You never know how much I love you Part 4

Title       : You never know how much I love you Part 4

Author  : Kin♥ a.k.a Rekin

Type      : Chapter

Main Cast : Yoona SNSD-Siwon Super Junior

Other cast : SNSD members and Super Junior members

Rating   : PG-15

Genre   : Romance and friendship

Warning! : Fanfic galau! Banyak typo males ngedit soalnya keke~ Don’t plagiat! Karena itu perbuatan dosa #plak. Don’t bashing oke? Karena damai itu indah keke

Ps : Annyeong ~~ kekeke Nama aku Rekin bukan Author/thor so, don’t call me like that !! 16 y.o . Kalian bisa panggil rekin, kin, chingu, saeng. Gapapa SKSD karena aku suka yah biar lebih akrab gitu hehe.

Disc : Plot is MINE. Kalau di blog Kyuyoungshipperindo ini castnya pake Kyuhyun dan Sooyoung dan kalau disana lebih banyak commentnya.. kalau disini -_- 10 orang aja kaga adaT.T tapi aku tetep akan ngepost kok karena aku gak bisa berhenti ditengah jalan hehe. Saran dan kritikan sangat membantu🙂 Untuk point of view Siwon maaf yah aku gak buat karena disini aku cuma mau nulis point of view yeoja nya aja keke~~

==========

 “YoonA-ah!” teriaknya yang memanggil namaku. Siwon sekarang berlari menuju arahku.

“Aku tak menyangka besok adalah hari perlombaan kita ! Semangat ya Yoong!” ucapnya yang langsung duduk disampingku dan mengambil makananku. Aku hanya terdiam pasrah karena aku benar-benar tak bisa berkutik dihadapannya.

“YoonA-ah kamu kok hanya diam? Wah tau deh yang lagi ada Si- AWWWW!” ucap Sunny yang langsung mendaptkan tendangan dari kakiku. Tak taukah kau Sunny? Kau benar-benar membuat riwayatku hampir punah.

“Eh? Ada apa dengan kalian?” tanya Siwon padaku yang aneh melihat kelakuan kami.

“Molla~” ucapku yang lalu menyeruput minumanku.

“Sepertinya minuman punyamu enak ya Yoong,” ucapnya yang sambil melirik aku yang sedang asik menikmati minumanku. Dengan seenaknya dia pun merebut minumanku. Dia meminum itu juga? Apakah itu artinya kami sudah berciuman secara tak langsung? YAH! Im Yoon Ah kembalilah kau ke dunia nyata!

“YoonA-ah! Apa yang kau lamunkan?” tanya Yuri yang tiba-tiba merangkul tubuhku dan berhasil membuatku kembali ke dunia nyata. Dunia dimana aku harus menerima kalau Siwon bukanlah untukku.

“Wah ada Siwon! Annyeong Siwon-sshi~” sapa Yuri pada Siwon. Aku hanya menundukan wajahku.

“Annyeong Yuri-ah~ Yasudah ya aku sama YoonA ada urusan nih. Kita duluan ya,” ucap Siwon yang langsung menyeretku. Yah, apa-apaan dia? Kenapa dia langsung menyeretku? Apakah dia tidak tau kalau aku belum selesai memakan makananku?

—-

“Karena hari ini hari terakhir kita bersama. Aku mau kita menghabiskan waktu kita,” ucapnya yang lalu menyeretku ke perpustakaan.

“Apa maksudmu hari terakhir?” tanyaku yang tak mengerti ucapannya.

“Hari terakhir kita latihan bodoh!” ucapnya yang lalu mengacak-acak rambutku.

DEG!

Kurasakan jantungku benar-benar berdegup dengan kencang. Kenapa Siwon selalu bisa membuatku tak berkutik.

“Apa kau menyukaiku YoonA-ah?” tanyanya. Aku pun langsung menatapnya. Dengan cekatan ia pun langsung menahan diriku diantara buku-buku yang ada di perpstakaan. Jarak kami sangat dekat. Bahkan aku bisa pastikan degup jantungku akan terdengar olehnya.

