[Oneshot] Childhood Love

[Oneshot] Childhood Love

 

Author  : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Genre   : Romance

Rating   : PG 13

Cast       : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kwon Yoora (OC) —> Jangan bosen ya kalo Trik bikin fanfic keseringan dengan cast itu2 aja :P abis lebih gmpg nyari feelnya ^^V

Cameo  : Kim Kibum (Super Junior), Kwon Yuri (SNSD), Changmin (TVXQ), Victoria (F(x)), Henry Lau (SUJU), Amber (F(x)), Chorong (A Pink), Wookie (SUJU), Jessica (SNSD)

Disclaimer: Semua cast punya Tuhan. FF ini murni karya saya.

NB          : Tulisan warna biru tua itu artinya flashback yaa ^^

 

HOLLA ^^ Trik datang membawakan FF buat temen2 yg udh memberikan responnya untuk FF Trik yg berjudul MARRIED BY ACCIDENT ^^ Semoga dengan adanya FF ini bisa ngilangin kegondokan kalian ama Kyu *elus2 Kyu yg jadi korban kenistaan Trik di FF :P *

Oh ya, sekedar pemberitahuan,,,, Trik mau ngerombak ending FF MBA… doakan biar cpt slese & cpt publish oKEY ;) 3 hari stlh FF itu post, Trik bakal post chapter bonusnya ^^

Ini semua buat kalian yg udh ngehargain FF Trik, Love u all *hug*

 

“Yoora-ya…”

“Ne?”

“Kita pacaran yuk. Seperti Yuri noona & Kibum hyung. Pasti seru. Nanti kita bisa ciuman seperti mereka.”

“Memang anak TK seperti kita boleh pacaran??”

“Tentu saja boleh! Henry & Amber saja pacaran!”

“OMO?! Henry pacaran dengan anak laki-laki?!”

TUK!!

“Bodoh! Amber itu perempuan!”

“Dia pakai celana ke sekolah!”

“Itu karena dia tidak mau sekolah jika harus menggunakan rok sepertimu!”

“Oooww…”

 

“Hey! Ayo kita pacaran!!”

“Tapi aku takut… Nanti Yuri onnie memarahiku. Kata onnie, kita baru boleh pacaran kalau sudah SMP.”

“Tapi banyak anak TK seperti kita yang pacaran. Kan aku jadi iri… masa mereka pacaran kita tidak?? Hey, pacaran itu sedang jadi trend anak TK masa kini.”

“Memang siapa saja teman kita yang sudah pacaran??”

“Henry dengan Amber, Sungmin dengan Riri, Key dengan Chorong, Baro dengan Minnie, Jinki dengan Na Eun dan Sandeul dengan Krystal.”

“Omo?! Sahabat-sahabatku sudah pacaran semua!! Ayo, ayo!! Kita pacaran saja! Aku tidak mau jadi yang paling norak di sekolah!!”

“Yey!! Akhirnya kita pacaran!! Ayo kita pacaran sampai tua!!”

“Ne!!”

 

“Yoobo…”

“Ya!! Namaku Yoora!!”

“Yoobo itu panggilan sayangku untukmu. Yuri noona dan Kibum hyung saja punya. Masa kita tidak??”

“Yoobo itu artinya apa??”

“Yoora babo!! Hahaha… ani! Ani! Maksudku Yoora yeobo…”

“Kalau begitu aku akan memanggilmu Pilbo!”

“Pilbo??”

“Epil babo! Hehe…”

“Ani! Harusnya Epil yeobo!! Tapi kenapa harus epil??”

“Karena kau setan!! Hahaha…”

~>.<~

 

“YA!!!! PEMALAS BANGUN!!!” suara cempreng milik mak lampir membangunkanku dari mimpi indahku.

“Onnie…. 5 menit lagi…” erangku lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhku.

“Hey! Sekarang sudah jam 7! Kau mau datang terlambat di hari pertamamu??”

Aku membuka mataku. Jam 7??

“KYAAAAAA!!!! TELAAATTT!!!” jeritku lalu meluncur ke kamar mandi.

 

“Onnie!! Onnie! Tolong siapkan barang-barangku!! Jebal!!” teriakku dari dalam kamar mandi.

