(Twoshoot) Goodbye Days Part 2 (END)

Author: Kim Hyo Rim (Eugenia Sylvi Indira)

Tittle: Goodbye Days

Poster Goes To : Ahn Jun Kyong @nadya_cyrus

Genre: Romance, Sad, Family, Tragedy

Rating: PG13/PG15

Length: Twoshoot

Main Cast:

-Euiko Inihara/Park Hara (YOU)

-Choi Minho as Choi uisa/Choi Minho

-Park Jiyeon as Park Jiyeon

Other Cast:

-Leeteuk as Park Jung Soo (Tuan Park)

-Lee Donghae as Supir pribadi keluarga Park

-Pelayan Lee *anggap saja bapaknya Lee Donghae*

-etc

NB: Anyeong chingu, aku Hyorimindi datang ini ff Twoshoot pertamaku. Dan semua isinya benar-benar fiksi tentang penyakit dan gejala-gejalanya asli karangan aku BUKAN FAKTA. Jika ceritanya gak sesuai harapan kalian tolong dimaklumi ya. Dan ff ini aku bikin disaat aku lagi sakit sariawan, demam, pusing, radang tenggorokan, sebenarnya sekarang masih sakit tapi udah terlalu kangen sama dunia ff jadinya begini deh. Daripada aku banyak ngomong mendingan baca ja deh ff aku. Mianhae klo banyak typo coz aku mau makan jadi buru-buru..Happy Reading..!!

Don’t be a plagiator and Don’t be a silent readers

MinhoPOV

Aku sangat terkejut melihat hasil pemeriksaan hari ini, kanker nya telah mencapai stadium 4. Aku saja terkejut apalagi Hara, setelah kuberitahu hasil pemeriksaannya ia pamit pulang padaku, namun dari raut wajahnya dapat kulihat bahwa ia sedih dan ingin menangis.

Entah kenapa hati kecilku berkata untuk mengikuti Hara, aku pun segera melepas jas dokterku. Lalu aku mengejarnya, ia berlari sangat cepat namun aku masih dapat mengejarnya.

Saat aku masih mengejarnya aku lihat sebuah foto terjatuh dari tas nya, ini foto ia dengan eomma nya karena aku lihat ada tulisan “My Lovely Mom” dibawah foto itu.

Aku pun memunguti foto itu dan meletakkan foto itu di kantong celanaku lalu aku melanjutkan mengejarnya.

Tiba-tiba ia berhenti di suatu tempat yang sangat sepi dan gelap dan disitulah aku melihat ia menangis, tangisannya sangat dalam.

Aku sungguh tak tega melihat ia menangis seperti itu, lalu aku menghampirinya dan aku mengatakan..

“Namida o sakujo suru..!!” bahasa Jepang yang berarti hapuslah air matamu aku mengetahui kata-kata ini dari kamus bahasa Jepang yang sering aku baca dan tentu saja aku mengingatnya..

Hara mendengarnya lalu ia segera menghapus air matanya dan akupun segera menarik tangannya hingga hara berdiri dan posisi kami saling berhadapan, lalu Hara menatapku..

“Kau..”

“Wae? memangnya aku kenapa?”

“Kenapa kau ada disini Choi uisa?”

“Sudahlah jangan panggil aku dengan sebutan Choi uisa panggil saja aku Minho oppa karena aku lebih tua darimu”

“Ne Minho oppa, jadi kau telah lihat semuanya?”

“Ne? Melihat bertetes-tetes air matamu jatuh, tentu saja aku melihatnya..”

“Hah sekarang pasti kau akan menganggapku gadis yang cengeng dan tak tegar lagi”

“Anii menurutku wajar jika kau menangis, menangis itu bisa melepaskan semua beban yang ada dipikiranmu *author ngarang bebas*”

“Ne sudahlah aku tak butuh julukan gadis tegar lagi, aku hanya yeoja biasa namun aku tak cengeng”

“Ne ara, tidak ada orang yang bisa melarangmu menangis, termasuk eommamu” ucapku sambil menunjukkan foto yang kupungut tadi..

“Darimana kau dapatkan foto ini?”

“Aku mendapatkannya dari jalan tepat disaat kau berlari tadi, sudah masukkan foto itu ke tas mu dan tutup rapat-rapat tasmu agar foto itu tak jatuh lagi”

“Ne gomawo karena kau telah mengerti perasaanku..”

“Ne mulai detik ini jika kau ingin menangis temui aku, aku akan setia menemanimu menangis kau juga boleh menangis di pundakku” ucapku sambil memukul-mukul pundakku.

