[MARRIED BY ACCIDENT’S SEQUEL] YOU MUST MARRY ME CHAPTER 3

[Married By Accident’s Sequel] You Must Marry Me Chapter 3

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Series

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E, Friendship, Angst dikit2

Rating      : PG-15

Cast          : Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC), Kwon Yoora (OC), Cho Kyuhyun (SUJU)

Other        :Park Jiho (Ulzzang) and other cast you can find it by yourself ;)

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya :D

Previous Story : MBA Chapter 1 I MBA Chapter 2 I MBA Chapter 3 I MBA Kyuhyun’s Side I Teaser UM3 I UM3 Chapter 1 I UM3 Chapter 2

 

 

Riri’s POV

 

 

 

“Yoora… Yoora… Yoora…”

 

Aku membuka mataku. Suara Sungmin oppa membuat telingaku sedikit terganggu. Tapi hatiku lebih terganggu lagi dengan apa yang ia ucapkan.

 

Kulihat ia masih memejamkan matanya. Hhhh… ternyata ia mengigau.

 

“Yoora… Hhhh… Yoora…”

 

Ku sentuh keningnya.

 

“Omo?! Panas sekali!” aku turun dari ranjang dan berlari ke dapur untuk mengambil air hangat. Ibuku bilang lebih baik menggunakan air hangat untuk mengompres dari pada air dingin.

 

“Yoora… jebal… jangan… tinggalkan aku… hks.. hks… aku… Yoora… aku mencintaimu… Yoora…”

 

Uuuhh… hatiku, rasanya perih, sakit, nyeri, atau apalah itu. Sangat sulit menggambarkan bagaimana perasaanku sekarang.

 

Tes. Tes. Tes.

 

Apa lagi ini??

 

 

 

Hah, aku menangis. Ya, menangis karena melihatnya sakit begini. Juga menangis karena yang ia sebut adalah Yoora, bukan aku.

 

Ku naikkan selimut hingga menutupi dada Sungmin oppa. Ku elus kepalanya lembut, kemudian ku ganti lagi kompresnya. Ku masukkan handuk kecil tersebut ke dalam baskom air hangat kemudian ku peras lalu kuletakkan kembali di dahi Sungmin oppa. Tiba-tiba Sungmin oppa meraih tanganku dan menggenggamnya erat.

 

“Yoora… Yoora…”

 

“Nn..ne?” ucapku ditelinganya. “Jangan… tinggalkan aku…”

 

“Ttt..tid..dak… hiks.. Yoora tidak akan meninggalkanmu…” sahutku. Ku ambil handuk kecil di dahinya.

 

“Yoora-ya… saranghae…” Aku meremas handuk tersebut. Kenapa harus Yoora yang kau cintai?? Kenapa bukan aku??

 

Aku memasukkan kembali handuk tersebut ke baskom dan memerasnya dengan keras sebagai pelampiasan atas emosi yang memenuhi kepalaku. Setelah itu ku letakkan lagi di dahi Sungmin oppa.

 

Aku memindahkan baskom air hangat di ranjangku ke atas nakas.

 

Mataku menatap lurus ke lantai. “Sampai kapan akan begini??” tanyaku lebih kepada diriku sendiri.

 

 

 

Sungmin oppa sudah tidak mengigau lagi. Aku memutuskan untuk kembali tidur.

 

Ku letakkan kepalaku di bahu Sungmin oppa dan meletakkan tangan kananku di atas perutnya. Sementara tangan kiriku masih ia genggam erat.

 

 

 

POV End

 

~>.<~

 

 

 

Sungmin membuka matanya. Tangan kirinya meraba-raba kepalanya yang masih terasa sedikit pening. Jari-jarinya menyentuh lipatan handuk di dahinya. Diambilnya handuk itu dan baru ia sadari bahwa Riri masih tertidur sambil memeluk dirinya.

 

Dengan sangat hati-hati ia meletakkan handuk itu di atas nakas agar Riri tak terbangun. Sungmin menatap Riri yang masih tertidur lelap. Ia menggerakkan tangan kanannya. Dan baru ia sadari juga bahwa ia menggenggam erat tangan Riri.

 

Dengan tangan kirinya, ia mengusap pipi Riri dan menyelipkan poni yang menutupi wajah Riri ke belakang telinga Riri.

