Married By Accident Chapter 3 – END

Married By Accident Chapter 3 – END (New Version)

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Threeshot

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E, A-N-G-S-T, Friendship

Rating      : PG

Cast          : Cho Kyuhyun (SUJU), Kwon Yoora (OC), Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC) and other cast you can find it by yourself.

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya :D

 

Ini adalah versi yang baru. Trik Cuma edit bagian ending2ny aja. Kalo mau baca versi yang asli, klikMBA 3

 

Riri’s POV

“Yeoboseyo?” sapaku.

“Riri, saranghae!”

Deg! Mengapa perasaanku jadi tak enak begini?

 

Kuhubungi Yoora berkali-kali namun nomornya sama sekali tak bisa dihubungi.

 

Aku berlari mengambil tas dan kunci mobilku.

 

Kukendarai mobilku dengan kecepatan tinggi. Yoora…. Apa yang terjadi padanya??

Kuambil lagi handphoneku dan kucoba menghubungi Sungmin oppa.

 

“Yeoboseyo? Ada apa Riri-ah?”

“Oppa, kau ada dimana?”

“Aku baru saja tiba di dorm. Wae?”

“Bisa tolong check keadaan Yoora? Aku khawatir sekali. Tadi ia menelponku. Dari nada suaranya, sepertinya ia sedang menangis.” Ucapku.

“Ne. Aku akan ke apartementnya sekarang. Kau dimana?”

“Aku sedang dalam perjalanan kesana.” Jawabku.

“Hati-hati ya.” Pesannya sebelum memutuskan sambungan telepon kami.

~T_T~

 

Aku berlari masuk ke dalam gedung. Tapi, ketika aku menginjakkan kakiku ke dalam, kulihat Sungmin oppa berlari bersama beberapa member Super Junior dengan Yoora digendongannya.

Apa yang terjadi??

 

“Oppa, apa yang terjadi???” tanyaku cemas.

“Nanti kami ceritakan! Mana kunci mobilmu??” pinta Siwon oppa. Aku menyerahkan kunci mobilku padanya.

 

Siwon oppa duduk di kursi kemudi dan Ryeowook oppa duduk di sebelahnya. Aku & Sungmin oppa duduk dibelakang bersama Yoora yang tak sadarkan diri. Sementara member lain akan menyusul dengan mobil Siwon oppa.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi??? Mengapa Yoora seperti ini??” tanyaku panik. Bagaimana aku tidak panik melihat keadaan Yoora seperti ini?? Tubuhnya yang dingin, kulitnya yang pucat, dan darah yang mengalir dari pergelangan tangan serta selangkangannya.

“Ia mencoba untuk bunuh diri dengan mengiris urat nadi di pergelangan tangan kirinya dan menenggelamkan dirinya di bathtub!” jawab Ryeowook oppa. Aku menutup mulutku tak percaya. Yoora… bunuh diri??

 

Astaga.. Yoora… apa yang terjadi padamu hingga kau ingin mengakhiri hidupmu seperti ini??

 

Siwon oppa mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Beberapa lampu merah ia lewati. Aku bersyukur kami bisa sampai di rumah sakit dalam waktu cepat meskipun beberapa kali kami hampir menabrak sesuatu.

 

~T_T~

 

Kami semua menunggu di depan ruang operasi. Sungmin oppa sedari tadi tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir bak setrikaan. Member yang lain juga tak kalah paniknya. Mereka sedari tadi terus berdoa demi keselamatan Yoora dan bayinya.

 

Aku melihat raut kekhawatiran di wajah Sungmin oppa. Sebegitu besarkah cintanya untuk Yoora??

Ya!! Riri-ya, apa yang kau pikirkan?!

Huft…. Seandainya saja aku yang berada di posisi Yoora, akankah ia melakukan hal yang sama seperti ini??

 

Kreett

Dokter keluar dari dalam ruang operasi.

“Bagaimana keadaannya dok?? Ia baik-baik saja kan?? Bayinya baik-baik saja kan dok?? Jawab aku! Jebal jawab aku!!” Aku memeluk Sungmin oppa berusaha menenangkannya.

“Ia kehilangan banyak darah. Kondisinya benar-benar kritis. Kalau boleh saya tahu, suaminya yang mana?”

