{KyuRa Moment} Uri Wedding

Author : syipoh and elftodie
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Lee Byung Hyun, Eun Hyuk, Cho Ahra, Park Boram
Rate : All ages
Genre : comedy, romance, marriedlife, family, friendship.

Jengjengjengjeng *author datang sambil nggenjreng*.. Yay, ini adalah edisi special tentang kegiatan Kyura couple menjelang pernikahan. Mian sebelumnya kalau terkesan berantakan. Sebenarnya, author juga bingung karena harus menyesuaikan dengan ff kyura yang pertama. Jadi, maaf-maaf saja kalau agak kacau. Dan, jangan terus berhenti untuk membaca ff geje ini karena ff ini akan selalu geje. #plaakkk

****

Hyora’s P.O.V
“Hatchi… Hatchi…” aku bersin saat membersihkan debu yang menempel di jendela. Yap. Ini adalah hari Minggu dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih rumah. Tapi, kalau rumahku seperti kapal pecah begini kapan mau selesainya?

“Ya! Cho Kyuhyun! Ayo cepat bantu aku! Jangan berkencan dengan psp mu terus!”teriakku. Tapi, suamiku yang satu ini masih saja bergulat dengan psp nya. Suami? Yah, baru tiga hari yang lalu kami menikah.

Aku melirik ke arahnya kesal. Aku harus melakukan sesuatu. Aku melihat ke arah foto pernikahan kami yang terpajang di ruang tamu. Aish.. Kenapa harus dengan pose begitu. Aku sudah hendak protes saat Ahra eonni hendak memasangnya, tapi ia memasang wajah memelas. Aku jadi tidak tega. Benar-benar tidak dapat kuduga. Aku, seorang yeoja biasa tiba-tiba dilamar oleh namja gila yang sekarang jadi suamiku ini. Dan sekarang aku sudah berstatus sebagai istri orang. Ini semua gara-gara namja gila ini!

Flashback
Huufftt… Ini sudah kesekian kalinya aku menghela nafas. Bagaimana ini? Aku sebentar lagi akan segera menikah. Memang sih, aku belum tahu pasti kapan aku akan menikah. Tapi, berhubung pria yang akan kunikahi adalah namja gila seperti dia, aku tidak yakin dia akan menunggu atau mengulur waktu lebih lama. Hhhh.. Aku menghela nafas lagi.

