Lollipop Stage 2 -First Impression-

 

 

Author: Annisa Sooyoung Yesung (Kim Hyo Ra)

Tittle: Lollipop

Cast:

– Kim Jaejoong (DBSK)

– Jung Yunho (DBSK)

– Shim Changmin (DBSK)

– Kim Ki Bum a.k.a Key (SHINee)

– Lee Taemin (SHINee)

– Kim Taeyeon (SNSD)

– Jung Sooyeon a.k.a Jessica (SNSD)

– Choi Sooyoung (SNSD)

– Jung Soojung a.k.a Krystal (fx)

Other Cast:

– Park Hyejin (Saengnya Author)

– Kim Hyora (Author)

– Choi Minho (SHINee)

Length: Chapter

Genre: Comedy, Friendship, Romance

Summary: Lollipop, melambangkan persahabatan yang manis, imut dan, euhm, rumit?

Disclaimer: Para pemain punya saya #plak!, cerita punya saya dan Lollipopnya punya saya!

Cat.

Berani jadi SIDERS, gue kutuk bisulan segede balon

 

oOoOoOoOoOoOoOoO

 

~ First Impression ~

 

Siang ini terasa membakar seluruh bagian di Seoul. Membuat seluruh manusia ditempat itu tak tahan dengan panasnya. Peluh telah membanjiri sebagian dari mereka. Panas sekali.

 

Namun beda dengan Key. Ia tampak bersemangat dengan cuaca yang menurutnya Euhm, bagus. Yeah, ditengah panas terik matahari ini hanya Key satu-satunya orang yang menganggap ini cuaca bagus. Dengan kamera kesayangannya, Key segera pergi kesebuah taman yang menurutnya bagus dan cocok untuk dijadikan objek.

 

” Kau yakin tidak mau ikut kami nongkrong di cafe biasa?” tanya taeyeon pada Key yang terlihat sangat bersemangat.

 

” Tidak. Aku ingin mengambil beberapa foto ditaman. Yeah, mungkin kalau aku sudah selesai aku akan mampir. Itupun kalau kalian masih stay.” kata Key sambil bersiap menuju parkiran. Mengambil motornya.

 

” Yeah, kau tau kan kalau kami disana sampai malam? Kami akan menunggumu deh. Kau datang saja.” bujuk Krystal. Key memandangnya.

 

” Ne, ne. Akan aku usahakan.” janji Key.

 

” Otte, kami tunggu.” kata Jessica sambil lalu bersama teman-temannya yang lain. Key hanya menggedikan bahunya dan langsung pergi mengambil motornya.

 

~ Taman ~

 

Key beberapa kali menjepret objek ditaman itu dengan kameranya. Ia sangat bersemangat hari ini. Menemui kenyataan bahwa taman bisa menjadi tempat yang bagus untuk ajang foto-foto.

 

Key menemukan hasil yang memuaskan ketika sampai di penghujung. Sepertinya ini akan jadi potret terakhir hari ini. Key mencari-cari tempat yang sangat pas sekali untuk difoto. Ia mulai mengarahkan kameranya kesana, mengatur jarak dan…

 

JEPRET!!

 

Key tersenyum dan melihat hasilnya. Wait, tunggu dulu. Kenapa ini? Ada seorang gadis yang duduk diayunan? Kenapa Key sama sekali tak memperhatikannya sih? Key meneliti lagi gambar yang baru saja diambilnya itu. Gadis ini terlihat seperti sedang menangis.

 

Key berpindah pandang kearah objek tersebut. Benar saja. Seorang gadis sedang duduk diayunan sambil menutupi wajahnya. Key menghampirinya dan mengambil tempat tepat disamping gadis itu. Lebih tepatnya duduk diayunan yang satu lagi.

 

” Kau menangis?” tanya Key basa-basi. Basa-basi yang garing.

 

” Apa aku terlihat seperti sedang tertawa?” balas gadis itu sesenggukan. Key tertawa.

 

” Tidak sih. Tapi sepertinya kau lebih pantas tertawa daripada menangis.” kata Key. Gadis itu menatap Key tajam. Membuat Key dapat melihat jelas mata pandanya. ” A-aku tidak bermaksud meledek, kok. Hanya saja~”

 

” Huaa! Semua namja memang brengsek! Mereka mempermainkan aku! Hiks!” gadis itu mulai meraung-raung tidak jelas. Key jadi serba salah. Orang-orang disekitarnya mulai mengira bahwa dia adalah orang yang harusnya paling bertanggung jawab atas nangisnya gadis ini.

