Married By Accident Chapter 2

Married By Accident Chapter 2

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Threeshot *?*

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E & A-N-G-S-T

Rating      : PG

Cast          : Cho Kyuhyun (SUJU), Kwon Yoora (OC), Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC) and other cast you can find it by yourself.

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya :D

 

Huft… lagi pengen nyoba-nyoba bikin FF dg tema Wedding lagi :D Emang sih yg kyk gini udh psrn bgd. Tapi kalo yg ini berhasil, nnti trik bikin lagi Cuma beda ama yg ini dan ff2 lain *mumpung idenya ada :P *

kalo responny bnyk & bagus2, trik post deh lanjutannya ^^

Buat yang nungguin JC Entertainment ama Too Perfect – I Love You Friend, sabar yaa ^^ Rien onnie ama Fiona onnie juga sabar yaa ^^ FFnya akan segera Trik kelarain :D

 

Yoora’s POV

 

“Yoora-ya, ini aku bawakan jusnya!”

“Omo?! Bukannya tadi kau bilang mau memintakan tomat saja? Kenapa sekarang malah membawa jusnya?” kagetku melihat Sungmin oppa membawa segelas jus.

Aigooo… aku terharu T,T

 

“Kebetulan ada wortel juga di sebelah. Jadi sekalian saja aku buatkan.”

“Gomawo oppa. Kau baik sekali! Andaikan Kyuhyun sepertimu…” haah.. tak sadar air mataku mengalir.

“Huusstt… jangan menangis.” Sungmin oppa menghapus air mata di wajahku dengan kedua jempolnya.

Ah! Kenapa wajah kami sedekat ini??

Membuat jantung berdetak tak beraturan saja -_-

 

Ya! Yoora babo!! Sadar woi sadar!! Kau sudah menikah! Sudah punya suami! Dan sedang mengandung!! Ckckck… jangan pikirkan namja lain selain Kyuhyun.

 

Kreeetttt.

Kami berdua menoleh ketika seseorang membuka pintu apartementku.

 

“Apa yang kalian lakukan??” tanya Kyuhyun seraya menatap kami berdua tajam.

Sungmin oppa menurunkan tangannya dari wajahku.

“Tidak ada yang kami lakukan. Jangan salah paham dulu Kyu!” Aku mengangguk-anggukkan kepalaku setuju dengan ucapan Sungmin oppa.

Kyuhyun tak menanggapi ucapan Sungmin oppa barusan. Ia hanya memberi kami tatapan tajam lalu berjalan melewati kami & masuk ke kamar.

 

“Haaah… anak itu childish sekali! Sudahlah Yoora-ya, jangan terlalu diambil hati tindakannya barusan. Kurasa ia hanya cemburu karena istrinya dekat-dekat dengan pria lain. Kekeke…” kekeh Sungmin oppa.

Benarkah?? Ia cemburu??

~T_T~

 

SM Entertainment baru saja merilis album ke-5 Super Junior.

Tapiii… angka penjualannya anjlok.

 

Haaah… ini semua pasti karena kehamilanku & pernikahanku dengan Kyu. Aku jadi merasa bersalah pada oppadeul. Karena akulah hasil penjualan album mereka menurun. Oppadeul, mianhae :”(

 

Kyuhyun masuk ke kamar dengan wajah lesu. Aku tahu ia kecewa dengan hasil penjualan album grupnya.

“Kyu, mianhae…” ucapku tulus. “Kau pikir ucapan maafmu barusan bisa membuat angka penjualan album kami melonjak??” tanyanya ketus.

“Aa..aku..”

“Berhentilah bicara! Kau membuat moodku semakin buruk!” ketusnya. Ia naik ke ranjang lalu tidur memunggungiku.

 

Entah sejak kapan, aku merasa, aku bukanlah Yoora yang kuat lagi. Sekarang, aku hanyalah sesosok Yoora yang lemah, rapuh, & bisa hancur berkeping-keping kapanpun. Lihat saja! Karena mendengar ucapan Kyuhyun barusan aku menangis.

