Love? I Don’t Believe It Anymore…

Author             :           Desca Daming

Main Cast        :           -Park Shinmi (OC)

      -Park Sanghyun a.k.a thunder MBLAQ

Support Cast   :           -Hwang Dain

      -Seungho MBLAQ

      -Lee Hyomin

Genre              :           Romance, Angst

Length             :           One Shoot

Rating             :           PG-13

Dislaimer         :           Fanfic ini murni atas ideku sendiri. Park Shinmi itu OC ku dan Park Sanghyun itu yeobo ku^^ #plakk. Oiya ini fanfic pertama ku jadi mian banget kalo jelek dan gajelas karena aku memang masih belajar membuat fanfic hehe so, jangan lupa RCL and enjoy it!😉

 

Aku Park Shin Mi, siswi tingkat 2 di Seoul International High School. Aku memilih sekolah ini karna memang baru setahun yang lalu aku tinggal di Korea jadi aku belum terlalu fasih berbahasa korea . Appa ku asli korea , dan Eomma ku asli Indonesia . Dan sebelumnya aku tinggal di Indonesia .

 

“Shinmi!!!” tiba tiba ada yang memanggilku

“annyeong Dain eonni” jawabku sambil tersenyum kepadanya.

 

Ya, dia adalah sunbaenimku disekolah, kami bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Dain sunbae sangat baik terhadapku, kami kenal cukup dekat.

 

“Shinmi-ya kok kamu belum masuk kedalam kelas? Bukannya sebentar lagi bel?” tanyanya.

 

“Eonni juga belum masuk kelas, yauda gimana kalo kita bareng aja? Jawabku.

 

Tiba tiba saat aku hendak menaiki tangga menuju lantai 2 ada seorang laki laki yang berlari dan tak sengaja menabrakku hingga ku terjatuh. Dia pun langsung membantuku berdiri lalu merapihkan tumpukan buku-bukunya yang terjatuh. Kemudian dia membungkukan badannya

 

“joesonghamnida, gwaenchana? Aku harus pergi dulu. Hmm ah! Dain ssi. Apa kau mengenal Dain ssi?” tuturnya sambil menunjuk Dain eonni, akupun mengangguk.

 

“Dia sekelas denganku, kau bisa menyuruhnya memberitahuku bila ada sesuatu terjadi kepadamu. Maaf aku harus pergi sekarang.” Lanjutnya

 

Kemudian aku hanya terduduk di tangga dan mengelus lututku yang memang agak sakit.

 

“Gwaenchana Shinmi-ya?” Tanya Dain eonni dengan panik.

 

“Gwaenchanayo…..hanya lututku agak sedikit memar, sudahlah tidak apa apa kok, kajja” jawabku sambil menarik tangan Dain eonni untuk menuju kelas.

 

*************

 

Bel pulang sekolah pun berbunyi, akupun bergegas keluar sekolah dan menuju toko cemilan langgananku. Ya, aku memang suka sekali mengemil haha. Tak lama kemudian akupun tiba di toko itu, seperti biasa aku langsung memesan lima permen lollipop berukuran besar. Huaaa aku tidak sabar untuk memakannya, akupun mencoba membuka salah satunya sambil keluar dari toko itu hingga aku tidak begitu memperhatikan jalan. Dan tanpa sengaja aku menabrak seorang laki-laki. Akupun langsung berdiri dan membungkukkan badanku

 

“joesonghamnida..joesonghamnida..” Laki laki itupun ikut berdiri.

 

”Gwaenchana, tunggu! Apa kau yang tadi pagi aku tabrak didekat tangga sekolah? Bagaimana keadaan kakimu? Apakah ada yang terluka?” tanyanya dengan pertanyaan yang beruntun.

 

“Ne…aku yang tadi bertabrakan denganmu di tangga sekolah. Ah iya kakiku tidak apa apa kok hanya agak sedikit memar di lutut. But its okay, sekarang udah gak sakit kok. Bagaimana denganmu? Maaf tadi aku tidak memperhatikan jalan karena tadi aku sedang membuka….” Astaga!!!!! Lollipop ku terjatuh semua. Anak anakku maafkan eomma mu yang ceroboh ini nak.

