-One Shoot- Na Do Saranghaeyo

Author: Annisa Sooyoung Yesung (Choi Ri Rin)

Cast:

Stephanie Hwang (SNSD) ==> Tiffany

Choi Si Won (Super Junior) ==> Siwon

Choi Soo Young (SNSD) ==> Sooyoung

Kim Ki Bum (SHINee) ==> Key

Lee Hyuk Jae (Super Junior) ==> Hyukjae

San Dara Park (2NE1) ==> Dara

Im Yoon Ah as Hwang Yoon Ah (SNSD) ==> Yoona

Length: Oneshoot

Genre: Romance

===

DON’T BE A SIDERS

===

Na Do Saranghaeyo

###

” Apa? Ternyata cowok itu Gay?” seorang yeoja berkacamata memandang seorang namja yang tengah berjalan tak jauh darinya dan temannya.

” Ne. Choi Siwon seorang Gay.” bisik temannya. Membuat yeoja berkacamata tadi bergidik ngeri. Padahal kan ia sangat menyukai Siwon yang tampan. Tapi apa? Siwon Gay?

###

” Nyuk, apa yang harus aku lakukan?” tanya Siwon frustasi. Dia benar-benar tidak tahan dengan gosip yang sedang menimpanya. Pamornya benar-benar turun. Dari namja paling keren sekampus jadi namja paling keren yang ternyata Tidak Normal.

Hyukjae, namja tampan yang diduga-duga sebagai pasangan Gay-nya hanya tersenyum kecut. Ia sudah tak tahu lagi bagaimana menghadapi Siwon. Sudah beribu-ribu nasihat yang ia lontarkan untuk Siwon. Tapi ia tak mau mendengarnya.

” Ya! Hyukjae! Jawab aku!” seru Siwon frustasi. Hyukjae menatapnya.

” Sudah kubilang, cari pacar.” Hyukjae sudah mengatakannya ribuan kali. Dan ini yang kesekian kalinya.

” Hei, cari pacar itu tak semudah yang kau bayangkan, Nyuk.” Siwon menatap Hyukjae dengan pandangan kesal. Ia sudah lelah menghadapi Hyukjae yang sama sekali tak mengertinya.

” Lebih baik cari pacar untuk sementara saja! Pasti akan mengurangi gosip itu. Dan hubunganku dengan Dara akan kembali normal.” usul Hyukjae yang sudah tidak sabar untuk bertemu lagi dengan kekasihnya.

” Maksudmu hanya untuk pemanfaatan? Andwe! Cinta itu bukan main-main, Nyuk!” protes Siwon. Hyukjae terkekeh pelan. Ia mendekat pada Siwon dan berbisik.

” Setidaknya gosip Gay bodoh itu hilang!”

###

Siwon melangkah terburu-buru saat ia menuju parkiran mal. Yeah tentu saja setelah melepas penat dengan mengunjungi salah satu cafe favoritnya di mal tersebut. Dan kali ini Hyukjae tak bersamanya. Hyukjae pergi kerumah kekasihnya.

BRUK!!

Kecelakaan kecil itu terjadi. Karena kurang berhati-hati, Siwon menabrak seseorang. Ketika ia mendongak, seorang yeoja. Cantik dan sepertinya sangat pintar. Siwon buru-buru menyadarkan lamunannya dan berdiri tanpa membantu yeoja itu.

” Mianhae, aku terburu-buru.” kata Siwon sambil mengambil HPnya yang sempat terjatuh tadi. Lalu pergi begitu saja. Bersamaan dengan itu, yeoja cantik itupun berdiri dan juga mengambil HPnya yang juga terjatuh.

” Huh, laki-laki tidak bertanggung jawab!” keluh yeoja itu sambil merapikan bajunya. Lalu masuk kedalam mal dan menuju cafe favoritnya.

” Tiffany!!” teriak seorang yeoja yang terlihat seumur dengannya. Yeoja yang dipanggil Tiffany itupun melambaikan tangannya dan berjalan menghampiri temannya.

” Hai, sudah lama?” tanya Tiffany.

” Anni. Baru saja sampai. Haha.” jawab yeoja itu sambil tertawa.

” Ah, dimana Key? Namjachingumu itu?” tanya Tiffany lagi. Yeoja itu tersenyum menyeringai.

” Ada di toilet.” jawab yeoja itu sambil terkikik geli. Yeoja yang ceria.

” Aish, Soo, bisakah kau hentikan tawamu? Senang sekali sih bergurau!” tegur Tiffany pada Soo.

” Ne. Jika kau mentraktirku dan Key oppa, aku akan berhenti bergurau.” Soo tersenyum menggelikan. Membuat Tiffany menatapnya aneh.

” Yeah, terserah kau saja Choi Sooyoung!” Tiffany menyerah. Tak ada gunanya berdebat dengan Sooyoung. Hanya membuang waktu. Tak lama, seorang namja menghampiri mereka dan mengecup pelan bibir Sooyoung. Tiffany tidak heran dengan kelakuan frontal 2 orang didepannya ini. Sudah biasa.

Setelah puas, namja itu duduk diantara Sooyoung dan Tiffany. Key. Nama namja itu, Key. Namjachingu sahabatnya. Yeah, mereka sudah lama berpacaran. Bahkan sekarang sudah merencanakan pernikahan. Bulan depan mereka akan bertunangan.

Tiba-tiba sebuah SMS mampir ke HPnya. Ia segera membacanya. Tapi rasanya ada yang aneh. Nama pengirim yang tertera disana adalah Unyuk. Sedangkan Tiffany tak pernah memiliki teman bernama Unyuk. Dengan hati-hati, ia baca SMS itu.

Yeah, sepertinya kau harus segera cari pacar. Dara menghindar lagi.

Hah? Orang ini terasa seperti meledek. Lagipula ia tahu darimana nomor ini? Tiffany mendadak terkena serangan jantung ketika melihat wallpaper HP itu adalah seorang namja bersama temannya. Dan ia kenal namja ini.

” Aigo~HPku tertukar!” gumam Tiffany cemas. Membuat Sooyoung mengerutkan keningnya bingung.

” Wae, Tiff?” tanya Sooyoung sambil menatap sahabatnya itu.

” Aigo!! HPku, HPku, HPku!!” Tiffany terus memutar otak. Ia tak mau kehilangan HP semata wayangnya.

” Misscall saja, Tiff.” usul Key. Tiffany langsung berhenti menggerutu. Ia menatap Key berbinar. Tumben sekali Key pintar.

” Ah ya! Kau betul. Tumben otakmu cemerlang!” seru Tiffany senang. Key langsung cemberut diabawah tawa Sooyoung yang menggelegar.

” Ya! Kau senang aku dibodohi seperti itu chagi?” omel Key manja pada Sooyoung. Sooyoung langsung berhenti tertawa.

” Bu, bukan gitu, Chagi. Ye, yeah, aku minta maaf, chagi..” ucap Sooyoung merajuk. Tiffany tidak peduli. Dengan cepat ia melengos pergi dari sana dan menghubungi nomor HPnya.

###

Siwon merasakan saku kemejanya bergetar. Ia segera mengambil HPnya dari dalam kantung sakunya dan melihat siapa yang meneleponnya. Rasanya ia kenal dengan nomor yang meneleponnya ini. Tapi kenapa tidak ada nama? Tanpa basa-basi lagi, Siwon segera mengangkat.

” Yoboseyeo?” suara yeoja. Siwon tersenyum. Ini pasti keajaiban. Tiba-tiba saja seorang yeoja menelepon. Pasti yeoja ini mau bilang kalau ia sudah tak terkena gosip apapun sekarang. Yak, aku siap.

” Ne. Yoboseyeo?” balas Siwon sok cool. Ia sangat senang kali ini.

” Euhm, aku yeoja yang tadi bertabrakan denganmu.” yeoja yang ternyata adalah Tiffany itu mampu membuat Siwon mengerutkan keningnya. Sekaligus berharap kalau gadis ini akan jadi pendampingnya. ” HPmu dan HPku tertukar.” lanjut yeoja itu.

Mata Siwon membulat. Tertukar? Siwon melihat HPnya sebentar. Benar. HP ini bukan miliknya. HP yang terlalu manis untuk dirinya. Dia merasa seperti banci saja memakai HP itu. Siwon menghela napas. Mencoba menenangkan diri.

” Euhm, Tuan, bisakah kita bertemu?” tanya Tiffany lembut. Siwon tersenyum. Ia merasa ini kesempatan emas baginya.

” Ne. Dimana? Tapi mian, tak bisa hari ini. Hari ini aku sangat lelah. Bagaimana kalau besok saja?” usul Siwon panjang. Tiffany terdiam. Sepertinya ia sedang berpikir disebrang sana.

” Euhm, cafe Prince?” tawar Tiffany. Siwon merasa mengenal cafe itu. ” Cafe paling terkenal di mal yang tadi kau kunjungi. Kau tak tahu?” suara Tiffany seperti meledek.

” Tentu saja aku tahu! Cafe itu cafè favoritku. Baiklah. Besok saat jam makan siang, otte?” usul Siwon. Tiffany menutup teleponnya tanpa pesan terakhir. Siwon menganggapnya sebagai jawaban ya.