“Aku suaminya!”

Hatiku mencelos. Sungmin oppa, mengaku sebagai suami Yoora??

“Begini tuan, persentase keselamatan keduanya sangat kecil. Kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan, kau ingin istrimu atau bayimu yang selamat??” pertanyaan dokter tadi sukses membuatku makin tercengang.

“Tak bisakah kau menyelamatkan keduanya??” tanya Sungmin oppa penuh harap.

“Akan kami usahakan. Sekarang, yang harus kita lakukan hanyalah berdoa dan memohon keajaiban pada-Nya!” ucap Dokter itu lalu kembali masuk kedalam ruang operasi.

 

Tak berapa lama setelah dokter itu masuk, Kyuhyun datang. Wajahnya benar-benar menyiratkan bahwa ia khawatir akan keadaan Yoora.

“Hyung, apa yang terjadi padanya??? Ia baik-baik saja kan hyung??”

 

BUUUGGHHH

 

Bukannya jawaban yang ia dapat, namun sebuah bogem mentah dari Sungmin oppa.

“Puas kau hah?? Puas kau telah membuatnya seperti ini??” bentak Sungmin oppa.

Siwon oppa & Leeteuk oppa berusaha menahan Sungmin oppa agar tak menghantam Kyuhyun lagi.

“Biarkan hyung. Aku memang pantas mendapatkan ini semua.” Kyuhyun menundukkan kepalanya, tak berani menatap Sungmin oppa.

“Kau adalah laki-laki paling brengsek yang pernah aku temui Kyu!!! Tak cukupkah dengan menghancurkan hidupnya hah?! Kalau sejak awal kau memang tak mau bertanggung jawab, katakan padaku!! Biar aku yang menikahinya!!”

 

Lagi, lagi, dan lagi, aku merasakan sakit yang amat sangat dihatiku. Sungmin oppa, seberapa besar cintamu untuk Yoora?? Tak adakah celah sedikitpun untukku??

 

~T_T~

Sudah seminggu Yoora dirawat disini. 2 hari yang lalu ia sadar & tapi emosinya begitu labil.

 

“LEPASKAN!!! YA!! AKU MAU BAYIKU!!! LEPASKAN AKU!! LEPASKAN!!”

Aku menghela nafasku. Sedari kemarin ia histeris saat mengetahui kenyataan bahwa bayinya tak dapat diselamatkan.

Berkali-kali ia mencoba untuk melakukan bunuh diri lagi.

 

“Apa ia akan terus seperti itu??” tanya Sungmin oppa lirih.

“Ani. Dia pasti sembuh! Aku yakin! Yoora bukanlah wanita yang lemah!! Ia kuat!” sahutku.

“Hhh… Menurutmu, apa yang harus kulakukan??” tanyanya lagi.

“Berdoa??” saranku.

“Selain itu??” aku diam tak menanggapi pertanyaannya.

 

“Aku ingin menikahinya.”

JLEBB!!

Hatiku sakit, bagaikan dihujani ribuan jarum.

 

“Ia masih istri sah Kyuhyun, oppa!” ujarku berusaha tegar padahal dalam hati aku menangis.

“Sekarang memang iya. Tapi sebentar lagi…??” ia menatapku membuatku tak bisa menghindar.

“La..la..kukanlah kalau itu membuat Yoora & kau bahagia!” Bodoh!! Bodoh!! Kenapa malah kalimat itu yang kau keluarkan Riri-ya??

“Oppa, aku ke toilet dulu ya!” aku berlari tanpa mendengar ia mengiyakan.

 

Kenapa seperti ini?? Aku begitu lama memendam perasaanku sendiri tanpa ia ketahui.

Sakiiiiit sekali saat ia mengatakan akan menikahi Yoora. Sebegitu besarkah cintanya untuk Yoora??

Ya Tuhan… aku ingin Yoora bahagia. Aku ingin ia tak menangis lagi. Tapi… ketika nanti ia bahagia, maka akulah yang menangis tersiksa karena perasaanku ini.

Bolehkah aku melakukan segala cara agar aku mendapatkan kebahagiaanku??

 

~T_T~

 

“Yoora-ya, ayo makan. Kau belum makan dari kemarin.” Bujukku padanya yang masih menatap kosong ke arah jendela.