“Ya!! Aku sibuk!! Salah sendiri kau bangun kesiangan!! Dasar pemalas!!” aku mendengus kesal. Dasar mak lampir! Awas kau! Kalau nanti kau dan suamimu sibuk, aku tidak mau menjaga Wookie!

 

~>.<~

 

KRIIIIIIIINNNGGGGG….

Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba.

 

“Hey!” aku mendongakkan kepalaku.

“Ah? Hi!” balasku.

“Kenalkan, namaku Victoria, mau ikut ke kantin??” tawarnya.

“Eum… baik. Tunggu sebentar!” aku mengiyakan tawarannya. Lumayanlah, dapat teman baru lagi. Huft.. untung mereka ramah-ramah. Sepertinya tidak akan sulit untuk beradaptasi disini.

 

“Kenapa kau pindah dari Amrik?? Padahalkan sekarang tahun terakhirmu sekolah. Rasanya tanggung sekali kalau kelas 3 baru pindah.” Tanyanya ketika kami berjalan menuju kantin.

“Aku ingin kuliah disini. Maka dari itu aku langsung pindah kesini agar tidak sulit mengurus kuliahku nanti.” Jawabku sembari tersenyum tipis.

“Memang kau mau kuliah dimana??”

“Kyunghee.” Jawabku singkat.

“Anak cerdas sepertimu sebenarnya bisa masuk ke universitas yang lebih bagus lagi! Harvard pasti bisa kau raih! Haaahh… seandainya aku secerdas kau!” grrr… kenapa gadis ini cerewet sekali?? Mengingatkanku pada si nenek lampir saja -_-“

 

“Yaahh… kantinnya penuh. Tak ada meja kosong.” Ucapku ketika kami sampai di kantin.

“Tenang saja! Aku punya meja khusus yang sering aku tongkrongi bersama sahabat-sahabatku di kantin!” ia menarik tanganku ke salah satu meja di sudut kantin. Ada seorang pria yang duduk disana.

“Hoi!!” sapa Victoria pada pria itu.

“Hi Vic! Eh? Siapa gadis itu?? Murid baru dari Amrik kah??” err.. sepertinya aku cukup populer di sini -_-

“Ne! Kenalkan! Namanya Kwon Yoora! Yoora-ya, ini Changmin, sahabatku!” ucap Victoria. Aku menjabat tangan Changmin yang terulur. Kami berdua –aku & Victoria- duduk di hadapan Changmin.

“Kyu kemana??” tanya Victoria pada Changmin.

“Ke kantor guru! Sepertinya ia akan mendapat bimbingan khusus! 2 hari lagi ia akan mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional.” Jawab Changmin. Olimpiade matematika tingkat nasional?? Ckckck… orang yang namanya Kyu itu pasti pintar.

 

~>.<~

Aku menendang-nendang krikil di hadapanku. “Hiiisshh.. sial! Kenapa Kibum oppa harus ikut meeting mendadak sih?! Jadi harus pulang sendiri kan! Hhhh.. untung saja aku masih ingat jalan di sini! Kalau tidak?? Mungkin aku akan menginap di sekolah.” Omelku.

 

“Kau gila ya??” aku menghentikan langkahku dan berbalik.

 

Deg!

Ah.. tampannya. Dia murid sekolahku juga ya??

 

“Ne? Kau bicara denganku??” aku menunjuk diriku sendiri.

“Tidak ada orang lain disini selain kita! Jadi, sudah pasti aku bicara padamu!”

“Ooohh.. Eh? Tunggu! Tadi kau bilang apa? Aku… YA!! ENAK SAJA!! AKU TIDAK GILA TAHU!! KAU YANG GILA!!” bentakku.

“Hey! Kecilkan suaramu!! Kau pikir suaramu bagus hah?! Lagipula, kalau tidak gila, namanya apa?? Kau bicara sendiri seperti tadi bukankah artinya kau gila??”

Aku menggertakan gigiku kesal. “Dengar ya, aku ini waras! Kau yang gila!” seruku lalu berbalik meninggalkannya.

 

~>.<~

 

Aku menghentikan langkah kakiku di depan sebuah gedung dekat halte bis.

Ini…

Gedung TK-ku dulu kan??

 

“Ayo anak-anak, kita nyanyi ya! Hana, deul, set!”

“Satu-satu, aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga, sayang adik kakak. Satu dua tiga sayang..”

