Popular Girl (Part 7-END)

Author: Choi Sora aka Nadia Amaliasari

Cast: Jessica Jung Sooyeon, Lee Donghae

Other: Kwon Yuri, Choi Minho

G: Romance

R: PG-16

@@@@@@

::no.someone.Pov::

Seperti biasa dipagi hari, Yuri selalu berdiri di depan papan madding kampus. Dia mengamati foto yang tertempel di papan mading. Diam-diam dia mengambilnya dan menghampiri Minho yang sedang melihat hilir siswa yang berlarian masuk ke kampus, tak terkecuali dengan Taemin. Dia berteriak-teriak sambil menyebut “Ratu skandal dan kepala ikan bersatu.” Teriaknya dan membuat Minho tiba-tiba memeluk Yuri.

“ya!! Lepaskan. Aku tidak bernafas!!” seketika itu Minho melepaskan pelukannya dan mengacak-acak rambut Yuri.

“Sooyeon dan Donghae bersatu!!” seru Minho. Yuri tersenyum dan kembali mengamati foto yang tadi dia ambil.

“Ya!! Itu mereka.” Seru Minho lagi dan benar. Sooyeon datang menggandeng tangan Donghae.

“kenapa  seperti itu?” Tanya Donghae. Tiba-tiba Yuri memberikan foto itu pada Sooyeon.

“itu kau kan? Itu di GwangMyung Port kan? Kau dengan siapa?” Tanya Yuri.

“sudah. Tidak usah perdulikan. Kami punya kabar baik untuk kalian” kata Donghae merebut foto itu dari tangan Sooyeon dan memesukkannya kedalam tas.

“kami akan..” kalimat Hae terhenti ketika Taemin muncul di tengah-tengah.

“Sooyeon dan Yuri,kalian dipanggil ke ruangan saenim Leeteuk. Kajja!!” perintah Taemin dengan malas.

“gomawo,taemin yang cantik” kata Sooyeon dan Yuri meninggalkan mereka.

“mwoya? Mereka tadi bilang apa? Taemin yang cantik. Yah… mereka orang pertama yang mengatakan hal itu padaku. Aku sangat senang” Taemin bersyukur. Sambil mengedip ke Minho dan Hae.

::no.someone.Pov.End::

@@@@@

Aku dan Yuri berdiri dan tak akan duduk sebelum dipersilahkan oleh saenim. Kulihat Saenim membuka lembaran-lembaran artikel kami.

“hhhmm.. duduklah” katanya mempersilahkan kami duduk. Kamipun segera duduk sebelum dia marah. Tiba-tiba dia mengulurkan kedua tangannya disilang.

“selamat artikel kalian mendapat nlai A+. Dan kalian tidak perlu menggantikan semua uang untuk ke Jepang” kami tersenyum dan menjabat tangan saenim.

Aku keluar dari ruangannya dan menghampiri Hae dan Minho.

“wae?” Tanya minho.

“artikel kami lulus. Aku sangat senang” Yuri memeluk Minho.

“oya, tadi kau mau bicara apa Hae?” Tanya Yuri seraya melepaskan pelukannya.

“aku dan Sooyeon akan segera menikah” Donghae mengalunkan tangannya di pundakku.

“wah… chukae!! Kapan??” serempak Minyul (Minho-Yuri)

“molla. Kami saja belum tahu akan melaksanakan dimana” jawabku pasrah.

“PABO!!!” teriak Minyul.

“oya, kami juga ingin menikah. Bagaimana kalau kita menikah bersama” tawar Minyul.

“Tapi..” kata Donghae terputus.

“sudah, semua sudah kami atur. Ahah.. aku tahu kalau kalian belum menyiapkan pernikahan. Makanya, aku sudah mengatur semuanya.” Ucap Minho.

“baiklah, sekarang aku mau ke rumah temanku dulu. Kalian,belajarlah” lanjutnya lagi. Aku dan Yuri masuk kekelas dan Donghae kekelasnya.

@@@@@

::no.someone.Pov::

Minho terus memencet (?) bel rumah Jonghyun, temannya. Sudah 10 kali dia memencetnya.

“changkaman!!!” teriak Jonghyun dari dalam. Minho yang usil terus memencet belnya seolah dia tidak mendengar teriakkan Jonghyun. Minho mencoba membuka knop pintu dan ternyata terbuka. Dia langsung membukanya dan masuk. Di dapatinya Jonghyun yang sedang sibuk dengan undangan2 pernikahan.

“eheehe.. spertinya sedang sibuk. Apa aku mengganggumu?” kata Minho dan Jonghyun hanya diam sambil merapihkan undangan2 yang berserakkan.

“oya, kau tahu tidak gereja yang terbaik untuk acara pernikahan?” lanjut Minho seraya menyenggol tangan Jonghyun dengan kakinya yang panjang.