Aku meletakkan piring makanannya di meja. Kuputar tubuhnya agar ia menatapku.

“Yoora-ya, jebal! Jangan seperti ini! Kalau kau begini terus, bukan hanya kau yang sakit! Tapi aku juga!!” tak kuasa aku menahan air mataku.

“Aku hanya ingin anakku….” Gumamnya lirih. Kudekap ia dalam pelukanku.

“Husssttt… jangan menyiksa dirimu seperti ini! Aku yakin anakmu akan ikut sedih jika melihat ibunya seperti ini!” kubelai rambutnya penuh kasih sayang.

“Aa..aa..ku.. hiks… aku bukan..hiks ibu yang baik. Sssrrttsss… aku… pembunuh Riri-ya. Aku pembunuh! Aku membunuh anakku sendiri Riri-ya!! Aku pembunuh!!!” kueratkan pelukanku mencoba membuatnya tenang.

“Kau bukan pembunuh. Ini semua takdir Tuhan Yoora! Mungkin memang belum saatnya ia lahir ke dunia.” Ucapku lembut.

Ia melepas pelukankku kasar. “Takdir??? Kenapa harus ia yang Tuhan takdirkan mati?? Kenapa?? KENAPA??!!! KENAPA BUKAN AKU?!!”

 

PRAAAANGGGG!!!

 

Yoora membanting piring makanan di atas meja. Aku panic dan segera memanggil suster untuk menenangkannya.

“Yoora-ya berhenti!!” seruku namun ia tak menghiraukanku. Ia terus melempar semua barang-barang disekitarnya hingga pergelangan tangan kirinya mengeluarkan darah lagi. Sayatannya begitu dalam hingga lukanya lama kering.

Suster masuk ke dalam ruangan dan segera menyuntikkan Yoora obat penenang.

 

“Apa yang terjadi??” tanya Sungmin oppa begitu ia tiba.

“Yoora mengamuk lagi.” Jawabku singkat sambil memperhatikan Yoora yang mulai tenang dalam tidurnya.

 

“Haaahh…” aku menghela nafas berat.

“Oppa.” Sungmin oppa menoleh.

“Aku akan membawa Yoora ke psikiater.” Ucapku.

“Untuk apa?? Yoora tidak gila Riri-ya!!” sahut Sungmin oppa, tidak setuju.

“Dia memang tidak gila!! Tapi dia depresi oppa!! Lagipula psikiater bukan tempat untuk orang gila!” ucapku.

“Aku tidak mau melihatnya seperti ini terus.” Sambungku.

“Kalau memang itu yang terbaik untuknya, hhh…. Lakukanlah!” ucap Sungmin oppa setuju.

 

Riri’s POV END

 

~T_T~

 

Yoora’s POV

 

Aku tiba di apartemenku. Sudah hampir 2 minggu aku dirawat di rumah sakit. Dan selama itu pula aku tak pernah melihat Kyuhyun, Eomma, ataupun Appa datang menjengukku.

Haaahh… bahkan saat aku meregang nyawa, mereka tak sedikitpun peduli padaku.

 

Aku masuk ke kamar yang sebentar lagi resmi menjadi kamar Kyuhyun seorang. Kubereskan semua barang-barangku dan memasukkannya ke dalam koper. Riri mengajakku untuk tinggal bersamanya. Dia juga berjanji akan menemaniku konsultasi ke psikiater 2 kali seminggu sampai kondisi psikisku kembali membaik.

 

Saat akan mengambil baju-bajuku di lemari, tak sengaja aku melihat map coklat di atas tumpukan baju Kyuhyun. Tak salah lagi, itu adalah berkas-berkas surat perceraianku dengan Kyuhyun.

Kuambil map tersebut dan membawanya pergi dari apartement.

Mungkin akan lebih baik kalau perceraianku dengan Kyuhyun segera diurus.

 

~T_T~

 

“Kau yakin Yoora-ya??” tanya Riri ketika aku mengatakan padanya bahwa aku akan menyerahkan map ini ke pengadilan.

“Ne. Aku ingin melupakan semuanya. Semua tentang aku dan dia. Aku tak mau hidup tersiksa lagi dengan perasaanku ini.” Ucapku lalu turun dari mobilnya dan memasuki pengadilan.