“Ya! Lee Hyora! Ada apa denganmu, hah? Dari tadi hanya menghela nafas terus? Kau sedang ada masalah?” tanya Boram, sahabatku. Dia menanyakanku dengan mulut penuh makanan. Aku menatapnya malas dan mengaduk-aduk makanan di piringku.
“Hhhh.. Yah, seperti itu.”jawab Hyora malas.
“Aigoo… Hyora~ya! Kau kan bisa cerita padaku. Kau anggap aku ini apa? Kita kan sudah berteman dari smp. Ayolah.. Ceritakan padaku.”bujuk Boram. Hhh.. Aku membuang nafas lagi untuk kesekian kalinya. Sepertinya aku memang harus menceritakan masalah ini dengannya. Aku bisa gila kalau terus menyimpannya sendirian. Namja itu. Apa sih yang dia lakukan sehingga membuat hidupku jadi kacau begini?
“Aku.. Aku akan menikah…”ucapku pelan. Aku tidak ingin semua orang tahu tentang masalahku.
“Oh.. Menikah toh.. Kukira apa.”belum sampai sedetik ia sudah berteriak “MWO? Menibwuahbwuah? Denguawahsauapwa? (Menikah! Dengan siapa?).” Aku langsung membekap mulutnya karena dia pasti akan berteriak kencang. Aku pun melepaskan dekapanku setelah kupastikan bahwa dia tidak akan berteriak lagi.
“Hhh. Jahat sekali kau, Hyora. Kenapa kau mendekap mulutku?”ucapnya.
“Itu karena aku yakin kau pasti akan berteriak. Aku sudah cukup pusing dengan masalah pernikahanku ini, Boram~ah..”ucapku frustasi. Ia terlihat iba padaku.
“Lalu apa masalahmu? Ah, tapi aku belum pernah melihat kau dekat dengan seorang namja karena aku tahu appa dan kakakmu itu yang overprotektif. Bagaimana bisa mereka mengijinkanmu dekat dengan seorang lelaki? Apa kau dijodohkan? Apa dia tampan? Kaya? Pintar?”cerocosnya. begini nih resiko kalau curhat dengannya. Dia bakal menanyakan pertanyaan yang panjang nya seperti rangkaian kereta api ekonomi. =,=
“Bisakah kalau kau bertanya itu satu persatu. Ini lebih parah dari dijodohkan. Aku bahkan argh… benar-benar memusingkan.”ucapku frustasi seraya mengacak rambutku.
“Yah, sabarlah Hyora~ya. Semua masalah pasti bisa diatasi. Lalu dengan siapa kau akan menikah? Apa aku mengenalnya?”tanya Boram.
“Hmm.. Aku tidak yakin, karena aku sendiri baru bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu. Bagaimana mungkin kau bisa kenal dengannya sedangkan aku saja baru bertemu.”ucapku lalu menyeruput jus alpukat di hadapanku.
“Geure, setidaknya siapa namanya? Siapa tahu aku pernah mendengarnya?”ucapnya sambil tersenyum menyebalkan. Aish! Bagaimana bisa aku mempunyai sahabat seperti dia.
“Hemm.. Namanya Cho Kyuhyun.”ucapku pelan.
“MWO??! CHO KYUHYUN!!”teriaknya keras diikuti dengan tatapan dari seluruh orang yang ada di kantin ini. Apa Boram sudah gila? Kenapa dia berteriak seperti ini?
“Yak! Pelankan suaramu! Kau membuat orang-orang kaget dengan teriakanmu yang seperti tukang sayur itu.”bisikku geram. Dia masih memandangku dengan tatapan ‘bagaimana mungkinnya itu’. Hei, apa Cho Kyuhyun itu terkenal?
“Apa kau kenal Cho Kyuhyun?”tanyaku penasaran.
“Mwo? Kau tidak kenal dia? Aigoo.. Hyora~ya. Kau benar-benar kuper sekali. Bahkan namja tertampan di kampus kita pun kau tidak tahu. Dia adalah namja tertampan yang pernah ada. Sudah tampan, pintar, kaya pula.”ucapnya menerawang.
“Jadi namja gila itu kuliah di kampus yang sama denganku?”tanyaku.
“Kau bahkan tidak tahu kalau dia satu fakultas dengan kita?”ucapnya tak percaya.
“Mwo? Dia satu fakultas dengan kita?” Aku menganga mendengar ucapan Boram.
“Astaga! Kau bahkan tidak tahu kalau dia satu fakultas dengan kita? Kau ini.. Benar-benar parah.”decaknya.
“Tapi, tunggu dulu. Kau tidak bohong, kan? Aku tak percaya! Bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun yang tampan tiba-tiba melamarmu yang jelas-jelas tidak tahu siapa dirinya?” Boram mulai curiga kepadaku. Yah, harus kuakui. Aku memang sedikit kuper. Bahkan, aku tidak tahu kalau dia satu kampus ah ani bahkan satu fakultas denganku.
“Aish.. Untuk apa aku berbohong!”jawabku.
“Tapi, aku tetap tidak bisa percaya, Hyora~ya.” Ucapnya lalu mengalihkan pandangannya dariku ke arah lain. Tiba-tiba dia tersentak.
“Ya! Hyora~ya! Itu Cho Kyuhyun!”bisiknya cukup keras di telingaku sambil menunjukkan ujung tangannya. Aku pun melihat ke arah tunjukan tangannya itu. Astaga, itu CHO KYUHYUN!! Jadi, dia benar-benar kuliah di sini? Dia sedang makan siang dengan beberapa namja yang aku yakin adalah chingu nya. Oh, tidak! Betapa sial nya hidupku ini. Mulutku menganga, masih tidak percaya dengan realita di hadapanku ini.
“Hyora.. Hyora.. Ya! Lee Hyora!” teriak Boram keras. Semua penghuni kantin meliha ke arah mereka. Aku dapat melihat di ekor mataku kalau Kyuhyun sempat terkaget dengan teriakan temanku yang super keras ini. Dengan cepat ku tundukkan wajahku agar tidak terlihat olehnya.
“Iya iya nan ara jangan keras-keras! Aku tidak tuli!”ucapku setengah teriak.
“Hei, Lee Hyora. Aku akan percaya padamu kalau Cho Kyuhyun melamarmu dan mengajakmu menikah. Tapi…”gantungnya. Aish, aku paling benci kalau dia menggantungkan kalimat seperti ini. Boram pun tersenyum setan. Aigoo.. Dari mana ia belajar senyum seperti ini? Apa dari namja itu?
“Tapi?”ucapku takut-takut. Aku tahu temanku ini sedikit tidak waras. Sama seperti namja itu. Aish, bahkan aku susah sekali menyebutkan namanya.
“Tapi… Aku harus menanyakan langsung kepadanya.”ucapnya riang lalu segera menarikku dari kursi. Aku membelalakkan mataku dan nafasku seketika tercekat, tak percaya dengan tingkah sahabat gilaku ini. Aku bahkan belum sempat mengatur nafasku yang tercekat karena dia keburu menarik tanganku.
Kini, kami berdua tepat berdiri di hadapan Kyuhyun. Teman-temannya sudah melihat ke arah kami dari tadi. Tapi, Kyuhyun masih saja lahap mengunyah makanannya tanpa memperdulikan kami. Aku segera menyembunyikan tubuhku di balik tubuh Boram yang lebih tinggi dariku.
“Cho Kyuhyun~sshi..”Boram buka suara tanpa takut. Aish.. Apakah anak ini benar-benar ingin membunuhku secara cepat?
End Of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
“Ya, Kyuhyun. Ayo kita makan ke kantin!”ucap temanku, Jaejin.
“Kure, aku juga sudah lapar.”jawabku. Aku, Jaejin, dan beberapa teman namjaku yang lain segera berjalan ke arah kantin. Aku sudah sangat lapar. Ujian kali ini benar-benar menguras tenagaku.
Aku dan teman-temanku segera mencari tempat duduk dan memesan makanan. Ah, akhirnya datang juga. Untung tidak lama. Baru saja aku mau memakan makananku aku mendengar teriakan yang super keras dan cempreng. Aish, bikin telingaku sakit saja.
“Hyora.. Hyora.. Ya! Lee Hyora~ya!” Aku cukup terkaget mendengar teriakan itu. Bukan karena teriakannya yang cukup berpotensi untuk membuat kau harus mengunjungi dokter THT. Tapi, nama orang yang diteriakinya itu. Aku melihat ke arah sumber suara itu, dan.. Bingo! Aku melihat yeoja itu, yeoja yang kulamar sedang duduk di sebelah yeoja cempreng dan Hyora sedang menundukkan kepalanya. Aku tersenyum kecil saat tahu kalau dia ada di kantin ini. Yah, sebenarnya setelah keluar dari rumah sakit aku langsung menyelidiki tentang Hyora. Aku baru tahu kalau kami satu kampus bahkan satu fakultas.
“Aish. Yeoja itu benar-benar deh.. berisik sekali. Beda sekali dengan yeoja yang di sampingnya itu. Sudah cantik, manis, lembut, tapi…”ucap Sungmin, temanku yang lainnya dan segera kupotong kalimatnya.
“Lemot.”jawabku singkat. Teman-temanku nampak terkejut dengan jawabanku.
“Woah! Kyuhyun~ah. Darimana kau tahu? Selama ini kupikir kau tidak pernah tertarik dengan masalah wanita apalagi percintaan. Aku pikir kau malah akan menikah dengan laptop atau psp kesayanganmu itu. Kkkk..”ledek Junsu. Aku hanya mendecak kesal.
Aku masih mengamati Hyora di ekor mataku. Tiba-tiba dia dan temannya yang gila itu bangkit dari tempat duduknya. Segera kutundukkan wajahku dan memasang tampang super cuekku. Mereka menuju ke arahku. Aku memasang senyum iblisku yang menawan. Kekeke. Apa yang akan dia lakukan?
Dan, yah… Kini, mereka berdua tepat berdiri di hadapan kami. Teman-temanku sudah melihat ke arah mereka dari tadi. Aku masih berpura-pura asyik melahap makananku seolah tak memperdulikan mereka. Kulihat Hyora menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Boram yang lebih tinggi darinya. Aku mati-matian menahan tawaku. Yeoja ini, pasti dia pikir kalau aku tidak tahu apa-apa tentangnya.
“Cho Kyuhyun~sshi..”teman Hyora buka suara. Aku mendongakkan kepalaku dan memasang wajah seriusku. Ck. Aktingku cukup meyakinkan, kan? Apa lebih baik aku jadi aktor saja?
“Ne?”ucapku pelan. Kini, semua pandangan menuju ke arah kami. Yah, setelah teman Hyora yang satu ini berteriak-teriak tiba-tiba dia mendatangiku. Tentu saja ini menarik perhatian.
“Apa benar kau akan menikah?”tanyanya. Aku mengembangkan senyumku. Oh, jadi masalah itu. Aha! Aku punya ide!
Teman-temanku nampak terkejut dengan pertanyaan teman Hyora. Ah, aku tidak tahu namanya. Jadi, kupanggil saja dia teman Hyora.
“MWO??”jawab teman-temanku kaget. Mereka menatapku seolah menginginkan penjelasan dariku. Aku kembali menatap teman Hyora. Anak-anak di sekitar kami sudah mulai berbisik-bisik. Aku menaruh sumpitku ke atas piring makananku yang sudah kosong, menghela nafas sebentar agar terlihat mendramatisir.
“Darimana kau tahu berita itu?”tanyaku berusaha setenang mungkin. Dari sudut pandang mataku pun dapat kulihat kalau Hyora terlihat takut sekali. Dia memegang tangan temannya erat. Anak-anak yang dari tadi menonton kami pun terdiam sekaligus menahan nafas mereka, menunggu jawaban dari pertanyaanku.
“Dari dia. Dia bilang kau melamarnya dan kalian akan menikah.”ucapnya sambil menunjuk ke arah Hyora yang bersembunyi di belakangnya. Kali ini suara riuh memenuhi kantin. beberapa yeoja teriak histeris memanggil namaku. Aish, ara. Aku tahu kalau aku memang tampan. Mereka berlebihan sekali. Bahkan, teman-temanku pun ikut melongo mendengar ucapan teman Hyora. Ingin rasanya kujejalkan mulut teman-temanku ini dengan sepatu yang kupakai.
“Nugu?”ucapku pura-pura tak tahu.
“Ya Lee Hyora! Cepat, tunjukkan wajahmu!”bisik teman Hyora namun cukup keras untuk terdengar di telingaku. Hyora menggelengkan kepalanya dan terus menundukkan wajahnya. Teman Hyora nampaknya sudah tidak sabar. Dia langsung melepas genggaman tangan Hyora dan menarik tubuhnya hingga kini aku bisa melihat wajahnya. Wajah yang begitu kurindukan. Mwo??! Apa yang barusan kukatakan? Aish, ini pasti author salah ketik. (a/n : Enak aja! Ini adalah perasaanmu terhadap Hyora dari hati yang terdalam).
“Lee Hyora?”ucapku. dia mengangkat kepalanya pelan. Wajahnya merah sekali. Ahahaha. Aku jadi ingin mencubit pipinya.
“N-ne.”ucapnya tergagap. Ah, aku jadi ingin sedikit bermain-main dengannya.
“Chagi?”ucapku seraya berdiri dari tempat dudukku. Yaiks. Ini adalah panggilan yang selalu membuatku begidik jijik. Aku mengeluarkan seringaian setanku namun kupastikan tidak ada yang bisa melihatnya. Dia berjalan mundur namun aku terus mendekat ke arahnya. Akhirnya, aku memilih berhenti daripada kami jadi bermain undur-undur begitu.
“Err?”Aku menatap teman Hyora.
“Park Boram.”jawabnya. Nampaknya, temannya cukup pintar. Dia langsung tahu maksudku begitu aku menatapnya.
“Park Boram~sshi. Yeoja ini. Dia memang yeoja yang kulamar dan sebentar lagi kami akan menikah.”ucapku cukup keras untuk didengar semua orang yang ada di kantin ini. Boram yah begitulah namanya dan semua orang di sini membelalakkan matanya, kaget dengan pernyataanku barusan.
“Tapi aku belum pernah melihat kalian bertemu atau jalan berdua. Dia bahkan tidak tahu kalau kau satu kampus dengannya bahkan satu fakultas.”cerocosnya. Aish, aku heran dengan Hyora. Bagaimana mungkin dia betah dengan temannya yang super duper cerewet ini? Dan apa tadi? Hyora tidak tahu bahwa aku dan dia satu fakultas? Yang benar saja? Bagaimana bisa dia melewatkan pesona ketampanan seorang Cho Kyuhyun.
“Jinjjayo? Tapi aku benar-benar melamarnya dan sudah mendapat persetujuan dari appa dan oppanya.” Kali ini temannya menepuk-nepuk pipinya. Sepertinya, hal ini memang suatu hal yang sulit dipercaya baginya.
“Dan, chagiya~. Nanti kau selesai kuliah jam berapa?”tanyaku.
“J-jam du-dua.”ucapnya tergagap.
“Baiklah, selesai kuliah tunggu aku. Ada hal penting yang harus kita bicarakan.” Dia hanya menganggukkan kepalanya. Aku pun membalikkan tubuhku hendak pergi kembali ke kelas karena kelas akan dimulai lima menit lagi. Tiba-tiba muncul ide setan di kepalaku. Aku kembali berbalik, Hyora dan temannya aish siapa namanya? Bona? Boram? masih di posisinya. Aku dengan cepat menarik tangannya dan…
CUP!
Kukecup pipinya cepat dan setelah itu suasana kantin menjadi riuh gara-gara tingkahku barusan. Beberapa yeoja bahkan meneriaki namaku. Sementara Hyora? Dia mematung di tempat begitu kucium pipinya. Akupun tersenyum senang melihat reaksinya. Aku kembali membalikkan badanku, meninggalkan Hyora yang masih melongo dan mengambil tasku.
Teman-temanku pun berjalan mengikutiku dari belakang.
“Ck.. Kau ini.. benar-benar luar biasa.”ucap Sungmin hyung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Yang lain pun ikut menggelengkan kepalanya. Kenapa mereka? Apa mereka pikir ini arena disko? Geleng-geleng kepala terus.
End Of Kyuhyun’s P.O.V

