FF HaeSica – Saranghae My Pretty Sica

Annyeong chingudeul semuanya,, aku balik lagi dgn FF Super Generation,, kali ini aku pake cast.a adalah emak-babe-ku #plak!. THIS IS IT…. *JENG..JENG..JENG* HAESICA!!!!. FF ini spesial buat pasa Gorjess Spazer, ELFishy, dan para Ice Fishy jadi kalo kalian merasa jadi seorang Ice Fishy, kalian harus kudu wajib mesti baca nih FF. Spesial Thanks buat sahabat+adek aku Rhara Liu *jhak,, kyak marganya Amber,, jgn2 mereka keluarga terpisah #plak!!*. Ok deh,, CEKEDAUT!!!

Rating : G
Gendre : Romantic, Tragedy
Cast : SNSD Jessica and SJ Donghae
Main Cast : SNSD Sooyoung and SJ Kyuhyun *selalu muncul walopun nyempil2 hehehe #Knight Shipper akut*
NB : Add aku di FB ya,, Klik disini
———————————————————————————————————————–
Jessica POV

“ Oppa, bukankah kau sudah berjanji untuk menjemputku?? Kita jadi pergi nonton bioskop kan??” tanyaku manja.

“ Sepertinya tidak bisa Sica, oppa sangat capek saat ini. Bagaimana kalau besok saja??” kata Donghae oppa. Aku mulain merengutkan wajahku.

“ Oppa menyebalkan, kan oppa sudah janji padaku!!” omelku kesal.

“ Jeongmal mianhae Sica-ya, ini semua bukanlah kehendak oppa” ucap Donghae oppa dengan nada menyesal.

“ Hah sudahlah, aku kecewa dengan oppa” kesalku lalu menutup telepon. Aku kesal dengan Donghae oppa. Akhir-akhir ini Hae oppa sering sekali tidak menepati janji, bukannya dia tau kalau aku tidak suka dengan yang namanya ingkar janji. Aku melempar handphoneku keatas tempat tidurku lalu kemudian berbaring disana.

Hfft, kenapa sih Hae oppa akhir-akhir ini? Dia sering tidak tepat janji, suka menghindar dariku, suka tidak menjawab telpon dan smsku. Sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku??. Apa dia memiliki wanita lain??. Apa dia bosan denganku??. Kalau memang begitu adanya, kenapa dia tidak mengatakannya langsung padaku?. OK kalau dia memang sibuk, tapi tidak bisakah dia meluangkan waktu untukku hari ini??. Ini kan hari ulang tahunku. Lagipula ulang tahunku hanya setahun sekali, bukan setiap hari. Drrt…Drrt… tiba-tiba handphoneku berbunyi.

From : Hae oppa
Sica-ya, apa kau marah denganku?? Jangan marah ya,, jebal…
😥

To : Hae oppa
Ani, aku tidak marah. Aku hanya kecewa padamu saja. Akhir-akhir ini oppa selalu menghindariku, waeyo?? Oppa sudah bosan denganku??

From : Hae oppa
Anio, bukan begitu. Sekarang oppa hanya sedang disibukan dengan banyak kegiatan. Oppa tidak pernah bosan denganmu, kamulah yang terindah dalam hidup oppa

To : Hae oppa
Oh, begitu ya??. Ya sudahlah, aku juga tidak bisa memaksa. Aku hanya sedih karena oppa tidak bisa ada disampingku disaat aku berulang tahun, itu saja kok oppa.

From : Hae oppa
Anio, oppa akan segera kerumahmu Sica. Tunggu oppa disana ya, oppa punya kejutan untukmu. Menunggulah untukku my pretty Sica

To : Hae oppa
Ne oppa, aku akan selalu menunggumu….

Aku mengakhiri acara smsanku dengan Hae oppa. Ya, itulah dia, selalu saja ingin membuatku bahagia tanpa memikirkan kondisi diri sendiri. Mungkin aku terkesan egois dengan memaksanya seperti ini, tapi apa aku salah?? Ini hari ulang tahunku dan aku ingin kekasihku ada disampingku untuk menemaniku.
Aku mulai mengingat-ingat kembali semua yang telah aku lalui dengan Hae oppa. Semua yang aku suka darinya. Mungkin jika melihat keadaan kami sekarang, kalian berpikir bahwa Hae oppa yang duluan menyukaiku, padahal aku yang duluan menyukainya…

Flash Back….

“ Sica-ya, itu yang namanya Kyuhyun oppa” kata Sooyoung sambil menunjuk seorang namja berambut ikal yang sedang memegang PSP.

“ Hm, lumayan juga dia. Tapi kau yakin dia serius denganmu? Sepertinya dia punya sifat acuh tak acuh Soo” komentarku.