 

Pelan-pelan ia memiringkan tubuhnya agar berhadap-hadapan dengan Riri.

 

“Khkhkhkhkhk…” Sungmin terkekeh pelan melihat wajah Riri yang menurutnya sangat… lucu?

 

Di dekapnya tubuh Riri. Aroma khas tubuh Riri masuk ke dalam indra penciuman Sungmin. Tenang. Itulah yang Sungmin rasakan. Ia menutup matanya menikmati ketenangan yang ia dapat dari menghirup aroma Riri.

 

Semua rasa sakit dan cemburu karena kemarin melihat Yoora pergi bersama laki-laki lain, hilang seketika.

 

Sungmin menghela nafas lega lalu membuka kembali matanya. Ia bingung. Kenapa ia lega??

 

 

 

“Eungghhh…” Riri menggeliat dalam dekapan Sungmin.

 

Sungmin buru-buru memejamkan matanya berpura-pura tidur.

 

“Hoahm… Oppa… Sungmin oppa… Oppa…”

 

“Oppa… hoahm… Oppa… Bangun! Sudah pagi! Oppa… Ya! Kau masih sakit? Oppa? Sungmin Oppa?” Riri panik dan membuka matanya lebar-lebar. Ia menyingkirkan tangan Sungmin yang melingkar di pinggangnya. Tapi Sungmin malah mempererat pelukannya membuat Riri sadar bahwa Sungmin sebenarnya sudah bangun.

 

“Ya!! Kau mengerjaiku!” kesal Riri. Sungmin membuka matanya dan tertawa melihat wajah kesal Sungmin.

 

 

 

Riri’s POV

 

 

 

“Berhenti tertawa!” seruku kesal.

 

“Haha… ne! Ne! Ne!” ucapnya lalu menghentikan tawanya.

 

Aku berusaha melepas tangannya namun ia malah semakin mengeratkan tangannya di pinggangku. “Ya! Oppa! Lepaskan aku! Kau mau makan atau tidak?!” seruku.

 

Ia menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah innocent.

 

“Oppa, aku mau masak! Lepaskan!”

 

“Morning kiss dulu, baru aku lepaskan!” ucapnya.

 

Mataku melebar. Aku bingung. Antara senang dan kesal. Senang karena mendengar permintaan Sungmin oppa yang menginginkan morning kiss dariku dan kesal ketika aku mengingat kejadian semalam.

 

Bagaimana tidak kesal? Semalam ia terus memanggil-manggil Yoora. Memohon agar Yoora tidak meninggalkannya. Mengatakan bahwa ia mencintai Yoora. Dan sekarang, ia memintaku untuk menciumnya? What the hell?!?! Kenapa tak menyuruh Yoora saja untuk menciumnya?!

 

 

 

“Haha.. bercandamu tidak lucu! Sudah lepaskan aku! Aku mau masak!” aku melepaskan tangan Sungmin oppa.

 

 

 

Aku pikir ia akan tetap menahanku dan menciumku dengan paksa. Tapi… ia melepasku. Hhhh… jangan terlalu berharap padanya Riri-ya.

 

 

 

POV End

 

 

 

“Haha.. bercandamu tidak lucu! Sudah lepaskan aku! Aku mau masak!” Sungmin mengendurkan pegangannya di pinggang Riri. Entahlah, ia merasa kecewa Riri menolak permintaannya.

 

Padahal ciuman pagi hari itu adalah sesuatu yang wajar dilakukan sepasang suami istri, menurutnya.

 

Sungmin menatap punggung Riri yang menghilang di balik pintu kamar mereka.

 

 

 

~>.<~

 

 

Sungmin masih tetap terduduk di ranjangnya. Entahlah, ia bingung dengan dirinya sekarang.

 

“Aaarrrgghhh…” erangnya sembari mengacak-acak rambutnya sendiri.

 

“Apa yang terjadi padaku??”

 

Sungmin tersenyum-senyum sendiri mengingat ekspresi Riri pagi tadi yang menurutnya sangat imut. “Aih… Lee Sungmin, kau kenapa??” berkali-kali ia bertanya pada dirinya sendiri. Tapi tak satupun jawaban yang ia dapatkan.

 

“Lee Richan. Sepertinya kau mulai membuatku gila!!” ucap Sungmin. Ia kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang.