*_*_*_*

Aku dan Hara sekarang sedang berada di sebuah taman yang sangat asri, harum udara sore musim semi membuat suasana menjadi lebih tenang..

“Hara”

“Ne”

“Kenapa kau tak mau menjalani Kemo Terapi?”

“Karena aku tak mau semua rambutku rontok, jika rambutku nanti rontok orang-orang dapat mencurigaiku bahwa aku terserang penyakit kanker dan menjalani Kemo Terapi. Aku sungguh tak ingin ada yang tahu bahwa aku terserang kanker dan aku hanya ingin menunggu takdir”

“Apa kau ingin segera pergi dari dunia ini? Kau rela meninggalkan semua orang yang sangat mencintaimu?”

“Bukan begitu maksudku hanya saja aku sudah lelah jika harus melakukan berbagai macam pengobatan lagi, namun ujung-ujung nya selalu saja gagal. Lebih baik tak melakukannya lagi, jika ujung-ujung nya aku harus pergi dari dunia ini yasudah dan jika tuhan memberikan suatu keajaiban dan memberikanku umur yang panjang ya aku sangat bersyukur. Semuanya telah kuserahkan ke tuhan.” ucap Hara sambil menunjuk langit sore..

Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya, tiba-tida ada suatu hal yang menarik perhatianku..

“Hara, kau lihat sepasang pasangan tua itu” ucapku sambil menunjuk seorang hamenie yang terduduk lemah di kursi roda sedang disuapkan makanan oleh seorang haraboji yang mungkin nampyeon dari hamenie itu..

“Lihat hamenie itu ia dapat tersenyum walaupun di dalam keadaan tak sehat karena ada seseorang yang berada disampingnya dan tak hanya itu orang itu juga memberikan ketulusan cinta yang sangat dalam pada hamenie itu jadi hamenie itu masih kuat dan masih dapat tersenyum..”

“Ya kau benar..”

“Jadi aku ingin mengatakan, bahwa aku mencintaimu dan aku ingin memberikan ketulusan cintaku agar aku dapat selalu melihat senyummu” ucapku sedikit gugup sambil menatap wajah Hara…

Hara terdiam ia hanya menatapku namun tiba-tiba setetes air bening jatuh dari matanya..

“Hara kau kenapa?” ucapku sambil menghapus air matanya dengan ibujariku.

“Aku sangat bahagia dan terharu ternyata ada orang yang bisa mencintaiku, mau menjadi namjachinguku disaat keadaanku seperti ini”

“Mau keadaanmu seperti apa aku akan selalu mencintaimu, aku akan menemanimu sampai akhir hayatmu. Aku benar-benar mencintaimu Hara” ucapku sambil memeluk tubuh Hara yang sangat dingin.

“Na do, na do saranghaeo Minho-ssi” ucap Hara sambil membalas pelukanku.

Kamipun terlarut dalam suasana yang sangat tenang dan tenteram ini, semenjak Hara tahu sakitnya semakin parah ia mekin melemah ia jadi lebih mudah sedih. Tapi aku maklumi itu mungkin ia tertekan.

*_*_*_*

Kulirik jam tanganku jam menunjukkan pukul 22.30, setelah aku dan Hara berjalan-jalan aku mengantarkan Hara pulang.

Karena menurut Hara jika sudah melebihi jam 22.00 semua orang yang ada dirumahnya telah tertidur kecuali pelayan-pelayannya. Jadi aku memberanikan diri mengantarnya pulang.

*_*_*_*

JiyeonPOV

Hah jam telah menunjukkan pukul 22.30 namun aku belum dapat tidur, lalu kudengar suara mobil berhenti di depan rumahku.

Karena penasaran aku mengintip dari balik jendela kamarku.

“Itukan Minho oppa kenapa malam-malam ia kesini? Apa ada hal penting yang ingin ia bicarakan denganku?” gunamku melihat Minho oppa keluar dari mobilnya.

Lalu kulihat Minho oppa membukakan pintu mobilnya untuk seseorang siapa itu..??

Lalu keluar seorang yeoja dengan rambut gelombang panjangnya, aku kenal yeoja itu.

Itukan Euiko eonnie, kenapa ia bisa bersama dengan Minho oppa? Apakah mereka saling mengenal?

Lalu kulihat Euiko eonnie berjalan menuju pagar rumah namun tiba-tiba ia berbalik.

Lalu *CUUUPPP* Minho oppa mengecup bibir Euiko eonnie kilat tapi itu cukup untuk menghancurkan hatiku.

Lalu kulihat senyum terpancar dari wajah Euiko eonnie, cukup aku tak ingin melihatnya lagi. Ini sudah cukup menyakitkan untukku..