 

Berat memang untukku harus berpisah dengannya. Tapi…

Hanya inilah satu-satunya solusi terbaik. Aku harus melupakannya dan keluar dari semua perasaan yang menyiksa diriku.

Aku…

Aku tak peduli seberapa banyak sakit yang harus aku tanggung sekarang. Yang penting, kedepannya nanti aku bisa bebas dari semua perasaan yang menyiksa batinku ini.

 

(Back sound: Peterpan – Tentang Kita)

Waktu terasa semakin berlalu

Tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu

Tuk hapuskan semua sepi dihati

 

Flashback

 

“Kyu… kau marah padaku??” ia diam tanpa mau menatapku sedikitpun.

“Mian… aku tidak sengaja tadi menyenggol PSPmu. Nanti pasti kuganti. Jangan marah yaa…” bujukku namun ia malah semakin membuang wajahnya & mengerucutkan bibirku.

“Ssshhhss…. Kyu.” Panggilku namun ia tak menanggapi panggilanku sedikitpun.

“Cho Kyuhyun! Berhenti bersikap seperti anak kecil!! Kau ingin apa dariku agar kau memaafkanku huh?!” seruku marah.

Perlahan ia menolehkan kepalanya dan menatapku datar.

“Kau ini niat meminta maaf padaku atau tidak sih??” ketusnya.

“Hhh… Aku sih niat! Tapi kau membuat emosi membludak karena ting…”

“Cium aku!” ucapnya memotong ucapanku.

“MWOYA?!! TCH! Dasar namja genit!” cibirku.

“Mau kumaafkan atau tidak??” ia memukul kepalaku.

“Sudah syukur aku tidak minta PSP baru!” cibirnya.

“Ne! Ne! Ne! Aku cium sekarang! Tapi di pipi saja!”

“Ani! Aku maunya disini!” tolaknya sembari menunjuk bibirnya.

“Ck! Sudah genit, mesum pula!” decakku lalu kukecup lembut bibirnya.

Kedua tangannya yang sedari tadi terlipat di depan dada, kini beralih melingkar di pinggangku.

“PSP yang kau senggol itu sebenarnya sudah rusak dari kemarin!” ucapnya tanpa dengan bibir yang masih menempel di bibirku.

Aku melepas ciuman kami dan menatapnya garang. Sementara ia malah melemparkan senyum evilnya padaku.

“CHO KYUHYUN SIALAAAAAAANNNN!!!!” seruku di depan wajahnya dan ia tertawa puas karena berhasil mengelabuiku.

 

Flashback END

 

Aku tersenyum kecil ketika memori itu melintas di kepalaku.

Saat dimana ia tertawa karena mengerjaiku. Aku bahkan masih ingat dengan sangat jelas bagaimana ia tertawa saat itu.

 

Tapi…

Semua kenangan indah yang teringat di kepalaku tak akan mampu membatalkan niatku untuk menyerahkan map ini ke pengadilan.

 

Ada cerita tentang aku dan dia

Dan kita bersama saat dulu kala

Ada cerita tentang masa yang indah

Saat kita berduka saat kita tertawa

 

Flashback

 

Kyuhyun menghapus air mata di pipiku.

“Bodoh! Sempat-sempatnya kau tersenyum saat keadaan seperti ini!” ucapku sembari memukul pelan lengannya.

“Aku tersenyum karena tahu gadisku sedang mengkhawatirkanku.” Ucapnya.

“Bodoh!!” ucapku lagi lalu memeluk tubuhnya yang masih lemah.

Ia membelai lembut rambutku. Entahlah, tiap kali ia membelai rambutku seperti ini, aku merasakan sebuah kenyamanan yang tak pernah aku rasakan apabila berada di dekat orang lain.

“Kau membuatku nyaris jantungan Kyu! Saat kau koma kemarin, aku tak bisa tidur tahu!!” ucapku kesal.

“Sudahlah… yang pentingkan aku selamat.”

“Bodoh! Kalau kau tidak selamat bagaimana?!”

“Kau akan menyusulku mati kan?” tanyanya polos.

“Tentu saja tidak!! Aku akan mencari laki-laki lain & menikah dengannya!” sahutku & ia mencubit hidungku.