 

Otaknya memutar kembali adegan yang menurutnya mendekati romantis tadi. ‘Lekuk wajahnya… matanya… hidungnya.. bibirnya… mengapa kini semua terlihat begitu sempurna dimataku???’ batin Sungmin ketika mengingat-ingat bagaimana wajah istrinya.

 

“Aigo… ada istri secantik itu, kenapa aku baru sadar sekarang??” Sungmin kembali merubah posisinya, dari berbaring menjadi duduk kembali.

 

Dia tersenyum-senyum sendiri mengingat semua ekspresi wajah Riri. Mulai dari ekspresi senang, kesal, sampai malu-malu pun ia ingat. “Aigo… Riri-ya, aku mulai gila.” Gumamnya sembari tersenyum.

 

 

 

“Oppa!!! Kau mau tidur sampai kapan?!” Sungmin buru-buru turun dari ranjangnya ketika mendengar teriakkan Riri.

 

Ia berlari ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Riri mengaduk-aduk sup ayamnya. Dikecilkan kompornya kemudian ia mengambil dua mangkuk di rak piring.

 

Riri menuangkan sup ke dalam mangkuk.

 

 

 

Deg!

 

Tubuh Riri menegang ketika seseorang, yang ia yakini adalah Sungmin, memeluknya dari belakang.

 

Riri dapat menghirup wangi shampoo yang Sungmin gunakan. Ujung-ujung rambut Sungmin yang masih basah menyentuh leher jenjang Riri membuat Riri sedikit bergidig.

 

“Riri-ya, aku lapar…” Bisik Sungmin.

 

Sungmin berusaha menahan tawanya begitu melihat wajah Riri yang memerah. Sementara Riri, mematung dengan wajah memerah.

 

 

 

“Riri-ya, aku bilang aku lapar. Kenapa kau malah melamun seperti itu huh?!” tanya Sungmin.

 

“Ah?! Eh!! Nnn..ne..ne… aku siapkan sekarang.” Ucap Riri gugup. ‘Lee Sungmin, mengapa kau membuatku nyaris jantungan terus karena tingkahmu?!!!’ jerit Riri dalam hati.

 

Sungmin tersenyum kemudian mencubit pipi Riri yang memerah. “Kau lucu sekali! Hahaha…” tawa Sungmin.

 

Mati-matian Riri mengontrol jantungnya yang serasa seperti sedang bermain lompat tali. Dalam hati ia berpikir, apa yang terjadi pada Sungmin hingga Sungmin bertingkah seaneh ini padanya.

 

 

 

Sungmin meletakkan kepalanya di bahu kanan Riri. Matanya memperhatikan lekuk wajah Riri sementara hidungnya sibuk menghirup aroma Riri yang menurutnya cukup menenangkan.

 

“Oppa, kau bilang kau ingin makan? Kalau begitu, menyingkirlah. Kau membuatku kesulitan mengambil sup ini.” Sungmin mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Riri. Walaupun enggan, akhirnya ia melepas pelukannya dan menunggu Riri di meja makan.

 

Riri menghela nafas lega setelah Sungmin melepas pelukannya. Meskipun ia suka Sungmin memeluknya seperti tadi, tapi tetap saja saat ini ia masih merasa agak canggung dan sedikit gugup karena belum terbiasa dengan adanya skinship di antara mereka.

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Yoora melangkahkan kakinya ke dalam sebuah butik terkenal di Seoul.

 

“Annyeong haseyo!” sapa Yoora pada seluruh pegawai yang sedang bekerja.

 

“Yoora-ya, kau di tunggu oleh bos di ruangannya!” ucap salah satu pegawai. “Ne sunbae! Gomawo!” Yoora sedikit membungkukkan badannya lalu pergi ke ruangan bosnya yaitu Park Jiho, temannya sendiri.

 

 

 

“Jiho, kau memanggilku??” tanya Yoora ketika ia berada di dalam ruangan  Jiho.

 

“Ne. Aku memiliki sebuah penawaran untukmu!”

 

“Apa?” tanya Yoora setelah duduk di hadapan Jiho.

 

“Berhenti menjadi pegawai dan jadilah model tetapku!!” mata Yoora membulat. Jadi model Park Jiho?? Wow. Itulah yang ada dalam pikiran Yoora.

