He’s Our Girl part 6

Author : Kyu-Fiida Jr.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, Eunhyuk, Kara, Cho Ahra

Support Cast: Heechul, Yesung, Leeteuk, Siwon, Sungmin, Shindong, Ryeowook

Rating : All Ages

Genre : Comedy, Romance, Gajelas

Warning : Met baca…..

 

 

Serial He’s Our Girl part 6

It Begins

Kara POV

Malam yang dingin ini pasti akan heboh karena rencana gila Heechul Oppa. Dia gembar-gembor akan membuat terobosan baru Reality Show di Korea, sesuatu yang pastinya heboh dan memalukan. Seluruh member akan mempublikasikan ‘sesuatu’ satu jam lagi –itu hasil paksa-memaksa selama nyaris 3 jam dengan para member-. Mereka sepertinya benar-benar bersungguh-sungguh merancang ‘closing’ Krezy Trip kali ini . Bahkan mereka sudah mengusirku sejak jam tiga sore dari Kemp dan belum membolehkanku pulang hingga saat ini.

Jam setengah delapan malam. Akhirnya, pesan dari Leeteuk Oppa mampir di ponsel ku. Kameraman, semua sudah siap, begitu bunyinya.

Aku deg-degan masuk Kemp. Ruangan tengah yang lebar dan beratap plafon transparan, dengan perapian yang menyala dan lampu dimana-mana tampak sepi malam itu. Aku segera memasang kamera digital yang jumlahnya ada 15 buah di berbagai sudut.

Eh, Kemana perginya para pembuat onar itu?

Dan ini dia jawabannya… jreng-jreng-jreng….

Monyet Hutan –dengan dandanan punk (topi dibalik, jaket fullcolour, dan celana skater)- dan Heechul Unnie –semakin malas memanggilnya ‘oppa’( memakai kaos kerah V berwarna pink)- muncul memegang mikrofon dan membuka acara. Mereka terlihat bingung mau menatap kemana, karena kamera-kamera itu kutaruh di berbagai tempat. Walaupun begitu, mereka tetap bicara tanpa hambatan.

Aku duduk-duduk di sofa sambil memegang Cam-recorder. Aku sedikit penasaran segila apa mereka kali ini.  Setelah dua Host itu masuk ke backstage (sebenarnya itu adalah kamar Yesung dan Ryeowook Oppa), musik berputar semakin pelan dengan sendirinya, hingga akhirnya benar-benar tak bersuara sama sekali. Terdengar keributan dari backstage dan aku tidak berminat membantu. Maaf-maaf saja ya, sekarang ini jabatan saya kameraman,…

Lima menit kemudian, suaraku menangkap melodi aneh dari sound system. Sebentar kemudian, sebuah suara melengking –jelek sekali, pasti suara si monyet hutan- menjawab semua penasaranku hari ini.

KOI MIL GAYA….

YHAK! YHAK! YHAK!

Oh Tuhan,.. Ampunilah Super Junior…

Eunhyuk Oppa muncul memakai rok mini merah dengan legging hitam –tangannya memegang mikrofon sambil melambai-lambai, pantatnya –seperti lepas dari engselnya- bergerak kesana-kemari dan  matanya mengedip-ngedip genit-.

KOI MIL GAYA…

Siwon Oppa kemudian menyusul dengan rambut berminyak dan pakaian ketat. Dia mungkin yang berperan menjadi Shakhrukh Khan.

KOI MIL GAYA…

Dan kekonyolan ini ditambah dengan masuknya Yesung Oppa –memakai gaun terusan dan selendang panjang fullcolour- yang dengan bodohnya terpeleset selendangnya sendiri. Wajahnya yang memang sudah lucu, kini tampak seperti kue tart, karena terlalu banyak memakai Eyeshadow.