Sementara itu ditempat lain, Tiffany tampak kebingungan. Pasalnya pulsa namja tadi habis. Tiffany menggerutu sebal. Kere sekali sih namja ini. Pulsa saja sekarat. Keluh Tiffany dalam hati. Padahal ia kan belum sempat menolaknya. Jam makan siang besok ia ada janji dengan Sooyoung.

Dengan langkah gontai, Tiffany menuju parkiran dan membawa mobilnya pergi dari mal. Ia menuju rumahnya. Pulang. Sepertinya hal yang bagus dilakukannya dirumah setelah ini adalah berendam dengan bubble bath beraroma jeruk. Yah, semoga saja bisa meredam kepenatannya.

###

Siwon terbangun dari tidurnya. Alarm pagi ini serasa merdu untuknya. Padahal biasanya ia langsung melempar jam wekernya dengan asal. Dengan cepat, Siwon masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya dengan cepat. Lalu berpakaian rapi. Sedikit menyisir rambutnya yang hampir tiap hari tak pernah disisir.

Siwon mengambil HP yeoja yang meneleponnya kemarin. Ia membuka folder foto di HP itu dan terpampanglah foto-foto gadis itu bersama temannya. Ah, gadis yang manis. Pikir Siwon. Ia terus melihat-lihat foto gadis itu hingga tak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 08.50.

” MWO?! Aku bisa telat pelajaran Mr. Leeteuk kalau begini.” Siwon segera beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil serta tasnya. Tak lupa ia mengantongi HP yeoja tersebut.

Sesampainya dikampus, ia berjalan dengan tergesa-gesa. Ia sudah telat pelajaran Mr. Leeteuk. Ah, seharusnya tak begini. Sangat tidak lucu ia telat hanya gara-gara memikirkan seorang yeoja.

BRUK!

Lagi-lagi ia menabrak orang. Dengan cepat ia berdiri dan membantu orang yang ditabraknya dengan sedikit kasar. Orang itu menatapnya. Ternyata Yeoja yang kemarin. Yeoja itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Meminta sesuatu.

” Ah, ne. Ini. Mana HPku?” tanya Siwon sambil mengeluarkan HP dari saku bajunya. Ia menyodorkannya pada yeoja itu. Yeoja itu menerimanya.

” Huh, kalau begitu kita tidak perlu lagi bertemu di cafe Prince. Gomawo sudah merawat HPku dengan baik.” yeoja itu tersenyum. Lalu beranjak pergi. Tapi Siwon menahannya. ” Wae? Urusan kita sudah selesai.”

” Tidak. Kita tetap harus bertemu siang nanti di cafe prince. Aku tidak mau tahu. Kau harus datang.” kata Siwon sambil tersenyum manis. Membuat yeoja itu menganggukan kepalanya. Menurut.

###

Tiffany benar-benar tidak tahu kenapa ia bisa dengan bodohnya mengikuti perintah namja bodoh itu. Ha, ia sudah bodoh seperti namja itu. Ehm, ketularan bodoh. Sekarang Tiffany menunggu di cafe Prince sendirian. Namja bodoh itu telat.

Tiffany mengaduk-aduk minumannya dengan heran. Kemana namja itu? Kenapa tidak datang juga? Ah, seharusnya ia pergi menemui Sooyoung saja. Bukan menemui Siwon. Sejenak, ia terdiam. Lalu beranjak untuk melangkah pergi. Tapi sebuah tangan menghalanginya.

” Aku belum datang dan kau mau pergi?” sindir pemilik tangan. Siwon.

” Kau datang telat. Untuk apa aku menunggumu lebih lama lagi?” balas Tiffany kesal.

” Yeah, kau tidak bilang kalau aku tidak boleh datang telat.” kata Siwon santai sambil duduk disofa. Tiffany ikut duduk.

” Terserah sajalah. Apa yang mau kau bicarakan? Aku sibuk! Tak ada waktu untuk namja babo sepertimu!” kata Tiffany to the point. Ia tak ingin berbasa-basi dengan laki-laki macam ini.

” Aku ingin minta tolong padamu.” jawab Siwon. Tiffany mengerutkan kening. ” Aku sedang ada masalah. Dan aku pikir kau yang pantas membantuku.” pinta Siwon.

” Kenapa harus aku? Kita baru saja kenal! Bahkan aku tidak tahu namamu. Kau juga pasti tak tahu namaku! Sudahlah, cari saja orang lain!” tolak Tiffany sambil bangkit. Tapi lagi-lagi Siwon menahannya.

” Kumohon. Hanya 3 bulan. Kalau bukan kau, takkan ada yang mau. Hanya kau. Bahkan aku yakin kau sudah tahu tentang masalahku. Kau kan satu kampus denganku. Dan kau satu-satunya yeoja yang tidak menghindari aku.” rajuk Siwon. Tiffany menatapnya. Ia seperti mengetahui sesuatu.

” Namamu?” tanya Tiffany pasrah.

” Choi Siwon.” jawab Siwon lemah. Tiffany menutup mulutnya kaget.

” Cho, Choi Siwon? Namja yang dibilang Gay itu? OMO!! Bagaimana bisa aku tidak tahu namja yang bernama Siwon itu? Ah, aku sangat menyesal tidak ikut melihatmu. Kalau aku tahu kau, aku sudah menghindar dari dulu.” celoteh Tiffany.

” Yeah, baiklah. Aku tak memaksamu.” kata Siwon sambil beranjak. Namun kali ini Tiffany menahannya.

” Ne. Aku mau.” kata Tiffany tenang. Siwon menoleh senang. Lalu memeluk Tiffany dengan erat.

” Gomawo!! Aku janji hanya 3 bulan.” ucap Siwon. Tiffany mengangguk. ” Oya, ngomong-ngomong namamu siapa?”

###

Oke. Inilah hari pertama Tiffany menjadi pacar Siwon. Euhm, pacar bohongan. Yah, entah kenapa Tiffany dengan sukarela menolong Siwon tanpa imbalan. Apalagi 3 bulan bukan waktu yang cepat. Dan parahnya lagi, hal ini tak ada yang tahu kecuali ia, Siwon dan Hyukjae. Bahkan Sooyoung, sahabatnya sendiripun tak diberitahu tentang pacaran bohongan ini.

” Kau siap?” tanya Siwon. Tiffany mengangguk. Entah angin apa yang membuatnya mengangguk. Padahal dalam hatinya ia merasa aneh.

Siwon menggandeng tangannya dan berusaha terlihat mesra sambil berjalan menuju gedung kampus yang lumayan jauh dari tempat parkir. Sepanjang perjalanan menuju gedung kampus, semua mata langsung tertuju pada mereka berdua.

Bisik-bisik para yeoja pun terdengar ditelinganya. Ya, semoga saja rencana bodoh Siwon ini berhasil. Setidaknya dia takkan ada dalam bayang-bayang Siwon terus setiap hari.

” Hei, bersikaplah mesra. Kalau kau seperti ini, kita tambah saja jadi 1 tahun.” ancam Siwon sambil berbisik. Tiffany yang sebal langsung merapatkan diri pada Siwon.

Siwon tersenyum menang saat Tiffany merapatkan diri padanya. Ia seolah menunjukkan kalau Tiffany pacarnya dan membuktikan kalau ia bukan seorang Gay seperti yang dibicarakan selama ini. Ia normal. Yeah, meski ini adalah sebuah kebohongan. Namun sungguh! Siwon bukan seorang Gay. Ia benar-benar normal.

Hyukjae yang baru saja datang langsung menghampiri mereka dan tersenyum riang. Sangat riang. Dengan begini, ia bisa kembali pada Sandara. Pacar tersayangnya dan satu-satunya. Tak ada yang lain.

” Yak! Dengan begini, Dara pasti akan kembali padaku.” ujar Hyukjae senang. Siwon tersenyum. Begitu juga Tiffany yang memaksakan senyumnya. Ia benar-benar tak menyangka bahwa ia juga akan menolong Hyukjae meski tidak secara langsung.

” Nah, temui Daramu sekarang. Jangan sampai dia menolakmu!” suruh Siwon semangat. Tiffany menatapnya dengan pandangan aneh dan sangat menyebalkan.

” Wae?” tanya Siwon aneh sepeninggal Hyukjae. Wajahnya dan wajah Siwon berdekatan. Dan mereka hampir saja berciuman jika Tiffany tak segera menghindar. Siwon tertawa setelah itu.

” Kau! Menyebalkan sekali! Kalau aku punya penyakit jantung, aku akan mati saat ini juga karena kelakuanmu!” omel Tiffany kesal.

” Sudahlah. Ayo jalan lagi. Kau seperti anak kecil saja.” kata Siwon sambil berjalan lagi. Kali ini ia tak menggandeng Tiffany. Ia membiarkan Tiffany berjalan disampingnya.

###

Siang itu Tiffany ada janji dengan Sooyoung di cafe Prince. Yeah, tempat seperti biasa dengan orang yang bisa dibilang tak biasa. Siwon memaksa ikut. Katanya dia harus memperkenalkan pacar barunya ini pada sahabatnya.