“Mwo? Mworago?” tanyaku gugup. Sekarang aku merasa panas menjalar tubuhku. Aku merasa tubuhku sudah tak bisa menopang tubuhku. Aku merasa tubuhku sudah panas dingin.

“Hahaha.. lihatlah dirimu kau begitu lucu YoonA-ah! Aku kan cuma bercanda,” jelasnya yang berusaha menenangkan diriku. Kau bilang bercanda? Apakah perasaan itu bisa dipermainkan?

“Lepaskan diriku! Ini tak lucu!” aku pin menghempaskan tangannya. Aku sungguh kecewa dengannya. Berani sekali dia mempermainkanku. Aku memang mencintainya. Tapi, bisakah dia menghargaiku?

“Yoong! Tunggu !” teriaknya yang berusaha mencegah diriku. Namun, usahnya sia-sia karena aku, sudah benar –benar kecewa padanya.

“Yoong! Aku mohon, aku hanya bercanda jangan marah padaku jebal!” ucapnya yang masih berusaha menenangkan diriku.

“Yoong! Aku minta maaf” sekarang dia menarik tanganku dan memeluk diriku. Aku hanya terus menangis di pelukannya.

“Aku memang sering membuatmu menangis. Janganlah menangis. Aku tak mau melihatmu bersedih,” hiburnya yang semakin mengeratkan pelukannya. Aku merasa hangat sekarang. Aku benar-benar mencari sosok ini. Aku sungguh tak bisa jelaskan apa yang kurasakan. Seandainya dia bisa disisiku setiap hari akan ku pastikan tak ada satu tetes air mata mengalir dipipiku.

—–

“KYAAAAAAAAAAA!!! Itu tanda-tanda Yoong~” seru Yuri, sahabatku saat aku selesai menceritakan kejadian yang baru saja aku alami. Sepertinya, dia sangat bahagia karena aku menceritakan hal itu.

“Apa maksudmu tanda-tanda?” tanyaku dengan polosnya.

“Yah! Pabo~ Itu artinya dia juga mencintaimu,” jelasnya sambil tersenyum malu. Aku binggung, kenapa dia yang malu-malu? Seharusnya aku! Dasar Kwon Yuri!

“Yah! Kalau dia mencintaiku pasti dia akan mengatakannya Kwon Yuri !” jelasku padanya. Dia hanya tersenyum malu dan memukulku dengan bantalku.

“Kau ini sok puitis sejak mengenal Siwon~ Apakah itu pengaruh cinta?” ledeknya yang berhasil membuat pipiku merona merah.

“Hahaha, lihatlah kau sungguh lucu!” ledeknya lagi.

Apakah semua yang dibicarakan Yuri benar? Apakah ia juga mencintai diriku? Apakah benar dia juga mencintai diriku? Apakah aku memang bisa bersama dengannya? Aku harap itu bukan sekedar mimpiku. Karena, menyakitkan mencintai Siwon tapi dia sendiri hanya menggangapku temannya.

—-

“Hari ini, kita akan lomba! Yeay! Kau tau Yoong? Aku tak pernah mengikuti lomba manapun,” ucapnya yang seperti memberi pengakuan padaku.

“Oh,” jawabku singkat.

“Aku tau pasti ini untuk kesekian kalinya au mengikuti perlombaan.”

“Iya.. tapi, akhirnya juga kalah.” jawabku yang masih dengan mimik tak peduli.

“Hahaha.. tenanglah Yoong. Oh ya, bagaimana kalau kita taruhan?” tantangnya. Aku pun membulatkan mataku menatapnya dengan seksama. Apa dia bercanda?

“Taruhan? Itukan Dosa,” jawabku yang sepertinya menasehati Siwon.

“Hahaha. Bukan seperti itu. Tapi, kalau kita menang, aku akan menuruti semua keinginanmu. Tapi, kalau kita kalah. Maka, aku akan menuruti semua permintaanmu.” Jelasnya.

“…” Aku hanya menatapnya dengan tatapan kosong.

“Deal ya? Oke dah!” dia pun langsung menyabat tanganku. Dengan seenaknya dia menyetujui semua ide gilanya. Lihatlah Siwon, aku yang pasti menang!