Mujhko kyahua hai,kyu mai kho gaya hu,

Pagal tha mai pehle ,ya ab ho gaya hu,

Behki hai nigahei aur bikhre hai baal,

Tumne banaya hai kya apna ye haal

Mereka mulai berjoget dan menyanyi Lypsinch. Tangan melambai. Muka genit. Pantat digoyang. Berpasangan. Putar kepala. Putar pantat. Putar perut. Pantat digoyang lagi.

Aku tidak tahan lagi. Aku bahkan menurunkan Cam-recorderku dan berguling-guling di lantai melihat mereka. Inikah Boyband yang disukai ratusan ribu wanita di dunia?

*

Kyuhyun POV

Closing ‘Krezy Trip’ selesai pukul sebelas malam. Setelah dipaksa menyanyi dan berjoget India, kami dipaksa lagi ‘mencopot baju bersama’ –point pentingnya adalah: kami hanya pakai handuk sampai lutut, tapi handuknya pake sabuk- sambil membawakan lagu Bonamana –Eunhyuk dan Leeteuk Hyung memberi bonus ‘copot handuk’, yah, walaupun didalam handuknya masih ada celana-. Acara ditutup dengan ‘Krezy Trap’. Itu adalah  permainan paling ‘mengerikan’ –karena pelakunya adalah Hyung-hyungku yang ekstra sadis- yang pernah aku mainkan seumur hidup. Setiap member bermain melengkapi nama artis-artis Korea. Bagi yang kalah, selain dijitak, dia akan ditanyai lima pertanyaan pribadi yang nantinya akan dipublikasikan di TV ‘tanpa sensor’.

Dan hyung-hyungku adalah master di bidang ini. mereka pandai sekali membuat pertanyaan yang menurunkan pasaran, seperti: Donghae, aku pernah melihatmu memeluk perut Eunhyuk saat tidur, dan aku juga pernah melihatmu memeluk ketiak Kibum ketika dia tidur, apakah kau normal? Setelah Donghae Hyung tergagap-gagap menjawab, mereka menambahi dengan: mana yang kau pilih? Setan sekali mereka itu. Aku kalah empat kali –Cho Kyuhyun, apakah kau merasa tertekan karena wajahmu yang tua?, Kyuhyun-ah, mana yang lebih kau pilih: Sungmin Hyung atau Zhou Mi?, Kyu, apa yang lebih kau sukai: operasi mata atau operasi telinga?-.  Hyak.. aku benar-benar senewen.

Pagi nya kami kembali ke Korea. Semua member mungkin kelelahan dan tidak tidur nyaman semalam, Alhasil, kami menghabiskan Sembilan puluh persen perjalanan dengan tidur di pesawat dan di Bus menuju Asrama.

Sesampainya di asrama, pintu asrama tidak terkunci. Ruang tengah berantakan dan terdengar suara Shower dari kamar mandi. Leeteuk Hyung menggedor kamar mandi setelah memastikan tidak ada barang yang hilang. Kami masih menunggu di ruang tengah. Saat itulah ‘tamu tak diundang’ itu keluar dari kamar mandi. Dan Hyung-hyungku langsung heboh melihatnya.

Kibum Hyung!

“Kenapa kau tidak menghubungi kami dulu?” Leeteuk Hyung menanyainya. Dia duduk di sofa, disebelah Donghae dan heechul Hyung yang terus memegangi tangannya. Rambutnya kini agak panjang dan pipinya sedikit tembem. Kami duduk melingkar di sofa, menanti ceritanya.

“Sebenarnya aku ingin menghubungimu, tapi Aku tidak akan lama disini, jadi aku tidak ingin merepotkan kalian menyiapkan makanan atau pesta…Kalian baru pulang dari Kanada?” tanyanya sambil tersenyum. Walaupun pipinya agak gemuk, senyumnya tetap menempati tempat tertinggi di jajaran senyum terindah member Super Junior. Sebenarnya, senyumannya hanya berbeda sedikit dengan senyumanku. Kalau orang menyebutnya pemilik senyuman ‘membunuh’, maka aku, Cho Kyuhyun Super Junior adalah pemilik senyum ‘setan’ yang membunuh. Beda tipis kan?

