FF – Teror di Rumah Kosong *part 1-6*


Annyeong All. Author Mimiyoungie aka Bella aka Hyemi balik lagi dengan ngebawain FF TEROR DIRUMAH KOSONG. Mian buat yang udah nunggu-nunggu kelanjutannya, aku baru bisa post sekarang. Pokoknya jeongmal mianhae Readers. Nah,, langsung cekedaut ajah dah!!!
Rating : PG-12
Gendre : Romance, Comedy, Tragedy, Horror
Cast : SMTown Artis (terutama Key, Taemin, Minho, Krystal, Sulli)
Other Cast : Cari ndewe yaa
Author : Mimiyoungie aka Bella aka Hyemi
NB : Numpang Promosi yak *plak!!*,, jangan lupa mengunjungi blog saia klik here
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Malam itu sekumpulan remaja datang kesebuah tempat yang terkenal angker. Mereka ingin menjadikan rumah itu sebagai bahan tulisan mereka di Blog. Remaja-remaja tersebut adalah Minho, Taemin, Key, Krystal, and Sulli.
” Hyung, kau yakin dengan hal ini?” tanya Taemin pada Key dengan wajah ragu.
” Kenapa tidak? Buat apa aku jauh-jauh kesini kalau akhirnya sia-sia!” jawab Key mantap. Key adalah yang paling tua sekaligus penggagas ide untuk menjadikan rumah kosong tersebut sebagai bahan tulisan Blog mereka.
” Kenapa Taemin? kau takut?” tanya Sulli meremehkan. Taemin menatapnya dengan sinis lalu meggeleng kuat-kuat.
” Kenapa harus takut?. Jangan berkata seolah-olah aku ini pecundang. Dan satu lagi, panggil aku Oppa, Choi Jinri!” seru Taemin.
” Hah? memanggilmu Oppa? buat apa?. Menurutku kau itu tidak pantas dipanggil Oppa, kau lebih cocok kupanggil Unnie” ujar Sulli.
” YAK, KAU MAU CARI RIBUT HAH?” bentak Taemin dengan geram. Yah, itulah Sulli dan Taemin, mereka tidak pernah bisa akur. Ada saja yang mereka permasalahkan.
” HEI BISAKAH KALIAN TIDAK RIBUT SEHARI SAJA? AKU PUSING MENDENGAR OCEHAN KALIAN!” seru Minho yang sukses membuat dua bocah itu diam. ” Kita disini mau meliput, bukan ingin mendengarkan kalian!” lanjut.a.
” Kameranya sudah siap. Kapan kita meliput rumah ini? siapa yang masuk duluan?” tanya Krystal. Semuanya memandanginya lalu berpikir sejenak.
” Key oppa saja, kan dia yang bikin ide” jawab Sulli enteng. Semua mata tertuju pada Key *jah, kayak slogan Miss Indonesia*. Yang diliatin cuma nyengir garing.
” Kan aku sudah menggagaskan ide, jadi kalian saja yang masuk duluan” ujar Key.
” Eit, tidak bisa *gaya Sule*!. Hyung kan yang paling bangkotan disini” kata Taemin yang disambut anggukan semuanya.
” Sudahlah Key, masuk saja!. Kau tak malu dengan dirimu sendiri. Kau kan yang paling tua, galak, dan aneh!. Siapa suruh menggagaskan ide aneh seperti ini??” kata Minho
“ Ppali Hyung!!!” paksa Taemin sambil mendorong tubuh Key untuk masuk kedalam rumah tersebut. Alhasil Key, Taemin, Krystal, Sulli, dan Minho masuk kedalam rumah angker itu. Didalam, mereka langsung disambut oleh bau yang menyengat dan hawa yang membuat bulu kuduk mereka berdiri. Namun demi profesionalitas, mereka harus menghadapi semua cobaan itu.
“ Mengenaskan sekali tempat ini!. Kalau begini caranya, mana ada yang mau membeli tempat ronsokan ini!” keluh Sulli.
“ Ya iyalah mengenaskan, namanya juga rumah kosong!. Emang kamu pikir ini salon yang baunya bunga-bunga?” komentar Taemin ketus. Sulli menatapnya kesal.
“ Siapa yang meminta pendapatmu hah?. Aku tak butuh suara sumbangmu itu!” bentak Sulli.
“ Bodo amat, sumbang-sumbang gini banyak yang naksir. Emang kamu? Monyet ajah pengen muntah ngeliat muka kamu yang sok imut itu!” balas Taemin. Karena emosi Sulli yang udah nyampe ke ubun-ubun, dia langsung menghantam wajah mulus Taemin dengan kepalan tangannya.
“ Sulli, kamu apa-apaan sih? Cepat minta maaf sama Taemin!” omel Minho. Sulli langsung membuang muka.
“ Shiro!!. Dia pantas mendapatkan itu, iya kan Taeminnie Eonni??”.
“ Aish,, kalian bisa diam gak sih?. Kita itu kesini buat meliput, bukan buat adu jotos. Kalo mau main tinju, sana kerumahnya Chris Jhon!” ujar Key yang gerah mendengar keributan antara Taemin dan Sulli.
“ Ne. Mianhae Hyung. Aku berjanji akan mengontrol emosiku” ucap Taemin.
“ Ne. Begitu dong!. Tapi bisakah kau melepaskan kakiku? aku tidak bisa berjalan kalau kau begini!”.
“ Mwo? Memegang kakimu? Aku kan ada dibelakang Krystal”. Key terdiam sesaat begitu mendengar ucapan Taemin. Siapa yang memegang kakiku kalau begitu? batin Key. Diapun melihat kebawah. Ternyata yang memegang kakinya adalah seorang wanita berambut panjang dengan baju putih. Dia tersenyum menyeringai kearah Key.
“ S….se….se…” kata Key terbata-bata sambil menunjuk kearah kakinya.
“ Waeyo Key oppa? Kau nge-fans sama Aziz Gagap ya? Kemaren nonton OVJ gak?” tanya Krystal sambil mengarahkan handicam-nya kearah Key. Key yang tidak mampu menjawab pertanyaan konyol Krystal hanya bisa menunjuk-nunjuk kearah kakinya.
“ Kenapa sih Oppa?” tanya Krystal penasaran. Diapun mengarahkan handycam-nya kearah kaki Key. Begitu melihat pemandangan itu, Krystal langsung ikut ketularan virus gagap. Karena bingung melihat kedua temannya yang tiba-tiba kena sindrom Aziz, Minho langsung menepuk pundak Krystal.
“ Kenapa sih Krys?” tanya Minho.
“ HUAAAA…LARI!!!!” teriak Key dan Krystal bersamaan. Mereka berdua langsung mendorong tubuh Minho, Taemin, dan Sulli agar segera lari secepat mungkin. Mereka berlari secepat mungkin kepintu depan, namun sayang pintu tersebut tidak bisa dibuka. Akibat dari rumah yang sudah tua, pegangan pintu menjadi rapuh dan copot.
“ Kupret,, gagang pintu sialan ini pake copot lagi!” umpat Minho. Sulli yang sedang panik pun menoleh kebelakang.
“ Ng…nge….ngesot suster….. SUSTER NGESOT!!!” teriak Sulli yang sempat tergagap diawal. Kontan semua menoleh untuk melihat sang suster.
“ AAA… EOMMA… TAEMIN GAK MAU MATI… TAEMIN BELOM KAWIN MAAAA” jerit Taemin.
“ HUAAA… NANTI SIAPA YANG MASAK DI DORM KLO BUKAN AKUU???” jerit Key.
“ SICA EONNI,, MIANHAE,, KEMARIN AKU MEMOTRETMU SAAT KAU SEDANG CIUMAN DENGAN HAE OPPA… MIANHAE EONNI!!” jerit Krystal.
“ Huss, daripada kita teriak disini mending kita kabur!” ujar Minho. Semua orang memandangnya.
“ Gimana caranya Oppa?” tanya Sulli. Minho menunjukkan jarinya kearah tangga. Tanpa ba-bi-bu mereka langsung melesat secepat superman dan menaiki tangga tersebut. Lalu sampailah mereka dibalkon.
“ Kita….lompat?” tanya Key ragu. Minho mengangguk mantap.
“ Mau lompat ato mati konyol?. Hanya ada satu pilihan Key” ujar Minho yang langsung melompati pagar dengan gampang. Key, Krystal, Minho, dan Sulli melongo kebawah.
“ Oppa gwaenchana?” tanya Sulli khawatir.
“ Ne. Melompatlah, ini tidak apa-apa kok!” jawab Minho. Semua manusia yang ada diatas saling pandang.
“ Jadi siapa yang mau lompat duluan?” tanya Taemin. Semua matapun tertuju pada Key.
“ Mwo? Aku? Enak saja, lebih baik Taemin duluan. Nanti yang jagain cewek-cewek disini siapa?” elak Key yang ogah turun.
“ Baiklah, aku turun” kata Taemin. Setelah mengumpulkan keberaniannya, Taemin langsung terjun bebas. “ MAKASIH TUHAN,, TAEMIN MASIH IDUP!!” teriaknya bahagia dan mulai joget ala Dewi Persik, goyang gergaji.
“ Aku lompat, wish me luck!!” ujar Krystal lalu melompat. Karena tidak sampai ditempat yang pas, dia jatuh digendongan Minho *mauuuuu*.
“ Krystal gwaenchana?” tanya Minho. Krystal mengangguk pelan.
“ Ne, gwaenchanayo Oppa” jawabnya gugup. Tanpa ia sadari, pipinya sudah semerah kalkun rebus.
“ THIS IS MY TURN,, HIAAT”. Sulli dengan PD-nya melompati pagar. Ia berpikir Minho sedang menantinya padahal oppanya tercinta itu lagi gendong-gendongan ama Krystal. Alhasil…
CHU..
Tubuh Sulli sukses mendarat dibadan Taemin yang lagi mengadakan show goyang gergaji. Hal itu membuat wajah mereka bertubrukkan satu sama lain, tak terkecuali bibir mereka.
“ Astaga dragon Sulli, Taemin. Kalian ngapain??” tanya Krystal dan Minho melihat mereka berdua. Menyadari apa yang terjadi, Sulli langsung bangun dan mengelap bibirnya dengan lengan bajunya.
“Lancang sekali kau menciumku!” bentak Sulli.
“ Siapa yang mau menciummu? Kaulah yang menindihku dengan tubuhmu yang berat itu. Lebih baik aku berciuman dengan kuda daripada sama kamu!” balas Taemin.
“ YAK PPALI,, AKU TIDAK MAU LAMA-LAMA DISINI!!” teriak Key lalu melesat keluar pagar. Krystal, Taemin, Sulli, dan Minho mengikuti dari belakang lalu segera masuk kedalam mobil. Minho langsung menstater mobilnya dan mereka pergi meninggalkan rumah angker itu. Setelah mobil yang mereka tumpangi berjalan, mereka segera bernapas lega.
“ Huaaa, tobat deh masuk rumah itu lagi!” ujar Krystal.
“ Ne, gak mau lagi bikin kayak gini!” keluh Taemin. CIIIIIIIITT, tiba-tiba Minho menge-rem mobilnya mendadak.
“ Minho kau gila ya?” tanya Key geram. Bukannya menjawab pertanyaan Key, Minho langsung keluar dari mobil.
“ What the f*ck is this?” umpat Minho lalu mengambil kertas yang menempel dikaca mobilnya, karena kertas itu menutupi pengelihatan Minho, dia langsung nge-rem mendadak.
“ Apa itu oppa?” tanya Sulli yang juga ikut keluar mobil. Minho menunjukan kertas itu dihadapan adiknya.
“ Kertas yang hampir bikin kita semua mati!” jawab Minho ketus.
“ K? apa maksudnya? kenapa dikertas itu ada tulisan dari darah? Apa maksud dari tulisan K dari darah tersebut?” tanya Sulli lagi. Minho langsung merobek kertas itu dan melemparnya ketanah.
“ Jangan dipikirkan, itu hanya kertas gak penting yang hampir bikin kita mati. Ayo masuk, kita harus antar Key, Krystal, dan Taemin. Ini sudah malah”. Didalam mobil, pikiran Sulli terus melayang kearah tulisan itu. Apa maksud tulisan itu? batin Sulli.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Key POV