 

Akupun langsung memungut lollipop-lolipopku dari lantai. Tanpa aku sadari ada sepasang tangan yang ikut membantuku mengambil lolipopku.

 

“Ani, tidak usah repot-repot. Aku bisa sendiri kok.” Sergahku sambil memungut lolipopku.

 

“Eotteokkae? Permennya hancur semua. Apa kau membelinya di toko cemilan itu? Mari sini ikut aku” katanya sambil menarik tanganku. Akupun hanya bisa menurutinya.

 

*************

 

“ahjumma, aku minta permen lollipop yang ini lima ya…..ne….”

 

“gomapseumnida, wah kau baik sekali”

 

“eitsss kau kira ini gratis?” jawabnya dengan muka yang menyeringai, seperti serigala di dongeng si kerudung merah mungkin.

 

“hah? Apa maksudmu?”

 

“tenang.. kamu jangan berfikiran aneh-aneh gitu dong hahaha aku cuma mau minta kamu temenin makan dimsum aja kok abis aku bosen banget dirumah. Gimana? Kamu mau?”

 

“dimsum? Wow aku juga sangat suka dimsum, kajja!” jawabku dengan wajah yang berseri seri.

 

*************

 

“hey kamu sadar tidak kalo kita belum berkenalan?”

 

Ah benar juga ya sedari tadi kita jalan berdua tapi kita belum berkenalan satu sama lain hahaha lucu ya.

 

“oiya kita belum berkenalan. Park Shinmi imnida, aku murid kelas 2A” jawabku sambil tersenyum.

 

“jadi kau hoobae ku? Park Sanghyun imnida, aku kelas 3C.”

 

“haha berarti aku harus memanggilmu Sanghyun sunbae dong?”

 

“Sireo! Aku kurang suka dipanggil sunbae, agak terlihat tua hahahaha panggil saja aku ‘Oppa’” sergahnya sambil mengerlingkan mata kirinya.

 

“Aigoo…. Kalo udah tua mah tua aja gausa sok sok muda deh, baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu sanghyun oppa” lanjutku sambil tertawa

 

“hey! Jadi kau mencoba meledekku ya? Awas ya kamu shinmi! Aku ini tetap sunbaenim mu tau”

 

Beberapa saat kami terdiam lalu tertawa bersama.

 

*************

 

Sudah beberapa minggu ini aku menjalani kedekatanku dengan Sanghyun oppa. Dan dia pun berhasil mencuri hatiku. Ya, aku menyukainya. Entah sejak kapan tapi yang jelas aku luluh atas perhatiannya beberapa minggu ini. Kami sering berkirim e-mail, chatting, telfonan, bahkan sesekali dia mengantarku pulang kerumah. Wah lama sekali aku melamun tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Akupun langsung merapihkan buku-buku ku dan bergegas keluar dari kelas.

 

“Shinmi-ya!” Panggil Dain eonni sambil berlari mendekatiku.

 

“Ne? haha kau seperti lari marathon saja eonn sangat tergesa-gesa”

 

“Haah terserah kau saja lah. Jadi pulang bareng gaknih?”

 

“Jadi dooong tapi kau harus menemaniku beli lolipop dulu ya persediaanku sudah habis nih hehehe” ujarku sambil menyengir kuda kepada eonni ku ini.

 

“Gak masalah, haha kajja!”

*************

Akupun pergi ke toko cemilan langgananku. Mata ku tak lepas dari handphone yang kugenggam, aku sibuk berkirim email dengan Sanghyun oppa. Sepanjang jalan aku hanya tersenyum sendiri sambil membalas email Sanghyun oppa. Dia memang tidak mengantarku pulang hari ini karena dia bilang dia ada kerja kelompok bersama teman sekelasnya.

“Ya!!! Shinmi!!! Micheonniya? Dari tadi kenapa kau tersenyum sendiri hah? Seperti orang gila saja…” Tiba-tiba Dain eonni berteriak yang membuatku tersadar dari lamunanku.

“Dain eonni…..apa kau tau yang namanya jatuh cinta?”

