Popular Girl (Part 6)

Popular Girl (Part 6)

Author: Choi Sora aka Nadia Amaliasari

Cast: Jessica Jung Sooyeon, Lee Donghae

Other: Kwon Yuri, Choi Minho

G: Romance

R: PG-15

@@@@@@@@

“cho..choi so..choi sora” kata ku. Yuri menengok  dan membelalakan matanya tak percaya. Aku segera menghampirinya dan dia juga tampak terkejut melihatku.

“sora?” Tanya ku.

“Sooyeon?” tanyanya seketika itu wajahnya berubah menjadi ssenyuman. Aku melihat orang di sebelahnya. Seorang namja tinggi dengan paras tampan. Tangan sora mengalun di pinggangnya.

“hai, sora” sapa Yuri yang tiba-tiba sudah ada di sampingku.

“hai, Yuri. Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Dan kalian ada apa ke Jepang?”

“aku juga baik. Kami dikirim ke Jepang karena tugas artikel kami.” Kata Yuri. Sora mengangguk. Aku terus menatap siapa namja ini?

“oia, bagaimana kalau kalian duduk dimeja kami. Ada yang ingin aku tanyakan padamu,Sora” tawar Yuri. Sora melihat namja disampingnya dan mendapat anggukan dari sang namja itu.

Kami akhirnya duduk dalam satu meja. Kulihat ia memegangi handphonenya. Sekitar 10menit kami berdiam diri. Hingga akhirnya..

“mungkin aku saja yang menanyakannya. Bagaimana?” aku langsung menyenggolnya dan melototinya. Sora hanya mengerutkan keningnya.

“maaf sebelumnya, aku langsung to the point saja ya. Hhmm, bagaimana hubungan dengan Donghae?”

“baik. Kami masih berkomunikasi satu sama lain.” Seketika itu hati sakit. Yuri menengelus punggungku dan tersenyum.

“kau masih memiliki hubungan dengannya?” Sora tertawa.

“maksudmu? Perjodohan itu?” Yuri mengangguk dengan cepat.

“tentu saja..” ucapnya terhenti menatapku yang cemberut.

“tentu saja aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya. Aku sudah membatalkan perjodohan itu.” Yuri dan aku saling bertatapan.

“jadi begini, aku berbicara dengan ummaku secara 4mata. Aku menjelaskan bahwa kau dan Hae saling mencintai. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga yang menghancurkan hubunganmu. Hae sudah menceritakan semuanya padaku. Ia juga bercerita bahwa kau dan dia berjanji akan bersama selamanyakan? Maka dari itu, aku memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini. Hae bicara dengan umma,dan ummanya setuju jika kau dengannya. Untuk itu,Donghae mencarimu. Dia ingin bersamamu” jelasnya panjang lebar.

“jinja?” tanyaku spontan dan langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku. Sora dan Yuri tertawa.

“ia, aku sungguh. Dan, aku sudah menikah.” Ucapnya lalu memegang tangan namja disampingnya.

“dia suamiku. Cho Kyuhyun (ssumpah!! Semoga jadi kenyataan). Dan aku sudah hamil 2bulan”

“MWOO???!!!!” aku dan Yuri berpandangan lagi. Sedangkan, Kyuhyun suaminya malah sedang asik menatapi kami yang mungkin terlihat sangat aneh baginya.

“jangan seperti itu. Hah.. kau sudah tahukan yang sebenarnya? Kalau, begitu kau harus meminta maaf padanya dan memeluknya nanti jika kau bertemu dengannya. Dan, kau harus segera menikah dengan Donghae. Yuri kau juga harus segera menikah dengan Minho. Dan, cepat-cepatlah memiliki anak. Agar anak kalian bias bermain dengan anakku. Itu pasti akan sangat menyenangkan”

Senyuman tampak merekah diwajah Yuri. Aku masih terdiam.

“hah..ini sudah jam 9 Sooyeon. Pesawat akan berangkat pukul 10. Ayo cepat.” Kata Yuri dan segera menarik tanganku. Sooyeon dan Kyuhyun berdiri.

“baiklah, kami pulang dulu ya. Terimakasih Sora dan suamimu yang Nampak menyebalkan itu” kataku sesekali melirik keraha Kyuhyun. Sora tertawa dan Kyuhyun hanya melototiku.

Sampai, di  dalam pesawat.

“sepertinya, nanti aku akan melihat adegan yang sangat romantis” celetuk Yuri melirikku.

“adegan apa, hah?”

“tentu saja, adegan berpelukan” wajahku merah padam.

@@@@@@@

 

Mereka sudah sampai di Bandara Incheon, dan 2 namja telah siaga menjemput mereka. Yuri langsung berlari ke Minho dam memeluknya, sedangkan Sooyeon berjalan santai dan melewati Donghae yang berharap, bahwa Sooyeon akan memeluknya. Yuri melepaskan pelukannya dan melihat Sooyeon yang berjalan santai tanpa memperdulikan Donghae.

“Sooyeon, kau lupa ya?? Apa pesan wanita yang mengandung tadi?” omongan Yuri tidak diperdulikan oleh Sooyeon. Dia tetap berjalan.

“sudahlah. Ayo chagi. Oia, kau bias tidak mengantarku ke kampus untuk memberikan artikel ini pada saenim leeteuk?”

“tentu saja. Kajja!!”

