Secret (Part 4)

Tittle           : Secret (Part 4)
Author        : YeonNia
Type           : Sequel
Rating         : PG-16
Length        : Chaptered
Theme Song         : T-ara Say Good Bye (You You You)
Main Cast   :
• Park Ji Yeon
• Yoo Seung Ho
Cast            :
• Park Shin Hye
• Jang Geun Suk
• Go Hye Sun
• Lee Min Ho
• Kim Bum
• Kim So Eun
• Yoon Si Yoon
• Ahn So Hee
• Go Ah Sung
• Kang So Ra
Genre : Romance, Family, Frieandship.
Happy Reading…♥♥♥
————————————–
“Jagiya, kemana saja kau?” panggil yeoja itu pada Seung Ho.
Semua menoleh dan kaget…
          Betapa kagetnya semua bahwa yang datang menghampiri mereka adalah yeoja yang selama ini di hindari Seung Ho. Sudah pasti yeoja itu adalah Kang So Ra. Sudah sepertinya tidak ada waktu lagi untuk berlari dan menghindar dari So Ra. So Ra hanya tersenyum manis menghadap Seung Ho.
          “Jagi, kau ini kemana saja. Sejak kau berlari bersama yeoja itu kau seperti hilang di telan bumi” gumam So Ra sambil memancungkan bibirnya. Seung Ho hanya diam.
          “Ommona YA! Kau bukannya yeoja yang berlari bersama namjachinguku kemarin bukan, sedang apa kau disini?” tanya So Ra menghadap Ji Yeon.
          “Iya memangnya ada apa, dan kenapa kau memanggil namjachinguku dengan panggilan jagiya?” tanya balik Ji Yeon tenang.
          “Mwo namjachingumu? Seung Ho adalah namjachinguku sejak SMP, jadi aku berhak memanggilnya jagiya” jawab So Ra makin kesal.
          “YA! Kang So Ra, aku bukan namjachingumu juga kau bukan yeojachinguku. Park Ji Yeon adalah yeoja yang kucintai juga dia adalah yeojachinguku, dan tidak ada hak juka kau berbicara sebegitu keras padanya” bentak Seung Ho. Kemudian Seung Ho pergi dengan menggenggam tangan Ji Yeon dengan erat. Ji Yeon hanya bisa diam.
          Ketiga pasangan lain hanya diam tanpa menghiraukan So Ra yang masih diam mematung dan pergi mengikuti Seung Ho yang sudah melaju kencang dengan mobilnya.
          Kim Bum, Geun Suk, juga Min Ho kehilangan jejak Seung Ho dan mereka memutuskan untuk mengantarkan yeojachingu masing-masing dan kembali pulang. Tetapi di suatu tempat ada seorang namja juga yeoja sedang duduk di taman. Mereka adalah Seung Ho dan Ji Yeon.
          Ji Yeon menatap Seung Ho, tapi Seung Ho masih saja terdiam. Ji Yeon makin kesal dengan sikap Seung Ho yang seperti itu.
“Aku bosan, aku ingin pulang ayo antar aku” ajak Ji Yeon. Seung Ho masih saja diam tanpa menghiraukannya.
“Baiklah kalau kau tidak mau, aku pulang sendiri saja naik bus” kata Ji Yeon kesal.
          Ji Yeon berdiri dan mulai berjalan, tapi langkahnya terhenti karena tangannya digenggam Seung Ho.
          “Jangan marah seperti itu, tetaplah disini” gumam Seung Ho.
          “Dari tadi kau hanya diam dan diam, aku bicara kau tidak mendengarkan. Aku sangat bosan kau sama sekali tidak menganggapku ada” seru Ji Yeon dengan wajah sedihnya.
          “YA! Jangan menangis, aku tidak mau kau menangis” kata Seung Ho mengusap air mata Ji Yeon. Ji Yeon memeluk Seung Ho.
          “Jangan seperti ini aku tidak suka melihatmu seperti ini, hanya diam dan tidak menghiraukan aku, andwe andwe” kata Ji Yeon dalam pelukannya.
          “Kalau itu mau mu baiklah, aku tidak akan seperti ini lagi. Bagaimana kau senang?” tanya Seung Ho sambil mengelus rambut panjang Ji Yeon. Ji Yeon melepaskan pelukannya itu kemudian mengangguk senang.
***
♥Esoknyaaa♥
          Pagi-pagi sekali Ji Yeon sudah berangkat ke sekolah dengan menggunakan bus. Wajahnya tampak sumbringah *howalahhh bahasanya. Mungkin karena kejadian kemarin membuatnya senang karena Seung Ho benar-benar mencintainya. Bus berhenti di halte 1 sekolah Ji Yeon berada tepat di seberang halte kedua.