Aku berjalan malas kearah tempat tinggalku. Aku tinggal disebuah apertemen kumuh dipinggir kota. Saat hampir mencapai tempat tinggalku, aku melihat seorang wanita sedang duduk didepan pintuku. Aku kenal wanita itu, wanita yang pernah mengisi relung hatiku, wanita yang pernah menghancurkan hatiku. Dia adalah cinta pertamaku…
“ Sooyoung Noona?” panggilku lirih. Dia menatapku sejenak.
“ Key!” ucapnya lalu berlari memelukku. “ Jeongmal bogoshippoyo Key. Kamu apa kabar?”.
“ Apa yang noona lakukan disini?” tanyaku dingin.
“ Aku rindu padamu Key. Apa kamu tidak merindukanku?”
“ Angin apa yang membawa Noona kesini?”
“ Aku…. Aku ingin kita seperti dulu lagi Key. Aku ingin kita pacaran lagi”
“ Setelah Noona mencampakkanku untuk bersama Hankyung hyung, Noona minta balikan?. Seingatku Noona-lah yang mengakhiri hubungan kita. Apa karena Hankyung hyung meninggalkanmu dan pergi ke China?”
“ Jeongmal mianhae Key. Aku tau aku bersalah, karena itu aku ingin mengulang semuanya dari awal lagi”
“ Kenapa Noona baru datang sekarang? Kemana saja Noona 3 bulan lalu, saat aku frustasi dengan kelakuan Noona hah?”
“ Mianhae Key. Saat itu pikiranku sedang tidak beres”
“ Sudahlah Noona, hubungan kita sudah berakhir. Kini aku sudah memiliki Amber dan aku tak mungkin meninggalkannya”
“ Bukalah matamu Key, Amber itu sudah tidak ada lagi didunia ini!. Kau tak boleh terus larut dalam bayang-bayangnya”
“ Cukup Noona, jangan katakan lagi!. Lebih baik sekarang Noona pulang, ini sudah malam lagipula aku mau istirahat” ucapku lalu meninggalkan Sooyoung Noona dan masuk ketempat tinggalku. Karena lapar akupun memasak mie instan. Kenapa Noona mendatangiku lagi? Tak taukah dia kalau kedatangannya telah melukai batinku untuk yang kedua kalinya?.
Hiks….hiks…hiks….
Suara orang menangis membuatku berhenti makan. Siapa dia? Apa dia Sooyoung Noona? Tapi kenapa suaranya berasal dari kamarku?. Karena penasaran dengan suara tersebut, aku segera berjalan kekamar. Kulihat seorang wanita sedang menangis membelakangiku. Sooyoung Noona? Bagaimana dia bisa masuk kesini?.
“ Sooyoung Noona? Bagaimana kau bisa ada disini?” tanyaku heran.
“ Key, kaukah itu?” tanyanya balik. Suaranya terdengar serak sekali.
“ Ne. Noona sedang apa dikamarku?”. Sooyoung Noona membalik badannya. Betapa terkejutnya aku begitu melihatnya. Itu bukan Sooyoung Noona, mungkin tubuh, rambut dan pakaiannya sama tapi….
“ KENAPA KAU MASUK KERUMAH ITU HAH?” tanya Sooyoung jadi-jadian itu. Wajahnya persis seperti suster ngesot yang ada dirumah kosong itu.
**POV END**
Key yang shock melihat Sooyoung jadi-jadian itu langsung berlari meninggalkan kamarnya, namun hantu itu mencopot kuku tangannya yang panjang dan membuat kaki Key terpotong.
“ AAARG!!!” jerit Key kesakitan. Karena kakinya sudah tidak utuh lagi, Key harus menyeret tubuhnya secepat mungkin untuk menghindari kejaran sang suster. Dengan darah yang terus mengalir dari kakinya, Key terus menyeret tubuhnya menuju ruang tamu. Key pun menyenggol mangkuk mie instan yang ia makan dan membuat mangkuk itu jatuh diatas kakinya yang buntung.
“ Aaah” erang Key saat itu. Kuah kari dari mie itu membuat kakinya perih.
“ SEKARANG RASAKAN PENDERITAANKU!!” teriak sang suster. Dia mengambil garpu yang digunakan Key untuk makan mie. Dengan tanpa ampun, dia menusukan garpu itu kemata, pipi, tenggorokan dan perut Key. Seluruh darah Key bermuncratan kemana-mana. Akhirnya Key meninggal….
@ Kampus