“donghae lebih baik kau cegat dia dengan mobilmu. Sudah ya, bye” Yuri dan Minho meninggalkan Donghae. Dengan cepat Donghae segera ke mobilnya dan berhenti tepat di hadapan Sooyeon. Donghae turun dari mobilnya dan merangkul pundak Sooyeon lalu menuntunya untuk masuk kedalam mobil. Sepanjang jalan, tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut mereka. Donghae mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Pukul 4sore mereka sampai di GwangMyung Port. Donghae dan Sooyeon turun dari mobil dan Donghae mengandeng tangan Sooyeon untuk mengajaknya mengelilingi GwangMyung Port.

“mungkin kau masih lelah. Maafkan aku ya” Sooyeon hanya diam dan handphonenya bordering. Segera ia, ambil handphonenya dan ternyata itu sms dari Yuri. Setelah, Sooyeon membacanya terpancar senyum dan kemerahan diwajahnya.

“wajahmu seperti tomat” celetuk Donghae dan SSooyeon langsung memegangi pipinya. Sudah cukup lama mereka berjalan santai mengelilingi GwangMyung Port. Sampai akhirnya, Sooyeon dan Donghae secara bersamaan menyandarkan tubuh mereka ke pagar (apa ya istilahnya?) dekat jembatan GwangMyung Port.

Angin berhembus kencang dan Sooyeon mengusap-usap tangannya karena kedinginan. Donghae tersenyum lalu melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Sooyeon.

“tidak usah” kata Sooyeon mencegah. Tapi, tetap dilakukan oleh Donghae. Kini, mereka berdiam diri lagi.

“awalnya, kukira kau akan memelukku seperti Yuri memeluk Minho. Hah… tapi, ternyata tidak” lirih Donghae. Sooyeon terdiam menahan airmatanya yang siap jatuh. Merasa tidak di tanggapi oleh Sooyeon, Donghae pergi meninggalkannya. Sooyeon menatap punggung namja itu. Tiba-tiba Sooyeon berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang dengan airmata yang mengalir.

“jeongmal minahae,” isak Sooyeon. Donghae melepaskan pelukan Sooyeon dan memegang kedua pipi Sooyeon.

“untuk?”

“jeongmal mianhae. Karena, aku sudah kasar padamu. Jeongmal.. jeongmal mianhae. Aku menyesal” airmata Sooyeon teris mengalir dan kedua jempol Hae menghapus airmata Sooyeon.

“apa yang membuatmu seperti ini?”

“saat aku dan Yuri hendak kembali ke Bandara aku dan Yuri mampir ke Restaurant untuk makan. Dan, aku melihat Sora dengan Suaminya di sana. Dia sudah menceritakan semuanya padaku.” Donghae tersenyum dan merangkul pundak Sooyeon untuk masuk kedalam mobil.

 

::KwonYuri::

“jadi, kau dan Sooyeon bertemu dengan Sora disana?” Tanya Minho. Yuri mengangguk cepat.

“lalu? Hanya itu?” tanyanya lagi.

“dia juga bilang kalau aku harus segera menikah denganmu, dan Sooyeon harus menikah dengan Minho. Dan…”

“dan apa?” desak Minho.

“dan.. kita harus segera punya anak agar anaknya bisa bermain dengan anak kita”

“hoah… ayo!! Sekarang kita buat undangan pernikahan dan segera bulan madu. Otokhae?” kata Minho membuat Yuri memukul kepalanya.

“bodoh!! Aku belum siap punya anak. Apalagi menikah”

“yausudah, kita menikah saja. Tapi, tidak melakukan apapun. Hhhmm??”

“baiklah. Sekarang kita pulang.”

“ok. Aku akan menghubungi pendeta Jonghyun dan temanku Key untuk membuatkan undangan pernikahan kita” Yuri tersenyum mendengarkan perkataan Minho.

::KwonYuri.End::

 

>>Dimobil,depan rumah Sooyeon<<

Aku terdiam lagi di mobilnya. Ia masih mencegahku untuk turun,padahal aku sudah sampai rumah.

“sora hanya bicara seperti itu?” aku mengangguk pelan. Dia mengangkat daguku dan mendekatkan wajahnya kewajahku.

“jinja?”

“dia menyuruhku untuk segera menikah denganmu  dan cepat-cepat mempunyai anak” donghae tersenyum dan semakin mendekatkan wajahku. Perlahan dan dengan cepat aku melepaskan tangannya dari daguku. Dan, ketika aku hendak membuka pintu mobil Hae menarik lenganku dan secara otomatis aku tertarik. Dengan sekejab bibirku mendarat di bibirnya. Awalnya hanya ciuman yang lembut. Tapi, lama-lama menjadi ciuman yang kasar. Sesekali dia menjilat bibir bawahku dan menggigitnya lalu menghisapnya lagi. Spontan aku membuka mulutku dan di langsung memasukkan lidahnya bertautan (?) dengan lidahku, dihisapnya dengan kuat dan ciumannya turun ke daguku. Setelah, itu ia langsung melepaskannya dan tersenyum evil padaku. Aku hanya menunduk dan segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.

“besok pagi kau kujemput ya,chagiya!!” teriak Donghae dari dalam kaca mobil. Aku hanya melempar senyum.

“saranghae,Sooyeon-ah” teriaknya lagi.

“nado saranghae, kepala ikan!!”

 

>>BS: AFTER SCHOOL-LOVELOVELOVE

 

Bersambung…

21 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s