          Tiba di halte 2 Ji Yeon keluar, kemudian menyebrang. Saat sampai di gerbang sekolah sesosok yeoja menghampirinya. Yupzz itu sahabatnya Ah Sung. Ji Yeon tersenyum dan kemudian menggandeng tangan sahabatnya untuk masuk bersama.
***
♥Saat istirahat♥
“YA! Neo gwaenchanhni?” tanya Ah Sung sambil memegang kening Ji Yeon. Tapi Ji Yeon hanya diam sambil tersenyum.
          “Kau tidak akan menjadi michin yeoja kan? YA! Park Ji Yeon” panggil Ah Sung setengah berteriak.
          “Waeyo?” tanya Ji Yeon kesal.
          “Kau senyum-senyum sendiri, apa kau michin?” tanya Ah Sung.
          “YA! Mana ada yeoja michin secantik aku, dan kalau aku michin kau pasti tidak akan berteman dengan ku” jawab Ji Yeon kesal.
          “Mianhae chingu” seru Ah Sung sambil memeluk sahabatnya itu. Ji Yeon pun membalas pelukannya.
          “Ohh ya kenapa kau itu senyum-senyum sendiri?” tanya Ah Sung lagi.
          “Bimil, hahahaha” jawab Ji Yeon sambil melanjutkan makannya.
          “Kau ini” gumam Ah Sung tersenyum.
***
♥Bel pulang berbunyi♥
          Ji Yeon bermaksud untuk mengunjungi Seung Ho di kelasnya. Tapi dia tidak tahu dimana kelas Seung Ho. Dia masih terlihat bingung, sudah berapa ratus tangga ia naiki tapi tetap saja dia tidak menemukan kelas Seung Ho. Ji Yeon berfikir, ‘ya ampun bagaimana aku ini, sudah dinobatkan menjadi yeoja pintar tetapi tidak dapat berpikir jernih. Sedari tadi melangkah kenapa baru sekarang berfikir, seharusnya dari pertama masuk aku itu menelpon Seung Ho’ kata Ji Yeon dalam hati seraya memukul keningnya.
          Dalam kontak ponselnya, dia mencari huruf ‘S’ bukan Seung Ho melainkan ‘Soppa’. Hahaha iya Ji Yeon ingin sekali memanggil Seung Ho dengan panggilan itu tetapi dia malu. Setelah ketemu dia langsung segera menghubungi Seung Ho.
          “Yoboseyo?” salam Ji Yeon.
          “Yoboseyo, jagi waeyo?” tanya Seung Ho.
          “Tolong aku” jawab Ji Yeon.
          “YA! Kau ada dimana?” tanya Seung Ho mulai panik.
          “Aku sekarang berada di ruang yang luas kemudian di sisi kanannya terdapat loker dengan bergantung nomor seri, di sisi kirinya terdapat madding besar yang bertuliskan ‘Majukan Prestasi Kita’ ku mohon cepatlah tolong aku” pinta Ji Yeon.
          “Jangan cerita terus sekarang kau berada dimana?” tanya Seung Ho.
          “Aku berada di sekolah mu” jawab Ji Yeon.
          “Mwo!” kata Seung Ho kaget.
Teman-temannya menoleh ke arah Seung Ho dan bertanya.
          “Wae?” tanya Geun Suk diikuti anggukan Kim Bum dan Min Ho.
          “Ji Yeon tersesat disini” kata Seung ho.
Dia mematikan sambungan teleponnya kemudian keluar kelas.
Tiba di suatu ruangan…
          “Jagiya” panggil Seung Ho. Ji Yeon berlari dan memeluk namjachingunya.
          “Kau tahu, aku sangat lelah menaiki ratusan tangga itu” keluh Ji yeon sambil menunjuk tangga yang ada di sampingnya.
          “Ayolah kita ke kelas ku saja” ajak Seung Ho sambil menggandeng tangan Ji Yeon.
Di dalam kelas ada Kim Bum, Geun Suk, Min Ho, So Eun, Shin Hye, dan Hye Sun. Ji Yeon menyapa mereka semua, mereka pun kembali menyapa Ji Yeon dengan senyuman.
          “Seung Ho bilang kau tersesat, apa benar?” tanya Hye Sun.
          “Hehehe, aku lupa untuk menelponnya” jawab Ji Yeon malu.