“Gereja Yoido Full Gospel. Kau bisa menikah disana. Minggu depan adalah hari yang baik untuk sebuah sacral pernikahan. Disana ada pendeta Choi Siwon.” Jawab Jonghyun yang masih focus pada undang2nya. Senyuman mereka di wajah Minho dan langsung pergi ke Gereja Yoido Full Gospel. Sampai disana, dia melihat seorang Pendeta dengan al-kitabnya. Minho berjalan pelan menghampirinya. Dan, pendeta itu berbalik kearah Minho, seketika itu Minho berhenti melangkah.

“anyeonghaseyoo,” sapa Minho sambil menundukkan Kepalanya dan Pendeta itu hanya menunduk.

“a..aku..aku dan temanku ingin menikah bersama di Gereja ini pak. Otokhae?”

“Siapa namamu dan pasanganmu dan siapa nama temanmu itu?” Tanya sang Pendeta.

“namaku, Choi Minho dan pasanganku Kwon Yuri. Temanku Lee Donghae dan pasangannya Jessica Jung Sooyeon.” Jawab Minho. Sang Pendeta kembali berbalik dan berjalan ke altar diikuti oleh Minho.

“minggu depan adalah hari terbaik untuk pernikahan. Datanglah tepat pukul 8 pagi. Bawa 1 saksi atau 2 saksi untuk pernikahan kalian.” Minho tersenyum dan menundukkan kepalanya.

“Kasahamniida” Minho berlari keluar Gereja. Sambil memegang handphonenya.

To: Sooyeon; Donghae;Yuri (ngirimnya 3 sekaligus)

Aku sudah menemukan Gerejanya. Kata sang Pendeta, minggu depan adalah hari terbaik. Aku akan menghubungi seseorang untuk menjadi saksi kita

>>Minho mengirim pesannya, lalu menelphon seseorang<<

“anyeonghaseyo”

“…”

“de. Maaf, aku minta izin sebelumnya. Bisakah kau menjadi saksi atas pernikahan ku dan donghae?”

“…”

“jinja? ah..Kasahamniida”

“….”

“de, pernikahannya minggu depan, di Gereja Full Gospel jam 8 pagi”

“…” Minho segera mematikan handphonenya.

@@@@@

>>Gereja Full Gospel,Penikahan Minyul-Haesica<<

Acara pernikahan 4 insan yang berbahagia ini telah berlangsung. Sooyeon dan Yuri tak bisa menahan air matanya lagi karena melihat Saenim Leeteuk menjadi saksi atas pernikahan mereka. Mereka ber4 bersama-sama keluar dari Gereja itu di ikuti oleh Leeteuk dan Pendeta Siwon. Leeteuk menitihkan airmatanya itu dan Siwon hanya terdiam melihat Leeteuk yang terus menangis.

>SAMPAI DI MOBIL<

Sooyeon dan Donghae tertidur di Jok belakang. sedangkan, Yuri membaca selembar kertas yang dibuat oleh Minho. Minho tertawa sambil terus menyetir.

“kau yakin dengan rencanamu ini?” tanya Yuri menatap 2lembar itu.

“aku yakin mereka akan menunggu di luar kamar kiita. you know what I mine, baby?”

“iya, aku tahu. maksudku, obat perangsang ini. kau yakin?” tanya Yuri kini mengambil obat itu dari kantung jas Minho.

“ya!! ini harus kubuang.” dengan cepat minho membuka kaca mobil dan  membuang obat itu.

“aku sudah memasukan obat itu ke gelas yang ada di kulkas. Feelingku mengatakan bahwa Donghae akan meminum itu. karenna hanya akan ada satu gelas” Yuri tercengang dan memukul lengan Minho.

“jahat sekali kau!! kalau, Sooyeon yang minum bagaimana?”

“tenang lah. Feelingku tidak pernah salah. lagian, kalau benar Sooyeon yang meminumnya bukankah itu lebih baik.” kata Minho terkekeh. Yuri hanya diam dan kembali membaca 2lembaran itu.

Waktu tepat menunjukan pukul 8malam. Donghae dan Sooyeon memasuki kamar mereka di lantai 2, diikuti oleh Minho dan Yuri. Kamar mereka memang bersebelahan dan memungkinkan Hae untuk mempermudah aksinya. (?)

>KAMAR HAESICA<

Sooyeon sudah tidur dengan pakaian tidur lengkapnya. sedangkan, Donghae mengambil 1 gelas dan keluar kamar, Sooyeon yang masih setengah sadar menghentikan Langkah Hae.

“mau kemana?” tanya Sooyeon bangun lalu menyandarkan kepalanya pada dinding kasur (?).

“ke dapur, aku kau mengambil air. ” jawab Hae bohong.

“Baiklah” Donghae perlahan menutup pintunya dan berjalan perlahan ke kamar Minyul. dia menempelkan gelas itu tepat di depan kamar Minyul.