“Kalau sampai itu terjadi, aku akan menghantuimu & pacar barumu itu!” ancamnya.

“Aku tidak takut kalau hantunya itu kau!! Wajahmu konyol Kyu! Bukannya takut, yang ada aku malah ketawa karena melihat wajahmu! Hahaha…” ledekku membuatnya cemberut.

 

“Kyu.” Panggilku. “Hm??”

“Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku! Tidak akan membuatku cemas! Dan tidak akan membuatku menangis seperti kemarin!” pintaku.

“Ne. Aku berjanji tidak akan meninggalkan Yooraku. Tidak akan membuat cemas & membuat Yooraku menangis! Aku juga janji tidak akan menyakiti Yooraku & akan selalu membahagiakan Yooraku.” Ucapnya tulus membuatku tersenyum senang.

 

Flashback END

 

Haha… janjinya bahkan aku masih ingat. Tapi apa??

Ia malah mengingkari janjinya.

 

Kuserahkan map coklat di tanganku  kepada petugas pengadilan lalu kembali ke mobil Riri.

 

Tidak akan meninggalkanku, tidak akan membuatku cemas, tidak akan membuatku menangis, tidak akan menyakitiku, dan akan selalu membahagiakanku??? BULLSH*T!!

 

~T_T~

 

Hari ini adalah sidang talak pertama dan Kyuhyun tak menampakkan batang hidungnya sedikitpun. Kurasa ia tak akan datang sampai sidang  benar-benar berakhir.

 

“Yoora-ya, kau yakin?? Kau masih bisa memperbaiki pernikahanmu dengan Kyuhyun. Jangan mengambil keputusan terlalu cepat!” bisik Riri mengingatkanku.

“Riri-ya, kau sudah mengatakan hal itu ratusan kali! Aku yakin dengan keputusanku kali ini & keputusanku sudah bulat! Tidak bisa diganggugugat lagi!” tegasku meskipun aku sendiri tak yakin dengan ucapanku barusan.

 

Sidang berakhir. Hakim mengatakan bahwa aku & Kyuhyun masih bisa rujuk & tinggal serumah.

 

Haahh… tinggal beberapa bulan lagi aku masih bisa menyandang status sebagai istri dari Cho Kyuhyun.

 

~T_T~

 

“Oppa, aku tidak mau datang!” tolakku saat Sungmin oppa memintaku untuk menemaninya.

“Ayolah! Kau harus menonton performku kali ini! Yayaya??” bujuknya.

“Tidak mau!” tolakku lagi.

“Yoora-ya, datang ya! Ayolah! Datang untukku! Bukan untuk Kyuhyun!” bujuknya lagi.

“Huft… kau ini memaksa sekali! Baiklah! Aku siap-siap dulu! Kau tunggu disini!” ucapku lalu masuk ke kamar & mengganti pakaianku.

 

“Kau mau kemana??” tanya Riri.

“Mau menonton perform Super Junior di Inkigayo. Sungmin oppa memaksaku untuk ikut bersamanya!” Jawabku.

“Ooohh…” aku meliriknya sekilas. Ini hanya perasaanku saja atau memang ia sedih mengetahui aku akan pergi bersama Sungmin oppa.

“Aku berangkat ya!” pamitku.

“Ne! Jangan pulang terlalu larut Yoora-ya!” pesannya sebelum aku keluar dari kamar.

 

“Sudah siap My Princess??” tanya Sungmin oppa.

“Yup! Ayo berangkat My Prince!” sahutku.

 

~T_T~

 

“Oppa, aku menonton di bangku penonton saja!” ucapku sebelum ia menarikku masuk ke backstage.

“Ya! Kau ini mau cari mati nonton di bangku penonton?! Ada ELF disana! Kau kan tahu sebagian besar ELF membencimu!” ucap Sungmin oppa.

“Sudahlah, ikut aku saja ke backstage. Lagipula member lain juga pasti senang melihatmu datang!” ajaknya.

Aku hanya mengangguk pasrah ketika ia membawaku masuk ke ruang tunggu Super Junior.

 

“Yoora-ya, astaga akhirnya kita bertemu lagi!” Ryeowook oppa memelukku erat.

“Ya! Oppa, aku tidak bisa bernafas!” seruku.