“AKU SAYANG YOORA!!”

“Huuu!!!”

“Ya! Kyuhyun-ah, kenapa kau ubah lirik lagunya?!”

“Mian sonsaengnim! Tapi aku suka kalau lirik lagunya begitu! Lirik lagu itu kan untuk pacarku, Yoora!”

“Huuuu!!!”

“Kuyun, kau culang! Halusnya lirik laguna ntu Aku Cayang Ambel!”

“Haish… Diam! Diam! Kecil-kecil sudah main pacar-pacaran!!”

 

Aku tersenyum mengingat kenangan beberapa tahun yang lalu.

Haah.. kira-kira dia masih mengingatku atau tidak ya??

 

Aku melangkahkan kakiku ke dalam gedung TK itu. Tidak banyak berubah dari beberapa tahun yang lalu.

 

“Cari siapa nak??” aku mengelus dadaku, kaget mendengar suara seorang wanita dibelakangku.

Aku berbalik dan menatap wanita itu. “Eung… itu… aku…” tunggu! Sepertinya aku mengenal wanita ini.

“Jessica sonsaengnim??” tanyaku.

“Ne. Ini aku. Ada perlu apa??” tanyanya bingung.

“Aigo… sonsaengnim! Kau tidak berubah! Masih cantik seperti dulu!” ucapku jujur. Dia mengerutkan dahinya.

“Aku Yoora sonsaengnim! Kwon Yoora! Muridmu 12 tahun yang lalu!” ia terlihat berpikir.

Namun, beberapa saat kemudian ia tersenyum. “Kau Yoora pacarnya Kyuhyun itu kan?? Aigo… sudah besar! Masih pacaran dengan Kyuhyun eh??” goda Jessica sonsaengnim, membuat wajahku memanas.

“Sonsaengnim… itukan hanya main-mainan anak kecil saja! Kenapa masih diingat-ingat!” aku menutupi wajahku malu.

“Haha… Tapi kalau bukan karena itu, aku tidak mungkin masih mengingat murid-muridku 12 tahun yang lalu! Tahun angkatanmu punya kenangan yang begitu membekas diingatanku!” tawanya.

“Dan yang paling membekas di ingatanku tentangmu dan Kyuhyun itu ketika aku menanyakan apa cita-cita kalian!” sambungnya.

 

“Hayo, yang cita-citanya jadi polisi, siapa?? Angkat tangan!”

“Saya bu guru!! Saya! Saya!”

“Ya! Ambel! Kenapa kau angkat tangan?! Kau kan pelempuan!”

“Memang kalau Amber perempuan kenapa Henry-ah??”

“Polisi kan tidak ada yang pelempuan! Hanya laki-laki sepertiku saja yang bisa jadi polisi sonsaengnim!”

“Henly sok tau!! Ambel gak suka sama Henly lagi! Mama Ambel aja bisa jadi polisi!”

“Ya! Diam-diam! Henry, perempuan juga bisa jadi polisi, bukan laki-laki saja! Arraseo??”

“Arraseo sonsaengnim!”

“Okay, yang mau jadi doctor siapa??”

“Saya sonsaengnim! Saya!”

“Chorong, kenapa kau ingin jadi doctor??”

“Agar aku bisa mengobati Key kalau Key sakit sonsaengnim!”

“Oh my god! Kenapa muridku seperti ini???? Haish… Ya! Kyuhyun! Kenapa sedari tadi kau diam?? Teman-temanmu yang lain angkat tangan tapi kau tidak!”

“Sonsaengnim tidak menyebutkan cita-citaku! Makanya aku tidak angkat tangan!”

“Memang cita-citamu jadi apa Kyuhyun-ah??”

“Jadi suami Yoora sonsaengnim!!!”

 

Pipiku kembali memerah ketika mengingat kenangan saat itu. “Sonsaengnim! Jangan mengingatkan hal-hal yang memalukan!” ucapku malu.

“Hahaha… Ne! Ne! Eh, kau mau masuk atau tidak??” tawar sonsaengnim.

“Ah, tidak perlu sonsaengnim! Lain kali saja aku mampir lagi! Aku harus pulang! Nanti onnieku cemas kalau aku tak pulang-pulang!” tolakku.

“Ne. Pulanglah! Hati-hati dijalan! Ingat mampir kalau kau ada waktu, okay?!”