EuikoPOV

Setelah Minho oppa membukakan pintu, aku langsung keluar dari mobil lalu membungkukkan tubuhku sambil mengucapkan terima kasih.

Sehabis itu aku berjalan menuju ke dalam rumah, aku baru saja ingin membuka pagar namun tiba-tiba..

“Hara” ucap Minho oppa memanggilku..

Lalu aku berbalik dan *CCUUUPP* Minho oppa mengecup bibirku kilat, namun terasa sangat menenangkan, aku terkejut dan aku hanya dapat tersenyum lalu kuucapkan terima kasih ke Minho oppa.

“Ne cheon, jaga baik-baik kesehatanmu” ucap Minho oppa sambil membelai rambutku.

Aku hanya membalasnya dengan anggukan, lalu Minho oppa pamit dan menyuruhku untuk segera masuk ke dalam rumah karena hari semakin dingin dan aku menurut.

*_*_*_*

Aku berjalan menuju kamarku, aku masih memikirkan kejadian menyenangkan hari ini.

Aku beruntung karena tuhan memberikanku seorang malaikat yang memberikan cinta nya yang tulus untukku, malaikat itu dapat mengembalikan senyumanku yang sempat pudar. Semenjak bertemu dengan Minho oppa aku selalu berdoa ke tuhan agar aku diberi kesempatan untuk hidup lebih lama untuk merasakan rasa cinta yang sangat sulit aku dapatkan.

Tiba-tiba lamunanku terhenti karena aku mendengar suara isakan dari kamar Jiyeon, kenapa ia menangis.

Aku sempat ingin mengetuk pintu kamarnya, namun aku ingat bahwa ia membenciku keberadaanku di dekatnya malah membuat ia merasa buruk. Lebih baik aku tak mempedulikannya tapi kenapa hati kecilku merasa bersalah padanya. Hah sudahlah lupakan mungkin itu hanya perasaanku saja.

JiyeonPOV

Pagi-pagi sekali aku bangun dan memutuskan untuk bertemu dengan Minho oppa di Hyewa Hospital..

“Oppa siapa Hara?” ucapku to the point saat aku sampai di ruang kerja Minho oppa.

“Hara itu seorang yeoja cantik, ramah, kuat daaaaaannnnnnn sekarang ia menjadi milikku menjadi yeojachinguku yang sangat aku cintai”

“Mwo? Yeojachingumu? Apa yang oppa lakukan semalam sampai-sampai panggilanku tak diangkat?”

“Ne mianhae aku tidak mengangkat panggilanmu kemarin, aku hanya berjalan-jalan di taman dan makan malam untuk menghibur Hara yang sedang sakit parah lalu mengantarkan ia pulang”

“Hara, apakah Hara itu seorang yeoja blasteran Jepang Korea yang bernama asli Euiko Inihara”

“Mwo? Anii dia bukan eonniemu?”

“Aku tak tanya Hara itu adalah eonnieku atau tidak, aku hanya tanya apakah Hara itu bernama asli Euiko Inihara dan oppa tau darimana bahwa Euiko Inihara itu eonnieku aku kan belum memberitahukannya kepada oppa?”

“Jiyeon sebenarnya Hara adalah eonniemu yang bernama Euiko Inihara ia mengidap penyakit kanker otak stadium 4 ia memintaku untuk menjaganya dari semua orang termasuk kau. Tolong kau bantu dan berikan sedikit kepedulianmu padanya”

“Cukup aku sudah tak ingin mendengarnya” ucapku lalu pergi meninggalkan Minho oppa..

MinhoPOV

Maafkan aku Hara, karena aku tak dapat menjaga semua rahasiamu. Cheongmal mianhae, aku harus menemui Hara sekarang, aku harus menghubunginya terlebih dahulu.

Hara kenapa kau tak angkat panggilanku berkali-kali aku menghubungimu namun tak kau jawab sekalipun, lebih baik sekarang aku ke rumahnya, aku takut terjadi apa-apa dengannya..

EuikoPOV

Matahari hari ini sangat menggelitik mataku, aku terbangun tubuhku sangat lemas hari ini. Untuk bangun dari tempat tidur saja sangat sulit sebenarnya apa yang terjadi denganku?

Akhirnya aku dapat berdiri namun kakiku sangat sulit untuk berjalan, aku tak dapat berjalan lurus.

Tak sengaja tanganku menyenggol vas bunga yang berada di meja make up.

*PRRAAANNGG* pecahan vas bunga itu mengenai tanganku dan memberikan sedikit goresan berwarna merah terang di sana.