“Tentu saja aku tahu, kau fikir selama setahun ini aku menjalani hubungan dengan Seungho oppa tanpa cinta apa? Ada-ada saja kau Shinmi hahaha. Ya! Shinmi! Chamkanman! Jangan-jangan kau sedang jatuh cinta ya? Hahaha” Dain eonni menjelaskan panjang lebar dan dia bertanya dengan wajah yang sangat terlihat ingin meledekku.

Oiya aku lupa menjelaskan. Jadi, Dain eonni itu memang memiliki namjachingu, Seungho oppa namanya. Dulu dia adalah sunbaenim kami disekolah. Tapi kini dia sudah lulus dan melanjutkan sekolah di Canada . Dain eonni dan Seungho oppa sudah berpacaran setahun lebih. Aah aku iri sekali kepada mereka, meskipun berpacaran jarak jauh tapi mereka masih awet hingga sekarang, bahkan lebih awet daripada orang yang bertemu tiap hari.

“Ya! Nugu Shinmi-ya nugu? Kenapa kau tidak bercerita kepadaku?” Dain eonni terus mengguncangkan bahuku karna aku hanya diam saja dari tadi.

“Aku akan bercerita kepadamu eonn, tapi tidak disini. Sekarang aku mau membeli lolipopku dulu lagian gaenak dilihatin sam ahjumma pemilik tokonya. Aku akan traktir eonni milkshake di café sebelah, ottae?” tuturku sambil tersenyum kepada Dain eonni.

“Baiklah kalau begitu.” Jawab Dain eonni sambil membalas senyumanku.

*************

“MWO???”

“Ya! Kenapa kau harus se-shock itu sih eonn?”

“Andwae! Kau tidak boleh bersamanya ,Shinmi.”

“Wae?? Kenapa aku tidak boleh bersamanya? Diapun orang yang baik dan yang lebih penting aku sudah menyukainya eonn. Ani.. Aku mencintainya!” Jawabku dengan nada yang sengaja aku tinggikan karna aku terlanjur kesal dengan Dain eonni.

“Andwae Shinmi andwae. Lupakan dia jebal…ini semua demi kamu.”

“Apanya yang demi aku? Eonni aneh banget sih kayaknya gak suka banget kalau aku sama Sanghyun oppa!”

“DIA ITU PLAYBOY, PARK SHINMI! DAN AKU GAMAU KALO SAMPE DIA NYAKITIN HATI KAMU!”

Akupun terdiam seketika melihat Dain eonni membentakku. Aku sangat terkejut karena memang tak pernah sekalipun Dain eonni membentakku. Dan satu hal lagi yang membuatku terhenyak. Playboy? Sanghyun oppa seorang playboy? Maldo Andwae (tdk mungkin). Aku percaya kalau Sanghyun oppa tidak seperti yang dikatakan Dain eonni..

“P-p-p-playboy? Apa maksudmu?” tanyaku dengan suara yang terbata bata.

“hhhh….. Sanghyun itu adalah playboy shinmi, sudah banyak yeoja yang disakiti hatinya. Dan aku tidak mau kau terluka karenanya. Ini semua demi kamu, karna aku menyayangimu dongsaeng-ah..”  Dain eonni menghela nafasnya kemudian nada bicaranya pun menurun tidak seperti tadi.

“Mian eonn, aku duluan. Beri waktu aku untuk sendiri. Dan, jangan hubungi aku dulu malam ini. Gomawo.” Akupun langsung pamit dengan Dain eonni dan bergegas keluar dari café itu.

*************

Tanpa terasa air mata ini menetes di pipiku. Ucapan Dain eonni tadi masih terngiang ngiang dikepalaku. Kata-kata Dain eonni tadi memang membuatku sedikit takut, bingung, bimbang, ya apalah itu yang jelas otakku sangat sembrawut malam ini. Di satu sisi, aku mempercayai Dain eonni yang sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri dan lagi pula dia memang tidak pernah berbohong kepadaku, tapi di satu sisi lain hatiku memaksa aku untuk mempercayai Sanghyun oppa yang memang mengisi hatiku saat ini. Aku sudah beberapa kali mencoba menghubungi Sanghyun oppa dengan mengiriminya email maupun meneleponnya tapi ia tak juga mengangkat telfon dariku. Air mata terus membanjiri pipiku hingga tanpa terasa aku pun terlelap dalam tidurku…

