Love Tricks -Part 1-

biar ga jenuh nungguin ff ku yang rampung… ^^

Tittle : Love tricks

Author : Kim Hyo Ra

Length : Chapter

Genre : Romance

Cast :

– Choi Sooyoung as Jung Sooyoung (SNSD)

– Jung Jessica (SNSD)

– Choi Minho as Jung Minho (SHINee)

– Kim Jonghyun (SHINee)

– Park Hyejin (Author’s sister)

– Lee Taemin (SHINee)

Other cast :

temukan sendiri..

Murid Pindahan, The Little Devil

~Sooyoung POV~

Annyeong! Namaku Jung Sooyoung. Kalian pasti tahu aku kan? Aku adalah anak dari Jung Sooyeon alias Jessica. Pemain film yang baru saja menikah lagi dengan Kim Jonghyun. Ayah baruku.

Hari ini aku baru saja pindah ke Seoul karena Papa Jonghyun bekerja disana. Dan aku juga pindah sekolah ke Seoul High School. Sekolah yang bagus dan sepertinya menyenangkan. Tapi di ruang guru…

” Sooyoung-ah, kau memakai lip gloss?” tanya songsaengnim lembut.

” Iya, memang kenapa?” tanyaku balik. Lee Songsaengnim tersenyum. Aku tak mengerti apa maksudnya.

” Sebaiknya dihapus ya…” jawabnya sambil mengelus rambutku.

” Ah, tidak boleh ya? Padahal kan, manis…” aku berkata dengan lembutnya. Tak lupa kupasang Aegyo eye-ku.

Wajah Lee Songsaengnim mulai terlihat aneh. Pipinya memerah. ” Eh? Ya, yasudah. Ta-tapi untuk hari ini saja ya..” ah, dia berkata dengan gugup!

Aku segera melancarkan aksi berikutnya. Kupeluk Lee Songsaengnim dengan imut. ” Kamsahamnida, Saengnim! Ah, aku suka saengnim!” godaku dengan imut.

” I-iya. Sama-sama. Sekarang, pergi ke kelasmu. Ayo, ku antar.” aku tersenyum manis dan mengikutinya dari belakang.

Mama bilang, laki-laki itu mudah. Ajaran, ‘andalkan namja sebanyak-banyaknya’ terasa nyata bagiku. Selama kau buat dia jadi pengikutmu, namja akan menurutimu. Dan disekolah ini aku akan cari pengikut.

” Annyeong! Aku Jung Sooyoung. Pindahan dari Gwangju.”  kataku memperkenalkan diri. Dan aku mendengar bisik-bisik dari teman-teman baruku. Ah, mereka mengenaliku sebagai anak Jung Jessica!

Sedang enak-enaknya berpikir, rok pendek sekolahku terangkat dan membuat namja satu kelasku membuka mata bulat-bulat. Untung saja aku tidak gampang marah.

” Ah, kalian tidak boleh lihat! Jangan lihat!” kataku sambil berlari menutupi mata mereka. Lalu aku menghampiri namja tadi dan menggamit kelingkingnya. ” Aish, kau akan dibenci yeoja jika melakukannya. Janji ya, jangan melakukannya lagi.”

Haha! Aku tertawa dalam hati melihat perubahan para namja itu. Pasti jantung mereka sedang berdebar-debar sekarang. Itulah Skinship attack. Sekali sentuh, membuat semua namja berdebar-debar.

” Apaan sih? Menyebalkan! Taemin-ssi sampai termehek-mehek begitu!” bisik seorang yeoja. Huh, sirik!

” Sooyoung-ah, ayo kuantar kebangku-mu.” tawar Taemin sambil memegang tanganku. Aku tersenyum, lalu tanpa sengaja bertatap mata dengan seorang gadis yang dikuncir dua. Sepertinya dia marah.

Dan hari-hari berikutnya…

” Aduh, bangkunya beraaat >

” Sini, biar aku saja, Sooyoung-ah!”

” Ah, nggak suka paprikaa >

” Biar aku saja yang makan, Sooyoung-ah!”

” Aigoo, aku lupa mengerjakan peer >

” Aku saja yang kerjakan!”