Author P.O.V
Hyora masih berdiri kaku di tempatnya meskipun Kyuhyun sudah pergi dari tadi. Dia menatap ke arah depan dengan tatapan kosong. Boram yang sudah sadar dari ‘shock therapy’ yang diberi Kyuhyun barusan langsung menepuk-nepuk pipi Hyora pelan.
“Hyora~ya!”panggilnya. Hyora akhirnya sadar setelah beberapa kali Boram memanggil namanya. Hyora melihat ke arah Boram, masih dengan tatapan shock nya. Ini adalah pertama kalinya seorang namja, selain appa dan oppanya tentu saja yang menciumnya. Memang sih, bukan di bibirnya. Tapi, rasanya tetap saja menegangkan.
“Kau baik-baik saja?”tanya Boram cemas karena melihat temannya yang menatapnya dengan tatapan bloon nya.
“y..ya…”tatapan Hyora masih kosong.
“Aish.. Ayolah kita harus kembali ke kelas. Bel baru saja berbunyi.”ucap Boram.
Dia lalu menarik tangan Hyora. Seluruh mata yang ada di kantin langsung menatap ke arah mereka. Tatapan yang berbeda dari setiap pasang mata.
Bagi para namja, terlihat tatapan kagum karena Hyora bisa menaklukkan hati seorang Cho Kyuhyun yang terkenal dingin terhadap yeoja. Tapi, bagi para yeoja, terlihat tatapan membunuh karena berhasil mendapatkan namja yang selama ini mereka incar, Cho Kyuhyun.
Hyora begidik ngeri melihat pemandangan yang ada di depannya. Dia hanya menundukkan kepalanya saja saat melewati beberapa yeoja yang seakan ingin membunuhnya saat itu juga. Saat mereka berdua masuk kelas, beberapa teman Hyora menghampirinya. ‘Sepertinya berita itu sudah menyebar kemana-mana’pikir Hyora.
“Lee Hyora! Kau harus menjelaskan semuanya pada kami!”teriak Taeyeon, salah satu teman Hyora. Mereka segera melepaskan tangan Hyora dari Boram dan menggiring Hyora untuk duduk. Hyora menggigit bibir bawahnya. ‘Gawat! Aku pasti akan segera dibunuh!”pikir Hyora. Tapi, pikiran buruknya itu segera musnah setelah teman-teman perempuannya datang memeluknya dan memberikan ucapan selamat.
“Hyora~ya… Chukhae-yo!”teriak Hyuna, teman Hyora yang lain.
“Ne, kau beruntung sekali mendapatkan Cho Kyuhyun!”ucap Jaekyung menambahi.
End of Author P.O.V

Hyora’s P.O.V
Aku begidik ngeri saat masuk ke dalam kelas. Aku terus-terusan menundukkan kepalaku karena aku takut melihat ke arah orang-orang yang sedari tadi memandangiku.
“Ya! Lee Hyora! Kau harus menjelaskan semuanya pada kami!”teriak Taeyeon, salah satu temanku. Mereka melepaskan tanganku dari Boram dan menarikku untuk duduk. Aku menggigit bibir bawahnya. ‘Gawat! Aku pasti akan segera dibunuh!”pikir ku. Tapi, pikiran burukku itu segera musnah setelah teman-teman perempuannya datang memeluknya dan memberikan ucapan selamat. Aku cukup kaget melihat reaksi teman-temanku ini.
“Hyora~ya… Chukhae-yo!”teriak Hyuna, temanku yang lain.
“Ne, kau beruntung sekali mendapatkan Cho Kyuhyun!”ucap Jaekyung menambahi.
“MWO??! Beruntung? Beruntung dari mananya? Aku harus menikah dengan namja gila itu? Aish.. Aku sendiri bingung kenapa aku menerimanya.”ucapku. Yah, aku memang sengaja tidak bilang kepada siapa-siapa, termasuk Boram kalau aku menerima lamaran Kyuhyun karena aku kalah taruhan. Yang benar saja?
“Aish.. Bersyukurlah karena kau sudah mendapatkan namja yang menjadi incaran yeoja-yeoja satu kampus. Dan lagi kenapa kau menerimanya kalau kau tidak menginginkannya.”cerocos Boram. Ah, yeoja ini. Kalau ada kontes yeoja tercerewet, aku yakin dia akan menang. Cerewet sekali temanku ini. =_=”
“Mollasseo~”jawabku santai.
“Ah, ya! Kami butuh penjelasan. Bagaimana seorang Kyuhyun bisa melamarmu yang bahkan tidak pernah sedikitpun tertarik dengan yeoja?”tanya Taeyeon dengan penuh rasa penasaran. Teman-temanku yang lain hanya menganggukkan kepalanya.
“Molla. Waktu itu aku sedang main game di kafe langgananku. Tiba-tiba dia datang dan langsung melamarku. Dan,yah aku menerimanya. Begitulah ceritanya.”jelasku singkat.
“Woah~ Kalian ini benar-benar pasangan yang aneh. Jadi, dia tidak mengajakmu pacaran dulu tapi langsung melamarmu?”tanya Boram tak percaya. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Percakapan kami terhenti karena dosen yang akan mengajar sudah masuk ke dalam kelas, semua teman-temanku sudah kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Aku menghela nafas lega. Untung saja dosen itu datang, kalau tidak bisa berbusa mulutku menjawab pertanyaan mereka yang tiada henti.

