Married By Accident Chapter 1

Married By Accident Chapter 1

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Threeshot *?*

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E & A-N-G-S-T

Rating      : PG

Cast          : Cho Kyuhyun (SUJU), Kwon Yoora (OC), Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC) and other cast you can find it by yourself.

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya :D

 

Huft… lagi pengen nyoba-nyoba bikin FF dg tema Wedding lagi :D Emang sih yg kyk gini udh psrn bgd. Tapi kalo yg ini berhasil, nnti trik bikin lagi Cuma beda ama yg ini dan ff2 lain *mumpung idenya ada :P *

kalo responny bnyk & bagus2, trik post deh lanjutannya ^^

Buat yang nungguin JC Entertainment ama Too Perfect – I Love You Friend, sabar yaa ^^ Rien onnie ama Fiona onnie juga sabar yaa ^^ FFnya akan segera Trik kelarain :D

 

Yoora’s POV

 

Positif??

 

Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Ini sudah test pack ke-9 yang aku coba tapi hasilnya sama semua.

“Ah, tidak. Ini tidak benar! Pasti ada yang salah dengan test pack-nya. Aku harus mencoba dengan merk yang lain.” Ucapku menghibur diri. Ku ambil 3 test pack lagi di kantong belanjaku. Jangan heran. Saking paniknya aku karena sudah telat datang bulan 5 minggu, aku membeli 20 test pack dengan merk berbeda -_-

 

“Positif, positif, dan… positif??” gumamku sembari melihat hasil ketiga test pack tadi. Jantungku berdetak 3 kali lebih kencang dari biasanya. Ini… tidak benar kan? Aku.. tak mungkin hamil kan??

“Ok Yoora, tenang. Tenang. Kau tidak hamil. Pasti tidak. Huft… baiklah, coba sekali lagi.”

Kuambil satu test pack lagi. Entah mengapa, tanganku bergetar saat memegang test pack tersebut.

 

“Kalau sampai hasilnya masih sama, aku akan pergi ke dokter untuk mengeceknya. Siapa tahu saja test pack – test pack ini sudah rusak semua dan hasilnya mengada-ada.” Ucapku sebelum melihat hasil test pack ke-13.

 

“OH MY GOD!!!! Ini bercanda kan??” histerisku saat melihat hasil test pack tersebut masih sama. Postif T.T

~T_T~

 

“Selamat nyonya, usia kandungan anda sudah menginjak 1 bulan. Suami anda pasti sangat bahagia mendengar kabar baik ini.” Ucapan dokter tadi masih teringat jelas di kepalaku.

“Apa yang harus kulakukan??” gumamku lirih.

 

Kuambil handphone di tasku dan menghubungi Kyu. Kuharap ia tak sedang sibuk.

 

“Yeoboseyo?” sapanya dari sebrang telepon.

“Kyu….” Panggilku dengan suara bergetar.

“Ne? Ada apa Yoora-ya?” tanyanya.

“Kau sedang sibuk?” tanyaku.

“Tidak. Jadwalku hari ini sudah habis. Wae??” tanyanya lagi.

“Bisa kita bertemu??”

“Hm… bisa. Kau datang saja ke dormku. Hyung-hyungku tidak ada di dorm!” jawabnya.

“Ne.” kumatikan sambungan telepon lalu berangkat ke dormnya.

Kurasa aku perlu memberitahunya masalah ini. Huft… kuharap ia mengerti keadaanku & mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

 

~T_T~

 

“MWOYAA??? KAU BERCANDA???” pekiknya ketika aku memberi tahu masalah kehamilanku padanya.

“Kyu… aku serius. Sudah ku cek dengan 13 test pack dengan merk berbeda & aku juga sudah cek langsung ke dokter.” Ucapku dengan air mata yang mengalir di pipiku.

Aku memeluk tubuhnya erat. “Kau… mau bertanggung jawab kan? Kau tak akan meninggalkanku kan??” tanyaku sesenggukkan.

Kyu melepaskan tubuhnya dari pelukanku membuatku sedikit kaget. “Gugurkan saja Yoora-ya.” Ucapnya datar.

 

JLEBBB!!! Seperti ada sesuatu yang menusuk hatiku. Rasanya sakiiiiiiit sekali.

“Kau tak serius kan mengatakan hal itu??” tanyaku tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar dari mulutnya.