Taemin, Sulli, Minho, dan Krystal sedang makan dikantin. Mereka semua sedang khawatir dengan Key. Masalahnya sudah 2 hari Key tidak masuk kuliah. Ditelepon gak diangkat, di-sms gak dibales, and Key udah gak update me2day lagi.
“ Kira-kira Key oppa kemana ya?” tanya Krystal sambil mengaduk-aduk es jeruknya.
“ Iya, udah 2 hari gak ada kabarnya. Biasanya tuh anak walaupun gak masuk pasti ngabarin. Paling gak dia masih update me2day lah…” sambung Minho. Semuanya berwajah murung dan memikirkan Key. Sebagai sahabat, tentulah mereka khawatir dengan pria paling tua diantara mereka itu.
“ Bagaimana kalo kita kerumah Key oppa? Siapa tau dia ada dirumah!” usul Sulli.
“ Ne..ne aku setuju sama usulnya Sulli!. Hyung, ayo kita ke rumah Key hyung!” teriak Taemin berapi-api dan membuat semua orang yang makan di Kantin melihat mereka.
“ Lihat apa akibat kelakuan bodohmu itu!. Kapan sih kau bisa bertingkah seperti orang normal hah?” bisik Sulli pada Taemin yang ada disebelahnya. Taemin mendengus kesal.
“ Aku? tidak normal?. Kalo aku saja tidak normal apalagi kau?” balas Taemin gak mau kalah.
“ Ckckck,, kalo gila itu gak usah ngajak-ngajak kaleee”. Tadinya Taemin udah siap-siap nge-getok kepala Sulli pake botol sambel, tapi gak berani soalnya dipelototin Minho.
“ Ya udah, tunggu apa lagi?. Ayo kita pergi ke rumah Key oppa!” seru Krystal lalu menarik tangan Minho, Taemin, dan Sulli menuju mobil.

# Apartemen kumuh Key #

Tok…tok…tok…
“ Key… buka pintunya dong, Minho nih!” teriak Minho diluar kamar Key. Setelah menunggu sekitar 1 menit, orang yang mereka cari juga tak kunjung keluar.
“ Coba deh ditelepon” usul Krystal.
“ Percuma Krys, Key oppa pasti gak akan ngangkat” kata Sulli putus asa. Taemin yang kadang-kadang rada telmi cuma melongo-melongo bego. Tiba-tiba, entah makhluk antah-berantah mana yang merasuki dia, Taemin yang tiba-tiba ajaib langsung mencetuskan ide brilian *sebenernya gak sebrilian itu juga siiih*.
“ Hyung, mending kita tanya mas Supri ajah nyok!!!” ajak Taemin. Semua yang tadinya pasang muka gak enak langsung cerah seketika.
“ Waaa Taemin, pintar sekali dirimu!. Kenapa itu tidak terpikirkan olehku?” puji Minho lalu merangkul pundak Taemin. Taemin yang begitu bangga tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya, coba kalo ada agency lewat, diajak casting ‘Bintang Gigi Putih Peps*dent’ dia!. Akhrinya mereka pergi ke warteg didepan apertemen Key, biasanya mas Supri mangkal disitu.
“ Mas Supri!!” panggil kelima bocah itu.
“ Eh kalian, ada apa nyari saya?” tanya Mas Supri ramah.
“ Begini Mas, kita mo nanya soal Key nih” jawab Minho. Mas Supri hanya mengangguk-angguk lalu menenggak kopinya.
“ Kalo Mas Key, saya udah gak liat dia lagi sejak 2 hari yang lalu. Sehabis malam hari kamis lalu” ujar Mas Supri sambil mengigit pisang goring disampingnya dengan ganas. Mereka semua saling pandang dengan muka khawatir.
“ Malam hari kamis lalu?. Bukannya itu pas kita abis meliput rumah angker itu?” tanya Krystal.
“ Apa mungkin Key hyung diculik hantu itu?” tebak Taemin.
“ YAK TAEMIN-AH,, APA MAKSUDMU BERKATA SEPERTI ITU HAH?” bentak Minho geram. Sulli langsung memandangi Taemin dengan bete.
“ Kenapa kau marah padaku Hyung? Aku kan hanya menebak”.
“ Sudahlah, daripada kalian bertengkar terus, lebih baik kita mencari tau!” lerai Krystal.
“ Caranya?” tanya Sulli.
“ Coba ajah kita masuk kekamar Key oppa, siapa tau kita dapet petunjuk disana!”. Merekapun meminta kunci cadangan tempat tinggal Key pada mas Supri. Karena mas Supri udah lama kenal sama mereka, diapun memberikan kunci itu.
“ Tapi ntar balikin lagi ya!” pesan mas Supri saat Minho, Taemin, Sulli, dan Krystal hendak berlari menuju tempat tinggal Key.

# Tempat tinggal Key #

Saat memasuki tempat tinggal Key, mereka disabut oleh bau busuk yang menyengat. Rasanya mereka tidak tahan dengan hal itu, namun demi mencari sahabat mereka, merekapun berusaha menahannya.
“ Kita mencar buat nyari Key. Aku sama Krystal nyari sekitar ruangan depan, Taemin ama Sulli cek keadaan didapur, balkon, dan sekitarnya” perintah Minho. Kata-katanya berhasil membuat kedua bocah yang bernama Sulli dan Taemin menganga.
“ MWO? SAMA DIA?” ucap mereka bersamaan sambil menunjuk satu sama lain. Minho hanya mengangguk pelan.