—-

Aku mendelik kesal seraya melihat jam tanganku. Ini sudah jam dua lebih lima belas menit, tetapi namja itu belum datang juga. Apa dia hanya mempermainkanku tadi? Aku sudah hendak pergi dari depan kelasku ketika sebuah suara memanggilku.
“Hyora~ya!” Aku segera berbalik dan mendapati namja itu berjalan ke arahku dengan santainya. Huh! Ingin rasanya aku pukul kepalanya yang keras itu, tapi apa daya. Kakiku terlalu pendek untuk menjinjit dan tanganku tidak begitu panjang untuk mencapai kepalanya. =.=
“Huh, dasar lambat. Kau ini kura-kura atau apa?”dengusku kesal. Namja ini selalu saja membuat emosiku menjadi level tertinggi.
“Aku? Masa kau tidak tahu aku? Aku adalah namja tertampan di Korea ah ani di seluruh dunia. Hahaha.”tawanya keras. Aish, kapan sih dia bisa berhenti untuk memuji dirinya sendiri?
“Ah, sudahlah. Tapi, untuk apa kau mengajakku bertemu?”tanyaku penasaran.
“Untuk bertemu orang tuaku.”jawabnya sambil membuka pintu mobilnya. Aku terdiam sesaat, berusaha untuk mencerna perkataannya barusan.
“MWO??!! Bertemu orang tuamu? Ya! Apa kau gila!”teriakku.
“Ya! Tidak perlu berteriak! Cepat masuk!” namja ini berteriak lagi. Aku bergeming dan tetap berdiri di depan kursi penumpang.
Dia nampaknya sudah mulai kesal dan berjalan ke arahku. Dia membuka pintu mobil dan mendorongku masuk. Aish, nampaknya sebentar lagi akan ada pasien rumah sakit jiwa baru bernama Cho Kyuhyun. Dia ini benar-benar sudah tidak waras. Untuk apa dia mempertemukanku dengan orang tuanya?
Astaga! Apa dia benar-benar serius akan menikah denganku?
“Tidak perlu memandangiku seperti itu. Aku tahu aku itu tampan.”ucapnya percaya diri. Tanpa sadar aku memang memandanginya, tapi bukan karena mengagumi ketampanannya, melainkan tidak percaya dengan apa yang dia akan lakukan terhadapku.
“Mwo? Aish.. Neo! Jeongmal! Aku tidak memandangimu. Aku sedang berpikir tahu!”elakku. Aku memang melihat ke arahnya. Tapi, itu bukan berarti aku mengagumi ketampanannya seperti yang dikatakannya. Aku hanya bingung dengan tingkah lakunya.
“Cish.. Geotjimal!”ucapnya tanpa melihat ke arahku.
“Sebenarnya apa tujuanmu membawaku bertemu orang tuamu?”tanyaku teringat akan tingkah laku gilanya yang tiba-tiba itu.
“Tentu saja untuk memperkenalkan calon istriku. Apa kau ingin aku dimarahin eomma dan nunaku yang cerewet bukan main itu?”dengusnya. Oh, jadi dia punya seorang nuna dan eomma.
“Tapi, apa harus secepat ini? Aku rasa ini terlalu cepat.”ucapku pelan.
“Tidak. Kau kan sudah kalah bermain game dariku. Jadi, kau harus menuruti perintahku.”ucapnya dengan nada mengejek. Sial! Dia ini benar-benar menyebalkan. Tapi, ngomong-ngomong rumahnya jauh juga. Ini sudah hampir 15 menit dia mengendarai mobilnya, tapi kami belum sampai juga. Hoamm.. Aku mengantuk sekali. Lama kelamaan mataku yang tinggal 5 watt ini langsung terlelap. Dan, akupun terbang ke alam mimpi.
End of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
Ah, akhirnya sampai juga ke rumahku. Rumahku ini memang letaknya agak jauh dari kampusku. Makanya, aku memutuskan untuk menyewa apartemen dekat kampus. Mobilku sudah masuk ke dalam halaman depan rumahku dan segera kupakirkan. Aku mematikan mesin dan melihat ke arah yeoja di sebelahku. Dia malah tertidur. =,=
Aku menggoyang-goyang pundaknya supaya yeoja ini bangun tedari tidurnya. Tapi, sepertinya usahaku sia-sia. Kutarik nafasku dalam-dalam.
“YA! LEE HYORA! IREONA!”teriakku dengan suara keras. Hyora tampak kaget dan langsung bangun. Dia mendelik ke arahku kesal. Akupun membalasnya dengan cengengesanku.
“Ya! Cho Kyuhyun! Bisakah kau membangunkanku dengan cara yang biasa saja? Aku tidak tuli1”tukasnya kesal. Ia langsung melepas seatbelt yang dipakainya dan langsung keluar turun dari mobil.
Akupun menyusulnya keluar, menarik tangannya. Ia mengerutkan keningnya, bingung dengan tingkahku.
“Sama seperti waktu aku ke rumahmu, kita harus terlihat seperti orang pacaran.”jelasku singkat. Dia pun menganggukkan kepalanya lalu segera mengikutiku berjalan ke arah rumahku.
Aku menekan bel rumahku pelan, kemudian intercom berbunyi.
“Nuguseyo?”
“Ini aku, nuna!”
“Ah, Kyuhyun~a! Jamkkamman!”teriak nunaku, Ahra nuna. Dia ini nuna kesayanganku, yah meski dia sering menyiksaku. Tapi, dia sangat perhatian sekali denganku.
Pintu rumahku kemudian terbuka. Dan seperti dugaanku nunaku langsung memelukku dengan erat.
“Kyuhyun~a.. Lama sekali kau tidak pulang!”ucapnya riang. Ugh. Pelukannya kencang sekali.
“Nuna! Aku susah bernafas!”ucapku tercekat. Aku nyaris kehabisan nafas. Nunaku ini benar-benar deh. Kalau memeluk kencang sekali. Ahra nuna akhirnya melepaskan pelukannya. Pandangannya kini beralih ke Hyora yang berdiri di samping Kyuhyun dengan penuh tanya.
Belum sempat aku menjelaskan siapa Hyora, nunaku sudah berteriak “Eomma!! Kyuhyun membawa seorang yeoja!!”teriaknya lantang. Aish! Nunaku ini suka sekali berteriak sih?
“Mwo? Kyuhyun membawa seorang yeoja!!”teriak eomma dari arah dalam. Tak lama kemudian terdengar suara derap langkah kaki, yang aku yakin adalah eomma. Dan, yah benar saja itu suara eomma.
“Kyuhyun~ah..”
“Eomma…”
PLETAK!!
“eomma! Appo. Kenapa eomma memukulku?”ucapku kesal. Datang-datang bukannya dikasih pelukan, malah dikasih pukulan.
“Sukurin..”ucap Ahra nuna diikuti tawa setannya.
“Dasar kau ini! Kenapa kau jarang pulang?”bentak eomma.
“Mianhae, eomma. Aku sibuk. Banyak tugas di kampus.”jawabku.
“Siapa yeoja di sebelahmu ini?”tanya eomma penasaran. Yah, untuk informasi saja. Hyora adalah yeoja pertama yang kubawa ke rumah.
“Dia, yeoja chingu-ku. Lee Hyora.”ucapku.
End of Kyuhyun P.O.V

Hyora’s P.O.V
“Dia, yeoja chingu-ku. Lee Hyora.”ucapnya. Dadaku tiba-tiba terasa sesak dan jantungku berdetak tak karuan mendengarnnya berbicara seperti ini.
Ini memang bukan pertama kalinya dia berbicara kepada orang lain kalau aku ini yeoja chingu-nya. Tapi, kenapa setiap dia mengatakannya aku merasa deg-degan? Aish. Jantungku pasti sedang tidak beres.
“MWO??!!”teriak eomma Kyuhyun dan nunanya.
Kami berdua langsung di dorong masuk ke dalam rumah Kyuhyun yang wow! Besar sekali. Sebenarnya, tadi dari luar pun sudah terlihat besar. Tapi, sekarang saat berada di dalam rumahnya ternyata jauh lebih besar. Aku masih mengagumi rumahnya ketika sebuah suara mengagetkanku.
“Kyuhyun~a..”
“Appa, annyeong haseyo”teriak Kyuhyun. Dia langsung melepaskan genggaman tangannya. Aku yang dari tadi takjub memandangi rumah Kyuhyun langsung mengalihkan pandanganku ke arah Kyuhyun dan appanya. Hhh.. Benar-benar keluarga yang bahagia. Coba kalau eomma masih ada.. Eomma bogoshiposseo…
End of Hyora’s P.O.V

—-

Author’s P.O.V
Sekarang keluarga Kyuhyun dan Hyora tengah duduk di ruang keluarga. Mereka penasaran dengan kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba. Apalagi dengan seorang yeoja.
“Eomma.. Appa.. Ada hal penting yang akan aku bicarakan.”ucap Kyuhyun dengan nada serius. Mata eomma,appa, dan nuna Kyuhyun memandanginya. Menunggu kalimat yang akan Kyuhyun ucapkan berikutnya.
“Aku akan menikah dengan yeoja di sampingku ini, Lee Hyora. Aku sudah mendapatkan izin dari orang tuanya. Mohon restunya.”ucap Kyuhyun pelan. Ahra membelalakkan matanya, kaget dengan ucapan adiknya.
“Ne-neo.. Kau tidak menghamili gadis ini kan?”ucap Ahra takut-takut.
“Nuna~ya! Aku ini bukan namja seperti itu.”jawab Kyuhyun setengah berteriak.
“Kyuhyun~a.. Tenanglah.”ucap appa Kyuhyun bijaksana.
“Jadi, kenapa kau yang tidak pernah membawa seorang yeoja pun ke rumah tiba-tiba datang dan membawa seorang yeoja. Bahkan kau sudah melamarnya?”tanya eomma Kyuhyun pelan. Ia tahu anaknya yang satu ini sangat keras kepala dan tidak bisa dipaksa.
“Iya, kupikir kau nanti akan menikah dengan laptop atau psp mu karena kau lebih suka mendekam di kamar dengan mereka. Kau bahkan suka memeluk mereka ketika kau tidur. Aku pikir kau itu abnormal, tidak suka yeoja.”ucap Ahra penuh keyakinan.
Hyora berusaha menahan tawanya diikuti dengan delikan tajam dari Kyuhyun untuk nuna tersayangnya. Ahra hanya cengengesan melihat delikan mata adiknya itu.
“Aku.. Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan yeoja ini.”jawab Kyuhyun.
End of Author P.O.V