“Hehe.. mian.” Ucap Ryeowook oppa.

“Bagaimana keadaanmu??” tanya Leeteuk oppa.

“Seperti yang kau lihat! Aku sudah sehat! Yaah.. hanya perlu check up rutin ke dokter & pergi ke psikiater 2 kali seminggu!” jawabku.

“Cepat sembuh nae dongsaeng! Kalau kau sudah sembuh total, aku akan mengajakmu main ke Lotte World lagi!” ucap Leeteuk oppa sembari mengacak rambutku.

“Oppa, aku bosan ke Lotte World terus! Ke Disney Land saja!” tawarku.

“Haish! Kau ini!” Leeteuk oppa mencubit hidungku gemas.

 

“Super Junior! Ayo siap-siap! Sebentar lagi kalian tampil!” seru salah seorang kru.

“Ne!” sahut Leeteuk oppa.

“Ayo semuanya! Kita siap-siap!” ajak Leeteuk Oppa.

“Yoora-ya, tonton kami okay?!” aku menganggukkan kepalaku dan Sungmin oppa pun mengikuti member lain berjalan ke panggung.

 

Deg!

Jantungku berdetak cepat ketika Kyuhyun melewatiku.

 

Hhhh… Ya Tuhan… semoga aku tidak menangis disini. Aku… aku benar-benar tak mampu mengendalikan emosiku ketika berada di dekatnya.

 

Aku menatap punggung Kyuhyun yang mulai menghilang di balik pintu.

 

Menyedihkan sekali. Ia melewatiku begitu saja. Jangankan menoleh. Melirikpun tidak -_-

 

~T_T~

 

“Bagaimana perform kami tadi??” tanya Siwon oppa.

“Seperti biasa. Kalian selalu tampil perfect!!” pujiku.

 

“Eung… Yoora-ya, hari ini kau check up ke dokter ya?” tanya Sungmin oppa tiba-tiba.

“Eerrr… iya.” Jawabku pelan.

“Ya! Kenapa tadi tidak bilang?! Dasar nakal!” ucap Sungmin oppa sembari mencubit hidungku.

“Kan tadi oppa memintaku kesini! Makanya aku tidak check up!” ucapku membela diri.

“Hhh… ya sudah, ayo pulang! Aku tidak mau Riri mengomeliku karena membawamu pergi terlalu lama!” Sungmin oppa menggenggam tanganku membuatku sedikit terkejut.

Seluruh member –kecuali Kyuhyun- menatap tangan kami membuatku sedikit risih.

“Semuanya, aku duluan ya! Aku harus mengantar Princessku ini ke rumahnya! Haha..” pamit Sungmin oppa lalu menarikku meninggalkan ruangan.

 

Sungmin oppaaaaa…. Mengapa menyebutku seperti itu di depan oppadeul?! Astaga, oppadeul bisa salah paham nanti!

 

~T_T~

 

Aku keluar dari pengadilan. Sidang kedua baru saja berakhir. Dan 3 bulan lagi adalah sidang terakhir kami.

 

Riri merangkul bahuku mencoba menyemangatiku.

“Ini pilihanmu Yoora-ya. Jangan menyesal & jalani semuanya dengan senyuman!” bisiknya.

Aku menoleh lalu tersenyum padanya. “Terima kasih.”

 

Riri…

Ia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki di dunia ini. Ia adalah sahabat yang bisa menjadi orang yang aku butuhkan. Ia bisa menjadi ibu untukku, bisa menjadi kakak untukku. Pokoknya, hanya ia orang yang selalu mendukungku dan membantuku berdiri ketika aku terjatuh.

Demi apapun, aku tidak ingin menyakitinya. Aku ingin membuatnya bahagia walaupun hanya sekali bisa aku lakukan dalam hidupku.

 

~T_T~

 

Aku menghapus air mata di pipiku.

Kenapa aku jadi selemah ini?? Ini bukanlah diriku yang sesungguhnya!

 

Aku sadar. Aku bukanlah Yoora yang kuat lagi.

Aku yang sekarang adalah seseorang yang lemah. Cepat mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi kedepannya.