“ Udah ikutin ajah apa kataku. Ayo Krys, kita cek kekamar Key” ajak Minho. Akhirnya mereka berdua meninggalkan Taemin dan Sulli yang dipenuhi rasa dongkol. Mereka pun saling pandang dengan wajah sinis.
“ Huh, kalo bukan oppa yang nyuruh, aku gak bakal mau deh jalan sama kamu!” keluh Sulli.
“ Mulai deh bawelnya, daripada protes-protes yang gak ada gunanya, mending kita cari petunjuk” ujar Taemin. Akhirnya mereka mulai berjalan menuju ruang makan.
“ Sulli, kenapa sih kamu kayaknya benci banget sama aku?” tanya Taemin tiba-tiba.
“ Benci? Kata siapa aku benci kamu?” tanya Sulli balik.
“ Tapi, kenapa kamu selalu ketus sama aku?”
“ Hmm,, gimana ya?. Habisnya kamu mellow banget sih, gak macho kayak Minho oppa dan Key oppa”
“ Berarti kamu gak benci kan sama aku?” tanya Taemin lagi. Sulli menggelengkan kepalanya. Hal itu cukup untuk membuat seulas senyum merekah dibibirnya. Saat sedang asik berjalan, tiba-tiba mereka merasakan sesuatu yang lembek menempel dikaki mereka. Karena penasaran, mereka pun menengok kebawah.
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”.

# MinStal Side #
Minho dan Krystal memasuki kamar Key. Mereka terlihat terkejut saat melihat kamar Key yang sangat berantakan.
“ Ini kamar Key oppa? Tumben gak rapih” ujar Krystal.
“ Iya, Key Eomma kan paling suka bersih-bersih” komentar Minho. Mereka terus menelusuri kamar Key yang seperti kena tsunami tersebut.
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”. Begitu mendengar kedua temannya didapur, mereka langsung berlari kesana. Betapa kagetnya mereka berdua melihat pemandangan itu.
“ I..itu b..buk…an K..key op..pa k..khan??” tanya Sulli terisak. Taemin pun menarik Sulli kedalam pelukannya.
“ K..key hyung k..ke..napa kau men…ninggalkan ka..mi h..hah? HUAAA” tangis Taemin. Minho hanya bisa terdiam melihat jasad sahabatnya yang tergolek dilantai dalam keadaan yang mengenaskan.
“ K..ke..key op..pa udah g..gak ada. Key op..pa u..dah me..ninggal” isak Krystal, iapun menangis dibahu Minho. Minho hanya bisa mengelus-elus rambut panjang Krystal.
“ Sudahlah, lebih baik sekarang kita telepon polisi untuk menyelidiki kasus ini” ujar Minho lalu menghapus air matanya yang telah membasahi pipinya.

# Choi Siblings Side #
Sulli dan Minho pulang dengan wajah sedih. Bahkan tak jarang Sulli terisak-isak saat perjalanan. Mereka berdua masih tidak percaya kalo Key yang selama ini sudah mereka anggap sebagai kakak, eomma, dan sahabat yang baik, telah pergi untuk selamanya. Bahkan setelah Key dimakamkan pun, mereka tetap sulit mempercayai kenyataan yang ada.
“ kasihan sekali neneknya Key oppa. Aku tidak tega melihat reaksinya begitu tau kalo Key oppa sudah tidak ada” curhat Sulli pada kakaknya yang sedang menyetir mobil. Namun sepertinya harga kacang sedang naik, Sulli pun dikacangin oppanya tercinta.
“ Sulli, apa kau tak merasa ada yang aneh dengan semua ini?” tanya Minho tiba-tiba. Sulli pun memandang lekat-lekat wajah tampan oppa-nya itu.
“ Apa yang aneh?” tanya Sulli balik.
“ Iya aneh lah!. Tadi kamu merhatiin wajah Key enggak? Dipipinya tuh ada ukiran huruf K”
“ Iya bener. Aku juga liat, tapi gak terlalu merhatiin banget, jadi telat nyadarnya. Apa ada hubungannya sama kertas malam itu?”
“ Kertas? Kertas apa??”
“ Kertas yang waktu itu hampir bikin kita berlima mati. Kan dikertas itu ada tulisan K juga, pake darah pula. Apa ada hubungannya ya?”. Minho mangut-mangut mendengar perkataan Sulli. Apa maksud dari semua ini? Tanya Minho dalam hati.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Krystal POV

Aku menutup pintu apertemenku sambil menangis tersedu-sedu. Kenapa Key oppa harus meninggalkan kami semua?? Apakah ini sudah takdirnya untuk menyusul Amber disana?. Aku berjalan kearah sebuah rak dan mengambil album photoku disana. Aku membuka setiap lembar dari foto-foto itu, hal itu membuatku kembali teringat saat-saat kita bersama. Saat itu Key oppa sedang bertanya caranya mengambil hati Amber.

# Flash Back #
Tok…tok..tok..
“ Krystal,, ini aku Key. Boleh aku masuk??” tanya seseorang didepan pintu.
“ Ne Oppa. Masuklah” jawabku. Key oppa-pun membuka pintunya, wajahnya terlihat pucat sekali. Apa jangan-jangan dia sakit yaaa??.
“ Krys, aku butuh bantuanmu!!!” katanya sambil memegang bahuku. Melihat wajahnya yang tegang bikin aku ikut tegang.
“ N…ne oppa, waeyo??” tanyaku khawatir. Dia malah menggaruk-garuk kepalanya samapi rambut kecoklatannya jadi acak-acakan.
“ Huaaaa,, kenapa aku harus menyukainya sih??. Dia kan seperti pria, tidak ada feminin-femininnya. Tapi kenapa aku harus tertarik padanya??. Aish,, aku benar-benar bingung!” cerocosnya. Aku makin khawatir, jangan-jangan Key oppa lagi stres gara-gara kalah main ski sama Minho oppa tadi?.
“ Sebenarnya maksud oppa itu apa sih?? Aku tidak mengerti deh!!” ucapku. Dia menatapku lekat-lekat dan menarik napas panjang.
“ Aku…. suka sama Amber”
“ MWOOO??” teriakku shock. Apa aku mimpi?? Key oppa yang jutek, cool, dan kocak ini suka Amber? Cewek yang 100% melenceng dari tipe ceweknya? Amber yang juga cool dan cuek bebek?.
“ Iya, kamu bingung kan? Sama!. Aku juga bingung, kok bisa-bisanya suka ama cewek yang tomboynya gak ketulungan kayak dia. Tapi sekarang masalahnya, GIMANA CARANYA PEDEKATE AMA AMBER KALO DIA AJAH SELALU CUEK SAMA AKU??”. Aku terdiam mendengar pertanyaannya. Aduh,, susah juga buat ngejomlangin Amber ama Key oppa. Mana dua-duanya sama-sama cuek bebek lagi orangnya. Ckckckck,, salah pilih orang nih sie Key oppa.
“ Ok. Ntar aku atur, Key oppa tinggal menyiapkan duit buat traktir aku Buritto, ok??”. Kamipun berjabat tangan tanda sepakat. Huah,, rasanya aku harus mengerahkan semua tenaga, pikiran, dan waktuku untuk menyatukan mereka.
# Flash back end #
Drrt..drrt… Aku membuka SMS yang masuk kedalam ponsel.

From : Minho Oppa
Krystal, ada waktu??. Boleh aku dan Sulli menemuimu di SM Cafee? Ini menyangkut Key….

Akupun menekan tombol replay dan membalas SMSnya.

To : Minho Oppa
Ne oppa, aku akan kesana….