 

“Kau serius??”

 

“Kau mau berapa rius dariku Kwon Yoora??”

 

“Omo!! Jiho-ya, gomawo!!!” jerit Yoora girang.

 

 

 

“Aku baru saja menyelesaikan karya terbaruku. Dan aku ingin kau menjadi modelnya!” Yoora mengangguk, mengiyakan.

 

“Ayo ikut aku!” ajak Jiho.

 

“Kemana??” tanya Yoora.

 

“Mengambil karya baruku!”

 

 

 

~>.<~

 

 

Kyuhyun dan Donghae keluar dari café. Mereka baru saja selesai makan siang setelah latihan berakhir dan berencana untuk pulang.

 

“Naik bus saja. Bagaimana??” Tawar Donghae.

 

“Kau yakin kita tidak akan tertangkap oleh fans?” Tanya Kyuhyun tak yakin.

 

“Tenang saja! Sekarang jam satu siang. Bus pasti masih sepi!” ucap Donghae.

 

Kyuhyun akhirnya mengangguk pasrah dan mengikuti Donghae.

 

 

 

Beruntung sekali yang Donghae katakan benar. Bus yang mereka tumpangi sepi. Hanya ada tiga orang di dalamnya. Mereka berdua memilih duduk di bangku paling belakang.

 

Beberapa detik setelah mereka duduk, ada dua orang lagi yang masuk.

 

 

 

“Aku tak yakin pantas mengenakannya Jiho-ya!” Kyuhyun tertegun. Ia seperti mengenal suara tersebut.

 

“Aku yakin! Sangat sangat yakin jika gaun itu pas di tubuhmu Yoora-ya!”

 

Bagaikan tersambar petir di siang bolong, mendengar nama Yoora membuat Kyuhyun mengangkat sedikit tubuhnya untuk memastikan bahwa Yoora yang dimaksud pria bernama Jiho itu adalah Yoora-nya. Dan benar saja, wanita yang di panggil Yoora itu memang Kwon Yoora. Seketika Kyuhyun memanas melihat posisi duduk Yoora dan Jiho yang sangat dekat. Tak salah lagi, kalau bukan cemburu, api apa yang membakar hati Kyuhyun?

 

 

 

Donghae tahu apa yang dicari Kyuhyun. Ia pun sebenarnya tahu bahwa orang yang baru saja masuk ke dalam bus adalah Yoora dan pria yang tak ia kenal.

 

“Memang gaun apa yang akan kita coba??” tanya Yoora.

 

“Gaun pernikahan. Bagus sekali! Aku yakin cocok jika kau mengenakannya!”

 

“Tubuhmu itu bagus! Pasti pas dengan gaun rancanganku!” tambah Jiho.

 

“Ya! Jangan memperhatikanku seperti itu! Dasar pervert!”

 

‘Apa yang pria itu lakukan?? Apa… apa dia memperhatikan tubuh Yoora??’ pikir Kyuhyun, khawatir Jiho bukanlah pria yang baik. Tangannya mengepal. Ingin sekali ia menonjok pria di sebelah Yoora dan menarik Yoora pergi. Tapi apa haknya??

 

Ia bukan siapa-siapa Yoora lagi sekarang.

 

 

 

“Kekeke… aku hanya sedang membayangkan bagaimana indahnya gaun itu ketika melekat di tubuhmu!” sahut Jiho.

 

 

 

Donghae menepuk-nepuk pundak Kyuhyun. Ia mengerti betul bagaimana perasaan dongsaengnya itu. Kentara sekali kalau Kyuhyun sedang terbakar api cemburu. Donghae tahu bahwa Kyuhyun paling tidak suka wanita yang ia cintai dekat dengan pria yang tak ia kenal.

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Sungmin memasuki rumahnya. Seharusnya ia sudah kembali ke rumah jam dua siang tadi. Tapi karena Kim Young Min menyuruhnya menghadap, ia baru bisa pulang pukul empat sore.

 

Kim Young Min telah mengetahui semuanya. Tentang pernikahannya dan tentang siapa istrinya. Kim Young Min menceramahi Sungmin dan memperingatinya untuk menyembunyikan pernikahannya agar tidak menganggu karir Super Junior yang sudah terganggu karena pernikahan Kyuhyun dan kehamilan Yoora ditambah lagi perceraian Yoora dan Kyuhyun.