 

” He-hey, jangan menangis. T-tidak semua namja begitu, kok. Aku kan tidak begitu.” Key mencoba menghibur gadis itu. Sepertinya dia salah.

 

” Itu karena aku tidak mengenalmu! Kau jangan membela dirimu sendiri ya!” bentak gadis itu, masih terisak.

 

Key bingung mau bicara apa lagi untuk menghibur gadis itu. Gadis itu sepertinya sangat terpukul dengan perlakuan pacarnya sehingga dia jadi menganggap semua namja sama seperti pacarnya. Padahal kan Key bukan orang seperti itu.

 

” Kau, apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis itu ditengah-tengah isak tangisnya.

 

” Aku, saat aku sedang memotret, aku tidak sengaja melihatmu terbidik oleh kameraku. Jadi kupikir aku harus menghiburmu.” kata Key memberi alasan.

 

Seolah lupa dengan masalahnya, gadis itu tersenyum tanpa beban.

 

” Euhm, Maaf ya, aku kasar padamu. Tadi aku hanya merasa er~” gadis itu terlihat bingung meneruskan ucapannya.

 

” Ya, ya. Aku tahu. Aku tidak marah. Hanya kaget. Sepertinya kau euhm, sangat merasakan sakit hati ya?” tanya Key.

 

” Yeah, namjachinguku dan teman-temannya, euhm, maksudku, mantan namjachinguku dan teman-temannya menjadikan aku bahan taruhan. Ah, mereka itu bodoh atau apa! Tidak mengerti perasaan wanita!” gadis itu sepertinya sangat terbuka.

 

Key tersenyum.

 

” Oya, kau suka fotografi? Bisa ajari aku? Aku sangat tertarik pada dunia fotografi.” kata gadis itu riang. Key melihat senyum gadis itu. Manis sekali.

 

Seolah tersihir, Key diam dan menatap gadis itu penuh makna. Setiap lekuk wajahnya membuat jantungnya berdebar. Senyumnya membuat suhu tubuhnya memanas dan ah, tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.

 

” Hello!” gadis itu melambaikan tangannya didepan wajah Key. Key segera tersadar.

 

” Ah, ne. Aku bisa mengajarimu. Kemarikan tanganmu. Coba kau bidik salah satu objek yang menurutmu menarik.” kata Key sambil menyerahkan kameranya.

 

Gadis itu mengambilnya. Ia langsung membidik Key yang kebetulan Backgroundnya sangat bagus. Key terenyak. Gadis itu memilih untuk membidik dirinya? Ah, membuat jantung Key berdetak kencang plus geer.

 

” Aish, kenapa kau bengong? Jadi tidak bagus kan fotonya.” protes gadis itu. Key tertawa.

 

” Memang tidak ada objek lain? Kenapa harus membidikku? Ah, aku tau tempat yang cocok untuk pemula sepertimu.” kata Key sambil menunjukkan bagian taman yang terdapat anak-anak kecil.

 

” Mwo? Anak-anak ini? Aku harus memotret?” tanya gadis itu. Key mengangguk.

 

” Ne. Tempat ini kan bagus. Lagipula banyak anak-anak jadi bagus kan? Oh ayolah, kau pasti bisa.” bujuk Key. Gadis itu tersenyum, lalu membidik salah satu objek.

 

JPRET!!

 

Ia melihat hasilnya. Begitu pula dengan Key. Bagus sekali. Key tersenyum dan mengacak-acak rambut gadis itu.

 

” Kau sudah berbakat. Untuk apa belajar lagi? Kau sangat pintar dalam membidik objek. Oya, namaku Key.” kata Key sambil mengulurkan tangannya. Gadis itu menyambutnya.

 

” Aku Hyora. Kim Hyora.” kata gadis itu -Hyora-. Key tersenyum senang.

 

Beberapa saat mereka terdiam. Sampai akhirnya Hyora melirik jam tangannya. Sudah terlalu sore. Ia harus pulang.

 

” Key-ah. Sepertinya aku harus pulang sekarang. Kamsahamnida untuk semuanya.” pamit gadis itu. Tapi Key tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Ia menahan gadis itu. ” Ada apa Key-ah? Aku harus pulang sekarang.” kata Hyora.

 

” Ngg, aku ingin minta nomer ponselmu.” kata Key to the point.