 

Ya. Aku tahu apa yang ia katakan barusan memang benar. Maaf saja tak akan membuat angka penjualan album SuJu melonjak. Tapi… apa yang bisa kulakukan selain berkata maaf??

 

~T_T~

Aku adalah sebuah gelas kaca. Kau hanya perlu menjatuhkanku maka aku akan pecah menjadi berkeping-keping.

 

Kubuka tirai kamar kami hingga sinar matahari bisa menerobos masuk dan membuat Kyuhyun terbangun.

Setidaknya sekarang pikiranku sudah lebih tenang. Mandi membuat emosi dalam diriku mereda. Semua beban seakan terasa berkurang meskipun hanya sedikit.

Kulangkahkan kakiku keluar kamar dan menyiapkan sarapan untukku dan bayiku. Kyuhyun?? Haaah… ia tak pernah mau memakan masakanku. Ia pasti akan ke dormnya dan makan disana -_-

 

Ting Tong! Suara bel membuat perhatianku teralih dari bawang yang sedang kupotong.

 

Kubuka pintu apartementku tanpa melihat siapa yang datang dari intercom.

Tak ada orang?? Lantas… siapa yang memencet bel tadi??

Haah.. mungkin kerjaan orang iseng.

Aku berniat menutup pintu, namun pandanganku tertuju pada sebuah kotak di depan pintu apartementku.

Aku membungkukkan badanku dan meraih kotak tersebut.

Tunggu?? Kenapa ada talinya??

Aku berdiri dan

BYUUUURRRRR

 

Cairan apa ini?? Warnanya merah pekat & berbau anyir.

“AARRRRRGGGHHHHHHHHHHH!!!” jeritku ketika aku sadar bahwa cairan yang baru saja membasahi tubuhku adalah darah yang aku tak tahu itu darah apa.

Tubuhku bergetar hebat. Eomma…. Aku takut darah. Bau anyir dari darah ini membuat kepalaku pusing.

“Ahh…” aku meringis pelan dan semuanya menjadi gelap.

 

~T_T~

 

“Yoora-ya.” Samar-samar kudengar seseorang memanggil namaku.

“Yoora-ya kau sadar??”

“Ri..ri?”

“Syukurlah kau sudah sadar! Aku mengkhawatirkanmu! Kau tak apa kan??” Aku menggelengkan kepalaku. “Hanya sedikit pusing dan mual saja.”

“Siapa yang melakukan ini padamu??” Aku menggelengkan kepalaku, tak tahu.

“Kau membuat kami panic & cemas!”

“Kami??” “Ne! Aku dan member-member Super Junior! Kami khawatir sekali! Kau pingsan di depan pintu bersimbah darah. Sungmin oppa tak henti-hentinya berdoa dari tadi memohon agar tak terjadi apa-apa padamu!”

Sungmin oppa?? Kenapa bukan Kyuhyun?? :”(

 

“Mian, aku tak bermaksud membuat kalian cemas tadi. Aku…. Hanya shock saja. Kau tahu kan aku sangat takut dengan yang namanya darah?!” Riri mengangguk menanggapi ucapanku barusan.

Ia membelai lembut rambutku. Riri… kami seumuran tapi aku merasa ia lebih dewasa dariku. Ia… tipikal gadis lembut & penyayang. Inilah alasan mengapa aku bisa betah & nyaman berada di dekatnya. Ia.. adalah sahabat yang baik dan aku tak mau menyakitinya.

 

~T_T~

 

“Haaaah…” ini sudah yang kesekian kalinya aku mendesah.

Entahlah, saat ini pikiranku benar-benar kacau. Sedari tadi, yang terlintas di benakku adalah mati, mati, dan mati.

 

Aaaarrrggghhhh… aku ingin mati rasanya.