 

 

 

Sungmin mendapati Riri sedang duduk di ruang tengah sambil menonton Televisi. Ia menghampiri Riri dan duduk disebelahnya.

 

“Kau kenapa lagi??” tanya Riri.

 

“Gwaenchana.” Jawab Sungmin singkat sembari memijit-mijit kepalanya yang sedikit terasa berat.

 

“Apa ini ada hubungannya dengan Yoora??” tanya Riri lagi.

 

“Tidak. Tidak ada kok! Tenang saja!” jawab Sungmin.

 

 

 

“Kau lapar??” tanya Riri memecah keheningan yang telah terjadi di antara mereka selama beberapa menit tadi.

 

“Emm..” angguk Sungmin.

 

“Sebentar, aku akan memasakkan sesuatu untukmu!” ucap Riri lalu bergegas ke dapur dan membuatkan sesuatu untuk Sungmin.

 

Sungmin menatap punggung Riri yang semakin menjauh. ‘Kenapa di pikiranku hanya ada Yoora?? Padahal aku punya istri yang cantik & perhatian di rumah!’ batin Sungmin.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya ke TV. Ia mengganti channel TV dan mencari acara-acara musik.

 

 

 

Merasa bosan, Sungmin pun bangkit dari duduknya lalu pergi ke dapur. Dilihatnya Riri sedang sibuk menggoreng sesuatu.

 

Dalam hati ia bersyukur. Meskipun tak mendapatkan Yoora, setidaknya ia mendapatkan istri yang perhatian padanya seperti Riri.

 

Ia menghampiri Riri yang baru saja mematikan kompor lalu memeluk Riri dari belakang.

 

Dapat Sungmin rasakan tubuh Riri menegang. “Gomawo.” Bisik Sungmin di telinga Riri kemudian ia meletakkan dagunya di bahu kanan Riri.

 

“Kau aneh sekali oppa! Ada apa? Kau sakit ya?” tanya Riri yang kini sibuk memindahkan ayam goreng ke atas piring.

 

“Tidak.” Sahut Sungmin.

 

“Kau yakin?? Tingkahmu aneh sekali sejak tadi pagi!” ucap Riri.

 

“Haha.. really?? Aneh bagaimana?”

 

“Iya! Kau jadi suka memelukku begini sejak tadi pagi! Bukankah itu aneh?” tutur Riri.

 

“Hey, memeluk istri itu adalah sesuatu yang wajar! Kenapa kau anggap aneh?!”

 

 

 

Riri’s POV

 

 

 

“Hey, memeluk istri itu adalah sesuatu yang wajar! Kenapa kau anggap aneh?!”

 

Oouuhhh… aku tidak tahu kenapa, tapi yang jelas, aku merasa bahagia sekarang. Entahlah, hanya saja, hatiku rasanya berbunga-bunga.

 

 

 

“Tidak sih!” sahutku. “Bisa singkirkan tanganmu oppa?? Aku ingin meletakkan semua ini di meja makan!” ucapku sembari menunjuk masakan-masakan yang baru saja matang.

 

Sungmin oppa melepas tangannya kemudian pergi ke meja makan.

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Aku mengganti-ganti channel TV. Bosan.

 

Ku ambil handphoneku dan buru-buru membuka Twitter. Sudah seminggu lebih aku tak mengecek Twitterku.

 

 

 

Ketika aku sedang asyik bermain Twitter, Sungmin oppa datang lalu tidur dan meletakkan kepalanya di pahaku. Ku lihat ia yang mulai memejamkan matanya. “Kenapa tidak tidur di kamar oppa??” tanyaku.

 

“Sepi. Aku mau disini saja bersamamu!” jawabnya dengan mata tertutup.

 

Ku tatap wajahnya yang menampakkan kelelahan. Pasti jadwalnya mulai padat lagi.

 

Ku belai lembut rambutnya dengan tangan kananku sementara tangan kiriku meng-sign out Twitterku dan meletakkan handphoneku di meja.

 

Ku ambil remote TV dan mengecilkan sedikit volume TV agar Sungmin oppa dapat tidur dengan tenang.