Huh, sandiwara macam apa sih ini? Buat apa ia memperkenalkan Siwon? Tak penting. Apalagi Siwon itukan bukan pacarnya. Kenal saja baru. Bagaimana mau pacaran secara resmi. Dia itu namja paling menyebalkan.

TIN! TIN!

Tiffany mendengar suara klakson mobil diluar. Ia segera melihat siapa yang datang. Eh? Mobil Siwon? Kenapa bisa disini? Ia kan tak pernah minta dijemput. Ah, sebaiknya ia segera turun sebelum Siwon bertemu dengan orang tuanya.

Telat. Sebelum Tiffany sampai dipintu, nyonya Hwang sudah membukakan pintu untuk Siwon. Nyonya Hwang menatap Siwon aneh. Ia merasa kenal dengan namja dihadapannya ini. Tapi sebagai tuan rumah yang baik, nyonya Hwang tersenyum.

” Maaf, anda siapa?” tanya nyonya Hwang pada Siwon. Siwon tersenyum.

” Perkenalkan ahjumma. Namaku Siwon. Choi Siwon. Aku euhm, namjachingu anakmu.” kata Siwon tenang.

” Ah? Tiffany? Kau namjachingu-nya Tiffany? OMO!! Kenapa anak itu tak memberitahu ya?” bingung nyonya Hwang. Siwon hanya tersenyum.

Tiffany menuruni tangga dengan hati-hati. Ia belum tahu kalau ibunya ada disana bersama Siwon. Dan, dalam hitungan menit berikutnya, bisa dipastikan kalau gadis itu terkena serangan jantung mendadak. Lihat saja, mulutnya menganga lebar ketika ia melihat ibu dan pacar bohongannya itu sedang bercengkrama diruang tamu.

” Lho? Tiffany? Sudah rapi ya. Mana tasmu?” tanya nyonya Hwang saat melihat Tiffany berdiri didepan tangga.

” E, eh, eomma. Euhm, euhm, su, sudah kenal Si, Siwon ya?” tanya Tiffany gugup. Nyonya Hwang tersenyum.

” Kau kenapa tidak bilang kalau punya namjachingu? Ah, namjachingumu tampan.” bisik nyonya Hwang. Tiffany memaksakan senyumnya.

” N, ne eomma. Kami baru saja berpacaran. Ti, tidak mungkin kan aku memberitahukan secepat itu.” kata Tiffany.

” Yah, lebih cepat kan lebih baik. Kami jadi bisa merencanakan seperti apa pernikahanmu nanti.” kata nyonya Hwang tanpa pikir panjang. Tenggorokan Tiffany tercekat. Ia menatap Siwon. Namja itu hanya tersenyum manis.

” E, eomma. Kami baru saja jadian. Tak mungkin secepat itu. Bisa saja 3 bulan lagi kami tak bersama.” Tiffany menyindir Siwon. Namja itu melototinya garang.

” YA! Kenapa bicara seperti itu? Kau ingin putus? Kalian kan baru saja jadian! Kau suka bicara yang tidak-tidak ya!” omel nyonya Hwang. Tiffany hanya mengerucutkan bibirnya.

” Ah, Ahjumma. Sudahlah. Tak perlu memarahinya. Dia mungkin sedang badmood. Kalau begitu, cepat ambil tasmu chagi. Lalu kita pergi.” kata Siwon. Tiffany mengangguk. Lalu cepat-cepat mengambil tasnya.

###

Sooyoung melambaikan tangannya begitu melihat Tiffany datang. Tapi ia sedikit bingung dengan namja yang datang bersama Tiffany. Sebelumnya ia tak pernah melihat namja itu. Dan lagi, bagaimana bisa datang bersama Tiffany?

Tiffany dapat melihat raut wajah Sooyoung yang keheranan. Pasti karena Siwon yang ada disampingnya. Yah, jelas saja Sooyoung tidak tahu siapa Siwon. Sooyoung tidak satu kampus dengannya. Bertemu begini saja setiap hari. Dan Sooyoung selalu membawa Key yang selalu ditoilet setiap ia datang.

” Hai, Soo. Sudah lama?” tanya Tiffany sambil duduk dihadapan Sooyoung. Siwon mengikuti. Ia mengambil bagian disamping Tiffany.

” Tidak. Aku baru saja datang. Tapi, tak biasanya kau membawa namja. Siapa dia?” tanya Sooyoung. Tiffany terdiam sejenak. Apa yang harus kubilang?

” Errr-Dia, euhm, dia…”

” Perkenalkan. Aku Choi Siwon. Kau bisa panggil aku Siwon. Aku namjachingunya Tiffany.” kata Siwon memperkenalkan diri. Ia mengulurkan tangannya pada Sooyoung.

” Oh, aku Choi Sooyoung. Panggil aku Sooyoung.” Sooyoung menyambut uluran tangan Siwon. Lalu melepasnya. ” Kau tak pernah bilang padaku kalau kau punya pacar!” bisik Sooyoung pada Tiffany. Tiffany hanya tersenyum. Memamerkan deretan gigi putihnya.

” Hai! Kau sudah datang? Dan, siapa ini? Namjachingumu, Tiff?” tanya Key yang baru saja keluar dari toilet.

” Yeah, begitulah. Namanya Siwon.” jawab Tiffany malas. Siwon segera memperkenalkan diri. Begitu juga dengan Key.

” Wah, kau tak pernah bilang kalau punya namjachingu, Tiff.” kata Key seraya duduk dan merangkul Sooyoung. Sooyoung tersenyum.

” Hah, buat apa aku bilang kalau aku punya namjachingu? Tak akan membuat kalian rugi juga!” Tiffany mengibaskan tangannya tak peduli.

” Hei, kau jangan bersikap seperti itu. Dia pacarmu, babo!” Sooyoung menjitak kepala Tiffany. Membuat Tiffany meringis.

” Ah, iya aku tahu dia pacarku! Tapi kan tak perlu juga kukasih tahu! Lagipula dia juga tak memberitahukan pada siapa-siapa.” kata Tiffany sambil melirik Siwon.

” Hei, kenapa melirikku? Jangan seperti itu, chagiya. Aku bukannya tak ingin memberitahukannya pada siapapun. Tapi~”

” Sudah cukup! Kalau kau bicara lagi aku hajar kau.” ancam Tiffany sebal. Siwon tertawa.

” Hmm, bagaimana kalau kalian aku traktir? Sebagai perayaan jadian kami.” usul Siwon. Tiffany membelalakkan matanya. Huh, jadian saja tidak resmi, kok. Mau sok-sokan traktir.

” Hua, ide bagus Siwon-ssi.”

###

” Aigo!! Jangan tarik-tarik aku! Kau mau mengajakku kemana sih? Buru-buru sekali!” protes Tiffany saat Siwon menariknya buru-buru pulang setelah berpisah dengan Key dan Sooyoung di pintu utama.

” Tidak papa. Hanya ingin mengajakmu kesuatu tempat. Pasti kau suka.” kata Siwon. Lalu mulai menaiki mobilnya dibagian supir. Begitu pula dengan Tiffany.

” Tempat apa? Sepertinya kau semangat sekali? Awas ya kau kalau macam-macam padaku! Aku takkan segan-segan mengeluarkan tendangan mautku!” ancam Tiffany. Siwon tertawa. ” YA!! Jangan tertawa! Kau mau mencoba tendanganku, eh? Ayo! Sini kau!” Tiffany mengambil ancang-ancang. Tapi karena dia duduk dimobil, dengkulnya jadi terantuk alas dashboard. ” AW!!” keluh Tiffany.

” Salahmu tak hati-hati. Jadi jangan salahkan aku.” Siwon menahan tawanya dan langsung berkonsentrasi menyetir.

Sejenak, Tiffany menatap Siwon dengan pandangan yang sulit diartikan. Kalau diam begini dia tampan juga. Dan aku baru tahu kalau dia sangat manis. Hmm, senyumnya juga memabukkan. Pikir Tiffany. Sepertinya ia mulai menyukai Siwon.

” Aku tak setampan yang kau pikirkan, kok.” ledek Siwon sambil tetap konsentrasi menyetir. Tiffany segera menghadap kedepan. Rupanya namja ini sangat menyebalkan!

” Tak ada yang menganggapmu tampan, babo!” umpat Tiffany kesal. Siwon tertawa. ” YA! Kau selalu tertawa jika aku bicara! Memang ada yang lucu?!!” gertak Tiffany.

” Cara bicaramu itu lucu, chagiya..” kata Siwon sambil mencubit pipi Tiffany.

Tiffany tercengang. Cha, chagi? Aigo!! Kenapa bisa berdebar? Padahal dia hanya mengatakan Chagiya dan mencubit pipiku! Omo!! Wajahku! Apakah wajahku merah? Ash! Bisa kegeeran dia! Pikir Tiffany dalam hati. Ia segera mengambil cermin kecil dari dalam tasnya dan langsung memeriksa kedua pipinya. Tidak. Tidak merah.