Hyora’s P.O.V
“Aku.. Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan yeoja ini.”jawab Kyuhyun.
MWO??! Apa aku tidak salah dengar? Kyuhyun bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama denganku? Cish, pembohong besar. Tapi, meskipun dia berbohong, entah kenapa untuk sesaat jantungku berhenti berdetak dan aku lupa caranya untuk bernafas.
“Jinjjayo? Wah, dongsaengie~ Kau hebat! Bisa menaklukkan adikku yang keras seperti batu ini!”ucap Ahra nuna bangga. Dia menepuk pundakku pelan dan tersenyum ke arahku. Ah, aku jadi ingin punya eonni. Sepertinya Ahra eonni, ya kalau tidak salah itu namanya orang yang cukup ramah.
“Jadi, kapan kalian akan melaksanakan pernikahan kalian?”tanya appa Kyuhyun. Omo! Kenapa tiba-tiba jadi langsung mengarah ke pernikahan lagi, sih?
“Bagaimana kalau dua minggu lagi? Biar eomma dan Ahra yang mengurusnya, Kyuhyunie?”tanya eomma Kyuhyun. Mwo? D-dua minggu lagi? Yang benar saja? Ini benar-benar gila!
“Terserah eomma saja. Aku tidak masalah. Iya, kan Hyora sayang?”ucap Kyuhyun dengan nada mengancam. Matanya menyiratkan ‘awas kalau kau berani macam-macam’.
Kyuhyun kemudian tersenyum iblis ke arahku. Aku menelan ludahku, takut dengan ancaman Kyuhyun. Aku pun hanya menganggukkan kepalaku dan tesenyum canggung ke arah kedua orang tua Kyuhyun dan nunanya.
“Ne, ajuhma~”ucapku pelan.
“Aigoo.. Jangan panggil aku ajuhma. Panggil saja aku eomonim. Arasseo?”ucap eomma Kyuhyun ramah.
“Ne, arasseoyo.”
Mereka semua tersenyum senang. Ahra eonni pun segera menarikku dari kursi ke arah kamarnya. Ia mengatakan kalau ia ingin banyak-banyak berbincang denganku. Sementara itu, Kyuhyun tetap duduk di ruang keluarganya dengan appa dan eommanya. Aku pun banyak tahu tentang Kyuhyun dari Ahra eonni. Wah.. Dia benar-benar kakak yang kudambakan. Yah, meski aku sudah punya Donghae oppa yang menyayangiku. Tapi, aku merasa lebih menyenangkan mempunyai kakak perempuan. Sepertinya, menikah dengan Kyuhyun bukan hal yang buruk. Iya, kan?
End of Hyora’s P.O.V

—-

Author P.O.V
Sekarang sudah tinggal satu minggu pernikahan Kyuhyun dan Hyora. Eomma dan nuna Kyuhyun sibuk mempersiapkan pernikahan mereka. Mereka berdua sangat senang karena Kyuhyun yang tidak pernah dekat dengan seorang yeoja, langsung datang membawa seorang yeoja yang sudah dilamarnya.
Mereka juga suka sekali dengan Hyora karena dia sangat sopan, baik, mandiri, dan yang terpenting dia pintar memasak. Saat kedua keluarga bertemu, Hyoralah koki untuk makan malam.
Hyora yang biasanya cukup santai, kini bahkan tidak sempat bermain game online kesayangannya. Dia ditarik ke sana ke mari oleh eomma dan nuna nya Kyuhyun. Sekarang Hyora bersama calon eomonim dan kakak iparnya sedang berada di toko baju pengantin. Kyuhyun yang diajak tidak mau dengan alasan belum menyelesaikan gamenya. Ahra dan eomma Kyuhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lakunya.
“Hyora~ya.. Coba yang ini!”teriak Ahra.
“Habis itu, coba yang ini ya?”ucap eomma Kyuhyun lembut.
“Ne, eonni.. eomonim..”ucap Hyora lemah. Ini sudah kelima kalinya Hyora berganti baju pengantin. ‘Aish… Kapan ini akan segera berakhir?’batinnya dalam hati. Ia lalu segera berganti dengan pakaian yang dipilih Ahra.
Sementara itu, di ujung jalan terlihat seseorang tengah melihat ke arah toko baju pengantin itu. Dia tersenyum dan mendekat ke arah toko itu.
End of Author P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
Aku di suruh oleh eomma dan nuna untuk menemani mereka memilihkan gaun pengantin untuk Hyora pakai di pernikahan kami satu minggu lagi. Aku menolak untuk pergi bersama mereka karena yah mereka itu cerewet sekali. Banyak maunya.
Tapi, entah bagaimana tubuhku seakan ingin tahu apa yang akan dipakai Hyora pakai di pernikahan kami. Aku pun memutuskan untuk mengikuti mereka. Dari ujung jalan, dapat kulihat Hyora menghela nafas panjang berkali-kali karena ini sudah kelima kalinya ia disuruh eomma dan Ahra nuna berganti-ganti baju. Ah, betapa kasihannya dia. Tapi, entah kenapa aku tersenyum sendiri melihat keadaan ini.
Aku pun berjalan mendekat ke arah toko, memilih sudut yang tak terlihat dari dalam tapi bisa melihat jelas ke arah dalam. Aku berdiri tepat di depan pintu toko ini yang transparan dan jauh dari pandangan eomma dan Ahra nuna namun masih bisa melihat ke arah mereka dengan jelas.
SREEKKK! Korden yang menutupi tubuh Hyora untuk berganti baju dibuka. Aku sudah bersiap untuk tertawa karena dia pasti akan disuruh eomma dan Ahra nuna untuk berganti baju lagi. Tapi, yang terjadi malah aku terpesona dengannya. Tanpa sadar, kakiku melangkah masuk ke dalam toko baju pengantin ini. Tak kupedulikan ucapan selamat datang dari pelayan toko. Yang ada, tubuhku malah makin mendekat ke arah Hyora. Seolah ada magnet di tubuhnya yang membuatku mendekat ke arahnya. Hyora tampak kaget dengan kehadiranku.
“Kyuhyun~ah..”panggilnya. Tapi, aku tidak menggubris panggilannya. Tanganku malah dengan sendirinya bergerak ke wajahnya dan sekarang menyentuh wajahnya lembut.
“Yeppeuda~”ucapku.
Aku segera tersadar dengan ucapanku barusan. Ini? Ini benar-benar tidak masuk akal. Hyora melongo mendengar ucapanku. Tapi, dapat kudengar kalau Ahra nuna tertawa cekikikan dan eomma yang tersenyum memandangiku.
Aish.. Aku pasti akan diledek habis-habisan oleh Ahra nuna. Ahra nuna tersenyum penuh arti kepadaku. Pasti. Sebentar lagi dia akan mulai meledekku.
“Yeppeuda, Kyuhyun~ah?”ucapnya dengan senyum iblisnya. Asal kalian tahu, aku belajar senyum iblis itu dari nunaku ini.
“Ah, n-ne..” Sial! Kenapa aku malah tergagap.
“Game nya sudah selesai kau mainkan?”tanya eomma. Aish! Kenapa eomma jadi ikut-ikutan meledekku.
“Ah, ya sudah.”jawabku singkat. Aku yakin sekarang mukaku sudah merah padam mendengar nada menggoda dari mereka berdua. Untungnya Hyora seperti biasa, tidak sadar akan keadaan sekitar. Kadang-kadang sikapnya yang lemot ini ada untungnya juga.
“Baiklah kalau begitu, Hyora ya~. Aku rasa Kyuhyun sangat menyukai gaun yang kau pakai sekarang. Jadi, kita akan memilih gaun ini. Sementara itu, untuk cincinnya kau bisa pergi bersama Kyuhyun karena sekarang dia sudah ada di sini. Eomma dan Ahra ada janji dengan wedding organizer yang mengatur pernikahan kalian. Kami pergi duluan ya?”ucap eomma panjang lebar dan langsung berlari keluar bersama Ahra nuna yang tertawa cekikan.
Aish.. Kenapa aku ditinggal. Aku melihat ke arah Hyora. Dia benar-benar cantik. Aku baru sadar kalau dia ini cantik. Yah, meskipun aku sudah sering melihat yeoja cantik lainnya. Tapi, aku rasa cantik yang ia miliki ini berbeda. Membutakan. Aigoo.. Apa yang aku pikirkan? Aku sudah mulai gila rupanya.
“Err.. Kyuhyun~ah.. Kalau kau tidak bisa menemaniku, aku bisa ke toko perhiasan sendiri untuk memilih cincinnya.” Aku baru sadar kalau dari tadi aku sudah memandanginya terus.
“Ah, gwencanha. Aku tidak masalah.. Cepat ganti bajumu.”ucapku.
Dia pun segera ke tempat ganti baju dan mengganti bajunya dengan baju yang dipakaianya waktu datang kemari. Aku dan dia keluar dari toko ini, setelah sebelumnya aku menunjuk gaun yang dipakai Hyora tadi untuk dipesan dan dipakai Hyora di pernikahan kami.
End of Kyuhyun’s P.O.V