“Ne, sonsaengnim!”

 

~>.<~

 

“Yoora-ya!!! Palli!!”

Haish… nenek lampir itu cerewet sekali!

“Ne, onnie!!” aku mengikat tali sepatu ketsku.

 

“Onnie, aku malas ikut! Aku diam di rumah saja ya!” ucapku malas sembari menuruni tangga.

“Ya! Festival ini Cuma ada setahun sekali! Kita kan belum pernah datang bersama! Sebagai saudara harusnya kita pernah datang ke festival seperti itu walaupun hanya sekali!” cerocos Yuri onnie.

“Cih! Alasan! Bilang saja kau mau memanfaatkanku untuk menjaga Wookie, sementara kau dan Kibum oppa berduaan!”

“Yoora-ya… ayolah. Kami jarang-jarang bisa jalan berdua. Ya, ikut ya!” bujuk Kibum oppa.

Aku mendengus kesal. “Ne!” ucapku pada akhirnya.

 

~>.<~

 

“Noona… noona… cana!  Ayo cana!” Wookie menarik-narik bajuku sembari menunjuk ke arah kedua orang tuanya yang sedang berbicara dengan seseorang.

“Haish… sudah berapa kali aku bilang?! Panggil aku ahjumma! Dasar ponakan genit!” omelku lalu menggandeng Wookie menuju Kibum oppa & Yuri onnie.

 

“Wookie-ya, jangan menatapku seperti itu! Kau pikir aku akan tergoda hah?!” ocehku.

“Ya! Yoora-ya! Ini Kyuhyun! Teman TKmu dulu! Kau masih ingat kan??” ucapan Yuri onnie membuatku mendongakkan kepalaku dan menatap orang dihadapannya.

 

Deg!

Dia…

Pria tampan yang tadi siang mengatakan aku gila??

Astaga. Dia Kyuhyun??

 

“Yoobo, jika kau ke Amerika, pacaran kita bagaimana?? Masak putus?? Aku kan malu kalau gak punya pacar lagi.”

“Eh, jangan! Kita jangan putus!”

“Lalu??”

“Kau tunggu aku pulang saja. Nanti kita lanjut pacaran lagi.”

“Benar??”

“Ne!”

“Baiklah! Aku akan menunggumu pulang! Nanti kalau kau pulang aku akan menciummu lalu kita pacaran lagi!”

 

Aa..aa..apa..kah ia masih mengingat ucapannya waktu itu??

Apakah ia akan menciumku disini lalu melanjutkan hubungan kami yang dulu??

Ah! Tapi sepertinya dia sudah lupa! Lagipula itu kan hanya ucapan anak kecil!

Bodoh sekali aku jika aku menunggunya terus -_-“

Dia pasti sudah menemukan orang yang ia cintai.

 

“Ya! Yoora! Kenapa diam saja?? Ayo sapa dia! Kau ini sombong sekali! 12 tahun di Amerika sudah melupakan teman dekatmu! Dulukan kalian dekat sekali! Kemana-mana selalu bersama! Sampai mengaku-ngaku pacaran pula pada Kibum! Hahaha…”

“Onnie!! Itukan hanya main-main saja!!” seruku malu.

Aduuuh… Mak lampir satu ini! Untung aku tak membawa lakban! Kalau bawa, sudah kuplester mulutnya itu -_-

“Haha… hey, sapa Kyuhyun!” suruh Yuri onnie.

“Ah, hai… Kyu..hyun…ssi..” sapaku agak canggung.

“Ya! Kenapa kau memanggilnya Kyuhyun-ssi?! Seperti orang baru kenal saja! Dulu kan kau memanggil Pil… Pil.. Pil apa??”

“Pilbo.” Sahut Kibum oppa menjawab pertanyaan Yuri onnie.

Aduuuh.. aku ingin mengubur diriku sendiri >.<

Sumpah, ini memalukan sekali!

Kenapa mereka membongkar-bongkar masa lalu yang memalukan seperti itu?!?!

 

“Eung… noona, hyung, Wookie, errr… Yoo..Yoo..ra… aku pergi dulu. Teman-temanku pasti menungguku!” pamitnya. Ah.. canggung sekali setelah 12 tahun tak bertemu dan berkomunikasi.