 

Hidup seperti ini membuatku benar-benar tertekan dan selalu MATI yang terlintas di benakku. Yeah… sepertinya aku memang harus mati agar tak pernah merasakan sakit ini terus.

Tapi…. Aku takut mati. Mati itu… pasti sakit.

Haaah… sepertinya aku harus mencari cara yang enak untuk mati.

 

Aiyaaa!!!! Yoora babo! Mana ada yang namanya mati itu enak -_-

 

“Idiiihh… wanita sundal!”

“Tch! Gadis murahan!”

“Dasar wanita jalang! Pasti ia sengaja memaksa Kyuhyun oppa untuk tidur dengannya!”

“Iiiuuuh.. menjijikkan! Demi bersama Kyuhyun oppa, ia bahkan menjual tubuhnya!”

“Aku ingin sekali membunuh wanita yang telah merebut Kyuhyun-ku!!!”

“Hyaaaa… aku sumpahi ia keguguran!!”

“Aku tak yakin anak yang ia kandung itu anak Kyuhyun oppa!”

“Aaaarrrrggghhhh… semoga Kyuhyun oppa segera menceraikannya!! Aku tidak rela Kyuhyun oppa menikah dengannya! Lebih baik Kyuhyun oppa menikah dengan Sungmin oppa atau member girlband lain!”

 

Komentar-komentar menyakitkan yang aku baca di salah satu forum tentang pernikahan & kehamilanku membuatku semakin down :”(

Wanita jalang? Murahan? Sundal?

Haaah… sebegitu burukkah aku dimata mereka. Ya Tuhan…. Demi apapun bukan aku yang menggoda Kyuhyun untuk melakukan ‘itu’. Saat itu kami sama-sama di luar control hingga tak bisa mencegah hal-hal yang seharusnya tak terjadi.

 

Aku…. perlu eomma sekarang.

 

~T_T~

 

Aku melangkahkan kakiku ke pintu gerbang rumah yang telah kutinggalkan selama 3 bulan ini. Jantungku berdebar tak karuan. Kuharap appa tak ada di rumah.

 

“Ahjussi, buka pintunya! Aku mau masuk!”

“Maaf nona! Tuan tidak memberikan kami ijin untuk membukakan anda pintu!”

 

JLEB!! Bagaikan di iris-iris, hatiku sakit sekali.

Sebegitu bencikah appa padaku hingga tak mengijinkan aku kembali menginjakkan kakiku di rumah ini??

 

“Ahjussi, aku mohon bukakan pintunya. Aku hanya ingin bertemu eomma. Sebentaaaaar…. Saja. Jebal!” mohonku.

“Maaf nona. Saya tidak berani melanggar perintah Tuan!” tolak ahjussi penjaga gerbang.

 

Aku berbalik dan berjalan menjauhi rumahku.

Haaah… mereka benar-benar membuangku. Tak ada lagi yang bisa kuharapkan di dunia ini.

 

~T_T~

 

Aku memasuki apartementku dengan wajah lesu. Mataku bengkak sehabis menangis tadi. Syukur tadi aku tak bertemu fans-fans Kyuhyun diluar.

 

Aku… lelah. Lelah dengan semua perasaan tertekan yang membebaniku. Aku ingin bebas. Bebas dari semua rasa tertekan ini.

 

Kyuhyun berjalan melewatiku. Tapi, ia berhenti lalu melirikku sinis membuatku bergidig takut melihatnya.

“Puas kau sudah menghancurkan hidupku hah?!” ujarnya sinis.

“Mim..mian. Aa..ku tak bermak…”

“Tak bermaksud apa hah?! Jelas-jelas kau sudah menghancurkannya!!! Bukan hanya aku, tapi Super Junior!!” bentaknya membuat emosiku membludak.