—–

Author P.O.V
Hari ini adalah hari pernikahan Kyuhyun dan Hyora. Hyora tengah di dandani oleh perias.dia terlihat gugup. Sementara itu, Kyuhyun sudah berdiri di depan gedung dengan appa nya. Dia memakai kemeja putih dan tuksedo warna hitam. Membuatnya terlihat sangat tampan. Menyambut para tamu yang datang.
“Hei, Kyuhyun~ah! Selamat ya kau akan menikah!”ucap Eunhyuk, sahabat sekaligus teman main Kyuhyun.
“Gomawoyo, hyung.”ucap Kyuhyun sambil tersenyum.
“Eunhyuk~ah!”teriak seseorang. Orang yang dipanggil pun menoleh.
“Donghae??” Donghae pun segera berlari ke arah Eunhyuk. Mereka berpelukan sebentar lalu melepaskan pelukan mereka.
“Sedang apa kau disini, Hyuk?”tanya Donghae.
“Kau sendiri?”Eunhyuk balas menanyai Donghae.
“Kalian saling kenal?”tanya Kyuhyun.
“Kyuhyun akan menikah dengan adikku, Hyora. Itu kenapa aku bisa ada di sini.”jawab Donghae.
“Wah.. Kau sudah merelakan adikmu di tangan lelaki ini, DongHae~ya? Kau sungguh hebat Kyuhyun~ah..”ucap Eunhyuk bangga sambil menepuk pelan pundak Kyuhyun. Mereka bertiga tertawa lepas.
—-
“Aduh.. Aku gugup sekali, eonni.. Bagaimana ini?”ucap Hyora pada Ahra.
“Tenang saja, dongsaeng-a.. Tidak akan ada yang menggigitmu.”ledek Ahra.
“Eonni.. Tidak lucu.”ucap Hyora. Dia lalu menggembungkan pipinya.
“Ahaha.. Sabar Hyora~ya.. Kau sudah tidak sabar ya menjadi nyonya Cho Kyuhyun?”goda Boram. Wajah Hyora seketika memerah.
“Woah.. Wajahmu memerah Hyora~ya..” Boram makin bersemangat meledek Hyora.
“Aish.. Hentikan itu, Park Bo Ram.”ucap Hyora dingin. Boram begidik ngeri. Temannya ini kalau sudah marah memang cukup mengerikan.
Tiba-tiba pintu diketuk dan langsung dibuka oleh yang mengetuk pintu.
“Kau sudah siap, Hyora~ya?”ucap orang itu yang tak lain adalah appa Hyora.
“Ne, appa.”ucap Hyora. Hyora segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju appanya.
“Yeppeuda..”bisik appa Hyora.
“Gomawo-yo..”balas Hyora sambil tersenyum.
End of Author P.O.V

Hyora’s P.O.V
Aku sekarang sudah berdiri di samping ayahku dan menggandeng tangannya. Kini, kami berdua sedang berjalan ke arah altar.
Aku sangat gugup sekali. Aku terus-terusan menarik nafas panjang. Untungnya, mukaku tertutup kerudung sehingga wajahku tak terlihat.
Dapat kulihat Kyuhyun menghadap ke arahku dan tersenyum. Entah itu senyum palsu atau tidak.
Yang dapat kurasakan hanyalah perasaan gugup, takut, dan berbagai perasaan buruk lainnya. Ayahku melepas genggaman tanganku di lengannya dan memberikan tanganku ke Kyuhyun setelah kita sampai tepat di depan Kyuhyun.
Kyuhyun menggapai tanganku dan menggandengku ke pelaminan. Sekarang, bisa kurasakan jantungku melompat-lompat sekaan hendak keluar. Aku benar-benar gugup. Eomma! Tolong aku!!
“Baiklah segera kita mulai acara pernikahannya..”ucap pastur. Selanjutnya, aku tidak bisa mendengar apa yang diucapkan pastur dengan jelas. Otakku serasa kosong, tidak bisa berpikir apa-apa.
Pastur bahkan sempat memanggilku berkali-kali karena aku bisa-bisanya melamun saat hari pernikahanku.
Akhirnya, selesai juga pengucapan janji. Janji yang akan mengubah seluruh hidupku. Janji yang mengikatku. Mengikatku dengan namja ini, namja yang berada di sampingku. Suamiku, teman hidupku.
End of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
Aku melihatnya. Yeoja itu. Yeoja yang akan menjadi istriku. Dia berjalan ke arahku dengan menggandeng tangan appanya. Bisa kulihat dari langkah kakinya kalau ia sangat gugup.
Ini wajar, karena aku sendiri pun merasa gugup. Aku mencoba tersenyum ke arahnya, mencoba terlihat tidak gugup di hadapannya.
Aku meraih tangannya, segera setelah appa Hyora melepaskan tangannya. Aku menggandengnya menuju altar.
“Baiklah segera kita mulai acara pernikahannya..”ucap pastur.
Aku berusaha terlihat tenang meskipun keringatku sudah mulai bercucuran. Sial! Kenapa tiba-tiba udaranya menjadi panas begini? Pastur sempat beberapa kali memanggil Hyora yang terlihat melamun. Aish.. Kenapa di saat sepenting ini dia malah melamun?
“Sekarang kalian bisa berciuman..”ucap pastur. Aku sedikit tersentak, begitu pula dengan Hyora. Dengan pelan kubuka kain yang menutupi wajahnya. Cantik, itulah kesan pertamaku saat melihatnya di hadapanku. Benar-benar membutakan.
Aku mendekatkan bibirku ke keningnya, dan CUP! Kukecup keningnya pelan. Terdengar suara tepuk tangan memenuhi ruangan ini. Aku pun segera melepaskan ciumanku di keningnya. Muka Hyora terlihat merah sekali. Ahaha. Lucu sekali.
Mulai sekarang, kehidupanku sudah berbeda. Aku telah menjadi seorang suami. Dan yeoja di sampingku ini, dialah istriku. Teman hidupku.
End Of Kyuhyun P.O.V
—-
Author P.O.V
“Ini kunci apartemen baru kalian. Dan ini alamatnya.”ucap eomma Kyuhyun setelah acara resepsi pernikahan digelar. Kyuhyun sudah menggunakan pakaian semi jas, sementara Hyora menggunakan dress warna peach selutut. Mereka berdua terlihat serasi sekali. Tawaran bulan madu hadiah dari Appa Hyora ditunda oleh kyuhyun karena dia pikir dia akan menyelesaikan tugas akhir kuliahnya sebelum bersenang – senang. Jadi sekarang mereka mengambil apartemen hadiah dari orang tua Kyuhyun dulu.
“Ne, eomma..”jawab Kyuhyun dan Hyora berbarengan.
“Kalian berdua yang akur ya? Kyuhyun, kau jaga Hyora baik-baik. Hyora, kalau Kyuhyun nakal padamu segera laporkan padaku. Akan kuhajar dia kalau berani macam-macam.”pesan Ahra.
“Aish.. Cerewet sekali kau, Nuna. Ara.. Ara.. Akan kulakukan semua perintahmu.”ucap Kyuhyun. Hyora hanya tersenyum memandangi kakak beradik ini.
“Hyora, ya~.. Oppa pasti akan merindukanmu..”ucap Donghae. Matanya memerah menahan tangis.
“Ne, oppa. Na do.”
“Kau tidak akan merindukan appamu ini?”tanya appa Hyora.
“Tentu saja aku akan merindukan kalian.”ucap Hyora. Mereka bertiga pun berpelukan.
Hyora dan Kyuhyun akhirnya pergi ke apartemen Kyuhyun dengan diantar oleh Ahra dan Donghae karena mereka juga membawa barang-barang mereka. Di tengah perjalanan, Hyora mengantuk dan akhinrya tertidur.
“Ah, sampai.. Ternyata dekat juga dari rumah kami. Aku jadi bisa sering-sering mampir ke mari ya?”ucap Donghae setelah mereka sampai di depan apartemen Hyora dan Kyuhyun.
“Ah, betul juga. Aku juga akan sering main!”ucap Ahra riang.
“Aish, kalian berdua. Jangan sering-sering main. Mengganggu saja.”ucap Kyuhyun ketus.
“Ya!!”teriak Ahra dan Donghae bersamaan.
“Eh, Hyora tertidur. Kyu, kau gendong dia. Dia pasti kecapekan?”ucap Ahra saat melihat Hyora yang sudah tertidur pulas di jok belakang.
“Mwo? Shireo! Biar kubangunkan dia!”teriak Kyuhyun yang langsung diberi tatapan tajam oleh nunanya itu. Kyuhyun pun hanya mendengus kesal dan membuka pintu mobil. Dia mengangkat tubuh Hyora yang cukup ringan dan membawanya dalam gendongannya. Ahra terkikik pelan bersama Donghae. Mereka berdua membawa koper yang berisi barang-barang Kyuhyun dan Hyora.
End of Author P.O.V