 

” Nomer ponsel? Sepertinya kau harus berjuang. Kalau kita bertemu lagi, aku akan memberikan nomer ponselku.” kata Hyora. Lalu pergi.

 

” Aku akan menemukanmu.”

 

~ ~ ~

 

Keesokan harinya, Key datang dengan motor ninjanya. Seperti biasa, ia langsung masuk kelas dan mulai berkutat dengan kameranya. Tapi kali ini ia tersenyum sendiri ketika melihat foto Hyora. Ya, gadis yang bersamanya kemarin, ia mengambil fotonya diam-diam.

 

” Siapa dia? Kenapa kau tersenyum melihatnya? Kau menyukainya?” tanya seseorang bertubi-tubi. Key menoleh. Ternyata Krystal. Key segera menyembunyikan kameranya.

 

” Tidak. Bukan siapa-siapa.” jelas Key singkat.

 

” Jangan berbohong padaku! Aku tahu kau menyukai gadis itu. Nugu?” tanya Krystal lagi. Key menggeleng. ” Haish!”

 

Key terkekeh.

 

” Key, katakan saja. Aku janji deh tidak akan memberitahukan pada siapapun!” janji Krystal. Key tetap menggeleng. ” YA! Jahat sekali kau padaku! Aku ini sahabatmu! Masa kau tidak mau memberitahu? Pelit!” ejek Krystal. Key diam saja.

 

” Hey, apa kau mau ikut bermain bola Key?” tanya Taemin. Key mengangguk dan meletakkan kameranya dimeja. Krystal langsung saja tersenyum evil.

 

Krystal mengambil kamera Key dan menyalakannya. Ia melihat-lihat foto dan menemukan foto gadis itu -Hyora-. Menimang-nimang sebentar, gadis yang cantik. Apa gadis ini menarik perhatian Key?

 

” Hai, Krys!” sapa Hyejin sambil duduk disamping Krystal. Krystal tersenyum menanggapi. ” Foto Hyora? Kenapa bisa disini?” tanya Hyejin saat melihat sosok yang ia kenal ada didalam layar kamera Key.

 

” Aku tidak tahu. Kau mengenalnya?” tanya Krystal polos.

 

” Dia tetanggaku. Yeah, kami dekat.” jawab Hyejin. ” Memang kau bertemu dia dimana?” tanya Hyejin lagi. Krystal menggeleng.

 

” Ini milik Key. Dan Sepertinya Key suka pada temanmu. Daritadi dia hanya memandang foto ini lalu tersenyum.” kata Krystal. Hyejin mengangguk-angguk mengerti. Sepertinya maksud Hyora tadi malam adalah Key yang ini.

 

~ ~ ~

 

Key kembali sibuk pada kameranya. Mengabaikan makanan yang dipesannya. Tersenyum seperti er- orang gila. Tidak menghiraukan panggilan disekitarnya. Sibuk dengan foto Hyora. Kadang tersenyum dan tertawa kecil. Mungkin mengingat hal kemarin.

 

” Key, kau melamun?” tanya Taeyeon.

 

Tak ada jawaban dari Key.

 

” Key,” panggil Jessica.

 

Tetap tak ada jawaban.

 

” Key, apa gadis itu bernama Hyora?” tanya Krystal spontan.

 

Key mendongak.

 

” Benar kan? Wah, kau tau? Hyejin mengenalnya.” kata Krystal promosi. Key langsung seperti mendapat penceraha. Sedangkan Taemin, ia langsung ikut mendongak ketika nama Hyejin disebut. Padahal ia sedang sibuk dengan makanannya.

 

” Mwo? Kau tahu darimana?” tanya Key sarkatis.

 

” Mhh, saat sedang membuka kameramu, tak sengaja Hyejin melihatnya. Dia bilang dia tahu Hyora.” jawab Krystal. Key langsung tersenyum. Ia harus membicarakan ini dengan Hyejin nanti. Tapi, apa tidak apa mencarinya lewat Hyejin?

 

~ ~ ~

 

” YA! Changmin! Kembalikan! Aku sedang lapar tahu!” teriak Sooyoung pada Changmin yang sukses mengambil makanannya.

 

” Aku juga lapar Choi Sooyoung. Berikan saja sedikit.” kata Changmin sambil mengunyah makanan Sooyoung.