Rasanya sangat perih namun tak sesakit kepalaku, kepalaku terasa terikat kuat sangat pusing, pandanganku kabur, kakiku melemas tak dapat menopang tubuhku, aku terjatuh lalu aku tak dapat melihat apa-apa lagi.

JiyeonPOV

Aku berlari menjauh dari rumah sakit, sedih kesal itu yang aku rasakan.

Sedih karena ternyata eonnieku mengidap penyakit berbahaya seperti itu dan kesal karena tahu bahwa Minho oppa dan Euiko eonniie memiliki hubungan khusus.

Tapi aku sadar bahwa..

Cinta itu tidak dapat dipaksakan..

Jadi jangan terlalu berharap cinta dari orang yang tidak dapat mencintai kita..

BODOH jika kita selalu memaksakan kehendak orang itu untuk mencintai kita..

Kita bagaikan pengemis cinta yang tak akan diberi satu tetespun cairan cinta dari orang itu..

Jadi sekarang aku relakan Minho oppa untuk Euiko eonnie dan aku ingin minta maaf atas apa yang aku buat pada eonnie sekarang aku memutuskan untuk ke kantor appa dan menceritakan semuanya.

MinhoPOV

Aku pergi menuju rumah Hara aku merasa ada hal yang sangat bahaya terjadi pada Hara.

Sesampai di rumahnya aku menemukan Hara terkapar lemah di lantai kamarnya tangannya terluka, wajahnya sangat pucat, kamarnya berantahkan penuh dengan pecahan vas bunga aku segera pergi membawanya ke rumah sakit.

*_*_*_*

Di rumah sakit aku menunggu dokter selesai memeriksa Hara, semoga Hara baik-baik saja aku tak henti-hentinya berdoa untuk Hara. Tak lama dokter keluar dari kamar ICU tempat Hara diperiksa..

“Bagaimana keadaanya?”

“Ia melemah, penyakitnya makin parah operasi sudah tak dapat dilakukan lagi karena penyakitnya sudah mencapai stadium akhir kita hanya dapat menunggu dan berdoa maafkan saya..” ucap dokter itu lalu pergi meninggalkanku.

Aku segera masuk ke kamar ICU tempat Hara di rawat, Hara badannya sangat lemah, tubuhnya pucat dan dingin saat disentuh, walaupun begitu ia masih tetap terlihat cantik.

“Hara, ini aku Minho. Apakah kau dapat mendengar suaraku? Hara jangan tinggalkan aku, aku masih ingin melihat senyummu, merasakan dinginnya tanganmu, membelai rambut panjangmu, dan merasakan kehangatan hatimu. Hara bangunlah aku ada disini, aku janji akan selalu menemanimu Hara. Mianhae karena aku tak dapat menjagamu dengan baik..” ucapku sambil menggenggam tangan Hara..

Tiba-tiba..

“Eonnie” ucap Jiyeon dengan tatapan sedih.

“Euiko anakku” ucap tuan Park lalu datang menghampiriku dan Hara.

“Euiko kenapa kau tidak memberitahukan kepada kami bahwa kau mengidap penyakit kanker seperti ini? Maafkan appa yang tak pernah mempedulikanmu Euiko mianhae..” ucap tuan Park sambil memeluk erat tubuh Hara.

“Oppa aku ingin bicara” ucap Jiyeon sambil menatapku. Lalu kami pergi keluar ruangan..

“Jiyeon kau tau darimana kalau Hara ada disini?”

“Aku tahu dari pelayan rumahku, bahwa kau membawa Euiko eonnie ke rumah sakit karena eonnie pingsan di kamarnya. Oppa sejak kapan kau tahu bahwa eonnie mengidap penyakit kanker?”

“Sekitar 3 bulan yang lalu, disaat pertama kali aku bertemu dengannya di halte bus lalu…” ucapku menceritakan semuanya..

Lalu aku lihat Jiyeon menangis..

“Jiyeon gwaenchana”

“Aku egois karena aku selalu memikirkan diriku sendiri selalu ingin tak ada Euiko eonnie disisiku dan saat tuhan mengabulkan keinginanku aku merasakan semuanya. Semuanya terasa lebih menyakitkan daripada disaat ada Euiko eonnie di dekatku. Aku tahu penyesalan selalu ada di akhir”

“Tenanglah Jiyeon..”

Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan histeris dari kamar Hara..

“EUIIIIIKKKKKKOOOOOO andwae jangan pergi tinggalkan apa EUUUIIIIKKOO”

Aku pun bergegas ke kamar Hara lalu aku menekan tombol darurat, tak lama dokter datang. Aku, Jiyeon, dan tuan Park disuruh untuk keluar dari ruang ICU..