” Yeah, jelas saja tidak ada. Kau kan sudah tidak gugup. Coba kau lihat tadi. Kedua pipimu merona merah. Sangat merah.” kata Siwon seolah bisa membaca pikirannya. Tiffany melotot.

” Kau jangan geer ya!” Tiffany menggertak Siwon.

” Ya, terserah kau saja. Sekarang kita sudah sampai. Ayo turun. Kajja!” Siwon menghentikan mobilnya disalah satu tempat yang indah dan dingin. Tiffany menggosok-gosokan kedua telapak tangannya agar menimbulkan kehangatan.

” Mengapa mengajakku ketempat sedingin ini?” suara Tiffany bergetar.

” OMO! Kau kedinginan? Mianhae, mianhae. Sini aku hangatkan.” Siwon menarik Tiffany kedalam pelukannya. Memasukan tangan Tiffany ke dalam bajunya.

Tiffany dapat merasakan tubuh Siwon yang keras. Jantungnya berdetak kencang. Euhm, tepatnya dua-duanya. Yeah, Tiffany dapat mendengar suara detak jantung Siwon yang tepat berada dikepalanya.

” Hei, jantungmu berdetak kencang.” kata Tiffany tanpa melepas pelukannya dari Siwon.

” Kau mendengarnya?” tanya Siwon. Tiffany mengangguk. ” Yah, sepertinya kau juga. Dan gugup, eh? Tanganmu basah.” Siwon bertanya lagi. Pasalnya ia dapat merasakan basah pada kulitnya yang sedang dipeluk Tiffany.

” Jeongmal? Ah, tubuhmu hangat sekali didalam sini.” kata Tiffany sambil mempererat pelukannya.

” Aku membuatmu hangat?”

” Ne. Pelukanmu.” ralat Tiffany seraya bercanda. Siwon tertawa. ” Hmm, kau bukan orang menyebalkan jika begini.” canda Tiffany.

” Oya? Kalau begitu kita begini saja terus.” usul Siwon. Tiffany mengerucutkan bibir.

” Anni! Bukan itu maksudku.” Tiffany meralat. Siwon mengangkat kedua alisnya. ” Euhm, lupakan. Itu tidak penting.”

” Haish! Dasar kau ini!” ledek Siwon. Tiffany malah tersenyum tanpa dosa.

” Euhm, mau sampai kapan kita begini terus?” tanya Tiffany. Siwon tersenyum miring.

” Sampai aku puas.” kata Siwon genit sambil memajukan wajahnya agar lebih merapat pada Tiffany. Tiffany memejamkan matanya takut. Ia dapat merasakan desah nafas Siwon di hidungnya. Bahkan kini Hidungnya sudah bertabrakan dengan hidung Siwon. Dan setelah berjarak sedikit lagi dari bibir Tiffany, Siwon beralih ke pipi Tiffany dan menciumnya.

Tiffany memegang pipinya begitu Siwon melepaskan bibirnya dari pipinya. Malu sekali dia. Jantungnya berdebar kencang. Seakan mau lepas. Omo!!

” Kau! Ah, jahil sekali!” teriak Tiffany sambil memukul lengan Siwon dengan manja. Siwon tertawa. ” Jangan tertawa!” sentak Tiffany. Siwon berhenti. Tapi masih menahan tawanya. Tiffany benar-benar lucu. ” Pulang!”

###

Keesokan harinya, Siwon sudah rapi didepan rumah Tiffany. Ia sengaja datang pagi untuk menjemput Tiffany. Entah kenapa, ia ingin sekali menjemput Tiffany. Setelah kejadian kemarin, rasanya ia ingin selalu dekat-dekat dengan Tiffany.

Siwon berdiri tegak begitu ada yang membuka pintu pagar. Itu pasti Tiffany. Dan benar saja, Tiffany menatap Siwon dengan tatapan heran sekaligus terkejut karena mendapati Siwon didepan rumahnya. Tak munafik, Tiffany merasa sangat senang. Tapi ia berusaha menyembunyikannya.

” Sedang apa kau disini?” tanya Tiffany datar.

” Aku ingin menjemput yeojachingu tercintaku ini. Masa tidak boleh?” goda Siwon manis. Tiffany merasakan jantungnya berdebar. Rasanya sejak kemarin ia ingin berada didekat Siwon terus. ” Hei! Kau melamun, chagi?” tanya Siwon. Tiffany segera tersadar. Ia sudah menyiapkan semua umpatan dan cacian untuk Siwon. Tapi…

” Lho? Ada Siwon? Kenapa tak kau suruh masuk, Tiff?” nyonya Hwang sudah berdiri didekat mereka. Membuat Tiffany menelan semua umpatan dan cacian untuk Siwon. Ia segera memasang tampang manis. Lalu mendekati Siwon dan memeluk lengannya.

” Eomma, kami buru-buru. Jadi kami harus berangkat sekarang. Iya kan, chagi?” Tiffany menatap Siwon. Siwon mengerti.

” Iya. Kami ada kuliah pagi ini, ahjumma.” kata Siwon sambil mengelus pelan lengan Tiffany.

” Tapi kau belum sarapan, Tiff.” Nyonya Hwang memperingatkan.

” Eomma, aku akan menyempatkan diri untuk sarapan nanti dikampus bersama Siwon. Eomma tenang saja. Yuk, chagi. Jaljja eomma!!” Tiffany menarik lengan Siwon agar tak banyak bicara lagi dengan eommanya.

###

” Ini.” Siwon memberikan semangkuk bubur pada Tiffany. Yak, mereka memang berhenti disebuah kedai bubur.

” Ah, sudah kubilang tidak usah. Aku bisa sarapan dikampus nanti.” protes Tiffany. Tapi Siwon menggeleng.

” Jangan membantah. Sudah, makan saja. Aku tahu kau takkan sarapan.” suruh Siwon sambil menyesap sedikit tehnya dan memakan buburnya. Begitu pula dengan Tiffany.

Mereka makan dalam diam. Entah kenapa, ada sedikit rasa canggung dalam diri mereka. Padahal ini bukan kali pertama mereka berduaan. Tapi kenapa jadi canggung begini?

” Ah, Jakkaman!” seru Siwon sambil mengambil tissue. Lalu ia mengelap ujung bibir Tiffany dengan tissue tersebut. ” Seperti anak kecil saja!” ledek Siwon.

” Aish! Dasar kau! Terus saja meledek aku!” sungut Tiffany. Membuat Siwon semakin tertawa. ” YA! Jangan tertawa terus! Aku malas melihatnya!”

” Eh? Bukankah tawaku manis?” tanya Siwon bodoh.

” Anni! Senyummu yang manis! Bukan tawamu! Eh?” Tiffany tanpa sadar mengucapkan apa yang selama ini ia kagumi dari Siwon. Sejenak, Siwon memikirkan apa yang dikatakan oleh Tiffany. Setelah itu ia menatap Tiffany dengan tatapan menggoda.

” Jadi senyumku manis Nona Hwang?” goda Siwon. Tiffany mengerucutkan bibirnya.

” Andwe! Senyummu juga sama jeleknya dengan tawamu!” Tiffany tak mau mengaku. Siwon tertawa makin lebar.

###

Sudah satu bulan ini Kampus selalu heboh jika Siwon dan Tiffany datang bersama. Mereka masih tidak percaya kalau mereka akan salah mengira. Jadi selama ini Siwon memiliki pacar? Ah, tak pernah terbayangkan oleh mereka.

Satu bulan juga Siwon dan Tiffany selalu bersama. Tak pernah berpisah. Kecuali kalau ada kelas. Yeah, satu bulan mereka menjadi bahan omongan. Siwon senang sekali. Tampaknya rencananya kali ini akan berhasil.

” Kau puas? Sepertinya mereka tak pernah berbisik-bisik lagi soal Gay-mu itu. Yang ada hanya bisik-bisik soal kita. Kau dan aku. Ah, mereka semua tukang gosip!” keluh Tiffany.

” Yeah, dan aku senang. Mereka menggosipkan kita karena mereka tertarik dengan hubungan kita chagi.” ucap Siwon sambil membelai lembut rambut Tiffany. Tiffany tersenyum.

” Don’t call me chagi! Masa pacaran kita tinggal 2 bulan lagi Choi Siwon! Ingat itu!” Tiffany berlagak galak. Siwon tertawa garing.

” Ne. Aku tahu.” ucap Siwon pelan. Sejujurnya ia sangat tak menyukai ucapan Tiffany tadi. Selama sebulan ini, ia merasa sangat nyaman pada Tiffany. Setiap dekat Tiffany, rasanya ada yang lain. Nyaman, bahagia dan yang jelas kacau.

Tiffany menatap namja dihadapannya ini dengan tatapan aneh. Kenapa diam? Pikirnya dalam hati. Apa karena ucapannya tadi? Ah, Tiffany menyesali perkataannya. Sejujurnya ia tak mau jauh dari Siwon. Apalagi sampai melepas ikatan yang sebenarnya tidak resmi ini.