“ Aku yakin kok, tapi kalau dia sudah ‘selingkuh’ dengan PSP-nya, dia memang jadi acuh tak acuh pada semua orang. Makanya sebisa mungkin hindari dia untuk memiliki kesempatan ‘berkencan’ dengan PSP-nya” jelas Sooyoung dengan penuh semangat. Aku hanya geleng-geleng kepala saat mendengar kata-katanya

“ Ckckck, Sooyoung..Sooyoung, aku jadi kasihan melihatmu. Masa sainganmu adalah PSP sih?? Hahaha” tawaku senang. Saat aku tertawa, aku melihat sesosok cowok tampan berjalan mendekati Kyuhyun. Seketika itu juga aku berhenti tertawa dan menatapnya terkagum-kagum.

“ Pria itu namanya siapa Soo??” tanyaku penasaran sambil menunjuk pria itu.

“ Oh itu? Itu Donghae oppa, anak basket. Kenapa memang Sic?? Kau suka padanya??” tanya Sooyoung balik. Aku tidak menjawab pertanyaannya. Tapi yang menyedihkan adalah aku menyadari kalau pipiku memerah. Sooyoung langsung menarik tanganku menuju tempat Donghae dan Kyuhyun duduk.

“ Annyeong Hae oppa, Kyu oppa” sapa Sooyoung. Aku menundukan kepalaku saat menyadari kalau Hae oppa sedang menatapku.

“ Kamu Jessica ya?? Kamu Unnie-nya Krystal kan??” tanya Donghae oppa. Aku mengangkat wajahku dan menatapnya bingung.

“ Tau darimana??” tanyaku balik. Dia tersenyum senang kearahku.

“ Akhirnya aku punya kesempatan untuk berbicara denganmu. Adikmu sedang pacaran dengan adikku kan??” tanyanya.

“ Krystal pacaran dengan adikmu?? Siapa nama adikmu??” tanyaku lagi.

“ Ya, tidak bisa dibilang adikku juga sih, tapi dia sudah seperti adikku sendiri. Namanya Choi Minho” jawabnya. Sooyoung langsung membulatkan matanya begitu mendengar nama adiknya disebut.

“ Ooo tuh bocah naksir sama Krystal, pantesan akhir-akhir ini suka salting kalo Sica kerumah dan suka nanya2 soal Krystal. Kenapa dia ceritanya ke oppa?? Kenapa gak ke aku ajah??” kata Sooyoung.

“ Kalau cerita ke kamu, nanti kamu malah jadi sering ngeledek dia” komentar Kyu oppa.

“ Jadi kamu mau kan, bekerja sama dengan aku untuk mendekatkan adik kita??” tanya Hae oppa. Sooyoung menekuk wajahnya.

“ Itu adikku oppa, jangan mengklaim sembarangan!” omel Sooyoung. Donghae oppa hanya tertawa ringan lalu mengacak-acak rambut Sooyoung.

“ Ne, itu adikmu Soo” kata Donghae oppa mengalah. Aku jadi iri melihat kedekatan Hae oppa dan Sooyoung.
Flash Back End

Sejak itu kami berdua jadi dekat. Aku sangat amat berterimakasih pada adikku Krystal, berkat dia, aku dan Donghae oppa bisa bersama-sama.

“ Tuhan, aku harap aku dan Donghae oppa bisa bersama-sama selamanya” pintaku sambil menatap langit-langit. JEGER!!! *gak enak banget suaranya*. Aku dikagetkan dengan suara gemuruh petir yang sangat dasyat dan seketika itu juga hujan turun dengan lebatnya. Tiba-tiba fotoku dan Donghae oppa terjatuh dari meja dan pecah. Perasaanku berubah jadi tidak enak. Apa terjadi sesuatu dengan Donghae oppa??. Aku segera mengambil handphoneku dan meng-sms Donghae oppa.

To : Hae oppa
Oppa, gwaenchana?? Jika kau baik-baik saja, tolong telpon aku, aku takut terjadi sesuatu denganmu

Tok..tok..tok. Aku menekan tombol ‘send’ sebelum akhirnya membuka pintu. Karena orang yang mengetuk pintu itu tidak sabaran, aku harus berlari untuk membukakannya pintu.

“ Sia…”. Tiba-tiba orang itu memeluk tubuhku erat. Aku langsung membalas pelukannya. Itu Donghae oppa. Aku senang dia baik-baik saja. Semua ketakutanku ini hanya kecemasan biasa saja.

“ Sica-ya, Saranghae” ucapnya lirih. Tubuhnya menggigil kedinginan. Tentu saja, saat ini tubuhnya basah kuyup karena air hujan.

“ Nado saranghae oppa” balasku. Dia membelai rambutku dan melepaskan pelukannya.
“ Oppa, ayo masuk dulu. Kau harus ganti baju, nanti kau sakit” ujarku. Dia hanya tersenyum dan berjalan masuk kedalam kamarku lalu menutup pintu. Aku langsung tersenyum begitu pintu kamarku ditutup. Akhirnya Donghae oppa datang juga, dia hamper saja membuat ultahku menjadi black birthday. Kring…kring…kring… tiba-tiba telpon rumahku berbunyi.

“ Yoboseo??” ucaku riang. Terdengar suara isakan tangis diseberang.

