You never know how much I love you Part 1

Title       : You never know how much I love you Part 1

Author  : Kinsoneelf a.k.a Rekin

Type      : Chapter

Main Cast : Yoona SNSD-Siwon Super Junior

Other cast : SNSD members and Super Junior members

Rating   : PG-15

Genre   : Romance and friendship

Warning! : Silent readers GO AWAY !! SAFER ? DON’T READ ! If you hate this couple DON’T READ AND DON’T BASHING !!! Saran dan Kritikan sangat membantu untuk mendukung fanfic ini.

Ps : Annyeong ~~ kekeke Nama aku Rekin bukan Author/thor so, don’t call me like that !! 16 y.o . Maaf kalau pendek soalnya mau lihat responnya dulu. Jujur, ff aku itu minim komentar jadi agak males juga haha *BUGH

Disc : Plot is MINE. Aku buat FF ini karena galau ~ #pletak dan kalian harus tau ini adalah pengalaman ku hiks…hiks… HIKZ T.T. Tapi, tetep aku ubah cerita ini gak begitu menggenaskan soalnya aslinya ceritanya lebih mengenaskan hahaha. Oh ya satu lagi ini itu point of view Yoona semua yaaaa hehehe. Kansahamida~~~~

Poster buatan temen saya kakakakaka ~ Namanya Adit🙂

WARNING !!

Don’t like this Couple?

Don’t Read !

No Bashing !

Don’t Like? Don’t Read !!

DON’T PLAGIAT !!

-Yoona Pov-

Kenapa aku begitu bodoh mencintainya? Bahkan bicara dengannya sekalipun aku tak pernah. Tapi, kuakui dia memang mempunyai daya tarik yang sungguh tak bisa kujelaskan karena aku sendiri tak mengerti bagaimana. “Hei… kau melamun lagi ? Huh?” ucap Sunny yang berhasil membuyarkan lamunanku. Aku pun tak menggubrisnya.Aku pun mengalihkan wajahku ke lain arah dan kau tau apa yang kulihat sekarang? Dirinya yang berjalan bersama teman-temannya memasuki kelas kami. Ya, aku memang sekelas dengannya. Tapi, bisa dipastikan aku dan dia tak pernah berbicara satu-sama lain. Walau aku dekat dengan semua teman di kelasku tapi hanya dia… hanya dia yang tak pernah berbicara denganku.

“Lihat dia datang…” bisik Sunny ditelingaku yang berhasil membuat wajahku merona malu. Aku pun langsung mencari kesibukanku yaitu mengerjakan tugas-tugasku yang sebenarnya sudah aku kerjakan. Aku pun hanya tertunduk lemas di mejaku. “Yoona-ah~..” teriak seorang namja yang berhasil membuatku tersontak bangun. “waeyo Kyuhyun-ah?” teriakku yang tak mau kalah darinya. “Katanya Siwon-ah dia pinjam tugasmu ya.. dia belum mengerjakan soalnya… keke” balas Heechul. Aku yang mendengarnya hanya tersenyum tak jelas dan langsung mengerjakan kegiatanku yang tertunda yaitu malas-malasan. “Cie…. yang  tugasnya dipinjam sama Siwon” ledek Tifanny yang berhasil mendapatkan buku mendarat di wajah mulusnya dariku. “Aduh.. sakit tau Yoona-a…” teriak Tifanny yang langsung mendapatkan tatapan –Kau berisik sekali- oleh teman-temanku yang lain. Aku pun tersenyum karena aku merasa menang.

“Yoona-ah.. kau jangan malas-malasan.. aku ingin curhat denganmu” ucap Sunny sambil mengguncang-gucangkan tubuhku untuk membangunkanku. “Kau ingin curhat tentang Sungmin kan? Aku sudah mendengarnya berkali-kali” tolakku. “Aishhh….” dengusnya kesal. Aku pun langsung membuka bukuku untuk belajar. Aku rajin sekali ya? Memang karena aku termasuk yeoja terpintar di sekolahku. Aku juga suka mengikuti berbagai perlombaan walau akhirnya akan kalah. Tapi, teman-temanku tak pernah meragukan kepintaranku.