Kyuhyun P.O.V
Woah!! Apartemennya cukup besar untuk ditinggali kami berdua. Aku terkagum dengan isi apartemen. Eomma benar-benar tahu seleraku.
“Woah! Kyuhyun~a. Apartemen mu besar juga.”ucap Ahra nuna.
“Iya, besar.”ucap Donghae hyung terkagum.
“Aku mau lihat-lihat, ah…”ucap Ahra nuna diikuti Donghae hyung yang mengekor di belakangnya. Mereka berkeliling apartemenku seolah apartemenku ini adalah objek wisata yang menarik bagi mereka. Seperti anak sd saja. =.=”
Aku mengangkat tubuh Hyora yang melorot karena dia kugendong di belakang punggungku. Aish, untung saja dia ringan. Coba kalau berat, sudah kujatuhkan tadi ia di sofa.
Aku mencari kamar untuk kami tempati. Ah, kamarnya ada dua. Aku berjalan ke arah kamar yang pertama. Ada Ahra nuna di dalamnya. Kamar ini terlihat sempit. Aku yakin ini bukan kamar utama karena tidak ada kamar mandi di dalamnya. Dan, hei? Kenapa tidak ada kasurnya di sini? Kenapa hanya kamar kosong? Kupikir eomma sudah mengisi apartemen ini?
“Nuna, kenapa kamar ini tidak ada kasurnya?”tanyaku, masih menggendong Hyora.
“Karena ini bukan kamar kalian, Kyuhyun~ah. Kamar kalian itu di sebelah. Sudah sana kau pergi ke kamar sebelah.”jawab Ahra nuna. Dia dan Donghae hyung pun segera keluar dari kamar meninggalkanku yang melongo mendengar ucapannnya.
‘MWO? Satu kamar? Yang benar saja?’pikirku. Aku sudah hendak protes dengan Ahra nuna tapi kuurungkan. Nuna pasti akan curiga kalau aku meminta kamar kami di pisah. Dia juga pasti akan melaporkannya pada eomma.
Hhh.. Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Kulangkahkan kakiku ke kamar sebelah. Kubuka dengan tangan kananku sementara tangan kiriku memapah tubuh Hyora agar tidak jatuh.
Saat kubuka pintu, mulutku menganga. Apa-apaan ini? Kenapa kamarnya bersuasana romantis begini? Ada bunga mawar bertaburan hampir di seluruh kamar ini? Cih! Siapa yang nanti akan membersihkannya? Aku? Lilin kecil terpasang di beberapa titik. Kalau ini aku masih bisa menerima. Ini kan sama saja penghematan listrik. Tapi, masalahnya kalau ac nya kunyalakan tentu saja lilinnya akan mati. Itu berarti kamarku menjadi gelap gulita, dong?
Aku segera menyalakan lampu dan ac. Tak lupa kumatikan lilin yang sedang menyala. Masalah bunga mawar yang bertebaran ini, biar Hyora saja yang membersihkannya. Siapa suruh dia tertidur dan membuatku menggendongnya? Kekeke.
Aku menurunkannya di atas kasur. Ia menggeliat sebentar, tapi langsung terlelap lagi. Benar-benar kerbau anak ini. Bisa-bisanya tertidur saat digendong namja tampan sepertiku? Cih.. Aku pun duduk di samping Hyora. Kusibak pelan rambut yang sedikit menutupi wajahnya. Kenapa aku jadi deg-degan begini?
Tanpa sadar, tubuhku bergerak dengan sendirinya. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku. Aku merasa aneh kalau berada di dekat yeoja ini. Entahlah, aku merasakan sesuatu yang bahkan tidak tahu itu apa. Aku selalu merasa nyaman kalau berada di dekatnya.
Aku tersenyum memandangnya yang sedang tertidur. Lalu, kucium keningnya pelan. Aish, jinjja. Apa yang kulakukan? Ini… Ini benar-benar tidak masuk akal dan bukan diriku yang sebenarnya. Tapi, yang membuatku makin tidak mengerti, tubuhku bergerak lagi dan kali ini kusapu bibirku ke pipinya. Ah, sudahlah. Mumpung dia sedang tidur. Dan nampaknya dia tidak sadar karena dia tertidur sangat pulas. Aku pun sudah hendak menyapukan bibirku ke bibirnya, namun…
BRAK!
“Ya! Cho Kyuhyun! Koper yang ini kutaruh dimana?”teriak Ahra nuna membahana. Aku mendelik, menatap ke arahnya tajam. Ahra nuna dan Donghae hyung melihat kami dengan pandangan yang eh..
Aku melihat posisiku yang memang terlihat seperti sedang ‘menyerang’ Hyora. Aku pun melihat ke arah Hyora yang ternyata sudah terbangun dengan teriakan Ahra nuna. Segera kujauhkan tubuhku dari Hyora.
“Ah, mian. Kami tidak tahu kalau kami mengganggu.”ucap Donghae hyung sambil menggarukkan kepalanya yang aku yakin itu tidak gatal.
“Apa yang terjadi sebenarnya? Ah, aku sudah berada di kamar?”ucap Hyora yang bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.
“Ah, untuk itu kau tanyakan nampyeon mu saja.”goda Ahra nuna sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Aku rasa lebih baik kita pulang saja, Ahra~ya. Kita hanya akan mengganggu mereka kalau kita masih terus disini. Kyuhyun~ah.. Kopernya kutaruh sini saja ya?”ucap Donghae hyung sambil menaruh koper di sisi pintu.
“Beri kami keponakan yang lucu, ya? Annyeong!”teriak Ahra nuna.
Ahra nuna dan Donghae hyung langsung berbalik dan menutup pintu. Samar-samar dapat kudengar mereka berbicara.
“Punyamu bagus tidak, punyaku agak sedikit gelap?”ucap Donghae hyung.
“Sssh.. Jangan keras-keras. Nanti mereka dengar.”ucap Ahra nuna berbisik. Tapi tetap saja aku masih bisa mendengarnya.
Sebenarnya mereka sedang membicarakan apa sih? Aku tidak mengerti. Aku melirik Hyora yang nampak kebingungan.
“Sudah tidur saja. Aku juga sudah ngantuk.”ucapku lalu pindah ke sisi tempat tidur yang kosong.
“Err.. Kyuhyun~ah.. Bisa tidak kalau kita tidak sekamar dulu?”tanyanya pelan.
“Hmm.. Kalau kau mau kau bisa tidur di kamar sebelah. Tapi, di sana tidak ada kasurnnya. Dan jangan harap aku mau pindah ke sana, karena di sana jauh lebih sempit daripada di sini.”ancamku.
Dia menggembungkan pipinya. Aku tahu pasti dia sedang kesal. Dia memang selalu begitu kalau sedang kesal. Sedikit demi sedikit aku sudah mulai tahu kebiasaannya. Dia mengambil guling dan menaruhnya di tengah-tengah kami. Aku mengerutkan alisku, bingung dengan tingkahnya.
“Ini sebagai batas, agar kau tidak macam-macam.”ucap Hyora.
“Cish, memang siapa yang mau memangsamu?”ucapku kesal. Aku langsung tiduran dan memunggunginya. Memang siapa dia? Akupun lama kelamaan mulai tertidur karena sudah mengantuk. Selamat datang alam mimpi!
End of Kyuhyun’s P.O.V

