Loving You For Nothing

Title : Loving You For Nothing

Author : Aegyo Flames (@JulietteSooJung)

Genre : Romance

Rating : G

Length : Chapter [1 of ?]

Cast :

  • Choi Minho
  • Choi Soo Jung
  • Kim Myung Soo a.k.a L

 

Poster by @nanonadiaashinstarkey-art

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

– Minho POV –

“Oppaaa~~” panggil seorang yeoja yang sangat kukenal.

Soo Jung, yeodongsaengku.

“Soo Jungie~ wae?” Aku menoleh padanya.

Ia tersenyum lebar padaku.

“sepertinya sedang senang sekali, ada apa?”

Soo Jung menghampiriku dan duduk ditepi tempat tidurku.

“anii… errr… teman teman Oppa tidak kesini??” tanyanya yang membuatku curiga.

“memangnya kenapa? tumben banget nanyain temen temen Oppa” jawabku.

“nggak apa apa sih~ Cuma mau balikin ini aja” kata Soo Jung sambil memeluk jaket berwarna hitam.

“bukankah itu milik Myung Soo?” tanyaku heran.

“ne~ ini punya L oppa~” Soo Jung tersenyum – senyum sendiri.

“Lalu kenapa ada di kau?”

 

Flashback

– Soo Jung POV –

“haduuh~ Minho Oppa mana sih~ lama bener” kataku sambil berjalan keluar dari sekolah.

Aku memutuskan untuk menunggu di halte bus saja.

Tak lama kemudian, sebelum aku sampai di halte hujan turun dengan deras.

Aku berlari menuju halte, seragamku basah kuyup.

Seseorang menyodorkan sebuah jaket berwarna hitam padaku, aku mendongakkan kepala.

“nanti kau sakit~” katanya.

“emmhh….”

“Kim Myung Soo~ kau tidak ingat?”

“L oppa~ temennya Minho Oppa ya~” kataku.

Ia hanya tersenyum.

Huwaaa neomu meotjyeoo!!

Ia pergi saat sebuah mobil berwarna merah menghampiri kami.

“Soo Jung aku pulang dulu ya~ kau tidak mau ikut?” tanya L Oppa.

“anii… Minho oppa akan menjemputku~” Jawabku.

Ia pun masuk kedalam mobil itu.

 

end Flashback

End Soo Jung POV

 

“Oh~ begitu ya sudah berikan saja padaku nanti biar aku berikan pada Myung Soo~” kataku.

“anii!! aku bisa sendiri” jawab Soo Jung.

Sepertinya anak ini menyukai Myung Soo.

Aku tau betul sifatnya, kami tidak pernah sekalipun bertengkar selama bertahun-tahun, jadi aku tau betul sifatnya.

“tunggu! jangan bilang Oppa lagi sakit! kok dari tadi di tempat tidur mulu” kata Soo Jung.

“anii… Oppa tidak apa – apa”

Mungkin aku berdosa karena membohonginya, tapi bagaimana lagi dia ini bisa lebay kalo denger Oppa-nya sakit.

Soo Jung menempelkan punggung tangannya kedahiku.

“Oppa demam…” katanya.

“tidak apa – apa kok~” kataku.

“tidak apa – apa bagaimana, kenapa Oppa tidak bilang?” Soo Jung keluar dari kamarku.

Ia meletakkan jaket Myung Soo disebelahku.

Aku tidak tau, ada apa dengan diriku, atau mungkin karena aku sedang sakit, tapi sungguh aku benar benar tidak suka Soo Jung bertingkah seperti itu tadi, aku tidak suka ia bertingkah seperti fans Myung Soo.

Atau mungkin aku cemburu, hmm… tidak boleh.

Ia kembali dengan membawa sebuah mangkuk dengan air didalamnya.

Soo Jung memeras kain yang ia bawa juga, lalu menaruhnya didahiku.

“Oppa tunggu sebentar ya…” Ia kembali keluar dari kamarku.

Entah mengapa aku senang diperhatikan olehnya seperti ini, umma saja tidak pernah memperlakukanku seperti ini.

Aku mempunyai seorang dongsaeng tapi ia lebih cocok untuk menjadi noona-ku.

Soo Jung kembali dengan membawa semangkuk ramen dan segelas air putih.

“Oppa makan dulu yah~ aku suapin” katanya.

Kenapa ia tak sesemangat tadi?

Ia menyuapkan sesendok ramen padaku.

“Soo Jungie~ gwaenchana?” tanyaku.