“NE!! SEMUA SALAHKU!! SALAHKU YANG TAK MENGGUGURKAN JANIN INI!! SALAHKU JUGA KARENA AKU TAK BISA MENYEMBUNYIKAN KANDUNGANKU!! SALAHKU JUGA TETAP BERTAHAN HINGGA MENYUSAHKAN BANYAK ORANG!! YA YA YA! AKU TAHU! MUNGKIN AKAN LEBIH BAIK KALAU AKU LENYAP!!” bentakku tak kalah emosi dengannya.

Aku berlari pergi meninggalkan apartement. Sambil memegangi perutku, aku berjalan cepat ke lift dan naik ke atap gedung.

 

Aku rasa aku hidup hanya membawa masalah. Mungkin akan lebih baik kalau aku tak hidup lagi! Aku benci hidupku yang sekarang! Aku benci!

 

Aku berdiri di pinggir atap dan melihat ke bawah. Gedung ini tinggi sekali. Kalau aku jatuh, aku yakin aku langsung mati.

 

“Eom..ma… hiks… mianhae… aku bukan anak yang baik! Hiks.. aku hanya aib untuk keluarga. Aku mencoreng nama baik keluarga! Hiks…. Ssrrrtttssss…”

“Aku… tidak mau membunuh bayiku. Kalau semua orang menginginkannya lenyap. Maka aku juga harus lenyap!”

“Tak ada gunanya aku hidup lagi! Kurasa mati adalah pilihan yang tepat sekarang!”

Sekali lagi kulihat ke bawah.

Kuelus-elus perutku. “Nak,  tunggu eomma di surga ya. Eomma harus ke neraka dulu menebus dosa-dosa eomma. Hiks… Eo..eom..ma.. hiks… mianhae. Karena eomma kau tidak bisa melihat indahnya dunia.”

Aku menelan ludahku. Apakah ini yang aku inginkan?? Ya! Memang ini yang kuinginkan!!

Tapi… aku takut. Ini tinggi sekali. Pasti sakit.

Jantungku berdebar kencang. Kulangkahkan kakiku semakin ke tepi. “Eeerrr… aku takut!” cicitku lalu melangkah mundur.

Ani! Aku tak mau mati seperti itu!

 

~T_T~

 

Aku duduk di tepi atap sambil memain-mainkan kakiku. Tak kupedulikan hujan deras yang mengguyur Korea saat ini.

Biarlah aku tetap disini. Aku tak mau kembali ke apartement dan bertemu Kyuhyun.

 

Hujan. Terkadang aku menyukainya. Namun terkadang tidak. Entahlah. Aku rasa hanya hujan yang mengerti keadaan dan perasaanku sekarang. Lihatlah. Hujan bahkan menemaniku menangis sedari tadi.

 

Dingin yang menusuk tulang sudah tak kupedulikan lagi. Kulitku bahkan sudah pucat sekarang. Biarlah aku mati membeku.

 

“YOORA-YA!!!” pekik seseorang dibelakangku.

Haaah… padahal aku tak berharap ada yang menemukanku disini.

 

“Kau! Kenapa hujan-hujanan hah?! Kau membuat kami cemas!! Riri sedari tadi menangisimu di dorm!” ucap Sungmin oppa. Ia melepas payungnya dan memelukku.

Hanya perasaanku saja atau memang aku merasakan kehangatan dalam pelukannya??

 

“Oppa…” panggilku lemah.

“Ne?”

“Aaa..aa..ku..”

“Husssttt… Jangan katakan apapun! Ayo kita kembali! Tubuhmu menggigil!” ajaknya. Aku berontak dan melepas pelukannya.

“Tinggalkan aku!” seruku.

“Yoora-ya! Jangan gila! Kau menyakiti dirimu sendiri kalau begini!! Ayo pulang!” aku berusaha menarik tanganku yang ia tarik.

“Lepaskan aku!!” jeritku.

“Berhenti berontak!!!” ini baru pertama kalinya Sungmin oppa membentakku. Sungguh, hatiku yang sudah sakit jadi terasa semakin sakit.