“Ya.. baru datang” Leeteuk Hyung menjawab singkat. Kalimatnya terpotong karena suara pintu menjeblak.

“Oppa… Ini dita-ruh…ma-na..” gadis bodoh itu menyela datang dengan mengangkat koper ke dalam apartemen. Dia terkaget-kaget melihat kami berkumpul dan lebih kaget lagi melihat Kibum Hyung.

Kibum Hyung bangkit berdiri dan merangkulnya. Bahkan menggendongnya! Mereka bergantian menjitak kepala dan menjawil-jawil hidung. Aish.. pemandangan menjijikkan..

Aku sudah tahu kalau dia bertemu lebih dulu dengan Kibum Hyung, namun aku baru tahu mereka seakrab itu. Hyung-hyungku juga terlihat sama kagetnya. Kara dan Kibum Hyung kemudian duduk bersebelahan. Donghae Hyung hanya manyun melihat mereka berdua. Aku bingung dia cemburu dengan siapa, karena si Ikan Kembung itu dilanda gossip dia suka dengan Kibum –selain dengan si Monyet Hutan- dan setahuku dia juga suka dengan Kara.

Kami sudah tak konsen lagi bicara. Kara yang cerewet itu terus-terusan menyela dan berkomentar. Sangat mengganggu. Maka, dengan bijaksana kami memutuskan meninggalkan mereka berdua di ruang tengah. Kecuali aku –yang sedang main game, tanggung,  hampir menang- mereka semua sudah masuk kamar. Aku sedang focus main game saat dialog dua cecunguk itu mulai membuatku jengkel.

“Besok tidak sibuk?” Tanya Kibum Hyung.

“Mau kemana Oppa?”

“Jalan-jalan.. ada yang harus kubicarakan denganmu..”

“Mwo? Katakan saja sekarang…”

“Kau ini.. besok saja.. jangan sekarang.. Kau tidak ngantuk?”

”Besok Oppa kembali ke Amerika.. kapan jalan-jalannya?”

“Sebelum ke Bandara Kara sayang.. besok sore kita main-main ke taman kota.. bagaimana?”

“Ne …”

“Kara-shii.. mianhae…”

“Mengapa oppa selalu berkata begitu?”

“ Aniyo.. aku hanya ingin minta maaf begitu saja.. Eh, Kemana rambutmu? Apa mereka memaksamu memangkasnya?”

“Aku ini sedang jadi Namja Oppa…”

“Mwo? Namja?…. Hahaha, sama sekali tak terlihat begitu.. aigooo…”

“Aku ngantuk Oppa…”

“Sini aku gendong ke kamarmu..”

YHAIK!

PSP-ku seketika jatuh dari sofa. Wajahku melongo melihat mereka berdua masuk kamar Kara. Baik, kadang si Ikan Kembung memang menjijikkan, tapi si Kibum –aku belum punya panggilan jelek untuknya, mungkin lain kali aku akan memanggilnya pipi bengkak- itu jauh lebih menyebalkan. Bisa-bisanya dia menggendong Kara!

*

Kara POV

Walaupun Kibum Oppa akan kembali besok siang, boleh kubilang hari ini adalah hari terindah karena dia mau datang ke asrama. Sudah setahun lebih aku tak bertemu dengannya. Aku bertemu dengannya kurang lebih lima belas bulan yang lalu. Aku sedang dalam perjalanan ke supermarket saat dia melihatku pertama kali. Dia tahu namaku, dan bilang akulah yang dia cari untuk menggantikan pemeran ‘drama’ yang tengah ia bintangi selama dua episode. Katanya, wajah dan tubuhku mirip dengan gadis itu.

Pada akhirnya, sesuai dugaanku, saat dramanya masuk televisi, yang tampak hanya punggungku. Kibum Oppa yang imut itu sudah bohong padaku. Dia menemuiku seminggu kemudian, sering mengajakku jalan-jalan ke taman kota di sela kesibukannya –dia bilang itu wujud penebusan dosa-. Apa aku menyukainya? Aku juga kurang tahu.