 

” Andwe! Aku tidak mau! Itu bukan sedikit! Kau mengambil semuanya Changmin!” jerit Sooyoung kesal. Iapun kembali mengambilnya dari tangan Changmin.

 

” YA! Kalian itu berisik sekali sih!” bentak Jessica. Sooyoung dan Changmin langsung diam. Memegang cemilan bersama dan menatap Jessica dengan euh, pandangan menjijikan. Melihat itu, Jessica malah tak peduli.

 

” Hey, Key. Daritadi kau melamun terus? Ada apa?” tanya Jaejoong yang memperhatikan Key sejak tadi. Key diam saja. Masih mengutak-atik kameranya dan tersenyum. ” Gadis yang cantik. Kau menyukainya?” tanya Jaejoong lagi. Key baru bereaksi dengan cepat. Ia mengembalikan air mukanya yang normal dan tak ada lagi senyum.

 

” Andwe! Aku tidak menyukainya.” kata Key. Jaejoong tersenyum menggoda.

 

” Jinjja? Yang benar? Ah, kau suka sekali bercanda ya, Key-ah. Sudah, katakan saja kalau kau menyukainya.” goda Jaejoong.

 

Key diam. Lalu bersuara kembali.

 

” Hyung, apa kesan pertamamu saat melihat Taeyeon noona pertama kali?” tanya Key.

 

Jaejoong berpikir sebentar. Lalu tersenyum. ” Dia cantik, pintar dan menggemaskan.”

 

” Apa hyung jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu?” tanya Key lagi.

 

” Yeah, bisa dibilang aku mencintainya pada pandangan pertama. Kau benar.” kata Jaejoong.

 

” Wah, ceritakan, hyung!”

 

~ Flashback ON ~

 

” Perkenalkan. Naneun Kim Taeyeon imnida.” seorang gadis bertubuh kecil memperkenalkan dirinya dihadapan teman-teman barunya itu.

 

” Ne. Kim Taeyeon. Kau bisa duduk disamping Youngwoon-ssi.” suruh sang guru. Taeyeon pun menurut.

 

~ Istirahat ~

 

Taeyeon sedang menelusuri taman sendirian. Dan ia sangat mengagumi keindahan sekolah ini. Ia berjalan tanpa melihat kedepan. Matanya jelalatan hampir keseluruh sekolah.

 

BRUK!!!

 

Taeyeon terjatuh ketika ia sedang berjalan menuju sebuah ruang musik. Seseorang menabraknya dan membuatnya jatuh. Ternyata yang menabraknya adalah seorang namja. Namja itu terkejut ketika melihat Taeyeon jatuh. Apalagi sepertinya tabrakannya cukup keras.

 

” Gwenchanayo, ahgassi?” tanya namja itu panik.

 

” MWO? Gwenchana? Kau bilang apa? Gwenchana? Aish! Bagaimana bisa kau bilang aku baik-baik saja sedangkan kau bisa melihat kalau lututku berdarah.” protes Taeyeon. ” Sudah begitu, kau tidak minta maaf lagi! Kau kan yang salah!”

 

” MWO?! Tidak salah kau ngomong begitu? Jelas-jelas kau yang tidak melihat-lihat jalan. Bagaimana bisa kau menyebut ini semua salahku? Ash, nyesal aku menanyakan keadaanmu!” balas namja itu kesal.

 

” YA! Namja tak bertanggung jawab! Menyebalkan sekali! Sudahlah! Bantu aku berdiri!” kata Taeyeon. Namja itu menaikan satu alisnya. ” YA! Dengar tidak? Bantu aku berdiri!”

 

” Andwe! Tidak sopan sekali kau ahgassi. Aku tidak mau membantumu.” namja itu bergegas pergi. Namun ditahan oleh Taeyeon.

 

” Tolong bantu aku berdiri!” kata Taeyeon. Lututnya sakit sekali. Namja itu berbalik. Sempat ingin mencerca Taeyeon dengan kalimat lagi. Namun melihat lutut Taeyeon yang berdarah, ia langsung iba.

 

Namja itu dengan cepat membantu Taeyeon berdiri. Saat Taeyeon meluruskan kakinya untuk berdiri, ia langsung meringis kecil dan kembali terjatuh. Sakit sekali lututnya. Perih.

 

” Aish, baiklah, bagaimana kalau aku gendong kau keruang kesehatan?” tanya namja itu. Taeyeon mengangguk. Setelah mendapat persetujuan, namja itu segera menggendong Taeyeon dipunggungnya dan membawanya keruang kesehatan.