Choi Siwon. Namja itu telah membuatnya seperti melayang. Terbang dan mengambang. Tatapannya yang dulu sangat menjengkelkan, sekarang sangat indah. Tawanya yang dulu sangat menyebalkan, sekarang merdu. Dan senyumnya, ugh, entah kenapa ia bisa merasa seperti itu. Merasa bahwa Siwon adalah malaikat. Merasa bahwa Siwon adalah pangeran.

Siwon menatap yeoja dihadapannya yang juga sedang menatapnya. Yeoja ini. Siwon segera tersenyum lalu mengusap-usap puncak kepala Tiffany. Nah kan? Siwon memang pintar membuat jantungnya berdebar tak beraturan. Setelah itu, Siwon pergi begitu saja.

Stephanie Hwang. Yeoja itu telah menyihirnya. Menjadi sebagian dari hidupnya. Rasanya tak ada lagi kekesalan atau kejengkelan saat bersama dengan Tiffany. Yeah, memang tak pernah ada. Tapi Tiffany memang telah merubah hidupnya. Semua terasa begitu indah bila didekat Tiffany. Ingin rasanya ia tidak mengakhiri hubungan tidak resmi ini. Tapi bagaimana? Ini kemauan Tiffany. Bukan kemauannya.

” Hei!” sapa Hyukjae bersama Dara. Siwon tersenyum tipis.

” Mana Tiffany, Siwon? Kenapa tak bersamanya? Kalian berantem?” tanya Dara beruntun. Siwon menggeleng. ” Lantas?”

” Entahlah, sepertinya dia memang ingin sendiri.” jawab Siwon lesu. Dara mengerutkan kening.

” Sendiri? Memang dia sedang ada masalah. Bagaimana kalau aku hibur dia. Ah, Tiffany itu teman yang menyenangkan!” usul Dara. Tanpa izin, dia menghampiri Tiffany.

Sepeninggal Dara, Hyukjae mendekati sahabatnya itu. Sepertinya ia tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya sekarang ini. Ia punya ide!

” Hei, kudengar-dengar, mahasiswa-mahasiswa yang mengagumimu masih tak percaya soal kau dan Tiffany. Mereka tak yakin karena kau tak pernah mencium Tiffany.” kata Hyukjae. Ia tak berbohong. Memang benar.

” Jeongmal?” tanya Siwon. Hyukjae mengangguk. ” Ottokhae?”

” Cium Tiffany dihadapan semua.” usul Hyukjae. Siwon membelalakan mata. Itu namanya bunuh diri.

” Andwe! Yeoja itu takkan mau!” seru Siwon. Hyukjae tertawa.

” Kau ini bodoh atau apa? Ya kau bicarakan padanyalah!” suruh Hyukjae. Siwon mengerutkan kening.

” Ah, Andwe! Aku tak mau melakukannya!”

###

Tiffany dan Siwon berjalan-jalan ditaman kampus. Mereka paling senang berduaan ditempat ini. Yeah, meskipun tidak berpacaran secara resmi, namun tetap saja mereka ingin selalu berduaan. Maka tempat ini adalah yang paling cocok untuk mereka.

Tangan Siwon sepertinya juga tak ingin lepas dari tangan Tiffany. Mereka terus-terusan bergandengan tangan. Membuat setiap orang yang melihatnya merasa iri. Ya, seorang Choi Siwon, idola kampus ternyata sudah memiliki pacar.

” Hei, tanganmu membuat semua yang melihat kita iri tahu!” kata Tiffany bergurau.

” Biar saja. Biar mereka tahu kalau kita tak terpisahkan.” Siwon juga bercanda. Membuat Tiffany tertawa.

” Tapi 2 bulan lagi~”

” Ssst, kumohon, aku tahu 2 bulan lagi akan berakhir. Maka itu jangan kau ingatkan.” Siwon meletakkan telunjuknya dibibir Tiffany. Tiffany mengangguk.

Mereka terdiam. Berkutat pada pikiran masing-masing. Rasa canggung menyelimuti mereka. Entahlah, tapi rasanya aneh. Meski begitu, tangan Siwon tak lepas juga dari tangan Tiffany. Sangat menggenggamnya dengan erat, seolah takut kehilangan Tiffany.

” Euhm,” mereka bergumam bersamaan. Lalu kembali terdiam. Malu. ” Kau duluan.” lagi-lagi mereka bersamaan.

” Ladies first.” Siwon mempersilakan yeoja disampingnya ini bicara duluan. Tapi Tiffany menggeleng.

” Kau.”

Siwon menghela napas. Lalu menatap mata  Tiffany dalam. Tiffany pun membalas tatapan matanya. Lama-lama, Siwon makin mendekatkan wajahnya pada Tiffany. Tiffany memejamkan matanya. Bukan takut, tapi ia siap. Sejurus kemudian, ia bisa merasakan nafas Siwon dihidungnya. Semakin terasa dan akhirnya tak ada jarak lagi diantara mereka.

” OMO!! Lihat! Siwon berciuman dengan yeoja itu! Omo! Omo!” histeris salah seorang yeoja yang sangat mengidolakan Siwon.

Mendengar itu, Tiffany langsung berniat melepaskan ciumannya. Tapi Siwon menahannya. Ia menggenggam tangan Tiffany erat dan terus memperdalam ciuman mereka. Tiffany kembali mengurungkan niatnya. Ia mengikuti apa mau Siwon dan apa yang sebenarnya ia inginkan.

Selang beberapa detik, Siwon melepas ciuman mereka. Tiffany tersenyum. Entahlah, seharusnya ia marah. Tapi kini ia sangat senang. Siwon pun membalas senyuman Tiffany dan berbisik ditelinga Tiffany.

” Saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo.”

Tiffany tertegun. Mimpikah ia? Omo! Siwon bilang apa padanya? Saranghae? Siwon mencintainya juga? Benarkah? Apa ini mimpi? Tiffany terus menggumam dalam hati. Masih mencoba mencerna ucapan Siwon tadi. Rasanya seperti mimpi.

” Jeongmal? Ah, aku tahu. Tapi kalau kau berbisik takkan ada yang mendengarnya.” ucap Tiffany bercanda.

” Aku serius.” Siwon mengecup bibir Tiffany sekilas. ” Aku benar-benar menyukaimu. Jadilah yeojachinguku. Real yeojachingu.” Siwon memeluk Tiffany. Tiffany tersenyum.

” Ne. Na do.”

###

” Eonni! Aku tak pernah percaya kalau aku benar-benar jadian dengannya! Namja itu, Choi Siwon! Ahh~” Tiffany bicara pada foto yang ia pegang. Dibawahnya tertulis nama Hwang Yoona. Seorang yeoja cantik yang 2 tahun lebih tua darinya.

Tiffany menghela napas.

” Seandainya Yoona eonni tidak mengalami kecelakaan, pasti hari ini Yoona eonni akan melihat namjachinguku.” Tiffany berandai-andai. Ya, setahun lalu memang Yoona mengalami kecelakaan mobil sehingga ia harus merelakan satu kakinya lumpuh. Dan harus pergi ke Jerman untuk terapi.

Malam semakin larut, akhirnya Tiffany tertidur dengan tangan masih memegang foto Yoona.

Esok paginya, Tiffany bangun dengan semangat. Ia mandi dan cepat-cepat memakai pakaian yang menurutnya menarik untuk hari ini. Kaus tanpa lengan dan celana jeans bermodel pensil. Lalu dengan cepat ia turun kebawah untuk sarapan.

Dibawah, ia melihat ada seorang yeoja cantik yang sedang menghidangkan makanan. Rasanya ia kenal dengan yeoja ini. Tapi siapa? Tiffany mendekati yeoja itu, apa pembantu baru? Tiffany menepuk pundak yeoja itu. Yeoja itu membalikan tubuh dan,

” EONNI!! OMONA!! Bogoshippo!! Jeongmal bogoshippo!” teriak Tiffany histeris. Yeoja itu -Yoona- tersenyum dan langsung memeluk adiknya.

” Na do Bogoshippo. Bagaimana? Aku sembuh kan?” Yoona memutar tubuhnya. Membuat dress yang dipakainya mengembang dan ikut terputar.

” Ne. Kau sembuh. Kau tambah cantik!” puji Tiffany senang.

” Ah, gomawo. Ini kejutan untukmu.” kata Yoona. Tiffany mengangguk.

” Aku terkejut!” canda Tiffany.

TIN!! TIN!!

” Ah, itu pasti Siwon. Eonni, aku berangkat dulu. Sampaikan salamku untuk appa dan eomma. Otte? Jaljjayo!!” Tiffany mengambil tasnya dan segera mencium pipi kanan dan kiri eonninya.

” Euhm, Tiff!” panggil Yoona sebelum Tiffany keluar.

” Mwo?”

” Ceritakan padaku apa yang kau ceritakan pada fotoku semalam, otte?” kata Yoona. Tiffany sempat terkejut. Namun ia segera mengangguk.

Diluar, Tiffany mendapati Siwon bersandar pada mobilnya. Tiffany tersenyum. Siwon selalu tampak keren, tak pernah tampil jelek atau apapun yang bisa membuat yeoja ilfeel.  Tiffany sedikit berlari untuk menghampiri Siwon.