@ SM Cafee
Aku mengaduk-aduk jus alpukat-ku sambil melirik jam tanganku sesekali. Kelihatannya mereka akan telat datang, aku memakluminya, kota Jakarta memang selalu macet. Dan mungkin Minho oppa dan Sulli terjebak didalamnya.
“ Mianhae Krystal, kami terlambat” ucap Minho oppa dan Sulli bersamaan. Aku memasang wajah ramah.
“ Ne Gwaenchana. Kalian hanya telat 3 menit lewat 21 detik saja kok”. Mereka hanya terbengong-bengong mendengar ucapanku. “ Jadi, apa yang ingin kalian bicarakan?”.
“ Begini, kamu memperhatikan ukiran huruf K dipipi Key?” tanya Minho. Kata-katanya membuat aku tersedak.
“ Mwo? Ukiran dipipi Key oppa? Memangnya ada?” tanyaku balik. Astaga, kejam sekali pembunuh itu, sudah memangkas kaki Key oppa, menusuk-nusuk tubuhnya, sekarang mengukir huruf K dipipinya.
“ Ne, itulah yang ingin kita bicarakan. Sepertinya ini ada hubungannya dengan kertas bertulisan K dari darah malam itu”
“ Malam itu? Maksudmu malam saat kita pulang dari rumah itu?”. Mereka mengangguk. Tapi, apa mungkin ya semua ini ada hubungannya dengan rumah itu?. “ Jadi maksud kalian?”
“ Mungkin semua ini ada hubungannya dengan rumah itu” ungkap Sulli. Damn, tuh kan bener apa kataku. Pasti deh mereka ngomong begitu. Aku langsung menghabiskan minumanku dan mengambil tasku.
“ Maafkan aku, tapi aku tak percaya dengan semua yang kalian bicarakan. Mungkin semua ini hanya kebetulan, lagipula polisi sedang mencari tahu siapa pembunuh Key oppa dan apa motif pembunuhannya. Jadi aku harap kalian sadar dari khayalan kalian. Aku tahu kalian sedih karena meninggalnya Key oppa, aku juga begitu. Hanya saja kalian berlebihan. Sudahlah, aku pulang dulu. Sampai jumpa” pamitku lalu pergi meninggal kan Minho oppa dan Sulli tanpa memperdulikan panggilan mereka.
“ OK kalo kamu gak mau percaya sama kita. Tapi kalo kamu sekarang mau pulang, aku bakalan anterin kamu. Aku gak mau terjadi sesuatu yang gak aku inginkan” ucap Minho oppa sambil menahanku. Sulli yang ada disamping Minho oppa hanya menatapku penuh harap.
“ Baiklah. Tapi aku turun di stasiun kereta ya, masih ada urusan di Kantornya Sica Eonni soalnya” balasku.
“ Sica Noona? Kenapa gak kita anter sekalian ajah??” tawar Minho. Aku menggeleng pelan. Tadinya Minho masih ingin berusaha untuk menawarkan tumpangan sampai ke kantor Sica Eonni, tapi Sulli mencegahnya. Aku orang yang berkepribadian keras dan Sulli tau itu. Akhirnya kami bertiga pulang dan sesuai permintaanku, Minho oppa berhenti didepan stasiun kereta.
“ Dah Krystal,, hati-hati yaaa” ucap Minho oppa dan Sulli. Aku melambaikan tangan kearah mereka lalu berjalan keloket pembelian tiket. Karena sudah agak malam, stasiun rasanya sepi sekali. Hanya ada aku dah beberapa orang yang menunggu kereta disini. Angin malam yang berhembus membuat bulu romaku merinding. Tak lama kemudian kereta yang aku nantikan datang. Dalam kereta itu hanya ada aku dan seorang wanita. Apakah sudah semalam itu sampai-sampai yang menumpangi kereta hanya kami berdua?. Drrtt…Drrtt…

“ Kau tau kenapa SMS itu bisa terkirim padamu?” tanya seseorang. Astaga, sejak kapan wanita ini ada disampingku?.
“ Aku….tidak tau” jawabku singkat. Jujur, kehadiran wanita ini hampir membuatku serangan jantung. Kok bisa dia tiba-tiba ada disampingku, langkah kakinya ajah gak kedengeran.
“ ITU KARENA KAU MEMBUATKU MENDERITA!!!” jerit wanita itu. Wajahnya sungguh menyeramkan. Matanya hilang satu, pipinya tersayat-sayat, mulutnya mengeluarkan cairan-cairan yang mengenaskan dan bercampur darah. Tangannya yang dingin dan keriputpun mulai mencekek leherku.
“ Ekhh a…pa sa…lahku?” tanyaku terbata-bata. Cekikkannya yang begitu kuat sukses membuatku sesak napas.
“ KENAPA KAU MASUK KERUMAH ITU HAH??” tanyanya. Akupun berusaha melepaskan diri darinya. Setelah lepas, aku berlari sekencang-kencangnya. Namun wanita itu tetap dapat mengejarku walaupun dia berjalan ngesot, kakinya yang lumpuh membuat darahnya mengalir seiring dia menyeret tubuhnya. “ MAU LARI KEMANA KAU NONA KRYSTAL JUNG?”.
“ Jangan kejar aku!” jeritku. Entah kenapa, sejauh apapun aku berlari, aku terus kembali ke-gerbong yang sama. Wanita itu berhasil memegang kaki kiriku.
“ SELAMAT MENEMUI TEMANMU DISANA NONA KRYSTAL!!” ujarnya lalu melukai kakiku dengan kukunya yang panjang dan tajam seperti pisau.
“ Arrrg” jeritku kesakitan. Diapun mendorong tubuhku kearah pintu. Entah kenapa pintu kereta terbuka, padahal kereta ini belum sampai distasiun. Aku terlempar dari dalam kereta dan terhempas kebatu-batu direl. Sakit sekali rasanya. Aku memegangi kepala dan kakiku yang kini berdarah. Aku harus keluar dari sini, tapi bagaimana caranya? Berjalanpun aku tak sanggup. Akupun mengeluarkan handphone dari saku-ku, siapa tau aku bisa menghubungi Minho oppa untuk menyelamatkanku disini. Aku yakin mobilnya belum melaju terlalu jauh. DEEEEEEEEEEN. Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan datang dari arah selatan. Aku mendongakkan kepalaku untuk mencari tau darimana asal cahaya itu. Astaga, itu adalah sebuah kereta!!!. Dengan susah payah, aku berusaha menggerakkan kakiku untuk menyingkir dari situ. Namun sepertinya kakiku membeku dan tak mau pindah, sedangkan kereta itu semakin lama semakin dekat.
****POV END****
Kereta itu semakin dekat dengan Krystal. Tubuh Krystal sedikit demi sedikit berpindah. Namun terlambat, kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi itu menghantam tubuh Krystal dan membuatnya terseret sejauh 4 meter. Saat itu Krystal hanya bisa meronta-ronta karena kakinya terseret dan tak utuh sekarang. Setelah itu, tubuhnya terlempar kejalanan. Malang nian nasip Krystal, tubuhnya terlindas oleh truk gandeng yang sedang melintas. Perut Krystal kini rata dengan jalanan, tubuhnya terbelah menjadi dua. Krystalpun menyusul Key yang sudah lebih dahulu menemui ajalnya….
—————————————————————————————————————————————————————————————————————
Minho POV