“Ne. Eh, tapi bisa kau ajak Yoora sekalian?? Kalian kan satu sekolah! Dan Yoora masih baru di sekolahmu! Ajak dia dan kenalkan pada teman-temanmu ya!!” suruh Kibum oppa.

Siapapun, tolong masukkan aku ke dalam sumur sekarang juga T.T

“Oppa, aku menjaga Wookie saja!” tolakku.

“Aish… kau ini! Nanti kau disangka ibunya oleh orang-orang! Sudah sana! Pergi dengan pacarmu!!” usir Kibum oppa sembari membawa Wookie & Yuri onnie pergi.

“Appa!! Noona tantikku janan di tinggal cama yung itu!!” rengek Wookie ketika Kibum oppa membawanya pergi dariku.

 

Aduuh… bingung, bingung, bingung >.<

Apa yang harus kulakukan sekarang????

 

“Eerr.. kau mau ikut denganku atau tidak??” tawar Kyuhyun. Ikut sajalah daripada aku jalan-jalan tak jelas.

“Ne.” anggukku pelan.

 

~>.<~

 

“Loh?? Kyu?? Kenapa kau bisa kembali bersama Yoora??” tanya Victoria.

Oooh.. jadi Kyuhyun ini yang dimaksud Kyu oleh Victoria & Changmin tadi pagi di kantin.

“Eung… dia ini temanku. Kebetulan tadi kami bertemu! Kalian mengenalnya??” tanya Kyuhyun.

Teman ya?? Haishh.. Yoora bodoh! Jangan terlalu berharap padanya!

“Dia teman sekelasku.” Jawab Victoria.

 

“Ya! Yoora kenapa kau diam saja dari tadi?? Kau dan Kyuhyun sepertinya canggung sekali! Katanya kalian teman??” tanya Changmin.

“Eh? Aa…ani! Aku hanya… hoahm… aku mengantuk! Hehe…” dustaku.

“Oh… Kalau begitu kita pulang saja! Lagipula ini juga sudah terlalu malam! Besok kan kita harus sekolah!” ucap Victoria. Aku mengangguk setuju dengan ucapannya. Lagipula aku juga tak tahan berlama-lama dengan Kyuhyun.

“Ne! Aku pulang ya!” pamitku lalu membalik badanku dan bersiap-siap meninggalkan mereka.

“Ya! Kau di antar Kyuhyun saja! Kyu, antar dia pulang!”

“Eh, tidak usah! Aku bisa pulang sendiri Vic!” tolakku.

“Tidak pa-pa! Yang membawamu kemari kan Kyuhyun! Jadi harus dia juga yang mengembalikanmu ke rumah!” ucap Victoria.

“Ayo Kyu, antar dia!” Changmin mendorong Kyuhyun ke arahku.

“Ne! Ne! Akan kuantar! Kalian ini! Tch!” decak Kyuhyun kesal.

 

~>.<~

“Rumahmu masih yang ini kan??”

Pertanyaan Kyuhyun menyadarkanku dari lamunanku. “Ne?? Oh? Iya! Iya! Ini rumahku!” jawabku salting.

Aku turun dari mobilnya. “Gomawo sudah mengantarku Kyuhyun-ssi!” ucapku kaku.

“Panggil Kyuhyun saja!” ucapnya dan aku menganggukkan kepalaku.

Aku menutup pintu mobilnya lalu masuk ke dalam rumah.

 

“Cieeee… ada yang habis kencan!” goda Yuri onnie.

“Berisik!!” kesalku lalu naik ke lantai 2 dan masuk ke kamarku.

 

Ya Tuhan..

Kenapa berubah sekali??

Huft… kupikir ia masih mengingat saat-saat kita TK. Tapi ternyata…

Haah.. sudahlah Yoora-ya, jangan terlalu berharap padanya. Siapa tahu ia sudah menemukan gadis lain dan melupakanmu.

 

~>.<~

 

Aku mengambil buku baru di rak perpustakaan. Sungguh menyebalkan harus membuat sebuah karya tulis! Aku harus meluangkan waktuku untuk ke perpustakaan mencari bahan.

 

“Boleh aku duduk disini??”

Deg! Itu suaranya.

“Tentu saja!” sahutku tanpa menatapnya sedikitpun.

 

“Kita canggung sekali ya?? Padahal dulu tidak begini.” Ucapnya.