“Aku serius. Dengar, kita masih sama-sama muda dan belum siap untuk berumah tangga apalagi merawat anak. Aku tidak bisa menikah denganmu. Tidak mungkin aku menghancurkan karirku karena masalah ini. Jadi, sebelum kandungan itu membesar, lebih baik kau gugurkan saja.”

“Kyu… ke..ke…kenapa kau sejahat ini???” ucapku tak percaya.

“Karirku sedang berada di puncak saat ini Yool. Aku tak mungkin meninggalkannya untuk menikah denganmu, tolong kau mengerti. Aku juga sebenarnya tak ingin kau menggugurkannya.”

“BULLSH*T!!” pekikku emosi ketika mendengar ucapannya barusan. “Kau benar-benar laki-laki tak bertanggung jawab!!!!” seruku lalu berlari meninggalkannya.

 

Ya Tuhaaann… kenapa jadi seperti ini??

Bagaimana kalau keluargaku tahu aku hamil diluar nikah?? Mereka pasti akan membuangku.

 

~T_T~

 

Aku memantapkan hatiku untuk masuk ke dalam klinik aborsi itu.

Yoora-ya, kau pasti bisa!!

 

“Ada yang bisa saya bantu??” tanya seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian perawat.

“Eenngg.. ii..tu..emmm…” saking gugupnya aku, aku bingung dengan apa yang ingin aku katakan.

“Ah! Aku mengerti maksudmu nona. Mari masuk.” Ajak perawat ini.

 

“Aaaarrrgghh… sakiiiiittt… jeball… aku tak kuat…. Aarrrgghhhh….”

Tubuhku gemetar. Suara jeritan seorang wanita di dalam ruangan itu membuatku takut. Tak sadar sedari tadi aku memegangi perutku.

 

Tidak. Bukan ini yang aku inginkan.

Yoora babo!!! Kenapa kau sejahat ini?? Kalau kau membunuhnya, lantas apa bedanya kau dengan laki-laki brengsek itu??

 

“Astaga… ibu macam apa aku ini?? Hhhh…. Kejam sekali aku sampai ingin membunuh anakku sendiri.” Gumamku sembari mengelus-elus kandunganku yang baru berusia 2 bulan.

 

Aku bangkit dari dudukku dan berlari keluar dari klinik aborsi itu. Nafasku terengah-engah. Lagi, lagi, dan lagi, air mataku mengalir.

 

Aku menatap ke depan dan mulai berjalan menjauhi klinik tersebut. Tak sengaja mataku bertemu dengan Sungmin oppa. Van Super Junior baru saja lewat dan saat itulah mataku tak sengaja bertemu pandang dengannya.

Aigoooo… memalukan sekali aku ini. Ia pasti melihatku berada di depan klinik busuk ini. Bagaimana kalau ia bilang pada member lain?? Lalu berita kehamilanku menyebar luas di SM dan teman-temanku yang menjadi trainee disana dengar?? Setelah itu teman-temanku menyebar luaskan lagi hingga terdengar ke telinga seluruh keluargaku?? Mati sajalah aku kalau begitu -_-“

 

~T_T~

 

“KATAKAN PADAKU!!! SIAPA YANG MENGHAMILIMU HAH?!!”

PLAAKKKK!!

 

Sakiiit…. Tidak! Bukan pipiku yang sakit karena appa tampar. Tapi… hatiku…

 

“Kau benar-benar mencoreng nama baik keluarga kita!! Katakan! Katakan siapa yang menghamilimu!!!” suruh appa sembari menarik rambutku.

“Kkk…kyuu..hyun…” jawabku terbata-bata.

“Ikut appa!! Laki-laki brengsek itu harus bertanggung jawab!!!” marah appa sembari menyeretku keluar rumah.

 

~T_T~

 

BUUUKKKK!!

Appa melayangkan tinjunya ke wajah Kyuhyun.

“KAU!! BENAR-BENAR LAKI-LAKI BRENGSEK!! TAK BERTANGGUNG JAWAB!! AKU TAK MAU TAHU!! BESOK, BAWA ORANG TUAMU MENGHADAP PADAKU ATAU AKU AKAN MEMPERPANJANG KASUS INI!!” ancam appa.

Riri (Park Richan), sedari tadi mendekapku dalam pelukannya.

Astaga… mengapa jadi serumit ini masalahnya??

 

“Husstt.. jangan menangis Yoora-ya.” Ucap Riri menenangkanku.

 

“Tuan, mohon anda tahan dulu emosi anda. Kita bisa membicarakan ini baik-baik. Mari masuk dulu! Kita bicarakan semuanya di dalam. Jangan disini. Orang-orang melihat kita!” ajak Leeteuk oppa.