 

” Gomawo.” bisik Taeyeon ditelinga namja itu. Namja itu tersenyum. ” Aku Taeyeon. Kim Taeyeon. Maaf ya, aku kasar padamu.” ucap Taeyeon lagi.

 

” Aku Jaejoong. Kim Jaejoong. Tak apa. Mungkin aku juga salah.” balas Jaejoong. Taeyeon tersenyum dan memeluk Jaejoong erat. Jaejoong tersenyum. Ia membenarkan letak gendong Taeyeon. Sedikit memberi loncatan pada tubuh Taeyeon.

 

” Aw! Pelan-pelan Kim Jaejoong.” kata Taeyeon kaget. Jaejoong tertawa kecil. ” Jangan tertawa. Aku kaget!”

 

” Ne, ne. Kita sudah sampai.” kata Jaejoong sambil menurunkan Taeyeon. Mendudukannya di kasur ruang kesehatan. Jaejoong mengambil obat merah dan mengoleskannya ke kapas. Lalu ia mengobati luka Taeyeon.

 

” Aw! Perih Boo!” teriak Taeyeon. Jaejoong menatap Taeyeon. Boo? ” Kenapa berhenti?!” protes Taeyeon.

 

” Andwe! Tadi kau panggil aku apa? Boo?” tanya Jaejoong heran.

 

” Ne. Bolehkan?” pinta Taeyeon. Jaejoong tersenyum. Baru kali ini ada orang yang memanggilnya dengan panggilan khusus. Apalagi yang memanggil adalah seorang gadis cantik dan menggemaskan.

 

~ Flashback OFF ~

 

” Hyung, itu sangat so sweet.” puji Key. Jaejoong tersenyum.

 

” Yeah, mungkin itu salah satu dari bagian romantis cerita kami. Aku tidak tahu apalagi masa-masa romantis kami. Tapi yang jelas, itulah kesan pertamaku dengannya.” kata Jaejoong.

 

” Haish! Dasar hyung.” ledek Key.

 

” Jadi, ceritakan tentang gadis itu. Siapa namanya? Hyora?” tanya Jaejoong. Key tertegun, lalu tersenyum.

 

” Yup! Namanya Hyora. Entahlah, dia sangat aneh, namun menggemaskan. Mudah sekali berubah mood.” jelas Key.

 

” Waw. Jadi kemarin kau tidak datang karena sedang bersama dia?” goda Jaejoong.

 

” Yeah mungkin. Aku seperti tersihir ketika melihatnya hyung. Dia sangat cantik dan manis. Ketika dia menatapku, jantungku seakan mau meledak!” cerita Key. Jaejoong tertawa. ” Tapi sayang, dia tidak memberikan aku nomer ponselnya. Dia bilang, kalau kami dipertemukan untuk kedua kalinya, dia baru akan memberiku nomer ponselnya.” kata Key murung.

 

” Mwo? Jadi dia mempergantungkannya pada takdir ya? Wah, kalau begitu kau harus sabar mencarinya Key. Mungkin dia percaya akan bertemu lagi. Makanya dia berani bicara seperti itu.” kata Jaejoong.

 

” Ya, mungkin saja hyung. Aku tidak tahu. Hehe..” kata Key sambil nyengir.

 

” YA! CHANGMIIINNNN!!!!”

 

~ ~ ~

 

Key kembali ketaman itu. Ia mencoba untuk mengulang kejadian lalu. Memotret dan memotret. Mungkin saja Hyora memang ada ditaman itu. Mungkin kali ini tidak sambil menangis. Tapi menunggunya. Yeah, kalau memang dia percaya pada takdir, Hyora akan menunggunya disini kan?

 

Sejam..

 

Dua jam..

 

Tiga jam..

 

Sepuluh menit..

 

Duapuluh menit..

 

Key tidak menemukan tanda-tanda adanya Hyora ditaman itu. Ia lelah sekali. Selama 3 jam lebih ia menunggu datangnya Hyora. Tapi Hyora tidak datang. Mungkin memang takdir sedang berjalan sekarang.

 

Key melihat jam tangannya. Ah, sudah jam segini. Ia pasti ditunggu teman-temannya di cafe tempat biasa. Ia segera mengandarai motornya ke cafe tersebut.