Pagi ini aku bangun pagi buta. Aku mengambil cucian kotor yang menumpuk di keranjang Oppa-oppa satu-persatu. Aku harus menyelesaikan pekerjaan bodoh ini sebelum jam sembilan!.

*

Kyuhyun POV

Gadis itu belum kembali sampai jam sepuluh malam. Hyung-hyungku mulai khawatir. Mereka menghubungi nomor Kara dan nomornya tidak aktif. Kibum Hyung mungkin sedang berada di pesawat, karena nomornya juga gagal dihubungi.

Yang paling senewen mungkin adalah si Ikan kembung. Dia mondar-mandir sambil terus menempelkan ponselnya ke telinga.

“Kibum-shii… Kara belum kembali..”

“..”

“Aniyo… kau sudah mengatakannya?..”

“..”

“Dia menangis?..Taman Kota?..”

“..”

“Ne..Aku akan menghubungimu lagi nanti..”

Donghae Hyung bangkit mengambil jaketnya. Tak lupa, tangannya menyambar tangan si Monyet Hutan. Terdengar deru mobil  meninggalkan asrama. Aku mengintip dari balik gorden kamarku. Gadis itu benar-benar merusak mood-ku untuk main game. Kara yang jelek dan merepotkan, Mengapa kau belum pulang-pulang juga sampai sekarang?

Aku menatap layar PSP-ku tak berselera. Sepertinya, aku takkan menang sebelum gadis itu kembali ke asrama. Sudah satu jam, mengapa lama sekali? Apa ikan kembung itu tak menemukannya? Aish… Ikan kembung dan monyet hutan itu memang payah..

Ponselku bergetar. Panggilan masuk. Monyet Hutan.

“Kau bisa ke taman kota sekarang?”itu suara Eunhyuk Hyung. Suaranya terdengar panik.

“Ne.. apa terjadi sesuatu?” aku jadi ikut cemas.

“Nanti saja kuceritakan.. cepatlah kesini..”

*

Ini Pertama kalinya aku melihat wajah Kara seperti itu. Matanya bengkak dan terus menangis. Ini bahkan lebih parah daripada matanya yang menangisiku saat di Kanada. Dia menolak diajak pulang Donghae dan Eunhyuk hyung. Kugandeng tangannya menuju mobilku. Dia masih mematung. Air matanya terus menetes. Aku menatapnya bingung.

Mobil kami berjalan pelan menuju asrama. Hyung-hyungku tengah menunggunya di ruang tengah. Saat kami datang, mereka Cuma diam menunduk. Aku benar-benar bingung sebenarnya ada apa.

Aku mengantar Kara masuk kamarnya. Sekali lagi, dia masih diam. Aku menutupi badannya dengan selimut dan menutup kamarnya.

Setengah jam kemudian, aku kembali ke kamarnya. Aku hanya ingin memastikan dia sudah tidur atau menanyakan apa yang tengah terjadi jika dia masih bangun. Pintu kamarnya terbuka sedikit. Aku melongok. Gadis itu menggulung seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut.

Baiklah, sejujurnya aku tidak tahan melihat dia menangis seperti itu. Aku benar-benar ingin bicara dengannya.

“Kara-shii…ada apa?” tanyaku sambil menggoyang-goyangkan selimutnya. Dia tidak bergerak.

“Minho-shii… kau kenapa?” tanganku sambil masih menarik selimutnya. Dia memegang selimutnya erat-erat. Berarti dia memang belum tidur.

“Yhak! Gadis pendek!.. Sampai kapan kau mau menangis seperti itu.. cepat Buka selimutmu! Kau bisa mati kehabisan nafas! “ teriakku tak sabar. Dia masih keras kepala memegangi selimutnya. Aku terus menariknya. Dia berguling-guling seperti belatung raksasa.