“PERSETAN DENGAN ORANG-ORANG!!! AKU HANYA INGIN PRIA BRENGSEK INI BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEHAMILAN ANAKKU!!” pekik appa masih tak bisa mengontrol emosinya.

“Iya Tuan. Kyuhyun pasti mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mohon anda tenang dulu.” Ucap Leeteuk oppa masih berusaha menenangkan appaku.

“DENGAR, AKU TAK MAU MENDENGAR PENJELASAN APAPUN DARI KALIAN! DAN KAU, INGAT BAWA KEDUA ORANG TUAMU MENGHADAP PADAKU! AKU INGIN KAU SEGERA MENIKAHI PUTRIKU SEBELUM AIB INI SEMAKIN MENYEBAR LUAS!!” ucap appa pada Kyuhyun yang kini menundukkan kepalanya.

 

Appa berjalan meninggalkan kami namun ketika melewatiku dan Riri, beliau berhenti. “DAN KAU!! PULANG DAN KEMASI BARANG-BARANGMU LALU SEGERA PERGI DARI RUMAHKU!! AKU SUNGGUH MALU MEMILIKI PUTRI SEPERTIMU!! MEMBUAT AIB DALAM KELUARGA &  MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA!!” bentak appa sambil menunjuk wajahku.

 

Aku menatap Riri. “Ri…ri… aa..ku..”

“Husstt… tinggalah bersamaku!” ucap Riri memotong ucapanku lalu membantuku berdiri dan memapahku keluar dari gedung ini.

 

~T_T~

Upacara pernikahanku telah usai.

Tak ada resepsi atau perayaan apapun atas pernikahanku.

 

Aku mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang menuju apartement baru kami. Ya… dia membeli sebuah apartement di samping dormnya.

Sejak 3 bulan yang lalu, tepat ketika ia menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku, kami tak pernah bicara lagi. Sikapnya berubah terhadapku. Ia bukan Kyuhyunku yang dulu lagi.

 

Aku masuk kedalam apartement kami. Tidak terlalu besar, namun lumayan mewah. Kamarnya ada dua. Aku bingung harus tidur dimana -_-a

 

Kyuhyun sudah terlebih dulu memasuki kamar utama. Sementara aku?? Masih berdiri mematung di depan pintu, bingung dengan apa yang harus kulakukan.

 

Tok Tok Tok!!

Seseorang mengetuk pintu apartement. Kebetulan sekali aku masih di depan pintu.

 

“Annyeong Yoora-ya!” sapa Ryeowook oppa ketika aku membuka pintu.

“Aa..annyeong.” sahutku.

“Boleh aku masuk?” tanyanya.

“Oh? Te..tentu! Mari masuk oppa!” ucapku mempersilakan.

“Kau belum mengganti pakaianmu?” tanya Ryeowook oppa heran melihatku masih dengan pakaian pengantin.

“Ah! Tadi aku baru saja akan menggantinya!” dustaku.

“Oooh.. Oh ya.. ini aku bawakan makanan untukmu dan Kyu. Kalian pasti lapar!” ucap Ryeowook oppa.

“Gomawo oppa!” ucapku.

“Ne. Kau, ganti sana pakaianmu!” aku mengangguk lalu mengambil pakaian di koperku lalu masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaianku.

 

~T_T~

 

Aku keluar dari kamar mandi dan mendapati apartement ramai dengan beberapa member SuJu.

“Yoora-ya, kopermu sudah aku bawa ke kamarmu! Pakaian & barang-barangmu juga sudah aku rapikan!” Aigooo… Ryeowook oppa baik sekali.

“Gomawo oppa!”

“Cheonmaneyo dongsaeng! Ayo kemari, kita makan bersama!” ajak Ryeowook oppa.

Aku menghampiri mereka dan duduk di sebelah Sungmin oppa.

 

“Kyuhyun mana?” tanya Siwon oppa padaku.

“Dia bilang dia lelah dan ingin tidur.” Sahut Sungmin oppa.

Benarkah ia lelah?? Ia lelah atau memang sengaja menghindar dariku?

 

“Ayo, dimakan yang banyak Yoora-ya agar keponakan kami sehat!” ujar Donghae oppa.

Kami makan sambil melontarkan beberapa obrolan ringan.

 

“Waktu ini aku melihatmu di depan klinik aborsi.”