 

Bersamaan dengan perginya Key, seorang gadis masuk kedalam taman dan duduk disebuah ayunan. Gadis itu Hyora. Ia akan selalu datang ketaman ini setiap pulang sekolah. Berharap Key datang mencarinya. Tapi sepertinya tak mungkin. Buktinya sore ini tak ada tanda-tanda datangnya Key.

 

~ ~ ~

 

Key memasuki cafe bernuansa biru dan segera mencari teman-temannya. Ternyata mereka ada dimeja dekat kolam ikan. Meja paling spesial untuk Lollipop. Yeah, cafe ini adalah cafe milik kakak Jaejoong.

 

” Kau darimana, Key? Lama sekali?” tanya Taeyeon saat Key baru duduk.

 

” Euh? Aku ada urusan sebentar.” jawab Key. Taeyeon dan yang lain langsung mengangguk.

 

” Kau terlihat murung? Apa urusan itu berat?” tanya Yunho.

 

” Ah, tidak hyung. Biasa saja. Mungkin sedikit melelahkan sih,” menunggu orang yang tidak jelas tentunya.

 

” Oh, tapi sepertinya masalah dengan wanita ya? Raut wajahmu mengatakan begitu.” goda Yunho. Key langsung blushing. ” Hanya bercanda. Tidak usah sampai segitunya.” ralat Yunho. Key langsung menghela napas lega.

 

” Jadi kau tak bertemu gadis itu, Key?” tanya Jaejoong sambil berbisik. Key menggeleng lemah. Jaejoong langsung menepuk bahu Key pelan. Memberi semangat.

 

Sementara itu, Krystal kembali melihat namja yang waktu itu dilihatnya dikedai eskrim waktu itu. Lagi-lagi namja itu hanya melamun dan memainkan pesanannya. Penasaran, Krystal terus memperhatikannya hingga tanpa sadar ia ikut mengaduk-aduk minumannya sambil bertopang dagu.

 

” Krys, are you ok?” tanya Jessica. Krystal diam saja. ” Krys?”

 

” He? Kenapa dia?” tanya Yunho. Jessica menggeleng.

 

” Aku tahu!” seru Taemin. Ia bangkit dan segera membisikkan sesuatu ketelinga Krystal. ” Ada kecoa ditanganmu.”

 

” KYA!!! Mana? Mana kecoanya? Aigo!! Itu menjijikan!” Krystal langsung heboh sekali mendengar candaan Taemin. Yang lain langsung tertawa. Sedangkan semua pengunjung menatap mereka dengan heran. Termasuk namja itu.

 

Krystal kembali diam. Menatap namja tadi yang sedang tertawa kecil sambil melihat kearahnya. Jantun Krystal langsung berdetak kencang saat melihat namja itu tertawa. Tampan sekali. Rasanya ia ingin berada didekat namja itu.

 

” Hmm, aku ketoilet sebentar ya.” pamit Krystal. Lalu ia pergi ketoilet. Didalam toilet, Krystal mondar mandir tidak jelas. Rasanya jantungnya mau copot kala melihat namja itu tersenyum. Ah, masa sih, jatuh cinta?

 

Setelah lama bermondar-mandir ria, Krystal langsung saja keluar dari toilet. Tapi…

 

BRUK!!

 

Krystal menabrak seseorang.

 

” Ma, maaf. Mianhae, ahgassi, jeongmal mianhae. Aku tak sengaja.” kata namja itu sambil membungkukan badannya. Krystal menahan namja itu agar tidak berkelakuan lebih.

 

” Ah, andwe. Gwenchana. Aku juga minta maaf. Ini juga salahku.” kata Krystal sopan. Namja itu langsung tersenyum.

 

” Ah, kau yang tadi berteriak itu kan? Haha, kau lucu.” kata namja itu. Krystal dengan bingung melihat dengan jelas siapa namja ini. Krystal tersenyum saat melihat siapa namja yang sudah menabraknya. Namja yang tadi ia lihat tadi dan kemarin.

 

” He? Kau melihatnya? Aigo! Aku malu sekali. Temanku memang jahil.” gerutu Krystal. Namja itu tertawa.

 

” Aku Choi Minho. Panggil saja aku Minho. Kau?” tanya namja itu -Minho-. Krystal tersenyum.

 

” Aku Krystal. Krystal Jung.” balas Krystal. Minho tersenyum. ” Kalau begitu aku duluan Minho-ssi. Jaljja!” kata Krystal. Lalu pergi. Sedangkan Minho menyesali kebodohannya.