Aku menoleh. Ia tampak serius mengerjakan soal-soal olimpiade matematikanya.

“Ah! Hanya perasaanmu saja!” ucapku berusaha bersikap biasa.

 

“Yoobo… boleh aku memanggilmu seperti itu lagi??”

Deg!

Jantungku, Tuhan, Jantungku!! Tolong selamatkan jantungku.

“Te..te..terse..rah..” jawabku tergagap.

 

Ia menutup bukunya dan merapikan semua soal-soal yang ia bawa.

“Besok, datanglah ke tempat olimpiadeku.” Ucapnya sembari beranjak pergi.

“Mungkin kedatanganmu bisa membuatku memenangkan olimpiade!” gumamnya pelan namun masih bisa kudengar.

Jinja??

 

~>.<~

 

“Apakah soal-soal tadi susah??”

Kyuhyun mendudukkan dirinya di sampingku.

Ya. Hari ini aku datang. Huft… aku takut kalau aku tidak datang, hubungan kami akan semakin memburuk.

“Ya… lumayan susah.” Jawabnya.

“Kau pasti berhasil! Aku dengar kau tak pernah mengecewakan sekolah!” ucapku.

“Ne. Semoga. Kalau aku berhasil mendapatkan medali emas. Aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat.” Ucapnya. Aku mengernyitkan dahiku. “Kemana??” tanyaku.

“Lihat nanti saja! Lagipula aku akan mengajakmu kesana jika aku meraih juara 1. Tapi kalau tidak…. Ya tidak jadi!”

“Memang kapan pengumuman juaranya??” tanyaku lagi.

“Hari ini.” Jawabnya singkat.

Deg! Deg! Deg!

Ah! Kenapa aku jadi deg-degan begini???

 

~>.<~

 

“PEMENANG OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT NASIONAL TAHUN INI DIRAIH OLEH…………”

Semoga Kyuhyun, semoga Kyuhyun, semoga Kyuhyun! Doaku dalam hati.

 

“CHO KYUHYUN!!!”

Kyuhyun yang berdiri di sampingku langsung mengangkat tubuhku dan memutar-mutar tubuhku.

Aigo… kami diperhatikan banyak orang.

“Yoobo, aku berhasil! Aku berhasil!” serunya senang lalu mengecup pipiku dan naik ke atas panggung untuk menerima hadiah, medali, serta piala.

Aku menyentuh dadaku. Jantungku…

Berdetak kencang sekali.

 

Barusan… Dia… Mencium pipiku??

Ya Tuhan, kalau ini mimpi, jangan pernah bangunkan aku.

 

“Hey, ayo kita pergi!!” ajaknya sembari menarik tanganku.

 

~>.<~

“Kenapa kita kesini??” tanyaku bingung sembari menatap gedung TK-ku dulu.

“Kau akan tahu sekarang! Ayo masuk!” ucapnya.

Aku mengikutinya dari belakang.

Ia menuntunku ke sebuah kelas.

Kelas kami dulu.

 

“Kyu hyung!” seru salah seorang murid.

“Teman-teman!! Ayo berkumpul!” seru murid yang lain. Dalam sekejap, kelas yang tadinya seperti pasar kini menjadi sunyi.

 

“Kyuhyun ingin Kwon Yoora, Kyuhyun ingin Kwon Yoora. Kyuhyun ingin Yoora, Yoora, Yoora, dan Yoora. Yoora, Yoora, Kwon Yoora, Kyuhyun mencintaimu. Cinta, cinta, cinta, cinta seperti dulu. Kyuhyun masih cinta Yoora, sampai sekarang. Lalala.. Kyuhyun sayang sekali… YOORA YEOBO!!” (nyanyiin pake nada lagu soundtracknya doraemon yaa ^^)

 

Aku menutup mulutku. Takjub dengan apa yang anak-anak itu nyanyikan. Aku menatap Kyuhyun.

Ia tersenyum menatapku. “Semuanya masih sama seperti dulu kan?? Kau masih mencintaiku kan?? Kita tidak putus  & masih pacaran kan sampai saat ini??” tanyanya.

Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku. Sumpah, ini benar-benar menjadi sebuah kejutan terindah dalam hidupku, hingga aku tak bisa berkata apa-apa.