KRING… KRINGG…

Bel masuk sekolah pun berbunyi. Otomatis semua  anak dikelasku langsung berlarian sana kemari. “Nih bukumu…. kata Siwon kansahamida keke” ucap Heechul yang berdiri di depanku. Aku pun tak menyadari dia di depanku. “ah ya.. “ ucapku cuek dan aku pun merapikannya. Sesekali aku mencoba mencuri pandanganku untuk melihatnya.

DEG !

Kenapa hatiku jadi seperti ini? Padahal aku hanya memandangnya. Park Shin Ri songsaenim pun datang dan berhasil membuat acaraku memandangnya berantakan. “Annyeong haseo~ Karena hari ini ada beberapa perlombaan jadi kira-kira siapa di kelas kalian yang akan mewakili lomba Fisika?” tanya songsaenim yang sama sekali tak ku gubris. “Yoona…. Yoona” teriak semua temanku. Aku pun hanya bisa tersenyum tak ikhlas. “Baiklah kita akan pilih Yoona .. siapa yang akan jadi Partner Yoona?” tanyanya lagi. Aku pun hanya memandangi temanku satu-persatu. “Bagaimana kalau Siwon aja Songsaenim? Dia itu kan lumayan pintar” komentar Kyuhyun dengan senyuman khasnya. “Baik… Aku harap kalian bisa menjadi partner bersama..Oh ya Yoona kerjakan Tugas Klipingmu dengan benar seperti Heechul dan Siwon.. Kau ini masa buat kliping saja tak bisa” ucap songsaenim yang sepertinya memojokkan diriku aku pun hanya mengganguk tak mengerti.

“Akhirnya cintamu terbalaskan juga Yoona-ah. Pasti menyenangkan menghabiskan waktu bersama” komentar Sunny yang sejujurnya aku tak mengerti ucapannya. “Maksudmu apa sih ?” tanyaku cuek sambil masih terus menulis. “Kau kan satu partner dengan Siwon.. Ini adalah kesempatanmu” ucapnya yang sambil melirik Siwon dan aku pun juga meliriknya (lagi). “Astaga ! Aku tak mau satu partner dengan dia !” bisikku yang membuatnya kaget dan tak percaya. “Kau ini bicara apa? Ini kesempatanmu…” ucapnya sambil memukulku dengan pulpennya. “Aku bisa mati mendadak jika bersamanya .. Aku tidak mau” ucapku yang masih tetap pada pendirianku. “Yah.. Yoona jangan berisik” omel songsaenim padaku yang berhasil membuat semua mata menujuku. Aku pun langsung menunduk malu. Aku mengambil bukuku dan menulis sesuatu untuk Sunny.

 

Aku ini tak mau bersamanya sekali tidak tetap tidak

SAY NO !!

Aku pun menuliskan sebuah kata lalu menunjukkannya pada Sunny. Sunny pun hanya tertawa dan dia pun menulis untuk membalasnya.

Kau ini berisik sekali… Kalau nanti kamu menyesal tanggung sendiri

Tulisnya pada bukuku. Aku hanya cemberut melihat dia yang keras kepala juga.

——-

Akhirnya bel berbunyi ini pertanda aku akan pulang kerumahku tercinta. Entah mengapa semua ini membuatku pusing. Dia, Kompetisi, Tugas, Lomba bersamanya. “Aishhhhh…” erangku. “Kau ini kenapa lagi?” tanya Sunny heran yang mungkin melihat kelakuan anehku sekarang. “Ani…” ucapku sambil tersenyum. “Eh Heechul…” panggil ku yang langsung berlari menuju Heechul dan meninggalkan Sunny. “Kau ini yang sopan… panggil aku oppa” suruhnya. “Kita ini Cuma beda berapa bulan tau.. sudahlah aku tak mau berdebat denganmu. Aku ingin tanya bagaimana cara buat kliping? Aku tak mengerti oppa..” ucapku dengan manja yang berusaha untuk merayunya. Kalau ini bukan demi tugas kesayanganku aku takkan melakukan ini. Kenapa aku menanyai Heechul? Kalau aku menanyai Siwon itu sama saja aku mencari kematian. “mmhhh, aku tak mengerti soal ini… lebih baik kau tanya Siwon saja.. dia lebih berpengalaman” ucapnya asal aku pun hanya mendengus kesal. Aku pun memukulnya dengan keras tapi ia hanya terkekeh dan membuatku semakin kesal.