“Yeayyyy!! Kita menang!” seruku yang langsung memeluk Siwon saat mengetahui hasil bahwa grupku bisa lolos.

“Ehem…”

“Eh, Mianhae. Aku terlalu bersemangat.” Jelasku pada Siwon. Aku pun tersenyum malu. Apa yang merasuki dirimu YoonA? Sampai-sampai kau berani memeluknya?

“Wah pasangan YoonWon emang the best dah!” seru teman sekelas kami yang sepertinya sangat membanggakan kami.

“YoonWon?” aku pun menyipitkan mataku, tanda aku tak mengerti.

“YoonA dan Siwon! Hahaha” ledek teman sekelasku yang berhasil membuat sekelas pun ramai dengan tawa ledekan.

“Yah! Kalian ingin mati ha?” ancamku dengan senyuman mautku.

“Sudahlah, jangan dengarkan mereka! Sepertinya YoonWon nama yang bagus untuk kita,” ucapnya yang berusaha menenangkan diriku. What?

“Sudahlah Yoong~ Nikmatilah penderitaanmu sekarang,” bisiknya padaku

“Ha? Penderitaan?”

—-

“Apa yang mau kau lakukan Mr.Choi?” tanyaku saat ia menyeretku kelar kelas.

“Kau ingat taruhan kita?”

“Taruhan apa?” jawabku yang pura-pura tak tau. Aduh, kenapa aku sampai lupa kalau aku taruhan dengannya?

“Apa kau benar-benar tak mengingatnya?” dia pun merangkul tubuhku hingga semua mata diantara kami menatap kami dengan heran. Mungkin, dipikiran mereka –kenapa ini dua orang pacaran?-

“Lepaskan! Lihatlah mereka melihat kearah kita,” ucapku yang berusaha menyingkirkan lengannya dari tubuhku. Tapi, karena memang badannya yang lebih besar maka usahaku sia-sia.

“Hahaha.. biarkan sampai kau mengingatnya.” dia masih terus memelukku dengan erat.

“Oke.. aku akan turuti semua keinginanmu!”seruku yang sudah tak tahan kelakuannya.

“Ayo ikut aku!” kini dia menyeretku dengan seenaknya lagi untuk kesekian kalinya.

—-

“Ajarkan aku soal ini!” dia pun menyodorkan sebuah buku matematika padaku. Dia bercanda? Jadi, cuma ini?

“Kenapa gak bilang dari tadi?” aku pun langsung merebut buku itu darinya.

Dengan serius aku terus mengajarinya. Aku terus memberikan cara yang terbaik agar ia mengerti apa yang kumaksud. Aku melirik ke arahnya untuk memastikan apa ia memerhatikan ku atau tidak. Tapi, kau tau bukannya memerhatikan ku menjelaskan tapi, dia malah memandang wajahku. Aku tau aku cantik, tapi apakah aku terlalu mempesona?

Tunggu! Siwon memandangku? Tapi, ini benar! Dia memperhatikanku! Ya, walau hatiku senang tapi, tetap saja aku tak suka karena usaha ku basa-basi lebar panjang tak didengar olehnya.

“Aku tau aku cantik tapi, tak usah dilihat seperti itu,” seruku yang masih terus menulis dibukunya. Kulirik dia, dia hanya tersipu malu.

“Hahaha.. aku hanya baru sadar ternyata kau cantik juga!” ucapnya yang lalu melihat bukunya.

DEG!

Dia bilang aku cantik? Aigo~ Apa dia baru sadar? Kemana saja dia selama ini?

“Eh? Aku salah berbicara? Ayo kerjakan ini lagi!” dia pun menyodorkan buku itu lagi.

“Yah! Aku sudah menjelaskan ini sampai mulutku berbusa tau! Ahh aku tidak mau!” tolakku.

“Jadi ngambek nih?”

“Iya.. kenapa? Gak suka?” tantangku. Dia pun langsung menatapku dengan evil. Aku hanya menghela nafas lemah. Baiklah, aku akan turuti kemauanmu Choi Siwon! Kau puas sekarang?