Menyenangkan bukan? Namja-namja itu benar-benar menuruti permintaanku. Tapi, hanya seorang namja yang tidak memperhatikanku. Dia, beda… Kenapa?

***

~Normal POV~

” Berikutnya, berita yang menghebohkan akhir-akhir ini. Mengenai berita Jung Jessica selingkuh dengan aktor muda.”

” Ah, soal itu benar-benar salah paham. Tidak seperti yang kalian pikirkan..”

BRAK!

” Benar-benar keterlaluan! Padahal hanya diundang makan malam saja! Kenapa jadi begini?” Jessica, seorang pemain film yang baru saja menikah lagi sedang mencak-mencak nggak jelas.

” Yah, harusnya namja itu juga ikut bicara. Tapi kenapa diam saja ya?” ujar Jonghyun, selaku kepala keluarga.

” Tingkah mama membuat orang berpikir begitu sih!” kata Minho, adik Sooyoung.

” Minho, nggak boleh ngomong gitu.” peringat Jaejoong, kakak tiri Sooyoung.

” Ahhh, Minho kejam! Mama kan cuma cinta sama Papa!!” teriak Jessica sambil memeluk Jonghyun.

” Minho nggak ngerti perasaan yeoja, deh.” Sooyoung yang entah kapan sudah berada diantara Minho dan Jaejoong.

” Eh? Noona…”

Sooyoung tertawa kecil. ” Kamu nggak ngerti kan?” goda Sooyoung. Minho cemberut. Sedangkan Jaejoong tertawa.

Tiba-tiba Sooyoung menaruh telunjuk dibawah bibirnya dan memasang wajah memelas. ” Ah, mungkin di suatu tempat ada adik yang baik hati yang mau mengambilkan Jus untukku ya..”

Minho mendengus. ” Iya, aku ambilkan!!”

” Papa, Mama lapar nih.” pinta Jessica sambil memeluk Jonghyun.

” Ne. Aku siapkan ya..”

” Duh, keluarga apa ini! Isinya orang-orang bermasalah!” gerutu Minho sambil membawa nampan berisi Jus.

” Sudah, sudah.” kata Jaejoong sambil menepuk pelan punggung Minho. ” Minho hebat, selalu menuruti permintaan noona-mu. Sini kubawakan.” Jaejoong pun mengambil nampan yang dibawa Minho.

” Hyung, kau…” Minho menatap Jaejoong dengan mata berbinar. ” Hyuuung, gomawo, hyung!!”

***

Esoknya…

~Sooyoung POV~

Apa-apaan ini? Tega-teganya mereka melakukan ini padaku! Dasar gadis-gadis tidak punya perasaan! Tega sekali mereka mencoret-coret meja ku. Aku dikatai bodoh pula.

” Sooyoung-ah. Kau baik-baik saja?”

” Ya ampun! Kejam sekali yang melakukannya!”

Biar sajalah, toh, mereka akan tahu kalau aku takkan mudah berhenti meskipun mereka memperlakukanku dengan cara seperti ini. Lihat saja!

Aku memandang semua namja yang ada disekitarku dan memasang wajah ingin menangis pada mereka. ” Gimana dong? Aku nggak bisa ikut pelajaran~”

” Tukar denganku, saja!!” kata beberapa namja. Aku tersenyum. Benar saja, para yeoja itu langsung mengerutkan kening sebal. Siapa suruh macam-macam denganku!

” Ih, menyebalkan sekali sih yeoja itu! Tetap tenang biarpun sudah kita perlakukan begitu!” ujar Taeyeon. Biar saja.

” Huh, menyebalkan! Hyejin, bicara pada dia, dong!” kompor Sulli pada Hyejin. Ish, menyebalkan. Kulihat Hyejin menghampiriku dan menarikku ke luar kelas.

” Kau mengganggu kedamaian kelas! Kau selalu memanfaatkan orang lain! Semua bilang kau kampungan!” bentak Hyejin. Aku diam saja membiarkan Hyejin mengoceh. ” Hei!”

” Kau hanya ingin ngomong hal nggak penting itu, wakil ketua kelas Park Hyejin?” ledekku.

” Huh, masih banyak!” katanya. ” Huh, dasar cowok memang begitu! Taemin-ssi juga jadi lembek begitu. Memalukan!”