“ Si..ca-ya, Ha..hae oppa, di..dia mening..gal” isak suara itu. Itu adalah suara Sooyoung. Aku langsung shock begitu mendengar kata-katanya.

“ Yak, Sooyoung-ah, apa kau mabuk?? Jelas-jelas dia sedang bersamaku sekarang. Dia sedang ganti baju dikamarku” sangkalku.

“ A..nio, di..dia su..dah men..ninggal Sica. C..coba kau lih..at berita di ti..vi” katanya. Aku langsung meletakkan kembali gagang telepon itu dan berjalan menuju televisi dan kemudian menyalahkannya.

“ Sebuah tabrakkan dasyat terjadi didepan sungai Han 15 menit yang lalu. Sebuah mobil BMW dengan plat nomor H 4351 CA *ngarang, kalo diterjemahi jadi Haesica* menabrak pembatas jalan. Sang pengemudi yang diketahui bernama Lee Donghae ini diduga sedang mengambil sesuatu yang terjatuh dan tidak mengetahui bahwa mobil yang dikemudikannya keluar dari jalur” ujar sang reporter. Aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku. Air mataku langsung mengalir deras.

“ I..ini tip..puan kan??” tanyaku. Akupun berlari menuju kamarku dan membukanya dengan paksa. Tidak ada Donghae oppa disana, hanya ada secarik kertas dan sebuah kotak transparan berisi sebuah cupcake pink. Aku mendekati cupcake itu. Disana ada sebuah boneka dari icing sugar berbentuk seorang laki-laki yang mencium pipi kekasihnya. Aku mengambil kertas itu dan membacanya.

18 April 2011
For my Pretty Sica

Saengil Chukkae Pretty Sica, semoga diulang tahunmu yang ke 22 ini kamu semakin dewasa ya. Mianhae kalau akhir-akhir ini aku selalu menghindar darimu. Itu semua karena aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu. Kau tau kan kalau aku paling anti sama yang namanya memasak? Kali ini aku memasak sebuah cupcake khusus untukmu. Ini adalah hasil dari belajar memasak bersama Ryeowook selama seminggu. Sebenarnya aku sudah membuat 239 cupcake, tapi dari semuanya hanya inilah yang paling bagus, aku harap kau menyukainnya.
Sica-ya, terimakasih sudah mau bersama-sama denganku selama ini, kau adalah anugrah yang terindah untukku. Tetaplah tersenyum sekalipun keadaanmu tidak memungkinkan. Jika kau sulit melakukan hal itu, ingatlah bahwa aku akan selalu ada disisimu untuk menghapus air matamu.
Sica-ya, jika suatu saat keadaan tidak memungkinkan kita untuk bersama-sama, tetaplah percaya kalau aku ada selalu dihatimu dan tak akan pernah pergi.
Saranghae my Pretty Sica….

Air mataku mengalir deras begitu membaca surat itu. Mianhae oppa, aku tidak bisa membendung semua air mataku. Aku…aku masih merasa kaget atas semua ini.

“ Tersenyumlah Sica, aku tidak suka melihatmu sedih” ucap seseorang. Aku mengadahkan wajahku untuk menatapnya.

“ Ha..hae oppa?” kataku. Dia memakai pakaian serba putih, dia juga terlihat sangat amat tampan. Diapun berlutut duduk disampingku dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya.

“ Jangan menangis, bukankah kau tau kalau aku tidak suka melihat mu menangis?” katanya.

“ Bagaimana aku tidak menangis oppa? Kenapa kau meninggalkan aku sendirian?” tanyaku lirih.

“ Mungkin ragaku meninggalkanmu, tetapi sesungguhnya aku selalu ada dihatimu Sica. Mianhae Sica, oppa harus pergi. Waktu oppa sudah habis” ucapnya lalu bangun.

“ Andwe,, oppa,, jangan tinggalkan aku!!!” teriakku sambil berusaha memegang tangannya. Namun tidak bisa, tangannya seakan hanya bayangan belaka. Cahaya putih mengelilinginya.

“ Goodbye… my pretty Sica…” ucapnya lalu pergi…
———————————————————————————————————————–
RCL Please.
Sama jgn cuma comment yg standart kyak Nice, Keren, dll dong chingu. Aku juga butuh kritik n saran biar FF-ku semakin bagus,, kalo kalian mo SKSD sama aku juga gppa,, malah aku seneng banget bisa SKSD sama Readers sekalian, psti aku ladenin deh

29 responses

  1. kenapa harus pisah?
    sica ikut mati aja kalau gitu biar bisa sama hae oppa. *di gampar sica
    keren lah.. tpi enddingnya sad..
    hua hua hua hua…..

  2. Jujur nih min , air mata ku netes😦
    Huaaaa
    Dikamar ada poster donghae ama sica yang aku tempel sebalahan . Aku ngebayangin kalo ini bener” kejadian
    Huwaaaa Huwaaaaa
    Tapi FF nya bagus min😀

    HaeSica Jjang !!

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s