Ia merengkuhku dalam pelukannya. “Mian… aku tak bermaksud membentakmu. Aku… hanya tak ingin melihatmu begini. Jebal! Pikirkan juga anak dalam kandunganmu!”

Aku menangis dalam pelukannya. “Oppa… sakiiiit… hiks… aku.. tak sanggup lagi oppa.” Keluhku.

“Hussttt… jangan pernah berniat untuk mengakhiri hidupmu! Kau masih punya aku. Masih punya Riri, dan masih ada banyak orang yang menyayangimu!”

“Oppa… bawa aku pergi dari sini. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!” pintaku.

“Ne! Nanti aku akan membawanya jauh darimu! Kita pulang ya. Kasihan anakmu pasti kedinginan!” aku mengangguk dan mengikutinya kembali ke apartement.

 

~T_T~

 

Sudah sebulan semenjak kejadian aku ingin bunuh diri.

Kyuhyun, tak tinggal lagi di apartement. Ia tinggal di dormnya.

Yang kukerjakan setiap hari hanya tidur, makan, mandi, bengong, dan menangis.

Belum lagi setiap minggu ada saja terror-teror yang menghampiriku. Entah itu sebuah kotak berisi bangkai ataupun lemparan-pemparan benda tumpul yang dilakukan seseorang tiap kali aku keluar dari apartement.

Sungguh! Aku lelah sekali hidup seperti ini.

 

Kreeettt

Seseorang memasuki apartementku. Kalau bukan Riri, pasti Sungmin oppa, atau mungkin…. Kyuhyun??

Hanya mereka yang tahu password untuk masuk ke apartement selain aku.

 

“Tanda tangani ini!!”

Deg! Dari suaranya, aku tahu kalau ini Kyuhyun. Ia memberikanku sebuah map coklat. Dengan tangan sedikit bergetar, kuambil map tersebut dari tangannya.

“Setelah kau melahirkan, aku akan menyerahkan berkas-berkas ini ke pengadilan!”

Pengadilan?? Jangan bilang ini surat cerai?!

 

Aku mengeluarkan berkas-berkas tersebut dari dalam map. Ya. Memang tak salah lagi. Ini memang surat cerai.

 

“Cerai??” tanyaku dengan suara bergetar.

 

Hancur! Hancur sudah semuanya!

Kami hanya berpisah sebentar saja sudah membuatku seperti orang gila. Bagimana jika ia meninggalkanku ?? Haaah.. mati sajalah aku!

 

Kalau memang ini yang ia inginkan, baiklah. Akan aku turuti kemauannya!

 

Aku menggigit bibirku menahan isak tangis yang akan keluar. Tanganku gemetar saat akan menandatangani surat perceraian itu.

 

~T_T~

 

Tak kupedulikan tatapan aneh dari orang-orang yang kulewati. Aku terus berjalan ke apartement sambil meminum soju di tanganku.

Hahaha… menyedihkan.

 

“Kyuhyun.. saranghae. Ah! Tapi aku membencimu!! Kau… hiks… padahal aku sangat mencintaimu!! Hiks… kenapa kau tega melakukan ini semua padaku hah?!!” ucapku melantur.

“Habis???” aku menatap botol soju yang telah kosong. Kulempar botol itu ke sembarang arah lalu kuambil satu lagi soju di kantong belanjaku.

Ini adalah botol ke-3 sekaligus botol terakhir yang aku punya.

 

Tangan kiriku yang sudah tak memegangi apapun, kini beralih mengambil handphone di saku jaketku.

Eomma tak akan mengangkat telepon dariku. Tapi aku yakin, ia pasti akan membaca pesan yang aku kirim.

 

To           : Eomma

Eomma, mian aku sudah menyakiti hatimu.

Aku bukanlah anak yang baik! Maafkan aku.