 

” Ah, kenapa aku tidak meminta nomer ponselnya! Sial!”

 

Kembali pada Key. Lagi-lagi ia memainkan kameranya. Melihat foto-foto yang ia bidik tadi siang. Berharap kalau Hyora ikut terbawa bersama foto-foto tadi. Tapi tak ada satupun foto Hyora disana. Hyora benar-benar tidak ada.

 

” Key, dari tadi kau hanya sibuk dengan kameramu. Tak biasanya. Ada apa sih dengan kameramu?” tanya Jessica heran dengan kelakuan Key.

 

Key diam saja.

 

” Aish! Daritadi kalau aku ajak bicara dia selalu diam saja. Ada apa sih dengannya?” tanya Jessica pada yang lain. Yang lain hanya mengedikkan bahunya.

 

” Tingkahnya seperti orang sedang jatuh cinta. Apa dia sedang jatuh cinta?” Yunho membuka mulut. Lagi-lagi dijawab dengan gedikan bahu.

 

Krystal kembali dengan senyum terpatri diwajahnya. Kadang-kadang tertawa sendiri sambil geleng-geleng kepala. Kadang malah tertawa malu. Entah apa yang dipikirkan Krystal. Yang jelas yang lain hanya bertanggap, tambah satu lagi orang aneh.

 

Setelah sekian menit Krystal memflasback semuanya, ia baru menyadari kebodohannya. Tidak meminta nomer ponsel Minho. Ah, seandainya saja dia berpikir jauh dari tadi. Sekarang bagaimana? Minho sudah tidak terlihat lagi dimejanya. Mejanyapun sudah dibereskan oleh pelayan.

 

Krystal bangkit dan menghampiri meja yang telah kosong. Sedikit berharap kalau namja tadi memberikan nomer ponselnya. Tidak ada. Meja itu telah bersih tanpa sedikitpun barang diatasnya. Yah, hanya barang-barang keperluan cafe. Krystal menghembuskan napasnya berat. Dimana lagi ia akan bertemu sang namja?

 

Krystal kembali kemejanya dengan kecewa. Namja itu sama sekali tidak meninggalkan pesan apapun. Ah, apakah namja tadi memang tidak tertarik padanya? Kenapa? Ia pikir namja tadi tertarik padanya dan memberikan nomer ponselnya. Harapannya pupus sudah.

 

” He? Kenapa dia? Tadi senyum-senyum sendiri. Sekarang malah murung.” komentar Sooyoung saat melihat raut wajah Krystal yang berubah.

 

” Apa Krys juga jatuh cinta? Pada siapa?” tambah Taemin.

 

” Mereka berdua jatuh cinta? Kenapa bisa bersamaan begini?” bingung Jaejoong sambil menggaruk-garuk kepalanya.

 

” Boo, kau lucu sekali. Haha..! Jangan garuk kepalamu. Kau seperti monkey.” ledek Taeyeon. Jaejoong nyengir.

 

Key dan Krystal tidak menggubris ucapan mereka. Key sibuk memeriksa ulang kameranya, menatap wajah Hyora yang tersimpan dalam kameranya, dan berdoa dalam hati agar dapat bertemu dengan Hyora secepat mungkin.

 

Sedangkan Krystal sibuk memikirkan Minho. Mengingat kejadian tadi didepan toilet bersama Minho. Mengulang kembali senyum Minho dalam pikirannya dan berusaha melupakan kenyataan kalau ia sangat bodoh karena tidak meminta nomor ponsel Minho dengan cepat tadi.

 

Mereka makin tenggelam dalam pikiran masing-masing hingga tak menyadari kalau sudah diperhatikan begitu lekat oleh anggota Lollipop yang lain. Mereka masih sibuk bergelut dengan pikiran mereka masing-masing, tidak peduli dengan apapun kata orang disekitarnya.

 

” Sepertinya Key dan Krystal benar-benar jatuh cinta.” gumam Changmin. Sooyoung mengangguk-angguk menyetujui.

 

” Sepertinya jatuh cinta sangat mengerikan. Mereka jadi suka bengong dan melamun sendiri. Aku jadi takut jatuh cinta.” kata Sooyoung. Changmin mengangguk-angguk.

 

” Sepertinya mereka bertepuk sebelah tangan.” kata Changmin. Sooyoung mengangguk-angguk. Tapi langsung melebarkan matanya.