 

Tangan kananku masih mengelus kepala Sungmin oppa. ‘Omo… tampan sekali wajah suamiku!!’ aku tersenyum kecil sembari memperhatikan wajah Sungmin oppa yang terlelap. Terus ku perhatikan wajahnya. Hm.. meskipun tampan, tapi tetap saja imut seperti anak kecil ketika sedang tidur.

 

 

 

“Hoahm…” aku menguap. Mm… suasana seperti ini memang mudah membuatku mengantuk.

 

Ku sandarkan punggungku di sofa dan memejamkan mataku.

 

 

 

POV End

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Sungmin membuka matanya. Ia melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas. Ia bangkit dari tidurnya dan baru sadar bahwa Riri tertidur. Ia tak tega membangunkan Riri yang telah tertidur nyenyak.

 

Pelan-pelan ia mengangkat tubuh Riri dan membawanya ke kamar. Dibaringkannya tubuh Riri di atas ranjang. Setelah itu Sungmin mengganti pakaiannya dengan piyama.

 

 

 

Sungmin naik ke atas ranjang lalu memiringkan tubuhnya menghadap Riri.

 

“Yeppeo!” gumamnya sembari membelai pipi Riri. Ia tersenyum. Di dekatkannya wajahnya ke wajah Riri. Niatnya ingin mengecup bibir Riri. Tapi, akhirnya ia hanya mengecup kening Riri.

 

Ditariknya selimut hingga dada Riri kemudian ia menarik Riri ke dalam dekapannya agar ia bisa menghirup aroma Riri.

 

 

 

~>.<~

 

 

 

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamar Riri dan Sungmin. Riri menggeliat dalam dekapan Sungmin membuat Sungmin perlahan membuka matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya.

 

Tak lama kemudian Riri juga membuka matanya. Riri menguap lalu merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk. Sungmin ikut duduk. Ia menyandarkan kepalanya di punggung Riri.

 

“Aaahh… aku malas bangun!” ucap Sungmin yang kini telah melingkarkan kedua tangannya di perut Riri.

 

 

 

Riri’s POV

 

 

 

Ah! Jantungku berdebar lagi.

 

Aish… Sungmin oppa… kau kenapa??

 

Aneh sekali. Akhir-akhir ini ia suka melakukan skinship denganku.

 

Apa mungkin…. ia mulai mencintaiku?? Huft… semoga.

 

Meskipun belum bisa mencintaiku sepenuhnya. Tapi ku rasa itu cukup untuk sekarang.

 

Perlahan namun pasti, aku yakin Sungmin oppa bisa mencintaiku seutuhnya sebagai istrinya.

 

 

~>.<~

 

 

 

1 Mei 2012

 

 

 

Hari ini hari ulang tahun Yoora. Sudah empat bulan sejak perceraiannya dengan Kyu sekaligus sudah dua bulan aku menikah dengan Sungmin oppa.

 

 

 

Aku mendorong troli mengelilingi supermarket untuk mencari bahan-bahan membuat kue ulang tahun. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

 

 

 

O? Itu bukannya Kyuhyun oppa?? Apa yang ia lakukan disini?

 

Ku dekati Kyuhyun oppa yang terlihat sedang memilih-milih coklat.

 

“Oppa! Apa yang kau lakukan disini??” Kyuhyun oppa tersentak ketika aku menepuk pundaknya.

 

“Ee..eh?? Ani! Hanya ingin membeli coklat saja!” jawabnya. Aku menyipitkan mataku menatapnya tak percaya. Ngomong-ngomong soal coklat, aku jadi ingat Yoora. Yoora sangat menyukai coklat. Ia bisa makan berbatang-batang coklat, terutama saat ulang tahunnya.

 

 

 

OMO?! Jangan bilang Kyuhyun oppa akan membeli coklat untuk Yoora?!

 

Astaga apa ia sedang berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Yoora??

 

Hey! Bukankah ini akan menjadi berita baik untukku??

 

Kalau mereka kembali bersatu, Sungmin oppa akan berhenti mendekati Yoora dan hanya dekat denganku!

 

 

 

“Kau membeli coklat untuk Yoora ya? Hari ini ia ulang tahun. Ku pikir kau lupa!” ucapku.

 

“Ee..eh?? Ani ani! Aku beli untukku sendiri!” ucapnya mencoba berdusta.