“Uhuukk..uhuukk…” aku tersedak mendengar ucapan Sungmin oppa barusan. Semua member menatapku.

“Apa yang kau lakukan disana?” tanya Sungmin oppa.

“Kau tidak bermaksud untuk membunuh keponakan kami kan?” tanya Eunhyuk oppa.

Aku menundukkan kepalaku tak berani menatap mereka. “Awalnya begitu.” Akuku.

“Mwoya?!?! Astaga.. kejam sekali!!” kaget Donghae oppa mendengar pengakuanku barusan.

“Ta..ta..pi.. aku tidak tega.” Ucapku dengan suara bergetar.

Heechul oppa yang juga duduk disebelahku menepuk-nepuk pundakku.

“Kenapa kau sampai berpikiran untuk membunuh janinmu?” tanya Siwon oppa.

Aku menarik nafas lalu menjelaskan padanya kronologi aku ingin menggugurkan kandunganku saat itu.

“Aku… frustasi. Ibuku hampir tahu kalau aku hamil. Aku takut sekali. Saat itu, yang kuingat hanya ucapan Kyuhyun yang menyuruhku untuk aborsi. Entahlah, setan apa yang menghasutku hingga aku mendatangi tempat terkutuk itu. Awalnya, aku yakin aku ingin aborsi. Tapi… suara jeritan seorang wanita dari dalam ruang aborsi membuatku takut. Aku mengelus-elus perutku dan sadar bahwa apa yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan. Maka itu aku berlari pergi dari sana.”

“Haaah.. aku tak menyangka Kyuhyun sejahat ini. Kalau Kangin tahu, aku yakin ia sudah menghajar anak itu.” Ucap Leeteuk oppa.

“Tapi ini salah kalian juga sih! Berpacaran terlalu kelewat batas!”

Ya. Ucapan Yesung oppa barusan memang benar. Aku dan Kyuhyun berpacaran memang terlalu kelewat batas. Jadi, memang inilah akibat yang harus kami tanggung.

 

“Ya! Sudahlah, jangan mengungkit masa lalu lagi. Lebih baik kita senang-senang! Hitung-hitung merayakan pernikahan Yoora & Kyuhyun!” ajak Ryeowook oppa.

Aku dan member lain menganggukkan kepala setuju.

 

~T_T~

 

“Kami pulang dulu ya!” pamit Leeteuk oppa mewakili member SuJu yang lain.

“Ne. Gomawo sudah menghiburku tadi!!” sahutku.

“Yup! Oh ya, kalau nanti Kyuhyun memacam-macamimu, hubungi saja kami! Apartement kita kan bersebelahan!” ucap Yesung oppa sebelum ia masuk ke dalam dormnya. Aku hanya menganggukkan kepala saja menanggapi ucapannya.

Setelah oppadeul benar-benar kembali ke dormnya masing-masing, aku menutup pintu apartement dan masuk ke kamar yang berada di sebelah kamar Kyuhyun.

Bukannya aku tak mau tidur bersamanya. Hanya saja, aku tak yakin kalau ia mau tidur bersamaku.

 

Eh? Kenapa pintunya tak bisa dibuka?

Tak sengaja mataku menangkap sebuah note tertempel di depan kulkas. Yup, kamarnya memang berada dekat dapur.

 

Aku berjalan mendekati kulkas dan membaca note tersebut.

 

Yoora-ya, mian… kami sengaja mengunci kamar satunya ^^V

Kami yakin, kalau kami tak menguncinya kau pasti akan tidur disana kan -_-“

Nikmati malam keduamu yaa *malam pertamamu sudah kau gunakan untuk membuat keponakan kami* :P

Jangan coba-coba tidur di sofa!! Kalau kami sampai tahu kau tidur di sofa, kami tak akan segan untuk memarahi kau dan Kyuhyun!!

 

With Love,

Super Junior Super Handsome ^^

 

“Haaah…” aku menghela nafas setelah membaca note tersebut. Oppadeul ada-ada saja -_-

 

~T_T~

 

Aku membuka pintu kamar Kyuhyun pelan-pelan agar tak menimbulkan suara.

Syukurlah ia masih tidur.

 

Astaga!! Kenapa barang-barangku ada disini semua?!?

Jangan-jangan bajuku dimasukkan ke lemari Kyuhyun oleh Ryeowook oppa -_-

Huft… sudahlah, besok saja aku pindahkan barang-barangku setelah mendapatkan kunci kamarnya di oppadeul.