          “Jagi aku belum makan siang, ayo kita makan ayo ayo ppalli ppalli” pinta Shin Hye. Geun Suk keluar untuk makan siang diikuti dengan yang lain.
***
♥Di kantin♥
          Semua makanan yang telah di pesan telah datang. Mereka semua menyantap makanan itu. Saat mereka sedang menikmati makanannya, ada seseorang yang memerhatikannya yaa dia So Ra. So Ra begitu kesal melihat Seung Ho dengan Ji Yeon, karena menurutnya yang seharusnya menjadi yeojachingu Seung Ho adalah dia bukan Ji Yeon karena dia sudah mengenal Seung Ho dari SMP.
          Karena begitu kesal melihat kemesraan Seung Ho dan Ji Yeon dia pergi meninggalkan kantin. Perasaan kesalnya masih membara, dan So Ra berjanji akan merebut Seung Ho suatu saat nanti.
***
          Gemerlap bintang seakan menghiasi malam yang gelap gulita. Pancaran sinarnya seakan membantu sinar bulan pada malam itu. Begitu juga seorang yeoja yang sedang sibuk belajar di depan komputernya, walaupun malam ini begitu cerah mungkin tidak untuknya karena sepertinya dia sangat sulit untuk belajar.   Terus saja mengusap-usap kepalanya, mungkin saat ini yeoja itu kesuliatan belajar.
          “Ji Yeon?” panggil seseorang.
          “Ne eomma” sahut yeoja tadi yang adalah Ji Yeon.
          “Bisa kau bantu eomma, saat ini eomma sangat kelelahan dan eomma ingin mengambil cuti tapi anak yang eomma ajarkan sebentar lagi akan unjian” pinta eommanya.
          “Lalu eomma mau aku untuk berbuat apa?” tanya Ji Yeon.
          “Hmm maukah kau mengajarnya selama eomma mengambil cuti, nanti eomma akan bilang kepada Tn. Yoon kalau yang menggantikan mengajar anaknya adalah kau dan kau dapat mengajarnya setelah pulang sekolah, bagaimana?” tanya  Ny. Jung
          “Baiklah eomma, aku tidak mau eomma kelelahan dan sakit” kata Ji Yeon seraya memeluk eommanya.
♥Esoknya di sekolah♥
“Ah Sung~aa, hari ini aku tidak bisa pulang dengan mu lagi” seru Ji Yeon.
          “Hmm… apa lagi sekarang alasannya?” tanya Ah Sung kesal.
          “Mianhaeyo Ah Sung~aa, eomma minta padaku… bla bla bla” kata Ji Yeon menjelaskan tentang pembicaraannya semalam.
          “Jincha? Jangan berbohong” tanya Ah Sung.
          “YA! Aku tidak bohong kalau tak percaya telpon saja eomma ku” jawab Ji Yeon seraya menyerahkan ponselnya.
          “Joh-ayo, aku percaya” gumam Ah Sung tersenyum. Ji Yeon membalas senyumannya.
♥Pulang sekolah♥
          Ji Yeon keluar sekolah di temani oleh Ah Sung. Kemudian Ah Sung meninggalkan sahabatnya itu menuju halte yang berada tepat di seberangnya. Ji Yeon melambaikan tangannya pada sahabatnya kemudian berjalan menuju rumah Tn. Yoon. Seung Ho yang melihatnya kemudian menghampirinya.
          “Jagi” panggilnya.
          “Ommona” sahutnya kaget.
          “Kenapa kau tidak pulang dengan Ah Sung?” tanya Seung Ho.
          “Ohh… eomma menyuruhku untuk mengajar di tempat dia bekerja selama dia cuti, karena akhir-akhir ini eomma sangat kelelahan dan aku tidak mau dia sakit” jelas Ji Yeon.
          “Jinjcha?” tanya Seung Ho tak percaya.
          “Jagi, kau tak percaya padaku. Hmm… bagaimana caranya membuatmu percaya padaku?” tanya Ji Yeon seraya mengelus pipi namjachingunya itu. Seung Ho tersenyum.
          “Hmm… kissue” jawab Seung Ho.
          “Mwo kissue, ani ani andwe” seru Ji Yeon menggelengkan kepalanya.
          “YA! Tadi kau yang bilang sendiri bagaimana membuatku percaya padamu, dan aku ingin kissue sekarang kau malah tidak mau melakukannya untukku” gumam Seung Ho cemberut.