*************

Sudah beberapa hari ini aku tidak berhubungan dengan Sanghyun oppa. Bukan karna aku tidak mau tetapi karna memang dia tidak bisa kuhubungi dan juga dia tidak sekalipun menelfonku ataupun membalas emailku. Aku sangat merindukannya. Bel pulang sekolah pun berbunyi, saat aku hendak keluar dari gerbang sekolah tiba tiba ada yang menarik tanganku. Aku pun langsung menoleh.

 

“Annyeong Shinmi.” Ternyata yang menarik tanganku adalah Sanghyun oppa. Dia tersenyum kepadaku. Ya Tuhan…..aku sangat merindukan senyuman ini.

 

“A-a-anyeong oppa.” Jawabku dengan sedikit gugup.

 

“Shinmi, apa kau mau menemaniku ke suatu tempat? Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

 

“Suatu tempat? Emm baiklah.”

 

*************

“OMO, this place is awesome! Sangat indah oppa..” Aku tidak bisa berhenti memuji tempat ini. Sanghyun oppa membawaku ke taman bunga yang membentang diatas bukit. Akupun bisa melihat keindahan kota Seoul dari atas sini. Dia hanya tersenyum melihatku yang sangat menikmati pemandangan ini.

 

“Kau suka? Yeah akupun sangat suka tempat ini. Apa kau tau shinmi beberapa hari ini aku sangat merindukanmu. Entah mengapa sepertinya aku menyukaimu.” Ucap sanghyun oppa yang sangat mengejutkanku. Apa? Merindukanku? Menyukaiku? Haha tidak mungkin pasti aku salah dengar.

 

“Hahaha daripada bercanda seperti itu lebih baik kita menikmati pemandangan saja.” Ujarku sambil hendak berdiri namun tanganku ditarik oleh Sanghyun oppa hingga aku terduduk lagi.

 

“I’m serious, Shinmi. You’ve catched my heart with your beauty, cuteness, your smile, everything. You make me fall in love with you. I love you shinmi. Do you love me too? Ah ani, kurasa ini hanya perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Mana mungkin kau menyukaiku ya kan ?” Dia langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggamku.

 

“Hah? Siapa bilang aku tidak menyukaimu?” Oops kurasa lain kali aku harus memplester mulutku agar tidak asal ceplos seperti ini lagi. Wajahku pun memucat karena malu. Oh tuhan tolong sembunyikan wajahku dari Sanghyun oppa untuk kali ini aja, aku mohon….

 

“Apa katamu tadi Shinmi? Jadi? Apa kau juga menyukaiku?” Ya bisa aku pastikan kalau wajahku benar-benar memerah sekarang. Sangat merah. Eotteohkae?? Apa yang harus aku lakukan? Aku memang menyukainya.

 

“Hmm….Iya oppa kau benar. Aku juga menyukaimu.” Jawabku sambill menundukkan wajahku. Aku sama sekali tidak berani menatap wajah Sanghyun oppa.

 

Tiba-tiba aku merasa ada tangan yang mengangkat dahuku. Secara perlahan Sanghyun oppa mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tanpa terasa bibirnya sudah menyentuh bibirku. Dia pun menciumku. Aku sangat terkejut dengan apa yang dilakukannya. Oh Tuhan… Sanghyun oppa menciumku! Tubuhku sangat kaku, aku masih shock. Lidahnya pun mulai memasuki mulutku. Aku masih menutup mulutku, aku masih belum bias membalas ciumannya, aku masih terlalu shock. Tangan kirinya pun langsung menggenggam tangan ku. Akhirnya aku mulai menerima dan membalas ciumannya. Kami pun berciuman lembut sambil menikmati indahnya kota Seoul dari atas bukit berhamparan bunga tersebut.