 

Aku naik ke atas ranjang dan tidur memunggungi Kyuhyun.

Kuharap ia tak akan marah jika ia tahu hari ini aku tidur satu ranjang dengannya.

 

~T_T~

 

Aku membuka mataku. Haaah.. semalam tidurku nyenyak sekali. Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun masih tertidur pulas. Wajahnya tak pernah berubah. Tetap polos seperti bayi saat tidur.

Aku bangun lalu membersihkan diriku di kamar mandi.

Setelah itu, aku menyiapkan sarapan untukku, bayiku, dan Kyuhyun.

Haaah… hamil membuat nafsu makanku berlipat ganda.

 

Aku menata makanan di atas meja makan dan duduk menunggu Kyuhyun.

 

~T_T~

 

Kyuhyun baru saja bangun dan berada di dalam kamar mandi.

 

Kreeettt..

Decitan pintu kamar mandi terdengar menandakan ia sudah keluar dari dalam.

 

Tapi, tapi…..

Ia melewatiku dan keluar dari apartement -_-

Ya Tuhan… menyedihkan sekali aku ini.

 

Aku menyantap sarapanku sendiri. Ani!! Berdua dengan anak dalam kandunganku :D

 

Setelah selesai, kubuang semua makanan yang tersisa dan mencuci semua piring kotornya.

 

~T_T~

 

Aku menggonta-ganti channel TV. Kenapa sejak tadi yang kulihat iklan makanan terus?????

Aigooo… aku jadi teringat jjangmyeon.

Huwaaaa… aku ingin makan jjangmyeon T_T

Biasanya Riri yang membelikannya. Tapi sekarang aku tidak tinggal dengannya lagi. Lalu siapa yang harus kusuruh membeli???

Aigooo… aku takut sekali kalau harus membeli sendiri. Bisa-bisa nanti yang kembali ke apartement ini hanya namaku saja -_-

Aku yakin, para ELF khususnya Sparkyu diluar sana sudah bersiap-siap untuk membunuhku.

 

~T_T~

 

Akhirnya, dengan segala keberanian yang aku miliki, aku memutuskan untuk membeli sendiri jjangmyeon di kedai dekat gedung apartement ini.

Tuhan…. Kumohon lindungi aku dan kandunganku.

 

Aku berjalan takut-takut ada orang yang mengenaliku.

 

Deg!

Ada seseorang yang menepuk pundakku.

Aku menoleh dan dapat bernafas lega karena ternyata yang menepuk pundakku adalah Sungmin oppa.

“Oppa… kau membuatku terkejut!” aku mengerucutkan bibirku, sebal.

“Haha… mian. Kau mau kemana??”

“Membeli jjangmyeon. Oppa?”

“Wah… kebetulan sekali. Aku juga. Sebenarnya sih hanya mau membeli snack di minimarket dekat sini, tapi Kyuhyun menyuruhku membelikannya jjangmyeon.” Sahut Sungmin oppa.

Kyuhyun ingin jjangmyeon juga?? Aigooo… anakku dengan appanya ternyata punya ikatan batin. Aku senang😄

 

“Kalau begitu kita beli bersama saja!” ajakku dan Sungmin oppa pun mengangguk.

 

~T_T~

 

Ini sudah jjangmyeon kedua yang aku makan. Tapi…

Kurang T_T

Sungmin oppa yang sedari tadi menemaniku di apartement menatapku. “Masih kurang?”

Aku mengangguk pelan. Aigooo.. memalukan >.<

Nak, mengapa kau begitu rakus T.T

 

“Ayo kita beli lagi!” ajak Sungmin oppa.

Ah! Aku tak ingin jjangmyeon lagi. Aku mau makanan lain.

“Oppa, aku tidak ingin makan jjangmyeon lagi.” Ucapku.

“Lalu?”

“Aku mau makan Pizza, Steak, Sushi, dan Soto!”

“Omo! Berarti kita harus mengunjungi banyak tempat dong!” serunya.

“Kalau oppa tidak bisa mengantarku, tak apa! Aku bisa sendiri kok.” Ucapku merasa tak enak karena telah merepotkannya hari ini. Padahal hari ini dia free dan seharusnya ia bersenang-senang.

“Ani, ani! Kau kan sedang hamil! Biar aku antar! Lagipula aku juga sedang free hari ini! Hitung-hitung sekalian jalan-jalan bersamamu!”

“Ikhlas kan oppa?” tanyaku dan ia pun mengangguk mantap.