Aku tersenyum. ” Nah, Hyejin-ah suka sama Taemin kan?”

Hyejin mundur beberapa langkah. ” MWO?!! Andwe..!” aku menggeleng. Dasar wanita, mudah sekali ditebak.

” Tepat! Karena itu kan, pada hari pertama aku bersama Taemin-ssi kau langsung pergi?” godaku. ” Sudah kau nyatakan?”

” Eh, ini bukan urusanmu, Sooyoung-ah!”

” Jadi belum ya?”

” Berisik!”

” Ah, kalau begitu sepulang sekolah kita bisa kerumahnya.”

***

Sepulang sekolah, aku segera menarik Hyejin keluar sekolah dan pergi kerumah Taemin. Hyejin sudah teriak-teriak menolak. Tapi aku tak peduli, tetap saja aku harus mendekatkan Hyejin dan Taemin.

” Sooyoung-ah! Aku nggak mau!” tolak Hyejin.

” Hyejin-ah! Sia-sia jika suka tapi nggak melakukan apapun. Cinta adalah tindakan.”

Sesampainya dirumah Taemin, kami disuguhkan macam-macam hingga Taemin pulang. Wah, ternyata Taemin baru saja latihan futsal. Begitu Taemin datang, Hyejin begitu gugup.

” Ah, bagaimana kalau kita ke kamar Taemin?” usulku sambil berpamitan pada keluarga Taemin dan mengajak Taemin kekamarnya.

Hyejin awalnya menolak. Tapi ia juga tak mau ditinggal. Jadilah ia ikut aku dan Taemin kekamarnya. Ini awal yang bagus, bukan?

Didalam kamar Taemin, kami hanya diam-diaman tanpa ada kontak. Ah, aku bosan dengan suasana seperti ini. Apalagi Hyejin tak biasa bergaul dengan Taemin. Payah! Jadilah selama 5 menit kami hanya bisik-bisikan.

” Hei, Taemin-ssi. Kau main bola kan?” tanyaku basa-basi. Taemin mengangguk. ” Kalau begitu, kebetulan sekali. Hyejin juga suka bola. Dia ingin belajar banyak darimu.” kataku asal.

” Ah? Bu, bukan gitu. Euh, I, iya…”

Taemin terlihat antusias sekali terhadap Hyejin yang ingin belajar banyak tentang futsal padanya. Aku juga senang karena bisa membantu orang lain.

” Ya, bola itu menarik. Siapa pemain bola yang kau sukai, Hyejin-ah?” tanya Taemin antusias.

” Euh, Park Jisung…”

” Oh ya? Aku juga menyukainya! Wah, selera kita sama!” Taemin masih terlihat antusias. ” Oya, Sabtu ini aku ada pertandingan di klub. Datang ya!” pinta Taemin.

Aku menepuk punggungnya dan membisikan sesuatu. ” Bagus kan?”

Hyejin tersenyum lebar.

***

” Kau ini ternyata suka menolong ya. Atau suka ikut campur urusan orang lain?” sindir Hyejin saat kami dalam perjalanan pulang. Aku menoleh.

” Masa sih?”

” Iya, aku kan tak memintamu untuk melakukan ini! Tapi, Sooyoung-ah. Terimakasih.” ucap Hyejin kemudian. Aku menoleh.

” Untuk apa?” tanyaku bingung.

” Untuk semuanya. Terimakasih telah mau mendekatkan aku dan Taemin.” katanya. Aku tersenyum.

” Nggak ah. Terlalu cepat kau bilang makasih padaku.”

” Eh, kenapa?”

” Kau sudah punya kesempatan untuk berteman baik dengan Taemin-ssi. Jadi kau harus menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.” kataku sambil tersenyum dan memegang pundaknya.

” Maksudmu?”

” Aku akan mengajarimu. Dan ini disebut little devil. Nggak ada satupun cowok yang nggak luluh!”

***

Kira-kira bagus ga?

next chapter yaa..

8 responses

  1. wah sooyoung jd penakluk namja pantes banget…tp siapa namja yang diem and ga tertarik sama sooyoung,aku kira tadi’a minho eh ga tau’a doi jd dongsaeng’a sooyoung….jd siapa tuch…lanjutkan chingu jangan lama2 ya ………

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s