“Oke.. oke aku akan ajari lagi. Tapi, perhatikan dengan baik ya!” aku pun memberi peringatan padanya. Aku tak mau kejadian tadi terulang. Aku tak mau suaraku hilang sia-sia.

“Baik jadi …” aku pun dengan cekatan mengajarinya.

Cup…

Kurasakan pipiku disentuh oleh sebuah benda yang lembut.

“Kau??” aku pun menatap Siwon dengan heran. Apa yang dia lakukan tadi? Dia menciumku?

“Mianhae Yoong … aku tak sengaja!” ucapnya malu-malu. Aku pun mendorong tubuhnya agar menyingkir dari hadapanku.

“Kau kira aku yeoja macam apa hingga kau beran-beraninya menciumku?” dengan enuh emosi aku meluapkan semua amarahku padanya. Aku membencimu Siwon!

“Yoong~!”

—-

“Huahhhh.. kau tau Kwon Yuri? Aku membencinya! Berani-beraninya dia menciumku! Itu first kiss! Ya, walau cuma dipipi,” aku pun terus merenggek manja ke sahabatku, Kwon Yuri.

“Hahaha.. tanda-tanda,”ledeknya dengan tersenyum puas.

“Apa kau tidak mempunyai kata-kata lain selain tanda-tanda?” tanyaku yang menekankan kata tanda-tanda.

“Ya, aku hatus bilang apa lagi Yoong? Dia bilang tak ingin melihatmu bersedih dan sekarang menciummu! Itu apa namanya Yoong?” jelasnya. Aku pun langsung menatapnya dengan penuh harap.

“Hahaha.. kau tau setiap hari kau hanya curhat tentang Siwon. Aku sampai hafal jadwal kamu membicarakannya!”

“benarkah?” tanyaku yang percaya dengan ucapannya. Apakah sampai segitunya?

“Hahaha.. kau ini polos sekali. Aku cuma bercanda Yoong~” dia pun langsung merebut makanan yang ingin aku makan.

“Aku tau kau marah padaku tapi jangan rebut makananku!” aku pun langsung merebut makananku lagi. Dia pun langsung mengejarku untuk mendapatkan makananku lagi.

—–

New Messages

-From Siwon-

Aku menunggumu di taman sekarang. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku harap kamu akan datang.

Siwon? Dia ingin mengajakku kesuatu tempat?

Aku pun langsung menuju taman sekarang. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya. Ya, sebenarnya aku masih kesal dengannya. Tapi, aku tak bisa pungkiri bahwa aku sangat mencintainya.

—-

“Kau akhirnya datang juga Yoong~”

“Sebenarnya aku masih marah padamu karena kejadian tempo dulu,” ucapku yang cuek menanggapinya

“Kau ingat kan masih berhutang denganku!”

“Apa lagi? Aku tak mau! Entar kau macam-macam lagi” tolakku dengan penuh semangat.

“Aku menyiapkan ini semua untukmu!” dia pun langsung menunjukkan sebuah surprise untukku.

Dia menyiapkan sebuah makan malam untukku dengan lilin yang indah , apalagi atmosfer diantara kami yang sangat mendukung dan kuakui ini sungguh membuatku tersentuh. Apakah ia ingin mengajak ku kencan?

-TBC-

Halo,,,, maaf fanfic ini aku pending soalnya aku lagi suka bikin oneshoot T.T

Maaf ya yang udah nunggu ><

Masih berasa gak feelnya? Maaf ya! Soalnya aku bikinnya itu cuma 4 jam HAHAHA

Oh ya kritik dan saran ya ^^ @Rekindria

Hargai karya saya dengan menjadi good readers! Hilangkan jejak kalian. Karena silent readers membuat saya SAKIT HATI !

Don’t BASHING O.K ? Karena DAMAI itu INDAH ^^

SEKIAN DAN GAMSAHABNIDA~~

72 responses

  1. daebak unnie !!!
    unnie kalau punya twitter follow aku yaaa @amanda_zora
    i’m the next Ulzzang Ban Nam Gyu xP !!
    Don’t hesitate to follow me #PLAAAKK

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s