh si Thunder kekekekeke tapi gak ah Thunder salah satu bias ku soalnya > <
    liat aja ntar😉 gomawo udah comment! semakin panjang comment semakin bagus ^^/

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s