“Sana.. tanyai dia” ucapnya sambil mendorong tubuhku hingga jatuh pada tepat pelukan Siwon.

DEG !

“Yoona-a~ Apa yang kau lakukan?” tanyanya sambil memelukku.Ehm,, lebih tepatnya aku jatuh pada pelukannya tapi ini bukan kemauanku. Ini adalah pertama kalinya ia berbicara padaku. Tuhan, kenapa wajahku memanas seperti ini?.  “Hahaha lihatlah kalian sangat lucu” ledek Heechul yang berhasil membuat orang disekitar kami melihat kami yang sedang berpelukan. “Mianhae… tadi aku … ishhh .. ini bukan.. mianhae” ucapku terbata-bata karena grogi dan rasa malu ku pun bercampur. “Aishhhh…. Heechul !” teriakku sambil memandangnya penuh amarah. Aku sudah tak peduli lagi dengan Siwon yang meganggapku aneh atau apa.. Yang pasti sekarang aku ingin sekali melempar Heechul ke ruang angkasa agar ia tidak kembali lagi dan menampakkkan wajahnya didepanku.

“Yoona-ah ~ ayo kita pulang” teriak Yuri sahabat baikku yang sudah kuanggap seperti saudaraku karena kebetulan dia dan aku adalah tetangga. “Ne… Yuri-ah” jawabku yang langsung berlari kearah Yuri. “Awas kau Heechul … Aku takkan melepaskanmu begitu saja” teriakku sambil tersenyum evil kearahnya. “Hahaha.. diam kau YoonWon !” teriaknya. Yoonwon? Siapa itu?

“Yoonwon siapa yoong?” tanya Yuri yang berjalan disisiku. Ya, biasanya aku dan dia pulang dan berangkat sekolah dengan jalan kaki. Ini dikarenakan rumah kami yang jaraknya sangat dekat. Kebiasaan kami saat kami bersama adalah membagi kisah kelas kami, bahkan mungkin tentang percintaan kami. “Aigooo… aku tidak tau” ucapku yang memandnagi kakiku yang masih terus melangkah. “mmmhhhh, kau tau aku akan ikut perlombaan bersama Siwon. Aku sebenarnya senang tapi, kau tak sendiri kan kalau aku bisa mati kutu saat berhadapan dengannya. Apalagi jika aku akan terus bersamanya? Itu sama saja aku mencari mati” curhatku panjang lebar ia hanya menganggukan kepalanya tanda ia mengerti dan tertawa karena melihat tingkah bodohku karena dia. “Kau tau… Heechul itu sangat menyebalkan rasanya aku ingin sekali menyumpali dia sendal .. eh jangan apa lebih baik kusumpeli dengan Sepatu hak tinggi saja ya?” ucapku sambil tersenyum evil. “Kau ini… hahaha kau lucu sekali kekeke~” ucapnya yang masih sabar menanggapi curhatanku. “Yuri.. kau dulu pernah sekelas dengan Siwon kan?” tanyaku sambil tersenyum malu.

“Iya.. kenapa?” tanyanya menyidik. “Ani.. aku rasa pernah melihatnya” ucapku dengan salah tingkah. “Dia itu sangat pendiam.. Kenapa kau menyukainya?” tanyanya yang berhasil membuat diriku berfikir betapa bodohnya diriku yang bisa mencintai seorang namja seperti dia. “Aku tidak menyukainya…” sangkalku. Dia pun hanya tertawa mengejekku. “Apa itu namanya jika setiap hari kau membicarakannya? Apa namanya jika setiap hari kau suka senyum-senyum sendiri saat melihatnya? Ayolahh Yoona… Aku ini sahabatmu dan aku sangat mengenal sikapmu.. bahkan aku mengerti saat kamu sedang jatuh cinta haha” ledeknnya yang membuat pipiku merona merah. Apakah segampang itukah perasaanku padanya bisa terbaca oleh orang lain? Tapi kenapa dia tak pernah bisa melihatnya?

-TBC-

Bagaimana ? Bagus tidak ?

Readers : “Enggga…..”

65 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s