Semoga, di kehidupan yang selanjutnya, jika aku terlahir kembali dari rahimmu, aku tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti saat ini.

Saranghae.

 

Aku membuka pintu apartementku.

Apartement yang tadi pagi masih rapi, kini telah berubah menjadi kapal pecah.

Barang berserakan dimana-mana.

 

“Ahh..” aku meringis saat kakiku menginjak beling yang bertaburan di lantai.

Sakit di kakiku tak kupedulikan. Ini belum seberapa dengan sakit yang ada dihatiku.

Dengan langkah terseok-seok, aku berjalan masuk ke kamar mandi.

Bathtub kupenuhi dengan air dingin. Aku masuk ke dalam bathtub tanpa melepas pakaianku.

Kutekan nomor 1 di handphoneku. Speed dial untuk Riri.

“Yeoboseyo?”

“Riri, saranghae!” Kujatuhkan handphoneku ke dalam bathtub setelah aku mengatakan 2 kata tersebut.

Dinginnya air bahkan tak mampu meredam rasa sakit yang aku rasakan.

Kuhabiskan soju ditanganku dalam sekali teguk.

 

PRAAAANNGGG

Kuambil satu beling dari botol soju yang aku pecahkan barusan.

 

Biarlah semuanya berakhir sekarang. Aku sudah bosan hidup tertekan seperti ini.

“Aku menyayangi kalian. Hiks… tapi kenapa kalian membuatku seperti ini??”

“Eomma, Appa, tak bisakah kalian memaafkanku?? Hiks…”

“AKU BENCI KALIAN!!!! AKU BENCI APPA!! AKU BENCI KYUHYUN!!! AKU BENCI EOM… ARRGGHH!!!” jeritku tak karuan. Darah mengalir deras dari pergelangan tangan kiriku.

“Dikehidupan selanjutnya, aku janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.” Ucapku sebelum akhirnya aku menenggelamkan diriku kedalam bathtub yang sudah penuh. Beberapa detik kemudian, semuanya menjadi gelap.

 

~MBA’s Status: END or TBC~

 

Haaah… gimana gimana?? Jelek yaa?? :(

Yaaa.. maklumi saja.

Koment yaa chingu ^^

Koment lewat mana aja boleh. Gak bisa koment disini, silakan koment di FB (Choi Putri Elf) atau Twitter (@Putri_Official).

Jangan budayakan menjadi seorang Silent Readers ^^

Mari kita budayakan BUDAYA SALING MENGHARGAI ^^ Hargai para author yang telah bersusah payah membuat FF dengan memberi sebuah komentar berupa Kritik & Saran ^^

Gimana kita mau dihargai kalo kita nggak menghargai duluan??

 

Lanjutan FF ini kalian yang tentukan. Kalau respon yang trik dapet bagus. Ya Trik post lanjutannya. Tapi kalo responnya kurang atau gak ada respon sama sekali. Say Good Bye ajah ama FF ini :(

 

Akhir kata, Trik ucapkan terima kasih kepada temen-temen yang udah bersedia membaca :) Trik tunggu koment/respon dari kalian. Kalo bisa sih koment yang panjang sepanjang-panjangnya ya ^^

KRITIK, SARAN, PROTES, & BASHING YANG MEMBANGUN TRIK TERIMA DENGAN TANGAN TERBUKA ASALKAN GAK PAKE URAT & KASAR ^^

Jangan ragu untuk mengkritik atau memberi saran untuk  tulisan trik ini. Karena saran & kritik dari kalian bener-bener trik harapkan agar ke depannya FF trik lebih baik lagi & tidak mengecewakan :)

 

NB : Jangan panggil saya AUTHOR/THOR yaa ^^ Soalnya author itu bukan nama trik :D Panggil aja Putri (15 to 16 yo), Trik, Put, Onnie, Saeng, atau Chingu ^^ Gak usah sungkan buat sksd ama Trik. Trik seneng kok di sksd-in :D

29 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s