 

*************

 

“Shinmi-ya.” Dain eonni memanggilku. Semenjak kejadian itu aku memang sama sekali bertegur sapa dengan Dain eonni. Sebenarnya aku sangat merindukannya tapi aku masih marah dengannya karena dia sudah menuduh namjachinguku playboy. Namjachingu? Semenjak malam itu aku dan Sanghyun oppa berpacaran.

“Oh, annyeong Dain eonni.” Jawabku yang memang sudah melupakan kejadian kemarin.

 

“Apa kau masih marah padaku? Aku tidak bermaksud, Shinmi. Aku..”

 

“Aniyo, aku tidak marah kepadamu, Eonn. Aku pun sudah melupakan kejadian itu. Lagipula dugaanmu salah, Eonn. See? Aku dan Sanghyun oppa sudah berpacaran, dan semua hal yang kau tuduhkan kepada sanghyun oppa itu tidak ada yang benar. Karena dia benar-benar mencintaiku dan dia bukan playboy. Jadi kau tidak usah khaawatir eon.” Aku langsung memotong omongannya, dan berbicara panjang lebar. Dain eonni terlihat sangat terkejut saat aku memberitahunya perihal aku sudah berpacaran dengan Sanghyun oppa.

 

“MWO? Kamu berpacaran dengan dia?? Sudah kubilang dia playboy, Shinmi-ya… Tolong dengarkan aku sekali ini saja..” Teriak Dain eonni. Entah kenapa kali ini aku tidak membalas membentaknya. Aku tidak ingin bertengkar dengan Dain eonni lagi.

 

“Eonni jebal….Sanghyun oppa bukan playboy. Jadi jangan terus-menerus menuduhnya seperti itu. Biarkan aku memilih jalanku sendiri. Aku menyukainya aku senang berada didekatnya. Kalaupun dia ingin menyakitiku, biarkan saja dia menyakitiku. Sudahlah eonni kumohon percaya kepadaku, dia tidak akan menyakitiku.” Ucapku dengan nada memohon. Dain eonni pun melihat kearahku dengan wajah pasrah.

 

“Apa kau yakin?”

 

“Ne…”

 

“Baiklah kalau itu maumu. Aku akan selalu mendukung apapun yang kau pilih, Dongsaeng-ah….” Dain eonni pun memelukku. Dan aku membalas pelukannya.

 

“Gomawo my lovely Eonni.” Aku pun tersenyum kepada Dain eonni.

 

*************

 

2 Minggu Kemudian…….

 

Aaah…Akhirnya libur akhir pecan pun tiba, aku agak bosan sebenarnya didalam kamar. Dan juga sudah beberapa hari ini Sanghyun oppa tidak menghubungiku dan juga aku tidak berani menghubunginya. Terakhir kali dia memang berkata padaku bahwa dia memang memiliki banyak tugas sekolah yang harus dikerjakan. Jadi dia tidak menghubungiku dan akupun juga tidak mau mengganggunya dengan telfonku. Astaga aku baru ingat, lusa adalah hari ulang tahun pernikahan Appa dan Eomma ku. Aku harus membelikan mereka hadiah. Tapi dengan siapa aku pergi? Sanghyun oppa kan sedang sibuk dengan tugasnya. Aha! Aku kan bisa meminta bantuan dengan Dain eonni. Akupun langsung menekan tombol handphone ku dan menelfon Dain eonni.

 

“Yeoboseyo”

 

“Hey Shinmi-ya. Ada apa kau menelfonku?”

 

Akupun menjelaskan mengapa aku melefonnya dan diapun langsung mengiyakan ajakanku dan langsung bergegas untuk kerumahku setelah aku menutup telfonnya. Aaah dia memang Eonni ku yang paling keren hehehe, gumamku.

 

*************

 

“Ah akhirnya dapat juga kadonya. Ternyata susah sekali ya mencari kado untuk orangtua hahaha.” Akupun tertawa bersama Dain eonni, karena memang susah sekali mencari kado untuk Appa dan Eomma.

 

“Iya dong, siapa dulu yang memilih kadonya.” Ujar Dain eonni sambil menyombongkan dirinya.

 

“Iya iya taudeh yang udah memilihkan kado untuk Appa dan Eomma ku. Oh ya, Eonn aku capek banget nih. Gimana kalau kita mampir ke café itu dulu? Temani aku minum milkshake, oke?”