Tak lama uisa yang menangani Hara keluar lalu ia mengatakan..

“Maafkan kami, Euiko telah pergi, ajal telah menjemputnya. Kami tak dapat membuat ia bertahan cheongmal mianhae..”

Aku pun segera masuk ke ruang ICU, aku lihat tubuh lemah Hara telah ditutupi dengan selimut.

Kubuka selimut itu kutatap wajahnya..

“Ia telah pergi, pergi dengan tenang dan bahagia, karena wajahnya tersenyum. Senyum yang tak pernah kulupakan. Aku mencintaimu Hara saranghae, hidup tenteramlah disana saranghae” ucapku sambil mengecup kening Hara.

Lalu kulihat Jiyeon dan tuan Park datang lalu mereka memeluk tubuh kaku Hara..

“Hara aku tak akan melupakanmu, senyummu, tawamu, sedihmu, semua tentangmu karena aku mencintaimu sangat mencintaimu…”

*_*_*_*

Tak terasa telah 3 hari berlalu setelah hari pemakaman Hara tentu saja aku tak dapat melakukannya entah mengapa hati kecilku memintaku untuk pergi ke rumah Hara. Aku pun pergi ke rumah Hara sesampainya disana aku disambut dengan senyuman ramah oleh Jiyeon..

Aku memutuskan pergi ke kamar Hara kuperhatikan semua isi ruangan itu penuh dengan foto-foto nya dan tak sengaja aku menjatuhkan sebuah kotak yang berada di meja belajarnya…

Isi kotak itu berhamburan di lantainya lalu aku menemukan sebuah surat yang bertuliskan “To: Minho oppa” aku ambil surat itu lalu kubaca isinya..

……………………..

Oh goodbye days ima kawaru ki gasuru kino made ni so long

Kakkoyokunail yasashi saga sobani aru kara

Lalalalala with you

…………

Lalalala goodbye days

Anyeong oppa aku tahu oppa sangat suka bila mendengar aku menyanyikan lagu ini, jadi sebagai pembukaan surat ini, aku nyanyikan lagu Goodbye Days buat oppa..

Oppa kau tahu kan kalau aku mengidap penyakit kanker otak, entah mengapa hari ini semua tubuhku tak dapat berfungsi baik, aku merasa lemah benar benar lemah..

Harusnya aku tak boleh lemah karena ada oppa disampingku, lagu yang aku tulis terasa seperti lagu terakhir yang kunyanyikan untuk oppa karena hari ini aku merasa bagaikan hari-hari terakhirku di dunia makanya aku memutuskan untuk menulis suratnya..

Aku takut, takut sekali jika saat oppa membaca surat ini aku sudah pergi dari dunia ini..

Aku masih ingin hidup bersama Oppa, Omma, Appa, dan Jiyeon..

Sejahat-jahatnya Appa dan Jiyeon padaku aku tahu mereka pasti menyayangiku..

Aku bodoh karena baru menyadari itu semua sekarang, aku tahu penyesalan selalu berada di akhir..

Yang jelas aku ingin minta maaf kepada semuanya terutama Appa dan Jiyeon..

Aku benar-benar ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang jelas aku mencintai kalian semua Oppa, Omma, Appa, dan Jiyeon..

Saranghae cheongmal saranghaeo..

Hiduplah bahagia dan anggap saja aku tersenyum di dekat kalian semua..

Terima kasih Oppa..

Notes: Oppa setelah kau baca surat ini, tolong sampaikan semua ucapanku pada Omma, Appa, dan Jiyeon.. Terima kasih oppa..

Saranghae..❤

Saat membaca surat itu, tetesan cairan bening jatuh dari mataku, aku benar-benar sedih kau pergi meninggalkanku. Walaupun begitu akhirnya aku tahu walaupun ragamu telah pergi hatimu masih ada di hatiku, dan senyummu selalu ada di dekatku..

Saranghaeo Hara-ah…❤

Aku akan selalu tersenyum untukmu dan selalu menganggap senyummu masih ada di dekatku sebagai pemberi semangat hidupku. Aku tak akan melupakanmu karena aku sangat mencintaimu sangat sangat mencintaimu Saranghae….

-END-

NB: Mianhae klo ceritanya gak sesuai harapan kalian, coz otak aku mentok-mentok gimana gitu hehe.. Gomawo ya udah mau read ff aku.. DON’T BE A SIDERS AND DON’T BE PLAGIATOR

5 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s