          ‘Aduhhh bagaimana ini, aku bahkan tak pernah mencium seorang namja bahkan appa saja belum pernah ku cium seingatku. Huaaaa apa aku harus melakukannya untuk yang pertama kali, tenang Ji Yeon tenang kau pasti bisa lakukan saja dengan cepat dan langsung pergi’ kata Ji Yeon dalam hati.
          “Baiklah” seru Ji Yeon. Kemudian
Chu…
          Ciuman itu berhasil mendarat di pipi kanan Seung Ho kemudian Ji Yeon segera berlari menghindar karena kini wajahnya berubah merah seperti tomat segar. Seung Ho hanya tersenyum, meski awalnya dia fikir Ji Yeon akan mencium di bibirnya tetapi menurutnya itu sudah cukup.
***
          Ji Yeon masih berlari karena sangat malu. Wajahnya makin memerah, hingga akhirnya dia sampai di kediaman keluarga Yoon. Di ketuknya pintu itu, dan pintu itu di bukakan oleh seorang namja tampan yang mungkin pemilik rumah itu.
          “Annyeonghaseyo” sapa Ji Yeon.
          “Annyeong nuguseyo?” tanya namja tersebut.
          “Jonen Park Ji Yeon imnida, saya putri tunggal Ny. Jung Kyu Ri maksud kedatangan saya kesini untuk menggantikan eomma saya mengajar selama dia mengambil cuti” jelas Ji Yeon memperkenalkan diri.
          “Ohh… jonen Yoon Shi Yoon imnida, aku anak pemilik rumah ini dan kau akan mengajar adik ku, baiklah silahkan masuk” kata namja yang bernama Shi Yoon itu mempersilahkan.
          “Ne gomawo” sambut Ji Yeon seraya memasuki rumah besar itu.
          Ji Yeon mengajar sekitar 4 jam dan tepat pukul 20:00 dia selesai mengajar kemudian pulang. Karena Ji Yeon adalah yeoja jadi tidak baik jika dia pulang sendiri malam-malam jadi Shi Yoon bermaksud untuk mengantarnya. Sesampainya di rumah, Ji Yeon melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.
          “Hmm.. oppa gomawo sudah mengantar lain kali tidak perlu jadi merepotkan saja, sekali lagi gomawo” kata Ji Yeon berterima kasih.
          “Tidak apa kau ini seorang yeoja dan tidak baik yeoja pulang sendirian di malam hari, baiklah sudah malam aku pamit dulu salam untuk Jung ahjumma ya” kata Shi Yoon sambil tersenyum dan langsung menjalankan mobilnya.
          Ji Yeon kemudian masuk ke dalam rumah, dan tepat sekali di dalam rumah sudah ada Tn. Yoo dan Seung Ho kali ini halmeoni tidak ikut karena ada urusan. Ji Yeon masuk dengan salam dan tersenyum.
          “Annyeonghaseyo, Yoo ahjussi, Seung Ho, eomma” katanya tersenyum. Kini dia masih teringat dengan kejadian tadi sore, wajahnya mulai kembali memerah.
          “Yeon~nna, kau sudah pulang” seru Tn. Yoo.
          “Ne” jawab Ji Yeon seraya melirik ke arah Seung Ho.
          “Yeon~nna kau pasti belum makan malam bukan ayo kita makan bersama” ajak Ny. Jung.
          “Ne eomma” jawab Ji Yeon.
          Ny. Jung dan Tn. Yoo berjalan terlebih dahulu diikuti dengan Ji Yeon dan Seung Ho. Seung Ho melirik ke arah Ji Yeon dan berbisik.
          “Gomawo tentang ciumannya, lain kali jangan hanya di pipi” kata Seung Ho berbisik di telinga Ji Yeon yang membuat wajah Ji Yeon berubah.
          “Arrggghhhh kau ini” seru Ji Yeon.
          Sampainya mereka di ruang makan, dan kemudian duduk berdampingan. Layaknya seorang keluarga mereka berbincang-bincang di sela makan mereka. Setelah selesai makan malam, Seung Ho dan Tn. Yoo berpamitan pulang. Ji Yeon dan eommanya masuk ke dalam rumah.
***
♥Esoknyaaaaa♥
          Ji Yeon datang ke sekolah di sambut oleh Ah Sung. Ah Sung berjalan mengikuti Ji Yeon kemudian duduk dan memberitahukannya bahwa hari ini mereka ada ulangan mendadak. Ji Yeon hanya duduk santai, tapi teman-temannya pada memerhatikannya.
          “Waeyo?” tanya Ji Yeon.
          “Gurrae” jawab Ji Yeon dengan wajah cemberut.
Woaaaaaa sorak sorai terdengar begitu riuh.