 

“Baiklah, kajja!”

 

*************

 

“Enak sekali ya milkshake nya. Waah pasangan itu mesra sekali ya, membuatku rindu dengan Seungho oppa…” Ujar Dain eonni yang diakhiri dengan wajahnya yang menyiratkan kerinduan. Akupun penasaran dengan pasangan yang tadi dikatakan oleh Dain eonni. Pasangan itu membelakangi kami berdua. Memang terlihat sangat mesra sih, sangat mesra bahkan. Aku jadi teringat Sanghyun oppa… Tunggu! Kok lelaki itu mirip dengan Sanghyun oppa ya? Ani! Maldo Andwae. Sanghyun oppa kan sedang sibuk mengerjakan tugasnya.

 

“Ya! Shinmi! Kenapa kau jadi bengong seperti itu?” Aku tidak menghiraukan perkataan Dain eonni. Aku tetap memperhatikan pasangan itu. Tanpa sadar aku berjalan mendekati pasangan itu untuk memastikan kalau itu Sanghyun oppa atau bukan.

 

“Sanghyun Oppa????!!!!!” Aku begitu terkejut melihat siapa yang ada di hadapanku.

 

“Shinmi?” Sanghyun oppa terlonjak kaget melihatku tiba-tiba muncul dihadapannya yang sedang bercumbu dengan wanita lain.

 

“Apa yang kau lakukan disini, Oppa? Dan Kau! Kau siapanya Sanghyun oppa?” Aku menunjuk perempuan itu sambil menahan tangisku yang memang sudah mau pecah.

 

“Aku? Aku yeojachingu nya Sanghyun. Iya kan , Honey?” Jawab perempuan itu lalu dia memeluk Sanghyun oppa dengan manja. Sungguh, kakiku sudah terkulai lemas. Tapi aku tetap mencoba untuk mempertahankan tubuhku agar tetap berdiri dan tidak terlihat lemah dihadapan nappeun namja ini.

 

“Lalu kau siapanya Honeyku?” Dia balik bertanya kepadaku.

 

“Aku? Dia bukan siapa-siapa ku kok. Kami hanya saling mengenal, iyakan Sanghyun ssi??” Mataku menatap Sanghyun oppa dengan tatapan membunuh. Aku sudah tidak kuat lagi menahan air mata ini. Dadaku rasanya terasa sangat sesak. Kakiku suudah tidak mampu lagi menahan tubuhku yang sedang berguncang hebat ini. Tapi aku tetap menahannya karena aku tidak mau terlihat lemah dihadapan mereka berdua apalagi Sanghyun oppa yang telah menghancurkan hatiku.

 

“Oiya maaf aku harus undur diri sekarang, aka ada keperluan yang lebih penting dari ini, Annyeong!” Aku langsung berjalan setengah berlari keluar dari café ini. Aku tidak kuat lagi menahan air mata ini. Pertahananku kini sudah tidak terbenduung lagi. Aku menangis sekencang kencangnya. Aku terus berlari tanpa tau arah tujuanku. Dain eonni terus mengejarku tapi aku tetap tidak menghiraukannya. Memang sedari tadi dia memperhatikanku sejak aku menghampiri meja Sanghyun oppa tapi nampaknya dia tidak ingin ikut campur dan membiarkanku untuk menyelesaikan sendiri masalahku. Sakit sekali rasanya, ingin rasanya aku mencabik-cabik dadaku ini karna dada ini terlalu sesak untuk tetap berada di tempatnya.

 

*************

 

Aku memperhatikan handphone ku yang terletak diatas meja, entah kenapa aku masih saja mengharapkan namja biadap itu untuk menghubungiku dan menjelaskan semuanya kepadaku, atau bahkan meminta maaf kepadaku dan memintaku untuk kembali padanya. Bodoh memang, tapi tidak bisa kupungkiri aku teramat sangat mencintainya meski ia telah menyakiti hatiku. Sudah satu minggu aku tidak masuk sekolah, aku tidak sanggup untuk bertemu dengannya. Hati ini akan kembali sakit jika aku bertemu dengannya. Tadi pagi Dain eonni dating kerumahku, dia terus membujukku untuk kembali masuk sekolah. Enatahlah, aku masih tidak tau apakah aku harus masuk atau tidak. Apa aku harus mencobanya ya? Kurasa ya, aku tidak akan menghancurkan hidupku hanya karna namja playboy itu.