“Kyuhyun-ah.. aku sedang tidak pakai baju.. jangan dibuka…” bisiknya dari dalam selimut. Mulutku menganga. Apa dia bilang? Tidak pakai baju?

Aku membeku beberapa detik.

“Kalau begitu buka wajahmu saja… kau bisa sesak nafas kalau seperti itu..” ujarku sambil menarik bagian atas selimutnya. Gadis itu menyembulkan wajahnya –lebih tepatnya hanya hidung dan mata-.

“Kau kenapa?”

Dia diam. Matanya yang masih bengkak itu mengeluarkan air lagi.

“Kyuhyun-ah…peluk aku sebentar..”

MWO?

Tanganku spontan memeluknya. Dia menaruh wajahnya di pundakku dan menangis lagi. Sebenarnya aku gugup sekali, tapi tanganku merangkul punggungnya begitu saja. Dia terisak lama. Kakiku mulai kesemutan.

“Kara-shii…” panggilku. Dia tak menjawab. Apa gadis bodoh itu tertidur?.

Mataku mencari wajahnya yang sebagian tertutup selimut. Sialan, gadis itu memang sudah tidur. Aku mengangkat tubuhnya yang terbungkus selimut tebal dan mengangkatnya sepelan mungkin.

Kakiku melilit ujung sprei dan badanku limbung ke depan.

BRUK….

Gadis itu terjatuh dan selimutnya menyingkap didepanku!

Aku ingin menutup mataku, tapi dua bola mataku tak mau melakukannya. Mataku terbuka lebar.

“Yhak!.. Kenapa kau menjatuhkanku!”

Aku tak menjawab. Seratus persen masih syok.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?.. Kau pikir aku benar-benar telanjang hah?!”

Otakku ngadat melihatnya bangkit dari selimut. Dia memang berpakaian lengkap, namun pikiranku seperti melihatnya tengah telanjang. Aku masih membeku ditempatku hingga gadis itu menyeretku bangun. Aku memandanginya tak berkedip.

“Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun!” dia berteriak lagi. Aku tersenyum menyeringai. Bingung akan menjawab apa. Dia menarik tanganku dan menyeretku ke ruang tengah. Dia menyambar laptopku dan menarikku kembali  ke kamarnya.

“Buatkan aku alamat e-mail…” katanya singkat.

“Kau ini aneh sekali.. menangis seperti itu dan sekarang memintaku membuatkanmu alamat e-mail, untuk apa hah?”

Dia mendengus. Sepertinya episode ‘Kara bercucuran air mata’ sudah selesai.

“Kau akan membutuhkannya juga nantinya.. cepat buatkan!” katanya dengan muka galak. Aku meringis dan menyalakan laptopku.

“Aish…Kau benar-benar tidak bisa membuat e-mail sendiri?…Omo..omo.. selama ini kau tidak hidup di bumi ya?”

Pletak!

Dia menjitak kepalaku.

Aku membuka situs ‘yahoo’ dan menyuruhnya mengisi form. Dia mengisi form itu asal-asalan –nama: Cho Minho. Jenis kelamin: Laki-laki. Alamat : San Fransisco, dan data-data tak valid lainnya-. Dia memaksaku menutup mata saat membuat password untuk alamat e-mailnya. Sepuluh menit kemudian, kami selesai. Ia menarik tanganku dan mendudukkanku di atas kasurnya.

Aku sedikit takut dengannya malam ini. Benar-benar aneh dan tidak wajar.

Dia tersenyum. Tangannya meremas dan menepuk-nepuk pipiku. Aish.. gadis ini kerasukan apa?

“Kau kelihatan tampan kalau rambutmu dicat hitam dan lurus seperti ini.. Aku tidak bohong..”

Nah, benar kan dia aneh hari ini?

“Jangan mengalihkan pembicaraan, kau belum menjawab pertanyaanku sama sekali.. ada apa? Mengapa kau menangis sampai seperti itu?” tanyaku serius. Dia memegang pipiku lagi dan tersenyum kecil.

“Jangan terlalu sering main game.. lihat matamu pucat sekali…”

Aku memegang tangannya.