“mmmpphh..mmpphh.” desah Yuri dari dalam Kamar.

“ahh,pelan-pelan chagi” lanjutnya lagi. Donghae menelan ludahnya dan mendengarkannya lagi.

“miin..ah..ah..terus..” desah Yuri.

“ah..faster..Yuri faster.. ah…terus” kini mulai terdengar desahan Minho. Donghae menghentikan aksinya smabil mengelus dadanya yang berdegup kencang. dia berjalan kedapur dan mengambil gelas yang sudah tersedia di kulkas. setelah, selesai dia kembali kekamarnya. tiba-tiba aura panas menyerang seluruh tubuhnya dan ia melihat Sooyeon yang sedang berdiri didekat jendela dengan pakaian tidurnya yang minim. Dia langsung memeluk Sooyeon dan mencium tekuk Sooyeon. Sooyeon kegelian dan membalikkan badannya.

“kau kenapa?” tanyanya yang mulai risih dengan sikap Hae.

“molla. tiba-tiba tubuhku jadi terasa panas. sangat panas” sejurus kemudian Hae merasakan sensasi yang luar biasa didalam tubuhnya dan mulai membuka bajunya di hadapan Sooyeon.

“AAAAAA..” teriak Sooyeon.

>Lain Tempat<

Minho dan Yuri manahan tawanya di luar kamar Haesica. Minho memeluk pundak Yuri. mereka mendengarkan sesuatu dari luar kamar Haesica.

“AAAAAA..” teriak Sooyeon. Mereka kembali menahan tawa dan kembali kekamar mereka.

“benar kan dugaanku,chagi” kata Minho bangga dan menutup pintu kamarnya.

“de. tapi aku kasihan dengan Sooyeon”

“sudah, lagi pula hubungan itukan wajib bagi sepasang suami-istri” Yuri langsung menatap Minho sinis.

“aku tidak akan memberikannya,sebelum aku siap. aracii?” kata Yuri

“ara chagi” jawab Minho seraya mengacak-acak rambut Yuri.

>kamar Haesica<

“kau mau apa?” tanya Sooyeon. Donghae semakin mendekat dan menghimpit tubuh Sooyeon yang mungil itu ke tembok. Sooyeon meronta-ronta dan Donghae terus mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyeon. Bibir merekapun bertemu. Hae menciumnya biasa dan lama-kelamaan menjadi ciuman yang penuh dengan nafsu. Sooyeon menutup rapat mulutnya dan Hae terus mendorong mulutnya dengan lidahnya hingga akhirnya dia menggigit bibir bawah Sooyeon dan itu membuat Sooyeon membuka mulutnya. Lidah Hae menelusuri isi mulut Sooyeon.

“mmmppphh…mmppphh…” desah Sooyeon dan airmatanya mengalir. Hae yang menyadari hal itu langsung melepaskan ciumannya dan memeluk Sooyeon.

“mianhae. maafkan aku chagiya.”

“gwaenchana. aku hanya takut.” isak Sooyeon.

“memang kau kenapa?” tanyanya. Donghae berjalan ke kasur dan duduk di pinggir kasur. Sooyeon menghampirinya dan mengelus punggu suaminya itu. rasa sensasi dalam tubuh Hae perlahan menghilang dari dalam tubuhnya.

“tenang lah, aku yakin besok kau akan baik-baik saja.” ucap Sooyeon.

“gomawo,chagiya”

“Saranghamnida, Donghae. kalau, aku sudah siap aku pasti akan memberikannya padamu”

“aku akan menunggu,chagiya. Saranghamnida.” chu~ Hae melayangkan ciumannya di kening Sooyeon.

>>PAGI HARI<<

Minyul menyiapkan makanan untuk Haesica. mereka duduk sambil mengetuk-ngetuk jari mereka di meja makan. sekitar setengah jam mereka menunggu haesica. penantian (?) mereka akhirnya pun tiba, Hae dan Sooyeon menuruni tangga dan duduk di meja makan. Yuri meletakan 2buah sandwitch (bener gak?) di piring mereka. saat Sooyeon hendak memakan, tiba-tiba perutnya terasa sangat mual dan seperti ada yang mau keluar dari mulutny.

“huek..huek..” Donghae dan Yuri bersama mengelus punggung Sooyeon.

“waeyo,chagi?” Tanya Hae cemas.

“kau masuk angin?” tanya Yuri.

” molla. tiba-tiba saja perutku terasa sakit dan aku mual sekali” Sooyeon kembali mual dan Yuri mengambilkan segelas air untuk Sooyeon lalu diminumkannya oleh Sooyeon.

“mungkin kau hamil.” celetuk Minho asal. semua membelakkan matanya.

“mwoya?” teriak Sooyeon,Yuri, dan Donghae.

FINISH… 

KASAHAMNIIDA UNTUK KALIAN YANG UDAH BACA FF AKU + COMMENT!!! ^.^

 

33 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s