 

” Eh?”

 

” Iya, mereka senyum-senyum seperti ini belum tentu kan yang dipikirkan juga seperti ini?” kata Changmin lagi. Sooyoung mengangguk-angguk mengerti.

 

Ucapan Changmin tertangkap oleh Key dan Krystal. Mereka langsung berpikir. Apa Hyora hanya mengerjainya? Atau, iya, ya. Aku kan baru mengenal Minho. Lagipula Minho tadi bilang aku lucu karena insiden kecoa tadi.

 

Setelah itu, Key dan Krystal jadi uring-uringan sendiri. Langsung NeThink saat itu juga. Down. Ah, kenapa juga Changmin harus bilang begitu? Kenapa masuk akal juga?

 

” Changmin, sepertinya mereka mendengar ucapanmu. Wajah mereka langsung berubah seketika.” bisik Jessica. Changmin terkekeh saja.

 

~ ~ ~

 

KLANG!

 

Key menendang kaleng minuman dengan kasar. Untung saja tak ada satu orang pun disana. Jadi takkan terkena orang lain. Dengan kesal, ia meninju udara. Apa yang dibilang Changmin tadi ada benarnya. Bisa saja Hyora hanya mengerjainya. Ah, ini bodoh!

 

~ Sementara itu ~

 

SRET!

 

Dengan satu coretan, kertas itu terbelah menjadi dua. Entahlah, yang jelas Krystal dengan sekuat tenaganya mencoret disebuah kertas. Awalnya memang hanya menulis biasa. Melampiaskan kekesalannya. Tapi lama-lama ia jadi gemas sendiri. Apalagi mengingat ucapan Changmin yang sangat menggugah selera.

 

Selera membunuh orang!

 

~ ~ ~

 

Seminggu telah berlalu. Key dan Krystal tetap tak menemukan pasangan mereka masing-masing. Sekarang mereka tak peduli lagi. Biar saja. Toh, kalau memang jodoh pasti akan bertemu. Dan key maupun Krystal kembali pada aktivitas sendiri.

 

Meskipun rasa jengkel masih memenuhi ruang hati, tapi apa mau dikata? Memang begini kenyataannya. Hanya membuat lelah saja mencari kesana kemari. Menggantungkan nasib pada takdir takkan bisa menghasilkan apapun kalau tidak usaha. Dan usaha Key maupun Krystal sudah sia-sia.

 

Pagi ini saja Key terlihat lesu sekali. Dan ini sudah berlangsung selama satu minggu. Meski melupakan gadis itu, tetap saja Key merasa sedih. Hatinya sudah benar-benar terpaut pada Hyora. Niatnya sudah bulat dari dulu. Memang sih, kata LUPA sudah terselip. Tapi hanya terselip habis itu kejepit. Kejepit sama niat dan perasaannya.

 

Tidak tega. Bener-bener tidak tega melihat Key seperti ini. Selalu murung dan bergantung pada kameranya. Jaejoong paling tidak tega. Karena ia memegang cerita Key. Ia harus membantu Key. Tapi bagaimana? Kenal saja tidak dengan Hyora.

 

” Key, jika kau mau usaha lebih keras, pasti kau bisa bertemu dengan Hyora. Coba saja.” kata Jaejoong. Mencoba memberi saran.

 

” Ah, aku sudah lelah Hyung. Aku menyerah.” kata Key pasrah.

 

Key pasrah? Sejak kapan Key menjadi orang yang mudah putus asa? Bukankah semangat Key bertubi-tubi? Bukankah Key selalu memberi energy pada dirinya sendiri? Kemana Key yang ‘itu’?

 

” Hmm, Key mulai putus asa ya?”

 

oOoOoOoOoOoOoOo

 

To Be Continued…

13 responses

  1. kyaa.
    key ama krystal jatuh cinta nya bs brengan gtu ya?
    seru euy.

    jeje oppa ama taeng onnie so swit bgt ktemuannya.
    wkwk.

    tp changsoo nya rada ga bnyk ya di part ini.
    hehe.

    ditunggu lanjutannya.^^

  2. hehehehe.. key ama krystal bengong mulu yah kalo jatuh cinta,, semoga next part authornya mempertemukan mereka.. biar ada minstal.. i like this couple so much..
    btw, itu hyora = author yah?? kata2nya hyora pas nangis itu,, curhatannya author bukan sieh.. hahahaha
    #dibunuh ama author#

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s