“Jawab aku, sebenarnya ada apa?”

Dia tersenyum lagi.

“Apakah menurutmu aku ini sangat tidak penting?.. aku hanya ingin kau katakan padaku ada apa.. aku hanya ingin memastikanmu baik-baik saja…”

“Karena kau penting bagiku maka aku tidak ingin mengatakannya..”

Apa aku tidak salah dengar? Mengapa dia jadi romantis begitu?

Aku masih menatapnya. Dia juga masih memegangi wajahku.

“Aku hanya tidak suka melihatmu menangis seperti ini.. kau bisa mengatakannya padaku kalau ada masalah..mungkin aku tidak bisa memberimu solusi, tapi aku bisa mendengarkanmu..”

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Kenapa kau menangis lagi?.. baiklah.. baiklah.. aku tak akan memaksamu mengatakannya… tapi jangan menangis lagi..ayolah Kara-shii… berhenti menangis seperti itu.. kau bisa kehabisan air mata..”

Dia mendongak menatapku.

“Kyuhyun-ah.. peluk aku sebentar…”

Lagi?

Dan tanganku merengkuh pundaknya. Mengelus rambutnya.

“Kyuhyun-ah.. mianhae…” katanya pelan.

*

Kara POV

“Kenapa kau bilang  begitu?” wajahnya mendongak menatapku. Mukanya kelihatan bodoh sekali. Apalagi, ditambah rambutnya yang mulai meng-gurita dan menguning.

“Aniyo… aku hanya ingin minta maaf…”

Dia mengelus rambutku lagi.

“Minta maaflah setiap hari… kesalahanmu padaku itu sudah setingkat setan..”

Pletak!

Aku menjitak kepalanya.

“Aku ingin jalan-jalan keluar… Balik tubuhmu..”

Aku memaksanya berdiri dan memutar badan.

“Yhak! Kenapa kau naik punggungku!?” teriaknya heboh. Aku menjambak rambutnya.

Baiklah, aku ingin melupakan sebentar masalah menyebalkan itu. Aku akan memikirkannya nanti malam saja. Sekarang, aku hanya ingin tertawa dengan bocah setan ini.

“Aku ingin jalan-jalan keluar.. Ayo!”

Dia mengomel panjang namun beranjak keluar. Aku memasangkan masker di wajahnya. Kami masuk lift. Ini sudah pukul satu malam, namun di Lift kami bertemu seorang penghuni apartemen sebelah. Seorang lelaki paruh baya yang memandang kami dengan tatapan aneh.

Kenapa lihat-lihat? Mau meniru hah?

Tentu saja kelihatan aneh ada namja menggendong namja malam-malam begini. Kyuhyun terlihat kesal dan ingin membantingku ke lantai.

Aku tak peduli….

Aku merangkul lehernya sekuat tenagaku. Akhirnya kami sampai di lantai bawah dan berjalan keluar.

“Turunlah.. kau ini berat..” keluhnya. Aku semakin mengeratkan pelukanku ke lehernya.

“Hyak! Kenapa kau mencekik leherku?!…Kau mau aku mati hah?” dia berteriak kesal lagi.

Aku tertawa melihatnya.

“Aku sedang ingin digendong..Hyun Jo Oppa biasa menggendongku seperti ini..” jawabku datar. Dia mendengus.

“Lalu kenapa bukan Ikan kembung atau si pipi bengkak itu yang kau suruh menggendongmu hah?”

“Aniyo… aku ingin kau yang melakukannya..Kau ini, tidak bisa diajak romantis sebentar hah?” balasku. Dia tertawa keras.

“Ne… terserah kau sajalah.. apa kau sudah baikan?.. sebenarnya aku sedikit khawatir Kibum Hyung menjatuhkanmu dari perosotan di taman Kota.. karena kelihatannya ada yang salah dengan otakmu malam ini.. Hyak!.. jangan tarik rambutku anak pendek! ”

Aku melotot. Menjambak rambutnya.