” Aish, Chagi! Jangan berlari. Aku kan tidak jauh.” Siwon melarangnya. Tiffany tertawa. ” YA!! Malah tertawa!” omel Siwon.

” Ne. Ne. Tapi aku bukan anak kecil, chagi.” Tiffany melewati Siwon sambil menepuk pipi Siwon pelan. Lalu ia berjalan menuju pintu mobil sebelah kanan dan duduk didalamnya.

Siwon mengetuk kaca mobil dan Tiffany membukanya. Tiffany tersenyum, namun Siwon menatapnya dengan tatapan datar. Membuat Tiffany menunduk. Ada apa dengan Siwon?

” Kau sudah sarapan atau belum?” selidik Siwon. Tiffany tertegun. Ah, ia memang belum sarapan. Dengan pelan, Tiffany menggeleng. ” Hmm, selalu begitu. Besok, kau harus sarapan. Awas kalau tidak. Nah, sekarang kau ingin sarapan dimana, nae chagiya?” tanya Siwon.

” Aku ingin makan dikantin saja. Ya?” pinta Tiffany. Siwon menaikkan satu alisnya. ” Ya? Jebal, chagi!!!” Tiffany memasang puppy eyesnya.

Siwon menghela napas. ” Oke. Tapi kau harus makan.” kata Siwon tegas. Tiffany mengangguk.

###

” Chagi, mampir dulu kerumah. Eonniku baru pulang.” pinta Tiffany manja saat mereka dalam perjalanan pulang. Siwon menatapnya.

” Eonni?”

” Ne. Makanya, kau ikut pulang ya?” pinta Tiffany lagi.

” Oke, oke.” Siwon pun mengendarai mobilnya menuju rumah Tiffany. Sesampainya disana, Tiffany langsung menarik Siwon dan membawanya masuk kedalam.

Tiffany menyuruh Siwon duduk disofa dan mulai mencari Yoona kesekeliling rumah. Ia membuka kamar Yoona dan terlihat Yoona sedang asik dengan laptopnya dan ia memakai Headphone. Kepalanya pun bergerak-gerak. Sepertinya mengikuti irama musik.

” Eonni!” Tiffany menyentuh pundak Yoona. Yoona menoleh. Ia tersenyum senang melihat adiknya pulang.

” Hai! Kau sudah pulang.” Yoona meletakkan headphonenya ketempat tidur.

” Eonni, aku akan memperlihatkan kau sesuatu. Euhm, maksudku seseorang.” kata Tiffany senang. Yoona mengerutkan kening bingung, tapi tetap mengikuti. Adiknya tampak bahagia sekali.

Ah, Yoona tahu, Tiffany ingin memperlihatkan namjachingunya pada dirinya. Yoona ikut senang. Semoga saja namjachingu adiknya itu adalah orang yang baik.

” Chagi, ini eonniku!” Tiffany membawa Yoona agak mendekat dengan Siwon yang sedang berbalik menatap pajangan foto. ” Chagi!” panggil Tiffany. Siwon langsung berbalik.

Alangkah terkejutnya Yoona ketika melihat namja itu dihadapannya. Amarah serta aura kebencian langsung menguasainya. Namja ini. Adalah namja yang sudah berani menabraknya. Namja yang meskipun sudah bertanggung jawab, namun tetap saja sudah membuatnya tidak bisa menari selama 1 tahun.

” KAU!” sentak Yoona marah, sedangkan Siwon hanya diam. Shock. ” Kau! Sedang apa kau disini? Jangan ganggu aku dan keluargaku! Pergi kau dari sini!” usir Yoona sambil mendorong Siwon. Namun tubuh Siwon yang besar dan kekar itu tak bergerak sedikitpun.

Tiffany merasa ada yang ganjil. Yoona marah ketika melihat Siwon? Dan Siwon diam saja saat Yoona membentaknya? Kesimpulan pertama yang dia dapat adalah, Siwon dan Yoona saling mengenal jauh sebelum ia mengenal Siwon. Begitukah? Tapi apa hubungan mereka hingga Yoona menjadi marah?

” Eonni, kau kenal dia?” tanya Tiffany hati-hati. Yoona menoleh pada Tiffany.

” Kau mau tahu dia itu siapa? Dia adalah orang yang sudah berani menabrakku setahun yang lalu!” jelas Yoona berapi-api. Tiffany menggelengkan kepalanya tak percaya. Siwonkah? Tapi kenapa?

” E, eonni, apa kau yakin?” tanya Tiffany dengan nada bergetar.

” Iya! Dia sudah menabrak eonnimu ini!” Yoona menatap tajam Siwon yang terdiam. ” Huh, untung saja eomma dan appa sedang tidak dirumah! Kalau mereka ada, habislah kau!” Yoona mengumpat keras.

Siwon tak bisa bicara apa-apa. Ini memang salahnya. Setahun lalu ia memang menabrak seorang yeoja. Dan ia sudah minta maaf pada keluarganya dan sudah bertanggung jawab. Memang, memang saat ia minta maaf, Yoona tak bereaksi. Ia hanya diam dan tak mau melihat Siwon sehelai rambutpun. Tapi apa harus begini?

” Pergi kau dari sini!” teriak Yoona. Tiffany hanya diam ditempat. Airmata sudah menggantung dipelupuk mata.

Siwon menghela napas. Ia menatap Tiffany sendu. Lalu mendekati Tiffany. Tapi Yoona melarangnya. Ia tak ingin Siwon mendekati bahkan menyentuh adiknya lagi. Siwonpun menurut. Ia dapat melihat Tiffany mengangguk.

Setelah Siwon pergi, Tiffany berlari kekamarnya dan mengunci pintunya. Ia tak menyangka kalau Siwonlah orang yang selama ini ia benci karena sudah berani mencelakakan kakaknya. Bahkan ia sempat bicara akan membalas perbuatannya pada kakaknya. Tapi sekarang, apa sanggup ia membalas itu? Apa ia sanggup harus melihat Siwon sakit sementara kakaknya bahagia?

TOK! TOK! TOK!

Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Tiffany segera mengelap airmatanya dan membuka pintu. Ternyata Yoona.

” Ada apa?” tanya Tiffany datar.

Yoona memasang tampang semelas mungkin. Ia juga berpikir, ia sudah terlalu jauh. Ia menyakiti hati adiknya. ” Aku keterlaluan ya?” Yoona berusaha membuat suaranya selirih mungkin.

Tiffany menggeleng lemah. ” Tidak. Kau tidak keterlaluan. Aku hanya sedih. Dan, marah tentunya. Ternyata aku salah pilih orang.” kata Tiffany bohong.

” Jinjja?” Yoona terlihat senang. Tiffany mengangguk. ” Kalau begitu, maukah kau membantuku?” tanya Yoona.

” Mworago?” Tiffany berusaha menyanggupi.

” Balaskan dendamku padanya. Kau harus menyakitinya.” Yoona memohon. Tapi Tiffany mengerutkan kening. Yoona menyuruhnya membunuh Siwon? ” Anii!! Bukan itu maksudku!” kata Yoona seolah tahu apa yang ada dipikiran Tiffany.

” Lantas?”

” Euhm, putuskan dia dan buat hatinya sakit. Sesakit mungkin. Aku tahu dia sangat mencintaimu.” mohon Yoona.

” Kau menyuruh orang yang mencintai Siwon untuk melakukan itu? Kau salah orang.” Tiffany tidak mau melakukannya.

” Jebal!” Tiffany menatap eonninya tajam.

” Kau mau mengorbankan perasaanku? Kau pikir hanya Siwon yang akan merasa sakit? Kau tidak berpikir kalau aku akan lebih sakit dibanding dia? Kau~!” Tiffany benar-benar tak bisa bicara apapun.

” Oke, oke. Kalau begitu cukup jauhi dia! Putuskan dan jauhi dia.” Yoona menenangkan Tiffany.

” ANDWE!! Itu sama saja!” Tiffany bersikuku.

” Jebal, nae saengie. Kau tak perlu menyakitinya.” Yoona menyatukan kedua telapak tangannya. Ia memohon.

” Pergilah tidur. Aku akan memikirkannya.” Tiffany menutup pintu kamarnya.

###

” Aku mau kita putus.” pada akhirnya Tiffany melakukannya. Mengorbankan perasaannya dan Siwon demi kebahagiaan Yoona. Mungkin itu yang terbaik.

” Apa? Kau bilang apa? Putus? Tidak! Aku tidak mau! Kenapa Chagi?” tanya Siwon bertubi-tubi. Lalu ia tersenyum menggoda. ” Ah, arraseo. Kau hanya bercanda kan? Bercandamu tidak lucu, chagi..”

Tiffany menatap tajam Siwon. Menunjukkan kalau ia tidak sedang bercanda.

” Apa kau lihat adanya kebohongan dimataku Siwon? Aku tidak sedang bercanda! Aku serius! Kau telah menabrak kakakku! Dan aku, aku benci kau!” Suara Tiffany melemah saat mengatakan benci. Ia tak sanggup.