 

Sebentar lagi aku akan menghadapi sidang terakhirku. Dan jujur aku masih tak siap. Berpisah dengannya?? Susah. Tapi jika terus bersama akan membuat luka dihatiku semakin menganga, bukankah berpisah adalah pilihan yang tepat??

 

“Kau menyesal??” aku menoleh. Riri berjalan menghampiriku dan duduk di sebelahku.

“Semuanya masih bisa diperbaiki. Jangan mengambil keputusan terlalu cepat. Kalian bahkan belum membicarakan semua masalah kalian baik-baik dan dengan kepala dingin. Mengulang dari awal aku pikir adalah solusi yang tepat untuk kalian.” Aku menundukkan kepalaku.

“Tapi dia yang menginginkan perceraian ini.” Ucapku. “Lagipula, aku juga sudah tak sanggup hidup dengannya lagi jika harus seperti ini…” lirihku.

Riri menepuk-nepuk pundakku. “Kau sudah dewasa. Aku rasa kau bisa berpikir sedikit lebih rasional. Masalahnya ini menyangkut masa depanmu juga. Jangan sampai kau menyesal nantinya.”

“Aku sudah memikirkan ini jauh-jauh hari. Hhhh… aku rasa ini tak akan menjadi masalah untuk kami. Toh, dia sendiri yang mengatakan akan menceraikanku ketika aku melahirkan.” Sahutku.

 

Cih! Mengingat kata melahirkan membuatku kesal pada dokter-dokter bodoh yang telah menyelamatkanku. Kenapa tak biarkan saja waktu itu aku mati. Setidaknya aku tidak akan merasakan sakit yang berkepanjangan seperti ini.

 

“Menurut kalian mungkin tidak akan menjadi masalah. Tapi untuk hati kalian?? Kurasa itu masalah besar.” Ucapnya lalu bangkit dari duduknya.

“Aku rasa kau perlu waktu untuk berpikir. Gunakan kepala dingin. Jangan sampai kau salah mengambil keputusan!” ucapnya lagi lalu meninggalkanku.

 

~T_T~

 

Besok adalah sidang terakhirku. Aku rasa aku butuh waktu untuk mendinginkan kepalaku sejenak.

Main ke mall mungkin pilihan yang tepat. Sudah lama sekali aku tak ke mall.

 

“Ah! Snack di kulkas sudah habis. Lebih baik aku ke supermarket dulu.” Pikirku.

Aku memasuki supermarket lalu mencari snack-snack ringan kesukaanku dengan Riri.

 

Omo?! Coklat! Sudah lama sekali aku tak makan coklat.

Aku menghampiri rak coklat lalu mengambil salah satu coklat kesukaanku.

Namun ada tangan lain yang mengambil coklat yang aku inginkan, sehingga tangan kami bersentuhan.

 

Tangan ini…. Aku mengenalnya..

Tangan yang sudah sangat aku rindukan ketika mengelus lembut kepalaku.

 

“Eomma…” panggilku lirih. Eomma menarik tangannya dari tanganku.

Aku ingin memeluknya. Ingiiiiiiiin sekali…

Aku rindu pelukan hangat dari ibuku. Aku rindu belai lembut penuh kasih sayang darinya. Tapi, masih pantaskah aku meminta itu darinya setelah aku membuatnya kecewa??

 

Eomma menundukkan kepalanya lalu berbalik dan berjalan meninggalkanku.

“Kau membenciku seperti appa & Kyuhyun juga??” ia berhenti ketika mendengar ucapanku. Mataku memanas.

“Sebegitu marahkah kalian terhadapku hingga tak mau melihatku lagi??” tanyaku lirih.

“Bahkan saat aku meregang nyawa di rumah sakit & kehilangan anakku pun kalian tak datang.” Hancur sudah benteng pertahananku. Air mata mengalir begitu saja di pipiku.

 

Bahu eomma bergetar. Aku tahu ia menangis.

Ia mengangkat wajahnya kemudian melangkahkan kembali kakinya meninggalkanku. Ia bahkan tak menoleh padaku.

Anak macam apa aku ini?? Ibuku sendiri kubuat menangis dan tak mau menatapku lagi!

Menyedihkan.

 

~T_T~

Hakim telah mengetukkan palunya. Mulai detik ini, aku telah sah menjadi mantan istri dari Cho Kyuhyun.