Aku membuka mataku dengan malas dan melirik kearah jam dinding kamarku. Astaga, siapa yang meneleponku jam 3 pagi begini??. Aku mengambil handphone-ku dan melihat siapa orang aneh yang meneleponku. Huh? Krystal? Ngapain dia telpon aku pagi-pagi buta begini??.
“ Yeoboseo?” ucapku.
“ Apakah ini saudara Minho?” tanya suara diseberang. Perasaan suara Krystal gak ngebass begini, siapa nih orang?.
“ Ne, saya Minho. Ini siapa ya? Kok pake hapenya Krystal?”
“ Itu yang ingin saya bicarakan. Nona Krystal mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya dan….”
“ MWO? MERENGGUT NYAWANYA?” jeritku memotong kata-kata orang itu. Ini mimpi kan? Krystal belum meninggal kan?.
“ Saya mohon saudara Minho sabar. Sekarang kasus kecelakaan ini sedang kami proses. Jika anda bukan keluarga dari nona Krystal, mohon memberitahukan kabar ini pada kerabatnya, karena kami hanya menghubungi nomor yang terakhir dihubungi nona Krystal. Setelah itu, mohon pergi ke RS XXX secepatnya guna penyelidikan lebih lanjut. Terimakasih”
“ Ne, terimakasih”. Aku menutup telepon dan segera memakai pakaianku. Pikiranku kacau sekarang. Apakah itu benar Krystal? Perempuan yang telah lama membuatku terpesona?. Aku langsung bergegas keluar rumah dan menyalakan mobilku.
“ Oppa mau kemana?” tanya Sulli didepan pintu rumah sambil mengucek-ucek mata. Mungkin suara langkahku yang tergesah-gesah telah membangunkan tidurnya.
“ Aku ingin ke kantor polisi. Ada urusan yang harus aku kerjakan” jawabku datar.
“ Urusan? Apa itu? Boleh aku ikut dengan oppa??”
“ Boleh, kurasa kamu harus tau apa yang terjadi”
“ Memang apa yang terjadi oppa?”
“ Krystal. D..dia me..ninggal” ucapku terbata-bata. Air mataku mulai jatuh setetes demi setetes. Sulli menutup mulutnya karena shock berat.
“ O..oppa bercanda kan?. Oppa cuman main-main kan?” tanya Sulli tak percaya. Aku hanya bisa menelungkupkan wajahku ditanganku yang bertumpu pada stir. Kenapa tuhan harus memanggil Krystal? Tak taukah Dia kalau aku belum mengatakan apa-apa tentang perasaanku yang telah aku simpan selama bertahun-tahun ini pada Krystal?. Wanita yang pertama kali membuat aku berkesan, cinta pertamaku….

# Flash Back #
Aku berjalan menyusuri koridor kampus sambil mengenakan headset ditelingaku dan bibir komat – kamit bernyanyi. Tanpa sadar aku menabrak seorang wanita yang sedang memegang banyak buku. Wanita itu terjatuh dan buku-bukunya berhamburan. Karena merasa bersalah, aku membantunya berdiri dan memunguti buku-bukunya.
“ Gwaenchana?” tanyaku.
“ Ne, Gwaenchana. Maaf aku telah menabrakmu” ucapnya sambil membungkuk 90 derajat. Aku hanya tertawa pelan melihat tingkahnya. Aneh juga anak ini, aku yang nabrak kok malah dia yang minta maaf?. Tiba-tiba Taemin datang dari arah belakang dengan skateboardnya yang abal langsung menabrakku. Aku pun jatuh kearah Krystal dan membuatnya terdorong kesudut tembok dengan aku yang ada didepannya. Jarak kami mungkin hanya sekitar 5 cm. Bau parfum-pun tecium dari tubuhnya dan membuatku merinding.
“ CE’ELAH MINHO HYUNG. LIAT YANG MULUS LANGSUNG SROBOT NIH YEEE. PEJE-NYA DONG HYUNG, PAJAK JADIAN GITUUU” teriak Taemin yang berhasil membuat orang-orang di koridor memandangi kami. Aku langsung memasang wajah cool ples a.k.a plus tanpa dosa.
“ Kamu ngomong apa sih Taem? Kan ini semua gara-gara kamu. Ayo minta maaf ama cewek ini!” perintahku. Taemin langsung menjulurkan lidahnya dan kabur. Kurang ajar tuh sie Taemin, bikin aku dag-dig-dug serrr ajah dah!!!.
“ Mianhae, adikku itu memang rada sinting” ucapku sambil mengarahkan jari telunjuk kedahi. Dia hanya tersenyum.
“ Ne. Kalau begitu aku pergi dulu ya sunbae, annyeong” balasnya lalu berbalik. Aku memegangi dadaku karena aku deg-degan sekarang. Apa ini yang namanya cinta? Jatuh cinta pada wanita itu? Astaga, aku tak pernah merasakan hal seperti ini. Aku harus mencari informasi tentang wanita itu, HARUS!!!
# Flash Back End #