“apanya yang gwaenchana?”

“kenapa kau berubah menjadi sedih?”

“tidak apa – apa hanya saja kau membuatku khawatir Oppa~” katanya.

“jangan sakit lagi~” lanjutnya.

Aku menggeleng.

“tidak mau… aku mau sakit saja…” kataku.

“yaa!! kenapa bicara begitu?!” Ia melotot kearahku.

“habis enak sih, diperhatiin terus sama Soo Jungie~” Aku tersenyum padanya yang cemberut.

“kenapa cemberut?” tanyaku yang bersamaan dengan bel rumah berbunyi.

“Oppa manja! kaya anak kecil!” Soo Jung meninggalkan aku, ia beranjak membukakan pintu.

– End Minho POV –

 

Soo Jung membukakan pintu, ternyata 4 orang teman Minho datang menjenguknya.

“eh Oppadeul eonnie masuk yuk~” kata Soo Jung.

Ia melihat Yuri, Key, Dongwoon daaaaannn *lebe author* L

L tersenyum padanya.

“Minho oppa ada dikamar, mau kekamar atau Oppa yang disuruh kesini?~” tanya Soo Jung.

“nggak usah nggak usah~ kita aja yang kesana” jawab Yuri.

Yuri, Key, Dongwoon, L dan Soo Jung pun masuk ke kamar Minho yang berada di lantai atas.

“Minho-ah~ kau kenapa hah?!” tanya Yuri khawatir.

“nggak apa apa kok noona~ gomawo udah mau menjenguk” kata Minho sambil tersenyum.

“makanya jangan suka hujan hujanan bro!” L memukul pelan lengan temannya itu.

Akhirnya, mereka mengobrol didalam kamar Minho.

“psstt… Oppaaa!!” panggil Soo Jung pelan.

Myung Soo menoleh.

“manggil Minho?” tanyanya.

“anii… kau Oppa~” kata Soo Jung.

“hah?! aku??”

Soo Jung pun mendekat ke arah Myung Soo.

“ini jaketmu Oppa~ gomawo sudah menolongku kemarin~” kata Soo Jung sambil tersenyum manis.

“ne~ cheonmane~ ehmm… keluar yuk~ kita ngobrol?” ajak Myung Soo.

“ehmm… gimana ya… iya deh” Soo Jung mengangguk.

“Minho-ah~ yang lain aku keluar dulu yah~” pamit Myung Soo menyusul Soo Jung.

“eciieee yang lagi polin in lop~~” goda Dongwoon.

Myung Soo hanya tersenyum malu.

‘sebenarnya ada apa antara L dan dongsaengku’ Minho terus menatap kearah pintu kamarnya.

“Minho-ah~ kau kenapa? L sama Soo Jung ya? ya udah lah biarin aja, Soo Jung khan udah gede~” kata Yuri.

“iyaa~ segitunya banget” tambah Key.

“ngga kok~” kata Minho sambil tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Myung Soo dan Soo Jung berjalan – jalan disekitar rumah Soo Jung.

“ehmm… kau sangat dekat ya dengan Minho?” tanya Myung Soo.

“ne tentu saja~ aku menyayanginya~” Soo Jung tersenyum pada Myung Soo.

“Minho sering menceritakan tentangmu kepada kami” kata Myung Soo.

“jinjja? apa dia menceritakan yang jelek jelek? huh! Minho oppa memang seperti itu!”

“tidaak~ ia membanggakanmu~”

“mwo? jinjja? ah aku tidak percaya, Minho oppa kan jahil, jahat…”

“ya! Minho oppa-mu itu sangat baik!” kata Myung Soo.

“huuu~ kok malah ngebelain minho oppa sih!” Soo Jung cemberut.

“ya abis kamu sih! masa’ ngejelek-jelekin oppa-nya sendiri, nggak boleh gitu dong!”

“ya udah deh! nggak usah ngomongin Minho Oppa!” kata Soo Jung.

“terus ngomongin apa?” tanya Myung Soo, ia menghadapkan badannya ke arah Soo Jung.

“aku mau tanya dong Oppa~” kata Soo Jung.

“tanya apa?”

“Oppa sebagai namja suka cewek yang kaya apa?”

Myung Soo memikirkan jawaban yang tepat untuk yeoja cantik ini.

“kok lama! jangan – jangan nggak suka cewek nih!” kata Soo Jung.

“yaa! enak aja! ya udah ni nggak dikasih tau!” ancam Myung Soo.