” Ya. Kau bohong. Lihat mataku.” Siwon mengangkat dagu Tiffany dan memaksa Tiffany menatap matanya. ” Aku bisa tahu kau bohong! Kau memang tidak bercanda. Tapi kau bohong. Aku memang menabrak kakakmu. Tapi kau tidak sungguh-sungguh membenciku. Kau lakukan ini demi kakakmu kan?” Siwon menghela napas. ” Jika itu memang maumu. Aku tak papa. Tapi, satu yang perlu kau tahu, aku akan ada disini jika suatu saat kau ingin kembali padaku. Jika nanti kakakmu sudah memaafkanku. Saranghaeyo. Aku selalu mencintaimu.” Siwon mengangkat dagu Tiffany lagi dan mendekatkan bibirnya kebibir Tiffany hingga tak ada lagi jarak antar mereka.

###

Tiffany pulang kerumah dengan wajah ditekuk dan lesu. Kini ia benar-benar putus dari Siwon. Dan semua ini hanya demi kakaknya. Yoona. Beginikah seharusnya menjadi adik yang baik? Membiarkan seorang kakak bahagia diatas penderitaannya? Diatas pengorbanannya?

Ia membanting dirinya disofa. Memijit sedikit pelipisnya. Ia sangat pusing. Sakit. Sepertinya semua pikirannya hanya tertuju pada satu. Satu dan semua itu adalah rasa sakit, bingung, marah, sedih dan aneh. Ia benar-benar akan hidup tanpa Siwon setelah ini. Dan sekali lagi, itu semua demi Yoona.

” Hai! Kau sudah pulang? Kenapa tak bersama Siwon?” nyonya Hwang mendekati putri bungsunya. Lalu duduk disamping Tiffany.

” Siwon, aku dan dia, putus eomma.” ucap Tiffany lirih.

” Waeyo?” tanya nyonya Hwang kaget.

” Itu karena Siwon adalah penyebab kecelakaanku eomma! Masa eomma tidak mengenalinya saat dia kemari? Ah, kenapa bisa dia dekat dengan Tiffany.” gerutu Yoona yang tak sengaja mendengar ucapan eomma dan Tiffany.

” Eomma tahu. Sejak awal eomma tahu.” kata nyonya Hwang. Membuat Tiffany dan Yoona membelalakan matanya.

” Ash! Kenapa eomma malah menyetujui hubungan mereka? Eomma kan tahu dia adalah penyebab kecelakaanku! Eomma tega sekali!” omel Yoona.

” Eomma? Kau tidak marah?” tanya Tiffany pelan. Nyonya Hwang menggeleng.

” Eomma tahu dia adalah orang yang baik. Sejak pertama kali bertemu, dia sungguh-sungguh menyesali perbuatannya. Eomma tidak marah. Karena eomma tahu, dia anak yang baik. Eomma juga tahu kalau kau dan dia hanya pura-pura berpacaran sebulan pertama.” kata nyonya Hwang detail.

” Tapi sekarang aku benar-benar mencintainya.” Tiffany melirik Yoona yang masih berdiri sambil berkacak pinggang.

” Huh, nanti kalau kau jauh darinya juga akan terbiasa Tiff! Kau jangan seperti itu. Dia sudah menabrakku!” Yoona tak mau kalau rencananya rusak.

” Yoona! Kau ini kenapa? Dulu Siwon sudah minta maaf padamu! Dia bahkan bertanggung jawab! Apa begini caramu berbalas budi?” nyonya Hwang sepertinya kehilangan kesabaran.

” Dia membuat aku tidak bisa menggerakkan kakiku untuk menari selama 1 tahun, eomma! Apa salah jika aku membencinya? Apa salah jika aku tak mau Tiffany dekat-dekat dengan namja sial itu? Aku hanya tak ingin Tiffany terluka, eomma!” Yoona bersikeras. Ia tak mau tahu.

Mendengar Yoona berkata begitu, Tiffany segera masuk kekamarnya dan menguncinya. Ia menangis. Benar-benar sudah keterlaluan. Kenapa cinta harus dibatasi seperti ini? Kenapa harus seperti ini? Kenapa Yoona bilang ia tak ingin membuatnya terluka. Tapi apa? Dia sudah melukaiku dalam.

###

Yoona menatap televisi dengan tatapan kosong. Ia sama sekali tak berkonsentrasi pada film. Ia terus memikirkan kebenciannya pada pada Siwon. Tapi ia juga terus memikirkan adiknya. Adiknya yang sudah seminggu ini tidak keluar dari kamar, adiknya yang sudah seminggu ini tidak mau makan, adiknya yang sudah seminggu ini tak mau bertemu siapapun dan adiknya yang ia sayangi.

Ya, sudah seminggu ini Tiffany tak mau keluar dari kamar. Tak mau kuliah, tak mau bertemu Siwon, Yoona atau siapapun, tak mau makan dan sepertinya ia selalu menangis sepanjang hari. Hal ini benar-benar membuat Yoona cemas dan berpikir kalau semua ini adalah salahnya. Oh, bukan. Ini semua memang salahnya. Hanya karena rasa benci pada Siwon, ia harus mengorbankan perasaan adiknya seperti ini.

“ Yoon, kau melamun?” Tanya nyonya Hwang sambil membawa beberapa cemilan dan menaruhnya dimeja. Yoona terdiam. Ia tak menjawab eommanya. “ Yoona?”

“ e, Eh, iya, eomma? Wae?” Tanya Yoona gelagapan.

“ Jangan melamun, Yoon. Kau melamunkan apa?” nyonya Hwang memeluk pundak anaknya itu. Yoona menggeleng. Lalu menyandarkan kepalanya pada pelukan nyonya Hwang.

“ Aku salah. Aku pikir menjauhkan Siwon dan Tiffany adalah cara terbaik untuk tidak membuat Tiffany sakit hati. Tapi aku salah.” Yoona mulai mengeluarkan keluh kesahnya pada nyonya Hwang.

“ Eomma tahu kau sangat membenci Siwon. Karena dia, selama satu tahun kau tidak bisa menari. Tapi tidakkah kau berpikir kalau kebencian itu hanya akan menyakiti semua orang? Kau egois kalau berpikir seperti itu.”

“ Aku tahu, eomma. Tapi sekarang apa yang harus aku lakukan?”

“ Lakukanlah apa yang terbaik untukmu, untuk Tiffany dan untuk semua orang.” Ujar nyonya Hwang sambil pergi meninggalkan Yoona. Yoona terdiam. Ia bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang?

###

“ Apa yang ingin kau bicarakan? Dan dapat darimana kau nomor ponselku?” Tanya Siwon dingin. Yoona tersenyum. Ia mengajak Siwon bertemu setelah mendapat nomor ponsel Siwon dari eommanya.

“ Soal aku tahu nomor ponselmu, itu tidak penting. Aku hanya ingin minta maaf.” Kata Yoona gugup. Siwon menyipitkan matanya. Bingung.

“ Maaf?”

“ Ne. Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tahu aku salah. Kumohon, bujuk Tiffany agar mau tersenyum lagi..” pinta Yoona. “ Jebal…”

“ Dia yang memintanya. Dan itu semua karena kau! Kau yang membuat Tiffany jadi begitu! Padahal dia adikmu! Dia sangat menyayangimu! Dia rela melakukan apapun untukmu! Tapi apa? Kau mengorbankan perasaannya. Aku tahu kau membenciku! Aku tahu kau masih dendam padaku! Tapi haruskah kau mengorbankan perasaannya demi kebahagiaanmu? HARUSKAH?!!!!” jerit Siwon frustasi. Yoona menunduk. “ Seharusnya kau yang membuat dia tersenyum lagi! Bukan aku!”

“ Dia tak ingin bertemu aku. Kumohon!” pinta Yoona lagi. Siwon menggeleng. Lalu pergi.

Bahkan Siwon tak mau memaafkannya. Ini semua memang salahnya. Ah, sekarang apa yang harus ia lakukan untuk membuat Tiffany tersenyum lagi? Agar Tiffany dan Siwon dapat bersama lagi? Apa yang harus ia lakukan? Apa??

###

Tak terasa, sudah seminggu ia tak kuliah, ponsel ia matikan dan selama seminggu ini ia hanya mengurung diri dikamar dan hanya menangis. Satu-satunya pilihan yang ia ambil adalah menangis tanpa berbuat banyak. Berbuat banyak hanya akan membuat hatinya sakit. Mungkin untuk sekarang, ini adalah pilihan terbaik.

Tiffany mengambil ponselnya dan menyalakannya. Beberapa menit kemudian, ponselnya menimbulkan bunyi tanda sudah menyala. Ia menunggu beberapa saat dan mendapati ada 69 misscall dan hampir 80 sms. Ia membuka satu persatu pesan dan misscal tersebut. Dan isinya hanyalah dari 3 orang. Siwon, Sooyoung dan Yoona. Tiffany menangis lagi. Siwon, Yoona. Dua nama itu terus berputar dalam otaknya. Sakit sekali rasanya mengingat nama mereka lagi.