# @RS XXX #
Aku dan Sulli berlari-lari menuju kamar mayat RS. XXX. Disana sudah ada Sica noona dan Yunho hyung yang tak lain adalah kakaknya Krystal. Mereka semua terlihat sangat shock, terlebih Sica noona. Dia amat histeris dan tak jarang berteriak-teriak.
“ KRYSTAL, KENAPA KAU MENINGGALKAN EONNI?” jerit Jessica noona. Donghae hyung hanya bisa menariknya dalam pelukannya.
“ Sabar ya Sica. Ini semua hanya kecelakaan” ucapnya.
“ ANIO OPPA, INI BUKAN KECELAKAAN!. KALAU SAJA AKU TAK MEMINTANYA PERGI KEKANTORKU, MUNGKIN TAK AKAN SEPERTI INI. AKU MEMANG BODOH, JESSICA JUNG ADALAH MANUSIA BODOH!!!” jeritnya sambil memukul kepalanya berkali-kali. Kulihat Sulli menangis sambil memeluk Luna, pacarnya Jjong hyung. Aku yang tak sanggup lama-lama berada disitu langsung memutuskan untuk keluar dari kamar mayat.
“ Kau juga datang Hyung?” tanya Taemin yang berdiri sambil menyandar ditembok. Aku ikut berdiri disampingnya. Tak lama kemudian aku-pun menitikan air mata. Taemin hanya merangkul pundakku dan mengelus-elusnya.
“ Aku yang menyebabkan semuanya Taemin. Aku yang membuat Krystal meninggal!!” ucapku. “ kalo saja saat itu aku mengantarnya pergi ke kantor Jessica noona, pasti tak akan begini jadinya!”.
“ Ini bukan salahmu hyung. Semua orang juga tau kalo kejadian ini adalah kecelakaan, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri” nasihat Taemin. Mungkin ini adalah kecelakan, tapi aku juga ambil bagian dalam hal ini, karena kepasrahanku Krystal meninggal.
“ Oppa, Taemin, kita harus bicara sekarang!” ujar Sulli sambil menghapus air matanya. Aku dan Taemin menatapnya bingung.
“ Waeyo Sulli? Apa yang terjadi?” tanyaku.
“ Ini menyangkut Krystal, Key oppa, dan rumah itu. Ayo cepat, kita tidak bisa membicarakan ini disini” kata Sulli lalu menarik tanganku dan Taemin menuju taman rumah sakit
****POV END****
Sulli menunjukan sebuah handphone kehadapan Minho dan Taemin. Kedua cowok itu hanya menatap hape itu dengan tatapan bingung.
“ Ini bukannya hape Krystal??. Kenapa bisa ada di kamu??” tanya Taemin.
“ Ini memang punya Krystal. Aku ngambil hape ini setelah melihat mayatnya dia, gak ada yang berani melihat mayat Krystal yang udah terbelah dua itu” jawab Sulli. Mata Minho membelalak begitu mendengar kata-kata adiknya.
“ T…te…terbelah dua??” tanya Minho shock. Sulli hanya memandangi Minho dengan tatapan kasihan.
“ Tapi bukan itu masalahnya. Ini menyangkut penampakan huruf-huruf aneh pada teman kita. Ingat kertas malam itu dan ukiran huruf K dipipi Key oppa?. Sepertinya ada hubungannya dengan ini!” ungkap Sulli sambil menunjukan wallpaper hape Krystal. Disana terpasang gambar huruf T berwarna merah dan luntur seorah huruf itu ditulis dengan darah.
“ Memang ada apa dengan wallpaper hape itu?” tanya Taemin lagi. Sulli menghela napas panjang.
“ Pernahkah terlintas dipikiran kalian tentang arti dari semua huruf-huruf ini??” tanya Sulli. Taemin dan Minho terdiam sejenak lalu menggeleng pelan. Sulli langsung menghela napas panjang melihat reaksi kakak dan temannya itu. “ Coba deh kalian ingat-ingat. Huruf K di kertas saat kita pulang dari rumah itu, huruf itu adalah pertanda kematian Key oppa. Huruf K yang terukir dipipi Key oppa adalah pertanda kematian Krystal. Dan sekarang adalah huruf T” jelas Sulli.
“ Tapi, mungkin saja kan kalo Krystal mengganti wallpapernya” bantah Minho. Sulli menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
“ Handphone Krystal itu settingannya rada error, gak mungkin wallpapernya bisa diganti. Lagipula dia bilang kalo dia gak bakalan ganti foto dia, Sica eonni, dan Hae oppa dihapenya”
“ Jadi maksud kamu Sul??” tanya Taemin penasaran.
“ Kalo gini teorinya, berarti yang bakalan mati selanjutnya itu….”. Sulli dan Minho memandangi Taemin dengan tatapan prihatin.
“ gak..ini gak mungkin. Aku gak mungkin mati… AKU GAK MUNGKIN MATI!!!!” teriak Taemin frustasi sambil menggaruk-garuk kepalanya. “ Aku gak bakalan mati kan Sul?? Hyung,, aku gak bakalan mati kan??” lanjutnya sambil mengguncang-guncang tubuh kakak beradik itu. Sulli dan Minho hanya bisa menunduk dan membisu. “ KENAPA KALIAN DIEM AJA HAH?? JAWAB DONG…JAWAB!!!”.
“ Mianhae Taemin, kita gak bisa menjawab pertanyaanmu secara pasti. Tapi untuk berjaga-jaga, lebih baik kamu waspada. Aku bakalan menelepon Donghae hyung dan Sunny noona untuk meminta izin agar kau bisa menginap dirumah kami. Dengan begitu aku dan Sulli bisa mengawasimu dan memastikan kau baik-baik saja, bagaimana??” usul Minho. Taemin hanya bisa duduk dibangku taman dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“ Gwaenchana Taemin. Semua akan baik-baik saja, kau harus percaya akan hal itu” ujar Sulli sambil mengelus-elus punggung Taemin dengan lembut. Taemin menurunkan tangannya yang sedari tadi menutupi wajahnya dan tersenyum pada Sulli.
“ Gomawo Sulli”
“ Ne. Cheonmaneyo oppa”
“ Sulli-ya, lebih baik kamu ajak Taemin ke-kantin rumah sakit. Kelihatannya dia pucat sekali, dia butuh nutrisi yang banyak untuk tubuhnya yang kurus kering itu” perintah Minho. Sulli menganggukan kepalanya tanda setuju dan menggandeng tangan Taemin kekantin rumah sakit.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Taemin POV

“ Ini bubur ayamnya Taemin. Makan ya,, biar perasaan kamu lebih baik” ujar Sulli sambil meletakkan semangkuk bubur ayam dihadapanku.
“ Gomawo Sulli” ucapku lirih sambil mengaduk-aduk bubur ayam itu. Sepertinya aku kehilangan napsu makanku. Kata-kata kematian terus menghantui pikiranku. Kenapa aku harus mati???.
“ Kenapa gak dimakan sie?? Gak suka??” tanya Sulli heran.
“ Aku gak napsu makan Sul. Lagian mana bisa aku makan enak sedangkan aku sebentar lagi bakalan mati?? Kalo kamu diposisi aku,, apa kamu bisa??” jawabku tegas. Sulli hanya menunduk dan tak berani menatapku. Mungkin nadaku terdengar seperti membentak dan itu membuatnya takut. Tapi kok bisa Sulli takut sama aku??.
“ Mianhae, aku tidak bisa mengerti perasaanmu sekarang” ucapnya. Aku mengalihkan pandanganku kearah mangkuk bubur.
“ Sulli, boleh aku…memelukmu?? Aku benar-benar takut sekarang. Tapi kalo tid…”
Bukk.
Tiba-tiba Sulli memelukku erat. Bahkan dia menangis dipundakku saat ini. Ada apa dengannya, kenapa jadi dia yang menangis?? Bukannya mustinya aku yang menangis?? Kok jadi kebalik sie??.
“ Sulli, kamu kenapa??” tanyaku prihatin. Dia mengeratkan pelukannya diperutku.
“ Aku gak mau kamu mati Taemin. Walaupun kita sering berantem, sebenarnya aku sangat menyayangimu. Aku sudah menganggapmu seperti sahabat, partner berantem, dan oppaku sendiri. Kalau kamu mati,, siapa yang aku ajak berantem lagi??” ucapnya sedikit terisak. Aku tertegun mendengar perkataanya. Dia menyayangiku?? Menganggapku seperti oppanya sendiri?? Entah kenapa hatiku merasakan sesuatu yang berbeda begitu mendengar perkataannya.
“ Gwaenchana Sulli-ya. Bukankah kau yang meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja? Kenapa sekarang jadi kau yang tidak percaya?” ujarku sambil mengelus rambutnya yang kecoklatan.
“ Aku…aku hanya takut…aku takut kamu meninggalkanku Taemin…”
“ Dengar baik-baik, kamu harus yakin kalau semua akan baik-baik saja seperti aku yakin saat ini. Kalo aku ajah yakin, kenapa kamu enggak??. Udah ya,, uljimma”. Aku melepaskan tangannya yang melingkar diperutku dan menghapus air matanya. “ Jangan nangis lagi ya,, kalau kamu nangis aku juga ikut sedih. Apapun yang terjadi kamu harus selalu gembira, oke??” lajutku. Dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepadaku. Senyumannya yang dia berikan saat ini telah mampu membuatku lebih tenang. Senyumannya seperti hembusan angin surga bagiku…
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Sulli POV