 

“Saranghae…” Kyuhyun menarik pinggangku dengan kedua tangannya lalu menyapukan bibirnya di bibirku. Ciuman kami yang kesekian, namun ini ciuman terdalam yang pernah kami lakukan karena sewaktu TK dulu hanya kecupan-kecupan singkat saja -_-

 

“Ya!!! Kalian berdua jangan memberi contoh yang tidak baik pada murid-muridku!” Tiba-tiba Jessica sonsaengnim datang lalu menjewer telinga kami, membuat kami melepas ciuman kami.

“Sonsaengnim! Sakit!” keluh kami berdua.

“Haish… cukup sekali aku punya murid-murid seperti kalian!” oceh Jessica sonsaengnim.

“Ne! Ne! Ne! Lepaskan kami sonsaengnim!” seruku.

Jessica sonsaengnim melepas telinga kami. Aku dan Kyuhyun mengusap-usap telinga kami yang ia jewer.

“Kalau kalian mau pacaran, jangan di hadapan murid-muridku! Cari tempat lain sana!” suruh sonsaengnim.

“Ne!” sahut kami berdua lalu beranjak keluar kelas.

 

~>.<~

 

Kami duduk di sebuah bukit dimana kami bisa melihat pemandangan kota dari atas sini. Aku duduk membelakangi Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun duduk sembari memelukku dari belakang.

“Kyu…” panggilku. “Hm??”

“Aku ingin kau bernyanyi soundtrack doraemon seperti dulu. Bukan yang seperti anak-anak itu nyanyikan.” Pintaku.

 

“Yoobo, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu!”

“Jinja??”

“Ne! Suaraku kan bagus, jadi aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu! Dengar ya!”

“Iya!”

“Aku ingin begini. Aku ingin begitu. Aku ingin ini itu banyak sekali. Semua semua semua, dapat dikabulkan. Dapat dikabulkan dengan cinta Cho Kyuhyun. Aku ingin dengan Yoobo, selamanya. Lalala.. aku sayang sekali.. Yoora Yeobo!”

“Benar ya, kau akan bersamaku selamanya! Janji?”

“Ne! Janji!”

 

“Baiklah… kau tidak perlu khawatir! Suaraku masih bagus seperti dulu kok!” ucapnya mengiyakan permintaanku. Haah… dia tak pernah berubah. Narsisnya masih tetap ada sampai sekarang -_-“

 

“Aku ingin begini. Aku ingin begitu. Aku ingin ini itu banyak sekali. Semua semua semua, dapat dikabulkan. Dapat dikabulkan dengan cinta Cho Kyuhyun. Aku ingin dengan Yoobo, selamanya. Lalala.. aku sayang sekali…..”

“Kyuhyun yeobo.” Potongku.

Aku menolehkan kepalaku sehingga kami dapat saling menatap.

“Aku menyayangimu.” Ucapnya lalu mengecup bibirku.

“Aku juga. Saranghae..” ucapku. “Nado…” balasnya lalu mengecup bibirku lagi.

 

~END~

Hehe… again and again, trik bikin fanfic ancur -_-

Berasa kagak feel romancenya??

Koment and like are love ya ;)

Gak bisa koment disini? Atau mau ngobrol2 ama Trik?? Di Twitter : @Putri_Official atau FB : Choi Putri Elf bisa :) Tapi lebih baik di Twitter ajah, Trik jrg buka FB & sering lupa buka friend request -_-v takutnya ntar dikira sombong gara2 gak confirm2 -_-“

Kalo mau di follback, kudu kenalan dulu ama Trik *agak gak nyaman soalnya kalo TL isiny org asing semua -_-* :D Trik gak follback yg cuma minta follback tanpa intro okey ;) jadi kudu intro dulu ^^

 

Trik cinta semua chingudeul yang dengan ikhlas memberi respon buat semua karya Trik ~HUG ALL~

17 responses

  1. anneyong chingu, ak new reader nih, ak bru bca yg ini jd penasaran yg MBA, boleh minta passwordnya? Gamsa~ ^^
    Btw fanficnya lucu yg vrsi TK ini, aku sukaaa xD

  2. anneyong chingu, ak new reader nih, ak bru bca yg ini jd penasaran yg MBA, boleh minta passwordnya? Gamsa~ ^^
    Btw fanficnya lucu yg vrsi TK ini, aku sukaaaa xD

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s