 

“Tidak perlu berdusta padaku oppa! Belilah coklat untuknya! Ia pasti senang! Kalau kau mau, kau bisa menitipkannya padaku! Biar aku yang memberikannya!” ucapku. Ia menggaruk leher belakangnya yang aku yakin tak gatal.

 

 

 

“Haaahh…. Susah memang kalau bicara dengan orang bodoh macam kau dan Yoora!” ia memelototkan matanya mendengar ucapanku.

 

“Sudah tahu saling cinta malah berpisah! Tak sadarkah kalau  kalian berdua hanya menyiksa diri kalian?! Sejak awal sudah aku peringatkan untuk mengulang semuanya dari awal dan memperbaiki semuanya! Tapi kalian tak mendengarkanku!” ucapku. Aku harap kali ini ia mendengarkan ucapanku dan mau berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Yoora.

 

 

 

“Ne. Aku memang bodoh.” Ucapnya sembari menundukkan kepala.

 

Aku menepuk-nepuk pundaknya. “Sekarang mungkin ia masih belum bisa memaafkanmu. Tapi lambat laun, ia pasti bisa memaafkanmu. Yang kau butuhkan sekarang adalah usaha untuk mendapatkan maaf darinya.” Kyuhyun oppa mengangkat wajahnya dan menatapku.

 

“Jadilah api yang mencairkan lilin padat yang mudah rapuh sepertinya.” Ucapku lagi.

 

Semoga ia mengerti apa maksudku.

 

 

 

~UM3’s Status: TBC or END?~

 

 

 

Trik gak tahu ini bagus apa nggak -_- tapi trik ngerasa aneh & chapter ini jelek -_-“ Mian *bow*

 

 

 

Okey, mulai dari chapter ini ChoRa couple bakal eksis lagi #PLAK Trik harap gak pada bosen kalo ngeliat/baca nama Kwon Yoora dan Cho Kyuhyun dalam FF2 Trik😀

 

Yang ini udah Trik panjangin lagi loh😀 Tapi hampir 3 halaman ajah #DUUUUAAAAGGGHHHH

 

Trik gak janji chapter 4 atau 5 bisa panjang, tapi Trik usahain ^^

 

Abis Trik gak cuma ngurusin FF ini aja -_- ada 4 FF lain menunggu untuk di lanjutkan —> #ContohPenulisMoodMoodan

 

 

 

Semoga gak mengecewakan dan FF ini bisa mendapat respon yang baik dari chingudeul seperti FF MBA😀 Kalo bisa sih lebih bagus dari MBA😄 #DUUUAAAGGGHHH

 

Kritik dan Saran dari kalian tetep Trik tunggu okay😉 Maaf kalo Trik gak bales koment kalian -_-V online pake HP blsnya susah -_- Tapi Trik baca kok koment2 kalian😀 Mulai dari yg ngasi kritik dan saran, koment penasaran, koment lucu yg kadang bikin trik ketawa dll. Pokokny bikin Trik semangat ngelajutin deh pokokny😀

 

Kalo mau koment, tapi gak bisa koment di blog atau komentnya gak masuk-masuk, kalian bisa koment di Twitter : @Putri_Official atau FB : Choi Putri Elf

 

 

 

Kalo mau ngobrol2 sama trik, hubungi Twitter aja yaa ^^ Mau follback?? Inget aja intro dulu, coz trik gak mw follow kalo belom kenal ato kalian gk mau ngenalin diri😛 kan gak enak ya kalo di TL penuh ama org asing -_- masak ntar temenan tapi gg tw namanya #GUBRAKK

 

 

 

Nama saya Trik okey😉 jangan panggil Author/Thor dongs! Panggilny Trik, chingu, onnie, noona, atau saeng ajah *umur trik 15 mau ke 16*😀


13 responses

  1. ahahaha sungmin mulai suka sama riri horeeee *joget joget*
    ayo dong sungmin, mantapkan hati!! jangan ngegantung riri terus, kasian dia *ceramah*
    itu juga kyu, heh, kamu mau balikan sama yoora kaan?!
    terus kalo ntar yoora sama kyu balikan, riri n sungmin saling cinta, jiho sama siapa?!
    saya masih single lhoo #promosi *apa hubungannya*
    next chap ditunggu sangaat!! lanjut chingu ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s