“ Taemin, kamu tidur yang pintunya ada poster bola-nya ya. Jangan tidur dikamar yang ada disebelahnya, ntu kamar Sulli soalnya” ujar Minho oppa. Aku tersenyum simpul mendengar kata-katanya. Mana mungkin Taemin salah kamar,, dia kan tau kalo Minho oppa maniak bola. Mulai saat ini Taemin tinggal dirumahku. Semua ini kami lakukan untuk berjaga-jaga, jadi jika terjadi apa-apa pada Taemin, kami bisa lebih sigap.
“ Oppa, aku ganti baju dulu ya” ucapku lalu segera masuk kamar dan berbaring dikasurku. Sekarang sudah jam 7 pagi dan tentu saja aku tidak masuk kuliah. Bagaimana bisa aku masuk kuliah dengan mata panda seperti ini?. Pikiranku melayang menuju peristiwa tadi pagi. Kenapa aku bisa memeluk Taemin? Kenapa aku berbicara seperti itu? Ada apa denganku?. Memang aku tidak ingin dia mati, tapi apakah aku setakut itu?? Dia kan bukan siapa-siapa bagiku. Pikiranku diisi oleh berbagai pertanyaan yang tidak jelas dan itu membuatku pusing. Lebih baik aku mendengarkan 10,2 Shinyeffect Radio. Kelihatannya hari ini DJ-nya adalah Jonghyun dan Luna, mereka DJ kesukaanku, soalnya mereka suka duet bersama dan menyanyikan lagu dengan sempurna, mereka itu Golden Voice Couple deh!!!.
“ Annyeonghasseo Joneun JongNa couple, welcome to Shinyeffect, LOVE THE RADIO!!! *jah kayak SUKIRA,, kiss the radio*” ucap mereka berdua.
“ Hari ini bakal membaca beberapa surat yang dikirim Victoria-ssi. ‘Annyeong JongNa yang bersuara emas. Aku lagi bingung sama perasaanku. Aku punya sahabat namanya Jinki, aku dan dia sering banget berantem dan gak pernah akur. Tapi sekarang semuanya berubah, setiap aku ngeliat dia,, aku merasa deg-degan dan gak mau kehilangan dia. Bisa bantu aku mencari arti dari perasaanku ini?? Aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini soalnya. Khamsahamnida udah mau menolongku’. Kalo menurut aku sie,, Victoria-ssi sedang jatuh cinta dengan Jinki-ssi. Kalo menurutmu Jonghyun oppa??” tebak Luna. Deg… aku merasa tertusuk. Apa aku jatuh cinta pada Taemin?? Aku suka padanya?? Kok bisa???. Hah, daripada aku berpikir yang enggak-enggak, mendingan aku nonton tipi, sekarang kan jam tayangnya Scooby Doo. Aku keluar dari kamarku dan duduk disofa ruang tamu lalu kemudian menyalahkan televisi. Cerita seru Scooby cukup membuatku terhibur dari segala kesedihan yang menyelimutiku karena kematian sahabat-sahabatku.
“ Sulli? Kamu gak tidur??” tanya suatu suara yang sangat aku kenal. Itu suara Taemin.
“ Enggak,, aku gak bisa tidur. Kamu sendiri?? Kenapa gak tidur??” tanyaku balik. Ia duduk disampingku dan menatap lurus kearah TV.
“ Aku juga gak bisa tidur. Mataku tak bisa menutup, aku gak tau kenapa” jawabnya pelan. Dia hanya diam dan terus menatap TV.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————
Taemin POV

“ Eng…Sulli, boleh gak kapan-kapan kita pergi jalan-jalan. Ya,, bisa dianggap ini adalah sebuah kencan. Sebenarnya aku tidak yakin kamu mau,, tapi aku sangat berharap karena aku suk…”. Kata-kataku berhenti begitu merasakan bahu kiriku tiba-tiba berat. Aku menoleh kearah kiri. Kulihat Sulli tertidur pulas dengan posisi kepalanya menyandar dibahuku. Hfft,, jadi sedari tadi dia tidak mendengarkan ucapanku, padahal aku sudah mengumpulkan banyak kekuatan untuk mengajaknya kencan. Tapi wajahnya sangat imut ketika dia tidur. Kini dia tampak seperti bayi, wajahnya terkesan tanpa dosa. Karena tak tega membiarkannya tidur disofa, aku menggendong tubuhnya kekamar. Aku menurunkan tubuhnya dikasurnya lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
“ Selamat tidur my little angel,, saranghae Sulli-ya” bisikku lalu mengecup keningnya dan keluar dari kamarnya. Aku kembali duduk disofa dan menonton film kartun yang tadi ditonton Sulli, namun tak lama kemudian aku tertidur….
***POV END***
“ Taemin, irona. Kita harus belanja makanan disuper market. Kau bisa bawa motor kan?? Minho oppa tidak bisa mengantar” seru Sulli sambil mengguncang-guncang tubuh Taemin yang sedang terbaring disofa. Dengan malas Taemin membuka matanya dan memandangi Sulli dengan sedikit kesal.
“ Aish Sulli,, bisakah kau membiarkan aku tidur sebentar?? Aku lelah Sulli” keluh Taemin sambil kembali menutup matanya. Mendengar kata-kata Taemin, Sulli hanya mengdengus kesal.
“ Ok kalo kamu gak mau nganter. Ntar aku tinggal bilang sama Oppa kalo Taemin gak mau nganterin dan jadinya aku gak bisa masak makan malam. Wahh,, pasti Minho oppa marah besar yaaa sama kamuuu” balas Sulli memanas-manasi Taemin. Taemin yang udah keburu kesal langsung bangun dan menarik tangan Sulli.
“ Bawel banget sie kamu. Ya udah aku anterin deh!” ujar Taemin dengan nada bête. Sulli yang ditarik hanya tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya Taemin dan Sulli pergi ke super market dipusat kota Seoul.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Sulli POV

Aku duduk dibalkon rumah sambil memandangi langit-langit malam kota Seoul yang indah. Aku kembali mengingat kejadian tadi pagi. Perasaan tadi aku ketiduran disofa, tapi kok aku tiba-tiba bangun dikamarku. Siapa yang memindahkan aku kekamar?? Apa jangan-jangan Taemin?? Tapi sepertinya tadi dia ingin mengatakan sesuatu dan sepertinya penting,, apa ya?? Sepertinya perlu aku tanya padanya.
“ Sulli, apa aku boleh berbicara empat mata denganmu??” tanya seseorang. Aku mengangkat kepalaku untuk menatapnya. Wah ternyata itu Taemin, apa dia dan aku punya kontak batin?? Kok dia tau kalo aku sedang mencarinya??.

20 responses

  1. Huwaaaaaa!!! Kereeeeen!!! Aku suka banget!!😄 apalagi horror… Waaaw.. Lanjutkan eonnie!! Di awal2 kocak, tapi kebawah menegangkan! Kereeeeen!!! Lanjutkan eonnie!! Hwaiting!😀

  2. FFnya keren! Aku hampir nangis bacanya!! Hhe.. Tp ada yg bkin nyesek nih.. Yg mslh Hae-Sica itu.. T.T tp abaikan saja yg ini, yg penting FFnya bagusss!😀

  3. Ff nya keren chingu. Sukaa banget tapi jangan serem serem lah, takut gw.. Hehe.
    Cuma ada yang aneh deh, tadi mereka ketemuan d cafe sm d jakarta, tapi ada scene juga pas taemin ama sulli di seoul. Wah,, jauhh sangad..

  4. Keren keren keren!! Gak sabar nih baca lanjutannya^^
    ff nya sukses bikin aku merinding.Menggigil waktu baca kalau selanjutnya Taemin yg bakal meninggal.Semoga nggak…nggakkk,!! taemin gak boleh meninggal! #stres gara-gara baca bagian key$krystal yg sadis

  5. . . aq ngakak pas bca bgian “aku memakluminya, kota Jakarta memang selalu macet.(krystal pov)” tp knp brubah jd”Aku duduk dibalkon rumah sambil memandangi langit-langit malam kota Seoul yang indah.(sullie pov)”

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s