DRRT… DRRT…

Ponsel Tiffany berbunyi. Ia melihat nama Sooyoung disana.

“ Yoboseyo?” Terdengar suara Sooyoung dari seberang sana.

“ Ne. Waeyo?” Tiffany membalas dengan nada cuek.

“ Menangis? Kenapa tidak meneleponku? Kau tak lagi menganggapku sahabat, Tiff?” Sooyoung mulai terdengar agak tersinggung.

“ Bu, bukan begitu, Soo. Aku bingung. Bisa kita bertemu? Tapi kumohon, jangan ajak Key oppa.” Pinta Tiffany. Sooyoung menyetujui. Dan satu setengah jam kemudian, Tiffany sudah berada dihadapan Sooyoung dengan mata bengkak dan merah.

Sooyoung terlihat diam. Masih menunggu sahabatnya bicara. Ia tak ingin memaksa jika Tiffany belum siap cerita. Yang penting, Tiffany bisa menceritakannya tanpa ada beban. Kemudian, Tiffany terlihat menghela napasnya. Sepertinya ia sudah siap untuk bercerita.

“ Soo,” Dan Tiffany mulai bercerita. Mulai dari A-Z. Mulai dari pertemuannya dengan Siwon hingga kembalinya Yoona dan membuatnya harus memutuskan Siwon. Beruntung Siwon adalah orang yang pengertian.

“ Yoona eonni? Dia sudah sembuh?” Tanya Sooyoung kaget. Tiffany menoleh dan mengangguk. “ Oke, apa yang mau kau lakukan sekarang?”

“ Membuat orang-orang disekitarku bahagia. Soo, aku ingin Yoona eonni bahagia. Dan menurutnya hanya dengan aku dan Siwon putus dia akan bahagia. Tapi secara langsung perasaanku dan Siwon sudah terkorbankan.”

“ Aku akan coba bicara pada eonnimu. Bagaimana? Aku piker dengan bicara baik-baik dia akan mengerti.”

“ Andwe. Eomma saja tak dia dengar. Apalagi kau, Soo.”

“ YA! Kau meragukan aku?”

“ Ne.”

“ Aish~! Lihat saja, aku akan membuatmu dan Siwon kembali seperti semula.”

###

“ Eonni, peluk aku. Kau tak rindu padaku, eh?” Tanya Sooyoung setelah berhasil bertemu dengan Yoona. Yoona tersenyum dan langsung mememeluk Sooyoung. Sooyoung balas tersenyum. “ kau sama sekali tak berubah eonni. Kenapa tak mengabari aku?”

“ Haha. Kalau aku mengabarimu, ini tidak surprise. Kau tahu dari Tiffany eh? Kemarin kau bertemu dengannya?” canda Yoona sambil bertanya tentang Tiffany. Sooyoung mengangguk.

“ Kemarin dia bertemu denganku. Dia sudah menceritakannya padaku.” Sooyoung menghela napas. Lalu melanjutkan, “ Jadi, kau tak berniat memaafkan Siwon?”

“ Siwon telah menolak permintaan maafku. Karena aku, Tiffany dan dia menjadi sedih. Dan Tiffany, dia bodoh. Kenapa dia harus merelakan ini semua? Dia membuat aku merasa jadi kakak yang paling tidak berguna.” Yoona mulai berkaca-kaca.

“ Kalau begitu, kau harus menjadi kakak yang berguna. Takkan merubah apapun kalau kau hanya berdiam begini.” Kata Sooyoung.

“ Ne. Aku tahu. Tapi apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yoona bingung.

“ Aku Tahu!”

###

Tiffany menatap layar ponselnya dengan bingung. Kenapa? Kenapa Yoona mengajaknya bertemu ditaman? Kenapa Tidak dirumah? Bukankah jarak mereka dekat? Ah, ia ingat, pasti Yoona merasa canggung. Kenapa eonninya mesti merasa canggung dengannya? Jika Tiffany jadi Yoona, tak akan Tiffany biarkan adiknya mengunci diri terus menerus. Ah, kakak macam apa dia!

Semenit kemudian, barulah Tiffany beranjak menuju lemari pakaian. Mengambil sebuah dress cantik dan langsung memakainya. Lalu turun kebawah. Terlihat eomma dan appanya sedang menonton TV bersama. Dan ketika melihat Tiffany, nyonya Hwang langsung tersenyum. Begitu juga dengan Tuan Hwang.

“ Soon? Kau mau kemana?” Tanya Tuan Hwang yang melihat putrinya serapi itu.

“ Aku ingin pergi ketaman kota. Sepertinya sesuatu telah menunggu aku. Semoga saja sesuatu itu bahagia. Aku pergi dulu eomma, appa. Jaljjayo!” jawab Tiffany sambil keluar rumah dan mengendarai mobilnya menuju taman kota.

Sesampainya disana, ia tak melihat adanya tanda-tanda keberadaan Yoona. Akhirnya ia pun menunggu dibangku taman yang berada dibawah sebuah pohon rindang. Tiffany menyandarkan tubuhnya disandaran bangku dan mendapati seseorang juga duduk dibelakangnya. Sepertinya orang itu juga menyadari keberadaan Tiffany. Mereka menoleh bersama dan…

“ Tiffany?”

“ Siwon?”

Mereka berucap bersamaan. Entahlah, ada rasa rindu yang timbul dihati Tiffany. Sepertinya ia memang tak bias melupakan Choi Siwon. Namja yang dulunya sangat menyebalkan, sekarang adalah namja yang sangat ia rindukan. Tapi ia tak bias terus-terusan dalam keadaan seperti ini. Ia harus segera pergi dari sini sebelum Yoona melihatnya.

“ Tunggu!” Siwon mencegah tangan Tiffany. Ia sangat ketakutan sekarang. Was-was. Mencari dimana keberadaan Yoona. Ia tak boleh larut dalam genggaman tangan Siwon. “ Tiffany, aku, aku rindu padamu.”

“ Andwe! Tidak boleh begini, Siwon! Kalau Yoona eonni melihat, dia akan marah padamu! Aku tidak~” belum selesai ucapannya, Siwon sudah menempelkan telunjuknya dibibir Tiffany. Membuat yeoja itu berhenti meraung meminta dilepaskan.

“ Tiff, aku merindukanmu. Aku tak peduli jika Yoona melihatku. Atau memarahiku. Aku ingin memelukmu.” Siwon masih menempelkan telunjuknya dibibir Tiffany dan menatap Tiffany dalam. Air mata Tiffany langsung menyeruak. Ia benar-benar tak tahan. Tapi ini harus segera diselesaikan sebelum Yoona dating.

“ Maaf, Siwon. Tapi memang ini yang dapat aku lakukan. Aku harus pergi!” Tiffany berusaha melepaskan tangannya dari Siwon. Lalu berbalik. Dan ia mendapati Yoona berdiri tak jauh dari mereka. Tiffany langsung gelagapan. “ E, Eonni, aku tak tahu kalau kau ada disitu.”

“ Kupikir kalian tak akan datang.” Yoona menghembuskan napas pelan. Lalu mendekat.

“ Ka, kalian? Jadi eonni juga mengajak Siwon bertemu disini? Apa eonni tidak marah lagi padanya? Apa eonni sudah tak membencinya lagi? Apa eonni~”

“ Cukup. Tiff. Aku tak mau melihatmu bersedih. Kemarikan tanganmu.” Yoona mengambil tangan Tiffany. “ Kau, Siwon.” Ia pun mengambil tangan Siwon. Lalu ia mempersatukan tangan keduanya. “ Kumohon, maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku tidak bertindak sebagai kakak yang baik untuk adiknya. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Kebahagiaanku. Bahkan aku secara langsung merebut kebahagiaanmu. Aku tahu aku salah. Maafkan aku.” Yoona mulai menangis. Tiffany memeluknya.

“ Bukan salahmu. Ini kebodohanku karena aku tak bias melawanmu. Aku terlalu takut kehilanganmu dan aku lebih mementingkan kebahagiaanmu dari pada kebahagiaanku sendiri. Aku tahu aku salah. Maka itu, maafkanlah aku, eonni. Bukan kau yang harusnya minta maaf. Tapi aku.”

“ Tidak. Akulah yang seharusnya minta maaf.”

“ Aish! Sudahlah! Hal itu tidak penting. Yang penting aku dan Tiffany sudah bersama lagi! Sudah, kau pergi! Jangan ganggu aku dan Tiffany!” usir Siwon pada Yoona. Yoona langsung cemberut. Tapi kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Ah, bahagianya melihat mereka kembali bersatu.

Sepeninggal Yoona, Tiffany langsung memeluk Siwon dengan erat.

“ Saranghaeyo!” ucap Siwon.

“ Na Do Saranghaeyo.”

###

~END~

How about you?

Please komen…

And Original FF: http://www.facebook.com/note.php?note_id=151176768284544

41 responses

  1. kereeennn…
    aaa so sweet >,<
    itu kasian sama tiff and siwonnya… sedih bgt pas bagian siwon blng kangen sm tiff…
    good deehh pokoknyaaa😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s