Hyora’s P.O.V
Keesokan paginya aku bangun dengan keadaan segar. Ah, saking mengantuknya tadi malam bahkan aku belum sempat mengganti dress yang kupakai. =_=
Aku menggosok – gosokan mataku, menguap sebentar lalu memandang kesekelilingku. Ini dimana??asing sekali. Aku melirik ke sebelahku. Ada sesosok tubuh namja memunggungiku… MWO!! NAMJA!!! Mataku terbelalak kaget, langsung saja aku berdiri. Dimana aku ini?kulihat bajuku yang masih menempel ditubuhku dan kemudian aku melihat kearah jari manis kananku. Ada sebuah cincin yang menghiasi jariku. Ya ampunn…aku lupa… aku ini kan sudah menikah. Aku memandang namja itu. Cho Kyuhyun, suamiku.
Kulihat Kyuhyun masih terlelap dan ah… Dia terlihat imut sekali. Dia tidur dengan mengemut jempolnya. Seperti bayi saja. Aku yang tidak tahan melihatnya seperti itu langsung bergerak ingin mencubit pipinya.
“Kenapa kau menatapku seolah ingin memakanku?”Kyuhyun tiba-tiba bangun dan langsung duduk.
“K-kau sudah bangun?”Aku tidak menjawab pertanyaannya dan sial! Kenapa aku jadi gugup. Dia mendekatkan tubuhnya ke arahku. Dan kini jarak kami sudah mendekat. Dia seperti ingin.. menciumku.. Kya! Eomma, appa! >////<
“Buatkan aku sarapan. Aku lapar.”bisiknya di telingaku. Ternyata dia membelokkan wajahnya dan malah berbisik di telingaku. Kurasakan wajahku memerah karena malu. Aduh, apa yang aku pikirkan? Dia kan tidak mungkin menciumku? Aish.. Kenapa aku jadi mengharapkan dia akan menciumku?
Dia menyeringai saat menghadapkan wajahnya ke arahku. Sial! Jangan sampai dia tahu wajahku memerah karena dia.
“Kenapa wajahmu memerah?”ejeknya.
“A-ani..”aku langsung bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju dapur. Dapat kudengar Kyuhyun tertawa cekikan seperti iblis baru turun dari neraka. =.=”
Aku sudah selesai menyiapkan sarapan. Kyuhyun pun sudah duduk di depan meja makan sekarang.
“Hmm.. Nampaknya enak.”ucapnya sambil menyendok sup yang kubuat.
“Woah.. Ini enak sekali! Benar kau yang memasaknya?”tanyanya.
“Kau pikir siapa yang memasaknnya selain aku? Jin botol?”jawabku ketus. Aku masih kesal karena kejadian di kamar tadi. Dia hanya mengangkat bahunya dan melanjutkan makanannya.
Kami selesai makan. Dan dia dengan tenangnya meninggalkan piring kotornya begitu saja. Itu artinya aku yang harus mencuci piringnya. Aish, benar-benar sial aku ini harus menjadi istrinya. Dia malah asyik bermain psp di sofa.
Ting Tong.. Ting tong..
“Hyora~ya.. Bukakan pintunya!”teriaknya. Apa? Apa dia pikir aku ini pembantunya?
“Aku sedang mencuci piring Kyuhyun~ah!”teriakku dari arah dapur. Dia mendecak kesal dan berjalan ke arah pintu.
“Permisi.. Kami datang untuk menyampaikan titipan untuk Tuan Cho Kyuhyun dan Nyonya Cho Hyora. Apa benar ini rumahnya?”tanya seseorang. Aku hampir saja menjatuhkan piringku saat orang yang kurasa kurir itu menyebut namaku, Cho Hyora.
“Ne, benar.”jawab Kyuhyun singkat. Aku yang penasaran dengan kiriman itu pun bergegas menyelesaikan cucian piringku. Aku mengelap tanganku setelah selesai mencuci piring dan berjalan menuju pintu masuk.
“Apa itu Kyuhyun~ah?”tanyaku. Dia menatapku sekilas dan mengangkat bahunya. Dia menandatangani berkas pengiriman.
“Ini..”ucap Kyuhyun saat menyerahkan berkasnya ke kurir. Aku penasaran sekali. Bungkusannya cukup besar, tapi berbentuk pipih persegi panjang. Apa ini?
“Apa ini?”tanya Kyuhyun sambil memperhatikan bungkusan yang dipegangnya.
“Mollaseo. Apa ini mungkin dari Ahra eonni?”
“Mungkin saja.” Kyuhyun duduk di sofa sementara aku menutup pintu. Dia langsung merobek kertas pembungkus. Dan..
“IGE MWOYA??!”teriak Kyuhyun. Aku yakin dan berani menjamin. Ibu-ibu hamil pasti akan langsung keguguran mendengar teriakannya yang super keras ini.
“Ya! Tidak perlu teriak-teriak!” Kapan sih namja ini tidak berhenti berteriak? Aku pun mendekatinya. Kulihat tatapan matanya terlihat shock. Memang apa sih isinya?
“Apa itu?”tanyaku.
“Bukan apa-apa.”jawabnya lalu menyembunyikan benda yang kurasa frame foto di belakang tubuhnya. Tapi, karena figura itu terlalu besar jadi aku masih bisa melihatnya. Segera kutarik frame itu dan.. ASTAGA!! Apa ini?
“Ige mwoya?”tanyaku dengan ekspresi yang tidak bisa kujelaskan.
Aku melihat foto yang ada di hadapanku. Apa ini? Aku tidak pernah merasa melakukannya. Ini, foto ini. Foto Kyuhyun yang sedang menciumku.
Memang kami sudah pernah berciuman. Tapi, kan waktu itu dia hanya mencium keningku. Kenapa di sini dia mencium pipiku?
Kulihat Kyuhyun. Dia menunduk dan wajanya memerah. Dia terlihat gugup dan memainkan jarinya.
“Apa maksudnya ini?”ucapku kesal.
“Ah.. Itu.. Itu… Argh.. KUBUNUH KAU AHRA NUNA!!!”teriaknya frustasi.
Flashback end
—-
Kalau kalian mau tahu apa yang terjadi setelah itu, yah Kyuhyun marah habis-habisan dengan nunanya. Tapi, bukan Ahra eonni kalau tidak bisa mengatasi Kyuhyun. dia mengancam Kyuhyun kurasa, aku tidak tahu. Wajah Kyuhyun terlihat takut sekali waktu Ahra eonni berbisik di telinganya. Hahaha. Rasakan kau Tuan Cho!

Sementara aku? Aku sendiri bingung kenapa tapi aku merasa tingkah Kyuhyun itu tidak salah dan wajar. Dia kan suamiku? Yah, meskipun aku belum bisa menerima seutuhnya. Yang membuatku marah adalah dia melakukannya diam-diam. Huh. Menyebalkan!
Ahra eonni pun memaksa kami untuk memasang foto itu di ruang tamu. Aku sudah mau menolaknya tapi Ahra eonni menunjukkan ‘puppy eyes’nya kepadaku. Aish, bagaimana aku bisa menolaknya.

Dan sekarang, aku memandang wajah namja yang menyebalkan ini. Benar-benar susah sekali diajak bersih-bersih. Aha! Aku punya ide. Aku pergi ke arah kamar mandi. Mengambil air segayung dan…
BYUR!! Kusiram Kyuhyun dengan air. Dia tampak shock dan ahaha. Wajahnya lucu sekali. Wajahnya yang basah bahkan tampak terlihat eh sexy. Arghhh… Apa yang aku katakan?? Aku pasti sudah gila!
Kyuhyun menatapku tajam. Dia meletakkan psp nya di atas meja dan mengelap wajahnya yang tersiram air tadi. Kyuhyun berdiri dan berjalan pelan ke arahku. Aku pun mundur dan segera berlari.

“YA! LEE HYORA! AWAS KAU!”
“ARGH!!!”

******

Bagaimana endingnya?Anehkah? Gejekah? Buat kalian penggemar EunHae, si perecok rumah tangga orang mianhae ya kalau mereka hanya muncul sedikit di bagian ini. Maklum, di bagian ini memang belum begitu eksis. Dan, buat yang part selanjutnya bisa ditunggu dan dilihat updatenya di toko obat terdekat. *authormulaigila* #plaakkk

8 responses

  1. LOWONGAN PERUSAHAAN ONLINE GAJI HINGGA 15 JUTA RUPIAH

    1. Penawaran Gaji Pokok 2 Juta/Bulan
    2. Jenis Tugas (Pekerjaan) Hanya Meng-Entry Data Secara Online Dari Rumah Anda, Per Entry 10 Rb Rupiah, Bila Sehari Anda Sanggup Meng’Entry 50 Data Maka Gaji Anda 10RbX50Data=500Rb Rupiah/Hari. Dalam 1 Bulan 500RbX30Hari=15Juta/Bulan.
    3. Untuk Semua Golongan Individu Pelajar/Mahasiswa/Karyawan Yang Memiliki Koneksi Internet, Dapat Dikerjakan dirumah/diwarnet.
    4. Dapatkan Gaji 200Rb Didepan Setelah Pendaftaran Untuk Semangat Kerja Pertama Anda.
    5. Cara Pendaftaran di http://kerjaonline200.blogspot.com/

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s