 

~T_T~

 

“Oppa…. Kenyaaaaang…”

“Haaah.. bagaimana tidak kenyang?! Kau makan sebanyak itu Yoora-ya!”

“Ah! Haus sekali.” Ucapku.

“Haaah… ingin minum jus tomat dicampur Wortel!” lanjutku.

“Ckckck.. dasar wanita hamil!” komentar Sungmin oppa.

Aku berjalan ke dapur dan  melihat isi kulkasku. Yaaah.. tak ada tomat -_-

Padahal aku ingin sekali meminum jus tomat yang di mix dengan jeruk.

“Ada apa Yoora-ya?” tanya Sungmin oppa di belakangku.

“Tak ada tomat. Haah.. sayang sekali nak, eomma tak bisa memenuhi keinginanmu! Eomma lelah dan malas membeli tomat!” jawabku lalu mengelus-elus perut buncitku.

“Coba aku ke dorm sebelah. Siapa tahu Wookie punya tomat!” Sungmin oppa pun berlari meninggalkanku.

 

Sebenarnya suamiku siapa? Sungmin oppa atau Kyuhyun?

Kenapa yang sibuk meladeniku ngidam adalah Sungmin oppa??

Aku ingin Kyuhyun T_T

 

~T_T~

“Yoora-ya, ini aku bawakan jusnya!”

“Omo?! Bukannya tadi kau bilang mau memintakan tomat saja? Kenapa sekarang malah membawa jusnya?” kagetku melihat Sungmin oppa membawa segelas jus.

Aigooo… aku terharu T,T

 

“Kebetulan ada wortel juga di sebelah. Jadi sekalian saja aku buatkan.”

“Gomawo oppa. Kau baik sekali! Andaikan Kyuhyun sepertimu…” haah.. tak sadar air mataku mengalir.

“Huusstt… jangan menangis.” Sungmin oppa menghapus air mata di wajahku dengan kedua jempolnya.

Ah! Kenapa wajah kami sedekat ini??

Membuat jantung berdetak tak beraturan saja -_-

 

Ya! Yoora babo!! Sadar woi sadar!! Kau sudah menikah! Sudah punya suami! Dan sedang mengandung!! Ckckck… jangan pikirkan namja lain selain Kyuhyun.

 

Kreeetttt

Kami berdua menoleh ketika seseorang membuka pintu apartementku.

 

~MBA’s Status : TBC or END??~

Haaah… gimana gimana?? Jelek yaa?? :(

Yaaa.. maklumi saja.

Koment yaa chingu ^^

Koment lewat mana aja boleh. Gak bisa koment disini, silakan koment di FB (Choi Putri Elf) atau Twitter (@Putri_Official).

Jangan budayakan menjadi seorang Silent Readers ^^

Mari kita budayakan BUDAYA SALING MENGHARGAI ^^ Hargai para author yang telah bersusah payah membuat FF dengan memberi sebuah komentar berupa Kritik & Saran ^^

Gimana kita mau dihargai kalo kita nggak menghargai duluan??

 

Lanjutan FF ini kalian yang tentukan. Kalau respon yang trik dapet bagus. Ya Trik post lanjutannya. Tapi kalo responnya kurang atau gak ada respon sama sekali. Say Good Bye ajah ama FF ini :(

 

Akhir kata, Trik ucapkan terima kasih kepada temen-temen yang udah bersedia membaca :) Trik tunggu koment/respon dari kalian. Kalo bisa sih koment yang panjang sepanjang-panjangnya ya ^^

KRITIK, SARAN, PROTES, & BASHING YANG MEMBANGUN TRIK TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK PAKE URAT & KASAR ^^

Jangan ragu untuk mengkritik atau memberi saran untuk  tulisan trik ini. Karena saran & kritik dari kalian bener-bener trik harapkan agar ke depannya FF trik lebih baik lagi & tidak mengecewakan :)

 

NB : Jangan panggil saya AUTHOR/THOR yaa ^^ Soalnya author itu bukan nama trik :D Panggil aja Putri (15 to 16 yo), Trik, Put, Onnie, Saeng, atau Chingu ^^ Gak usah sungkan buat sksd ama Trik. Trik seneng kok di sksd-in :D

37 responses

  1. anyeong, reader baru.
    Ceritanya bagus kok.. Cuma aku rasa Yoora kurang serius menanggapi masalahnya, kayak dianggap enteng.
    Tapi over all aku suka ama ceritanya😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s