 

*************

 

“Shinmi!!!!!!” Dain eonni berteriak sambil mengejarku saat aku hendak memasuki gerbang sekolah.

 

“Syukurlah kau sudah masuk sekolah…” lanjutnya lalu memelukku dengan erat.

 

“Ne, Eonn..” Ujarku lesu sambil membalas pelukan Dain Eonni.

 

“Ayo kita ke kelas, kajja!”

 

*************

 

“Shinmi, apa kau tau ada apa disana? Kok ramai sekali ya?” Tanya dain Eonni padaku, memang ramai sekali, seperti ada kerumunan orang di kantin.

 

“Ani, ada apa ya eon?”

 

“Aku jadi penasaran, mau ikut aku melihatnya?”

 

“Baiklah.”

 

*************

 

“Kau mau bukti seberapa besar aku mencintaimu? Lihat, YA!! HYOMIN-AH AKU SANGAT MENCINTAIMU, NEOMU NEOMU NEOMU SARANGHAE! MAUKAH KAU JADI PACARKU???”

 

“Waaah nekat juga ya lelaki itu menyatakan perasaannya ditengah-tengah kantin.” Ujar  Dain eonni sambil terkikik. Tapi aku tidak menjawabnya, aku memang tidak tertarik dengan adegan pernyataan perasaan itu daritadi. Aku masih tenggelam dalam pikiranku sendiri dan memikirkan Sanghyun oppa. Aku berniat untuk keluar dari kantin itu karena aku sama sekali tidak berminat melihatnya.

 

“NE! AKU MAU MENJADI PACARMU SANGHYUN-AH, NA DO SARANGHAE!” Deg. Langkahku terhenti saat mendengar jawaban perempuan itu. Apa? Sanghyun?? Tidak, aku pasti salah dengar. Aku langsung kembali membalikkan tubuhku untuk memastikannya dan berharap kalau aku benar-benar salah dengar dan itu bukan Sanghyun oppa ku. Ternyata itu benar-benar Sanghyun oppa ku, kulihat mereka sedang berpelukan dengan mesranya diiringi dengan tepuk tangan dari para murid lain. Badanku terasa sangat kaku, hatiku sakit, kakiku melemas dan terakhir aku mendengar Dain eonni meneriakkan namaku sebelum aku benar benar tak sadarkan diri.

 

*************

 

Cinta? Saat aku mendengar kata itu, aku semakin membencinya. Aku tidak percaya dengan cinta. Karena cinta aku jadi seperti ini. Hatiku sakit karena cinta. Aku benci cinta. Bahagia karena cinta? Haha itu hanya ada didalam cerita dongeng saja. Karna menurutku cinta itu hanya kebahagiaan sementara, yang akan berujung pedih dan menyakitkan. Cinta seperti angin lalu yang akan datang dan pergi begitu saja. Cinta? Persetan dengan cinta, karna sampai kapanpun aku berjanji tidak akan percaya lagi dengan yang namanya cinta. Love? I don’t believe it anymore..

 

 

-the end-

NB : Karena ini ff pertama aku, jadi aku mohon banget buat komentar nya ya. Biar bisa bikin ff yang lebih baik lagi dari ff geje ini. Oke? Gomawo^^

5 responses

  1. wow #jiah, jadi ikut”an temen SMP q dulu
    q kira maksud judul tadi tuh si Thunder ga percaya sama yg namanya cinta, makanya jadi playboy……
    good job lah!!!!😀

  2. shinmi.. malang bgt nasibmu… T.T
    beruntung Thunder biasku, coba kalo gak udah ku bunuh -___-

    oya bahasanya rada gaul ya kekeke trus fotonya itu Thunder pas Mona Lisa kan keke
    good job author!keke trus fotonya itu Thunder pas Mona Lisa kan keke
    good job author!

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s