“Mood-ku sudah  membaik…” jawabku singkat. Dia berhenti dan membenarkan posisi gendonganku.

“Kenapa kau makin berat saja.. Aish.. benar-benar merepotkan…” omelnya lagi.

“Ayo tiduran disitu!” teriakku saat melihat dua bangku kayu berjajar disamping lapangan basket. Dia membawaku setengah berlari.

“Aish.. aku benar-benar tak habis pikir mau melakukan hal bodoh seperti ini bersamamu…” ucapnya begitu kami sudah tiduran di bangku. Kepalanya menyentuh kepalaku.

“Kyuhyun-ah.. ceritakan sesuatu biar aku bisa tidur..”

Dia bangkit duduk dan menatapku murka.

“Hyak!.. Kau menyuruhku menggendongmu dan sekarang menidurkanmu disini?!.. kau benar-benar tidak layak hidup Cho Minho!” suaranya mendengung di telingaku. Tanganku memaksanya tiduran kembali.

“Kepalaku sakit.. aku tidak bisa berhenti menangis sejak tadi.. aku ingin tidur.. ayolah ceritakan sesuatu..” rajukku.

Dia menjitak kepalaku.

“Baiklah, karena aku sedang baik hati, aku akan bercerita sesuatu padamu.. hmm.. aku punya bintang di langit..” katanya pelan. Aku mengerutkan kening. Kalimatnya itu sangat tidak jelas. Apa maksudnya?

“Kau tidak paham?.. Omo..omo.. kau memang hidup di planet Pluto ya?..” ejeknya kemudian. Aku tertawa mendengarnya.

Sparkyu.. maksudku penggemarku..”

“Sebentar, sebentar.. apa kau bilang? Sparkyu? Penggemarmu? Mereka menyebutmu seperti itu? aish.. aish… itu sangat menjijikkan.. Kyuhyun yang bercahaya?” aku berkomentar panjang. Tangannya menjambakku sekarang.

“Kau tidak bisa diam sebentar hah?.. bagaiamna kau bisa tidur kalau mulutmu itu terus beroperasi?”

Aku menjewer telinganya dan dia masih menjambak rambutku.

“Seharusnya mereka menamaimu Holey-Kyu.. Kyuhyun yang berlubang..” jawabku enteng. Kali ini tangannya menarik telingaku.

“Mereka membelikanku bintang..Namanya Beloved GaemKyu..”

Aku langsung duduk sambil mengamatinya.

“Apa kau serius? Bintang di langit itu? Beli dimana?”

Dia tertawa menyeringai.

“Sudah kuduga kau akan bertanya begitu.. sayangnya aku juga tidak tahu mereka beli dimana.. yang jelas mereka memberiku sertifikat kepemilikan bintang.. bagaimana.. aku keren kan?”

“Sudah kuduga kau tidak tahu jawabannya..” balasku enteng.

“Kenapa kau sangat menyebalkan Cho Minho!”

Aku suka sekali kalau dia sudah berteriak begitu.

“Baiklah kalau begitu.. aku juga akan menghadiahimu bintang.. lihat disana.. yang itu.. yang paling besar itu.. itu hadiah bintangku untukmu.. ambillah.. kau bisa membawanya pulang..” kataku sambil menahan tawa. Dia mendelik.

“Itu bulan bodoh! Kau tidak pernah sekolah, hah? Bagaimana bisa kau tidak bisa membedakan bulan dan bintang?.Omo..omo.. apa kau ini benar manusia?.. lagipula kau tidak bisa menghadiahkannya begitu saja.. kau harus membelinya.. mana sertifikatnya?”

Pletak! Pletak! Pletak!

Aku menjitaknya tiga kali.

“Aku tidak peduli, itu urusanmu.. aku sudah menghadiahkannya,…” jawabku.

Dia menjitak kepalaku lagi. Kepalaku mulai sakit karena tangannya yang besar itu terus-terusan menggerus kepalaku.