“anii! hehehe kasih tau dong Oppa…” Soo Jung mengeluarkan jurus (?) puppy eyes-nya.

“kalo Oppa sih… yang baik dan mau menerima apa adanya, sama punya senyum yang manis, itu aja sih~” jawab Myung Soo.

“oh~” kata Soo Jung sambil manggut – manggut.

“emang kenapa? kok nanyanya gitu?” tanya Myung Soo.

“anii hehe~” Soo Jung tertunduk malu karena pertanyaan Myung Soo.

“kalo.. ehm… diibaratkan sama seseorang~ kaya siapa?” tanya Soo Jung.

“eomma mungkin hehe…” jawab Myung Soo.

“ya! kan aku gak tau eomma-nya oppa!”

“kaya…. ehmm…. kaya Soo Jungie~” kata Myung Soo sambil tersenyum manis.

Soo Jung merasa detak jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

“Soo Jung! Soo Jungie!” Myung Soo menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Soo Jung yang langsung tersentak.

“ne~ mianhae~ ada apa?”

“pulang yuk~”

Soo Jung mengangguk.

Mereka berjalan berdampingan menuju rumah Soo Jung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

@Choi Family’s House

– 18.00 KST –

“kamu tadi kemana sama L?” tanya Minho pada Soo Jung, saat dongsaengnya itu masuk dan membawakan obat dan makan malamnya.

“aku tidak kemana – mana… hanya ke belakang bersamanya~” kata Soo Jung.

Sejak ia pulang dari taman belakang bersama Myung Soo, ia terlihat sangat bahagia.

“kok dari tadi senyum – senyum terus… emang L ngomong apa?”

“Myung Soo Oppa nggak ngomong apa apa kok~”

“tapi kok kamu senyum – senyum gitu dari tadi~”

“yee! emang nggak boleh! senyum itu ibadah (?) !”

Soo Jung menaruh makanan dan obat yang ia bawa dimeja kecil sebelah tempat tidur Minho.

“Soo Jungie~ jangan punya pacar ya~” kata Minho tiba – tiba.

Minho memang sangat menyayangi adiknya, tapi terkadang rasa sayang itu lebih dari sekedar seorang kakak, kadang ia merasakan sesuatu yang tak wajar.

Minho bangun dari tempat tidurnya, ia menatap wajah dongsaeng-nya yang tertunduk, sedang menyiapkan obat untuknya.

Ia tersenyum memandang wajah cantik adiknya.

Minho memeluk erat tubuh mungil itu.

“Oppa~”

“sebentar saja~ Oppa sudah jarang memelukmu khan~”

Soo Jung hanya tersenyum melihat Oppanya yang cemburuan ini.

Soo Jung menengok ke arah jam dinding.

“Oppa! maaf ya! pelukannya nanti lagi, aku ada acara~” Soo Jung berdiri dari tempat tidur Minho.

“lho mau kemana ama siapa?” tanya Minho.

“nonton sama Myung Soo Oppa!” Soo Jung segera keluar dari kamar Minho.

Beberapa saat kemudian ia kembali lagi untuk mengaca dan membenahi rambutnya.

Kemudian mencium pipi Minho sekilas.

“annyeong oppa!”

 

Minho POV

Aku memandangi kepergian Soo Jung dengan tatapan hampa.

Aku memang menyayangimu, mencintaimu tapi bukan untuk seorang kakak.

Bagaimana kalau aku menginginkan lebih dari itu.

Mungkin memang aku tidak bisa memilikimu Soo Jungie~

Aku harus menghilangkan perasaan ini…

Yah bagaimanapun juga di tetaplah seorang adik Choi Minho.

Seandainya kau bukan dongsaengku…

End Minho POV

 

Myung Soo sudah menjemput Soo Jung.

Soo Jung terlihat cantik dengan gaun putih yang ia kenakan.

Begitu juga dengan Myung Soo yang terlihat sangat tampan.

“sudah tadi, Oppa??” tanya Soo Jung.

“belum… baru juga dateng~” senyum Myung Soo.

“ya udah yuk~” lanjutnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“kenapa Soo Jungie belum pulang ya?” Minho terbangun tidurnya.

Ia menuju ruang tamu, ia melihat jam pukul setengah sepuluh.

“ini sudah terlalu malam untuk yeoja sepertinya~” kata Minho.

“apa karena Myung Soo dia berani pulang semalam ini?”

 

– TBC –

ini dilanjut sesuai respon yyah ^^

kalo dikit yah nggak tapi kalo banyak insya allah lanjut

11 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s