Meskipun berat untukku harus berpisah dengannya & benar-benar melupakannya, tapi inilah pilihanku. Aku harus menjalaninya. Aku tak boleh lagi menatap ke belakang. Aku harus terus menatap ke depan menanti hari esok yang telah menantiku.

 

“Haaahh…” aku menghela nafas berat. Kudongakkan kepalaku ke atas dan menatap birunya langit.

Biarlah sekarang aku menangis untuk yang terakhir kalinya. Melepas semua beban perasaan karena dirinya.

 

“Aku harap ini yang terakhir kalinya kau menangis karena Kyuhyun!” aku menoleh dan kudapati Sungmin oppa berdiri disampingku sembari tersenyum padaku.

Aku menganggukkan kepalaku.

 

“Setelah ini, biarkan aku mewarnai harimu dengan cinta dan kasih sayangku!” aku tersenyum padanya.

“Gomawo. Tapi… bukannya dari kemarin-kemarin cinta & kasih sayangmu sudah mewarnai hidupku?!” ucapku mencoba tertawa meskipun aku tahu tawaku adalah tawa hambar yang terkesan dipaksakan.

 

Sungmin oppa memelukku. “Berjanjilah padaku dan juga Riri, mulai besok kau tidak akan menangis lagi!”

Aku menganggukkan kepalaku dalam pelukannya. Kuhapus air mata yang tak ada habisnya mengalir dipipiku.

“Terima kasih oppa. Kau dan Riri adalah sahabat terbaik yang pernah aku punya. Kalian bagaikan orang tua & kakak yang selalu berada disisiku dan membantuku berdiri ketika aku terjatuh!” ucapku sembari mengeratkan pelukan kami, pelukan antara kakak dan adik.

 

~MBA’s Status: END~

 

Yoook.. kita sambit bareng2 si Yoora ama Kyuhyun yang begok!!!! #DUUUAAAGGHHH *author gak sadar diri*

Hehe… mian trik bikin ending ancur begini -_-V

Jangan protes kalau Ff ini Cuma 3 chapter. Karena udh Trik cantumin di length-ny kalo FF ini Threeshot :P

Sebagai balasan karena telah membuat kalian kecewa, Trik bakal bikinin Sequelnya.

Judul Seqeul pertama : You Must Marry Me (UM3 –> ngikut2 nama provider :P ^^V)

FF ini ada 2 sekuel yaa… ntar di sekuel satunya lagi, kalian bisa tahu gimana kronologinya *?* si Kyu bisa ngehamilin Yoora :D

Untuk UM3 mungkin akan lebih dari 5 chapter karena konflikny lebih belibet lagi -_- Semoga gak bosen de :D

Okey, sebelum kita berjumpa di sekuelnya, kalian bisa baca chapter bonus (Kyu’s Side) yang bakal publish 3 hari lagi ;)

 

Koment and like are love ya ;)

Gak bisa koment disini? Atau mau ngobrol2 ama Trik?? Di Twitter : @Putri_Official atau FB : Choi Putri Elf bisa :) Tapi lebih baik di Twitter ajah, Trik jrg buka FB & sering lupa buka friend request -_-v takutnya ntar dikira sombong gara2 gak confirm2 -_-“

Kalo mau di follback, kudu kenalan dulu ama Trik *agak gak nyaman soalnya kalo TL isiny org asing semua -_-* :D Trik gak follback yg cuma minta follback tanpa intro okey ;) jadi kudu intro dulu ^^

 

Trik cinta semua chingudeul yang dengan ikhlas memberi respon buat semua karya Trik ~HUG ALL~

13 responses

  1. kok gini ending y ngegantung, knp ngak ma kyu ja si trik. . .
    Rasa sebel ku ke kyu d ff ini makin memuncak, kyu bener2 jd nappeun namja d sini sadis. Ngak da rasa tanggung jwb. . .
    Kasi POV y kyu dong trik biar tau pa yg da d pikiran y sampe2 dia kyk gitu. . .l ku ke kyu d ff ini makin memuncak, kyu bener2 jd nappeun namja d sini sadis. Ngak da rasa tanggung jwb. . .
    Kasi POV y kyu dong trik biar tau pa yg da d pikiran y sampe2 dia kyk gitu. . .

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s