♥Istirahat♥
          “Yeon~nna gomawo, hmm… ini aku punya photo frame untuk mu di simpan ya, framenya aku beli di Jepang” kata salah satu teman sekelas Ji Yeon.
          “Woooaaaaa joh-eun, andaikan aku gadis pintar sepertimu” ucap Ah Sung kagum melihat frame itu.
          “Kau ini jangan begitu memuji, kau ini sahabatku” seru Ji Yeon  menghadap ke Ah Sung.
          “Yeon~nna ini, aku begitu mengagumi mu jadi ku kumpulkan semua foto-foto mu” kata seorang siswa lagi yang kini memberikan hadiah juga pada Ji Yeon.
          “Gomawo” seru Ji Yeon. Siswa itu tersenyum kemudian pergi meninggalkan Ji Yeon.
          “Ji Yeon ini, semuanya pada sibuk jadi menitipkannya padaku” datang seorang siswi yang membawa beberapa hadiah untuk Ji Yeon.
“Ye, jangan sampai seonsaengnim tau kalau kau memberi jawaban ulangan pada mereka semua” jawab Ah Sung. Ji Yeon mengangguk.
 “Banyak sekali hadiahnya, kenapa kebanyakan hadiahnya ddung ya…” seru Ah Sung.
          “Ah Sung~aa, ini untuk mu” gumam Ji Yeon.
          “Ji Yeon~nna gomawo” seru Ah Sung tersenyum senang.
          “Bisakah kau bantu aku membereskan semua hadiah ini?” tanya Ji Yeon.
Pulang Sekolah
          Ji Yeon bertemu Seung Ho di gerbang sekolah. Seung Ho menyapa Ji Yeon kemudian Ji Yeon menghampiri Seung Ho.
          “Jagi kenapa sepertinya tas mu ini penuh sekali?” tanya Seung Ho sambil mengambil tas yang di bawa Ji Yeon.
          “Kau tahu bukan jika yeoja mu yang imut dan cantik ini adalah yeoja yang pintar, karena itu aku di berikan semua hadiah” jawab Ji Yeon.
          “Jinjcha? Apakah seorang namja memberikan hadiah juga?” tanya Seung Ho.
          “Ne semuanya yeoja namja, memberikan hadiah. Ohh ya ini.. tada……..” jawab Ji Yeon kemudian mengambil hadiah yang sudah di siapkannya.
          “Apa ini kau memberikan ku sebuah boneka?” tanya Seung Ho.
          “Ne, jika kau rindu padaku kau tatap saja boneka ini, karena Ah Sung bilang dia mirip sekali dengan ku. Ah Sung juga aku berikan” seru Ji Yeon dengan senyum manjanya.
          “Okelah, kau sudah makan?” tanya Seung Ho.
          “Belum” jawab Ji Yeon.
          “Ayolah kita makan setelah itu kita berkencan” ajak Seung Ho.
          “Kencan, hmm baiklah” gumam Ji Yeon kemudian masuk ke dalam mobil Seung Ho.
          Mereka berdua makan di sebuah restoran yang berada di Myeongdong. Suasana sore Myeongdong sangat romantis, banyak sepasang kekasih yang juga berjalan-jalan disana. Begitu juga dengan Seung Ho dan Ji Yeon.
          Saat mereka asyik bermain, ada seseorang yang taka sing bagi mereka. Hmm… mungkin sangat dekat dengan mereka. Ya Tn. Yoo dan Ny. Jung. Mungkin mereka juga sedang berkencan betapa kagetnya Ji Yeon saat melihat eommanya berada disana begitu pula dengan Seung Ho.
          “Jagi eomma” panggil Ji Yeon.
          “Ye aku juga melihatnya bagaimana ini?” tanya Seung Ho panik.
~To Be Continue~

Berhubung kmarin-kmarin post_an FF nihhh tuhh jarang bgt yg komen jdi aku memutuskan untuk Part ini adalah penentuan d’lanjut atau tdknya FF nihhh trgntung dari komennya, jadi para readers skalian saya mohon komennya jika klian mengharapkan FF nihhh brlanjut,,, gomawo🙂

36 responses

    • gomawo🙂 untuk next part tu trgantung sma readers yg coment ja, soalnya kmarin2 aku post tapi jarang bgt yg coment jdi dripda cuma post doang tpi jrang da responnya aku putusin FF nihh adalah yg menentuka brlanjutnya FF ini trgntung sma readers yg coment jdi liat ja nanti apa aku akan post next FF nih atau gk,🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s