“Lagipula.. kau punya uang darimana mau membeli bintang untukku.. harganya mahal..” dia meneruskan.

“Kau kira Aku tidak punya uang?… Omo..omo.. Hyung-hyungmu memberiku uang saku setiap bulan.. kau pasti tidak tahu ya?.. yah.. kaulah satu-satunya yang tidak pernah memberiku uang bulanan..karena itu aku tak akan pernah sudi memanggilmu Oppa!”

Dia kelihatan kaget.

“Kau ini.. benar-benar…”

“Apa? Apa?” tanyaku menantangnya.

Dia merangkulku seperti orang kesetanan. Aku sesak nafas.

“Dasar Anak Setan! Kau mau aku mati hah?”

Aku melepas pelukannya. Dia tertawa lebar.

“Lalu, kau akan menamainya apa?”

Keningku berkerut sejenak.

“Aku akan menamainya.. JE-RANG-KONG..”

Tawaku sudah siap meledak.

“Mwo?!.. apa itu Je-rang-kong? Kedengarannya jelek sekali..”

“Ne… Kedengarannya memang jelek, tapi artinya sangat bagus.. Jerangkong itu artinya Pangeran yang turun dari Surga… itu diambil dari Bahasa Indonesia..”

Sebenarnya aku sudah tak kuat melihat ekspresinya. Tawaku sudah menggumpal di tenggorokan. Tahukah kau Kyuhyun yang pintar, Jerangkong adalah Setan yang turun dari neraka?

“Aku akan mengingatnya…” katanya dengan muka lucu.

Aku tertawa hebat. Dia melihatku bingung. Aku mengacak rambutnya.

“Kau benar-benar aneh malam ini.. Tapi aku suka…”

Aku menatapnya dan sudah tak ingin tertawa sekarang. Bocah ini, polos sekali.

“Kyuhyun-ah.. peluk aku sebentar..”

*

Kyuhyun POV

Pagi ini aku mendengar kabar buruk.

Hyung-hyungku tak menemukan Kara dikamarnya.

“Apa dia benar-benar pergi?”

Donghae Hyung mengangguk. Eunhyuk dan Heechul Hyung menepuk pundakku dari belakang. Shindong, Ryeowook dan Yesung Hyung mengelus kepalaku bergantian.

“Sebenarnya ada apa?”

Donghae Hyung diam tak menjawab.

“Kenapa kalian diam saja Hyung?”

Aku mulai tak sabar.

“Apa yang Kibum Hyung katakan padanya kemarin?” tanyaku kesal.

“Kita akan membicarakannya nanti.. Aku janji..”. Donghae Hyung menepuk pundakku.

Aku diam tak bergerak.

Kara pergi pagi ini. Dia meninggalkan ponselnya di kamar dan sebuah pesan di nomor Leeteuk Hyung.

Aku ada sedikit urusan, tidak usah menungguku pulang. Aku akan baik-baik saja. Aku juga akan mengganti uang mobil dan uang sewa apartemen segera setelah urusanku selesai. Saranghae.

Gadis bodoh itu tidak meninggalkan nomor yang bisa dihubungi  ataupun alamat rumah. Mungkin dia memang berniat meninggalkan kami. Apakah itu sebabnya dia aneh semalam?

Perasaanku tidak enak.

Entah mengapa, aku merasa seakan kehilangan sesuatu yang ingin sekali kumiliki.

*

End of part 6

 

10 responses

  1. eh jangan2 Kara ngikut kibum ke amrik…
    kachian KYU…
    tapi kyak nya Kara suka deh sama SparKyu…
    buktinya dia cuma sm KYU buat sesuatu yang indah sblm pergi…….

    cepet deh lanjut ………

  2. mwo,,,
    knpa kra na prgi????
    hwaaa,,,,
    g sbar nie bca lnjutan na,,,,,,,,

    annyeong eonn,,,,
    ma’af low ru ngasi salam,,,,
    eonni : (emank g sopan nie anak,,,) pleetakk
    hehehehe

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s